Tag Archives: Didikan Allah

Amsal 1:1-7

「Mengenal Hikmat dan Didikan」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 1:1-7 [ITB])
1 Amsal-amsal Salomo bin Daud, raja Israel, 2 untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna, 3 untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran, 4 untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda — 5 baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan — 6 untuk mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki orang bijak.
7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Kemarin telah berbicara tentang menerjemahkan teks bahasa asli ke bahasa yang berbeda, penerjemah selalu berkomitmen untuk menjaga format, jumlah kata dan makna asli dari bahasa asli Ibrani. Sebelum melihat perikop Alkitab hari ini, mari kita mengambil ayat 2 sebagai contoh untuk melihat terjemahan dari setiap kata.

The Message: Written down so we’ll know how to live well and right, to understand what life means and where it’s going / ditulis agar kita akan tahu bagaimana hidup dengan baik dan benar, untuk memahami apa arti hidup dan ke mana ia pergi
NIV: for gaining wisdom and instruction; for understanding words of insight / untuk mendapatkan kebijaksanaan dan instruksi; untuk memahami kata-kata wawasan
ITB: untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna
BIMK: Tujuannya ialah untuk menolong orang mengetahui bagaimana menjadi bijaksana, dan tahu tata tertib hidup serta dapat memahami ungkapan-ungkapan yang mengandung arti yang dalam
CUVR:要使人懂得智慧和訓誨,明白通達的言語 / untuk membuat orang memahami hikmat dan didikan, memahami kata-kata berakal budi

Ketika menerjemahkan kata 「בִּינָה biynah (insight / pengetahuan yg dalam), bisa diterjemahkan menjadi kata-kata yang bermakna, kata-kata berakal budi dan kata-kata yang mengandung arti yang dalam. Ini menunjukkan bahwa jika kita dapat merujuk pada terjemahan yang berbeda (saling melengkapi dan memperkaya, karena satu kata dalam bahasa asli tidak dapat dicakup satu kata terjemahan), itu akan membantu kita lebih memahami arti sebenarnya kata-kata dalam Alkitab.

Kepada siapa 《Kitab Amsal》 ditujukan? Dalam bagian pertama (pasal 1 hingga 9), anakku muncul 10 kali, percaya bahwa penulis ingin meletakkan dasar bagi kehidupan putranya, sehingga ketika putranya memasuki dunia nyata, di dalam hatinya ia memiliki bimbingan hikmat. Editor 《Kitab Amsal》 memiliki khalayak pembaca yang lebih luas, kata pengantar untuk perikop 1:1-7 mencakup banyak kategori orang, termasuk orang yang tak berpengalaman, orang muda, orang bijak dan orang yang berpengertian. Dengan kata lain, siapa pun bisa mendapatkan prinsip kehidupan yang berharga dan prinsip menjadi orang dari 《Kitab Amsal》

Apa tujuan dari 《Kitab Amsal》? Apa yang bisa diperoleh pembaca? Pertama, ayat 1:2 dengan jelas menyatakan ingin agar orang mendapatkan hikmat dan didikan; kedua, mereka harus meningkatkan pengertian, menambah pengetahuannya dan memperoleh bahan pertimbangan (ayat 2b dan 5) sehingga mereka dapat memahami kata-kata yang diajarkan; ketiga, membangun Kebajikan dan karakter, yakni kebenaran, keadilan, dan integritas kejujuran (ayat 3); keempat, menjadikan orang yang tak berpengalaman menjadi cerdas (ayat 4), dengan bijak dan hati-hati dalam berbicara atau mengambil tindakan yang sesuai; kelima, belajar menafsirkan serta mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki orang bijak (ayat 6), karena ada beberapa metafora yang sulit; terakhir 《Kitab Amsal》 hendak membina orang-orang saleh dan membuat orang hormat takut akan Tuhan (ayat 7).

Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan / hikmat (1:7; 9:10) adalah deklarasi dan moto dari 《Kitab Amsal》! Ayat 1:7 dengan jelas menyatakan bahwa sumber dan pemberi hikmat adalah Allah. Ini adalah pengingat serta pesan atas sikap dan hubungan yang harus dimiliki pembaca terhadap Allah. Tanpa Allah, tidak akan ada hikmat! Dan pra-syarat dari semua hikmat adalah takut akan Tuhan! Kiranya ketika kita membaca 《Kitab Amsal》 , membawa kita memiliki rasa takut akan Tuhan. Takut akan Allah adalah dasar pengetahuan. Pengetahuan yang disebutkan di sini adalah sinonim dari hikmat. Jadi, apa itu hikmat? Seperti yang kita katakan kemarin, hikmat adalah keterampilan hidup, kemampuan sosial, tahu bagaimana mengatakan kata-kata yang tepat dan melakukan tindakan yang tepat pada waktu yang tepat, di kesempatan yang tepat, dan situasi yang tepat! Mari kita sekarang ini memulai perjalanan spiritual dari hormat takut akan Tuhan.

Renungkan:
Berdoa mohon Tuhan memberi saya hati yang hormat takut kepada-Nya, agar Roh kebenaran Allah membuka pikiran saya sehingga saya dapat memiliki hikmat dan menjalani kehidupan yang memuliakan Allah dan memberi manfaat bagi orang lain.


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 1-9 ditulis oleh Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yeremia 21:1-14

「Menyerahlah, Tidak ada Jalan Lain!」
oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 21:1-14 [ITB])
1 Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, ketika raja Zedekia mengutus Pasyhur bin Malkia dan imam Zefanya bin Maaseya kepadanya dengan pesan: 2 「Tanyakanlah kiranya petunjuk TUHAN untuk kami, sebab Nebukadnezar, raja Babel, memerangi kami! Barangkali TUHAN mau melakukan kepada kami tepat seperti perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, sehingga Nebukadnezar mundur meninggalkan kami.」
3 Kata Yeremia kepada mereka: 「Beginilah kamu katakan kepada Zedekia: 4 Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: 『Sesungguhnya, Aku akan membalikkan senjata perang yang kamu pegang, yang kamu pakai berperang melawan raja Babel dan melawan orang-orang Kasdim yang mengepung kamu dari luar tembok; Aku akan mengumpulkannya ke dalam kota ini. 5 Aku sendiri akan berperang melawan kamu dengan tangan yang teracung, dengan lengan yang kuat, dengan murka, dengan kehangatan amarah dan dengan kegusaran yang besar. 6 Aku akan memukul penduduk kota ini, baik manusia maupun binatang; mereka akan mati oleh penyakit sampar yang hebat. 7 Sesudah itu, demikianlah firman TUHAN, maka Zedekia, raja Yehuda, dan pegawai-pegawainya dan rakyat di kota ini, yang masih tinggal hidup dari penyakit sampar, dari pedang dan dari kelaparan, akan Kuserahkan ke dalam tangan Nebukadnezar, raja Babel, yaitu ke dalam tangan musuh mereka yang berusaha mencabut nyawa mereka; orang akan memukul mati mereka dengan mata pedang tanpa merasa sayang, tanpa belas kasihan dan tanpa ampun.』
8 Tetapi kepada bangsa ini haruslah kaukatakan: Beginilah firman TUHAN: 『Sesungguhnya, Aku menghadapkan kepada kamu jalan kehidupan dan jalan kematian. 9 Siapa yang tinggal di kota ini akan mati karena pedang, karena kelaparan dan karena penyakit sampar; tetapi siapa yang keluar dari sini dan menyerahkan diri kepada orang-orang Kasdim yang mengepung kamu, ia akan tetap hidup; nyawanya akan menjadi jarahan baginya. 10 Sebab Aku telah menentang kota ini untuk mendatangkan kecelakaan dan bukan untuk mendatangkan keberuntungannya, demikianlah firman TUHAN. Kota ini akan diserahkan ke dalam tangan raja Babel yang akan membakarnya habis dengan api.』」
11 「Kepada keluarga raja Yehuda. Dengarlah firman TUHAN: 12 Beginilah firman TUHAN, hai keturunan Daud: 『Jatuhkanlah hukum yang adil setiap pagi dan lepaskanlah dari tangan pemerasnya orang yang dirampas haknya, supaya kehangatan murka-Ku jangan menyambar seperti api dan menyala-nyala dengan tidak ada yang memadamkannya, oleh karena perbuatan-perbuatanmu yang jahat!』
13 Sesungguhnya, Aku akan menjadi lawanmu, hai kota yang di atas lembah, gunung batu di dataran, demikianlah firman TUHAN, hai kamu yang berkata: 『Siapakah yang berani turun kepada kami dan siapakah yang berani masuk ke tempat perteduhan kami?』 14 Aku akan melakukan pembalasan kepadamu sesuai dengan hasil perbuatanmu, demikianlah firman TUHAN. Aku akan menyalakan api di hutannya yang akan memakan habis segala sesuatu yang di sekitarnya.」

Yeremia pasal 24 – 45 mencatat sejarah dan peristiwa-peristiwa yang terjadi selama 20 tahun setelah raja Yosia wafat, namun nubuatan Yeremia tidak dicatat dalam bentuk catatan kronologis sejarah. Isinya tidak dicatat sesuai urutan waktu, alih-alih peristiwa dicatat sesuai poros pikiran utama, terutama 6 pasal dari pasal 21 hingga 26, editor mengorganisasikan beberapa potongan catatan sejarah masa akhir negara Yehuda, untuk menggambarkan bahwa orang-orang Yehuda, termasuk raja, para pemimpin dan rakyat telah memalingkan muka mereka dari Allah, sehingga mendatangkan penghakiman dan hukuman Allah.

Yeremia 21:1-14 adalah fragmen dari catatan peristiwa yang terjadi tahun 588 SM, terjadi 20 tahun setelah Yeremia ditangkap dan dicelakai, yang juga merupakan saat terakhir kali Yerusalem dikepung. Pada saat itu, nubuat dari pasal 20 telah menjadi kenyataan di pasal 21 ini!

Pada tahun 597 SM Zedekia mengantikan Yoyakhin menjadi raja Yehuda. Pada saat itu, kerajaan Yehuda sudah tidak sama dengan sebelumnya, kekuatan negara sudah kosong dan sumber daya manusia sudah habis. Karena ketika kota Yerusalem pertama kali dihancurkan oleh Babel, Nebukadnezar tidak hanya menawan Yoyakhin ke Babel, tetapi juga mengambil semua elit dan pemimpin Yehuda, barang berharga dari Bait Suci dan harta dari istana,「hanya menyisakan orang-orang termiskin.」 Kemudian raja Babel mengangkat Matanya (paman Yoyakhin) sebagai raja Yehuda menggantikan dia dan merubah namanya menjadi 「Zedekia」 (2 Raja-raja 24:17), ia menjadi raja selama sebelas tahun.

Ironi dari perikop ini adalah bahwa orang-orang pemegang kuasa di Bait Suci yang dahulu menganiaya Yeremia, sekarang diutus raja untuk meminta petunjuk Tuhan melalui dirinya. 「Pasyhur」 yang dituliskan di ayat 1 adalah putra Malkia, bukan putra dari Imer imam kepala Bait Allah yang ditulis di pasal 26, dia adalah orang yang sama dengan yang dicatat dalam Yer. 38:1-6. Lalu 「Zefanya bin Maaseya」 adalah sama dengan orang yang dicatat di Yer. 37.

Dalam situasi yang tragis dan kritis seperti itu, sangat berbahaya untuk bertahan mengatakan kebenaran dan setia kepada Tuhan, tetapi Yeremia bersikeras untuk memberitakan kebenaran, berkata jujur, dan tidak pernah berkompromi, menunjukkan keberanian dari nabi yang sejati. Tetapi mengatakan kebenaran apa adanya tanpa dihias, seringkali akan sangat tidak enak didengar, dalam situasi pada saat itu, kemungkinan besar Yeremia akan kehilangan nyawanya. 「Menyerahkan diri, tidak ada jalan keluar!」, pesan Yeremia betapa tidak enak didengar, siapa yang bisa menerimanya? Tetapi dalam keadaan tersebut, itu adalah pilihan terbaik untuk Israel! Orang tidak suka kegagalan, juga mereka tidak mau menerima disiplin hajaran, tetapi kata-kata jujur menyakitkan telinga, obat yang pahit di lidah, sering kali merupakan fakta yang harus kita terima.

Apa yang paling dibutuhkan bangsa Israel pada saat itu adalah untuk menerima kegagalan mereka sendiri dan disiplin hajaran Allah! Bagaimana menghadapi kegagalan, menerima hukuman dan disiplin Tuhan juga merupakan pekerjaan rumah yang harus dipelajari banyak gereja dan orang percaya hari ini. Pertama-tama, kita harus tahu bahwa menerima disiplin Tuhan bukan hanya hal yang buruk, tetapi juga rahmat, karena itu membuktikan bahwa kita adalah anak-anak Allah yang dikasihi Tuhan. Seperti yang dikatakan Ibrani 12:5-6: 「Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: 『Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.』」

Dalam catatan 2 Samuel 24, raja Daud melakukan kejahatan dengan tanpa izin menghitung jumlah rakyat, kemudian dia menyesali dan mengaku bersalah kepada Allah, maka Allah mengutus nabi Gad untuk memberitahunya tiga pilihan disiplin dari Allah. Ia menjawab, 「Sangat susah hatiku, biarlah kiranya kita jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia」 (2 Sam. 24:14), menerima disiplin adalah ketika seseorang menyerah kepada Tuhan, Daud menyerahkan hak untuk memilih hukuman kepada Tuhan, penyerahan diri yang sepenuhnya, karena dia tahu bahwa berkeras sampai mati tidak mau bertobat adalah respon terburuk, pengakuan dosa dan kesediaan untuk menerima disiplin dari Allah adalah pilihan terbaik, karena Allah adalah Tuhan yang penuh belas kasihan.

Renungkan:

  1. Apakah Anda memiliki kesulitan untuk mengakui kekalahan dan menghadapi disiplin? Melarikan diri dan melalaikan tanggung jawab bukan solusi yang baik, tolong doakan bagi diri sendiri.
  2. Tolong renungkan kalimat berikut: 「kita menerima disiplin bukanlah untuk menyerah pada kesalahan dan dosa, tetapi menyerah kepada Tuhan」 .

Renungan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 18 – 39 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Januari 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Yeremia 10:17-25

「Didikan dari Tuhan」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 10:17-25 [ITB])
17 Angkutlah barang-barangmu dari negeri ini, hai orang-orang yang berada dalam pengepungan! 18 Sebab beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, sekali ini Aku akan melemparkan penduduk negeri ini, dan Aku akan menyesakkan mereka, supaya mereka merasakannya. 19 Celakalah aku karena penyakitku, lukaku tidak tersembuhkan! Aku berpikir: Ah, inilah suatu kepedihan yang harus kutanggung! 20 Kemahku sudah rusak, dan semua talinya sudah putus. Anak-anakku telah pergi dari padaku, tidak ada lagi; tidak ada lagi yang mendirikan kemahku dan yang membentangkan tendaku. 21 Sungguh, gembala-gembala sudah menjadi bodoh, mereka tidak menanyakan petunjuk TUHAN. Sebab itu mereka tidak berbahagia dan seluruh binatang gembalaan mereka cerai-berai. 22 Terdengarlah suatu berita, bunyinya: Kegemparan besar akan datang dari tanah sebelah utara, untuk membuat kota-kota Yehuda menjadi sunyi sepi, menjadi tempat persembunyian serigala-serigala. 23 Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya. 24 Hajarlah aku, ya TUHAN, tetapi dengan selayaknya, jangan dengan murka-Mu, supaya aku jangan Kaubinasakan! 25 Tumpahkanlah kepanasan amarah-Mu ke atas bangsa-bangsa yang tidak mengenal Engkau, ke atas kaum-kaum keluarga yang tidak menyerukan nama-Mu; sebab mereka telah memakan Yakub dan menghabisinya, dan membuat tempat kediamannya menjadi puing.

Perikop Yer. 10:17-25 yang dibaca hari ini adalah bagian kedua dari pasal 10, yang menubuatkan kehancuran Yerusalem segera akan datang. Tema dan latar belakang dari puisi ini jelas berbeda dari Yer. 10:1-16 yang kita baca kemarin, mungkin karena Kitab Yeremia bukan dibukukan berdasarkan urutan kronologis.

Tema dari perikop ini adalah nubuat tentang tentara Babel telah menyerang tiba di Yerusalem, dan orang-orang di dalam kota berseru meratap tragis. Perikop ini menunjukkan bahwa penghancuran tidak hanya terjadi di kota Yerusalem, tetapi juga di kota-kota lain Yehuda. Menurut penggambaran dari kontennya, latar belakang perikop ini adalah periode mulai dari pengepungan kota Yerusalem, sampai kota berhasil diserang, yakni awal bulan Oktober tahun 588 S.M., hingga bulan April tahun 586 S.M.

Ayat 17-18 「Angkutlah barang-barangmu dari negeri ini, hai orang-orang yang berada dalam pengepungan! 18 Sebab beginilah firman TUHAN: 『Sesungguhnya, sekali ini Aku akan melemparkan penduduk negeri ini, dan Aku akan menyesakkan mereka, supaya mereka merasakannya.』」 Ayat 17 sangat jelas menunjukkan bahwa orang-orang Israel hendaklah 「berkemas,」 siap untuk meninggalkan tempat yang Tuhan berikan, pergi menjadi budak di tempat bangsa-bangsa asing. Pergi atau tidaknya keberangkatan mereka itu tidak bersifat sukarela, karena Tuhan hendak 「melemparkan」 mereka keluar dari tempat tinggal yang Tuhan berikan kepada mereka.

Ayat 18 「supaya mereka merasakannya」 atau dalam CUVT adalah 「supaya mereka insyaf」 itu adalah tujuan dari penghakiman Tuhan untuk menghukum orang Israel, sehingga hal ini tidak hanya sekedar merupakan hukuman, tetapi disiplin didikan, adalah didikan dari Bapa Sorgawi kepada anak-anak tercinta-Nya.

Ibrani 12:8-11 mengingatkan kita bahwa 「8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. 9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? 10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. 11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.」

Jadi ketika kita menghadapi disiplin didikan dari Tuhan, 「… janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya …」 (Ibrani 12:5), terlebih lagi menegaskan bahwa kita adalah anak-anak yang dicintai oleh Tuhan, karena Ia mendidik kita. Penderitaan dan disiplin dua gagasan yang sama sekali berbeda, yang pertama adalah untuk membuat kita menderita, yang kedua demi kebaikan kita.

Meskipun tujuan disiplin Tuhan adalah baik, tetapi proses ini benar-benar menyakitkan, ayat 19-20 bagian ini adalah keluhan orang Israel tentang penderitaan mereka. Ayat 19 mengatakan, 「… Celakalah aku karena penyakitku, lukaku tidak tersembuhkan! Aku berpikir: 『Ah, inilah suatu kepedihan yang harus kutanggung!』」Ini adalah benar-benar sakit aku harus bertahan.” Meskipun hukuman Tuhan sangat keras, membuat mereka kehilangan semua harta, kampung halaman hancur berantakan, bahkan kehilangan kebebasan diri; Tetapi mereka setuju bahwa ini adalah penderitaan mereka yang harus terima, karena mereka telah meninggalkan Tuhan dan mengkhianati perjanjian dengan Dia, sehingga mereka harus bertanggung jawab.

Ayat 21-22 menunjukkan secara utama tanggung jawab siapakah bahwa Yehuda menerima hajaran didikan, 「gembala-gembala sudah menjadi bodoh, mereka tidak menanyakan petunjuk TUHAN. Sebab itu mereka tidak berbahagia dan seluruh binatang gembalaan mereka cerai-berai.」 (Bandingkan CUVT, KJV 「gembala-gembala sudah menjadi tidak berperikemanusiaan, seperti hewan buas (brutish) …]) 「Gembala」 adalah mengacu pada pemimpin, termasuk raja, imam dan nabi. Yeremia menunjukkan bahwa orang-orang Israel untuk mengalami hal yang tragis adalah karena pemimpin mereka bodoh seperti binatang, bukan saja tidak untuk memimpin rakyat menyembah Tuhan, tetapi sebaliknya memulai dan memimpin menyembah berhala-berhala yang palsu dan dewa-dewa asing, sehingga rakyat harus menghadapi tragedi penawanan. 「Kegemparan besar akan datang dari tanah sebelah utara」 adalah menunjuk kerajaan Babel, dan 「kota-kota Yehuda menjadi sunyi sepi, menjadi tempat persembunyian serigala-serigala」 mengacu pada keadaan Yehuda setelah kehancurannya.

Ayat 23-25 nabi Yeremia mewakili rakyat Yehuda mengaku berdosa kepada Tuhan, berdoa untuk pengampunan Tuhan. Ayat 23 「Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.」 Ini menunjukkan bahwa ia paham keterbatasan manusia dan kedaulatan Tuhan, memohon Tuhan 「Hajarlah aku, … , tetapi dengan selayaknya,」 jangan 「binasakan」 mereka.

Ayat 25 mungkin mengutip dari Mazmur 79:6-7, dan berdoa meminta Tuhan juga menghakimi bangsa-bangsa menurut keadilan dan kebenaran, yang merupakan pengharapan setelah pertobatan.

Renungkan:

1. Apakah Anda tahu bahwa menerima hajaran Tuhan merupakan bukti bahwa Tuhan mengasihi Anda? Apakah Anda dengan sungguh hati mau dengan sukacita menerima pendisiplinan dari Dia?

2. Jika Anda sekarang menghadapi didikan disiplin Tuhan, apakah Anda bersedia bekerja sama atas pengaturan Tuhan, menerima keputusan-Nya, taat pada Firman-Nya, dan berubah kembali ke jalan yang benar?

3. Tolong berdoa untuk para pemimpin negara, masyarakat dan gereja di mana Anda tinggal, memohon Tuhan memberikan pemimpin yang memiliki kebenaran, keadilan dan hikmat.


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Yesaya 4:2-6

「Roh yang Mengadili dan yang Membakar」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 1-8 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yes. 4:2-6 [ITB])
2Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan TUHAN akan menjadi kepermaian dan kemuliaan, dan hasil tanah menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi orang-orang Israel yang terluput.
3Dan orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus, yakni setiap orang di Yerusalem yang tercatat untuk beroleh hidup, 4apabila TUHAN telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar.
5Maka TUHAN akan menjadikan di atas seluruh wilayah gunung Sion dan di atas setiap pertemuan yang diadakan di situ segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam, sebab di atas semuanya itu akan ada kemuliaan TUHAN sebagai tudung 6dan sebagai pondok tempat bernaung pada waktu siang terhadap panas terik dan sebagai perlindungan dan persembunyian terhadap angin ribut dan hujan.

Perikop ini memakai 「pada waktu itu」 sebagai pembukaan, melanjutkan topik dari teks sebelumnya 「pada hari itu」 (Yes. 2:12, 17; 3:7, 18), frasa 「pada hari itu」 yang disebutkan dalam teks-teks sebelumnya ini semuanya adalah hari penghakiman orang fasik juga penghancuran mereka, tetapi frasa 「pada hari itu」 yang disebutkan Yes. 4:2 justru adalah sebuah hari pembaharuan, ini membuat kita memahami: jika tidak ada penghancuran, maka tidak ada pembangunan.

Yes. 4:3-4 sekali lagi menyebutkan 「Putri Sion」, teks sebelumnya (Yes. 3:16-4:1) menunjukkan 「Putri Sion」 menjalani kehidupan yang bersifat 「permukaan kulit luar」, hanya memiliki penampilan luar yang indah dan mewah namun tidak memiliki hukum Taurat dan moral yang sungguh, Yes. 4:3-4 berbalik menjelaskan Tuhan dengan roh yang mengadili dan yang membakar mencuci bersih noda penduduk Sion. Keadaannya adalah seperti nabi Yesaya sendiri saat mendapatkan panggilan, sama sebagaimana Allah membuang noda Yesaya (Yes. 6:7), saat itu Serafim mengambil bara dari mezbah diletakkan di mulut Yesaya, ini adalah simbol mulutnya dibersihkan, bara merah ini adalah semacam bara yang sedang terbakar, maka sama dengan roh yang membakar di dalam perumpamaan di atas, roh yang membakar juga bukan menunjuk makna kerohanian yang panas membara atau roh api, tetapi menunjuk semacam kekuatan memurnikan yang datang dari Allah, ciri khusus kekuatan ini adalah menerima penderitaan dengan kesabaran, karena api ini akan membawakan penderitaan kesulitan kepada Yesaya, tetapi buah hasil dari penderitaan dan kesulitan justru mampu membawakan pembersihan, dengan demikian, saat Yes. 4:3-4 menunjukkan roh yang mengadili dan roh yang membakar akan mencuci bersih noda Putri Sion, sebenarnya menjelaskan Putri Sion harus mendapatkan didikan Allah dan penderitaan kesulitan, barulah bisa membuang noda dirinya.

Sebenarnya apakah yang ditunjuk penderitaan kesulitan ini? Berdasarkan ayat 3-4, kita dapat memahami bahwa penderitaan kesulitan ini adalah menunjuk penawanan (pembuangan) : 「orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus, yakni setiap orang di Yerusalem yang tercatat untuk beroleh hidup」. Perikop ini menjelaskan setelah pemurnian di dalam penderitaan kesulitan maka ada sisa umat menetap di Yerusalem, rakyat yang lain sudah terbunuh, hanya ada mereka yang menjadi sisa umat, yang telah mengalami penderitaan yang bukan biasa-biasa, maka memiliki kebahagiaan tercatat namanya di dalam kitab kehidupan, oleh karenanya menjadi kudus. Ternyata, pemurnian Allah bukanlah hendak membunuh habis, Dia menyimpan sisa umat, agar karena pengalaman penderitaan kesulitan membuat mereka jadi kudus.

Berdasarkan Yes. 4:5 ditunjukkan, gunung Sion pasti sekali lagi memiliki kemuliaan Allah, unsur penyertaan Allah yang digambarkan di antaranya juga sama-sama muncul dahulu saat TUHAN datang ke gunung Sinai, saat itu ada awan asap, api dan kemuliaan, ketiga macam unsur ini semua simbol adalah penyertaan Allah, tidak hanya muncul saat Yesaya mendapat panggilan (Yes. 6:4), juga muncul di saat upacara penahbisan bait Suci Solomon (2 Taw. 7:1-7), dengan demikian dapat dilihat, penyertaan Allah bukan penyertaan lemah gemulai, tetapi adalah semacam penyertaan yang menguncang langit menggetarkan bumi, menekankan Allah tidak bisa dikendalikan manusia, karena Dia sendiri adalah angin besar badai hujan.

Renungkan: 「pada hari itu」 adalah hari penyertaan Allah, tetapi sebelum hari ini datang, penderitaan kesulitan dan pengalaman yang membakar semuanya bersifat menumbangkan, datangnya tempaan ini, ternyata adalah demi membersihkan sisa umat yang sudah mengalami penderitaan kesulitan, membuat mereka bisa langsung mengalami penyertaan Allah yang tidak bisa dikendalikan manusia. Ternyata, manusia selalu senang menyederhanakan Allah menjadi permainan diri sendiri, saat kita mempersempit area kerja Allah di zona aman diri kita sendiri, mungkin kita akan mengalami didikan Dia yang keras, di dalam prosesnya, ada penderitaan kesulitan yang seperti api. Tetapi tidak membuat kecewa, karena munculnya penderitaan kesulitan barulah mampu membersihkan kita, membuat kita sekali lagi bersaksi penyertaan Allah yang nyata. Bagi pandangan manusia adalah penyertaan zona berbahaya, tetapi justru adalah penyertaan yang sesungguhnya. Apakah engkau bersedia?