Tag Archives: Takut Akan Allah

Amsal 22:1-16

Hormat takut akan TUHAN
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 22:1-16 [ITB])
1 Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar,
………dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.
2 Orang kaya dan orang miskin bertemu;
………yang membuat mereka semua ialah TUHAN.
3 Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia,
………tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka.
4 Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.
5 Duri dan perangkap ada di jalan orang yang serong hatinya;
………siapa ingin memelihara diri menjauhi orang itu.
6 Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya,
………maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.
7 Orang kaya menguasai orang miskin,
………yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi.
8 Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana,
………dan tongkat amarahnya akan habis binasa.
9 Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin.
10 Usirlah si pencemooh, maka lenyaplah pertengkaran,
………dan akan berhentilah perbantahan dan cemooh.
11 Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja.
12 Mata TUHAN menjaga pengetahuan,
………tetapi Ia membatalkan perkataan si pengkhianat.
13 Si pemalas berkata: Ada singa di luar, aku akan dibunuh di tengah jalan.
14 Mulut perempuan jalang adalah lobang yang dalam;
………orang yang dimurkai TUHAN akan terperosok ke dalamnya.
15 Kebodohan melekat pada hati orang muda,
………tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya.
16 Orang yang menindas orang lemah untuk menguntungkan diri atau memberi hadiah kepada orang kaya, hanya merugikan diri saja.

Perikop renungan hari ini adalah paragraf terakhir dari Amsal kumpulan bagian kedua, yakni dari pasal 10 ayat 1 sampai pasal 22 ayat 16, dengan total 375 ayat. Walau kita setiap hari membaca 15 ayat, namun kita hanya bisa merenungkan tiga tema setiap hari (karena kata-kata bijak dalam kumpulan bagian kedua ini kebanyakan merupakan satu ayat satu unit).

Hari ini kita merenungkan dahulu ayat 3 dan 5: Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka … Duri dan perangkap ada di jalan orang yang serong hatinya; siapa ingin memelihara diri menjauhi orang itu. Kedua ayat ini memberikan peringatan yang sama ── berjalanlah dengan berhati-hati. Saat menghadapi bahaya, seperti bencana, duri, dan jerat, menjauhlah atau hindarilah tempat kejadian. Seperti kata pepatah: jalan dunia ini jahat, dan orang bijak mengingatkan pembaca untuk tidak menapak di jalan orang yang serong hatinya, atau mereka akan melangkah ke dalam jaring dan perangkap. Orang yang bijak dapat terlebih dahulu melihat ke depan dan berusaha memahami situasi, maka dapat tepat waktu menjauh dari bahaya, dan melindungi nyawa dan harta benda mereka.

Ayat 6: Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.. Ini adalah kalimat emas bagi banyak orang tua, mengharapkan anak-anak mereka menapak di jalan Allah sepanjang hidup mereka. Sebenarnya, ini merupakan tanggung jawab orang tua untuk mendidik anak agar menurut jalan yang patut baginya. Jalan yang bagaimana ini? Di sini yang dimaksudkan bukan jalan Allah, atau jalan orang tua, tetapi jalan yang dia seharusnya jalani. Orang bijak tampaknya menyiratkan bahwa orang tua harus menghormati kepribadian atau sifat anak-anak mereka dan membesarkan mereka sesuai dengan bakat mereka. Beberapa peneliti telah menunjukkan bahwa kata jalan muncul 18 kali dalam 《Kitab Amsal》, dan setiap kali itu mengacu pada arah hidup dan karakter moral. Oleh karena itu, orang tua harus memanfaatkan kesempatan, agar anak belajar dan melangkah menuju kehidupan, sehingga sepanjang hidup mereka akan berpegang mempertahankannya dan sampai tua tidak akan menyimpang. Orang bijak menggunakan kata didiklah memiliki makna yang lebih dalam. Didikan dalam ayat-ayat lain biasanya menunjuk kepada pelayanan kepada Allah (lih. Ul. 20:5; 1 Raj. 8:63; 2 Taw. 7:5), orang tua mereka dapat mengambil contoh dari Salomo: ketika Salomo mempersembahkan Bait Suci, orang tua dapat mempersembahkan anak-anak mereka dan berjalan di jalan kebijaksanaan, itu adalah membuat anak-anak berjalan di dalam pendidikan moral dan hormat takut akan Tuhan.

Di akhir renungan bulan ini, paling cocok untuk menyimpulkannya adalah hormat takut akan TUHAN, kata ini muncul 9 kali dalam kumpulan bagian kedua. Di awal pasal 10 dan di akhir pasal 22 mengingatkan pembaca untuk rendah hati dan hormat takut akan TUHAN, ganjarannya adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan (ayat 4).

Renungkan:
(1) Terima kasih kepada Allah atas renungan bulan ini;
(2) Buatlah komitmen kepada Allah dan jadikan hormat takut akan Allah sebagai moto hidup Anda.


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

2 Timotius 2:11-13

「Aku menghormati mereka yang menghormati Aku」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Tim. 2:11-13 [ITB])
11 Benarlah perkataan ini:
Jika kita mati dengan Dia,
. . . . . kitapun akan hidup dengan Dia;
12 jika kita bertekun,
. . . . . . kitapun akan ikut memerintah dengan Dia;
jika kita menyangkal Dia,
. . . . Diapun akan menyangkal kita;
13 jika kita tidak setia,
. . . . . . Dia tetap setia,
karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.

Hari ini kita akan merenungkan tentang struktur puisi empat baris ini, kemarin kita telah menyebutkan bahwa dalam tiga kalimat pertama, paruh pertama dari setiap kalimat adalah tindakan atau sikap orang percaya, dan paruh kedua adalah respons yang menggemakan relasi dengan Kristus.

Bagian pertama dari kalimat pertama Jika kita mati dengan Dia (bersama Kristus) adalah bentuk lampau, dan paruh kedua kitapun akan hidup dengan Dia adalah kalimat masa depan. Kalimat ini berarti bahwa orang percaya mati bersama Kristus ketika mereka bertobat dan dibaptis, yakni pengalaman rohani mati bersama Kristus dan bangkit bersama Kristus. Ini adalah deskripsi yang mirip dengan Roma 6:8 Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.

Paruh pertama dari kalimat kedua jika kita bertekun (tabah bertahan sampai akhir) adalah bentuk sekarang, dan paruh kedua kalimat kitapun akan ikut memerintah dengan Dia adalah kalimat masa depan. Kalimat inilah yang menjadi alasan Paulus memakai pujian ini untuk membawakan keseluruhan tema: Anda tabah dan bertekun dalam kesengsaraan sekarang, dan Anda akan memerintah bersama Tuhan di masa depan.

Keseluruhan kalimat pada kalimat ketiga adalah kalimat masa depan, yang memiliki arti yang sama dengan kalimat kedua namun memakai sudut pandang dari arah negatif. Jika seseorang murtad, maka ketika Kristus kembali untuk menghakimi, Dia tidak akan mengakui mengenal orang itu. Menyangkal adalah putus hubungan, menarik garis batas yang jelas. Jika engkau menarik garis yang jelas dengan Kristus, Kristus juga akan menarik garis yang jelas dengan engkau di masa depan.

Struktur interaksi positif, negatif, interaksi antara manusia dan Allah dalam puisi ini mengingatkan kita pada salah satu perkataan dalam 1 Sam. 2:30 … Aku akan menghormati mereka yang menghormati Aku, tetapi mereka yang merendahkan Aku, akan dipandang hina Allah membawakan nubuat: Dia akan menghukum dua putra imam Eli yang tidak menghormati Allah. Kalimat ini muncul dalam film Oscar terbaik Chariots of Fire

Film ini menceritakan kisah nyata. Pria Skotlandia Eric Liddell awalnya diunggulkan untuk memenangkan Olimpiade 100 meter tahun itu. Namun, karena acara tersebut dijadwalkan diadakan pada hari Minggu, itu bertentangan dengan prinsip iman kepercayaannya, ia memutuskan untuk meninggalkan pertandingan, memicu respons masyarakat yang sangat besar, kritik di surat kabar ditempatkan di halaman paling depan. Pangeran raja juga mencoba melobi dia, tetapi gagal. Eric Liddell akhirnya berubah untuk ikut pertandingan 400 meter yang bukan keahlian dia. Di final, dia hampir tidak terpilih dan mendapatkan jalur paling luar. Sebelum perlombaan dimulai seseorang memberinya secarik kertas, yang berbunyi: Aku akan menghormati mereka yang menghormati Aku. Termotivasi, dia mengeluarkan segala usaha kemampuannya untuk berlari. Karena dia berada di jalur luar maka posisi mulainya di bagian terdepan, dia tidak bisa melihat satupun lawannya sehingga ia tidak bisa menyesuaikan kekuatannya relatif terhadap kecepatan lari orang lain, jadi dia memutuskan bahwa dia tidak akan menyimpan energinya dan menyelesaikan seluruh jarak 400 meter seperti berlari 100 meter. Dia berlari dengan kecepatan penuh sejak awal. Saat 200 meter, dia sudah jauh di depan, penonton mengira bahwa dengan kecepatan seperti ini dia pasti tidak memiliki kekuatan fisik untuk menyelesaikan pertandingan. Namun, dengan postur larinya yang unik, dia menatap ke langit dan terus berlari dengan sekuat-kuatnya, ia menang sebagai juara (memperoleh mahkota) dan memecahkan rekor dunia.

Film diakhiri dengan sorak-sorai, tetapi Eric Liddell tidak menempatkan tepuk tangan dunia sebagai tujuan hidupnya. Pada tahun kedua setelah memenangkan medali emas, dia melepaskan karirnya sebagai atlet dan pergi ke China sebagai misionaris. Ketika Jepang menyerbu Tiongkok, situasinya kritis, dia mengirim pergi istri dan anak-anaknya, tinggal sendirian di Tiongkok untuk mengajar, dan akhirnya dikurung di kamp konsentrasi Jepang. Selama dua tahun di kamp konsentrasi, dia masih berusaha keras untuk membuat nyata iman, membuka kelas ilmu pengetahuan dan kelas pembelajaran Alkitab untuk anak-anak di kamp, juga mengajari mereka bermain sepak bola. Pada akhirnya, Eric Liddell meninggal karena sakit di kamp konsentrasi, tidak ada tepuk tangan dunia, dan tidak ada kemuliaan medali emas Olimpiade.

Tetapi ketika dia bertemu Tuhan, pasti akan mendapatkan mahkota yang sebenarnya, yang di atasnya tertulis: Aku akan menghormati mereka yang menghormati Aku.

Renungkan:
Apakah Anda menghormati Allah dalam segala hal? Apakah Anda mengejar medali emas Olimpiade, atau mahkota Allah?


Renungan pemahaman Surat 2 Timotius

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Timotius ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Amsal 1:1-7

「Mengenal Hikmat dan Didikan」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 1:1-7 [ITB])
1 Amsal-amsal Salomo bin Daud, raja Israel, 2 untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna, 3 untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran, 4 untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda — 5 baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan — 6 untuk mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki orang bijak.
7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Kemarin telah berbicara tentang menerjemahkan teks bahasa asli ke bahasa yang berbeda, penerjemah selalu berkomitmen untuk menjaga format, jumlah kata dan makna asli dari bahasa asli Ibrani. Sebelum melihat perikop Alkitab hari ini, mari kita mengambil ayat 2 sebagai contoh untuk melihat terjemahan dari setiap kata.

The Message: Written down so we’ll know how to live well and right, to understand what life means and where it’s going / ditulis agar kita akan tahu bagaimana hidup dengan baik dan benar, untuk memahami apa arti hidup dan ke mana ia pergi
NIV: for gaining wisdom and instruction; for understanding words of insight / untuk mendapatkan kebijaksanaan dan instruksi; untuk memahami kata-kata wawasan
ITB: untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna
BIMK: Tujuannya ialah untuk menolong orang mengetahui bagaimana menjadi bijaksana, dan tahu tata tertib hidup serta dapat memahami ungkapan-ungkapan yang mengandung arti yang dalam
CUVR:要使人懂得智慧和訓誨,明白通達的言語 / untuk membuat orang memahami hikmat dan didikan, memahami kata-kata berakal budi

Ketika menerjemahkan kata 「בִּינָה biynah (insight / pengetahuan yg dalam), bisa diterjemahkan menjadi kata-kata yang bermakna, kata-kata berakal budi dan kata-kata yang mengandung arti yang dalam. Ini menunjukkan bahwa jika kita dapat merujuk pada terjemahan yang berbeda (saling melengkapi dan memperkaya, karena satu kata dalam bahasa asli tidak dapat dicakup satu kata terjemahan), itu akan membantu kita lebih memahami arti sebenarnya kata-kata dalam Alkitab.

Kepada siapa 《Kitab Amsal》 ditujukan? Dalam bagian pertama (pasal 1 hingga 9), anakku muncul 10 kali, percaya bahwa penulis ingin meletakkan dasar bagi kehidupan putranya, sehingga ketika putranya memasuki dunia nyata, di dalam hatinya ia memiliki bimbingan hikmat. Editor 《Kitab Amsal》 memiliki khalayak pembaca yang lebih luas, kata pengantar untuk perikop 1:1-7 mencakup banyak kategori orang, termasuk orang yang tak berpengalaman, orang muda, orang bijak dan orang yang berpengertian. Dengan kata lain, siapa pun bisa mendapatkan prinsip kehidupan yang berharga dan prinsip menjadi orang dari 《Kitab Amsal》

Apa tujuan dari 《Kitab Amsal》? Apa yang bisa diperoleh pembaca? Pertama, ayat 1:2 dengan jelas menyatakan ingin agar orang mendapatkan hikmat dan didikan; kedua, mereka harus meningkatkan pengertian, menambah pengetahuannya dan memperoleh bahan pertimbangan (ayat 2b dan 5) sehingga mereka dapat memahami kata-kata yang diajarkan; ketiga, membangun Kebajikan dan karakter, yakni kebenaran, keadilan, dan integritas kejujuran (ayat 3); keempat, menjadikan orang yang tak berpengalaman menjadi cerdas (ayat 4), dengan bijak dan hati-hati dalam berbicara atau mengambil tindakan yang sesuai; kelima, belajar menafsirkan serta mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki orang bijak (ayat 6), karena ada beberapa metafora yang sulit; terakhir 《Kitab Amsal》 hendak membina orang-orang saleh dan membuat orang hormat takut akan Tuhan (ayat 7).

Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan / hikmat (1:7; 9:10) adalah deklarasi dan moto dari 《Kitab Amsal》! Ayat 1:7 dengan jelas menyatakan bahwa sumber dan pemberi hikmat adalah Allah. Ini adalah pengingat serta pesan atas sikap dan hubungan yang harus dimiliki pembaca terhadap Allah. Tanpa Allah, tidak akan ada hikmat! Dan pra-syarat dari semua hikmat adalah takut akan Tuhan! Kiranya ketika kita membaca 《Kitab Amsal》 , membawa kita memiliki rasa takut akan Tuhan. Takut akan Allah adalah dasar pengetahuan. Pengetahuan yang disebutkan di sini adalah sinonim dari hikmat. Jadi, apa itu hikmat? Seperti yang kita katakan kemarin, hikmat adalah keterampilan hidup, kemampuan sosial, tahu bagaimana mengatakan kata-kata yang tepat dan melakukan tindakan yang tepat pada waktu yang tepat, di kesempatan yang tepat, dan situasi yang tepat! Mari kita sekarang ini memulai perjalanan spiritual dari hormat takut akan Tuhan.

Renungkan:
Berdoa mohon Tuhan memberi saya hati yang hormat takut kepada-Nya, agar Roh kebenaran Allah membuka pikiran saya sehingga saya dapat memiliki hikmat dan menjalani kehidupan yang memuliakan Allah dan memberi manfaat bagi orang lain.


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 1-9 ditulis oleh Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yeremia 6:1-21

「Yerusalem Diserang, Israel Menolak Jalan Tuhan」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 6:1-21 [ITB])
1 Larilah mengungsi, hai orang-orang Benyamin, dari tengah-tengah Yerusalem! Tiuplah sangkakala di Tekoa, dan naikkanlah asap sebagai tanda di atas Bet-Kerem! Sebab malapetaka telah mengintai dari utara, yakni suatu kehancuran besar. 2 Adakah puteri Sion sama seperti padang yang paling disukai, 3 sehingga gembala-gembala mendatanginya beserta kawanan ternak mereka? Mereka telah memasang kemah-kemahnya sekelilingnya, masing-masing memakan habis apa yang didapatnya. 4 Persiapkanlah perang melawan dia; ayo, marilah kita maju menyerang pada tengah hari! Celakalah kita, sebab matahari sudah lingsir, bayang-bayang senja hari sudah memanjang! 5 Ayo, marilah kita maju menyerang pada waktu malam dan merusakkan puri-purinya! 6 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Tebanglah pohon-pohonnya dan timbunlah tanah menjadi tembok terhadap Yerusalem! Itulah kota yang harus dihukum! Hanya penindasan saja di dalamnya! 7 Seperti mata air meluapkan airnya, demikianlah kota itu meluapkan kejahatannya. Kekerasan dan aniaya terdengar di dalamnya, luka dan pukulan selalu ada Kulihat. 8 Terimalah penghajaran, hai Yerusalem, supaya Aku jangan menarik diri dari padamu, supaya Aku jangan membuat engkau sunyi sepi, menjadi negeri yang tidak berpenduduk!
9 Beginilah firman TUHAN semesta alam: Petiklah habis-habisan sisa-sisa orang Israel seperti pokok anggur dipetik habis-habisan. Kembalilah seperti pemetik buah anggur dengan tanganmu mencari-cari buah pada ranting-rantingnya. 10 Kepada siapakah aku harus berbicara dan bersaksi, supaya mereka mau memperhatikan? Sungguh, telinga mereka tidak bersunat, mereka tidak dapat mendengar! Sungguh, firman TUHAN menjadi cemoohan bagi mereka, mereka tidak menyukainya! 11 Tetapi aku penuh dengan kehangatan murka TUHAN, aku telah payah menahannya, harus menumpahkannya kepada bayi di jalan, dan kepada kumpulan teruna bersama-sama. Sesungguhnya, baik laki-laki maupun perempuan akan ditangkap, baik orang yang tua maupun orang yang sudah lanjut usianya. 12 Rumah-rumah mereka akan beralih kepada orang lain, bersama ladang-ladang dan isteri-isteri mereka. — Sesungguhnya, Aku mengacungkan tangan-Ku melawan penduduk negeri ini, demikianlah firman TUHAN. 13 Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar di antara mereka, semuanya mengejar untung, baik nabi maupun imam semuanya melakukan tipu. 14 Mereka mengobati luka umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: 『Damai sejahtera! Damai sejahtera!』, tetapi tidak ada damai sejahtera. 15 Seharusnya mereka merasa malu, sebab mereka melakukan kejijikan; tetapi mereka sama sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka. Sebab itu mereka akan rebah di antara orang-orang yang rebah; mereka akan tersandung jatuh pada waktu Aku menghukum mereka, firman TUHAN.
16 Beginilah firman TUHAN: Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat ketenangan. Tetapi mereka berkata: 『Kami tidak mau menempuhnya!』 17 Juga aku mengangkat atas mereka penjaga-penjaga, firman-Ku: Perhatikanlah bunyi sangkakala! Tetapi mereka berkata: 『Kami tidak mau memperhatikannya!』 18 Sebab itu dengarlah, hai bangsa-bangsa, dan ketahuilah, hai jemaat, apa yang akan terjadi atas mereka! 19 Dengarlah, hai bumi! Sungguh, ke atas bangsa ini Aku akan mendatangkan malapetaka, akibat dari rancangan-rancangan mereka, sebab mereka tidak memperhatikan perkataan-perkataan-Ku dan menolak pengajaran-Ku. 20 Apakah gunanya bagi-Ku kamu bawa kemenyan dari Syeba dan tebu yang baik dari negeri yang jauh? Aku tidak berkenan kepada korban-korban bakaranmu dan korban-korban sembelihanmu tidak menyenangkan hati-Ku. 21 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sungguh, Aku akan menaruh batu sandungan di depan bangsa ini, supaya mereka jatuh tersandung oleh karenanya; bapa-bapa serta dengan anak-anak, tetangga dan temannya, semuanya akan binasa.

Kitab Yeremia pasal 6 sangat jelas mengatakan bahwa tentara Utara telah datang di luar tembok kota, sudah mau menyerang kota. Nabi Yeremia mulai di Yer. 4:6 sudah memperingatkan bahwa kemusnahan besar dari Utara sudah segera datang, dan dalam Yer. 6:1 dikatakan: 「… malapetaka telah mengintai dari utara, yakni suatu kehancuran besar.」 Meskipun nabi Yeremia sekali lagi mengulangi peringatannya, tampaknya orang-orang tidak merasakan datangnya bencana.

Yer. 6:1 「Hai orang-orang Benyamin, sepatutnya lari meninggalkan Yerusalem, tiuplah sangkakala di Tekoa, dan naikkanlah asap sebagai tanda di atas Bet-Kerem! Sebab ada malapetaka dan kehancuran besar datang mendekat dari utara.」 (Terjemahan CUVT) . 「Benjamin 」adalah suku yang paling lemah dari Israel, nabi Yeremia juga datang dari keturunan imam yang ada di Anatot di tanah Benyamin. Kata「Tekoa」dan「sangkakala」memiliki akar kata yang sama, 「Tekoa」 terletak sekitar 20 kilometer di Selatan Yerusalem, berarti bahwa musuh datang dari Utara, maka hendaklah melarikan diri ke Selatan. 「Bet-Kerem」 adalah sekitar tiga kilometer selatan Yerusalem, yakni hendaklah mendirikan menara penjagaan di sana.

Di ayat 1-8, nabi Yeremia dengan suara keras memanggil rakyat untuk segera melarikan diri, karena musuh sudah mendekat! Yerusalem sudah bukan lagi tempat berlindung, tetapi adalah perangkap, yang tinggal di sana hanya akan diserang dan dibunuh. Ayat 6 menunjukkan bahwa ini adalah hukuman dari Tuhan, dan ayat 7 menjelaskan bahwa dosa kota ini begitu besar, yakni seperti air mancur yang tiada henti meluap keluar dari tanah. Tuhan Yesus dalam Injil Lukas 6:45 menunjukkan bahwa perkara kejahatan lahir dari hati yang jahat, dan dosa Yerusalem juga meluap dari sumbernya.

Ayat 9-15 menggambarkan nabi Yeremia segenap tenaga berusaha membuat usaha terakhir, berharap menemukan satu orang benar yang setia kepada Tuhan. Apa masalah mendasar dari orang Israel? Yakni 「tidak dapat mendengarkan,」 mereka menolak untuk mendengarkan perkataan Tuhan. Ayat 10 「… Sungguh, telinga mereka tidak bersunat, mereka tidak dapat mendengar, Sungguh, firman TUHAN menjadi cemoohan bagi mereka, mereka tidak menyukainya!」 Mereka tidak mau mendengarkan, juga tidak dapat mendengarkan Firman Tuhan. 「Tidak dapat mendengarkan」 Firman Tuhan akan membawa pikiran yang tertutup, kehidupan rohani tidak dapat diperbarui dan diubahkan, hasilnya adalah otak yang penuh iman palsu, terakhir yang memancar keluar dari dalam hati adalah kejahatan.

Akar penyebab penolakan rakyat Israel untuk taat mendengarkan para hamba Tuhan — adalah disebabkan para pemimpin politik dan agama Israel bermasalah. Para imam dan nabi-nabi mereka tidak setia berkhotbah menyampaikan Firman Tuhan dan tidak bertindak sesuai dengan ajaran Kitab Suci. Mereka hanya menyampaikan apa yang suka didengar orang dan melakukan hal-hal yang menyenangkan orang, ketidaksetiaan dan kejahatan dalam pelayanan mereka menjadi contoh buruk bagi publik, dan seluruh bangsa mengikuti mereka sehingga menyimpang dari jalan kebenaran.

Selain tidak mendengarkan peringatan Tuhan, masalah kedua dari orang-orang Israel adalah 「tidak mengikuti jalan yang lurus.」 Ayat 16 「Beginilah firman TUHAN: … di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat ketenangan. Tetapi mereka berkata: 『Kami tidak mau menempuhnya!』」 Sangat jelas bahwa orang-orang Israel bersikeras untuk melalui jalan menyimpang mereka sendiri. Tuhan sudah mengadakan orang seperti Yeremia sebagai penjaga, meniupkan tanduk sangkakala kepada mereka, mengeluarkan peringatan; Tapi mereka bersikeras tidak mendengarnya, dan hasilnya adalah bahwa Tuhan harus menjalankan penghakiman dan hukuman.

Renungkan:

1. Hari ini perkataan siapa yang Anda paling dengarkan? Orang-orang Israel memilih untuk tidak mendengarkan firman Tuhan, apa yang menjadi pilihan Anda?

2. Apakah Anda menyukai untuk membaca Alkitab dan mendengarkan Firman Tuhan?

3. Jika Anda memiliki peran pemimpin dalam gereja, persekutuan, grup, atau di rumah, apakah Anda bersedia menjadi teladan dalam perkataan dan perbuatan bagi orang percaya?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Yeremia 5:20-31

「Allah Memberikan Peringatan kepada Umat-Nya」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 5:20-31 [ITB])
20 Beritahukanlah ini di antara kaum keturunan Yakub, kabarkanlah itu di Yehuda dengan mengatakan:
21 Dengarkanlah ini, hai bangsa yang tolol dan yang tidak mempunyai pikiran, yang mempunyai mata, tetapi tidak melihat, yang mempunyai telinga, tetapi tidak mendengar! 22 Masakan kamu tidak takut kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN, kamu tidak gemetar terhadap Aku?
Bukankah Aku yang membuat pantai pasir sebagai perbatasan bagi laut, sebagai perhinggaan tetap yang tidak dapat dilampauinya? Biarpun ia bergelora, ia tidak sanggup, biarpun gelombang-gelombangnya ribut, mereka tidak dapat melampauinya!
23 Tetapi bangsa ini mempunyai hati yang selalu melawan dan memberontak; mereka telah menyimpang dan menghilang. 24 Mereka tidak berkata dalam hatinya: 『Baiklah kita takut akan TUHAN, Allah kita, yang memberi hujan pada waktunya, hujan pada awal musim maupun hujan pada akhir musim, dan yang menjamin bagi kita minggu-minggu yang tetap untuk panen.』
25 Kesalahanmu menghalangi semuanya ini, dan dosamu menghambat yang baik dari padamu.
26 Sesungguhnya, di antara umat-Ku terdapat orang-orang fasik yang memasang jaringnya; seperti penangkap burung mereka memasang perangkapnya, mereka menangkap manusia. 27 Seperti sangkar menjadi penuh dengan burung-burung, demikianlah rumah mereka menjadi penuh dengan tipu; itulah sebabnya mereka menjadi orang besar dan kaya, 28 orang gemuk dan gendut. Di samping itu mereka membiarkan berlalu kejahatan-kejahatan, tidak mengindahkan hukum, tidak memenangkan perkara anak yatim, dan tidak membela hak orang miskin.
29 Masakan Aku tidak menghukum mereka karena semuanya ini?, demikianlah firman TUHAN. Masakan Aku tidak membalas dendam-Ku kepada bangsa yang seperti ini? 30Kedahsyatan dan kengerian terjadi di negeri ini: 31 Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dengan sewenang-wenang, dan umat-Ku menyukai yang demikian! Tetapi apakah yang akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya?

Perikop hari ini Yer. 5:20-31 semuanya adalah Tuhan yang berkata-kata, Ia menunjukkan bahwa kebodohan umat Israel adalah bahkan tidak bisa membedakan siapakah Allah yang sejati. Meskipun diri mereka sudah dalam bahaya, mereka masih tidak tahu bagaimana untuk kembali kepada Tuhan.

Ayat 20 「Beritahukanlah ini di antara kaum keturunan Yakub, kabarkanlah itu di Yehuda …」 Di sini 「kaum keturunan Yakub」 mencakup semua 12 suku Israel, maka pihak yang diberi pengumuman adalah termasuk rakyat Israel Utara yang dihancurkan yang ditawan ke luar negeri; di sini disebutkan 「kabarkanlah itu di Yehuda,」 merujuk kepada orang-orang kerajaan Yehuda di Israel Selatan yang menghadapi krisis kehancuran negara.

Tuhan dalam ayat 21 menunjukkan bahwa mereka adalah 「Dengarkanlah ini, hai bangsa yang tolol dan yang tidak mempunyai pikiran, yang mempunyai mata, tetapi tidak melihat, yang mempunyai telinga, tetapi tidak mendengar.」 「Tolol dan tidak punya pikiran」bukan tidak mengenal Tuhan, orang-orang Israel tolol dan tidak punya pikiran adalah karena「punya mata tetapi tidak melihat, punya telinga tetapi tidak mendengarkan」 firman Tuhan.

Ayat 25 「Kesalahanmu menghalangi semuanya ini, dan dosamu menghambat yang baik dari padamu」 Tuhan terus menunjukkan penyebab mereka mengabaikan Dia, bukan tidak memiliki pengetahuan atau daya paham, tapi 「dosa」 dan 「kesalahan」 mereka.

Ayat 26-29 menunjukkan banyak kejahatan masyarakat Yehuda: terdapat orang fasik dalam masyarakat, orang serakah harta yang mencelakai orang lain, orang-orang berkuasa tidak melakukan keadilan untuk membantu yang tak berdaya, juga tidak membela anak yatim dan orang miskin. Dalam perikop ini, Tuhan selain menunjukkan dosa mereka menyembah berhala dan melakukan percabulan, ditambah dengan kejahatan dalam aspek-aspek sosial dan etis; secara khusus menunjukkan bahwa membela anak yatim dan orang miskin, adalah tugas tanggung jawab umat Tuhan, karena Tuhan adalah Allah yang adil dan benar.

Dalam ayat 29 Tuhan mengangkat dua pertanyaan: 「Masakan Aku tidak menghukum mereka karena semuanya ini? … Masakan Aku tidak membalas dendam-Ku kepada bangsa yang seperti ini?」 Jawabannya sangat jelas, Tuhan harus bertindak!

Ayat 30-31 terus menunjukkan permasalahan Yehuda: 「Kedahsyatan dan kengerian terjadi di negeri ini: Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dengan sewenang-wenang, dan umat-Ku menyukai yang demikian! Tetapi apakah yang akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya?」 Masalahnya adalah bahwa di Yehuda telah muncul nabi-nabi palsu dan para imam yang menyimpang dari jalan kebenaran, tetapi bahkan lebih mengejutkan adalah bahwa rakyat bukan saja tidak menentang, tetapi juga 「menyukai yang demikian!」 Tuhan hanya bertanya kepada diri-Nya sendiri 「… apakah yang akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya?」 Kesimpulan adalah bahwa tidak ada alternatif pilihan lain selain penghakiman dan hukuman. Penghancuran negara dan penawanan Israel adalah hukuman yang mereka datangkan sendiri, dan penderitaan mereka adalah yang sepatutnya mereka terima.

Kerusakan orang Israel adalah dimulai dari mengkhianati Tuhan, yaitu munculnya masalah dalam iman, dan kemudian memunculkan kehidupan dan masyarakat yang berdosa, dan akhirnya membawa hukuman dari Tuhan dan bencana. Inilah yang harus kita ambil sebagai peringatan.

Renungkan:

1. Orang Israel 「tolol dan tidak mempunyai pikiran」 sehingga bersalah kepada Tuhan, adalah karena 「punyai mata, tetapi tidak melihat, yang mempunyai telinga, tetapi tidak mendengar.」 Adakah Anda memiliki sikap yang sama terhadap Alkitab? Apakah Anda bersedia untuk membaca Alkitab dan mendorong orang lain untuk belajar?

2. Tuhan penuh cinta kasih, tetapi Ia juga adalah Tuhan yang adil benar, tidak akan memandang dosa sebagai tidak bersalah! Adakah hari ini kita mengabaikan dosa pribadi kita sendiri, mengabaikan ketidakadilan yang ada di masyarakat dan negara di mana kita hidup? Jika demikian, apakah Anda bersedia untuk bertobat, berdoa untuk diri sendiri, untuk komunitas milik Anda, dan memohon Tuhan mengampuni dan melakukan apa menjadi tanggung jawab diri kita?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Mazmur 132:1-10

「Hormat Takut Akan Allah」

Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.

(Maz. 132:1-10 [ITB])
1Nyanyian ziarah.
Ingatlah, ya TUHAN, kepada Daud dan segala penderitaannya, 2bagaimana ia telah bersumpah kepada TUHAN, telah bernazar kepada Yang Mahakuat dari Yakub: 3「Sesungguhnya aku tidak akan masuk ke dalam kemah kediamanku, tidak akan berbaring di ranjang petiduranku, 4sesungguhnya aku tidak akan membiarkan mataku tidur atau membiarkan kelopak mataku terlelap, 5sampai aku mendapat tempat untuk TUHAN, kediaman untuk Yang Mahakuat dari Yakub.」
6Memang kita telah mendengar tentang itu di Efrata, telah mendapatnya di padang Yaar.
7「Mari kita pergi ke kediaman-Nya, sujud menyembah pada tumpuan kaki-Nya.」
8Bangunlah, ya TUHAN, dan pergilah ke tempat perhentian-Mu, Engkau serta tabut kekuatan-Mu! 9Biarlah imam-imam-Mu berpakaian kebenaran, dan bersorak-sorai orang-orang yang Kaukasihi! 10Oleh karena Daud, hamba-Mu, janganlah Engkau menolak orang yang Kauurapi!

Mazmur 132 adalah 「Mazmur Ziarah」 yang terpanjang.

Ayat 1 menyebutkan tentang 「penderitaan Daud」 bukanlah menunjuk kepada kesulitan dan tantangan yang ditemui Daud ketika dia masih muda; kemungkinan terbesar di sini adalah kasus 「peristiwa Uza」 yang mengulurkan tangannya kepada tabut TUHAN, lalu memegangnya dan menerima hukuman mati (2 Sam. 6:6-7), urusan ini yang Daud takut, tapi rindu untuk mengambil tabut itu kembali ke Yerusalem. Tidak tahu apa yang harus dilakukan, Daud memutuskan untuk menempatkan tabut TUHAN di rumah Obed-Edom untuk sementara waktu (2 Sam. 6:9-11). Setelah tiga bulan, mengetahui bahwa TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya, maka Daud memutuskan untuk membawa tabut itu ke kota Daud, dan sementara dalam perjalanan, ia memberikan persembahan ternak, ia bersorak dan menari-nari, berdoa memohon Allah untuk melihat penderitaan dirinya, yakni 「penderitaan」 yang disebutkan dalam ayat 1.

Dalam ayat 2-5 penulis Alkitab telah menggunakan sejumlah identik antitesis ─ 「TUHAN/Yang Mahakuat dari Yakub」 , 「bersumpah/bernazar」 (ayat 2), 「kemah kediamanku/ranjang petiduranku」 (ayat 3); 「mataku tidur/kelopak mataku terlelap」 (ayat 4), 「mendapat tempat/mendapat kediaman」 (ayat 5). Di sini secara total mengungkapkan keinginan Daud untuk membangun sebuah kuil untuk Tuhan dan tekadnya yang kokoh. Penulis Alkitab ingin menunjukkan bahwa Daud sangat antusias tentang Allah, berusaha keras untuk mengatasi semua kesulitan, untuk membawa tabut itu ke Yerusalem, dan kemudian memilih lokasi untuk tabut itu, dan untuk mempersiapkan semua bahan dan tenaga ahli yang dibutuhkan untuk membangun Bait.

Ayat 6 dalam teks bahasa asli dimulai dengan kata 「lihatlah」, tetapi Alkitab Mandarin dan Indonesia tidak menerjemahkannya. Itu ungkapan yang baik tentang keterkejutan dan kegelisahan batin Daud ─ Mengapa tabut itu terus menerus tinggal di Kiryat-Yearim selama 20 tahun (1 Sam. 7:1-2) dan tidak ada yang peduli?

Mengingat ulang sejarah, tabut ─ adalah catatan kehadiran Allah menyertai manusia. Ketika para peziarah dalam perjalanan menyanyikan ayat ini, apa yang mereka ingat mungkin adalah bagaimana di hari-hari dahulu bagaimana bangsa Israel menghadapi orang Filistin yang kuat perkasa, menggunakan tabut sebagai alat dan senjata perlindungan (1 Sam. 4:3-5), bertakhayul menggunakan tabut sebagai senjata rahasia mereka melawan orang Filistin, dan hasilnya adalah kekalahan. Pada saat yang sama mereka mungkin juga diingatkan tentang bagaimana Daud dengan hati yang penuh rasa takut hormat, menari dan merayakan, dan merealisasikan janji ketaatannya menjadi penyembahan terhadap Allah.

Renungkan: Allah tidak dapat dimanipulasi dikontrol oleh kita, maka apakah kita menghadapi Tuhan dengan hati yang hormat? Atau apakah kita seperti bangsa Israel dahulu memanipulasi Allah dengan menggunakan Tabut Perjanjian itu? Banyak kali, kita tidak baik-baik belajar 「taat」, tidak belajar bagaimana menjadi umat Tuhan, bahkan sehingga kita mencoba untuk mengontrol Allah di tangan kita.
Daud ─ dia menunjukkan teladan bagaimana memiliki hati yang jujur menghormati Allah dan melayani Tuhan dengan sepenuh hati. Peziarah, mungkin sungguh harus belajar pelajaran penting ini!


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Mazmur 128

「Orang yang Berbahagia」

Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.

(Maz. 128:1-6 [ITB])
1Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!
2Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
3Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!
4Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.
5Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, 6dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!

Mengapa dapat dikatakan bahwa Maz. 128:1-6 merupakan penjelasan terbaik dan penerapan dari Mazmur 1? Dengan pengamatan yang cermat, 「Berbahagialah orang … apa saja yang diperbuatnya berhasil」 (Maz. 1:1-3) bertepatan serta saling bersambut dengan ayat 1-2 dari Mazmur 128 ini, ketika Maz. 1:3 mengatakan 「Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya」, maka sama seperti istri orang yang diberkati adalah 「seperti pohon anggur yang subur (menghasilkan banyak buah )」 (Maz. 128:3), dan bahkan 「anak-anakmu … sekeliling mejamu」 berbuah banyak. Bagaimana sebaiknya kita memahami puisi ini?

Maz. 128:1 dapat diterjemahkan secara langsung sebagai 「Orang bahagia / siapapun / takut hormat / TUHAN / mematuhi / Firman-Nya」. Dengan demikian, penekanan Pemazmur bukanlah pada berbagai macam 「berkat」, tetapi pada apakah para peziarah bersedia untuk 「takut hormat 」 akan Allah dan 「taat melaksanakan Firman-Nya」.

Dengan menanggapi teks sebelumnya Mazmur 127 yang berbicara tentang permasalahan raja Salomo, kita akan terlebih lebih mengerti apa yang Pemazmur hendak memberitahukan kepada kita: 「berkat」 bukanlah apa yang dapat kita perjuangkan untuk mendapatkannya, pada kenyataannya, raja Salomo dengan tepat memberitahu kita bagaimana semuanya berakhir dalam 「sia-sia」 (Maz. 127:1). Jadi apa yang bisa dilakukan peziarah dengan sekuat tenaga adalah untuk mencoba untuk tekun 「taat melaksanakan Firman-Nya」 dalam hidupnya.

「Takut hormat」 ─ karena kita tahu bahwa Tuhan tidak dapat dipandang rendah dipermainkan; 「taat melaksanakan Firman-Nya」 ─ karena kita tahu itu adalah tugas para peziarah dan respon kita yang berkenan kepada Allah.

Renungkan: 「Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!」 Pemazmur mengingatkan kita bahwa apa yang akan kita lakukan dengan segenap tenaga seharusnya bukanlah masalah hidup kita, karena Allah pasti akan memberi kita makanan sehari-hari, kita justru harus memakai habis seluruh tenaga selama hidup kita untuk hormat takut akan Allah, dan mengikuti Firman-Nya. Dalam hidup kita dan sepanjang waktu mencerminkan iman kepercayaan kita. Mungkin yang ada di depan mata kita tidak sesuai seperti yang kita pikirkan, tetapi cobalah bertanya: tidak akankah Allah memberikan yang terbaik kepada kita? (Setidaknya kita harus memiliki kepercayaan yang demikian ini sepanjang waktu.)

Isi dari 「berkat」 yang disebutkan dalam Maz. 128:2-6 tidak selalu tepat sama dengan apa yang terjadi pada diri kita. Karena Tuhan adalah Allah yang memperhatikan kita, sehingga 「berkat」 yang telah Ia persiapkan untuk kita adalah yang paling cocok bagi kita, juga adalah yang 「dibuat khusus」 untuk diri kita pribadi.


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Ulangan 25:17-19

「Peritiswa orang Amalek (1)」

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 25:17-19 [ITB])
17 Ingatlah apa yang dilakukan orang Amalek kepadamu pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir; 18 bahwa engkau didatangi mereka di jalan dan semua orang lemah pada barisan belakangmu dihantam mereka, sedang engkau lelah dan lesu. Mereka tidak takut akan Allah. 19 Maka apabila TUHAN, Allahmu, sudah mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada segala musuhmu di sekeliling, di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dimiliki sebagai milik pusaka, maka haruslah engkau menghapuskan ingatan kepada Amalek dari kolong langit. Janganlah lupa!

Ulangan 23 sampai 26 terlihat seperti mencatat banyak peraturan sepele bagi orang Israel. Kadang-kadang kita bingung bagaimana mengklasifikasikannya. Jika kita perhatikan dengan saksama, kita dapat menemukan bahwa ketiga pasal ini dapat dibagi menjadi tiga bagian besar, setiap bagian diakhiri sepotong frasa Janganlah lupa! sebagai penanda sejarah, sebagai penjelasan dari perintah / aturan yang dijabarkan sebelumnya. Misalnya, sebelum perikop hari ini, 24:9 adalah Miryam yang terkena kusta; berikutnya 24:18 pengalaman menjadi budak di Mesir; di sini adalah pertempuran dengan orang Amalek saat perjalanan di padang belantara.

Sejarah yang relevan dicatat dalam Keluaran 17:8-16, datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim … berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit. … Ia berkata: Tangan di atas panji-panji TUHAN! TUHAN berperang melawan Amalek turun-temurun.』」

Kita semua akrab dengan kisah bagaimana orang Israel mengalahkan Amalek, tapi mengapa berperang? Mengapa Allah begitu murka atas mereka?
Di sini, Musa memberikan dua alasan: pertama adalah bahwa orang Amalek menyerang orang Israel yang tua dan lemah. Sampai hari ini, menyerang orang yang tidak mampu melawan tetap dibenci oleh para pejuang Arab. Alasan kedua lebih khusus: Mereka tidak hormat takut akan Allah.

Apa itu hormat takut akan Allah? Mengapa kejahatan yang tampaknya sulit dipahami ini begitu penting di mata Allah? Anehnya, meskipun kita sering meletakkan kalimat ini di bibir kita, tidak banyak catatan penjelasan konkret tentang hormat takut akan Allah di dalam Alkitab, terutama merupakan tuntutan mendasar dari TUHAN terhadap bangsa-bangsa asing (lihat, Kej. 20:11; 42:18; Kel. 1:17; Kis. 10:34-35, 17:22).

Yudaisme memiliki apa yang disebut Tujuh Hukum Nuh (Seven Laws of Noah), yang berisi tujuh standar moral yang bahkan harus diikuti oleh orang asing non-Yahudi yang tidak diatur oleh Hukum Musa. Pada tahun 1991, Kongres AS mengesahkan undang-undang untuk memasukkan Tujuh Hukum Nuh ke dalam kurikulum etika sekolah. Hukum pertama adalah: tidak boleh menyembah berhala.

Pada Kongres Yerusalem, Yakub memutuskan bahwa syarat-syarat dasar bagi orang-orang non-Yahudi untuk memasuki gereja (saat itu anggota gereja sebagian besar masih orang Yahudi) adalah: menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah (Kis. 15:19-21), 《Ensiklopedia Yahudi》 juga mengakui bahwa ini mungkin standar minimum bagi orang bukan Yahudi untuk takut akan Allah di zaman Romawi.

Renungkan:
Generasi / zaman saat ini adalah dunia yang didominasi oleh non-Kristen. Apa saja yang merupakan kekejian yang dibenci Allah, dan apakah kita telah memenuhi tanggung jawab Kristen dan berseru mendorong orang untuk bertobat? Kami tidak mengharapkan mereka menjadi seperti orang Amalek mendapat kutukan Allah akhirnya menyebabkan kehancuran bangsa.


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.