「Gadis yang Dikirim Masuk ke dalam Istana」
Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)
(Est. 2:5-11 [ITB])
5 Pada waktu itu ada di dalam benteng Susan seorang Yahudi, yang bernama Mordekhai bin Yair bin Simei bin Kish, seorang Benyamin 6 yang diangkut dari Yerusalem sebagai salah seorang buangan yang turut dengan Yekhonya, raja Yehuda, ketika ia diangkut ke dalam pembuangan oleh raja Nebukadnezar, raja Babel. 7 Mordekhai itu pengasuh Hadasa, yakni Ester, anak saudara ayahnya, sebab anak itu tidak beribu bapa lagi; gadis itu elok perawakannya dan cantik parasnya. Ketika ibu bapanya mati, ia diangkat sebagai anak oleh Mordekhai. 8 Setelah titah dan undang-undang raja tersiar dan banyak gadis dikumpulkan di dalam benteng Susan, di bawah pengawasan Hegai, maka Esterpun dibawa masuk ke dalam istana raja, di bawah pengawasan Hegai, penjaga para perempuan. 9 Maka gadis itu sangat baik pada pemandangannya dan menimbulkan kasih sayangnya, sehingga Hegai segera memberikan wangi-wangian dan pelabur kepadanya, dan juga tujuh orang dayang-dayang yang terpilih dari isi istana raja, kemudian memindahkan dia dengan dayang-dayangnya ke bagian yang terbaik di dalam balai perempuan. 10 Ester tidak memberitahukan kebangsaan dan asal usulnya, karena dilarang oleh Mordekhai. 11 Tiap-tiap hari berjalan-jalanlah Mordekhai di depan pelataran balai perempuan itu untuk mengetahui bagaimana keadaan Ester dan apa yang akan berlaku atasnya.
Begitu dikeluarkan perintah pemilihan para gadis muda untuk masuk istana, maka yang mengikutinya adalah kemunculan dua tokoh Mordekhai dan Ester. Penulis kitab terlebih dahulu secara rinci memperkenalkan latar belakang Mordekhai yang berasal dari keluarga Yahudi; ia mengadopsi Ester sebagai putrinya sendiri (Est. 2:7d), ia adalah「bin (putra) Yair bin Simei bin Kish, seorang Benyamin」 (Est. 2:5b). Mordekhai seperti raja Saul berasal dari suku Benyamin. Ayah Saul juga bernama Kish (2 Sam. 9:1-2), tapi Kish ayah Mordekhai jelas bukan orang yang sama dengan ayah Saul, karena Kish yang dalam kitab Ester ikut ditawan ke Babel. Penulis kitab Ester menonjolkan keserupaan antara Mordekhai dan Saul, mungkin hendak menunjukkan konflik dengan Haman orang Agag (Agag adalah nama raja orang Amalek, lihat 1 Sam. 15:8), secara paralel membandingkannya dengan pertempuran Saul dan orang Amalek, untuk menunjukkan apa yanf Saul tidak dapat selesaikan, setelah beberapa abad kemudian Mordekhai suku Benyamin bisa mengalahkan keturunan raja Agag yakni Haman.
Selain itu, penulis kitab memberitahu bahwa Mordekhai ada di Puri Susan itu adalah karena dia juga termasuk sebagai orang yang ditawan (Est. 2:6). Jika Yekhonya ditawan pada tahun 597 S.M (2 Raj. 24:6-16), Mordekhai juga ada di antara mereka, dan maka peristiwa yang dicatat di sini seharusnya terjadi pada tahun 483 S.M, maka Mordekhai saat itu seharusnya berusia sekitar 120 tahun. Oleh karena itu, 「bin Yair bin Simei bin Kish, seorang Benyamin 6 yang diangkut dari Yerusalem sebagai salah seorang buangan yang turut dengan Yekhonya, raja Yehuda, ketika ia diangkut ke dalam pembuangan oleh raja Nebukadnezar, raja Babel」 (Est. 2:5-6) seharusnya bukan merujuk kepada dirinya sendiri secara langsung, tetapi tentang leluhurnya. Dalam kalimat aslinya teks Ibrani memang tidak ada kata Mordekhai, menggunakan kata ganti 「ia,」 「ia」 bisa merujuk kepada Kish atau Mordekhai. Versi Chinese SBV menerjemahkan sebagai 「Kish adalah salah satu dari orang-orang tawanan yang dibawa dari Yerusalem oleh Nebukadnezar raja Babel ketika menawan Yekhonya raja Yehuda」 (Est. 2:6). Terjemahan NIV dan revisi baru NRSV juga menggunakan terjemahan yang sama. Oleh karena itu, 「ia」 di sini seharusnya merujuk kepada leluhur Mordekhai bukan dirinya. Memang sebenarnya ketika raja Yehuda ditawan, dapat dikatakan bahwa semua umat Tuhan juga ikut ditawan, dan termasuk orang-orang Yahudi yang kemudian lahir di Babel bisa dikatakan termasuk yang ditawan. (Hidup dalam aniaya, kesulitan dan penderitaan sebagai tawanan tidak menunjukkan bahwa Allah tidak peduli lagi, apa yang Saul tidak dapat selesaikan, setelah beberapa abad kemudian, Mordekhai bisa mengalahkan Haman keturunan raja Agag, bahkan di tempat penawanan.)
Penulis Kitab kemudian memperkenalkan anak angkatnya Mordekhai, dalam kisah ini ia seperti Daniel dan tiga sahabat, memiliki dua nama: nama Babilon adalah Hadasa, dan nama Ibrani adalah Ester. Hal ini menunjukkan bahwa ia memiliki identitas ganda, mondar mandir antara dua budaya. Mordekhai menyuruh Ester untuk menyembunyikan identitasnya sebagai Yahudi, agar tidak mengurangi tingkat kemungkinan dia menjadi ratu, atau mungkin penyebaran sentimen anti-Yahudi, itu tidak jelas. Penulis kitab sengaja meninggalkan ruang kosong, sengaja diam, agar pembaca berpikir sendiri.
Ester seperti wanita lain, dikirim ke istana dan diserahkan kepada kasim Hegai (Est. 2:8b). Kitab ini menggunakan sejumlah kata-kata kerja berbentuk pasif untuk menggambarkan terjadinya peristiwa, dan menunjukkan bahwa beberapa hal yang dihadapi orang berada di luar kendali mereka. Orang Yahudi telah ditawan (Est. 2:6), dan Ester dikirim ke istana (Est. 2:8) adalah melampaui apa yang dapat mereka kendalikan. Tapi hal yang tampaknya tak terkendali oleh kita justru telah membuat kita menyadari bahwa Allah yang tidak kelihatan ada di belakang kita, berkuasa memegang kendali.
Renungkan:
Apakah Anda percaya bahwa banyak orang tidak dapat mengendalikan apa yang terjadi dan bahwa ada dalam pemeliharaan Allah? Mohon Tuhan membantu kita melihat dan paham bahwa segala sesuatu ada di balik kontrol kendali dan kepemimpinan Allah. (Jangan takut menghadapi kesulitan, penyakit, atau aniaya, atau tekanan.)
Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)
Daftar renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (silahkan klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Untuk Kalangan Sendiri.