「Meminta Pendapat Para Pembesar」
Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)
(Est. 1:13-15 [ITB])
13 Maka bertanyalah raja kepada orang-orang arif bijaksana, orang-orang yang mengetahui kebiasaan zaman–karena demikianlah biasanya masalah-masalah raja dikemukakan kepada para ahli undang-undang dan hukum; 14 adapun yang terdekat kepada baginda ialah Karsena, Setar, Admata, Tarsis, Meres, Marsena dan Memukan, ketujuh pembesar Persia dan Media, yang boleh memandang wajah raja dan yang mempunyai kedudukan yang tinggi di dalam kerajaan–,tanya raja: 15 「Apakah yang harus diperbuat atas ratu Wasti menurut undang-undang, karena tidak dilakukannya titah raja Ahasyweros yang disampaikan oleh sida-sida?」
Dalam perjamuan perayaan nasional semua mabuk dalam kebahagiaan, tapi karena permintaan yang berlebihan, sembrono dan tidak bijaksana dari raja Ahasyweros, dan telah ditolak oleh ratu Wasti, membuat suasana sukacita menjadi canggung. Saat Ahasyweros mabuk, demi untuk menyombongkan kuasa dirinya, memberikan perintah yang tidak masuk akal untuk membuat ratu Wasti menjadi barang pameran di depan para pembesar dan pegawai, untuk dinilai dari kepala sampai kaki oleh mereka. Dia dimuliakan sebagai raja suatu negara, berkuasa membalikkan dunia, di atas segala manusia, sekali bersuara pasti ditaati, selalu dipatuhi para pembesar, siapa yang berani melawan titah mulia raja? Tidak terpikirkan oleh Ahasyweros bahwa ratu berani melanggar perintahnya? Tujuh sida-sida kembali membawakan berita penolakan ratu, membuat dia tidak siap. Awalnya semua orang mengharapkan penampilan ratu ini merupakan klimaks dari acara, tapi siapa menyangka suasana menurun tajam, setiap orang tertegun, tidak tahu bagaimana sebaiknya? Dan Ahasyweros menjadi murka menyala-nyala!
Pepatah mengatakan 「Muka diberikan oleh orang lain, dan aib adalah diakibatkan diri sendiri.」 Ahasyweros demi meredam adegan memalukan ini, perlu menemukan langkah yang masuk akal untuk menangani hal ini agar bisa turun dari suasana canggung ini, suatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Seorang raja yang bisa memerintahkan dunia namun tidak bisa meminta istrinya untuk bertindak sesuai hatinya! Hal yang belum pernah terjadi di kerajaan Persia, dan tidak ada kasus sebanding, sehingga tidak bisa ditemukan hukum yang sesuai untuk mengatasi masalah ini. Tapi raja juga perlu menunjukkan bahwa kerajaan Persia adalah kerajaan yang diperintahkan berdasarkan hukum, maka perlu cara yang tepat untuk menangani hal yang agak rumit dan canggung ini. Jadi raja seperti biasa, mencari cara penanganan yang tepat dari antara para penasihatnya yang senior.
Orang-orang arif bijaksana dari istana Persia, adalah sama seperti orang-orang bijaksana Babel, terlibat dalam Astrologi (lihat Dan. 2:12, 14, 18), sekelompok ahli yang mahir dalam bidang hukum. Mereka akrab dengan urusan zaman itu dan diperbolehkan menghadap raja untuk memberikan nasihat walau tanpa diundang terlebih dahulu. Kelompok ini adalah para pemikir yang mahir dalam masalah hukum, lebih penting lagi adalah mengetahui cara mencari celah hukum. Sebagai contoh kakek dari Ahasyweros yakni Cambyses (tahun 529-522 S.M) bertekad menikahi kakak dan adik perempuannya sendiri, namun para pembesar tidak mau melanggar hukum, tapi juga takut raja marah karena tidak bisa mendapatkan keinginannya, maka memberikan jawaban yang dapat memenuhi kedua tuntutan: pertama adalah tidak ditemukan undang-undang yang mengizinkan raja menikahi kakak adik perempuannya, tetapi pada saat yang sama menemukan sebuah undang-undang lain bahwa raja Persia diijinkan melakukan apapun yang ia suka.
Ahasyweros meminta nasihat dari tujuh pembesar, pada kenyataannya adalah ingin mereka menemukan ide yang cerdas agar dirinya bisa punya muka turun dan melepaskan diri dari masalah ini. Namun mana mungkin ada hukum Persia yang mengatur urusan ratu tidak menghadiri perjamuan? Tapi sekarang harga diri raja telah terluka, ketidaktaatan Wasti telah menunjukkan betapa rapuhnya kuasa dirinya. Solusi terbaik bagi situasi ini adalah menyelamatkan wajahnya dan menunjukkan berapa besar kuasa yang dimilikinya. Untuk alasan ini, Ahasyweros telah membuat perselisihan suami istri sederhana menjadi acara seluruh negeri yang perlu ditangani oleh hukum!
Renungkan:
Demi menyelamatkan muka maka raja berkonsultasi dengan para pemikir, tapi dia ingin mendengarkan ide-ide yang sesuai keinginan hati sendiri. Ketika Anda memiliki masalah, apakah Anda akan meminta nasihat orang lain? Apakah Anda adalah orang yang mau mendengarkan? Bagaimana Anda menanggapi pendapat yang benar namun membuat telinga sakit?
Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)
Daftar renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (silahkan klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Untuk Kalangan Sendiri.