Tag Archives: Asyur

Kejadian 11:1-9

「Menara Babel」

Oleh Dr. S.W. Patrick Tsang
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 11:1-9 [ITB])
1 Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.
2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana. 3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik. Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat. 4 Juga kata mereka: Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.
5 Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, 6 dan Ia berfirman: Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. 7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing. 8 Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. 9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

Daftar bangsa-bangsa (juga silsilah) yang tercatat di Kejadian pasal 10 dan 11 menghubungkannya ke Abraham dan keturunannya. Dalam pencatatan daftar suku bangsa tersebut terdapat dua sisipan yaitu kerajaan Nimrod di 10:8-12 (silahkan klik untuk membaca) merupakan kerajaan pertama yang muncul di dunia; sisipan kedua adalah menara Babel yang kita baca hari ini. Bagian ini menjelaskan mengapa bahasa manusia berbeda-beda, ternyata manusia telah melakukan kejahatan sehingga saat ini kita harus belajar bahasa asing untuk berkomunikasi dengan orang yang tidak memahami bahasa kita.

Nimrod dan para pengikutnya berupaya membangun peradaban tanpa Allah, dan menara Babel adalah fokusnya. Dalam sisipan tentang Nimrod di pasal sepuluh dicatat perluasan kekuasaannya. Awal kerajaan Nimrod adalah di kota Babel (Kej. 10:10), dan perikop hari ini 11:1-9 sisipan kedua ini mencatat upaya Nimrod untuk membangun menara Babel.

Di permukaan, kedua selingan ini mencatat hal-hal yang tidak berhubungan, tetapi faktanya tidaklah demikian. Pembangunan dasar kota Babel dan pembangunan menara di pasal 11 saling berkaitan. Sisipan pertama (Kej. 10:8-12) mencatat kesukaan preferensi, perbuatan, dan tujuan Nimrod. Sisipan kedua melanjutkan tema yang sama, tetapi dari sudut pandang para rekan sekerjanya, persamaan yang mereka miliki adalah membangun peradaban tanpa Allah. !

Ayat 11:1-2 Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya. Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana. Mereka migrasi ke timur sejalan dengan kehendak dan perintah Allah kepada manusia untuk memenuhi seluruh bumi: tetapi selanjutnya terdapat masalah.

Mereka berkata seorang kepada yang lain (11:3) mereka saling berdiskusi menunjukkan bahwa pembangunan Menara Babel bukanlah masalah pribadi, tetapi masalah seluruh umat manusia, dan semua orang terlibat. Mereka memanggil orang-orang untuk ikut serta dalam pembangunan kota dan menara, tetapi tujuannya bertentangan dengan perintah Allah umat manusia berpencar: kata mereka: Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.』」(11:4). Sangat jelas bahwa manusia pada waktu itu memutuskan untuk menjadi allah mereka sendiri, mereka tidak hanya tidak mau berpencar, tetapi mereka ingin membangun sebuah kota yang dibangun bersama dan megah untuk mengagungkan prestasi dan kebesaran manusia. Panggilan bersama pertama umat manusia, marilah, adalah memanggil manusia untuk bersama-sama melawan Allah!

Mereka tidak hanya ingin membangun kota yang kuat untuk diri mereka sendiri, dan ingin membawa keselamatan dan keamanan bagi diri mereka sendiri, tetapi mereka juga ingin membangun menara, tujuannya adalah untuk marilah kita cari nama, menunjukkan keinginan orang-orang untuk merdeka dari Allah, harus membangun Nama mereka mengharumkan nama diri mereka sendiri sendiri, menghapus nama Allah sepenuhnya, dan sama sekali tidak ingin memiliki hubungan dengan Allah Pencipta.

Puncaknya sampai ke langit tidak hanya mengacu pada ketinggian, tetapi juga berarti tempat agama; sampai ke langit terkait dengan astrologi, yang berarti menghubungkan dari dunia fisik ke dunia spiritual, yang berarti bahwa yang ingin dibangun manusia bukan hanya bangunan, tapi juga yang agama baru. Ketika orang menolak Allah yang benar, mereka akan membangun berhala untuk diri mereka sendiri (Roma 1:23). Sampai ke langit menunjukkan bahwa menara akan langsung menuju ke tempat tinggal Allah, dan sederajat dengan Allah. Ini adalah penghinaan yang besar kepada Allah, dan itu juga merupakan manifestasi dari kesombongan dan kecongkakan yang maksimum.

Ayat 11:7 Allah berfirman, Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing. Paragraf tanggapan Allah ini menggunakan antropomorfisme untuk mengungkapkan tanggapan Allah, Kita mengacu pada Allah Tritunggal. Maka, Allah mengacaubalaukan bahasa mereka dan menggagalkan tindakan bersama umat manusia ini, sehingga mengakibatkan berbagai bahasa, bangsa, dan budaya. Akibatnya, umat manusia terpencar di seluruh bumi sesuai dengan kehendak Allah. Insiden Menara Babel memberi tahu kita bahwa umat manusia dapat merencanakan, tetapi Allah yang membuat keputusan akhir.

Renungkan:
• Masalah Menara Babel adalah bahwa manusia tidak mau menerima keterbatasan manusia, dan hendak menganggap diri mereka sebagai Allah, bahkan melampaui Allah! Kecongkakan adalah masalahnya. Kecongkakan juga merupakan alasan utama mengapa malaikat jatuh dan menjadi iblis. Oleh karena itu, kita harus mengingat ajaran Alkitab: Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan (Matius 23:12).
• Alkitab mengajar kita untuk mengejar persatuan dan kesatuan, tetapi kita harus menjadi satu di dalam Kristus (Efesus 1:9-10). 2 Korintus 6:14 mengingatkan kita: Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?Persatuan tanpa satu Tuhan, satu iman, dan satu Allah sebagai fondasinya adalah tidak tepat!


Renungan pemahaman Kitab Kejadian

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 1-11 ditulis oleh Dr. S.W. Patrick Tsang (曾錫華) dipublikasi pada bulan Maret 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Kejadian 10:1-32

「Keturunan Sem, Ham dan Yafet」

Oleh Dr. S.W. Patrick Tsang
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 10:1-32 [ITB])
1 Inilah keturunan Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh. Setelah air bah itu lahirlah anak-anak lelaki bagi mereka.
2 Keturunan Yafet ialah Gomer, Magog, Madai, Yawan, Tubal, Mesekh dan Tiras. 3 Keturunan Gomer ialah Askenas, Rifat dan Togarma. 4 Keturunan Yawan ialah Elisa, Tarsis, orang Kitim dan orang Dodanim. 5 Dari mereka inilah berpencar bangsa-bangsa daerah pesisir. Itulah keturunan Yafet, masing-masing di tanahnya, dengan bahasanya sendiri, menurut kaum dan bangsa mereka.
6 Keturunan Ham ialah Kush, Misraim, Put dan Kanaan. 7 Keturunan Kush ialah Seba, Hawila, Sabta, Raema dan Sabtekha; anak-anak Raema ialah Syeba dan Dedan.
8 Kush memperanakkan Nimrod; dialah yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi; 9 ia seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN, sebab itu dikatakan orang: Seperti Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN. 10 Mula-mula kerajaannya terdiri dari Babel, Erekh, dan Akad, semuanya di tanah Sinear. 11 Dari negeri itu ia pergi ke Asyur, lalu mendirikan Niniwe, Rehobot-Ir, Kalah 12 dan Resen di antara Niniwe dan Kalah; itulah kota besar itu. 13 Misraim memperanakkan orang Ludim, orang Anamim, orang Lehabim, orang Naftuhim, 14 orang Patrusim, orang Kasluhim dan orang Kaftorim; dari mereka inilah berasal orang Filistin.
15 Kanaan memperanakkan Sidon, anak sulungnya, dan Het, 16 serta orang Yebusi, orang Amori dan orang Girgasi; 17 orang Hewi, orang Arki, orang Sini, 18 orang Arwadi, orang Semari dan orang Hamati; kemudian berseraklah kaum-kaum orang Kanaan itu. 19 Daerah orang Kanaan adalah dari Sidon ke arah Gerar sampai ke Gaza, ke arah Sodom, Gomora, Adma dan Zeboim sampai ke Lasa. 20 Itulah keturunan Ham menurut kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka.
21 Lahirlah juga anak-anak bagi Sem, bapa semua anak Eber serta abang Yafet. 22 Keturunan Sem ialah Elam, Asyur, Arpakhsad, Lud dan Aram. 23 Keturunan Aram ialah Us, Hul, Geter dan Mas. 24 Arpakhsad memperanakkan Selah, dan Selah memperanakkan Eber. 25 Bagi Eber lahir dua anak laki-laki; nama yang seorang ialah Peleg, sebab dalam zamannya bumi terbagi, dan nama adiknya ialah Yoktan. 26 Yoktan memperanakkan Almodad, Selef, Hazar-Mawet dan Yerah, 27 Hadoram, Uzal dan Dikla, 28 Obal, Abimael dan Syeba, 29 Ofir, Hawila dan Yobab; itulah semuanya keturunan Yoktan. 30 Daerah kediaman mereka terbentang dari Mesa ke arah Sefar, yaitu pegunungan di sebelah timur. 31 Itulah keturunan Sem, menurut kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka. 32 Itulah segala kaum anak-anak Nuh menurut keturunan mereka, menurut bangsa mereka. Dan dari mereka itulah berpencar bangsa-bangsa di bumi setelah air bah itu.

Perikop yang kita baca hari ini, Kejadian 10:1-32, adalah daftar nama bangsa-bangsa yang ditulis dalam bentuk silsilah. Pertama-tama kita harus memahami bahwa kitab Kejadian pada awalnya ditulis untuk orang-orang Yahudi, jadi ditulis dari sudut pandang lingkungan geografis, situasi politik, dan hubungan etnis mereka pada saat itu. Kejadian pasal 10 selain menuliskan daftar nama-nama bangsa-bangsa, itu juga merupakan peta Timur Tengah saat itu. Penulis menggunakan daftar bangsa-bangsa untuk menunjukkan bahwa kelompok etnis yang dikenal oleh orang Ibrani pada waktu itu semuanya berasal dari ketiga putra Nuh, sehingga semua bangsa dan kelompok etnis berasal dari satu nenek moyang yang sama, dan mereka pada awalnya adalah satu keluarga.

Kejadian pasal 10 sama seperti pasal 5 adalah pasal transisi, membantu pembaca untuk berpindah dari satu topik ke topik lainnya. Pasal 5 adalah perpindahan dari Taman Eden ke penghakiman air bah, dan pasal 10 adalah peristiwa perpindahan dari air bah ke Menara Babel. Pasal transisi juga berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan sejarah prasejarah (yaitu, sejarah tanpa catatan tertulis) —yaitu, sejarah manusia sebelum penciptaan dan air bah — dengan sejarah Abraham dan keturunannya.

Kejadian pasal 5 adalah silsilah Adam. Adam adalah nenek moyang umat manusia di seluruh dunia. Dalam pasal 10 dipersempit menjadi hanya keturunan dari ketiga putra Nuh. Pasal berikutnya, pasal 11, bahkan lebih sempit lagi, mulai dari ayat kesepuluh hanya keturunan Sem, dan di akhir pasal hanya keluarga Terah (ayat 27), ayah Abraham. Berikutnya Kejadian pasal 12 hingga 50 hanya mencatat kisah Abraham, salah satu putra Terah, dan keturunannya.

Kejadian 10:1 Inilah keturunan Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh. Setelah air bah itu lahirlah anak-anak lelaki bagi mereka, mencatat keturunan ketiga putra Nuh. Kejadian 10:2-5 mencatat tentang keturunan Yafet dan wilayah distribusinya. Keturunan Yafet adalah kelompok etnis yang tinggal di utara dan barat Israel, termasuk leluhur orang Indo-Eropa saat ini di Yunani, Siprus, Turki, dan sebagainya. Dalam silsilah ini, keturunan Yafet hanya tercatat sampai generasi kedua.

Kejadian 10:6-20, mencatat keturunan Ham dan distribusi geografis mereka. Singkat kata, keturunan Ham termasuk musuh utama bangsa Israel, yaitu Asyur, Babilonia, Mesir, Kanaan, dll. Ham juga bisa dikatakan sebagai nenek moyang orang Afrika. Keturunan Han hanya tercatat sampai generasi ketiga.

Keturunan Ham dibagi menjadi empat klan besar (Kush, Misraim, Put dan Kanaan), dan penulis hanya menjelaskan keturunan Kush, Misraim, dan Kanaan. Penulis Kitab Kejadian secara khusus menyebut cucu Ham, Nimrod, dia memiliki keunggulan sebagai raja pada saat itu, dia adalah seorang berkuasa, seorang pemburu, dan raja yang membangun kota besar, tetapi dia adalah musuh Allah, kisah Menara Babel dalam Kejadian pasal 11.

Kejadian 10:21-31 adalah tentang keturunan Sem dan daerah penyebarannya, sedangkan keturunan Sem dicatat sampai generasi kelima; oleh karena itu, kita dapat mengatakan bahwa tujuan dari Kejadian pasal 10 adalah untuk memperkenalkan silsilah keluarga Sem.

Renungkan:
• Daftar suku dalam kitab Kejadian pernah disalahgunakan orang sebagai alat untuk mendiskriminasi kelompok suku tertentu, misalnya orang kulit hitam adalah keturunan dari anak terkutuk Kanaan dari Ham, jadi mereka ditetapkan oleh Allah untuk menjadi budak! Ini adalah metode memahami kitab suci yang sepenuhnya salah, dan tidak lagi populer saat ini, tetapi gagasan untuk membagi orang ke dalam kategori seperti ini masih ada di benak banyak orang.

• Diskriminasi rasial itu salah, kita harus belajar menghormati orang dari suku dan ras yang berbeda, terutama mereka yang tinggal di antara kita, karena kita semua memiliki leluhur dan pencipta yang sama.


Renungan pemahaman Kitab Kejadian

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 1-11 ditulis oleh Dr. S.W. Patrick Tsang (曾錫華) dipublikasi pada bulan Maret 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Mikha 1:6-16

「Bencana Sudah Datang di Gerbang Kota」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 1:6-16 [ITB])
6 Sebab itu Aku akan membuat Samaria menjadi timbunan puing di padang, menjadi tempat penanaman pohon anggur. Aku akan menggulingkan batu-batunya ke dalam lembah dan akan menyingkapkan dasar-dasarnya. 7 Segala patungnya akan diremukkan, segala upah sundalnya akan dibakar, dan segala berhalanya akan Kuhancurkan; sebab dari upah sundal dikumpulkan semuanya itu, dan akan kembali menjadi upah sundal.
8 Karena inilah aku hendak berkeluh kesah dan meratap, hendak berjalan dengan tidak berkasut dan telanjang, hendak melolong seperti serigala dan meraung seperti burung unta: 9 sebab lukanya tidak dapat sembuh, sudah menjalar ke Yehuda, sudah sampai ke pintu gerbang bangsaku, ke Yerusalem!
10 Di Gat janganlah sampaikan berita, janganlah sekali-kali menangis! Baiklah gulingkan dirimu dalam debu di Bet-Le-Afra! 11 Berkemaslah, hai penduduk Safir, dengan telanjang dan malu. Tidak berani keluar penduduk Zaanan. Ratapan Bet-Haezel menghalangi engkau untuk tetap berdiri. 12 Dengan bimbang penduduk Marot berharap akan kebaikan. Sebab malapetaka turun dari pada TUHAN sampai ke pintu gerbang Yerusalem.

13 Pasanglah kuda teji pada kereta, hai penduduk Lakhis! Inilah permulaan dosa bagi puteri Sion, sebab padamulah terdapat pelanggaran Israel.
14 Sebab itu baiklah diberi hadiah perpisahan kepada Moresyet-Gat. Rumah-rumah Akhzib akan menjadi tipu daya bagi raja-raja Israel.
15 Penakluk masih akan Kudatangkan kepadamu, hai penduduk Maresya! Kemuliaan Israel akan sampai di Adulam.

16 Cukurlah dan gundulkanlah kepalamu, karena anak-anak kesayanganmu! Jadikanlah kepalamu gundul seperti gundulnya burung bangkai, sebab dari padamu mereka akan masuk pembuangan.

(Lebih mudah memahami ayat 15 dengan melihat terjemahan ITL Bahwa Aku akan membawa seorang waris yang baharu kepada hartamu, hai perempuan penduduk Maresya! ke Adulam pergilah segala kemuliaan Israel,
lihat juga BIMK Hai orang Maresya, TUHAN akan menyerahkan kamu kepada musuh yang hendak menaklukkan kotamu. Pemimpin-pemimpin Israel yang berkuasa akan bersembunyi dalam gua-gua di Adulam)

malapetaka turun dari pada TUHAN sampai ke pintu gerbang Yerusalem

Paragraf ini melanjutkan pernyataan proklamasi yang bersifat ringkasan di paragraf sebelumnya dan situasi penghakiman TUHAN dijabarkan seperti sebuah laporan berita. Ayat 1:6 menggambarkan kehancuran Samaria, dan bahkan sampai akarnya akan dicabut ke atas, kota akan berubah menjadi tanah ladang, hanya cocok untuk pertanian. Ayat 1:7 menggambarkan hukuman bagi penyembahan berhala, mereka karena menyembah Baal sehingga terkena pengaruh, mereka melakukan kegiatan pelacur di kuil, dan menggunakan upah para pelacur sebagai persembahan, menciptakan berhala, tetapi Allah akan memusnahkan semua itu satu per satu.

Ayat 1:8-9 menyampaikan lagu ratapan sedih, nabi Yoel menggunakan cara yang sangat kuat untuk mengungkapkan kesedihannya, tidak hanya karena kehancuran Samaria (Israel, kerajaan utara), tetapi juga karena ancaman segera datang atas Yehuda (kerajaan selatan), terus mencapai Yerusalem. Ini mungkin mencerminkan invasi Yehuda oleh Sanherib raja Asyur pada tahun 701 SM.

Ayat 1:10-16 adalah nyanyian puisi dengan kata-kata yang sangat terampil, tetapi menggambarkan krisis. Puisi ini dapat dibagi menjadi tiga paragraf yakni 1:10-12 dimulai dengan kata-kata Daud dan dengan kata-kata yang saling bertentangan untuk membawakan pesan krisis; ayat 1:13-15 setiap kalimatnya diakhiri dengan Israel, menunjukkan bahwa masalah mereka adalah bersifat nasional; dan ayat 1:16 memanggil Yehuda untuk berduka atas bencana yang akan datang di antara mereka.

Ayat 10 Di Gat janganlah sampaikan berita dikutip dari 2 Samuel 1:20, yang merupakan pembukaan ratapan Daud atas kematian Saul dan Yonatan, yang berarti kepedihan negeri ini, dan ia tidak ingin memberitakannya di antara bangsa-bangsa asing lain. Gat adalah kota asing yang terdekat dengan wilayah Safir. Ini bukan menghendaki menjaga rahasia, tetapi untuk mencegah cibiran tertawaan orang lain karena bencana yang mereka alami, paruh kedua kalimat ini mengungkapkan tingkat kesedihan (janganlah sekali-kali menangis! Baiklah gulingkan dirimu dalam debu di Bet-Le-Afra!) , secara umumnya dalam situasi bencana orang-orang akan menangis sekarang, tetapi sekarang mereka tidak dapat menangis lagi karena rasa sedih yang luar biasa. Dalam ayat 1:10-12, total disebutkan enam kota, terdapat empat di antaranya yang tidak muncul di tempat lain dalam Perjanjian Lama, tetapi secara umum diyakini bahwa ini adalah desa lain di wilayah Safira, dan itu juga merupakan wilayah yang dilalui Sanherib raja Asyur melewati rute pantai dalam serangan agresi menuju Yerusalem, menunjukkan bahwa ancaman itu semakin mendekat.

Ayat 1:13-15 mendaftar lima kota tambahan, yang semuanya berada di antara Gat dan Yerusalem, yang menunjukkan bahwa pasukan Asyur semakin dekat. Yang paling banyak digambarkan dalam paragraf ini adalah Lakhis, bahwa Lakhis dikepung oleh pasukan Sanherib telah didokumentasikan dengan baik dalam sejarah, dan di bagian akhir pertempuran, para pembela Lakhis tidak memiliki panah untuk melawan, sehingga memakai tulang-tulang orang mati sebagai ganti. Setelah Lakhis dikalahkan, pemimpin kota ditusuk tombak dan dipertontonkan kepada umum

Terakhir, Yehuda tidak bisa menghindari serangan. Dengan intervensi TUHAN (Yahweh), pasukan Asyur meninggal 185.000 orang dalam semalam dan mundur untuk pulang, tetapi Yehuda juga mengalami pukulan besar, Hizkia harus membayar uang upeti kepada Asyur untuk mendapatkan keamanan. Apa yang dikatakan 1:16 tampaknya bukan apa yang mereka alami saat itu, tetapi menubuatkan akhir dari mereka di masa depan adalah di penawanan.

Renungkan:
Ketika bencana datang mendekat langkah demi langkah, bagaimanakah kita akan merespons?


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yeremia 50:1-10

「Tentang Babel」
Oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 50:1-10 [ITB])
1 Firman yang disampaikan TUHAN dengan perantaraan nabi Yeremia mengenai Babel, mengenai negeri orang-orang Kasdim:
2 “Beritahukanlah di antara bangsa-bangsa dan kabarkanlah, naikkanlah panji-panji dan kabarkanlah, janganlah sembunyikan, katakanlah: Babel telah direbut, dewa Bel menjadi malu, Merodakh telah terkejut! Berhala-berhalanya menjadi malu, dewa-dewanya yang keji telah terkejut! 3 Maka suatu bangsa maju menyerangnya dari utara, membuat negerinya menjadi tempat tandus; tidak ada lagi yang diam di dalamnya, baik manusia maupun binatang, semuanya lari lenyap.
4 Pada waktu itu dan pada masa itu, demikianlah firman TUHAN, orang Israel akan datang, bersama-sama dengan orang Yehuda; mereka akan berjalan sambil menangis dan mencari TUHAN, Allah mereka; 5 mereka menanyakan jalan ke Sion, ke sanalah mereka terarah: Marilah kita menggabungkan diri kepada TUHAN, bergabung dalam suatu perjanjian kekal yang tidak dapat dilupakan!
6 Umat-Ku tadinya seperti domba-domba yang hilang; mereka dibiarkan sesat oleh gembala-gembalanya, dibiarkan mengembara di gunung-gunung, mereka berjalan dari gunung ke bukit sehingga lupa akan tempat pembaringannya. 7 Siapa pun yang menjumpai mereka, memakan habis mereka, dan lawan-lawan mereka berkata: Kami tidak bersalah! Karena mereka telah berdosa kepada TUHAN, tempat kebenaran, TUHAN, pengharapan nenek moyang mereka!
8 Larilah dari tengah-tengah Babel, dari negeri orang-orang Kasdim! Keluarlah! Jadilah seperti kambing-kambing jantan yang mengepalai kawanannya! 9 Sebab sesungguhnya, Aku menggerakkan dan membangkitkan terhadap Babel sekumpulan bangsa-bangsa yang besar dari utara; mereka akan mengatur barisan untuk melawannya, dari sanalah kota itu akan direbut. Panah-panah mereka adalah seperti pahlawan yang mujur, yang tidak pernah kembali dengan tangan hampa. 10 Negeri orang-orang Kasdim akan menjadi rampasan, semua orang yang merampasnya akan puas hatinya, demikianlah firman TUHAN.

Yeremia 50 dan 51 adalah tentang orang Kasdim, nubuat tentang kehancuran kerajaan Babel.

Menurut catatan pasal 36, setelah raja Yoyakim membakar gulungan kitab nabi Yeremia, Allah memerintahkan dia untuk meninggalkan catatan, Yeremia mengambil gulungan lain dan memberikannya kepada juru tulis Barukh bin Neria yang menuliskan di dalamnya langsung dari mulut Yeremia segala perkataan yang ada di dalam kitab yang telah dibakar Yoyakim, raja Yehuda dalam api itu. Lagipula masih ditambahi dengan banyak perkataan seperti itu. (Yer. 36:32). Maka 《Kitab Yeremia》 khotbah dan nubuat yang didiktekan Yeremia, dituliskan oleh Barukh dan yang lainnya (sekretaris dan editor), dikumpulkan dan diorganisir. Dalam proses pengeditan dan penyelesaian, Kitab Suci juga mengatakan masih ditambahi dengan banyak perkataan seperti itu. Ini menunjukkan bahwa editor menambahkan beberapa bahan yang tidak secara langsung dari nabi Yeremia untuk membantu pembaca memahami tulisan Kitab Suci atau latar belakangnya. Memahami latar belakang ini sangat membantu bagi kita untuk mempelajari kedua pasal tentang penghakiman kerajaan Babel.

Dari sudut pandang orang Yehuda, Babel adalah musuh terbesar Yehuda, bahkan lebih daripada Mesir. Meskipun Allah pernah menggunakan Babel sebagai tongkat untuk menghukum Yehuda dan bangsa-bangsa, tetapi penghakiman Allah atas dirinya sudah dekat. Babel dihancurkan oleh Media-Persia pada tahun 539 SM, tetapi dalam kedua pasal ini tidak disebutkan Persia sebagai kekuatan besar di dunia, maka sebagian besar ayat dalam dua pasal ini seharusnya telah selesai penyusunannya sebelum Persia bangkit dan Babel dihancurkan.

Nenek moyang orang Kasdim adalah orang semi nomaden yang sangat awal telah menetap di Ur-Kasdim. Pada 605 SM, setelah kerajaan Babel menghancurkan kerajaan Asyur, menduduki tanah kerajaan utara Israel, sampai pada tahun 586 SM, kerajaan selatan Yehuda juga dihancurkan oleh Babel. Dengan demikian, seluruh bangsa Israel berada di bawah yurisdiksi kerajaan Babel. Ketika nabi Yeremia menubuatkan bahwa Babel akan dimusnahkan, itu juga mengindikasikan bahwa orang Israel akan mendapatkan kesempatan untuk dibebaskan.

Ayat 1-3 Beritahukanlah di antara bangsa-bangsa dan kabarkanlah, naikkanlah panji-panji dan kabarkanlah, janganlah sembunyikan … jelas, nabi Yeremia sangat antusias dengan berita bahwa Babel akan dihancurkan. Bagi dia dan bangsanya, ini adalah kabar baik yang harus diumumkan! Babel akan diserang, dan hukuman ini juga akan mempermalukan dewa pelindungnya. Ayat 3 mengatakan bahwa suatu bangsa maju menyerangnya dari utara, ungkapan ini tidak selalu merujuk pada arah geografi, karena dalam budaya Ibrani, Utara adalah sumber dari semua kejahatan, sehingga ini mungkin merupakan ekspresi metaforis.

Setelah berita tentang penghancuran Babel, segera ayat 4-5 menyatakan pemulihan Israel dan Yehuda. Pada waktu itu dan pada masa itu, demikianlah firman TUHAN, orang Israel akan datang, bersama-sama dengan orang Yehuda; mereka akan berjalan sambil menangis dan mencari TUHAN, Allah mereka (ayat 4). Ketika bencana datang kepada Babel, Israel yang tertawan akan berbalik kepada Allah dan bertobat, orang-orang Israel dan orang-orang Yehuda, yakni keseluruhan bangsa Israel akan berkumpul bersama. Mereka akan berjalan sambil menangis dan mencari TUHAN, Allah mereka Mereka hendak menunjukkan pengakuan dosa dan terima kasih mereka kepada Allah, karena Allah menyelamatkan mereka dan mengizinkan mereka untuk kembali ke tanah air mereka. Ini juga merupakan perintah kepada orang Israel setelah raja Persia untuk mengalahkan orang Babel (lihat 2 Taw. 36:22-23).

Ayat 10: Negeri orang-orang Kasdim akan menjadi rampasan, di masa lalu kerajaan Babel menjarah negara lain, tetapi sekarang akan dirampok dan dijarah. Para penjarah akan puas hatinya menyatakan bahwa bencana atas Babel sangat serius, mereka sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk melawan.

Renungkan:

Babel adalah hamba Allah, dan dikirim untuk menghakimi kerajaan Yehuda dan bangsa-bangsa di sekitarnya, tetapi karena dosa dan pemberontakan dirinya terhadap Allah, malahan menjadi objek penghakiman Allah. Ini adalah perubahan yang mengerikan. Mari doakanlah diri kita masing-masing dan mohon kepada Tuhan menambahkan kekuatan dan perlindungan, agar Anda bisa setia sampai akhir!


Renungan pemahaman kitab Yeremia (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 40-52 ditulis oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 37:21-29

「Tinggi」 dan 「Aku」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yes. 37:21-29 [ITB])
21 Lalu Yesaya bin Amos menyuruh orang kepada Hizkia mengatakan: 「Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tentang yang telah kaudoakan kepada-Ku mengenai Sanherib, raja Asyur, 22 inilah firman yang telah diucapkan TUHAN mengenai dia:
『Anak dara, yaitu puteri Sion, telah menghina engkau, telah mengolok-olokkan engkau; dan puteri Yerusalem telah geleng-geleng kepala di belakangmu.
23 「『Siapakah yang engkau cela dan engkau hujat? terhadap siapakah engkau menyaringkan suaramu, dan memandang dengan sombong-sombong? Terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel! 24 Dengan perantaraan hamba-hambamu engkau telah mencela Tuhan, dan engkau telah berkata: Dengan banyaknya keretaku aku naik ke tempat-tempat tinggi di pegunungan, ke tempat yang paling jauh di gunung Libanon; aku telah menebang pohon-pohon arasnya yang tinggi besar, pohon-pohon sanobarnya yang terpilih; aku telah masuk ke tempat tinggi yang paling ujung, ke hutan pohon-pohonannya yang lebat. 25 Aku ini telah menggali air dan telah minum air; aku telah mengeringkan dengan telapak kakiku segala sungai di Mesir!
26 「『Bukankah telah kaudengar, bahwa Aku telah menentukannya dari jauh hari dan telah merancangnya dari zaman purbakala? Sekarang Aku mewujudkannya, bahwa engkau membuat sunyi senyap kota-kota yang berkubu menjadi timbunan batu, 27 sedang penduduknya yang tak berdaya menjadi terkejut dan malu; mereka menjadi seperti tumbuh-tumbuhan di padang dan seperti rumput hijau, seperti rumput di atas sotoh, atau gandum yang layu sebelum ia masak.
28 「『Aku tahu, jika engkau bangun atau duduk, jika keluar atau masuk, atau jika engkau mengamuk terhadap Aku. 29 Oleh karena engkau telah mengamuk terhadap Aku, dan kata-kata keangkuhanmu telah naik sampai ke telinga-Ku, maka Aku akan menaruh kelikir-Ku pada hidungmu dan kekang-Ku pada bibirmu, dan Aku akan memulangkan engkau melalui jalan, dari mana engkau datang.』

Doa Hizkia telah selesai, dan Allah memberikan tanggapan kepada Hizkia melalui Yesaya (Yes. 37:21-29). Di awal perikop (ayat 23) segera menunjukkan bahwa hujatan raja Asyur adalah menyerang Yang Mahakudus, Allah Israel. Dari sudut pandang Asyur, penghinaan ini mungkin hanya taktik untuk memukul semangat orang-orang Yahudi, tetapi dari sudut pandang Allah, penghinaan ini telah mendorong diri Asyur sendiri ke titik sebagai musuh TUHAN, sehingga seluruh peperangan tidak lagi merupakan peperangan antara dua negara, tetapi perang antara TUHAN dan musuh-musuhnya. Karena ini adalah perang Yang Mahakudus, Allah Israel, itu adalah perang suci.

Sebelum perang suci, TUHAN (YAHWEH) harus menjelaskan apa titik masalah Asyur, ayat 24 menggunakan 「aku」 dan 「tinggi」 untuk menjelaskan masalah mereka: (1) Salah satu kata yang paling banyak muncul dalam perikop ini adalah 「aku」, proklamasi 「aku」 oleh Asyur mencerminkan bahwa mereka menganggap dirinya sebagai satu-satunya allah yang dihormati, Asyur hanya memiliki 「aku」 di matanya; (2) kata yang lain yang paling banyak muncul dalam perikop adalah 「tinggi」, di antaranya 「tempat tinggi di pegunungan」, 「pohon-pohon aras yang tinggi besar」 dan 「tempat tinggi」 menunjukkan bahwa Asyur mengharapkan untuk mencapai posisi tertinggi, tetapi mentalitas arogan ini justru bertentangan dengan status TUHAN sebagai 「tinggi di atas takhta」 (Yes. 6:1). Yang benar-benar 「tinggi」 bukanlah Asyur, tetapi TUHAN (YAHWEH), siapa pun yang mengharapkan untuk mencapai status 「tinggi」 adalah melawan Allah, orang yang tinggi hati pasti adalah musuh Allah.

Namun, TUHAN (YAHWEH) menunjukkan bahwa Ia sendiri yang sepenuhnya memegang kendali atas masa lalu dan masa kini Asyur (ayat 26), dan juga tahu setiap gerakan dan rencana Asyur (ayat 28). Bukanlah Asyur yang menguasai bangsa-bangsa, tetapi TUHAN (YAHWEH) yang menggenggam Asyur dalam kendali telapak tangan-Nya. Selain itu, kata utama yang digunakan dalam ayat 28-29 adalah 「mengamuk」 (2x), yang menunjukkan bahwa alasan kemarahan Asyur adalah kesombongan (alasan 「tinggi」), dan ayat 29 juga dua kali menggunakan kata 「Aku」 untuk menunjukkan pemegang kendali yang sebenarnya atas situasi adalah TUHAN. Sekalipun raja Asyur punya rencana dan pikiran sendiri, atau betapapun sombongnya dia, pada akhirnya TUHAN (YAHWEH) yang adalah Allah yang memerintah atas segalanya, hanya saja Asyur buta matanya dan tidak bisa melihat fakta yang sebenarnya.

Renungkan:
「Tinggi」 membutakan hati pikiran,「aku」 membuat orang meninggikan diri membesarkan diri, sehingga yang tidak bisa melihat yang benar-benar mengendalikan segalanya adalah TUHAN (YAHWEH). Masalah terbesar bagi umat manusia adalah 「tinggi」 dan 「aku」, ketika kita menganggap diri kita sebagai tuhan pengendali, mata kita tidak memandang siapapun, juga tidak akan ada Allah di mata kita, mendorong diri kita ke posisi permusuhan dengan TUHAN (YAHWEH), tidak bisa melihat bahwa ternyata betapa kecilnya diri kita. Jika kita berpikir bahwa kita berada di tempat 「tinggi」 dan 「aku」, sepatutnya kita dengan serius rendah hati di hadapan TUHAN, melihat manusia sebagai manusia, dan menghormati kebenaran bahwa Allah adalah Allah.


Renungan pemahaman Kitab Yesaya (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 24 – 39 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Yeremia 2:9-19

「Dua Dosa dan Akhirnya」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 2:9-19 [ITB])
9「Sebab itu Aku akan berbantah lagi dengan kamu, demikianlah firman TUHAN, dan dengan anak cucumu Aku akan berbantah. 10 Menyeberang sajalah ke tanah pesisir orang Kitim dan lihatlah; suruhlah orang ke Kedar dan perhatikanlah dengan sungguh-sungguh! Lihatlah apakah ada terjadi yang seperti ini: 11 pernahkah suatu bangsa menukarkan allahnya meskipun itu sebenarnya bukan allah? Tetapi umat-Ku menukarkan Kemuliaannya dengan apa yang tidak berguna. 12 Tertegunlah atas hal itu, hai langit, menggigil dan gemetarlah dengan sangat, demikianlah firman TUHAN. 13 Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.
14「Adakah Israel itu budak atau anak budak? Maka mengapa ia menjadi rampasan? 15 Terhadapnya singa-singa muda mengaum, menyaringkan suaranya; negerinya dibuat orang menjadi tandus, kota-kotanya terbakar, tidak lagi berpenduduk. 16 Bahkan orang-orang Memfis dan Tahpanhes telah menggundul batu kepalamu. 17 Bukankah engkau sendiri yang menimpakan ini ke atas dirimu, oleh karena engkau meninggalkan TUHAN, Allahmu, ketika Ia menuntun engkau di jalan? 18 Dan sekarang, apakah untungmu untuk pergi ke Mesir, hendak meminum air sungai Nil? Dan apakah untungmu untuk pergi ke Asyur, hendak meminum air sungai Efrat? 19 Kejahatanmu akan menghajar engkau, dan kemurtadanmu akan menyiksa engkau! Ketahuilah dan lihatlah, betapa jahat dan pedihnya engkau meninggalkan TUHAN, Allahmu; dan tidak gemetar terhadap Aku, demikianlah firman Tuhan ALLAH semesta alam.

Dalam perikop hari ini Yer. 2:9-19, Tuhan menuduh Israel umat-Nya dalam bentuk surat dakwaan di pengadilan, melakukan kejahatan kemurtadan berkhianat; dan menurut hukum Musa, ini adalah dosa yang patut dihukum mati (lihat Ul. 18:20). Tuduhan pertama Tuhan tercatat dalam Yer. 2:9-13, dan tuduhan kedua dalam Yer. 2:14-19.

Ayat 9-13 menunjukkan bahwa ketidaksetiaan Israel kepada Tuhan adalah hal aneh yang sangat absurd tidak masuk akal dan tidak lazim di dunia. 「Pesisir Kitim」 juga dikenal sebagai 「Kuprios」, hari ini adalah pulau Siprus, yang terletak di Barat Israel; dan 「Kedar」 merujuk kepada suku di daerah gurun di Timur Palestina. Meletakkan kedua tempat menjadi satu mempunyai makna dari Timur ke Barat, maksudnya adalah seluruh dunia. Tuhan menantang umat-Nya untuk melihat keseluruh dunia, adakah negara mana yang seperti mereka mengganti Allah mereka sendiri? Pada zaman kuno, setiap bangsa dan kota memiliki sendiri dewa pelindungnya sendiri, dan itu tidak akan berubah — kecuali bencana negara musnah bangsanya hancur, yang membuktikan bahwa dewanya tidak bisa melindungi mereka, barulah mereka akan ganti dewa.

Meskipun Tuhan setia dan penuh kasih sayang kepada umat-Nya; namun bangsa Israel membalik punggung meninggalkan Tuhan yang telah menyelamatkan mereka, tidak mau menyembah satu Allah yang benar, dan berpaling kepada dewa sia-sia dan berhala buatan tangan manusia, dan itu tidak hanya perselingkuhan tidak menjaga kesucian setia terhadap Tuhan, tetapi terlebih lagi juga merupakan hal aneh yang tidak masuk akal dan yang tidak terdengar di dunia!

Siapakah yang hadir menjadi saksi dalam persidangan besar langit dan bumi ini? Ayat 12 mengatakan 「Langit …!」 yakni semua ciptaan. Dan ternyata semua saksi yang hadir 「tertegunlah atas hal itu, menggigil dan gemetarlah dengan sangat!」 Israel lemah dan kecil telah menjadi bangsa dan negara yang kuat karena dipilih dan mendapat anugerah Tuhan, tapi karena cara mereka berkhianat maka akan menerima hukuman berat Tuhan.

Nabi Yeremia di ayat 13 menunjukkan orang-orang Yehuda telah melakukan dua hal yang jahat, yang pertama adalah bahwa mereka tidak menghargai anugerah Tuhan, dan meninggalkan sumber air hidup dari Tuhan; Yang kedua adalah bahwa mereka menggali kolam air diri sendiri yang tidak dapat menyimpan air, bersandar kepada buatan tangan mereka sendiri: patung-patung dan dewa yang tidak berguna.

Meninggalkan Tuhan adalah meninggalkan sumber air hidup! Tuhan Yesus berkata kepada perempuan Samaria dalam ayat 14 「barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.」 Yesus berjanji memberikan Sumber air hidup yang membuat hati manusia tidak akan pernah haus. Jika seseorang memiliki hubungan erat dengan Tuhan yang memberi hidup, maka akan seperti mendapatkan Mata air hidup, ia tidak akan pernah haus, dan meninggalkan Tuhan adalah sama dengan meninggalkan Sumber air hidup, yang merupakan tindakan bunuh diri.

Dalam ayat 14-19 ini, nabi Yeremia jelas mengetahui nubuat bahwa bangsa Israel akan menderita, dan hasilnya adalah sangat tragis, bahwa mereka akan menjadi budak, kerja paksa, dan hancur kampung halamannya. Yeremia memberikan gambar negara hancur dan rumah yang binasa! Mengapa Israel akan menghadapi hal tragis seperti itu? Alasannya adalah bahwa mereka telah meninggalkan Tuhan dan berdosa berkhianat. Mereka berpikir jika bersandar negara-negara yang memiliki militer yang kuat, seperti Asyur dan Mesir, maka mereka bisa mendapatkan perlindungan; Tetapi mereka tidak tahu bahwa ini hanyalah 「kolam yang bocor, yang tidak dapat menampung air」, jika Tuhan tidak menyelamatkan, perhitungan politik orang-orang ini adalah sia-sia belaka.

Tindakan kerajaan Yehuda dalam hal diplomasi luar negeri telah menunjukkan pengkhianatan dan perselingkuhan ketidaksetiaan. Dia sejenak mengikuti Asyur dan kemudian sejenak berbalik ke Mesir, sama seperti ia tidak setia kepada Tuhan. Hal ini tidak hanya kebodohan, tetapi juga sebuah kejahatan dosa. Ayat 15 menubuatkan bahwa bangsa Israel akan mendapatkan penghakiman yang berat, dan bahwa Tuhan akan memakai musuh-musuh mereka untuk menghukum mereka! 「Singa-singa muda mengaum, menyaringkan suaranya,」 Yeremia menggunakan serangan 「singa」 untuk menggambarkan invasi kekaisaran Asyur dan kemudian berikutnya kerajaan Babel (lihat Yer. 50:17) dan rakyat akan ditawan. Ayat 16 menyebutkan 「orang-orang Memfis dan Tahpanhes menggunduli batu kepalamu.」 「Memfis」 adalah ibu kota Mesir kuno, 「Tahpanhes」 adalah kota di sebelah timur laut Mesir, dengan Semenanjung Barat, merupakan kota militer Mesir untuk menahan serangan invasi orang Asyur. Cara orang zaman kuno memperlakukan tawanan perang adalah mencukur rambut mereka, dan kemudian memukul kepala mereka untuk bergembira, dengan tujuan membawa kesakitan yang sangat hebat dan penghinaan kepada tawanan perang.

Mengapa Tuhan menggunakan musuh dan cara yang paling dibenci orang Israel untuk menghukum umat-Nya sendiri? Karena mereka telah meninggalkan Tuhan! Muncul tiga kali dalam perikop ini frase 「demikianlah firman TUHAN」 (Ayat 9, 12, 19), dan lebih menekankan lagi 「demikianlah firman Tuhan ALLAH semesta alam」 (Ayat 19). Menunjukkan bahwa ini sangat-sangat serius, sangat pasti, nubuat ini tak terelakkan pasti digenapi, berharap bahwa para pembaca tidak mengabaikannya! Namun sayang sekali bahwa Israel mengabaikan itu!

Ibrani 2:3 mengingatkan kita 「Jika kita mengabaikan keselamatan yang besar seperti itu, bagaimana dapat kita bisa lolos? …」 Kegagalan orang Israel harus menjadi peringatan bagi kita hari ini!

Renungkan:

1. Apa yang Anda sandari pada hari ini? Alkitab mengingatkan kita bahwa di luar Dia tidak ada keselamatan, apakah Anda mau percaya?

2. Adakah Anda mengabaikan keselamatan besar dari Tuhan? Adakah Anda mengabaikan anugerah yang diberikan oleh Tuhan dan berbalik untuk mengejar hal-hal ketiadaan dan prestasi duniawi? Adakah Anda pernah mengabaikan konsekuensi serius dari kemurtadan tidak setia?
3. Yoh. 10:10 「… Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. 」Apakah Anda akan bersedia untuk bersandar pada-Nya, agar hidup Anda dipenuhi?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Yesaya 8:5-8

「Mengembangkan Sayap」

Asyur yang mengembangkan sayap sebenarnya adalah hendak melindungi atau berburu makanan?

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 1-8 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yes. 8:5-8 [ITB])
5TUHAN melanjutkan lagi firman-Nya kepadaku:
6「Oleh karena bangsa ini telah menolak air Syiloah yang mengalir lamban, dan telah tawar hati terhadap Rezin dan anak Remalya,
7sebab itu, sesungguhnya, Tuhan akan membuat air sungai Efrat yang kuat dan besar, meluap-luap atas mereka, yaitu raja Asyur dengan segala kemuliaannya; air ini akan meluap melampaui segenap salurannya dan akan mengalir melampaui segenap tebingnya, 8serta menerobos masuk ke Yehuda, ibarat banjir yang meluap-luap hingga sampai ke leher; dan sayap-sayapnya yang dikembangkan akan menutup seantero negerimu, ya Imanuel!」

Dalam menghadapi tentara gabungan raja Aram dan raja Israel, Ahas tidak mengusahakan pertanda yang datang dari Allah, tidak ada ketertarikan atas rencana keselamatan dari Allah, ia hanya memiliki ketertarikan untuk bersekutu dengan Asyur, berharap bahwa dengan bersandar kepada Asyur menjadikan keselamatan bagi dirinya sendiri. Tetapi, Asyur hanyalah pisau cukur, hanya merupakan alat TUHAN menyelamatkan kerajaan Yehuda, bukan pihak yang kepadanya seharusnya Ahas bersandar. Malahan, Tuhan sendiri akan menganugerahkan sebuah pertanda, ada wanita mengandung melahirkan anak, nama anak laki ini Imanuel, menjadi tanda yang menunjuk kepada keselamatan yang datang dari Allah, membawakan pengharapan bagi kerajaan Yehuda.

Yes. 8:7-8 menunjukkan, setelah Asyur di kemudian hari mengalahkan dua negara utara yang bersekutu, ia akan menuju selatan menyerang kerajaan Yehuda dan Yerusalem, maka ia bukan teman persekutuan yang dapat diandalkan, juga bukan pihak paling akhir yang kepadanya kerajaan Yehuda bersandar. Tetapi, tanda Imanuel masih tetap efektif, tanda ini selain menunjukkan kerajaan Yehuda dapat melepaskan diri dari ancaman tentara gabungan dua kerajaan sebelah utara, perikop 8:7-8 lebih lagi memakai tanda ini untuk menjelaskan kerajaan Yehuda juga sama-sama dapat melepaskan diri dari ancaman Asyur.

Ayat 8 adalah sebuah ayat yang lebih sulit dijelaskan, ayat ini di satu sisi menjelaskan kekuatan banjir Asyur, di sisi lain juga gambaran yang menjelaskan Asyur mengembangkan sayap. Sebenarnya burung yang mengembangkan sayap ini adalah seekor burung yang 「berburu makanan」 atau seekor burung yang 「melindungi」? Perikop menjelaskan banjir besar mengembang, tepat sama seperti burung mengembang, maka kedua gambaran adalah sama, mengembangnya banjir besar adalah hendak merusak, maka burung ini mengembang nampaknya adalah 「berburu makanan」, dan bukanlah seperti yang Yehuda harapkan sebagai 「melindungi」. Tetapi, bagaimanapun hebatnya banjir besar, hanya akan mencapai 「leher」, mewakili bahwa kerajaan Yehuda paling akhir tidak akan secara keseluruhan dihancurkan, dengan demikian tujuan nubuat bukanlah hendak memusnahkan kerajaan Yehuda, tetapi adalah hendak membuat kerajaan Yehuda mengetahui diri sendiri sedang berada di dalam didikan Allah. Asyur adalah alat TUHAN, maka TUHAN dapat memakainya untuk melaksanakan didikan kepada kerajaan Yehuda, dan berita Imanuel menjelaskan bahwa Allah di dalam keadaan apapun adalah Allah yang beserta dengan umat-Nya, jikalaupun kerajaan Yehuda sedang menerima didikan, juga tidak mempengaruhi penyertaan Allah.

Renungkan: Yes. 7:18-25 menunjukkan Asyur adalah alat keselamatan dari Allah bagi kerajaan Yehuda, tetapi Yes. 8:7-8 justru menjelaskan Asyur adalah alat didikan dari Allah bagi kerajaan Yehuda, sama-sama Asyur, membawakan dua makna teologis yang tidak sama bagi kerajaan Yehuda. Dengan demikian, Asyur selain telah mencerminkan penyelamatan dari Allah, juga mencerminkan didikan dari Allah. Keduanya ternyata adalah sebuah koin bersisi dua, menunjukkan Allah mendidik dengan membawa kehendak menyelamatkan, juga menyelamatkan dengan membawa didikan. Keduanya sama-sama menyatakan kasih Allah kepada Yehuda, dan kasih ini diungkapkan dengan tanda Imanuel, membuat kita paham betapa Allah memandang penting diri kita. Apakah engkau juga melihat kehendak Allah untuk mendidik, dan janji penyertaan-Nya di dalam didikan-Nya yang dinyatakan melalui Imanuel?

Yesaya 7:1-9

「Anak Kecil atau Asyur?」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 1-8 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yes. 7:1-9 [ITB])
1Dalam zaman Ahas bin Yotam bin Uzia, raja Yehuda, maka Rezin, raja Aram, dengan Pekah bin Remalya, raja Israel, maju ke Yerusalem untuk berperang melawan kota itu, namun mereka tidak dapat mengalahkannya.
2Lalu diberitahukanlah kepada keluarga Daud: 「Aram telah berkemah di wilayah Efraim,」 maka hati Ahas dan hati rakyatnya gemetar ketakutan seperti pohon-pohon hutan bergoyang ditiup angin.
3Berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya: 「Baiklah engkau keluar menemui Ahas, engkau dan Syear Yasyub (「Syear Yasyub」 maknanya adalah 「sisa umat hendak pulang kembali」), anakmu laki-laki, ke ujung saluran kolam atas, ke jalan raya pada Padang Tukang Penatu, 4dan katakanlah kepadanya: 『 Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut karena kedua puntung kayu api yang berasap ini, yaitu kepanasan amarah Rezin dengan Aram dan anak Remalya. 5Oleh karena Aram dan Efraim dengan anak Remalya telah merancang yang jahat atasmu, dengan berkata: 6Marilah kita maju menyerang Yehuda dan menakut-nakutinya serta merebutnya, kemudian mengangkat anak Tabeel sebagai raja di tengah-tengahnya,
7maka beginilah firman Tuhan ALLAH: Tidak akan sampai hal itu, dan tidak akan terjadi, 8sebab Damsyik ialah ibu kota Aram, dan Rezin ialah kepala Damsyik. Dalam enam puluh lima tahun Efraim akan pecah, tidak menjadi bangsa lagi. 9Dan Samaria ialah ibu kota Efraim, dan anak Remalya ialah kepala Samaria. Jika kamu tidak percaya, sungguh, kamu tidak teguh jaya.』」

Kerajaan Yehuda yang di selatan menghadapi ancaman yang belum pernah ada sebelumnya, yakni Rezin raja Aram dan Pekah raja Israel anak Remalya, datang untuk menyerang Yerusalem, Aram dan Efraim (Israel) sudah menjadi sekutu. Dua musuh dari utara ini sangat kuat, maka hati raja Yehuda dan umat semuanya gemetar, seperti pohon di hutan bergerak ditiup angin.

Topik utama kitab Yesaya mulai dari pasal 7 terus sampai pasal 39 adalah 「bersandar」, lalu di banyak bagian perikop yang memakai perbandingan kontras untuk membawakan topik ini. Penekanan dasar yang paling utama adalah menjelaskan: pihak sandaran yang dipercaya dan diandalkan oleh kerajaan Yehuda sebenarnya adalah raja-raja bangsa-bangsa asing di atas bumi, atau TUHAN? Pasal 7 sampai 12 memakai sebuah perbandingan 「bayi」 dan 「Asyur」, kata 「Asyur」 telah muncul 10 kali (Yes. 7:17, 18, 20; 8:7; 10:5, 12, 24; 11:11, 16) dan kata yang terkait 「bayi / anak laki / pemuda」 telah muncul 6 kali (Yes. 7:3, 14; 8:3, 8, 18; 9:6). Dua konsep kunci ini membentuk perbandingan, menjelaskan apa yang dilihat manusia sebagai yang lemah sebaliknya adalah yang sesungguhnya yang kuat besar, dan yang dipandang kuat besar sebaliknya adalah yang lemah. Dengan demikian, saat raja Ahas berharap bersekutu dengan Asyur untuk melawan tentara gabungan milik negara lain, TUHAN justru melalui Yesaya mengumumkan bahwa sesungguhnya yang mampu dijadikan sandaran adalah bayi yang tidak memiliki kemampuan.

Sejarah yang digambarkan Yesaya pasal 7, adalah kisah yang dicatat dalam 2 Raj. 16:7-9 dan 2 Taw. 28:5-9 bagaimana raja Ahas mengusahakan bantuan dari Asyur. Bantuan Asyur yang dicari oleh Raja Ahas hanya akan membawakan keuntungan sementara, tetapi secara jangka panjang, Asyur akan merupakan ancaman yang sesungguhnya bagi Yehuda. Bekerja sama dengan Asyur adalah mewakili akan dibangunnya perjanjian persekutuan dengan Asyur, perjanjian ini mungkin mencakup membangun perjanjian dengan allah lain, mengakui kedaulatan Asyur atas Yehuda.

Renungkan: sebenarnya siapakah yang menentukankan kedaulatan atas kehidupanmu? Mungkin kita dengan mudah melepaskan sandaran kita kepada Allah demi keuntungan sementara di depan mata, kita mungkin akan menghitung-hitung, berpendapat lebih dapat mengandalkan kekuatan besar yang seperti Asyur itu, tidak tahu bahwa kekuatan yang dianggap kuat ini menuntut kita membuang kesetiaan kepada TUHAN, jika kita bersandar kepadanya, maka adalah sama dengan memberontak kepada TUHAN. Sebaliknya, 「bayi」 membuat kita teringat apa yang dipandang sebagai lemah, apa yang lemah ini dipandang tidak memiliki masa depan justru benar-benar mengingatkan kita untuk bersandar kepada TUHAN yang sungguh dapat diandalkan. Apa yang dinyatakan dari sesuatu yang dipandang lemah, justru makin membuat nyata anugerah keselamatan. Jika umat Allah mampu melihat hal ini, maka mereka tidak akan berulang-ulang jatuh dalam kesalahan Ahas, apakah engkau juga bersedia bersandar kepada TUHAN dan bukan kepada 「Asyur」 yang ada di dalam hati?