Category Archives: kitab Ester

Ester 2:19-23

「Rencana Pembunuhan Terbongkar」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 2:19-23 [ITB])
19 Selama anak-anak dara dikumpulkan untuk kedua kalinya, Mordekhai duduk di pintu gerbang istana raja. 20 Adapun Ester tidak memberitahukan asal usul dan kebangsaannya seperti diperintahkan kepadanya oleh Mordekhai, sebab Ester tetap berbuat menurut perkataan Mordekhai seperti pada waktu ia masih dalam asuhannya. 21 Pada waktu itu, ketika Mordekhai duduk di pintu gerbang istana raja, sakit hatilah Bigtan dan Teresh, dua orang sida-sida raja yang termasuk golongan penjaga pintu, lalu berikhtiarlah mereka untuk membunuh raja Ahasyweros. 22 Tetapi perkara itu dapat diketahui oleh Mordekhai, lalu diberitahukannyala kepada Ester, sang ratu, dan Ester mempersembahkannya kepada raja atas nama Mordekhai. 23 Perkara itu diperiksa dan ternyata benar, maka kedua orang itu disulakan pada tiang. Dan peristiwa itu dituliskan di dalam kitab sejarah, di hadapan raja.

Adegan pendek ini telah menjadi selingan dari perkembangan seluruh kisah, tapi menempati posisi sangat penting, nantinya menjadi penyebab Mordekhai diangkat mendapatkan status kehormatan. Penulis kitab menunda memberitahukan apa pentingnya peristiwa persekongkolan dua kasim untuk membunuh raja Ahasyweros, sampai pasal 6:1-13 baru diungkapkan.

Persekongkolan pembunuhan ini terjadi setelah Ester diangkat menjadi ratu, tetapi tidak ditunjukkan secara konkret kapan waktunya, hanya mengatakan ketika 「anak-anak dara dikumpulkan untuk kedua kalinya」 (Est. 2:19a). Apa artinya 「kedua kalinya?」 Kesulitan ayat ini adalah bahwa tidak ada disebutkan pertama kali gadis-gadis ini, dan tidak ada juga dalam terjemahan LXX maupun catatan sejarawan Yahudi Josephus. 「Kedua kalinya」 mungkin setelah pemilihan ratu, (Est. 2:8), para gadis yang tidak memiliki kesempatan untuk bertemu raja, dikirim ke tempat hunian kelas dua tinggal bersama selir lain, menunggu dipanggil lagi oleh raja. Walau telah memilih Ester, tetapi ini tidak berarti bahwa nafsu serakah Ahasyweros sudah berhenti, tidak akan melanjutkan pemilihan untuk melengkapi selir di haremnya.

Ester diangkat ratu dan Mordekhai juga mendapatkan jabatan di istana. Tidak ada yang tahu hubungan antara mereka berdua, dan identitas Yahudi Ester tetap tersembunyi. Oleh karena itu, jabatan Mordekhai mungkin tidak ada hubungannya dengan Ester sebagai ratu. Pintu gerbang istana raja adalah tempat untuk menangani urusan resmi pemerintahan, tugas Mordekhai duduk di pintu mungkin adalah sebagai pejabat untuk urusan hukum sipil, sehingga memiliki kesempatan untuk mendengar plot rencana membunuh raja.

Dua sida-sida penjaga pintu Bigtan dan Teresh karena tidak puas dan sakit hati terhadap Ahasyweros, maka merencanakan membunuh dia (Est. 2:21). Tidak jelas apakah mereka telah marah pada raja karena mereka setia kepada Wasti, menentang Ester dipilih menjadi ratu, atau karena alasan pribadi. Singkatnya, kemarahan mereka yang sangat kuat terhadap raja menyebabkan persekongkolan untuk membunuh dia. Selama masa pemerintahan Persia, pembunuhan raja sering terjadi, dan bahkan tidak jarang dilakukan oleh anak raja. Catatan sejarah menunjukkan bahwa meskipun Ahasyweros dapat terhindarkan dari rencana pembunuhan ini, tapi 14 tahun kemudian, pada tahun 22 pemerintahannya (yaitu tahun 465 S.M), ia dibunuh oleh para penjaga dan sida-sida istana dalam pemberontakan yang sama dan mati di tempat tidurnya sendiri.

Ahasyweros kali ini dapat terhindarkan, semua adalah karena Mordekhai memberikan kabar kepada Ester, dan Ester apa adanya atas nama Mordekhai memberitahu raja (Est. 2:22). Menurut kebiasaan kerajaan Persia, nama pahlawan yang berjasa akan dituliskan dalam catatan sejarah raja, dimasukkan ke dalam arsip istana, dan akan menerima imbalan yang sangat royal. Namun, Ahasyweros sesaat ini lupa memberi imbalan hadiah kepada Mordekhai. Adegan selingan berakhir secara tiba-tiba. Pembaca tidak bisa mengetahui pikiran penulis kitab, merasa tidak adil bagi Mordekhai. Namun, Mordekhai diam tidak bersuara dan tidak memperebutkan apapun untuk dirinya sendiri, hanya yakin bahwa Tuhan punya waktu-Nya untuk pekerjaan-Nya. Kelak itu terbukti, bahwa imbalan yang datang terlambat ini, di belakangnya benar-benar ada tangan kendali Tuhan, kelak mencegah terjadinya bencana genosida atas bangsa Yahudi.

Renungkan:
Kita mungkin juga seperti Mordekhai, pengalaman tidak langsung mendapatkan imbalan atau bahkan mendapatkan perlakuan yang tidak adil. Apakah Anda merasakan tidak adil? Mohon Tuhan berikan kita hati iman yang bersandar, dan ingat nasihat Paulus 「Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: 『Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan』, firman Tuhan」 (Roma 12:19) meyakini dengan mendalam bahwa jika waktunya telah tiba dan akan ada imbalan yang sesuai dan tepat pada waktunya.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 2:12-18

「Kecantikan Paras dan Karakter」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 2:12-18 [ITB])
12 Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat menurut peraturan bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebab seluruh waktu itu digunakan untuk pemakaian wangi-wangian: enam bulan untuk memakai minyak mur dan enam bulan lagi untuk memakai minyak kasai serta lain-lain wangi-wangian perempuan. 13 Lalu gadis itu masuk menghadap raja, dan segala apa yang dimintanya harus diberikan kepadanya untuk dibawa masuk dari balai perempuan ke dalam istana raja. 14 Pada waktu petang ia masuk dan pada waktu pagi ia kembali, tetapi sekali ini ke dalam balai perempuan yang kedua, di bawah pengawasan Saasgas, sida-sida raja, penjaga para gundik. Ia tidak diperkenankan masuk lagi menghadap raja, kecuali jikalau raja berkenan kepadanya dan ia dipanggil dengan disebutkan namanya. 15 Ketika Ester–anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak–mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apapun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia. 16 Demikianlah Ester dibawa masuk menghadap raja Ahasyweros ke dalam istananya pada bulan yang kesepuluh–yakni bulan Tebet–pada tahun yang ketujuh dalam pemerintahan baginda. 17 Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti. 18 Kemudian diadakanlah oleh baginda suatu perjamuan bagi semua pembesar dan pegawainya, yakni perjamuan karena Ester, dan baginda menitahkan kebebasan pajak bagi daerah-daerah serta mengaruniakan anugerah, sebagaimana layak bagi raja.

Ahasyweros menyalahgunakan kekuasaan sebagai raja, menggunakan sumber daya finansial dan material negara, untuk mengumpulkan semua peserta pemilihan kecantikan 127 provinsi Persia, butuh waktu setahun penuh mempersiapkan para gadis dengan perawatan minyak mur dan minyak kasai serta lain-lain wangi-wangian. Persiapan satu tahun ini, tentu saja juga mencakup pelatihan etika istana dan kerajaan. Pemborosan dan usaha yang demikian besar hanya untuk memuaskan keinginan sendiri. (Orang merasa berkuasa maka bisa dan boleh melakukan apapun yang ia mau dengan alasan pembenaran apapun. Antara karakter dan kekuasaan.)

Seleksi kompetisi kecantikan ini cukup intens, setiap wanita hanya satu kesempatan untuk bertemu raja. Gadis-gadis cantik ini tentu saja tidak begitu sederhana dipanggil oleh raja, tetapi harus menggunakan tubuh mereka untuk menyenangkan Ahasyweros (Est. 2:13-1413 … dibawa masuk dari balai perempuan ke dalam istana raja. 14 Pada waktu petang ia masuk dan pada waktu pagi ia kembali」). Penulis kitab dalam ayat 12-14 telah menggunakan lima kata kerja 「masuk」 (bo), secara permukaan terlihat adalah merujuk para gadis pergi menemui raja, tetapi pada saat yang sama secara eufemisme (ungkapan yang diperhalus) menunjukkan bermalam satu malam dengan raja. Banyak perempuan muda hanya melihat raja sekali, peluang dipilih benar-benar sangat kecil, tapi bagi mereka resiko yang harus ditanggung adalah sangat besar. Setelah tidak dipilih, maka akan dikirim kembali ke harem, kecuali raja senang dan memanggil dia ke istana lagi, jika tidak maka ia tidak akan memiliki kesempatan untuk bertemu raja lagi dan tinggal di sana sampai tua mati dalam kesendirian.

Menurut aturan kerajaan Persia, pemilihan ratu biasanya dilakukan oleh 7 pembesar yang terdekat dengan raja (Est. 1:14), namun beberapa raja Persia melanggar aturan dan memilih wanita favoritnya sendiri. Dalam catatan sejarah raja Artahsasta II dalam harem memiliki 360 orang selir yang cantik luar biasa, dan raja Persia setiap tahun merekrut 500 pria muda, dikebiri menjadi kasim untuk menjadi pelayan keluarga kerajaan. Rabi Yahudi memperbandingkan Ester, Sarah, Rahab dan Abigail sebagai empat wanita tercantik. Walau Ester adalah wanita dari golongan rakyat biasa namun ia dipanggil ke Istana karena kecantikannya. Ester dipanggil ke Istana untuk menjadi ratu Ahasyweros, pernikahan ini dengan bangsa asing mungkin membingungkan bagi pembaca (Ul. 7:3-4), tetapi penulis kitab tidak secara langsung mengatasi pertanyaan ini. Ester menikah dengan Ahasyweros dapat dianggap sebagai 「karena terpaksa maka memilih kesalahan yang paling ringan dari pilihan yang ada,」 hasilnya membawakan kebaikan orang-orang Yahudi. Ester memiliki tempat tertentu dalam hati orang Yahudi, dia tidak dianggap sebagai orang luar atau orang yang menumpang lewat, dan disebut putri dari Abihail, terlebih adalah anak angkat Mordekhai (Est. 2:17).

Ester tidak hanya seperti Wasti dan wanita-wanita lain 「elok rupanya」 (Est. 1:1; 2:3), tetapi terlebih lagi 「elok perawakannya dan cantik parasnya」 (Est. 2:7). Singkatnya, dia terlihat sangat menonjol dibandingkan yang lain, mendapatkan kesukaan dari Ahasyweros, sehingga memilih dia sebagai ganti ratu Wasti. Namun, keelokan paras luar adalah hanya merupakan pintu masuk, kecantikan batin Ester adalah faktor ia melampaui gadis yang lain. Keelokan batinnya termasuk ketaatan, lembut, menjaga perkataan Mordekhai (Est. 2:10, 20), menahan diri, tidak sembarangan membocorkan identitas Yahudi dari dirinya (Est. 2:10), ketika giliran masuk menghadap raja, maka ia tidak tidak serakah sesuai nasihat Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan (Est. 2:15), dan Ester bergaul harmonis dengan orang lain sehingga dapat menimbulkan kasih sayang dari Hegai dan semua orang yang melihat dia (Est. 2:15).

Renungkan:
Lagu pujian 「Tuhan, saya ingin serupa Engkau」 《391 Mazmur kehidupan》 mengatakan 「Tuhan, saya ingin serupa Engkau, Tuhan, saya ingin serupa Engkau, Juruselamat mulia, seperti Engkau yang kudus; kiranya manisnya Engkau, kepenuhan-Mu, dan rupa kudus-Mu tercetak dalam roh hatiku.」 Kecantikan luar adalah bawaan lahir, tapi kecantikan dalam adalah karakter yang lebih penting, mohon Roh Kudus mengubah kehidupan kita, lebih serupa Tuhan kita yang penuh anugerah.

Tambahan Penerjemah:

Bandingkan kontrol diri dan karakter dari Ahasyweros sebagai raja mulia berkuasa besar, apakah sebanding dengan Ester seorang rakyat rendah tawanan? Identitas dan perkataan boleh mulia, namun tindakan manusia menunjukkan kemuliaan sifat dan karakter asli dari seseorang.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 2:5-11

「Gadis yang Dikirim Masuk ke dalam Istana」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 2:5-11 [ITB])
5 Pada waktu itu ada di dalam benteng Susan seorang Yahudi, yang bernama Mordekhai bin Yair bin Simei bin Kish, seorang Benyamin 6 yang diangkut dari Yerusalem sebagai salah seorang buangan yang turut dengan Yekhonya, raja Yehuda, ketika ia diangkut ke dalam pembuangan oleh raja Nebukadnezar, raja Babel. 7 Mordekhai itu pengasuh Hadasa, yakni Ester, anak saudara ayahnya, sebab anak itu tidak beribu bapa lagi; gadis itu elok perawakannya dan cantik parasnya. Ketika ibu bapanya mati, ia diangkat sebagai anak oleh Mordekhai. 8 Setelah titah dan undang-undang raja tersiar dan banyak gadis dikumpulkan di dalam benteng Susan, di bawah pengawasan Hegai, maka Esterpun dibawa masuk ke dalam istana raja, di bawah pengawasan Hegai, penjaga para perempuan. 9 Maka gadis itu sangat baik pada pemandangannya dan menimbulkan kasih sayangnya, sehingga Hegai segera memberikan wangi-wangian dan pelabur kepadanya, dan juga tujuh orang dayang-dayang yang terpilih dari isi istana raja, kemudian memindahkan dia dengan dayang-dayangnya ke bagian yang terbaik di dalam balai perempuan. 10 Ester tidak memberitahukan kebangsaan dan asal usulnya, karena dilarang oleh Mordekhai. 11 Tiap-tiap hari berjalan-jalanlah Mordekhai di depan pelataran balai perempuan itu untuk mengetahui bagaimana keadaan Ester dan apa yang akan berlaku atasnya.

Begitu dikeluarkan perintah pemilihan para gadis muda untuk masuk istana, maka yang mengikutinya adalah kemunculan dua tokoh Mordekhai dan Ester. Penulis kitab terlebih dahulu secara rinci memperkenalkan latar belakang Mordekhai yang berasal dari keluarga Yahudi; ia mengadopsi Ester sebagai putrinya sendiri (Est. 2:7d), ia adalah「bin (putra) Yair bin Simei bin Kish, seorang Benyamin」 (Est. 2:5b). Mordekhai seperti raja Saul berasal dari suku Benyamin. Ayah Saul juga bernama Kish (2 Sam. 9:1-2), tapi Kish ayah Mordekhai jelas bukan orang yang sama dengan ayah Saul, karena Kish yang dalam kitab Ester ikut ditawan ke Babel. Penulis kitab Ester menonjolkan keserupaan antara Mordekhai dan Saul, mungkin hendak menunjukkan konflik dengan Haman orang Agag (Agag adalah nama raja orang Amalek, lihat 1 Sam. 15:8), secara paralel membandingkannya dengan pertempuran Saul dan orang Amalek, untuk menunjukkan apa yanf Saul tidak dapat selesaikan, setelah beberapa abad kemudian Mordekhai suku Benyamin bisa mengalahkan keturunan raja Agag yakni Haman.

Selain itu, penulis kitab memberitahu bahwa Mordekhai ada di Puri Susan itu adalah karena dia juga termasuk sebagai orang yang ditawan (Est. 2:6). Jika Yekhonya ditawan pada tahun 597 S.M (2 Raj. 24:6-16), Mordekhai juga ada di antara mereka, dan maka peristiwa yang dicatat di sini seharusnya terjadi pada tahun 483 S.M, maka Mordekhai saat itu seharusnya berusia sekitar 120 tahun. Oleh karena itu, 「bin Yair bin Simei bin Kish, seorang Benyamin 6 yang diangkut dari Yerusalem sebagai salah seorang buangan yang turut dengan Yekhonya, raja Yehuda, ketika ia diangkut ke dalam pembuangan oleh raja Nebukadnezar, raja Babel」 (Est. 2:5-6) seharusnya bukan merujuk kepada dirinya sendiri secara langsung, tetapi tentang leluhurnya. Dalam kalimat aslinya teks Ibrani memang tidak ada kata Mordekhai, menggunakan kata ganti 「ia,」 「ia」 bisa merujuk kepada Kish atau Mordekhai. Versi Chinese SBV menerjemahkan sebagai 「Kish adalah salah satu dari orang-orang tawanan yang dibawa dari Yerusalem oleh Nebukadnezar raja Babel ketika menawan Yekhonya raja Yehuda」 (Est. 2:6). Terjemahan NIV dan revisi baru NRSV juga menggunakan terjemahan yang sama. Oleh karena itu, 「ia」 di sini seharusnya merujuk kepada leluhur Mordekhai bukan dirinya. Memang sebenarnya ketika raja Yehuda ditawan, dapat dikatakan bahwa semua umat Tuhan juga ikut ditawan, dan termasuk orang-orang Yahudi yang kemudian lahir di Babel bisa dikatakan termasuk yang ditawan. (Hidup dalam aniaya, kesulitan dan penderitaan sebagai tawanan tidak menunjukkan bahwa Allah tidak peduli lagi, apa yang Saul tidak dapat selesaikan, setelah beberapa abad kemudian, Mordekhai bisa mengalahkan Haman keturunan raja Agag, bahkan di tempat penawanan.)

Penulis Kitab kemudian memperkenalkan anak angkatnya Mordekhai, dalam kisah ini ia seperti Daniel dan tiga sahabat, memiliki dua nama: nama Babilon adalah Hadasa, dan nama Ibrani adalah Ester. Hal ini menunjukkan bahwa ia memiliki identitas ganda, mondar mandir antara dua budaya. Mordekhai menyuruh Ester untuk menyembunyikan identitasnya sebagai Yahudi, agar tidak mengurangi tingkat kemungkinan dia menjadi ratu, atau mungkin penyebaran sentimen anti-Yahudi, itu tidak jelas. Penulis kitab sengaja meninggalkan ruang kosong, sengaja diam, agar pembaca berpikir sendiri.

Ester seperti wanita lain, dikirim ke istana dan diserahkan kepada kasim Hegai (Est. 2:8b). Kitab ini menggunakan sejumlah kata-kata kerja berbentuk pasif untuk menggambarkan terjadinya peristiwa, dan menunjukkan bahwa beberapa hal yang dihadapi orang berada di luar kendali mereka. Orang Yahudi telah ditawan (Est. 2:6), dan Ester dikirim ke istana (Est. 2:8) adalah melampaui apa yang dapat mereka kendalikan. Tapi hal yang tampaknya tak terkendali oleh kita justru telah membuat kita menyadari bahwa Allah yang tidak kelihatan ada di belakang kita, berkuasa memegang kendali.

Renungkan:
Apakah Anda percaya bahwa banyak orang tidak dapat mengendalikan apa yang terjadi dan bahwa ada dalam pemeliharaan Allah? Mohon Tuhan membantu kita melihat dan paham bahwa segala sesuatu ada di balik kontrol kendali dan kepemimpinan Allah. (Jangan takut menghadapi kesulitan, penyakit, atau aniaya, atau tekanan.)


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 2:1-4

「Memilih Ratu Baru untuk Menghibur Raja」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 2:1-4 [ITB])
1 Sesudah peristiwa-peristiwa ini, setelah kepanasan murka raja Ahasyweros surut, terkenanglah baginda kepada Wasti dan yang dilakukannya, dan kepada apa yang diputuskan atasnya. 2 Maka sembah para biduanda raja yang bertugas pada baginda: 「Hendaklah orang mencari bagi raja gadis-gadis, yaitu anak-anak dara yang elok rupanya; 3 hendaklah raja menempatkan kuasa-kuasa di segenap daerah kerajaannya, supaya mereka mengumpulkan semua gadis, anak-anak dara yang elok rupanya, di dalam benteng Susan, di balai perempuan, di bawah pengawasan Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan; hendaklah diberikan wangi-wangian kepada mereka. 4 Dan gadis yang terbaik pada pemandangan raja, baiklah dia menjadi ratu ganti Wasti.」 Hal itu dipandang baik oleh raja, dan dilakukanlah demikian.

Suasana pasal dua ini sangat berbeda dari pasal pertama, dari pesta menyenangkan dan berseri-seri beralih ke suasana yang tenang dan cemberut. Kita melihat seorang pria yang gagal, frustrasi dan kesepian, pikirannya mencari cara mengisi hati yang frustrasi. 「Sesudah peristiwa-peristiwa ini」 (Est. 2:1a) merujuk kepada Wasti sang ratu dilengserkan; suasana hati Ahasyweros menjadi tenang, terkenanglah ia kepada Wasti dan yang dilakukannya, dan kepada apa yang diputuskan atasnya, tiga tahun yang lalu menuruti saran dari hamba-hambanya, menyesal atas keputusan sembrono yang ia buat. Tapi 「perkataan seorang pria, tidak dapat dibatalkan」, apalagi ia yang mulia sebagai raja sebuah kerajaan?

Waktu Wasti dilengserkan adalah pada tahun ketiga pemerintahan Ahasyweros (Est. 1:3), kemudian Ester diangkat menjadi ratu adalah setelah tahun ketujuh masa pemerintahan raja Ahasyweros (Est. 2:16-17), dan waktu yang digunakan untuk pemilihan ratu adalah penuh satu tahun (Est. 2:12). Oleh karena itu, 「sesudah peristiwa-peristiwa ini (Est. 2:1a) adalah tiga tahun setelah Wasti dilengserkan. Tapi mengapa peristiwa yang sudah terjadi tiga tahun yang lalu sampai sekarang membuat mimpi tengah malam dalam kesepian?

Menurut sejarawan Yunani Herodotus, karena ayah Ahasyweros pernah dikalahkan oleh Yunani di Athena, ia terus menerus mencoba untuk membalas dendam bagi ayahnya, maka pada tahun-tahun ini dia telah menyerang Yunani. Namun, ia tidak hanya kalah di medan perang, kembali tanpa hasil, tetapi juga telah menguras sedemikian banyak kekayaan Persia; yang lebih suram lagi adalah kehidupannya setelah kalah perang menjadi penuh nafsu tak terkendali, tidak hanya berminat terhadap isteri saudaranya, tetapi juga menggoda istri para pejabat Persia. Sekarang perang telah berlalu, ia kembali ke puri Susan, walaupun di sisinya tidak kurang wanita yang menemani, tapi mau tidak mau teringat pada masa dahulu, teringat kepada Wasti yang paling memahami dirinya.

Mereka yang berdiri di depan raja tentu paham mengobservasi wajah raja, tahu pikirannya, dan kemudian menyarankan raja untuk mengadakan 「kontes pemilihan ratu」, mencari gadis-gadis cantik di seluruh negeri, memilih ratu menempati posisi Wasti. Proses pemilihan ratu sangat teliti, gadis-gadis yang terpilih sangat dijaga ketat: mereka akan dibawa ke puri Susan, menetap di harem istana, dan mendapat perhatian dan perlindungan dari kasim Hegai (lihat Est. 2:3). Suatu pengaturan yang sangat serius, sehingga hanya raja sendiri dapat bertemu gadis-gadis ini, hanya raja dapat memandang kecantikan mereka.

Untuk memuaskan hasrat raja sendiri, demi menyenangkan Ahasyweros, para gadis muda seluruh negeri telah berubah. 「Kontes kecantikan」 kerajaan tidak dapat dibandingkan dengan kontes kecantikan masa kini, karena ada banyak keluarga yang akan terkena perubahan drastis. Mungkin beberapa orang akan bersemangat berharap terpilih dan menjadi kesayangan raja maka keluarga juga akan ikut mendapatkan kekayaan yang besar, tapi tentu saja ada banyak gadis-gadis cantik muda yang dipaksa berpisah dari keluarga mereka, dan bahkan beberapa yang sudah bertunangan mungkin dipaksa berpisah untuk masuk istana. Hanya satu orang saja yang akan dipilih sebagai ratu, seluruh gadis- gadis muda yang lain mungkin akan dibiarkan saja di harem istana terasing dari dunia luar, dikucilkan dalam kesepian sampai tua!

Renungkan:
Keputusan satu orang mempengaruhi kehidupan begitu banyak orang. Bahkan kita yang bukan pemegang kekuasaan besar, hanyalah orang-orang yang sangat biasa, tapi setiap pilihan yang kita buat akan memiliki efek yang mungkin kecil atau besar yang tidak dapat ditarik kembali terhadap diri sendiri dan orang lain. Mohon Tuhan membantu kita untuk berhati-hati tentang setiap keputusan dalam kehidupan kita.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 1:21-22

「Hukum yang Berefek Terbalik」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Est. 1:21-22 [ITB])
21 Usul itu dipandang baik oleh raja serta para pembesar, jadi bertindaklah raja sesuai dengan usul Memukan itu. 22 Dikirimkanlah oleh baginda surat-surat ke segenap daerah kerajaan, tiap-tiap daerah menurut tulisannya dan tiap-tiap bangsa menurut bahasanya, bunyinya: 「Setiap laki-laki harus menjadi kepala dalam rumah tangganya dan berbicara menurut bahasa bangsanya.」

Pasal pertama diakhiri dengan gambaran bagaimana Ahasyweros bergegas sebelum kantor pos tutup, mengutus petugas untuk mengirim surat. Raja menerima usulan Memukan, membuat situasi memalukan yang bersifat pribadi menjadi umum seluruh negeri, memerintahkan setiap laki-laki di seluruh negeri melakukan apa yang bahkan ia sendiri tidak mampu lakukan di istana, itu adalah 「Setiap laki-laki harus menjadi kepala dalam rumah tangganya」 (Est. 1:22b). Dekret raja disebarkan melalui sistem ekspedisi kilat kekaisaran Persia ke seluruh negara, melalui kurir berkuda, dikirim dari ibukota, mencapai satu stasiun ke stasiun lain, tidak ada kendala tempat yang terlalu jauh, dengan kecepatan yang menakjubkan berita telah sampai  di setiap tempat dalam negara.

Penulis kitab Ester sangat menekankan bahwa dekret raja 「ditulis menurut huruf tulisan masing-masing provinsi,」 「dalam berbagai bahasa daerah」 dan 「dialek lokal」 (Est. 1:22a) untuk diinformasikan kepada semua orang dari semua bangsa di negara. Cara ini jelas bertujuan agar dekret diketahui dan dipatuhi di seluruh negeri tanpa ada kecuali. Kerajaan Persia adalah wilayah yang luas, terdiri dari berbagai dialek-dialek yang berbeda dari kelompok-kelompok etnis, dan kerajaan Persia sebagian besar inskripsi (kata-kata yang diukirkan pada batu / monumen) dalam tiga bahasa yang sejajar: yaitu bahasa Persia kuno, Elamite, dan Babilon atau Aramaik. Orang-orang yang hidup di negara asing jika tidak memahami atau menggunakan bahasa lokal dalam kehidupan sosial mereka pasti akan mendapatkan cukup banyak diskriminasi, ejekan dan penolakan. Orang-orang di rumah sendiri dapat menggunakan bahasa kampung halaman mereka sendiri untuk berkomunikasi, tetapi dalam kehidupan sosial sulit untuk menghindari bahasa yang populer atau umum. Pernikahan campur itu tidak jarang pada saat itu, tidak terkecuali orang Yahudi yang jauh dari Palestina tanah air mereka. Hal yang cukup membuat sakit kepala untuk memilih dialek / bahasa yang digunakan bagi keluarga pernikahan campur antar suku bangsa.

Oleh karena itu, dialek yang dipilih oleh setiap orang memiliki makna sosial dan politik, karena bahasa adalah alat politik memerintah sebuah negara dan alat para politikus. Bagian terakhir dari ayat 22 agak tidak jelas, walaupun Perjanjian Lama versi bahasa Yunani Septuaginta (LXX) dan terjemahan bahasa Inggris NRSV tidak menerjemahkan kata-kata 「berbicara menurut bahasa bangsanya」 (Est. 1:22c). Lebih banyak sarjana percaya bahwa arti dari kalimat ini berarti bahwa setiap keluarga harus menggunakan aksen bahasa kampung halaman suami untuk berbicara dengan istri mereka, untuk menunjukkan otoritas wibawa laki-laki sebagai kepala rumah tangga. Dengan cara ini, penulis kitab Ester hendak mengekspresikan bahwa para suaminya punya 「wibawa berbicara otoritatif」 (lihat terjemahan Chinese New Version, memberikan pemahaman makna yang lebih kaya), dan bahkan di rumah 「dapat memberikan perintah sesuka kemauan」 (lihat terjemahan Chinese SBV)

Suatu perintah yang merupakan pemaksaan dengan kekuatan otoriter, atau bahkan merupakan sebuah hal 「mengunakan batu besar membunuh kepiting」 (penindasan dengan kuasa kekuatan) untuk mendirikan harkat dan martabat suami di rumah dan memerintahkan para istri untuk taat kepada suaminya, apakah itu dapat mencapai efek yang diinginkan? Mungkin dalam masyarakat feodal masa lalu dapat mencapai pengaruh sementara yang dangkal di permukaan, tetapi pastinya tidak meningkatkan relasi dalam perkawinan dan suasana harmonis dalam negara. Penambahan hukum yang tidak masuk akal tersebut, hanya akan mendapatkan respon 「tunduk di mulut, memberontak di hati,」 menanamkan benih sungut dan perlawanan dalam hati rakyat perempuan, dapat menjadi salah satu faktor penyebab kehancuran negara.

Renungkan:
Pikirkan tentang masyarakat atau negara di mana Anda berada, apakah baru-baru ini ada aturan yang ingin membetulkan suatu hal secara berlebihan? Apakah ini bisa mempromosikan keharmonisan dan persatuan sosial, atau akan itu membuat masyarakat lebih konfrontatif dan tercabik? Kemudian masuk ke ranah sedikit lebih pribadi, apakah Anda pernah ingin menggunakan beberapa ide yang bersifat pemaksaan untuk membangun otoritas Anda dalam keluarga? Renungkan apakah efeknya akan baik atau buruk?


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 1:16-20

「Pendapat yang Mencelakakan Orang」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Est. 1:16-20 [ITB])
16 Maka sembah Memukan di hadapan raja dan para pembesar itu: 「Wasti, sang ratu, bukan bersalah kepada raja saja, melainkan juga kepada semua pembesar dan segala bangsa yang di dalam segala daerah raja Ahasyweros. 17 Karena kelakuan sang ratu itu akan merata kepada semua perempuan, sehingga mereka tidak menghiraukan suaminya, apabila diceritakan orang: Raja Ahasyweros menitahkan, supaya Wasti, sang ratu, dibawa menghadap kepadanya, tetapi ia tidak mau datang. 18 Pada hari ini juga isteri para pembesar raja di Persia dan Media yang mendengar tentang kelakuan sang ratu akan berbicara tentang hal itu kepada suaminya, sehingga berlarut-larutlah penghinaan dan kegusaran. 19 Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan suatu titah kerajaan dari hadapan baginda dan dituliskan di dalam undang-undang Persia dan Media, sehingga tidak dapat dicabut kembali, bahwa Wasti dilarang menghadap raja Ahasyweros, dan bahwa raja akan mengaruniakan kedudukannya sebagai ratu kepada orang lain yang lebih baik dari padanya. 20 Bila keputusan yang diambil raja kedengaran di seluruh kerajaannya–alangkah besarnya kerajaan itu! –,maka semua perempuan akan memberi hormat kepada suami mereka, dari pada orang besar sampai kepada orang kecil.」

Memukan adalah juru bicara dari tujuh pembesar (Est. 1:14), siapakah sebenarnya dia? Para peneliti Yahudi berpendapat ia mestinya adalah orang asing dan menikah dengan seorang istri yang keras kepala dan tidak hormat kepada suaminya. Ini tentu saja murni spekulasi yang didasarkan atas usulannya kepada raja Ahasyweros, dan tidak ada bukti nyata. Di dalam seluruh kitab Ester, usulan dari Memukan ini merupakan kalimat yang langsung diucapkan kepada raja dan terpanjang. Dia yang membuat urusan pribadi suami istri Ahasyweros dan Wasti menjadi krisis yang melibatkan seluruh negeri; dia telah membuat urusan bersifat pribadi menjadi bersifat nasional umum seluruh bangsa, bicara indah seakan-akan demi kesejahteraan dan stabilitas negara, tetapi dalam sumsumnya mengungkapkan kekhawatiran dan ketakutan dari dalam batin sendiri.

Memukan menunjukkan bahwa Wasti melawan perintah Ahasyweros adalah sebuah contoh yang sangat buruk. Ratu adalah ibu dunia, setiap gerakan dia akan menjadi contoh bagi perempuan seluruh negeri. Sekarang ratu telah membangkang dan tidak menaati perintah suaminya, bukankah itu menjadi contoh buruk bagi semua perempuan untuk tidak hormat dan tidak taat kepada suami mereka? Jika tidak ditangani dengan segera, akan menimbulkan angin pemberontak wanita melawan suami yang bersifat nasional. Usulan dari Memukan ini memang dengan terampil menggeser fokus; Ahasyweros tiba-tiba bukan satu-satunya pria yang menerima penghinaan, bahkan semua pria di kerajaan Persia terlibat masuk di dalamnya. Akal licik Memukan memang telah membuat tangga untuk turun bagi raja Ahasyweros!

Ia mengusulkan penghapusan kedudukan ratu Wasti, mengucilkan dia, dan membiarkan para selir lain menggantikan posisinya. Dia secara langsung menyebutkan Wasti hanya dengan nama saja (lihat Est. 1:19a); ia menyarankan Ahasyweros membuat perintah, diumumkan kepada dunia, dan menuliskannya dalam undang-undang Persia, menjadi sebagai hukum abadi yang tidak dapat dicabut kembali selama-lamanya – yakni bahwa semua wanita kerajaan Persia harus menghormati dan menaati suami mereka. Hukum abadi yang tidak dapat dicabut kembali selama-lamanya berlaku di kerajaan yang alangkah besarnya itu, gambaran ini mungkin merupakan gaya ekspresi satir dari penulis kitab Ester yang digunakan untuk menyindir bagaimana raja Persia melihat betapa berkuasa dirinya sendiri, dan untuk memperkuat suasana tegang, sebenarnya hendak menunjukkan bahwa hal ini tidak melawan hukum. Selain di dalam Alkitab (lihat Est. 8:8; Daniel 6:9, 13, 16), belum ditemukan data lain yang menunjukkan bahwa hukum Persia bekerja seperti ini.

Usulan Memukan benar-benar merupakan usul yang mencelakakan orang, tapi dituruti oleh Ahasyweros Mengapa dikatakan bahwa usulan Memukan ini mencelakakan orang? Bayangkan: apakah mungkin bagi seorang pria untuk mendapatkan penghormatan dari istri melalui hukum? Apa gunanya menegakkan rasa hormat dengan cara pemaksaan terhadap pihak lain? Hormat tidak diperoleh dengan menggunakan paksaan, tetapi dimenangkan oleh pelayanan dan perhatian kasih yang tanpa syarat. Dengan metode manipulasi dan pemaksaan hanya mendapatkan ketaatan semu dan hanya kulit luar saja, hanya cinta kasih dan pengorbananlah bisa mendapatkan rasa hormat dan cinta dari pihak lain.

Renungkan:
Penulis kitab Amsal mengingatkan: 「Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada」 (Amsal 11:14). Ketika seseorang meminta saran Anda, apakah Anda akan menganalisis secara objektif (mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi kecenderungan pribadi) dan memberikan saran yang tidak menyimpang dari Alkitab?

Ketika Anda perlu untuk mendapatkan saran dari orang lain, apakah ada saudara dan saudari seiman yang dapat memberikan nasihat yang tidak memihak? Mohon Tuhan untuk mempersiapkan kita lebih banyak teman rohani atau penatua rohani yang lebih senior menjadi penasihat kita.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 1:13-15

「Meminta Pendapat Para Pembesar」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Est. 1:13-15 [ITB])
13 Maka bertanyalah raja kepada orang-orang arif bijaksana, orang-orang yang mengetahui kebiasaan zaman–karena demikianlah biasanya masalah-masalah raja dikemukakan kepada para ahli undang-undang dan hukum; 14 adapun yang terdekat kepada baginda ialah Karsena, Setar, Admata, Tarsis, Meres, Marsena dan Memukan, ketujuh pembesar Persia dan Media, yang boleh memandang wajah raja dan yang mempunyai kedudukan yang tinggi di dalam kerajaan–,tanya raja: 15 「Apakah yang harus diperbuat atas ratu Wasti menurut undang-undang, karena tidak dilakukannya titah raja Ahasyweros yang disampaikan oleh sida-sida?」

Dalam perjamuan perayaan nasional semua mabuk dalam kebahagiaan, tapi karena permintaan yang berlebihan, sembrono dan tidak bijaksana dari raja Ahasyweros, dan telah ditolak oleh ratu Wasti, membuat suasana sukacita menjadi canggung. Saat Ahasyweros mabuk, demi untuk menyombongkan kuasa dirinya, memberikan perintah yang tidak masuk akal untuk membuat ratu Wasti menjadi barang pameran di depan para pembesar dan pegawai, untuk dinilai dari kepala sampai kaki oleh mereka. Dia dimuliakan sebagai raja suatu negara, berkuasa membalikkan dunia, di atas segala manusia, sekali bersuara pasti ditaati, selalu dipatuhi para pembesar, siapa yang berani melawan titah mulia raja? Tidak terpikirkan oleh Ahasyweros bahwa ratu berani melanggar perintahnya? Tujuh sida-sida kembali membawakan berita penolakan ratu, membuat dia tidak siap. Awalnya semua orang mengharapkan penampilan ratu ini merupakan klimaks dari acara, tapi siapa menyangka suasana menurun tajam, setiap orang tertegun, tidak tahu bagaimana sebaiknya? Dan Ahasyweros menjadi murka menyala-nyala!

Pepatah mengatakan 「Muka diberikan oleh orang lain, dan aib adalah diakibatkan diri sendiri.」 Ahasyweros demi meredam adegan memalukan ini, perlu menemukan langkah yang masuk akal untuk menangani hal ini agar bisa turun dari suasana canggung ini, suatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Seorang raja yang bisa memerintahkan dunia namun tidak bisa meminta istrinya untuk bertindak sesuai hatinya! Hal yang belum pernah terjadi di kerajaan Persia, dan tidak ada kasus sebanding, sehingga tidak bisa ditemukan hukum yang sesuai untuk mengatasi masalah ini. Tapi raja juga perlu menunjukkan bahwa kerajaan Persia adalah kerajaan yang diperintahkan berdasarkan hukum, maka perlu cara yang tepat untuk menangani hal yang agak rumit dan canggung ini. Jadi raja seperti biasa, mencari cara penanganan yang tepat dari antara para penasihatnya yang senior.

Orang-orang arif bijaksana dari istana Persia, adalah sama seperti orang-orang bijaksana Babel, terlibat dalam Astrologi (lihat Dan. 2:12, 14, 18), sekelompok ahli yang mahir dalam bidang hukum. Mereka akrab dengan urusan zaman itu dan diperbolehkan menghadap raja untuk memberikan nasihat walau tanpa diundang terlebih dahulu. Kelompok ini adalah para pemikir yang mahir dalam masalah hukum, lebih penting lagi adalah mengetahui cara mencari celah hukum. Sebagai contoh kakek dari Ahasyweros yakni Cambyses (tahun 529-522 S.M) bertekad menikahi kakak dan adik perempuannya sendiri, namun para pembesar tidak mau melanggar hukum, tapi juga takut raja marah karena tidak bisa mendapatkan keinginannya, maka memberikan jawaban yang dapat memenuhi kedua tuntutan: pertama adalah tidak ditemukan undang-undang yang mengizinkan raja menikahi kakak adik perempuannya, tetapi pada saat yang sama menemukan sebuah undang-undang lain bahwa raja Persia diijinkan melakukan apapun yang ia suka.

Ahasyweros meminta nasihat dari tujuh pembesar, pada kenyataannya adalah ingin mereka menemukan ide yang cerdas agar dirinya bisa punya muka turun dan melepaskan diri dari masalah ini. Namun mana mungkin ada hukum Persia yang mengatur urusan ratu tidak menghadiri perjamuan? Tapi sekarang harga diri raja telah terluka, ketidaktaatan Wasti telah menunjukkan betapa rapuhnya kuasa dirinya. Solusi terbaik bagi situasi ini adalah menyelamatkan wajahnya dan menunjukkan berapa besar kuasa yang dimilikinya. Untuk alasan ini, Ahasyweros telah membuat perselisihan suami istri sederhana menjadi acara seluruh negeri yang perlu ditangani oleh hukum!

Renungkan:
Demi menyelamatkan muka maka raja berkonsultasi dengan para pemikir, tapi dia ingin mendengarkan ide-ide yang sesuai keinginan hati sendiri. Ketika Anda memiliki masalah, apakah Anda akan meminta nasihat orang lain? Apakah Anda adalah orang yang mau mendengarkan? Bagaimana Anda menanggapi pendapat yang benar namun membuat telinga sakit?


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 1:9-12

「Batas dari Kuasa」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Est. 1:9-12 [ITB])
9 Juga Wasti, sang ratu, mengadakan perjamuan bagi semua perempuan di dalam istana raja Ahasyweros.
10 Pada hari yang ketujuh, ketika raja riang gembira hatinya karena minum anggur, bertitahlah baginda kepada Mehuman, Bizta, Harbona, Bigta, Abagta, Zetar dan Karkas, yakni ketujuh sida-sida yang bertugas di hadapan raja Ahasyweros, 11 supaya mereka membawa Wasti, sang ratu, dengan memakai mahkota kerajaan, menghadap raja untuk memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya.
12 Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.

Pada zaman ini jika kepala negara pergi berkunjung selalu disertai istrinya, agenda pembicaraan dan perjanjian yang dicapai kedua kepala negara akan diberitakan oleh media secara rinci. Namun, media juga akan memasukkan laporan mengenai kegiatan istri kedua kepala negara; penampilan, perhiasan, gaun dan percakapan, semua menjadi perhatian. Istri kepala negara tidak hanya mencerminkan status sang kepala negara, tetapi juga mewakili keadaan negaranya. Ahasyweros raja Persia mengadakan pesta untuk para pembesar dan rakyatnya, namun mengapa ratu Wasti yang terhormat tidak hadir? Dia sesuai aturan negaranya juga mengadakan sendiri pesta untuk para wanita di istana.

Ketika para pembesar dan pegawai itu sangat bergembira, minum sampai mabuk, Ahasyweros memerintahkan tujuh sida-sida menjemput sang ratu untuk datang ke tempat pesta, untuk 「memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya」 (Est. 1:11b). Perintah ini seharusnya merupakan hal yang logis dan sederhana. Bukankah dengan penampilan sang ratu dapat menambahkan kilauan kemuliaan bagi pesta mewah dari Ahasyweros yang tak tertandingi kekayaan dan kekuasaan? Dunia memuji pesona wanita Persia, atau wanita suku lain yang cantik, tetapi raja menekankan bagaimana elegan dan eloknya seorang wanita, Wasti ratu Babilon. Ratu sedang memimpin pesta bagi para wanita, ia adalah pembantu raja yang menunaikan tugas, seorang wanita yang memahami aturan dan melakukan pekerjaannya dengan baik. Tapi mengapa dia di depan para pembesar dan pegawai, secara terbuka menolak perintah raja? Apakah dia tidak tahu konsekuensi melanggar perintah raja, hukuman ringan adalah dikucilkan, beratnya akan diberikan hukuman mati?

Wasti tahu bahwa dia tidak bisa membuat pengecualian hanya mengenakan mahkota tanpa kerudung muka, di depan banyak pria yang mabuk, menjadi pameran, membiarkan mereka dengan mata mesum menatap dari kepala sampai kaki, merendahkan martabat ratu. Selain itu, mungkin ia memiliki kesulitan dirinya sendiri, mungkin saja pada saat itu ia sedang mengandung Artahsasta I, anak Ahasyweros, jadi tidak baik tampil di depan publik. Pemikiran ini didasarkan pada nama Wasti, yang mungkin hanya cara bahasa Persia untuk menggambarkan wanita cantik, ia mungkin ratu Amestris yang dalam sejarah merupakan ibu dari Artahsasta I yang mewarisi takhta Ahasyweros. Jika perhitungan ini akurat, maka fakta bahwa Wasti melanggar perintah bukanlah karena kemanjaan, tetapi sedang mengandung anak raja, perut yang gemuk besar, tidak tepat tampil di depan umum!

Tidak peduli apa alasannya, penulis kitab tidak memberikan penjelasan, karena fokusnya bukanlah apa alasan membantah perintah, tetapi untuk menunjukkan bahwa klaim bahwa raja memiliki kuasa tanpa tanding, yang harus dipatuhi siapapun, tiba-tiba bisa tidak dipatuhi perintahnya oleh istrinya, ini adalah penghinaan yang membuat raja sulit untuk mundur, adegan yang sangat ironi dan memalukan. Ahasyweros dapat menggerakkan ribuan tentara beserta puluhan ribu kuda, suatu pasukan yang kuat, tetapi tidak dapat memerintahkan seorang wanita yang lemah, ini adalah benar-benar sebuah lelucon, ejekan yang besar! (Apakah menjadi orang berkuasa adalah begitu hebat? Tiada batas dapat bertindak semaunya? Bahkan kehebatan sering membuat manusia lupa bahwa ia telah bertindak melampaui Allah.)

Renungkan:
Betapa penting orang yang punya kuasa, tahu bahwa dirinya adalah manusia, dan tahu sebagai manusia harus memiliki batasan; betapa pentingnya paham bahwa di saat memegang kuasa, tahu diri untuk tidak sombong, tidak bertindak semaunya. Mohon Tuhan membantu kita untuk berhati-hati, jangan begitu bangga pada kuasa sesaat dan menjadi tidak tahu batas dan aturan. Jika tidak demikian membuat pendek jalan diri sendiri, mengundang malu bagi diri, dan mencari masalah bagi diri!

(Allah mungkin berdiam, hukuman dari Tuhan mungkin tidak datang seketika saat ini juga, Ia menghendaki kita introspeksi diri. Kuasa, kehebatan dan kemakmuran saat ini tidak melambangkan seseorang sudah bertindak dengan benar, namun hendaklah bertanya apakah sudah sesuai ajaran Tuhan)


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 1:1-8

「Bencana Di Balik Kemewahan」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Est. 1:1-8 [ITB])
1 Pada zaman Ahasyweros–dialah Ahasyweros yang merajai seratus dua puluh tujuh daerah mulai dari India sampai ke Etiopia–, 2 pada zaman itu, ketika raja Ahasyweros bersemayam di atas takhta kerajaannya di dalam benteng Susan,
3 pada tahun yang ketiga dalam pemerintahannya, diadakanlah oleh baginda perjamuan bagi semua pembesar dan pegawainya; tentara Persia dan Media, kaum bangsawan dan pembesar daerah hadir di hadapan baginda. 4 Di samping itu baginda memamerkan kekayaan kemuliaan kerajaannya dan keindahan kebesarannya yang bersemarak, berhari-hari lamanya, sampai seratus delapan puluh hari. 5 Setelah genap hari-hari itu, maka raja mengadakan perjamuan lagi tujuh hari lamanya bagi seluruh rakyatnya yang terdapat di dalam benteng Susan, dari pada orang besar sampai kepada orang kecil, bertempat di pelataran yang ada di taman istana kerajaan. 6 Di situ tirai-mirai dari pada kain lenan, mori halus dan kain ungu tua, yang terikat dengan tali lenan halus dan ungu muda bergantung pada tombol-tombol perak di tiang-tiang marmar putih, sedang katil emas dan perak ditempatkan di atas lantai pualam, marmar putih, gewang dan pelinggam. 7 Minuman dihidangkan dalam piala emas yang beraneka warna, dan anggurnya ialah anggur minuman raja yang berlimpah-limpah, sebagaimana layak bagi raja. 8 Adapun aturan minum ialah: tiada dengan paksa; karena beginilah disyaratkan raja kepada semua bentara dalam, supaya mereka berbuat menurut keinginan tiap-tiap orang.

Awal kisah berlangsung di era raja Persia Ahasyweros; Ahasyweros adalah nama dalam bahasa Ibrani sedangkan dalam bahasa Yunani namanya adalah Xerxes, yang memerintah kerajaan Persia selama sekitar 22 tahun (tahun 486-465 S.M). Ahasyweros mewarisi kerajaan dari Darius I, ketika itu wilayah Persia lebih besar daripada raja pendiri Cyrus yang merebut tanah kerajaan dari Babel, ke arah timur adalah daerah Palestina, daerah barat sampai Turki dan pulau kecil di sepanjang pantai Yunani, dan meluas sampai utara Sudan di Afrika. Kerajaan Persia mengendalikan seluruh wilayah Timur kuno selama lebih dari 200 tahun (tahun 539-330 S.M), dapat dikatakan sebagai kerajaan besar pada zaman itu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Penulis kitab menunjukkan bahwa ada 127 propinsi (Est. 1:1) pada zaman pemerintahan raja Ahasyweros, yang belum tentu sebuah angka yang akurat, seperti dalam kitab Daniel 6:1 dicatat terdapat 120 propinsi, dan sejarawan Yunani Herodotus menyebutkan 20 daerah yurisdiksi. Gaya penulisan kitab memilih angka yang lebih besar, mungkin hendak menonjolkan keagungan dan kemewahan kerajaan Persia.

Pada tahun ketiga pemerintahan Ahasyweros (Est. 1:3), yaitu tahun 483 S.M, mengadakan pesta besar di Puri Susan untuk menjamu para pembesar dan pegawai. Kota Susan adalah salah satu dari empat kota besar kerajaan Persia, merupakan ibukota administratif dan istana raja musim dingin. Pesta yang diadakan oleh Ahasyweros untuk menjamu pejabat di Puri Susan, berlangsung 180 hari penuh (Est. 1:4), dan ia juga menyelenggarakan pesta untuk rakyat di taman kerajaan selama 7 hari (Est. 1:5). Kita bisa membayangkan istana dihiasi dengan sangat mewah, para tamu mengenakan pakaian yang mulia dan indah, berbagai makanan lezat, semua jenis buah-buahan, segalanya begitu menyilaukan. Para pembesar dan pegawai memegang peralatan emas yang sangat indah dan berharga milik istana kerajaan untuk minum anggur (Est. 1:7), bergembira menikmati minuman keras semampunya kekuatan mereka sendiri (Est. 1:8).

Apa niat hati dari Ahasyweros dengan mengadakan perayaan demikian besar untuk menjamu para pejabat dan rakyat? Selain menampilkan kemegahan negara kepada para pejabat dan rakyat seluruh negara, mungkin terdapat maksud untuk menunjukkan bahwa ini adalah zaman keemasan negara penuh aman tenteram. Karena ketika Ahasyweros mewarisi kerajaan Persia adalah dalam keadaan tidak stabil, sering terjadi kerusuhan, pemberontakan dalam frekuensi tinggi. Perayaan yang tiada henti ini adalah sebuah penghargaan bagi para pejabat yang membantu memadamkan pemberontakan, dan sebagai propaganda kepada mereka yang ingin berkhianat.

Ahasyweros adalah seorang raja memiliki ambisi besar, dan yang paling terkenal adalah bahwa ia memimpin pasukan ke arah barat untuk menginvasi Yunani segera setelah pemerintahannya. Oleh karena itu, tujuan perayaan yang berlangsung tiada henti ini lebih penting lagi adalah untuk mengambil kesempatan berdiskusi dengan para pejabat dan para pemimpin tentang rencana menyerang Yunani. Ahasyweros hendak menyelesaikan urusan yang belum rampung dari almarhum ayahnya, yakni harus tiada henti memperluas wilayah negara dan mendorong kekuatan nasional sampai puncak tertinggi. Namun, rancangan angan-angannya tidak akurat, dari tahun ketiga pemerintahannya sampai tahun ketujuh, empat tahun perang dengan Yunani, tidak hanya menghabiskan keuangan negara, tetapi juga kalah di medan perang, kehilangan pasukan, dan pulang dalam kegagalan.

Penulis kitab telah membuka kisah Ester dengan catatan perjamuan besar ini, menguakkan tirai kemegahan besar kitab Ester. Di balik kemegahan ini adalah tahun-tahun kekalahan, dan kemudian berlanjut dengan pembukaan episode ketenggelaman dalam pesta penuh kesenangan di istana!

Renungkan:
Sejarah memberitahukan kepada kita bahwa tidak ada negara di dunia yang terus makmur tanpa penurunan, dan dinasti berganti dinasti tiada henti terjadi dalam rotasi roda sejarah. Tidak peduli seberapa kuat dan besar ekonomi, keuangan dan sumber daya sebuah negara, bagaimana maju kekuatan militernya, dan menduduki kursi di arena politik dunia, namun rakyat tidak mendapatkan tempat tinggal dan pekerjaan, tidak dapat menikmati hak asasi manusia dan kebebasan, maka dibalik semua kemakmuran, tersembunyi bencana yang jelas akan mudah terlihat. (Bagaimana dengan diri kita, apakah berpuas dan bangga atas kuasa, harta, atau kemakmuran yang kita miliki saat ini?)


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 1:1-3

「Latar Belakang Sebagai Fondasi Pemahaman」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Est. 1:1-3 [ITB])
1 Pada zaman Ahasyweros–dialah Ahasyweros yang merajai seratus dua puluh tujuh daerah mulai dari India sampai ke Etiopia–, 2 pada zaman itu, ketika raja Ahasyweros bersemayam di atas takhta kerajaannya di dalam benteng Susan, 3 pada tahun yang ketiga dalam pemerintahannya, diadakanlah oleh baginda perjamuan bagi semua pembesar dan pegawainya; tentara Persia dan Media, kaum bangsawan dan pembesar daerah hadir di hadapan baginda.

Bulan ini kita merenungkan Kitab Ester, mari kita secara sekilas melihat gambaran kasar latar belakang kisah dalam kitab ini.

Ester, Kidung Agung, Rut, Ratapan dan Kitab Pengkhotbah yang secara kolektif dikenal sebagai lima gulungan kecil (Megilloth), merupakan bagian dari 「Tulisan-tulisan Ketuvim」 (The Writings) yang adalah bagian ketiga dari Kitab Suci Ibrani Perjanjian Lama; Ester merupakan satu-satunya gulungan kitab dari lima gulungan kecil yang secara langsung berkaitan dengan perayaan-perayaan Yahudi, sedangkan perayaan Yahudi dalam sisa empat gulungan puisi hanya bersifat simbolis. Oleh karena itu, Ester ini juga dikenal sebagai 「Gulungan puisi terbaik.」 Setiap tahun ketika orang Yahudi merayakan hari raya Purim, mereka membaca kitab ini di rumah ibadat. Kitab ini memang sebuah buku unik, tidak hanya bahwa seluruh kisahnya terjadi di luar tanah perjanjian, terlebih lagi merupakan satu kitab yang sama sekali tanpa menyebutkan nama Allah. Namun tangan Allah selalu ada di belakang layar mengarahkan perkembangan peristiwa, dan mata hikmat Allah senantiasa memperhatikan dan memelihara umat-Nya, sebagaimana pemazmur katakan: 「Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel」 (Maz. 121:4).

Karena peristiwa yang dicatat oleh kitab Ester hanya tentang kelangsungan mati hidup bangsa Yahudi, di awal kitab dituliskan tentang kegembiraan dan kenikmatan pancaindera di Istana Persia, ditambah lagi di penghujung kitab ditutup dengan berakhirnya pembunuhan, pembaca secara sekilas akan agak sulit menerimanya. Pada kenyataannya, Ester hendak menjawab pertanyaan di dalam hati umat Allah selepas penawanan: sebenarnya perjanjian yang diadakan Allah dengan mereka apakah masih berlaku? Ketika kita membaca buku ini dengan hati-hati, kita menemukan bahwa melalui sejarah ini, Allah sudah menunjukkan bahwa Dia tidak pernah meninggalkan perjanjian-Nya dengan umat-Nya, dan Ia masih memelihara dan melindungi umat-Nya. Penulis kitab ini didasarkan pada fakta-fakta sejarah, menggunakan metode narasi Ibrani, menulis buku sejarah dramatis; sang penulis kitab tidak menguraikan secara terperinci pikiran, motif, sikap dan niat dari para tokoh dalam kisah, tetapi berfokus pada tindakan dan dialog para tokoh, dan memberikan kita pemahaman yang lebih mendalam atas tindakan Allah dan secara lebih kaya mengenal sifat-sifat Allah.

Ketika kita membaca Ester dengan teliti, kita akan menemukan bahwa ada suatu kekuatan yang tak terlihat dan tak terbendung di balik kisah, dan peristiwa-peristiwa yang akan tiba-tiba berbalik di ujung tanduk dan mengubah akhir yang diperkirakan. Plot perubahan atau liku menembus seluruh kisah, dan pengembangan plot berputar di sekitar acara-acara perjamuan yang berbeda. Ester mengulang tema kunci utama (motif), adalah 「pesta perjamuan」 (mishteh ‘). Kitab menggunakan tiga 「perjamuan ganda」 sebagai benang yang menebus seluruh kisah, di bagian awal adalah pesta besar Ahasyweros dengan para pejabat (Est. 1:2-4) dan pesta bersama rakyat biasa di Puri Susan (Est. 1:5-8), di bagian akhir adalah perayaan Purim secara nasional (Est. 9:17, 19) dan perayaan Purim di Puri Susan (Est. 9:18), di bagian tengah adalah dua perjamuan yang diadakan Ester bagi raja dan Haman (Est. 5:1-8; 7:1-9).

Dua perjamuan yang diadakan Ester merupakan klimaks dan titik balik dalam kitab ini, mendorong pengembangan kisah sampai ke puncak, dan seluruh situasi berbalik secara instan dan membuat orang Yahudi dalam keadaan jalan buntu kematian melalui celah sempit mendapatkan hidup. Seperti pepatah: 「Di hadapan hanya terlihat gunung tinggi yang tumpang tindih dan sungai yang deras mengalir, seperti di ujung tidak ada jalan lagi, namun di belokan terlihat desa penuh harapan dengan bunga bersemi」

Renungkan:

Bagaimana kondisi Anda saat ini?
Bagaimanapun itu, jangan pernah melupakan bahwa Tuhan masih setia menjaga perjanjian-Nya, dan Ia masih memelihara umat-Nya, anak-anak-Nya. Mari kita mempercayai-Nya dengan segenap hati kita.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.