「TUHAN Menang atas Musuh」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.
Yesaya 63:1-6 [ITB]
1 「Siapa dia yang datang dari Edom,
yang datang dari Bozra dengan baju yang merah,
dia yang bersemarak dengan pakaiannya,
yang melangkah dengan kekuatannya yang besar?」
「Akulah yang menjanjikan keadilan
dan yang berkuasa untuk menyelamatkan!」
2 「Mengapakah pakaian-Mu semerah itu,
dan baju-Mu seperti baju pengirik buah anggur?」
3 「Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan,
dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku!
Aku telah mengirik bangsa-bangsa dalam murka-Ku,
dan Aku telah menginjak-injak mereka dalam kehangatan amarah-Ku;
semburan darah mereka memercik kepada baju-Ku,
dan seluruh pakaian-Ku telah cemar.
4 Sebab hari pembalasan telah Kurencanakan
dan tahun penuntutan bela telah datang.
5 Aku melayangkan pandangan-Ku:
tidak ada yang menolong;
Aku tertegun: tidak ada yang membantu.
Lalu tangan-Ku memberi Aku pertolongan,
dan kehangatan amarah-Ku,
itulah yang membantu Aku.
6 Aku memijak-mijak bangsa-bangsa dalam murka-Ku,
menghancurkan mereka dalam kehangatan amarah-Ku
dan membuat semburan darah mereka mengalir ke tanah.」
Yesaya 63:1-6 adalah perikop yang mencatat TUHAN sebagai 「Pahlawan Perang Ilahi」 (Divine Warrior), yang menjelaskan bahwa TUHAN akan menghapuskan segala dosa dan orang-orang jahat, membalas mereka atas orang-orang yang pernah mereka tindas, dan pada akhirnya TUHAN pasti menang.
Kitab suci dimulai dengan pertanyaan dari pengintai, pengintai ini dari menara pengawas melihat ke tempat yang jauh, ada yang berpakaian merah datang dari Edom dan pengintai bertanya siapa ini (ayat 1), ketika yang datang itu mendekat, pengintai ini melihat bahwa pakaian yang datang itu merah karena noda, dan bertanya lebih lanjut mengapa demikian (ayat 2). Ternyata yang datang dari Edom adalah TUHAN sendiri, TUHAN membasmi orang fasik di Edom, dan darah orang fasik menodai pakaian-Nya, ini adalah gambaran 「Pahlawan Perang Ilahi」. Bagaimana kita memahami gambaran ini?
Pertama-tama, Edom yang disebutkan dalam teks tidak benar-benar merujuk pada Edom yang asli, tetapi simbol negara jahat, melambangkan pemerintahan yang penuh ketidakadilan dan yang jahat, dan Bosra yang disebutkan adalah ibu kota Edom (ayat 1), ini melambangkan bahwa pembasmian yang dilakukan TUHAN masuk jauh ke pusat kekuatan jahat dan memberantas dari akar-akarnya, ini adalah pemusnahan kejahatan secara total. Ayat 1 juga menunjukkan bahwa TUHAN berbicara dengan keadilan kebenaran, ini tidak hanya berarti bahwa isi perkataan Allah adalah benar dan adil, tetapi juga cara Allah berbicara dan sarana yang dipakai sesuai dengan prinsip kebenaran, dan tindakan pembasmian orang fasik adalah tindakan keselamatan, yang berarti bahwa TUHAN memusnahkan orang fasik tidak hanya merupakan penghakiman atas mereka, tetapi pemusnahan dan hukuman ini adalah untuk menyelamatkan yang tertindas. Dengan demikian, pembasmian dari TUHAN adalah adil benar dan juga untuk menyelamatkan orang-orang yang tertindas.
Kemudian, TUHAN sebagai 「Pahlawan Perang Ilahi」 merupakan tugas dalam kesendirian, ayat 3 menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun dari bangsa-bangsa yang menyertai bersama Allah, seorang diri Dia mengirik anggur, dan pemusnahan-Nya seperti seorang prajurit yang kesepian, pakaian-Nya sendirian dinodai darah begitu banyaknya orang-orang jahat, ayat 5 menunjukkan bahwa TUHAN tertegun melihat bahwa tidak ada satu orang pun juga yang membantu atau mendukung orang-orang yang tertindas itu, sehingga hanya Allah sendirian yang menyelamatkan dengan lengan-Nya sendiri. Mengapa TUHAN bisa menjadi 「Pahlawan Perang Ilahi」 sendirian? Alasan pertama adalah bahwa pada waktu itu tidak ada yang mau membantu orang-orang yang tertindas, dan menegakkan keadilan bagi keluhan mereka. Kedua, hanya TUHAN saja yang memiliki kemampuan dan rencana untuk melakukan pembalasan (ayat 4), tidak seorang pun di dunia dapat mengatakan bahwa ia dapat membalas dendam dirinya sendiri, dan hukum Taurat juga menyatakan bahwa orang tidak diperbolehkan membalas dendam oleh dirinya sendiri (Im 19:18), untuk menghindari saling balas dendam tanpa henti di antara orang. Karena itu, 「Pahlawan Perang Ilahi」 hanya dapat melakukan tugas-Nya sendirian, hanya Allah yang adalah Hakim ultima tertinggi, dan hanya Dia yang dapat menjatuhkan hukuman yang paling adil dan paling benar atas dosa dan orang jahat. Begitu TUHAN menjadi 「Pahlawan Perang Ilahi」, Ia pasti memiliki kemenangan sehingga pembalasan pasti datang kepada orang fasik.
Renungkan:
Secara permukaan, ayat ini terdengar seperti kejam, tetapi sebenarnya orang yang terkait memahami penggunaan gambaran ini yang menyatakan pentingnya TUHAN sebagai 「Pahlawan Perang Ilahi」, menjelaskan bahwa Injil Kabar Gembira adalah orang-orang jahat sesungguhnya mendapat hukuman (orang-orang jahat digambarkan sebagai Edom), orang-orang tertindas bisa mendapat penegakkan keadilan karena orang-orang fasik dihukum, ini adalah datangnya kebenaran keadilan. Dan apakah kita siap untuk menerima penghakiman Allah, apakah kita memandang jahat apa yang dipandang jahat oleh Allah, dan apakah kita memahami konsekuensi dari dosa?
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)
Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.