「Mengenal Hikmat dan Didikan」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.
(Amsal 1:1-7 [ITB])
1 Amsal-amsal Salomo bin Daud, raja Israel, 2 untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna, 3 untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran, 4 untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda — 5 baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan — 6 untuk mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki orang bijak.
7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.
Kemarin telah berbicara tentang menerjemahkan teks bahasa asli ke bahasa yang berbeda, penerjemah selalu berkomitmen untuk menjaga format, jumlah kata dan makna asli dari bahasa asli Ibrani. Sebelum melihat perikop Alkitab hari ini, mari kita mengambil ayat 2 sebagai contoh untuk melihat terjemahan dari setiap kata.
The Message: 「Written down so we’ll know how to live well and right, to understand what life means and where it’s going / ditulis agar kita akan tahu bagaimana hidup dengan baik dan benar, untuk memahami apa arti hidup dan ke mana ia pergi」
NIV: 「for gaining wisdom and instruction; for understanding words of insight / untuk mendapatkan kebijaksanaan dan instruksi; untuk memahami kata-kata wawasan」
ITB: 「untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna」
BIMK: 「Tujuannya ialah untuk menolong orang mengetahui bagaimana menjadi bijaksana, dan tahu tata tertib hidup serta dapat memahami ungkapan-ungkapan yang mengandung arti yang dalam」
CUVR:「要使人懂得智慧和訓誨,明白通達的言語 / untuk membuat orang memahami hikmat dan didikan, memahami kata-kata berakal budi」
Ketika menerjemahkan kata 「בִּינָה biynah (insight / pengetahuan yg dalam), bisa diterjemahkan menjadi 「kata-kata yang bermakna」, 「kata-kata berakal budi」 dan 「kata-kata yang mengandung arti yang dalam」. Ini menunjukkan bahwa jika kita dapat merujuk pada terjemahan yang berbeda (saling melengkapi dan memperkaya, karena satu kata dalam bahasa asli tidak dapat dicakup satu kata terjemahan), itu akan membantu kita lebih memahami arti sebenarnya kata-kata dalam Alkitab.
Kepada siapa 《Kitab Amsal》 ditujukan? Dalam bagian pertama (pasal 1 hingga 9), 「anakku」 muncul 10 kali, percaya bahwa penulis ingin meletakkan dasar bagi kehidupan putranya, sehingga ketika putranya memasuki dunia nyata, di dalam hatinya ia memiliki bimbingan hikmat. Editor 《Kitab Amsal》 memiliki khalayak pembaca yang lebih luas, kata pengantar untuk perikop 1:1-7 mencakup banyak kategori orang, termasuk 「orang yang tak berpengalaman」, 「orang muda」, 「orang bijak」 dan 「orang yang berpengertian」. Dengan kata lain, siapa pun bisa mendapatkan prinsip kehidupan yang berharga dan prinsip menjadi orang dari 《Kitab Amsal》
Apa tujuan dari 《Kitab Amsal》? Apa yang bisa diperoleh pembaca? Pertama, ayat 1:2 dengan jelas menyatakan ingin agar orang mendapatkan 「hikmat dan didikan」; kedua, mereka harus meningkatkan pengertian, menambah pengetahuannya dan memperoleh bahan pertimbangan (ayat 2b dan 5) sehingga mereka dapat memahami kata-kata yang diajarkan; ketiga, membangun Kebajikan dan karakter, yakni kebenaran, keadilan, dan integritas kejujuran (ayat 3); keempat, menjadikan 「orang yang tak berpengalaman menjadi cerdas」 (ayat 4), dengan bijak dan hati-hati dalam berbicara atau mengambil tindakan yang sesuai; kelima, belajar menafsirkan serta mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki orang bijak (ayat 6), karena ada beberapa metafora yang sulit; terakhir 《Kitab Amsal》 hendak membina orang-orang saleh dan membuat orang hormat takut akan Tuhan (ayat 7).
「Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan / hikmat」 (1:7; 9:10) adalah deklarasi dan moto dari 《Kitab Amsal》! Ayat 1:7 dengan jelas menyatakan bahwa sumber dan pemberi hikmat adalah Allah. Ini adalah pengingat serta pesan atas sikap dan hubungan yang harus dimiliki pembaca terhadap Allah. Tanpa Allah, tidak akan ada hikmat! Dan pra-syarat dari semua hikmat adalah takut akan Tuhan! Kiranya ketika kita membaca 《Kitab Amsal》 , membawa kita memiliki rasa takut akan Tuhan. Takut akan Allah adalah dasar pengetahuan. 「Pengetahuan」 yang disebutkan di sini adalah sinonim dari 「hikmat」. Jadi, apa itu hikmat? Seperti yang kita katakan kemarin, hikmat adalah keterampilan hidup, kemampuan sosial, tahu bagaimana mengatakan kata-kata yang tepat dan melakukan tindakan yang tepat pada waktu yang tepat, di kesempatan yang tepat, dan situasi yang tepat! Mari kita sekarang ini memulai perjalanan spiritual dari hormat takut akan Tuhan.
Renungkan:
Berdoa mohon Tuhan memberi saya hati yang hormat takut kepada-Nya, agar Roh kebenaran Allah membuka pikiran saya sehingga saya dapat memiliki hikmat dan menjalani kehidupan yang memuliakan Allah dan memberi manfaat bagi orang lain.
Renungan pemahaman Kitab Amsal
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 1-9 ditulis oleh Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.