「Pembalikan Tangis dan Sukacita」
Oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí)
(Why. 18:20-24 [ITB])
20 Bersukacitalah atas dia, hai sorga, dan kamu, hai orang-orang kudus, rasul-rasul dan nabi-nabi, karena Allah telah menjatuhkan hukuman atas dia karena kamu.」
21 Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: 「Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi. 22 Dan suara pemain-pemain kecapi dan penyanyi-penyanyi, dan peniup-peniup seruling dan sangkakala, tidak akan kedengaran lagi di dalammu, dan seorang yang ahli dalam sesuatu kesenian tidak akan ditemukan lagi di dalammu, dan suara kilangan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. 23 Dan cahaya lampu tidak akan bersinar lagi di dalammu, dan suara mempelai laki-laki dan pengantin perempuan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Karena pedagang-pedagangmu adalah pembesar-pembesar di bumi, oleh ilmu sihirmu semua bangsa disesatkan.」
24 Dan di dalamnya terdapat darah nabi-nabi dan orang-orang kudus dan darah semua orang, yang dibunuh di bumi.
Literatur apokaliptik sering menggunakan 「kontras perbandingan」 untuk mengekspresikan sebuah makna. Kontras yang sering ditemui dalam kitab Wahyu adalah 「hidup」, 「mati」, 「di surga」, 「di bumi」 dan sebagainya. Dalam ayat hari ini, dapat dilihat kontras antara 「ratapan」 dan 「sukacita」. Kontras ini dimulai dari teks sebelumnya di atas yang adalah 「nyanyian ratapan」, dan hari ini 「nyanyian sukacita」. Suara yang dalam teks di atas melanjutkan berbicara dalam paragraf ini: 「Bersukacitalah atas dia, hai sorga, dan kamu, hai orang-orang kudus, rasul-rasul dan nabi-nabi, karena Allah telah menjatuhkan hukuman atas dia karena kamu,」 menegakkan keadilan bagi mu (ayat 20). Ternyata orang-orang yang melihat ditunggangbalikkannya Babel, ada yang meratap, tetapi ada juga yang bersukacita! Mereka yang berduka adalah mereka yang enggan kehilangan manfaat keuntungan kota besar: raja, pedagang, dan orang-orang pelayar; tetapi yang bersukacita adalah orang-orang kudus, para rasul, para nabi, para pengikut Tuhan, apa yang mereka harapkan dan akhirnya didapatkan, adalah Tuhan di Surga menegakkan keadilan bagi mereka.
Selain ratapan dan sukacita, ada kontras lain dalam ayat-ayat hari ini (21b-23a). Kita perhatikan bahwa ada frasa yang diulang-ulang: 「tidak akan ditemukan lagi」 atau 「tidak akan kedengaran lagi,」 total lima kali, semua menunjuk pada hal-hal indah dalam hidup: memainkan kecapi, bernyanyi menunjuk kepada suara yang indah untuk didengar, namun tidak terdengar lagi; seni kerajinan tangan membuat barang-barang yang indah, tidak terlihat lagi; kilangan adalah untuk menyiapkan makanan, tidak terdengar lagi; lampu dian adalah untuk bercahaya, tetapi tidak bersinar lagi, pernikahan itu gembira tetapi sudah tidak terlihat. Serangkaian 「tidak akan ada lagi」 ini adalah kemunduran Babel yang membentuk kontras yang sangat besar dengan kekayaan kejayaannya dahulu.
Umat Allah bersukacita dalam merosotnya Babel, apakah itu sukacita atas penderitaan orang lain? Tidak! Mereka tidak bersukacita atas bencana orang, juga bukan gembira bahwa 「yang memiliki」 kini menjadi 「yang tidak memiliki」, tetapi mereka bersukacita karena aniaya ketidakadilan yang terpendam itu sudah ditegakkan, bergembira karena keadilan kebenaran dibuat menjadi nyata. (ayat 20). Karena kota besar itu selama ini memanjakan dosa kejahatan, begitu banyak intimidasi aniaya yang terjadi. Dua kalimat terakhir dari paragraf ini menunjukkan masalah serius dari dirinya: 「Karena pedagang-pedagangmu adalah pembesar-pembesar di bumi, oleh ilmu sihirmu semua bangsa disesatkan」 (23b). Ini untuk mengatakan bahwa para pedagang Babel sangat semena-mena, memiliki kuasa kekuatan, memiliki pengaruh, menyesatkan orang-orang di bumi, menggunakan tukang sihir, termasuk memperalat agama untuk membuat kekayaan, dan berkolusi dengan rezim Romawi untuk memonopoli pasar, sementara orang Kristen tidak menyembah Caesar Romawi terus-menerus dimarginalkan, diusir, diintimidasi oleh mereka. Karena itu dikatakan, yang ada adalah 「di dalamnya terdapat darah nabi-nabi dan orang-orang kudus dan darah semua orang, yang dibunuh di bumi」 (ayat 24)
Mari kita lihat masyarakat dan negara kita sendiri: apakah orang miskin kita ditindas? Apakah orang Kristen dianiaya karena iman mereka? Apakah orang yang kurang beruntung dan cacat dilecehkan? Jika ada, maka tidak peduli seberapa maju masyarakatnya, seberapa kaya dan kuat negeri ini, kita harus meratap sedih! Meminta belas kasih kepada Tuhan di surga! Sadarilah bahwa jika kegembiraan di bumi berasal dari ketidakadilan, suatu hari, ketika penghakiman Allah datang, hal-hal yang disebut kegembiraan jaya ini akan berubah menjadi nihil.
Renungkan:
Para ahli menunjukkan bahwa frasa 「yang ahli dalam sesuatu kesenian」 (ayat 22b) mengacu pada semua lapisan masyarakat di Roma, dan orang Kristen sering mengalami penolakan dipinggirkan karena mereka percaya kepada Yesus, sehingga tidak mudah untuk masuk dan mencari pekerjaan. Bisakah ini terjadi dalam masyarakat saat ini? Apakah saya bersedia menyerahkan dan melepaskan masa depan yang baik demi mengikuti Tuhan Yesus?
Di kota besar Babel, pengusaha 「besar」 itu seperti orang kaya besar yang memegang kekuasaan (ayat 23d). Ketika tiba saatnya untuk jatuh, dia 「seperti batu kilangan besar」 akan 「dilempar ke laut」 dengan 「keras」 oleh 「malaikat yang bertenaga besar」 (ayat 21)! Apakah kedua 「besar」 itu juga merupakan kontras dalam perikop Kitab Suci ini?
Renungan pemahaman kitab Wahyu (klik untuk membuka)
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Wahyu 10-22 ditulis oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) yang dipublikasi pada bulan September 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.