「Hukum yang Berefek Terbalik」
Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)
(Est. 1:21-22 [ITB])
21 Usul itu dipandang baik oleh raja serta para pembesar, jadi bertindaklah raja sesuai dengan usul Memukan itu. 22 Dikirimkanlah oleh baginda surat-surat ke segenap daerah kerajaan, tiap-tiap daerah menurut tulisannya dan tiap-tiap bangsa menurut bahasanya, bunyinya: 「Setiap laki-laki harus menjadi kepala dalam rumah tangganya dan berbicara menurut bahasa bangsanya.」
Pasal pertama diakhiri dengan gambaran bagaimana Ahasyweros bergegas sebelum kantor pos tutup, mengutus petugas untuk mengirim surat. Raja menerima usulan Memukan, membuat situasi memalukan yang bersifat pribadi menjadi umum seluruh negeri, memerintahkan setiap laki-laki di seluruh negeri melakukan apa yang bahkan ia sendiri tidak mampu lakukan di istana, itu adalah 「Setiap laki-laki harus menjadi kepala dalam rumah tangganya」 (Est. 1:22b). Dekret raja disebarkan melalui sistem ekspedisi kilat kekaisaran Persia ke seluruh negara, melalui kurir berkuda, dikirim dari ibukota, mencapai satu stasiun ke stasiun lain, tidak ada kendala tempat yang terlalu jauh, dengan kecepatan yang menakjubkan berita telah sampai di setiap tempat dalam negara.
Penulis kitab Ester sangat menekankan bahwa dekret raja 「ditulis menurut huruf tulisan masing-masing provinsi,」 「dalam berbagai bahasa daerah」 dan 「dialek lokal」 (Est. 1:22a) untuk diinformasikan kepada semua orang dari semua bangsa di negara. Cara ini jelas bertujuan agar dekret diketahui dan dipatuhi di seluruh negeri tanpa ada kecuali. Kerajaan Persia adalah wilayah yang luas, terdiri dari berbagai dialek-dialek yang berbeda dari kelompok-kelompok etnis, dan kerajaan Persia sebagian besar inskripsi (kata-kata yang diukirkan pada batu / monumen) dalam tiga bahasa yang sejajar: yaitu bahasa Persia kuno, Elamite, dan Babilon atau Aramaik. Orang-orang yang hidup di negara asing jika tidak memahami atau menggunakan bahasa lokal dalam kehidupan sosial mereka pasti akan mendapatkan cukup banyak diskriminasi, ejekan dan penolakan. Orang-orang di rumah sendiri dapat menggunakan bahasa kampung halaman mereka sendiri untuk berkomunikasi, tetapi dalam kehidupan sosial sulit untuk menghindari bahasa yang populer atau umum. Pernikahan campur itu tidak jarang pada saat itu, tidak terkecuali orang Yahudi yang jauh dari Palestina tanah air mereka. Hal yang cukup membuat sakit kepala untuk memilih dialek / bahasa yang digunakan bagi keluarga pernikahan campur antar suku bangsa.
Oleh karena itu, dialek yang dipilih oleh setiap orang memiliki makna sosial dan politik, karena bahasa adalah alat politik memerintah sebuah negara dan alat para politikus. Bagian terakhir dari ayat 22 agak tidak jelas, walaupun Perjanjian Lama versi bahasa Yunani Septuaginta (LXX) dan terjemahan bahasa Inggris NRSV tidak menerjemahkan kata-kata 「berbicara menurut bahasa bangsanya」 (Est. 1:22c). Lebih banyak sarjana percaya bahwa arti dari kalimat ini berarti bahwa setiap keluarga harus menggunakan aksen bahasa kampung halaman suami untuk berbicara dengan istri mereka, untuk menunjukkan otoritas wibawa laki-laki sebagai kepala rumah tangga. Dengan cara ini, penulis kitab Ester hendak mengekspresikan bahwa para suaminya punya 「wibawa berbicara otoritatif」 (lihat terjemahan Chinese New Version, memberikan pemahaman makna yang lebih kaya), dan bahkan di rumah 「dapat memberikan perintah sesuka kemauan」 (lihat terjemahan Chinese SBV)
Suatu perintah yang merupakan pemaksaan dengan kekuatan otoriter, atau bahkan merupakan sebuah hal 「mengunakan batu besar membunuh kepiting」 (penindasan dengan kuasa kekuatan) untuk mendirikan harkat dan martabat suami di rumah dan memerintahkan para istri untuk taat kepada suaminya, apakah itu dapat mencapai efek yang diinginkan? Mungkin dalam masyarakat feodal masa lalu dapat mencapai pengaruh sementara yang dangkal di permukaan, tetapi pastinya tidak meningkatkan relasi dalam perkawinan dan suasana harmonis dalam negara. Penambahan hukum yang tidak masuk akal tersebut, hanya akan mendapatkan respon 「tunduk di mulut, memberontak di hati,」 menanamkan benih sungut dan perlawanan dalam hati rakyat perempuan, dapat menjadi salah satu faktor penyebab kehancuran negara.
Renungkan:
Pikirkan tentang masyarakat atau negara di mana Anda berada, apakah baru-baru ini ada aturan yang ingin membetulkan suatu hal secara berlebihan? Apakah ini bisa mempromosikan keharmonisan dan persatuan sosial, atau akan itu membuat masyarakat lebih konfrontatif dan tercabik? Kemudian masuk ke ranah sedikit lebih pribadi, apakah Anda pernah ingin menggunakan beberapa ide yang bersifat pemaksaan untuk membangun otoritas Anda dalam keluarga? Renungkan apakah efeknya akan baik atau buruk?
Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)
Daftar renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (silahkan klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Untuk Kalangan Sendiri.