Tag Archives: Hikmat kehidupan

Amsal 13:12-25

Tiga tindakan orang bijak
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 13:12-25 [ITB])
12 Harapan yang tertunda menyedihkan hati,
………tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan.
13 Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya,
………tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.
14 Ajaran orang bijak adalah sumber kehidupan, sehingga orang terhindar dari jerat-jerat maut.
15 Akal budi yang baik mendatangkan karunia,
………tetapi jalan pengkhianat-pengkhianat mencelakakan mereka.
16 Orang cerdik bertindak dengan pengetahuan,
………tetapi orang bebal membeberkan kebodohan.
17 Utusan orang fasik menjerumuskan orang ke dalam celaka,
………tetapi duta yang setia mendatangkan kesembuhan.
18 Kemiskinan dan cemooh menimpa orang yang mengabaikan didikan,
………tetapi siapa mengindahkan teguran, ia dihormati.
19 Keinginan yang terlaksana menyenangkan hati,
………menghindari kejahatan adalah kekejian bagi orang bebal.
20 Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak,
………tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.
21 Orang berdosa dikejar oleh malapetaka,
………tetapi Ia membalas orang benar dengan kebahagiaan.
22 Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya,
………tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.
23 Huma orang miskin menghasilkan banyak makanan,
………tetapi ada yang lenyap karena tidak ada keadilan.
24 Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya;
………tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.
25 Orang benar makan sekenyang-kenyangnya,
………tetapi perut orang fasik menderita kekurangan.

Kemarin kita merenungkan tema 「keinginan」, dan hari ini kita terus memikirkan konsep terkait, yaitu 「harapan.」 Kata itu muncul tiga kali masing-masing dalam ayat 12 dan 19. Jika 「keinginan」 secara khusus mengacu pada kepuasan jangka pendek dan fisik jasmani, maka 「keinginan pengharapan」 ini manis dan kepuasan bagi jiwa (NIV 「sweet to the soul」, ITB 「menyenangkan hati」) seperti yang disebutkan dalam ayat 19. Ayat ini tidak menjelaskan isi dari harapan, tetapi menunjukkan bahwa hasilnya adalah bertumbuhnya sebuah 「pohon kehidupan」 (ayat 12). Beberapa peneliti percaya bahwa harapan orang bijak adalah untuk mendapatkan kebijaksanaan, dan menggunakan 「pohon kehidupan」 dan 「sumber kehidupan」 (fountain of life, NIV) sebagai simbol, sebagaimana dinyatakan dalam ayat 14: 「Ajaran orang bijak adalah sumber kehidupan.」 Orang yang telah memperoleh kebijaksanaan maka memperoleh sumber kehidupan. Harapan semacam ini bukan hanya semacam sikap, tetapi juga merupakan motivasi kekuatan pendorong, karena keinginan pengharapan yang terus-menerus dan memperoleh sumber kehidupan.

Dalam ayat 20-25 orang bijak mendorong pembaca untuk berjalan bersama dengan orang bijak. Orang selalu akan terpengaruh oleh komunitas. Seorang ibu memilih untuk anaknya lingkungan berteman dan belajar yang baik, lingkungan selalu membawakan pengaruh, ini mengingatkan kita untuk berhati-hati dalam berteman. Dalam Perjanjian Lama, Lot adalah contoh negatif, ketika dia meninggalkan Abraham dan tinggal di kota Sodom yang penuh dosa, kehidupan rohaninya sangat terpengaruh. Ada literatur yang menuliskan demikian: 「teman orang bebal adalah orang bebal; teman orang bijak adalah orang bijak」 (The friend of a fool is a fool; the friend of a wise man is a wise man). Karena itu, 「Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak」 (ayat 20) Lingkaran pertemanan seseorang adalah kelompok yang membentuk karakternya. Seperti pepatah lama mengatakan, 「selalu ada yang menjadi guru dalam perjalanan tiga orang.」 Berjalan dengan orang bijak dapat memperoleh kebijaksanaan dari perkataan, perbuatan, dan kehidupan mereka. Karena komunitas sangat penting, dengan siapa berteman maka mencerminkan kebijaksanaan orang bijak. Orang bijak menunjukkan bahwa konsekuensi dari 「bergaul dengan orang bebal」 adalah orang yang bersangkutan akan menderita kerugian. Karena itu, seperti yang dikatakan pada renungan Amsal 12:16-28 「Waspada berhati-hati」 dalam segala tindakan, marilah dengan hati-hati memilih teman!

Perikop hari ini dengan jelas menunjukkan bahwa mereka yang mencari hikmat akan mendapatkan sumber kehidupan (ayat 12-19); berjalan bersama dengan orang bijak, mendapatkan hikmat (ayat 20-25). Orang bijak taat dan mengindahkan kepada perintah Allah (ayat 13), dan bersedia menerima 「teguran.」 Kata 「teguran」 muncul beberapa kali di seluruh pasal (ayat 1, 10, 18). Selanjutnya ayat Alkitab juga menunjukkan bahwa orang bijak tidak melarikan diri dari teguran (rebuke), mau menerima nasihat (take advice), dan menerima didikan (correction). Dengan kata lain, komunitas orang bijak akan saling membangun kehidupan satu sama lain, saling menasihati, dan menjalani kehidupan disiplin (discipline) bersama.

Renungkan:
(1) Yesus adalah sumber kehidupan, Dia berkata, 「Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup」 (Yoh. 7:38), marilah renungkan janji Tuhan;
(2) Yesus berkata: 「Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!」 (Wahyu 3:19) Apakah saya mengerti dan mau menerima kebenaran ini?


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Peran Hikmat dalam Hidup Keselamatan

「Peran Hikmat dalam Hidup Keselamatan」
Oleh Lukas M.Div

Untuk kalangan Kristen

(1 Korintus 1:30-31 [ITB])
30 Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.
31 Karena itu seperti ada tertulis: “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.”

Pendahuluan
Apa sih hikmat itu? Menurut Anda apakah hikmat adalah sejenis keterampilan sosial, sikap dalam berinteraksi, berkomunikasi, membangun persahabatan, dan menangani keuangan. Prinsip yang seharusnya dimiliki dalam membuat keputusan.

Menurut saudara dan saudari, apakah orang non Kristen punya hikmat? Misal, seorang President yang baik dan bijak. Menurut Anda apakah dia punya hikmat? Tentu.
Dalam dunia ini, pasti ada orang yang bijaksana agama apapun. Misal di China zaman kuno, terdapat Confusius, seorang filsafat yang sangat bijak dan berhikmat, pengaruhnya sampai ke Korea, dan Jepang sampai di zaman kini, bahkan di Indonesia.

Ayub 12:12 “Konon hikmat ada pada orang yang tua, dan pengertian pada orang yang lanjut umurnya“, kita bisa setuju ya? Biasanya orang yang sudah tua umurnya biasanya dianggap memiliki hikmat.

Namun apa sih bedanya hikmat orang Kristen dan hikmat yang dimiliki orang-orang dunia atau non Kristen?

Mari kita membaca apa yang dikatakan Alkitab tentang hikmat orang yang percaya pada Kristus.

Paulus mengatakan bahwa 1 Kor 1:30 “Tetapi oleh Dia, kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.”

Orang percaya memiliki Hikmat Kristus
Paulus mengatakan bahwa “kamu berada dalam Kristus Yesus”, maksud Paulus adalah bahwa Allah telah membuat kita bersatu dengan Kristus Yesus, Sang Hikmat Allah (Sang Firman kalimatullah Allah), artinya didalam persatuan kita dengan Sang Hikmat Allah, maka kita dijadikan memiliki hikmat.

Seperti yang dikatakan Ayub 12:13 “Tetapi pada Allahlah hikmat dan kekuatan, Dialah yang mempunyai pertimbangan dan pengertian.” Allah adalah pemilik hikmat, Sang Firman Hikmat Allah adalah bagian dari diri Allah.

Orang percaya memiliki Hikmat, karena sudah ditebus Kristus
Kita boleh bertanya dengan cara apa Allah membuat kita bersatu dengan Kristus sehingga kita memiliki hikmat Allah?

Yakni dengan cara Yesus Sang Hikmat Allah menebus kita, melalui karya penebusan Kristus di Salib, maka kita dibenarkan, dosa-dosa kita tidak diperhitungkan lagi, dan kita dikuduskan.

Tuhan melalui Salib, menguduskan hati kita yang kotor, membentuk kita memiliki hati baru yang bersih, jiwa yang jujur lurus. Maka diri kita yang sudah dikuduskan ini siap menerima hikmat Allah (atau Sang Hikmat yakni Sang Firman Allah). Hikmat yang datang dari Allah memiliki sifat suci, hikmat yang kudus, hanya bisa ditampung hati yang sudah dikuduskan.

Inilah perbedaan yang paling mendasar antara hikmat manusia dunia dengan hikmat yang dimiliki orang yang percaya kepada Kristus.

Di dalam diri orang yang sudah ditebus dan dikuduskan Kristus, ada hati dan pikiran yang bersih dan kudus, sehingga hikmat Allah yang kudus, suci dan mulia itu datang ke dalam diri kita.

Di dalam kekudusan barulah ada hikmat yang sejati.

Hikmat dalam diri orang yang belum dicuci darah Yesus, masih merupakan hikmat yang diwarisi, yang sudah ternoda dosa karena kejatuhan Adam.

Hikmat yang masih ternoda dosa bukanlah hikmat yang murni sejati. Dosa membuat manusia memakai kecerdasannya untuk menggelapkan uang pemerintah atau uang perusahaan. Banyak orang dunia memakai kecerdasannya untuk memanipulasi milik orang lain. Ada orang yang memakai kecerdasannya untuk berselingkuh agar tidak ketahuan istri atau suaminya.

Manusia yang belum dicuci dan dikuduskan darah Yesus, mudah terjatuh memakai kepandaiannya untuk memuaskan nafsu, mungkin secara IQ hebat, namun hikmat kepandaian yang tidak didasarkan pada kekudusan Allah.

Ataupun filsafat Konfusius, ya ajaran hikmat yang penuh kebajikan, mungkin demi ketentraman keteraturan masyarakat, namun Konfusius yang belum dikuduskan oleh darah Kristus tidak akan menggunakan hikmat untuk kemuliaan kudus Kristus.

Perbedaannya: hikmat dari manusia untuk manfaat, keuntungan manusia, keteraturan sosial, itu bagus.
Hikmat manusia dunia walau itu bijak namun tidak akan membawakan orang kepada jalan keselamatan Kristus.

Tetapi hikmat dari Kristus bagi orang percaya adalah untuk kemuliaan Allah dan membawakan orang kepada jalan keselamatan Kristus.

Orang percaya memiliki Hikmat Kristus untuk memuliakan Allah
Amsal 2:6 juga mengatakan 「Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.

Jelas dikatakan bahwa sumber dan pemberi hikmat adalah Allah. Ini mengingatkan kita bahwa tanpa Allah, tidak akan ada hikmat! Dan pra-syarat dari semua hikmat adalah takut akan Tuhan!

Jika kita memakai hati kita yang sudah dikuduskan darah Yesus, untuk mendasarkan kecerdasan kita, pikiran kita pada hikmat dari Allah, hikmat yang diajarkan dalam Alkitab, dari sinilah timbul tindakan dan cara hidup yang menyatakan kekudusan, menyatakan rasa hormat dan takut kita kepada Allah.

Perbedaannya: hikmat kudus kita adalah dari Allah untuk kemuliaan Allah, efectnya: kekudusan dan kemulaiaan Allah dapat dirasakan oleh tetangga kita, rekan kerja kita, anak kita, istri atau suami kita.

Orang dapat merasakan adanya keadilan dan kebenaran, kekudusan, damai sejahtera, kasih dan sukacita yang datang dari Allah, melalui perilaku kita, keputusan yang kita ambil ataupun ketika kita menyelesaikan suatu masalah, pada saat yang sama mencerminkan kemuliaan Allah, itu akan membawakan orang kepada jalan keselamatan Kristus.

Misal bagaimana sikap terhadap rekan kerja, jika ada perbedaan pendapat, apakah kita memakai hikmat yang memiliki unsur kasih, hikmat yang adil.

Bagaimana sikap kita terhadap sesama rekan kerja yang berbeda jenis, apakah kita memakai hikmat yang kudus sehingga menghindarkan perselingkuhan?

Seperti halnya Salomo, 1 Raj. 3:28 “Ketika seluruh orang Israel mendengar keputusan hukum yang diberikan raja, maka takutlah mereka kepada raja, sebab mereka melihat, bahwa hikmat dari pada Allah ada dalam hatinya untuk melakukan keadilan.”

1 Kor 1:31 Karena itu seperti ada tertulis: “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan,” artinya apa yang hendak kita muliakan bukan diri sendiri, tujuan utama bukan memuliakan manusia, tetapi memegahkan Allah yakni memuliakan Allah.

Ya, memang Yesus Kristus memberikan kita hikmat yang dari Allah untuk kemuliaan Allah. Itu akan membantu saat kita membawa orang kepada jalan keselamatan Kristus.

Alangkah ajaib : hidup keselamatan ini dijalani dengan hikmat kudus, bersama Sang Hikmat Firman Allah

Apa yang karus kita lakukan?
Amsal memberitahu kita bahwa 「Takut akan TUHAN adalah permulaan hikmat」 (1:7),

Berdoa mohon Tuhan memberi kita hati yang hormat takut akan Tuhan, dan Roh Kudus menerangi, membantu kita dapat menghayati ajaran Alkitab sehingga mampu mengamalkannya sebagai hikmat Allah yang kudus dalam hidup sehari-hari.

Roh Kudus membimbing, menegur, sehingga hikmat yang kudus dapat kita terapkan di rumah tangga, hikmat kasih dalam berinteraksi dengan orang lain, berkomunikasi, membangun persahabatan.
Hikmat bijaksana yang kudus dalam menangani keuangan, dengan hikmat Yesus Kristus yang kudus membuat keputusan yang adil, di kantor, di rumah.

Sehingga dapat memuliakan Allah dan memberi manfaat bagi orang lain.

Mungkin hal ini tidak mudah, mohon Tuhan membantu kita.

Janji Allah bagi orang-orang jujur yang lurus mempraktikkan hikmat dalam hidup mereka, Allah adalah perisai mereka, menjaga dan melindungi jalan mereka.


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amsal 4:20-27

「Pengajaran 7: Jagalah Hatimu」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 4:20-27 [ITB])
20 Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; 21 janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu. 22 Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.
23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
24 Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu.
25 Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka.
26 Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu.
27 Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.

Amsal pasal 4 menjelaskan tentang ayah tiga kali berpesan kepada anak-anaknya agar memperhatikan ajarannya. Dalam ayat 1-9, dia berdasarkan pengalaman dirinya meninjau kembali tradisi spiritual keluarga; dalam ayat 10-19, dia mengingatkan putranya untuk memilih jalan yang benar dan tidak mengikuti jalan orang fasik; dalam 4:20-27, sang ayah menasihati mereka untuk menjaga hati yang bersih dan berjalan dalam kejujuran, yang ia jelaskan dengan menggunakan gambaran berbagai organ tubuh. Organ-organ ini termasuk telinga (20), mata (21, 25), hati (21, 23), tubuh (22), mulut dan bibir (24), dan kaki (26, 27), menunjukkan bahwa respons tanggapan atas pesan ini memerlukan keterlibatan diri sepenuhnya, agar ajaran yang diterima dinyatakan dalam kehidupan.

Di awal paragraf ini, dua kali diminta untuk mendengarkan . Anak-anak tidak hanya diminta mengarahkan telinga mendengarkan, tetapi juga mendengarkan dengan penuh perhatian. Jika dia mendengarkan dengan penuh perhatian, bukan sekadar masuk ke telinga dan lalu melupakannya, tetapi kemudian dia menunjukkannya dalam tindakannya. Sang ayah tidak mau mereka membiarkan ajaran yang didengar menjauh dari mata mereka, dan meminta mereka menyimpan ajaran yang diterima di dalam hati. Ternyata ketika seorang anak secara nyata menemukan dan memperoleh hikmat, dia menemukan kehidupan (ayat 22) dan memperoleh kesembuhan bagi seluruh tubuh.

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan (ayat 23), ayat emas yang disukai banyak orang Kristen. Hati adalah organ penting dari tubuh manusia. Prajurit menggunakan lempengan besi untuk melindungi jantung (hati). Hati mewakili inti dari karakter dan kepribadian seseorang. Orang bijak menggunakan kata jaga (guard) untuk menunjukkan pentingnya, seperti penjaga melindungi menjaga dari musuh yang ada di luar atau pengkhianat yang ada di dalam. Ketika hati dijaga, ia dapat dilindungi dari godaan dunia luar dan terjaga dari nafsu keinginan yang ada di dalam. Dengan demikian, dari situlah terpancar kehidupan, sumber kehidupan akan membawa transformasi kehidupan, kepribadian, ucapan dan perilaku, dan menjalani kehidupan hikmat.

Sifat hidup yang telah diubahkan tidak akan menyimpang dari jalan yang benar. Orang bijak menggunakan tiga bagian tubuh untuk memperingatkan, yaitu janganlah semuanya itu menjauh dari matamu (ayat 21), buanglah mulut serong (ayat 24) dan jauhkanlah kakimu dari kejahatan (ayat 27). Ini adalah komitmen penyerahan keseluruhan diri seseorang ke jalan yang benar, mata melihat dengan jelas jalan yang harus diambil dan tujuan hidup (ayat 25), dan kaki tidak melangkah menyimpang dari jalan yang benar, berhati-hatilah dengan setiap langkah yang diinjakan kaki, jangan menyimpang ke kiri ke kanan, karena konsekuensi dari langkah kaki yang salah itu serius, jangan teralihkan dalam menapak jalan hikmat, fokus dan melihat ke depan dengan akurat!

Hikmat dapat mempengaruhi dan membentuk kehidupan manusia seutuhnya, termasuk kehidupan batin individu (hati), kata-kata yang diucapkan (mulut), bagaimana melihat dunia (mata), dan jalan yang ditempuh (kaki). Orang bijak terlebih dahulu melihat kehidupan dari sudut pandang internal diri , dan kemudian dia dapat memiliki manifestasi yang dewasa dan perkataan serta perbuatan yang konkret.

Renungkan:
(1) Bagaimana Anda menjaga hati Anda? Motivasi dan inspirasi apa yang dapat diberikan kepada Anda oleh renungan hari ini?
(2) Silahkan renungkan ayat emas berikut dan ambillah tekad kepada Tuhan: Ya TUHAN, lepaskanlah aku dari pada bibir dusta, dari pada lidah penipu (Mazmur 120:2) dan Jagalah langkahmu (Pengkhotbah 5:1).


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 1-9 ditulis oleh Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amsal 1:1-7

「Mengenal Hikmat dan Didikan」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 1:1-7 [ITB])
1 Amsal-amsal Salomo bin Daud, raja Israel, 2 untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna, 3 untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran, 4 untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda — 5 baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan — 6 untuk mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki orang bijak.
7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Kemarin telah berbicara tentang menerjemahkan teks bahasa asli ke bahasa yang berbeda, penerjemah selalu berkomitmen untuk menjaga format, jumlah kata dan makna asli dari bahasa asli Ibrani. Sebelum melihat perikop Alkitab hari ini, mari kita mengambil ayat 2 sebagai contoh untuk melihat terjemahan dari setiap kata.

The Message: Written down so we’ll know how to live well and right, to understand what life means and where it’s going / ditulis agar kita akan tahu bagaimana hidup dengan baik dan benar, untuk memahami apa arti hidup dan ke mana ia pergi
NIV: for gaining wisdom and instruction; for understanding words of insight / untuk mendapatkan kebijaksanaan dan instruksi; untuk memahami kata-kata wawasan
ITB: untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna
BIMK: Tujuannya ialah untuk menolong orang mengetahui bagaimana menjadi bijaksana, dan tahu tata tertib hidup serta dapat memahami ungkapan-ungkapan yang mengandung arti yang dalam
CUVR:要使人懂得智慧和訓誨,明白通達的言語 / untuk membuat orang memahami hikmat dan didikan, memahami kata-kata berakal budi

Ketika menerjemahkan kata 「בִּינָה biynah (insight / pengetahuan yg dalam), bisa diterjemahkan menjadi kata-kata yang bermakna, kata-kata berakal budi dan kata-kata yang mengandung arti yang dalam. Ini menunjukkan bahwa jika kita dapat merujuk pada terjemahan yang berbeda (saling melengkapi dan memperkaya, karena satu kata dalam bahasa asli tidak dapat dicakup satu kata terjemahan), itu akan membantu kita lebih memahami arti sebenarnya kata-kata dalam Alkitab.

Kepada siapa 《Kitab Amsal》 ditujukan? Dalam bagian pertama (pasal 1 hingga 9), anakku muncul 10 kali, percaya bahwa penulis ingin meletakkan dasar bagi kehidupan putranya, sehingga ketika putranya memasuki dunia nyata, di dalam hatinya ia memiliki bimbingan hikmat. Editor 《Kitab Amsal》 memiliki khalayak pembaca yang lebih luas, kata pengantar untuk perikop 1:1-7 mencakup banyak kategori orang, termasuk orang yang tak berpengalaman, orang muda, orang bijak dan orang yang berpengertian. Dengan kata lain, siapa pun bisa mendapatkan prinsip kehidupan yang berharga dan prinsip menjadi orang dari 《Kitab Amsal》

Apa tujuan dari 《Kitab Amsal》? Apa yang bisa diperoleh pembaca? Pertama, ayat 1:2 dengan jelas menyatakan ingin agar orang mendapatkan hikmat dan didikan; kedua, mereka harus meningkatkan pengertian, menambah pengetahuannya dan memperoleh bahan pertimbangan (ayat 2b dan 5) sehingga mereka dapat memahami kata-kata yang diajarkan; ketiga, membangun Kebajikan dan karakter, yakni kebenaran, keadilan, dan integritas kejujuran (ayat 3); keempat, menjadikan orang yang tak berpengalaman menjadi cerdas (ayat 4), dengan bijak dan hati-hati dalam berbicara atau mengambil tindakan yang sesuai; kelima, belajar menafsirkan serta mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki orang bijak (ayat 6), karena ada beberapa metafora yang sulit; terakhir 《Kitab Amsal》 hendak membina orang-orang saleh dan membuat orang hormat takut akan Tuhan (ayat 7).

Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan / hikmat (1:7; 9:10) adalah deklarasi dan moto dari 《Kitab Amsal》! Ayat 1:7 dengan jelas menyatakan bahwa sumber dan pemberi hikmat adalah Allah. Ini adalah pengingat serta pesan atas sikap dan hubungan yang harus dimiliki pembaca terhadap Allah. Tanpa Allah, tidak akan ada hikmat! Dan pra-syarat dari semua hikmat adalah takut akan Tuhan! Kiranya ketika kita membaca 《Kitab Amsal》 , membawa kita memiliki rasa takut akan Tuhan. Takut akan Allah adalah dasar pengetahuan. Pengetahuan yang disebutkan di sini adalah sinonim dari hikmat. Jadi, apa itu hikmat? Seperti yang kita katakan kemarin, hikmat adalah keterampilan hidup, kemampuan sosial, tahu bagaimana mengatakan kata-kata yang tepat dan melakukan tindakan yang tepat pada waktu yang tepat, di kesempatan yang tepat, dan situasi yang tepat! Mari kita sekarang ini memulai perjalanan spiritual dari hormat takut akan Tuhan.

Renungkan:
Berdoa mohon Tuhan memberi saya hati yang hormat takut kepada-Nya, agar Roh kebenaran Allah membuka pikiran saya sehingga saya dapat memiliki hikmat dan menjalani kehidupan yang memuliakan Allah dan memberi manfaat bagi orang lain.


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 1-9 ditulis oleh Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Filipi 4:12-13

「Melewati dan Pengalaman yang Membawa Hikmat」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Fil. 4:12-13 [ITB])
12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. 13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Pada tahun 2013, perikop Fil. 4:13 adalah bagian yang paling banyak dikutip orang dalam alat Alkitab online Youversion, dan mungkin juga banyak penyalahgunaan dalam mengutip ayat ini untuk menunjukkan bahwa mereka atau orang yang ingin dinasihati dapat melakukan hal-hal besar dalam kuasa Allah. Pemahaman ini pada dasarnya tidak salah, tetapi fokusnya tidak terlalu akurat.

Dalam teks sebelumnya di atas, Paulus dalam ucapan syukur atas dukungan gereja Filipi, ia menunjukkan bahwa ia tidak bergantung secara mutlak atas hal materi, sehingga ucapan syukurnya bukan karena kebutuhan materinya terpenuhi. Dalam dua ayat ini dia lebih jauh menunjukkan rahasia ia tahu mencukupkan diri. Dari ayat 11 hingga 13, Paulus menggunakan serangkaian kata kerja dengan makna yang serupa: belajar, tahu, tahu, tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia, dapat untuk mengekspresikan penguasaan atas mencukupkan diri.

Dari serangkaian kata kerja ini, Paulus menunjukkan proses belajar dirinya. Pertama-tama, dia tahu, kata tersebut pada dasarnya berarti mengalami dan mengetahui (mengenal), tetapi juga memiliki arti introspeksi dalam batas tertentu. Dengan kata lain, Paulus bukan hanya sekedar melewati kekurangan dan kelimpahan, tetapi menambahkan pembelajaran reflektif terhadap apa yang ia lalui ini, untuk menjadikannya menjadi pengalaman yang membawakan hikmat. Oleh karena itu, meskipun dalam teks bahasa aslinya ia hanya menyatakan bahwa ia tahu kekurangan dan kelimpahan, terjemahan CUV mengungkapkan pengenalan dan pengetahuan Paulus tentang bagaimana menghadapi situasi ini, bukan hanya sekedar melewatinya saja.

Kemudian, Paulus menggunakan frasa tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia (lihat NRSV, ASV, NIV, CUV I have learned the secret) untuk mengungkapkan adaptasinya terhadap berbagai situasi, dapat dilihat bahwa kekurangan dan kelimpahan yang ia hadapi di awal itu, setelah melalui reflektif introspeksi, menjadi kunci rahasia ia menghadapi kekurangan ataupun kelimpahan, dalam hal kenyang maupun dalam kelaparan, dalam segala hal, dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagi dia, frasa I have learned the secret (aku memperoleh kunci rahasia) dapat memiliki makna dibawa ke dalam organisasi atau tingkat tertentu. Ketika menghadapi kesulitan-kesulitan ini, Paulus bukan lagi seperti orang tidak berpengalaman yang bingung apa yang harus dilakukan, tetapi bisa seperti ahli teknisi yang terampil, mengatasi tantangan-tantangan ini dengan terampil.

Terakhir, Paulus menunjukkan bahwa pembelajarannya tidak berhenti pada pengetahuan dan keterampilan, tetapi direalisasikan dipraktikkan dalam kehidupan. Tentu saja, dia menjelaskan bahwa kemampuan untuk merealisasikan mempraktikkannya bukanlah miliknya sendiri, tetapi bersandar Yesus Kristus yang menguatkan dia. Tidak hanya demikian, dia tidak berhenti pada bagaimana menghadapi kekurangan secara materi, tetapi situasi yang dihadapinya kekurangan ataupun kelimpahan, dalam hal kenyang maupun dalam kelaparan ia perluas menjadi dalam segala hal, dalam segala perkara situasi apa pun. Ini menunjukkan bahwa Paulus tidak hanya belajar untuk menghadapi situasi sesaat itu saja, tetapi terlebih lagi di dalam situasi yang ia alami, ia belajar untuk mengandalkan Allah dalam segala hal dan setiap hari hidup di bawah perlindungan-Nya.

Dalam dua ayat ini, di satu sisi, Paulus menunjukkan bahwa dari pengalaman ia telah belajar rahasia mencukupkan diri, tetapi di sisi lain, ia ingin pembaca memahami bahwa kehidupan kita sehari-hari di hadapan Allah, tidak peduli situasi apa pun yang kita hadapi adalah kesempatan kita untuk meningkatkan kebijaksanaan spiritual, sehingga dari hal-hal yang kita hadapi, bisa menjadi pengalaman yang memberikan hikmat, memperoleh kunci rahasia, dan terlebih menjadi kesaksian hidup mengandalkan Tuhan.

Howard Hendricks, seorang pendidik teologis terkenal, menunjukkan bahwa banyak orang telah bekerja selama beberapa dekade, tetapi hanya memiliki puluhan pengalaman satu tahun yang terpecah-pecah, hanya mereka yang setiap tahun melakukan introspeksi perbaikan yang dapat mengubah apa yang dihadapi setiap tahun menjadi akumulasi pengalaman bertahun-tahun yang membawakan hikmat.

Renungkan:

Apakah kita di dalam kekuatan yang diberikan Kristus, kita mengubah berbagai hal yang dihadapi dalam hidup menjadi pengalaman yang membawakan pertumbuhan dan menjadi kebijaksanaan hidup kita?


Renungan pemahaman Surat Filipi (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan January 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.