「Kecantikan Paras dan Karakter」
Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)
(Est. 2:12-18 [ITB])
12 Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat menurut peraturan bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebab seluruh waktu itu digunakan untuk pemakaian wangi-wangian: enam bulan untuk memakai minyak mur dan enam bulan lagi untuk memakai minyak kasai serta lain-lain wangi-wangian perempuan. 13 Lalu gadis itu masuk menghadap raja, dan segala apa yang dimintanya harus diberikan kepadanya untuk dibawa masuk dari balai perempuan ke dalam istana raja. 14 Pada waktu petang ia masuk dan pada waktu pagi ia kembali, tetapi sekali ini ke dalam balai perempuan yang kedua, di bawah pengawasan Saasgas, sida-sida raja, penjaga para gundik. Ia tidak diperkenankan masuk lagi menghadap raja, kecuali jikalau raja berkenan kepadanya dan ia dipanggil dengan disebutkan namanya. 15 Ketika Ester–anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak–mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apapun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia. 16 Demikianlah Ester dibawa masuk menghadap raja Ahasyweros ke dalam istananya pada bulan yang kesepuluh–yakni bulan Tebet–pada tahun yang ketujuh dalam pemerintahan baginda. 17 Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti. 18 Kemudian diadakanlah oleh baginda suatu perjamuan bagi semua pembesar dan pegawainya, yakni perjamuan karena Ester, dan baginda menitahkan kebebasan pajak bagi daerah-daerah serta mengaruniakan anugerah, sebagaimana layak bagi raja.
Ahasyweros menyalahgunakan kekuasaan sebagai raja, menggunakan sumber daya finansial dan material negara, untuk mengumpulkan semua peserta pemilihan kecantikan 127 provinsi Persia, butuh waktu setahun penuh mempersiapkan para gadis dengan perawatan minyak mur dan minyak kasai serta lain-lain wangi-wangian. Persiapan satu tahun ini, tentu saja juga mencakup pelatihan etika istana dan kerajaan. Pemborosan dan usaha yang demikian besar hanya untuk memuaskan keinginan sendiri. (Orang merasa berkuasa maka bisa dan boleh melakukan apapun yang ia mau dengan alasan pembenaran apapun. Antara karakter dan kekuasaan.)
Seleksi kompetisi kecantikan ini cukup intens, setiap wanita hanya satu kesempatan untuk bertemu raja. Gadis-gadis cantik ini tentu saja tidak begitu sederhana dipanggil oleh raja, tetapi harus menggunakan tubuh mereka untuk menyenangkan Ahasyweros (Est. 2:13-14 「13 … dibawa masuk dari balai perempuan ke dalam istana raja. 14 Pada waktu petang ia masuk dan pada waktu pagi ia kembali」). Penulis kitab dalam ayat 12-14 telah menggunakan lima kata kerja 「masuk」 (bo), secara permukaan terlihat adalah merujuk para gadis pergi menemui raja, tetapi pada saat yang sama secara eufemisme (ungkapan yang diperhalus) menunjukkan bermalam satu malam dengan raja. Banyak perempuan muda hanya melihat raja sekali, peluang dipilih benar-benar sangat kecil, tapi bagi mereka resiko yang harus ditanggung adalah sangat besar. Setelah tidak dipilih, maka akan dikirim kembali ke harem, kecuali raja senang dan memanggil dia ke istana lagi, jika tidak maka ia tidak akan memiliki kesempatan untuk bertemu raja lagi dan tinggal di sana sampai tua mati dalam kesendirian.
Menurut aturan kerajaan Persia, pemilihan ratu biasanya dilakukan oleh 7 pembesar yang terdekat dengan raja (Est. 1:14), namun beberapa raja Persia melanggar aturan dan memilih wanita favoritnya sendiri. Dalam catatan sejarah raja Artahsasta II dalam harem memiliki 360 orang selir yang cantik luar biasa, dan raja Persia setiap tahun merekrut 500 pria muda, dikebiri menjadi kasim untuk menjadi pelayan keluarga kerajaan. Rabi Yahudi memperbandingkan Ester, Sarah, Rahab dan Abigail sebagai empat wanita tercantik. Walau Ester adalah wanita dari golongan rakyat biasa namun ia dipanggil ke Istana karena kecantikannya. Ester dipanggil ke Istana untuk menjadi ratu Ahasyweros, pernikahan ini dengan bangsa asing mungkin membingungkan bagi pembaca (Ul. 7:3-4), tetapi penulis kitab tidak secara langsung mengatasi pertanyaan ini. Ester menikah dengan Ahasyweros dapat dianggap sebagai 「karena terpaksa maka memilih kesalahan yang paling ringan dari pilihan yang ada,」 hasilnya membawakan kebaikan orang-orang Yahudi. Ester memiliki tempat tertentu dalam hati orang Yahudi, dia tidak dianggap sebagai orang luar atau orang yang menumpang lewat, dan disebut putri dari Abihail, terlebih adalah anak angkat Mordekhai (Est. 2:17).
Ester tidak hanya seperti Wasti dan wanita-wanita lain 「elok rupanya」 (Est. 1:1; 2:3), tetapi terlebih lagi 「elok perawakannya dan cantik parasnya」 (Est. 2:7). Singkatnya, dia terlihat sangat menonjol dibandingkan yang lain, mendapatkan kesukaan dari Ahasyweros, sehingga memilih dia sebagai ganti ratu Wasti. Namun, keelokan paras luar adalah hanya merupakan pintu masuk, kecantikan batin Ester adalah faktor ia melampaui gadis yang lain. Keelokan batinnya termasuk ketaatan, lembut, menjaga perkataan Mordekhai (Est. 2:10, 20), menahan diri, tidak sembarangan membocorkan identitas Yahudi dari dirinya (Est. 2:10), ketika giliran masuk menghadap raja, maka ia tidak tidak serakah sesuai nasihat Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan (Est. 2:15), dan Ester bergaul harmonis dengan orang lain sehingga dapat menimbulkan kasih sayang dari Hegai dan semua orang yang melihat dia (Est. 2:15).
Renungkan:
Lagu pujian 「Tuhan, saya ingin serupa Engkau」 《391 Mazmur kehidupan》 mengatakan 「Tuhan, saya ingin serupa Engkau, Tuhan, saya ingin serupa Engkau, Juruselamat mulia, seperti Engkau yang kudus; kiranya manisnya Engkau, kepenuhan-Mu, dan rupa kudus-Mu tercetak dalam roh hatiku.」 Kecantikan luar adalah bawaan lahir, tapi kecantikan dalam adalah karakter yang lebih penting, mohon Roh Kudus mengubah kehidupan kita, lebih serupa Tuhan kita yang penuh anugerah.
Tambahan Penerjemah:
Bandingkan kontrol diri dan karakter dari Ahasyweros sebagai raja mulia berkuasa besar, apakah sebanding dengan Ester seorang rakyat rendah tawanan? Identitas dan perkataan boleh mulia, namun tindakan manusia menunjukkan kemuliaan sifat dan karakter asli dari seseorang.
Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)
Daftar renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (silahkan klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Untuk Kalangan Sendiri.