Category Archives: kitab Ester

Ester 6:6-14

「Orang yang Dikasihi dan Ditinggikan oleh Raja」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 6:6-14 [ITB])
6 Setelah Haman masuk, bertanyalah raja kepadanya: 「Apakah yang harus dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya?」 Kata Haman dalam hatinya: 「Kepada siapa lagi raja berkenan menganugerahkan kehormatan lebih dari kepadaku?」 7 Oleh karena itu jawab Haman kepada raja: 「Mengenai orang yang raja berkenan menghormatinya, 8 hendaklah diambil pakaian kerajaan yang biasa dipakai oleh raja sendiri, dan lagi kuda yang biasa dikendarai oleh raja sendiri dan yang diberi mahkota kerajaan di kepalanya, 9 dan hendaklah diserahkan pakaian dan kuda itu ke tangan seorang dari antara para pembesar raja, orang-orang bangsawan, lalu hendaklah pakaian itu dikenakan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya, kemudian hendaklah ia diarak dengan mengendarai kuda itu melalui lapangan kota sedang orang berseru-seru di depannya: Beginilah dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya!」
10 Maka titah raja kepada Haman: 「Segera ambillah pakaian dan kuda itu, seperti yang kaukatakan itu, dan lakukanlah demikian kepada Mordekhai, orang Yahudi, yang duduk di pintu gerbang istana. Sepatah katapun janganlah kaulalaikan dari pada segala yang kaukatakan itu.」 11 Lalu Haman mengambil pakaian dan kuda itu, dan dikenakannya pakaian itu kepada Mordekhai, kemudian diaraknya Mordekhai melalui lapangan kota itu, sedang ia menyerukan di depannya: 「Beginilah dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya.」 12 Kemudian kembalilah Mordekhai ke pintu gerbang istana raja, tetapi Haman bergesa-gesa pulang ke rumahnya dengan sedih hatinya dan berselubung kepalanya. 13 Dan Haman menceritakan kepada Zeresh, isterinya, dan kepada semua sahabatnya apa yang dialaminya. Maka kata para orang arif bijaksana dan Zeresh, isterinya, kepadanya: 「Jikalau Mordekhai, yang di depannya engkau sudah mulai jatuh, adalah keturunan Yahudi, maka engkau tidak akan sanggup melawan dia, malahan engkau akan jatuh benar-benar di depannya.」 14 Selagi mereka itu bercakap-cakap dengan dia, datanglah sida-sida raja, lalu mengantarkan Haman dengan segera ke perjamuan yang diadakan oleh Ester.

Saat raja sedang berfokus bagaimana memberikan penghargaan pahala kepada Mordekhai, Haman juga penuh dengan pemikiran bagaimana untuk membuat diri sendiri dimuliakan. Raja sedang ingin mencari orang untuk berkonsultasi, saat ini Haman masuk ke istana ingin berbicara dengan raja. Dialog berikutnya menunjukkan bahwa dua orang satu sama lain saling tidak mengutarakan secara nyata inti pembicaraan yang sesungguhnya. Sebelumnya, Haman tidak mengatakan siapa orang-orang yang ia ingin binasakan (Est. 3:8-9), dan sekarang raja juga tidak membuat Haman tahu siapa yang hendak ia berikan hadiah, sampai akhir barulah ia menyebutkan nama Mordekhai orang Yahudi (Est. 6:10b). Haman selalu berpikir bahwa ia adalah orang yang hendak diberi pahala oleh raja, maka ia menjawab pertanyaan raja dengan memberitahukan bentuk kehormatan yang ia pribadi inginkan.

Penulis Kitab di sini memecahkan kebiasaan cara penulisannya istirahat dari rutinitas, dengan peran sebagai pihak ketiga yang khas mengetahui segalanya, mencatat pikiran raja dan Haman. Penulis kitab secara humoris dan sinis menunjukkan bagaimana memperlakukan 「orang yang raja berkenan menghormatinya」 (Est. 6:6b, Est. 6:7b, Est. 6:11b), dan siapakah sebenarnya dia? (Est. 6:6c). Raja dan Haman saling tidak tahu isi hati dan perhitungan pihak lain, hanya pembaca yang bisa mengetahuinya dengan memperhatikan pengembangan seluruh peristiwa. Inilah tepat merupakan percakapan yang ironis dan sinis.

Frasa 「orang yang raja berkenan menghormatinya」 diulang empat kali dalam percakapan antara raja dan Haman (Est. 6:7, 9, 11. Dalam ayat 9 ada 2 kali). Ini merupakan fokus pembicaraan dari kedua orang. Haman sudah merupakan seorang yang kaya dan memiliki kuasa yang besar, penghargaan yang umum seperti uang, tanah, bahkan jabatan tidak tentu bisa menarik minatnya. Karena dia pikir dirinya adalah orang yang hendak raja berikan penghormatan, maka ia mengambil kesempatan, dengan jelas mencantumkan semua isi hati dan impiannya. Ini termasuk mengenakan jubah raja, mengendarai kuda milik raja yang diberi mahkota kerajaan di kepalanya, bepergian seluruh kota agar diberi selamat penuh sorak-sorai oleh rakyat. Singkatnya, mimpi Haman adalah mendapatkan perlakuan yang sama sebagaimana yang dinikmati oleh raja. Hatinya yang penuh kemuliaan palsu telah memenuhi kepalanya, tapi dia tidak tahu bahwa kejatuhan dirinya sudah di depan matanya.

Penulis kitab sebisa mungkin menunda munculnya nama Mordekhai sampai menit terakhir, Haman juga pada saat terakhir baru menemukan bahwa orang yang dicintai raja untuk diberikan kehormatan bukanlah dirinya sendiri, dan karena itu terkejut. Ahasyweros dengan jelas dan spesifik menunjukkan bahwa orang yang harus diberikan penghargaan adalah orang Yahudi, yang duduk di pintu gerbang istana, Mordekhai (Est. 6:10b). Dia tahu bahwa Mordekhai adalah seorang Yahudi, tapi dia tidak tahu konflik antara Haman dan Mordekhai, terlebih lagi tidak tahu bahwa perintah genosida itu adalah hendak membinasakan orang Yahudi, karena Haman tidak mengatakan bahwa itu adalah ditujukan terhadap Yahudi, tetapi hanya mengatakan itu adalah orang-orang yang tidak menaati undang-undang raja (Lihat Est. 3:8-11).

Di sini khusus disebutkan bahwa Mordekhai adalah berdarah keturunan Yahudi, untuk menonjolkan sebuah pembalikan radikal, membuat Haman lebih dipermalukan, karena raja secara eksplisit meminta seseorang yang membenci orang-orang Yahudi untuk menghormati dan memuji orang-orang yang ia paling benci. Akhirnya, bahkan teman-temannya dan istri tanpa sadar menunjukkan bahwa pembunuhan umat Tuhan hanya akan mendatangkan masalah bagi diri sendiri, sia-sia, dan akhirnya tersandung jatuh di hadapan pihak yang dibenci (Est. 6:13b).

Renungkan:
Amsal 16:18 berkata: 「Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.」 Kalimat ini adalah gambaran paling tepat dari Haman sebelum kejatuhannya. Mohon Tuhan berbelas kasihan kepada kita sehingga tidak mengikuti jejak Haman, menjadi narsis, merasa diri sendiri adalah orang yang dikasihi raja, siapa lagi yang pantas kecuali saya sendiri? Kiranya kita seumur hidup kita berusaha hanya untuk menjadi orang yang menjadi kecintaan Allah yang diberkati-Nya.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 6:1-5

「Meneliti Sejarah Semalaman Tanpa Tidur」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 6:1-5 [ITB])
1 Pada malam itu juga raja tidak dapat tidur. Maka bertitahlah baginda membawa kitab pencatatan sejarah, lalu dibacakan di hadapan raja. 2 Dan di situ didapati suatu catatan tentang Mordekhai, yang pernah memberitahukan bahwa Bigtan dan Teresh, dua orang sida-sida raja yang termasuk golongan penjaga pintu, telah berikhtiar membunuh raja Ahasyweros. 3 Maka bertanyalah raja: 「Kehormatan dan kebesaran apakah yang dianugerahkan kepada Mordekhai oleh sebab perkara itu?」 Jawab para biduanda raja yang bertugas pada baginda: 「Kepadanya tidak dianugerahkan suatu apapun.」 4 Maka bertanyalah raja: 「Siapakah itu yang ada di pelataran?」 Pada waktu itu Haman baru datang di pelataran luar istana raja untuk memberitahukan kepada baginda, bahwa ia hendak menyulakan Mordekhai pada tiang yang sudah didirikannya untuk dia. 5 Lalu jawab para biduanda raja kepada baginda: 「Itulah Haman, ia berdiri di pelataran.」 Maka titah raja: 「Suruhlah dia masuk.」

Raja Ahasyweros ada satu malam sulit tidur, hal kecil seperti itu tampaknya tidak berbahaya, namun berubah menjadi titik balik dalam seluruh cerita, sehingga nasib orang Yahudi terbalik. Hal yang tampaknya tidak signifikan ini terjadi antara perjamuan pertama (Est. 5:1-8) dan perjamuan kedua (Est. 7:1-9) yang Ester adakan bagi raja dan Haman, dan juga dituliskan di antara banyaknya perjamuan yang tercatat dalam kitab Ester, pengaturan penulis kitab ini adalah tepat untuk membuat pembaca menyadari: hal-hal penting akan bersambungan terjadi dalam runtutan malam-malam tanpa tidur ini.

Dalam hari-hari raja yang harus sering khawatir tentang urusan negara, insomnia mungkin juga merupakan hal yang biasa. Namun, ada peristiwa-peristiwa yang beruntun terjadi setelah raja kesulitan tidur, sungguh begitu banyak kebetulan yang tidak biasa, yang membuat orang sulit untuk percaya bahwa semua ini terjadi tanpa sengaja. Serangkaian kebetulan, pada kenyataannya adalah Tuhan yang ada di balik, yang memegang kuasa atas segala sesuatu, tepat seperti perkataan seorang sarjana: 「kebetulan hanya merupakan cara Tuhan untuk tetap anonim.」 Penulis kitab Amsal berkata 「Hati raja seperti batang air (sungai) di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini」 (Amsal 21:1). Mari kita lihat ada berapa banyak kebetulan yang terjadi.

Frasa 「raja tidak dapat tidur」 (Est. 6:1a) dapat diterjemahkan literal 「tidur raja sudah terbang pergi」; beberapa terjemahan dengan tepat dan jelas menunjukkan bahwa raja tidak dapat untuk tidur merupakan tindakan Allah. Raja tidak bisa tidur, dia masih bisa membalikkan tubuh mengubah posisi yang nyaman di tempat tidur, mencoba sekuat tenaga untuk tidur, tapi ia justru bangun. Di dalam istana seharusnya ada banyak hiburan atau cara untuk memecahkan masalah insomnia, misal para selir diperintahkan untuk bernyanyi dan menari, bermain catur dengan para pegawai atau berkeliling di taman istana untuk menenangkan emosi tegang. Tetapi raja memerintahkan para pelayannya untuk membaca buku sejarah kepadanya. Apakah raja ingin menggunakan cara membaca sejarah yang membosankan dan kusam untuk menghipnotis dirinya agar bisa tidur? Juga, ada begitu banyak hal yang terjadi dalam negara, tetapi pelayannya justru membacakan catatan peristiwa sekitar empat atau lima tahun yang lalu tentang konspirasi pembunuhan raja yang digagalkan (bandingkan Est. 2:16; 3:7). Bagaimana ini bisa merupakan suatu kebetulan?

Sudah merupakan kebiasaan para raja Persia dalam memperlakukan para pejabat yang berjasa adalah harus segera dan dengan cepat memberikan penghargaan. Oleh karena itu, pertanyaan Ahasyweros kepada pelayannya apakah penghargaan sudah diberikan kepada Mordekhai, sebenarnya dapat dikatakan sebagai pertanyaan yang berlebihan, bahkan tidak masuk akal. Namun, karena pertanyaan raja, barulah ditemukan bahwa jasa Mordekhai belum diberikan penghargaan oleh raja, situasi ini memang merugikan wibawa dan reputasi raja. Kebetulan di saat ini, ada seorang lain yang sulit tidur, di hari sebelum fajar menyingsing sudah bergegas datang untuk bertemu raja Ahasyweros. Orang ini adalah Haman yang sudah tidak sabar hendak memberikan hukuman mati kepada Mordekhai seorang yang pernah berjasa menyelamatkan raja. Pertemuan mereka di istana, merupakan kisah titik pembalikan nasib berdua Haman dan Mordekhai.

Kita bisa belajar setidaknya dua pelajaran ketika kita melihat serangkaian hal-hal yang terjadi setelah raja Ahasyweros sulit tidur. Pertama, Allah mampu bekerja melalui mujizat supranatural, seperti penyeberangan laut merah, memberi manna dan memisahkan sungai Yordan, dan Ia juga sering menggunakan metode yang lebih sederhana yakni bertindak melalui serangkaian hal-hal sepele sehari-hari, yang tampaknya tidak signifikan. Oleh karena itu, kita perlu mengembangkan kemampuan untuk merefleksikan peristiwa-peristiwa kehidupan sehari-hari dan untuk meneliti pekerjaan Tuhan. Kedua, Tuhan memiliki waktu untuk karya-Nya. Mordekhai tidak segera mendapatkan penghargaan dari raja, juga terdapat kehendak Tuhan, agar pada waktu yang tepat baru dilaksanakan. Jadwal Allah tidak sama dengan apa yang kita pikirkan, tetapi Ia tidak akan salah waktu dan tidak akan merusak urusan. Kita harus yakin bahwa penundaan Tuhan bukan merupakan negasi terhadap diri kita; Mordekhai tertunda empat tahun baru mendapatkan imbalan penghargaan, benar-benar merupakan pengaturan hikmat Tuhan.

Renungkan:
Mari kita tidak merendahkan setiap hal kecil yang terjadi dalam hidup, percaya bahwa segala sesuatu ada pekerjaan Tuhan di dalamnya. Mohon Tuhan untuk memberikan kita melihat hikmat untuk melihat apa yang Allah telah lakukan dalam diri kita, dan memohon Tuhan memberikan kita kesabaran, percaya bahwa Dia melakukan hal yang paling benar pada waktu yang tepat, meskipun kita tidak berpikir begitu.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 5:9-14

「Orang Bebal Menunjukkan Kebebalan」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 5:9-14 [ITB])
9 Pada hari itu keluarlah Haman dengan hati riang dan gembira; tetapi ketika Haman melihat Mordekhai ada di pintu gerbang istana raja, tidak bangkit dan tidak bergerak menghormati dia, maka sangat panaslah hati Haman kepada Mordekhai. 10 Tetapi Haman menahan hatinya, lalu pulanglah ia ke rumahnya dan menyuruh datang sahabat-sahabatnya dan Zeresh, isterinya. 11 Maka Haman menceriterakan kepada mereka itu besarnya kekayaannya, banyaknya anaknya laki-laki, dan segala kebesaran yang diberikan raja kepadanya serta kenaikan pangkatnya di atas para pembesar dan pegawai raja. 12 Lagi kata Haman: 「Tambahan pula tiada seorangpun diminta oleh Ester, sang ratu, untuk datang bersama-sama dengan raja ke perjamuan yang diadakannya, kecuali aku; dan untuk besokpun aku diundangnya bersama-sama dengan raja. 13 Akan tetapi semuanya itu tidak berguna bagiku, selama aku masih melihat si Mordekhai, si Yahudi itu, duduk di pintu gerbang istana raja.」 14 Lalu kata Zeresh, isterinya, dan semua sahabatnya kepadanya: 「Suruhlah orang membuat tiang yang tingginya lima puluh hasta, dan persembahkanlah besok pagi kepada raja, supaya Mordekhai disulakan orang pada tiang itu; kemudian dapatlah engkau dengan bersukacita pergi bersama-sama dengan raja ke perjamuan itu.」 Hal itu dipandang baik oleh Haman, lalu ia menyuruh membuat tiang itu.

Haman bersukacita di dalam hati, dengan hati riang dan gembira keluar dari pesta Ester (Est. 5:9a). Penulis kitab Ester terakhir kali mencatat seseorang sangat bahagia adalah dalam Est. 1:10, raja Ahasyweros minum-minum dengan sangat gembira, kemudian mendengarkan nasihat dari para pegawainya, membuat keputusan bodoh. Haman setelah minum-minum meninggalkan istana, bertemu Mordekhai yang merupakan duri dalam mata, membuat suasana hatinya segera berubah dari sukacita menjadi kemarahan. Setelah pulang, kemarahan Haman tidak mereda, ia memanggil istri dan sahabat-sahabatnya (para pembesar), hendak mendengarkan pendapat mereka, dan akhirnya seperti raja yang ia layani, ia membuat keputusan bodoh hendak mencelakai orang. Pada akhirnya, sebaliknya mencelakai diri sendiri.

Haman sampai di rumah, ia terlebih dahulu tidak berbicara tentang bagaimana Mordekhai tidak bergerak menghormati dia, tetapi menyebutkan berapa banyak harta yang ia miliki, bagaimana raja menaikkan pangkatnya di atas para pembesar dan pegawai raja, berapa banyak anak yang ia miliki, serta ia sama seperti raja diundang menghadiri perjamuan ratu Ester, sangat paham atas apa yang ia bicarakan. Sebenarnya bagaimana para sahabatnya dan istrinya tidak tahu kebenaran ceritanya? Haman seperti orang bebal untuk mempublikasikan kebodohannya (Amsal 13:16b). Karena semua yang Haman gembar-gemborkan itu, sepenuhnya akan diberikan kepada Mordekhai yang ia rencanakan untuk dibunuh (Lihat Est. 8:2). Pada saat ia membanggakan, saat itu pula ia mulai kehilangan!

Haman mendengarkan saran dari istri dan para sahabatnya, ada beberapa hal keterbalikan yang ironis. Pertama, Haman mengumpulkan orang-orang untuk mendengarkan bagaimana ia membanggakan kesuksesannya, dan untuk mendukung konspirasi dia membunuh Mordekhai. Ini adalah kontras yang kuat dengan tindakan tanpa pamrih Ester untuk mendukung dia agar dapat bertemu raja demi menyelamatkan nyawa orang-orang Yahudi. Kedua, usulan untuk membuat tiang kayu pada dasarnya adalah berasal dari Zeresh istrinya, yang akhirnya mendapatkan persetujuan para sahabatnya. Ironi di sini adalah Ahasyweros telah memerintahkan para istri mematuhi permintaan suaminya (lihat Est. 1:20-22), dan sekarang Haman justru mengikuti saran istrinya. Akhirnya, mereka mengusulkan pembangunan tiang kayu yang tingginya lima puluh hasta (sekitar 22.5 meter), yang memang ukurannya agak berlebihan; tiang / bingkai kayu ini tingginya sama dengan gedung yang memiliki lima sampai enam lantai. Oleh karena itu, beberapa sarjana percaya bahwa ketinggian tersebut mungkin mencakup tinggi podium yang ada istana. Tiang kayu yang tingginya agak berlebihan, tapi intinya adalah untuk membuat Mordekhai dipermalukan di depan mata publik.

Haman dan istri serta teman-temannya terlalu percaya diri dan terlena. Mereka belum memperoleh persetujuan raja, mereka telah dengan yakin membuat tiang kayu, sampai saat fajar mereka pergi meminta kepada raja untuk menggantung Mordekhai di tiang kayu tersebut, lalu kemudian bersukacita bersama raja pergi ke pesta Ester. Namun, Haman angan-angan akhirnya menunjukkan bahwa itu adalah keputusan yang bodoh, ia makan buah perbuatannya sendiri.

Renungkan:
Haman hanya perlu menunggu waktu 1 tahun, bisa menghilangkan Mordekhai. Ironinya, dia membuat keputusan bodoh karena mengembungkan diri berlebihan, dan pada akhirnya makan buah bencana perbuatan diri sendiri. Sebagai penulis kitab Amsal mengingatkan: 「hati orang bebal menyeru-nyerukan kebodohan」 (Amsal 12:23b). Mohon Tuhan memeriksa, kiranya kita tidak terlalu percaya diri, tidak memandang orang lain, dan akhirnya membuat keputusan bodoh.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 5:1-8

「Menjamu Raja dan Haman」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 5:1-8 [ITB])
1 Pada hari yang ketiga Ester mengenakan pakaian ratu, lalu berdirilah ia di pelataran dalam istana raja, tepat di depan istana raja. Raja bersemayam di atas takhta kerajaan di dalam istana, berhadapan dengan pintu istana itu. 2 Ketika raja melihat Ester, sang ratu, berdiri di pelataran, berkenanlah raja kepadanya, sehingga raja mengulurkan tongkat emas yang di tangannya ke arah Ester, lalu mendekatlah Ester dan menyentuh ujung tongkat itu. 3 Tanya raja kepadanya: 「Apa maksudmu, hai ratu Ester, dan apa keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan diberikan kepadamu.」 4 Jawab Ester: 「Jikalau baik pada pemandangan raja, datanglah kiranya raja dengan Haman pada hari ini ke perjamuan yang diadakan oleh hamba bagi raja.」 5 Maka titah raja: 「Suruhlah Haman datang dengan segera, supaya kami memenuhi permintaan Ester.」 Lalu raja datang dengan Haman ke perjamuan yang diadakan oleh Ester. 6 Sementara minum anggur bertanyalah raja kepada Ester: 「Apakah permintaanmu? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan dipenuhi.」 7 Maka jawab Ester: 「Permintaan dan keinginan hamba ialah: 8 Jikalau hamba mendapat kasih raja, dan jikalau baik pada pemandangan raja mengabulkan permintaan serta memenuhi keinginan hamba, datang pulalah kiranya raja dengan Haman ke perjamuan yang akan hamba adakan bagi raja dan Haman; maka besok akan hamba lakukan yang dikehendaki raja.」

Pasal 4 berakhir dalam suasana tegang yang belum terselesaikan. Plot dalam pasal 5 adalah menggambarkan bagaimana Ester menggagalkan rencana Haman, tetapi sampai akhir pasal 5, kita masih tidak tahu apakah masalah dapat diselesaikan secara memuaskan. Ini adalah fakta yang sesungguhnya bahwa keputusan setiap orang tidak tentu bisa mendapatkan hasil seperti yang diinginkan. Namun, Ester memutuskan untuk mengambil risiko mempertaruhkan hidupnya dengan menghadap raja, dan dia tidak tahu akan bagaimana hasilnya. Namun, hal yang paling penting bahwa Ester bersedia mengambil inisiatif untuk menginjakkan langkah pertama. Bagian ini memiliki dua adegan: yang pertama adalah di pelataran dalam istana (Est. 5:1-4), yang kedua adalah perjamuan yang diadakan oleh Ester (Est. 5:5-8).

Ester mengenakan mengenakan pakaian ratu, bersolek sangat menarik, yakni mengambil kesempatan agar terlihat oleh raja Ahasyweros duduk di atas takhta kerajaan. Jika tidak mengambil kesempatan itu dan masuk semaunya, pasti akan tertangkap oleh para penjaga yang berdiri di belakang takhta raja. Dia harus menemukan sudut yang tepat, agar berada dalam penglihatan raja, sehingga raja dapat melihat dia berdiri di depan pintu istana. Saat Ester menunjukkan diri di hadapan raja, dia tidak bisa mengetahui apa yang raja sedang lakukan, apakah sedang sibuk dengan urusan pemerintah. Apakah ada selir lain di sekelilingnya? Apakah ada seorang politikus sedang berunding dengan dia? Bagaimana suasana hati raja dan sebagainya? Ester hanya berinisiatif mencari posisi yang tepat, sehingga raja dari atas takhta dapat melihat ia berdiri di pelataran.

Raja di luar dugaan juga mengulurkan tongkat emas yang ada di tangannya, agar disentuh oleh Ester; menyentuh tongkat emas adalah simbol menerima raja dan berterima kasih atas kemurahan hati raja. Raja tahu bahwa Ester tidak datang karena dipanggil, pasti ada permohonan atau sesuatu untuk dilaporkan. Karena Ester pernah memberikan laporan rencana pembunuhan, menyelamatkan raja dari krisis (Lihat Est. 2:21-23), mungkin raja berpikir Ester mendengar adanya konspirasi lain yang mengancam nyawa raja, sehingga khusus datang untuk memberitahu. Maka raja hendak membuat ratu Ester tenang pikirannya, maka bermurah hati menunjukkan wibawa sebagai raja sebuah negara, maka bersedia memberikan dia setengah dari kerajaan (Est. 5:3, 6). Kita tidak perlu memahami hal itu secara harfiah, karena hampir menjadi bahasa kebiasaan saja bagi keluarga kerajaan kuno, dan hal yang mirip juga terjadi dengan raja Herodes Antipas zaman Perjanjian Baru (lihat Markus 6:22-23).

Ester tidak segera mengungkapkan konspirasi Haman, tetapi sebaliknya mengundang raja dan Haman untuk hadir dalam perjamuannya. Ini menunjukkan hikmat Ester karena itu bukanlah waktu yang tepat untuk mengekspresikan perasaan batin di depan para pejabat, dan waktu yang paling tepat untuk membuat permintaan adalah pada kesempatan yang lebih santai dan informal. Jadi, Ester mengundang sang raja dan Haman bersama untuk datang ke pesta perayaan, dan Haman diundang juga tidak mencurigakan, karena ia baru saja dipromosikan menjadi orang kepercayaan yang boleh duduk setara dengan raja (Est. 3:10, 15), maka cukup masuk akal jika ia juga diundang.

Raja minum dengan puas di pesta, dan sekali lagi berjanji memberikan Ester apapun yang ia minta. Sekarang sepatutnya merupakan saat yang tepat untuk meminta kepada raja! Namun, Ester terlihat seperti hendak berbicara namun berhenti. Terjemahan 《RCUV》 paling dapat mudah membantu kita memahami suasana dialog, 「Ester menjawab: 『apa yang saya minta, apa yang saya inginkan, ehm … 』」 (Est. 5:7). Ia tidak segera mengajukan permintaan, tetapi malah mengundang raja dan Haman untuk menghadiri pesta yang lain. Apakah karena dia takut sehingga tidak bisa membuat keputusan? Apakah dia berpikir waktunya belum cukup matang, ingin membiarkan rasa percaya diri palsu Haman membengkak, menunggu dia tidak waspada barulah mengekspos wajah asli dia? Atau Ester masih tidak yakin apakah raja sungguh hati atau tidak atas janjinya itu, dan hendak melihat apakah raja setuju untuk menghadiri pesta lagi baru bisa memastikannya? Apakah ia tidak takut bahwa raja mungkin mengubah pikirannya jika ia menunda-nunda seperti ini?

Kita hanya bisa berspekulasi atas masalah diatas, tapi kita tidak tahu alasan sebenarnya. Strategi Ester menunda mungkin telah melalui doa tiga hari tiga malam izin, dan mendapatkan hikmat dari Allah, menunggu waktu dan kesempatan yang matang untuk menyatakan konspirasi Haman dan identitas Yahudi dirinya sendiri. (Hal pertama yang ia lakukan saat hendak mengambil langkah pertama adalah mengumpulkan orang Yahudi untuk berdoa bersama. Kiranya hal ini mengingatkan kita.)

Renungkan:
Yakobus mengingatkan kita: 「Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya」 (Yak. 1:5). Mohon Tuhan untuk memberikan kita hikmat, seperti Ester, mengucapkan perkataan yang sesuai pada waktu yang tepat.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 4:9-17 (2)

「Menjaga Tugas  – Bertindak Nyata」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 4:9-17 [ITB])
9 Lalu masuklah Hatah dan menyampaikan perkataan Mordekhai kepada Ester. 10 Akan tetapi Ester menyuruh Hatah memberitahukan kepada Mordekhai: 11 「Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati. Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup. Dan aku selama tiga puluh hari ini tidak dipanggil menghadap raja.」 12 Ketika disampaikan orang perkataan Ester itu kepada Mordekhai, 13 maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: 「Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi. 14 Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.」 15 Maka Ester menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Mordekhai: 16 「Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.」 17 Maka pergilah Mordekhai dan diperbuatnyalah tepat seperti yang dipesankan Ester kepadanya.

Hari ini kita meneruskan mempelajari ayat-ayat kemarin, tetapi kita akan berfokus pada dua ayat yang kita sudah sangat akrab dan sering dikutip, yaitu 「13 maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: 『Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi. 14 Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.』」 (Est. 4:13-14). Apa makna perkataan Mordekhai ini?

Terlebih dahulu, ia menunjukkan bahwa Ester tidak karena berada di istana maka ia akan mampu melanjutkan menyembunyikan identitasnya sebagai orang Yahudi. Secara sekilas, Mordekhai tampaknya sedang mengancam Ester, jika tidak menemui raja untuk mengajukan permohonan demi orang-orang Yahudi, dia akan mengungkap identitas Ester adalah orang Yahudi, maka Ester akan ikut mengalami nasib yang sama seperti orang Yahudi yang lain. Tapi bagaimana mungkin Mordekhai berbuat demikian? Dia hanya terus terang mengingatkan Ester, jika pergi menemui raja maka masih memiliki kesempatan, jika tidak pergi maka bahkan kesempatan saja tidak ada. Sebelumnya, Ester masih dapat menyembunyikan identitas, tetapi sekarang orang sebangsanya sendiri terancam, menghadapi bencana genosida, bagaimana dia bisa berdiam hanya menyelamatkan diri? Pilihan pertama yang harus ia lakukan adalah mengakui iman dan bangsanya, dan oleh karena itu mengungkapkan identitas dirinya adalah hal yang tak terelakkan, hanya cepat atau lambat saja.

Kedua, Mordekhai berpendapat bahkan jikalaupun orang-orang Yahudi ini tidak mendapat pertolongan melalui Ester, tetap akan 「timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain」 (Est. 4:14a). Apa maksud 「dari pihak lain?」 Tradisi para rabi Yahudi berpendapat ini adalah sebuah metafora untuk menyebutkan Allah secara tidak langsung, yang konsisten dengan cara penulisan kitab ini yang sengaja secara kabur untuk menyebutkan Tuhan, tetapi tidak ada dasar alkitabiah. Beberapa sarjana berpikir ini adalah sebuah pertanyaan retorik, jawaban yang diharapkan adalah 「negatif」, berarti bahwa selain Ester, tidak ada orang lain dapat membantu mereka, Mordekhai menggunakan pertanyaan retorik untuk menonjolkan fokusnya. Tetapi tidakkah ini membatasi pekerjaan Tuhan? Seluruh kitab Ester ini adalah tentang bagaimana Allah bekerja memakai / melalui manusia untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya. Oleh karena itu, Mordekhai adalah mengingatkan Ester bahwa jika dia tidak ingin melakukannya, Tuhan akan mencari orang lain untuk dipakai bekerja sama oleh Tuhan.

Akhirnya, Mordekhai berkata kepada Ester: 「Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.」 Maksud dia bahwa Tuhan telah menempatkan Ester di dalam istana Persia, adalah untuk momen spesial bersejarah ini, untuk melalui dirinya menyelamatkan orang-orang Yahudi yang segera mengalami bencana. Pengkhotbah berkata: 「Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya」 (Pkh. 3:1). Segala sesuatu di dunia memiliki waktu yang tepat untuk terjadi, dan tujuan tertentu. Bukan kebetulan bahwa kita dilahirkan dalam zaman ini, didikan dan pelatihan yang kita terima juga merupakan pengaturan dari hati Allah Sang Pejunan. Oleh karena itu, tanggung jawab kita adalah untuk memegang erat setiap kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Ester diingatkan untuk tidak berdiam tutup mulut, hendaknya menggunakan kedudukannya sebagai ratu, berani untuk mengatakan kebenaran bagi sesama bangsanya, bertindak melakukan hal-hal nyata. Edmund Burke (1729-1797) politikus Irlandia abad ke-18 beranggapan bahwa hal yang paling menakutkan dan tragis: 「satu-satunya syarat orang jahat mendapatkan kemenangan adalah orang baik melipat lengan berdiam diri tidak melakukan apa-apa.」 Mohon Tuhan membantu kita mengidentifikasikan identitas diri kita sendiri, menjaga posisi tugas yang diberikan kepada kita, dengan berani menyuarakan apa yang sepatutnya dikatakan dan berbuat apa yang harus kita lakukan.

Renungkan:
Pikirkan tentang posisi tugas Anda berdiri di sekarang, apakah ada yang membutuhkan Anda untuk suarakan bagi Tuhan, atau membuat permohonan bagi orang lain? Apakah Anda berani menyuarakan apa yang harus dikatakan dan melaksanakan apa yang harus dilakukan?


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 4:9-17

「Mengenal Ulang Ester」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 4:9-17 [ITB])
9 Lalu masuklah Hatah dan menyampaikan perkataan Mordekhai kepada Ester. 10 Akan tetapi Ester menyuruh Hatah memberitahukan kepada Mordekhai: 11 「Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati. Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup. Dan aku selama tiga puluh hari ini tidak dipanggil menghadap raja.」 12 Ketika disampaikan orang perkataan Ester itu kepada Mordekhai, 13 maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: 「Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi. 14 Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.」 15 Maka Ester menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Mordekhai: 16 「Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.」 17 Maka pergilah Mordekhai dan diperbuatnyalah tepat seperti yang dipesankan Ester kepadanya.

Mordekhai meminta Ester untuk menemui raja, meminta pertolongan bagi orang Yahudi di hadapan raja. Menurut aturan kerajaan Persia, ada pembatasan untuk menemui raja, karena raja sebagai kepala negara, harus benar-benar dilindungi, berjaga-jaga atas pembunuhan, tetapi juga untuk mencegah urusan sepele dibawa masuk ke istana. Oleh karena itu terdapat aturan yakni harus melalui sida-sida mengajukan permohonan menemui raja, dan kemudian sabar menunggu jawaban. Dalam istana Ahasyweros, hanya 7 teman-teman raja yang boleh berhadapan dengan raja, bahkan ratu dan selir juga tidak punya hak untuk mendekati raja Persia tanpa izin.

Sejak Ester masuk ke dalam istana sebagai ratu, dan sampai sekarang setidaknya juga sudah 4 tahun empat bulan (dibandingkan dengan Est. 2:6 yakni tahun ke-7 bulan ke-10 Oktober pemerintahan Ahasyweros, dengan Est. 3:7 tahun 11 bulan ke-1 pemerintahan raja Ahasyweros). Sudah 30 hari Ester tidak dipanggil bertemu oleh raja (Est. 4:11). Raja mungkin sibuk dengan keadaan, tidak ada waktu luang untuk menikmati kesenangan, mungkin Ester telah tidak begitu disukai lagi oleh raja, secara bertahap diabaikan. Apapun alasannya, itu cukup berisiko tinggi untuk tanpa izin datang ke istana menemui raja temperamental ini. Tidak heran Ester berjuang untuk tidak melakukannya. Namun, apa yang ditunjukkan oleh Ester dan bagaimana ia menanggapi krisis ini membuat mata orang terbuka melihat sesuatu yang berbeda.

Sebelumnya, Ester memberi kesan seorang wanita lemah lembut yang pasif (Est. 2:10, 15), ia bersujud penuh hormat, menaati Mordekhai, menaati nasihat Hegai, patuh kepada raja, ia berbeda dengan Wasti; namun sekarang perannya terbalik, kini ia mulai memimpin situasi. Sebelumnya ia mendengarkan nasihat Mordekhai, sekarang ganti Mordekhai melakukan sesuai apa yang ia katakan, untuk menghubungi orang Yahudi agar berpuasa 3 hari 3 malam bagi Ester yang akan mengambil resiko mati demi menemui raja (Est. 4:16). Sekarang Ester memimpin dan aktif membuat perencanaan; ia mengambil peran kepemimpinan, 「pergilah Mordekhai dan diperbuatnyalah tepat seperti yang dipesankan Ester kepadanya」 (Est. 4:17). Pembalikan peran ini diperpanjang hingga pasal 8, barulah peran Mordekhai lebih mencolok.

Ester dengan rendah hati menerima misi yang dalam pandangan manusia tampaknya sulit untuk dicapai; ia tahu bahwa tak satu pun bisa menanggung tugas ini seorang diri, maka meminta Mordekhai memanggil semua orang Yahudi untuk bergabung dengannya dalam puasa (Est. 4:16c). Meskipun tidak jelas disebutkan ini adalah doa puasa, tetapi menurut tradisi Yahudi, berpuasa dan doa sering dikaitkan bersama-sama, jadi kita memiliki alasan untuk percaya bahwa Ester memanggil orang-orang Yahudi untuk berdoa dan mencari TUHAN mereka percaya. Tidak disebutkan adanya doa di sini adalah jelas sehubungan gaya penulis kitab Ester, yang selalu memakai cara yang tidak langsung dan tersembunyi dalam menjelaskan relasi intim dengan Allah.

Ester awalnya memberi pembaca kesan orang yang ragu-ragu, wanita pengecut yang pemalu, pada kenyataannya, dia tidak demikian. Dia pertama kali mencari tahu lebih banyak tentang bukti yang dikemukakan oleh Mordekhai sebelum membuat respons yang tepat; dia terlebih dahulu berusaha memahami situasi sebelum membuat keputusan, kemudian melangkah maju dalam iman menapak jalan yang mungkin bisa menghilangkan nyawanya. Penyerahan diri yang dilakukan dalam keputusan yang sudah dipertimbangkan dengan matang, sudah dihitung harga yang harus dibayar. Tindakannya bukanlah asal berani tanpa otak, tetapi berpikir dengan hati-hati sebelum bertindak; apa yang ia tunjukkan sangat mengesankan, kita harus memeriksa kembali penilaian akhir atas dirinya!

Renungkan:
Mari kita berpikir perkataan Rasul Paulus: 「Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian」 (2 Kor. 5:16). Kiranya kita sering diperbaharui oleh Roh Kudus dan melihat kembali penilaian kita atas hal-hal dari manusia dan dunia.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 4:1-8

「Percakapan Tulus dari Dua Orang」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 4:1-8 [ITB])
1 Setelah Mordekhai mengetahui segala yang terjadi itu, ia mengoyakkan pakaiannya, lalu memakai kain kabung dan abu, kemudian keluar berjalan di tengah-tengah kota, sambil melolong-lolong dengan nyaring dan pedih. 2 Dengan demikian datanglah ia sampai ke depan pintu gerbang istana raja, karena seorangpun tidak boleh masuk pintu gerbang istana raja dengan berpakaian kain kabung. 3 Di tiap-tiap daerah, ke mana titah dan undang-undang raja telah sampai, ada perkabungan yang besar di antara orang Yahudi disertai puasa dan ratap tangis; oleh banyak orang dibentangkan kain kabung dengan abu sebagai lapik tidurnya. 4 Ketika dayang-dayang dan sida-sida Ester memberitahukan hal itu kepadanya, maka sangatlah risau hati sang ratu, lalu dikirimkannyalah pakaian, supaya dipakaikan kepada Mordekhai dan supaya ditanggalkan kain kabungnya dari padanya, tetapi tidak diterimanya. 5 Maka Ester memanggil Hatah, salah seorang sida-sida raja yang ditetapkan baginda melayani dia, lalu memberi perintah kepadanya menanyakan Mordekhai untuk mengetahui apa artinya dan apa sebabnya hal itu. 6 Lalu keluarlah Hatah mendapatkan Mordekhai di lapangan kota yang di depan pintu gerbang istana raja, 7 dan Mordekhai menceritakan kepadanya segala yang dialaminya, serta berapa banyaknya perak yang dijanjikan oleh Haman akan ditimbang untuk perbendaharaan raja sebagai harga pembinasaan orang Yahudi. 8 Juga salinan surat undang-undang, yang dikeluarkan di Susan untuk memunahkan mereka itu, diserahkannya kepada Hatah, supaya diperlihatkan dan diberitahukan kepada Ester. Lagipula Hatah disuruh menyampaikan pesan kepada Ester, supaya pergi menghadap raja untuk memohon karunianya dan untuk membela bangsanya di hadapan baginda.

Begitu keputusan raja diumumkan, orang Yahudi yang berada di Puri Susan menjadi panik; terdapat perbedaan besar antara suasana yang relatif tenang stabil dalam istana dibandingkan kepanikan dan kebingungan di luar istana. Dua kontras yang kuat ini diperpanjang ke atas diri dua orang, Ester di istana dan Mordekhai di luar istana. Peristiwa dalam pasal 4 berkisar pada dialog antara Ester dan Mordekhai.

Ester menjalani kehidupan yang relatif tenang di dalam istana, sedikit mengetahui keadaan lingkungan luar istana. Namun, ia juga memiliki beberapa pelayan dan sida-sida yang dekat sebagai mata dan telinga. Dari mulut sida-sida, dia mendapat tahu bahwa paman dia Mordekhai 「mengoyakkan pakaiannya, lalu memakai kain kabung dan abu, kemudian keluar berjalan di tengah-tengah kota, sambil melolong-lolong dengan nyaring dan pedih」 (Est. 4:1b), maka di dalam hati tahu bahwa ada sesuatu yang tidak baik, pasti ada hal serius yang akan terjadi atau bahkan telah terjadi. Manifestasi kesedihan yang luar biasa ini tidak asing bagi Puri Susan dan orang Yahudi, karena mereka mengoyakkan juga pakaian dan meratap sedih memanggil langit serta bumi sebagai ekspresi kesedihan yang luar biasa ketika mendengar bahwa tentara Persia dikalahkan oleh Yunani di Salamis. Ketika Ester mengetahui apa yang dilakukan Mordekhai, maka ia 「sangatlah risau hati sang ratu.」 Pada waktu itu Ester belum seberapa seriusnya situasi, karena dia belum tahu perintah yang dikeluarkan raja, jadi tanggapannya yang paling alami adalah meminta sida-sida untuk mengirim pakaian kepada Mordekhai supaya ditanggalkan kain kabungnya, karena orang yang memakai supaya ditanggalkan pakaian berkabung tidak mungkin diijinkan mendekati gerbang istana, apalagi bicara soal masuk untuk bertemu ratu.

Ketika Ester tahu bahwa Mordekhai menolak menerima pakaian, dia pasti merasa bahwa keadaan tidak sesederhana seperti yang dibayangkan. Seseorang tidak tidur dan tidak makan, diam tidak berbicara, tidak tertawa tidak gembira, lebih lagi tidak mau dihibur, pasti jatuh dalam situasi kesedihan yang ekstrim. Ester kemudian mengutus Hatah sida-sida terpercaya untuk langsung bertanya keadaan yang sebenarnya kepada Mordekhai. Mordekhai kemudian secara lengkap menceritakan konspirasi Haman untuk memusnahkan orang Yahudi serta keputusan sembrono dan tidak bertanggung jawab yang dibuat raja (Est. 4:7). Mordekhai menunjukkan dekrit raja kepada Ester, dan melalui Hatah menyampaikan laporan rinci tentang kronologi asal mula titah genosida dan hubungan dirinya dengan Haman di masa lalu, yang mengakibatkan timbulnya bencana yang tidak proporsional ini (Lihat Est. 4:8a). Mordekhai mengetahui secara mendalam bahwa hanya Ester saja yang dapat membantu orang-orang Yahudi dari ancaman genosida ini, jadi dia menyampaikan pesan melalui Hatah, meminta dia 「supaya pergi menghadap raja untuk memohon karunianya dan untuk membela bangsanya di hadapan baginda」 (Est. 4:8b).

Tindakan pernyataan kesedihan Mordekhai dan dialog dengan Ester telah menonjolkan keseriusan dan urgensi dari situasi. Mungkin pembaca mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab atas bencana ini? Apakah Mordekhai harus bertanggung jawab atas bencana ini? Jika dahulu ia tidak membuat Haman gusar, maka momok ini tidak akan terjadi? Ataukah bencana ini pasti akan terjadi, dan Mordekhai hanya merupakan katalis tersulutnya suasana bermusuhan terhadap orang Yahudi? Ini adalah pertanyaan yang sangat kompleks, tetapi penulis kitab diam tentang masalah ini, tidak menyalahkan Mordekhai. Singkatnya, penulis kitab hanya menjelaskan seluk beluk terjadinya masalah, dan tidak membuat penilaian apapun bahwa siapa yang bertanggung jawab atas bencana tersebut. Pembaca tidak boleh menafsirkannya secara keterlaluan, melakukan deduktif terlalu jauh, perlu memiliki hati yang penuh kesabaran, belajar untuk menerima pertanyaan tidak yang ada jawaban.

Renungkan:
Setiap hal yang terjadi pasti memiliki penyebab dan konsekuensi, juga melibatkan orang dan serangkaian urusan. Mereka yang terlibat harus memeriksa diri mereka sendiri dan bertanggung jawab dengan benar, tapi tidak harus disalahkan secara berlebihan sehingga menjadi momok bagi mereka.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 3:12-15

「Zaman yang Absurd Tiada Tanding」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 3:12-15 [ITB])
12 Maka dalam bulan yang pertama pada hari yang ketiga belas dipanggillah para panitera raja, lalu, sesuai dengan segala yang diperintahkan Haman, ditulislah surat kepada wakil-wakil raja, kepada setiap bupati yang menguasai daerah dan kepada setiap pembesar bangsa, yakni kepada tiap-tiap daerah menurut tulisannya dan kepada tiap-tiap bangsa menurut bahasanya; surat itu ditulis atas nama raja Ahasyweros dan dimeterai dengan cincin meterai raja. 13 Surat-surat itu dikirimkan dengan perantaraan pesuruh-pesuruh cepat ke segala daerah kerajaan, supaya dipunahkan, dibunuh dan dibinasakan semua orang Yahudi dari pada yang muda sampai kepada yang tua, bahkan anak-anak dan perempuan-perempuan, pada satu hari juga, pada tanggal tiga belas bulan yang kedua belas–yakni bulan Adar–,dan supaya dirampas harta milik mereka. 14 Salinan surat itu harus diundangkan di dalam tiap-tiap daerah, lalu diumumkan kepada segala bangsa, supaya mereka bersiap-siap untuk hari itu. 15 Maka dengan tergesa-gesa berangkatlah pesuruh-pesuruh cepat itu, atas titah raja, dan undang-undang itu dikeluarkan di dalam benteng Susan. Sementara itu raja serta Haman duduk minum-minum, tetapi kota Susan menjadi gempar.

Setelah Haman menerima persetujuan raja, maka tanpa basa-basi segera memanggil semua sekretaris raja, menurut keinginannya sendiri ditulislah surat kepada wakil-wakil raja, memakai berbagai macam huruf tulisan daerah dan menurut bahasa tiap-tiap bangsa, ditambah meterai dengan cincin meterai raja sebagai verifikasi, melalui jaringan komunikasi milik kerajaan Persia, tanpa istirahat dikirimkan kepada setiap bupati yang menguasai daerah dan kepada setiap pembesar bangsa, yakni kepada tiap-tiap daerah.

Ada dua hal yang berharga diperhatikan dari konspirasi membasmi bangsa Yahudi yang berskala nasional ini.

Pertama, konspirasi genosida bersifat nasional ini diturunkan pada tanggal 13 bulan pertama (Est. 3:12a). Babilon dan Persia memandang tanggal 13 sebagai hari sial; ini mungkin alasan mengapa Haman begitu mendesak penetapan perintah pemusnahan orang Yahudi pada hari sial ini. Ironinya, hari ke 14 bulan 1 adalah awal dari hari Paskah Yahudi (Kel. 12:6; Im. 23:5). Paskah adalah hari peringatan tentang Tuhan menyelamatkan Israel keluar dari hari-hari perbudakan di Mesir. Apakah ini adalah berita putus asa atau berita pengharapan ketika orang-orang Yahudi ini menerima berita pembunuhan besar-besaran secara berencana terhadap diri bangsa mereka pada malam sebelum Paskah Yahudi? Penulis kitab menekankan tanggal diumumkannya perintah tersebut adalah hendak memberikan keyakinan kepada pembaca bahwa putus asa dan harapan adalah dua sisi dari satu koin, semua tergantung pada sudut pandang pembaca.

Kedua, penulis kitab sengaja di akhir pasal ini, meninggalkan sebuah gambar dengan kontras yang kuat kepada pembaca, raja serta Haman duduk minum-minum, tetapi kota Susan menjadi gempar (Est. 3:15b), perbandingan dengan kontras yang sedemikian kuat! Raja Ahasyweros yang berkuasa memandang nyawa manusia seperti rumput, merasa hebat dengan penuh kepuasan atas keputusannya sehingga berpesta anggur sebagai lagu kemenangan; Haman yang mendapat pemanjaan dari raja juga tak terkendali, bergembira atas untuk keberhasilan konspirasi dirinya. Orang-orang yang tidak berdaya, yang tidak memiliki kuasa, semua terperangkap dalam takut, dan seluruh kota yang dihantui oleh rasa takut dan panik. Bukankah para pemegang kuasa seharusnya melayani orang? Apa yang sekarang terlihat adalah orang-orang kuat bertindak jahat, demi keinginan sendiri, demi memperkokoh kekuatan pribadi, tidak peduli hidup atau matinya orang banyak. Sangat sesuai digambarkan dengan pepatah 『orang kaya berkelimpahan anggur dan daging sampai membusuk, namun di jalanan ada yang mati kelaparan menjadi tulang membeku』.

Gambaran yang sangat kontras ini sering terjadi dalam sejarah manusia, dan membingungkan umat Tuhan. Mazmur 73 menceritakan bagaimana umat Tuhan melihat orang fasik berhasil berbuat jahat, menganiaya dan membunuh orang yang tidak bersalah, dan orang jahat hidup sampai usia tua, meninggal di ranjang tanpa kesakitan, dan tidak mendapatkan hukuman yang layak dalam hidup mereka. Pemazmur melihat fenomena ini dan merasa bahwa dia hidup bersih adalah sia-sia, dan hampir tergelincir kehilangan iman kepada Tuhan, bahkan mau melepaskan iman. Untungnya, penyair akhirnya menemukan jalan keluar, yakni mengubah sudut pandang dari segala sesuatu. Jauh di dalam hatinya dia memasuki tempat kudus mendekat kepada Tuhan, mengetahui bahwa Allah masih merupakan Tuhan yang adil benar; ia melihat orang jahat dari sudut pandang kekekalan dan mengetahui bahwa mereka pada akhirnya akan dihukum. Sejarah membuktikan bahwa Ahasyweros dan Haman akhirnya mendapatkan pembalasan yang layak bagi mereka.

(Hari ini Anda berada di posisi mana? Pemegang kuasa atau yang ditindas? Bagaimanakah sepatutnya kita memandang diri?)

Renungkan:
Mohon Tuhan membantu kita untuk melihat hal-hal absurd ketidakadilan yang terjadi di dunia, kita masih memegang iman dalam Tuhan Yesus, percaya bahwa Ia adalah Tuhan yang membalas kejahatan dan menghargai kebaikan. Mari kita dari sudut yang lain, yaitu dari sudut pandang Tuhan dan perspektif kekekalan memandang ketidakadilan di dunia. Secara mendalam percaya bahwa orang-orang jahat pada akhirnya akan mendapatkan pembalasan yang mereka layak terima.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 3:7-11

「Segala Hal ada dalam Ketentuan Allah」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 3:7-11 [ITB])
7 Dalam bulan pertama, yakni bulan Nisan, dalam tahun yang kedua belas zaman raja Ahasyweros, orang membuang pur — yakni undi — di depan Haman, hari demi hari dan bulan demi bulan sampai jatuh pada bulan yang kedua belas, yakni bulan Adar. 8 Maka sembah Haman kepada raja Ahasyweros: 「Ada suatu bangsa yang hidup tercerai-berai dan terasing di antara bangsa-bangsa di dalam seluruh daerah kerajaan tuanku, dan hukum mereka berlainan dengan hukum segala bangsa, dan hukum raja tidak dilakukan mereka, sehingga tidak patut bagi raja membiarkan mereka leluasa. 9 Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan surat titah untuk membinasakan mereka; maka hamba akan menimbang perak sepuluh ribu talenta dan menyerahkannya kepada tangan para pejabat yang bersangkutan, supaya mereka memasukkannya ke dalam perbendaharaan raja.」 10 Maka raja mencabut cincin meterainya dari jarinya, lalu diserahkannya kepada Haman bin Hamedata, orang Agag, seteru orang Yahudi itu, 11 kemudian titah raja kepada Haman: 「Perak itu terserah kepadamu, juga bangsa itu untuk kauperlakukan seperti yang kaupandang baik.」

Hati Haman penuh dendam kepada Mordekhai yang tidak mau berlutut dan sujud kepada dirinya, hendak menyingkirkan duri dalam mata ini. Maka sebelum ia memberitahu raja, telah membuang pur yakni undi, untuk memilih hari baik, untuk membunuh Mordekhai dan semua orang Yahudi. Ada beberapa aspek dari konspirasi Haman yang pantas diperhatikan.

Pertama-tama, ia mengeskalasi perseteruan pribadi dengan Mordekhai menjadi kepada seluruh bangsa Yahudi, dan hukuman yang sangat tidak proporsional. Konspirasi pembunuhan ini menjadi tidak ada bedanya dengan pembersihan dan pembantaian etnis. Kedua, ia menggunakan cara setengah kebenaran dan setengah kebohongan untuk memanipulasi raja Ahasyweros agar mendukung konspirasinya; pertama-tama ia menghindari menyebutkan bahwa kelompok ini adalah orang-orang Yahudi diaspora dan kelompok etnis yang spesial berbeda dengan etnis lain, hanya menyebutkan bahwa aturan suku ini berbeda dari orang-orang Persia, dan tidak menaati hukum yang dibuat raja. Ini adalah hanya setengah kebenaran, memang kitab Taurat Yahudi berbeda dari kerajaan Persia, tetapi hal tersebut adalah dalam ranah keagamaan; setengah lainnya adalah dusta, Taurat Musa tidak pernah meminta siapa pun untuk melanggar hukum negara. Akhirnya, Haman menggunakan jurus andalan terakhir untuk memikat Ahasyweros membuat keputusan yang memungkinkan dia untuk membunuh seluruh bangsa. Usulannya adalah sangat menggoda, ia akan menimbang perak sepuluh ribu talenta dan menyerahkannya kepada tangan para pejabat yang bersangkutan, supaya mereka memasukkannya ke dalam perbendaharaan raja, sekitar 340 ton perak murni, sebesar pemasukan pajak setengah tahun dari seluruh kerajaan Persia. Dari mana Haman mendapatkan sejumlah besar uang? Ini mungkin dari wol yang tumbuh di tubuh domba, sebagian uang ini di rampas dari orang Yahudi yang dibunuh (lihat Est. 3:13). Ahasyweros setelah perang Persia dan Yunani pulang dengan tangan kosong, perbendaharaannya kosong, saran Haman ini memang sangat menarik.

Ahasyweros tanpa banyak tanya bangsa apa yang hendak dibunuh, dengan enteng menyetujui Haman. Hal ini tidak mengherankan, karena dia memang serakah, rentan terhadap pengaruh para pembesar, hal ini terbukti dalam peristiwa penghapusan kedudukan ratu Wasti (Est. 1:16-22) dan pemilihan ratu baru (Est. 2:2-4). Bagaimana bisa nasib mati hidupnya rakyat jelata ada dalam perhatian mata seorang tirani? Apalagi hatinya benar-benar tergoda pada suap besar Haman (Est. 3:11), dan bahkan tidak bertanya dari mana asal uang itu. Berkatalah raja kepada Haman, 『Perak itu terserah kepadamu, juga bangsa itu untuk kauperlakukan seperti yang kaupandang baik』 (Est. 3:11a) Kalimat ini, pada permukaan luar terlihat sepertinya raja menolak suap dari Haman ini, pada kenyataannya secara halus dan licin telah menerima usulan Haman. Ini bisa diketahui dari perkataan Ester di kemudian bahwa bangsanya sudah terjual (Est. 7:4), dan dipastikan dari tradisi oriental yang bersifat eufemisme (lihat Kej. 23 pembelian Abraham dari Efron, orang Het. Kej. 23:15-16). Penyalahgunaan kekuasaan memang mengerikan, dan ini memang penggambaran terbaik dari frasa 「Kekuasaan memiliki kecenderungan untuk membusuk, kekuasaan absolut mutlak korup.」

Siasat Haman dan keputusan raja yang tidak bertanggung jawab telah mendirikan gambaran penuh horor. Tetapi siapakah penguasa tertinggi nasib orang-orang? Penulis kitab, meskipun tidak secara langsung merujuk kepada TUHAN Allah Yehovah, tetapi secara tidak langsung telah menyatakan bahwa segala sesuatu ada di dalam tangan kuasa-Nya. Haman pada bulan 1 membuang undi, Allah memakai kepercayaan takhayul dirinya, membiarkan dia mendapatkan undi hari baik di bulan 12, artinya ada waktu 11 bulan lagi baru dilaksanakan rencana dirinya. Periode waktu ini sudah cukup memungkinkan Ester untuk mengubah pikiran raja. Karena Alkitab mengatakan 「Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN」 (Amsal 16:33).
(Apakah anda termasuk golongan yang mana? Apakah golongan pemegang kuasa besar dan dapat bertindak seperti Ahasyweros atau Haman? Tidak peduli anda termasuk golongan manapun, ingatlah bahwa Dia Allah Pemegang Kuasa yang tertinggi, sering bertindak dalam kebisuan, untuk memberikan kita kesempatan introspeksi diri. Haman diberi waktu 11 bulan.)

Renungkan:
Ketika hal kemalangan datang kepada Anda, apakah Anda percaya bahwa Allah Yehovah masih memegang kendali dari segala sesuatu dan akan mengubah segala bencana menjadi kesempatan? Bahkan jika sebaliknya, apakah Anda percaya Dia juga memberikan Anda cukup kekuatan untuk menghadapi?


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 3:1-6

「Mordekhai Tidak Berlutut Tidak Sujud」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 3:1-6 [ITB])
1 Sesudah peristiwa-peristiwa ini maka Haman bin Hamedata, orang Agag, dikaruniailah kebesaran oleh raja Ahasyweros, dan pangkatnya dinaikkan serta kedudukannya ditetapkan di atas semua pembesar yang ada di hadapan baginda. 2 Dan semua pegawai raja yang di pintu gerbang istana raja berlutut dan sujud kepada Haman, sebab demikianlah diperintahkan raja tentang dia, tetapi Mordekhai tidak berlutut dan tidak sujud. 3 Maka para pegawai raja yang di pintu gerbang istana raja berkata kepada Mordekhai: 「Mengapa engkau melanggar perintah raja?」 4 Setelah mereka menegor dia berhari-hari dengan tidak didengarkannya juga, maka hal itu diberitahukan merekalah kepada Haman untuk melihat, apakah sikap Mordekhai itu dapat tetap, sebab ia telah menceritakan kepada mereka, bahwa ia orang Yahudi. 5 Ketika Haman melihat, bahwa Mordekhai tidak berlutut dan sujud kepadanya, maka sangat panaslah hati Haman, 6 tetapi ia menganggap dirinya terlalu hina untuk membunuh hanya Mordekhai saja, karena orang telah memberitahukan kepadanya kebangsaan Mordekhai itu. Jadi Haman mencari ikhtiar memunahkan semua orang Yahudi, yakni bangsa Mordekhai itu, di seluruh kerajaan Ahasyweros.

Penulis kitab dalam pasal pertama dan kedua telah memperkenalkan Ahasyweros, Mordekhai dan Ester, maka pada pasal ketiga memperkenalkan tokoh karakter penentang, ketegangan menjadi meningkat. Mordekhai adalah orang yang telah menyelamatkan raja Ahasyweros dari rencana pembunuhan, seharusnya dia yang dipromosikan jabatannya oleh raja. Namun, di luar dugaan, justru orang lain bernama Haman yang dipromosikan; Haman mendapat promosi dan kesetiaan Mordekhai tidak dihargai, merupakan situasi pembalikan yang tak terduga. Mengapa Haman dipromosikan dan memenangkan kehormatan bahwa ia satu orang ditinggikan di atas puluhan ribu orang, mendapat kemuliaan yang sangat spesial, penulis kitab tidak memberikan penjelasan tentang hal ini.

Haman dipromosikan semestinya bukan terjadi segera sesudah peristiwa Ahasyweros terhindarkan dari plot pembunuhan, tapi hampir lima tahun setelah peristiwa itu, karena Ester dipanggil masuk dalam istana adalah pada bulan 10 tahun ke-7 pemerintahan Ahasyweros (Est. 2:16), sampai saat Haman hendak melakukan pembunuhan terhadap orang-orang Yahudi yakni bulan ke-1 tahun ke-12 pemerintahan Ahasyweros. Haman adalah anak Hamedata orang Agag, penulis Kitab mengunakan dua kata Ibrani, Haman (Haman) dan amarah besar (hemah) untuk memperkenalkan dia, dan tampaknya menyiratkan bahwa Haman adalah seorang emosional, pemarah. Pembaca dapat menduga bahwa konflik dirinya dengan Mordekhai akan makin lama makin memuncak.

Tidak hanya perihal Haman dipromosikan sulit untuk dimengerti, tetapi juga raja memerintahkan orang-orang untuk berlutut dan sujud kepada Haman, lebih membingungkan. Adalah hal yang sangat wajar bahwa orang-orang Persia sujud memberi hormat kepada pejabat tinggi, perintah raja tampaknya sedikit berlebihan. Namun, Ahasyweros memang adalah raja Persia yang terbiasa suka memberlakukan perintah yang tidak bermakna (Lihat Est. 1:8, 22). Raja secara khusus memberikan perintah ini mungkin saja karena Haman selama ini memang tidak berharga dihormati oleh orang lain.

Semua berlutut dan sujud kepada Haman, hanya Mordekhai tidak berlutut tidak sujud; ketegaran Mordekhai membuat harga diri Haman terluka dan menjadi sumbu pemicu konflik antara mereka berdua. Mengapa Mordekhai tidak berlutut dan sujud kepada Haman? Penulis Kitab tidak menunjukkan dengan jelas apa alasannya, ada anggapan bahwa sifat Mordekhai sombong, berpikiran sempit, karena tidak dipromosikan maka menghasilkan hati yang kepahitan dan melawan, tetapi ini tampaknya tidak cocok dengan kepribadian Mordekhai yang digambarkan dalam keseluruhan kitab Ester; ia digambarkan sebagai orang yang berhati-hati dalam bertindak, tidak gembar-gembor, dan bukan orang yang mencari reputasi. Tradisi Yahudi menunjukkan bahwa di bagian dada pakaian Haman atau lengan baju dihiasi dengan berhala, sehingga Mordekhai menolak untuk sujud kepadanya. Tetapi ini murni spekulasi, dan tidak ada cukup bukti untuk mendukung itu. Lebih banyak orang berpikir bahwa Mordekhai didasarkan pada alasan agama, seperti Daniel dalam Babel, tidak bersedia untuk menyembah Darius sebagai Tuhan (lihat Dan. 6:1-10). Namun, sujud menyembah kepada atasan hanya merupakan adat dan etika istana, dan tidak memiliki makna keagamaan apapun. Dan di dalam Perjanjian lama, memberikan penghormatan kepada raja atau pejabat bangsa lain tidak pernah menjadi masalah (lihat Kej. 42; Est. 8:3). Oleh karena itu, alasan paling mungkin bahwa Mordekhai tidak berlutut sujud terhadap Haman adalah masalah kebangsaan, tidak bersifat agama.

Ketika penulis kitab memperkenalkan Haman, menunjukkan Haman adalah anak Hamedata orang Agag (Est. 3:1b). Jika kita tidak lupa, harus ingat saat Mordekhai tampil, penulis kitab sengaja menunjukkan bahwa dia adalah orang Yahudi suku Benyamin (lihat Est. 2:5). Sejarah konflik dua leluhur ditarik kembali ke bentrok antara Saul keturunan suku Benyamin dengan Amalek (1 Sam. 15). Haman belum tentu merupakan keturunan orang Agag, namun sebutan ini telah menyoroti kontradiksi dan konflik antara mereka berdua. Mordekhai tidak berlutut tidak sujud menyembah Haman adalah mencerminkan relasi antara orang Yahudi dan suku Amalek yang penuh konflik dan kebencian.

Renungkan:
Ada banyak alasan di bawah kulit dari sebuah tindakan, sebagai penulis kitab tidak jelas menunjukkan alasan mengapa Mordekhai tidak berlutut dan tidak sujud kepada Haman, kita hanya dapat mengeksplorasi dari petunjuk yang ada.

Mari kita tidak terburu-buru untuk mengambil kesimpulan atas masalah yang terjadi atau atas diri orang, supaya jangan salah paham atas motif orang lain lalu menimbulkan pengaruh yang jauh.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.