Tag Archives: Bertelinga Tidak Mendengar

Yehezkiel 12:1-16

Bisa mendengar dan melihat

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 12:1-16 [ITB])
1 Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: 2 Hai anak manusia, engkau tinggal di tengah-tengah kaum pemberontak, yang mempunyai mata untuk melihat, tetapi tidak melihat dan mempunyai telinga untuk mendengar, tetapi tidak mendengar, sebab mereka adalah kaum pemberontak.
3 Maka engkau, anak manusia, sediakanlah bagimu barang-barang seorang buangan dan berjalanlah seperti seorang buangan pada siang hari di hadapan mata mereka; pergilah dari tempatmu sekarang ke tempat yang lain seperti seorang buangan di hadapan mata mereka. Barangkali mereka akan insaf bahwa mereka adalah kaum pemberontak.
4 Bawalah barang-barangmu itu ke luar seperti barang-barang seorang buangan pada siang hari di hadapan mata mereka; dan engkau sendiri harus keluar pada malam hari di hadapan mata mereka, seperti seorang yang harus keluar dan pergi ke pembuangan. 5 Di hadapan mata mereka perbuatlah sebuah lubang di tembok dan keluarlah dari situ. 6 Di hadapan mata mereka taruhlah barang-barangmu ke atas bahumu, dan bawalah itu ke luar pada malam gelap; engkau harus menutupi mukamu, sehingga engkau tidak melihat tanah; sebab Aku membuat engkau menjadi lambang bagi kaum Israel.
7 Lalu kulakukan seperti diperintahkan kepadaku: aku membawa pada siang hari barang-barang seperti barang-barang seorang buangan dan pada malam hari aku membuat dengan tanganku sebuah lubang di tembok, pada malam gelap aku keluar dan di hadapan mata mereka aku menaruh barang-barangku ke atas bahuku.
8 Pada hari besoknya datanglah firman TUHAN kepadaku: 9 Hai anak manusia, bukankah ditanya oleh kaum Israel, kaum pemberontak itu kepadamu: Apakah yang kaulakukan ini?
10 Katakanlah kepada mereka: beginilah firman Tuhan ALLAH: Ucapan ilahi ini mengenai raja di Yerusalem dan seluruh kaum Israel yang tinggal di sana. 11 Katakanlah: Aku menjadi lambang bagimu; seperti yang kulakukan ini begitulah akan berlaku kepada mereka: sebagai orang buangan mereka akan pergi ke pembuangan. 12 Dan raja yang di tengah-tengah mereka akan menaruh barang-barangnya ke atas bahunya pada malam gelap dan akan pergi ke luar;
orang akan membuat sebuah lubang di tembok supaya ada baginya jalan keluar; ia akan menutupi mukanya supaya ia tidak akan melihat tanah itu.
13 Aku akan memasang jaring-Ku untuk menangkap dia dan di dalam perangkap-Ku dia akan terjebak dan Aku akan membawa dia ke Babel, tanah orang Kasdim, tetapi tanah itu sendiri tidak akan dilihatnya; ia akan mati di sana. 14 Dan semua yang di sekitarnya, para pembantunya dan bala tentaranya, akan Kuhamburkan ke semua mata angin dan Aku akan menghunus pedang dari belakang mereka.
15 Maka mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, apabila aku menyerakkan mereka di antara bangsa-bangsa dan menghamburkan mereka ke semua negeri.
16 Tetapi Aku akan meninggalkan sedikit dari mereka yang luput dari pedang, dari kelaparan dan dari sampar, supaya mereka menceriterakan segala perbuatan-perbuatan mereka yang keji di antara bangsa-bangsa, di mana mereka datang;
dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.

Orang-orang Israel disebut kaum pemberontak merupakan istilah khusus dalam kitab Yehezkiel (Yeh. 2:5, 6, 7, 8, 3:9, 26, 27, 12:2, 3, 9, 25, 17:12, 24:3), dan Yehezkiel 12:1-16 menjelaskan bahwa masalah utama dari kaum pemberontak ini adalah kemampuan melihat dan mendengar: mempunyai mata untuk melihat, tetapi tidak melihat dan mempunyai telinga untuk mendengar, tetapi tidak mendengar, sebab mereka adalah kaum pemberontak (ayat 2) ini tidak berarti mereka cacat fisik, tetapi merujuk pada reaksi dan sikap mereka ketika berhadapan dengan perkataan ilahi yang disampaikan nabi Yehezkiel, bahkan jika mereka memiliki telinga dan mata, tetapi tidak bisa seperti orang sehat dan normal melihat dan mendengar sesuatu, karena pemberontakan umat itu membuat mereka tidak bisa mendengarkan firman Allah dan membawa pertobatan.

Karena umat itu adalah kaum pemberontak yang punya masalah kemampuan melihat dan mendengar, maka Allah akan meminta Yehezkiel melakukan drama kenabian , dengan cara yang menyolok mata dan yang tidak biasa untuk menarik perhatian mata umat itu, mungkin mereka dapat bertobat. Yehezkiel diperintahkan untuk di siang hari di hadapan mata orang-orang membawa keluar barang-barang, seperti bersiap-siap untuk pergi ke pengasingan (ayat 4), dan di malam hari di hadapan mata orang-orang menggali lubang di dinding dalam kegelapan membawa keluar barang-barang (ayat 5-6), semua gerakan ini adalah untuk menjadi lambang pertanda penawanan orang Israel (ayat 6). Kata yang paling sering muncul dalam bagian ini adalah di hadapan mata mereka (Yeh. 12:2, 3, 4, 5, 6, 7), menunjukkan drama kenabian Yehezkiel itu harus dilakukan di depan mata umat itu, untuk menarik perhatian orang, mungkin mereka dapat dalam keadaan kegagalan kemampuan melihat dan mendengar, masih bisa menemukan secercah harapan dan melihat kesempatan pertobatan.

Namun, bahkan jika drama kenabian Yehezkiel dilakukan di depan mereka, selama pertunjukan ia sendiri harus harus menutupi muka, sehingga tidak melihat tanah (Yeh. 12:6, 12), menutupi muka selama melaksanakan pertunjukan memiliki makna simbolis, itu berarti bahwa dalam pengasingan orang-orang yang ditawan itu tidak bisa melihat masa depan. Jika mereka tidak dapat melihat nubuat Yehezkiel dan tidak bertobat, maka mereka akan menjadi seperti Yehezkiel dengan wajah tertutup dan mereka tidak melihat tanah dibawa ke pembuangan, mereka akan mengalami kesedihan jangka panjang, dan mereka tidak akan melihat masa depan.

Renungkan:
Bagaimana kemampuan mendengar dan melihat saya? Apakah itu juga seperti pemberontak orang Israel? Allah menggunakan drama kenabian untuk memanggil kita untuk bertobat, apakah mata saya bisa melihat?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 12-20 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) dipublikasi pada bulan Oktober 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


28 Maret 2019 ● Kamis Minggu Ketiga Pra Paskah

Hari ini, jika engkau mendengar suara-Nya.

Mazmur 95:1-2, 6-11
1 Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita. 2 Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.
6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. 7 Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!
8 Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun, 9 pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.10 Empat puluh tahun Aku jemu kepada angkatan itu, maka kata-Ku: “Mereka suatu bangsa yang sesat hati, dan mereka itu tidak mengenal jalan-Ku.” 11 Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku: “Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.”

Renungan

Mazmur 95, diawali dengan panggilan untuk penyembahan (ayat 1-6) dan diakhiri dengan peringatan (ayat 7-11) bahwa tidak ada seorangpun yang dapat menyembah-Nya dengan hati yang keras. Hal ini menggambarkan dua tindakan hati yang keras dari bangsa Israel. Pertama, di Rafidim saat mereka bersungut-sungut kepada Musa.

Yang ke dua, saat di Kadesh-barnea, di penghujung Tanah Perjanjian. Mereka telah boleh menempatinya. Tetapi mereka bimbang.

Mereka memaksa untuk memata-matai tanah tersebut meskipun Allah telah berjanji untuk melindungi mereka. Maka dikirimlah 12 orang pengintai. 10 pengintai kembali karena kecil hati. Mereka melaporkan bahwa mereka kelihatan seperti belalang dibandingkan dengan bangsa Kanaan. Ketika Kaleb dan Yosua mendesak untuk segera menempati tanah tersebut, mereka melempari dengan batu. Dengan ketakutan mereka kembali ke padang belantara di mana mereka berkelana selama 40 tahun. Tanah Perjanjian hanya berjarak tak jauh dari mereka

Tidak ada alasan bagi ketidakpercayaan bangsa Israel. Mereka telah menyaksikan “pekerjaan Allah” dari mulanya termasuk bagian yang dramatis membelah laut merah dan menyediakan mana dan burung puyuh. Tidak ada pekerjaan apapun yang hanya sekedar mereka dengar sepintas atau kedengaran dari jauh. Mereka menyaksikan mukjizat itu sendiri. Tapi mereka masih menolak untuk percaya dan taat pada Allah. Apakah alasan dari tingkah laku mereka?

Ayat 10 mencatat, “ mereka tidak mengenal jalan-Ku. “ Jika mereka sungguh-sungguh mengenal jalan Allah, mereka akan berjalan di dalamnya. Tetapi mereka tidak tahu. Pengabaian mereka tidak dapat dimaafkan. Bukan hanya sekedar mengabaikan, tetapi mengabaikan hal-hal yang seharusnya mereka ketahui, yang menyebabkan kegagalan mereka. Mereka tidak mau belajar jalan Allah.

Apakah engkau keras hati sama seperti bangsa Israel? Kapankah terakhir kali engkau dengan khusus berdoa mencari kehendak dan jalan Allah?

Doa
Hari ini jika mendengar suara-Nya, berhentilah sejenak dan renungkanlah:
Mengapa saya tidak mengalami hidup yang berkelimpahan yang Yesus janjikan bagi barang siapa yang percaya kepada-Nya?
Apakah ketidakpercayaan-ku atau ketidaksetiaan-ku yang menyebabkan perwujudan anugerah berputar-putar di padang belantara ?

Tindakan
Renungkan dengan berdoa sungguh-sungguh daerah mana, atau dengan siapa, saya belum menunjukkan kasih Allah yang cukup, dan berdoa untuk pertolongan Tuhan agar sekarang saya bersedia membuat perbedaan. Biarlah perubahan saya membawa kemuliaan bagi Tuhan.

Oleh
Pendeta Dr Steven Gan
Pendeta Senior
Gereja Amazing Grace Presbyterian

26 Maret 2019 ● Selasa Minggu Ketiga Pra Paskah

Bahwa engkau bukan lamban, melainkan peniru …

Ibrani 5:11—6:12
11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan. 12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. 14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.
6:1 Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah, 2 yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal.
3 Dan itulah yang akan kita perbuat, jika Allah mengizinkannya. 4 Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, 5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, 6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum. 7 Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah; 8 tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran.
9 Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan. 10 Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. 11 Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, 12 agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.

Renungan

“Jangan lamban” (Gk: nōthros, 6:12). Dalam bahasa Yunani ini diterjemahkan “membosankan” (dalam hal mendengarkan 5:11). Ini digunakan untuk menunjukkan seseorang yang malas dan tidak memiliki etos kerja yang kuat. Philo, seorang rabi abad pertama, membandingkan siswa malas dengan patung-patung yang memiliki telinga buatan. Hal ini memberitahukan kita bahwa siswa yang malas adalah orang yang tidak dapat menerima instruksi yang diberikan!

Orang-orang Kristen Ibrani ini telah diajarkan doktrin dasar Kristen tentang pertobatan dari kepercayaan di dalam pekerjaan mereka untuk memperoleh keselamatan (“perbuatan yang sia-sia” ayat 6:1). Katekisasi yang mereka terima ini kelihatannya seperti akan mengubahkan pemahaman mereka tentang ajaran pembaptisan/penyucian, pengurapan rabi (pentahbisan), pengajaran tentang kebangkitan orang mati dan penghakiman terakhir (6:2) di kitab Perjanjian Lama. Namun hanya merobek fondasi mereka dan meletakkannya sekali lagi tanpa menghasilkan kedewasaan rohani. Sebaliknya, jika sungguh-sungguh mempercayai Kristus dengan melayani sesama kita akan membantu mereka yang telah diinstruksikan dengan dasar-dasar untuk bertumbuh dalam iman mereka (6:11-12).

Apakah Anda bersandar pada pengetahuan dasar Kristen tanpa kehidupan Kristen? Bagaimanakah dengan pengalaman yang dipenuhi Roh (6:4-5)? Bisakah Anda bersandar pada itu saja? Tidak. Kita harus mengindahkan peringatan ini, bahwa tidak mungkin mengembalikan seseorang seperti itu untuk bertobat atas kehidupan mereka yang berdosa terlepas dari Allah yang menyirami, karena mereka secara terbuka mempermalukan Allah (6: 6-8). Coba lihat media sosial. Laporan-laporan tentang kisah-kisah mengerikan cara mantan Kristen dan orang-orang Kristen munafik bersama-sama lebih berbahaya daripada argumen para Ateis terhadap Allah.

Jadi, di mana engkau dapat menempatkan imanmu? Tidak ada yang lain selain dalam Kristus yang disalibkan. Ketika keyakinanmu benar, engkau akan memiliki “hal-hal yang ada dalam keselamatan” (6:9), seperti kasih terhadap sesama, tetangga, dan pengharapan yang terus-menerus di dalam penebusan Allah. Jadi jangan lamban, teladanilah mereka yang telah menerima janji Tuhan, latihlah iman anda.

Doa
Bapa Surgawi, Setan suka menikmati keuntungan dengan memiliki Adam lama di dalam saya, yang pada dasarnya terlalu malas, terlalu lamban dan terlalu lelah untuk terlibat dalam peperangan rohani seperti ini dan selalu mundur, sehingga sangat sulit bagi saya untuk berjuang sampai selesai. Tolong bantu saya untuk berdoa setiap hari agar terus berjuang dan tidak mundur ke dalam pencobaan atau menaruh kepercayaan saya pada hal-hal yang salah. Tuliskan dalam diri saya “hal-hal yang termasuk keselamatan” dan tolonglah diriku untuk melatih iman saya dengan mewujudkannya dengan tindakan. Dalam nama Yesus, saya berdoa, Amin.

Tindakan
Jika Anda ingin bertumbuh dewasa” (6: 1), Apa cara praktis yang dapat Anda lakukan untuk melakukan itu? Bagaimana kelihatannya ketika Anda menaruh kepercayaan engkau pada Kristus melalui tindakan?

Oleh
Rev Dr Samuel Wang
Dosen
Trinity Theological College

Yesaya 35:5-7

「Mukjizat di Gurun」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yes. 35:5-7 [ITB])
5 Pada masa itu orang buta akan dicelikkan matanya dan telinga orang tulipun akan dibukakan.
6 Pada masa itu orang timpang akan melompat seperti rusa dan lidah orang kelu akan bersorak-sorak, apabila air berpancar di padang belantara dan sungai-sungaipun di gurun.
7 Pada masa itu tanah yang keringpun akan berubah menjadi tasik dan tanah yang matipun akan berpancaran air, pada tempat kediaman ular naga akan ada rumput dan buluh dan kercut.

Padang belantara selain tempat untuk melihat kemuliaan TUHAN, terlebih lagi adalah tempat untuk mengalami mukjizat. Mukjizat terbesar di dunia bukanlah prestasi yang hebat, tetapi perubahan kehidupan manusia.

Yes. 35:5-7 tepat membicarakan tanda mukjizat perubahan hidup manusia. Perikop ini menggunakan metafora 「orang buta」, 「tuli」, 「kelu lidah」 dan 「timpang」 untuk menunjukkan pemandangan rohani orang Israel dalam keadaan dosa dan kekacauan, karena ketika TUHAN memanggil Yesaya di masa lalu, juga menggunakan metafora tersebut untuk menggambarkan keadaan orang Israel (Yes. 6-10). Mereka adalah sekelompok orang yang tidak menanggapi kata-kata Yesaya, hati, mata, dan telinga mereka tidak memiliki kemampuan normal untuk memahami dan mengerti, mereka tidak tertarik kepada TUHAN.

Lalu, ketika orang-orang mengalami kepulangan kembali dari penawanan, dan menerima dorongan dari kitab Yesaya bagian kedua, mereka mulai menapak di jalan gurun belantara. Mereka yang bersedia dengan iman pergi berjalan di padang belantara ini walau pernah mengalami kegagalan, tetapi karena tindakan penuh iman ini telah membuka mata mereka, telinga mereka dibukakan, mereka semua akan dapat berbicara dengan normal, dan mereka akan melompat seperti rusa. Ketika mata orang-orang tertutup buta, mereka hanya dapat melihat padang belantara yang sedih, dan gagal melihat kemuliaan TUHAN, tetapi ketika mata mereka terbuka, mereka dapat melihat bahwa padang belantara itu yang sebenarnya terdapat 「air berpancar menyembur keluar」 dan 「sungai mengalir deras」(ayat 6), di tempat sengsara sebenarnya ada 「tasik」 dan 「pancaran mata air」 (ayat 7). Menemukan kekayaan yang telah TUHAN persiapkan dalam reruntuhan kehidupan, tidak berarti bahwa sifat keadaan gurun belantara telah berubah, tetapi bahwa daya pandang hati manusia telah dipulihkan, dan dengan demikian hutan belantara yang sama dapat dilihat dengan perspektif yang berbeda.

Untungnya, mata, telinga, kaki, dan mulut kita memiliki kemungkinan pembaruan, Allah telah menyiapkan ziarah yang berkelimpahan bagi kita, tetapi karena penglihatan dan pendengaran kita sendiri yang tidak sehat membuat kita lemah iman. Kita semua picik berpikiran pendek, kita tidak mampu melihat sisi yang sejati, kita hanya berdasarkan informasi permukaan kulit, yang dangkal, mengomentari dan mengeluh terhadap Allah, dan dalam keadaan ketidaktahuan bodoh, kita menjadi keras kepala. Untuk meninggalkan kegelapan keterpusatan pada diri sendiri, harus memiliki iman yang sungguh, hanya mereka yang bersedia melangkah di hutan belantara tanpa menghitung harga yang harus dibayar, barulah dapat melihat kemuliaan Tuhan di tengah-tengah kesedihan. Orang yang demikian yang dapat mengalami mukjizat dan perubahan hidup, dan hanya orang seperti itu yang dapat melihat kolam dan mata air dalam kesulitan di hutan belantara, mengalami keajaiban air terpancar dari batu karang seperti dahulu saat keluar dari Mesir.

Renungkan:
Bagaimana Anda menggambarkan hidup Anda sekarang? Apakah Anda mendengar suara dari Tuhan namun tidak bersedia melangkah? Berdoa agar hidup kita terdapat dobrakan, dengan berani pergi ke padang belantara, melangkah di jalan gurun belantara tempat di mana keajaiban ada terjadi.


Renungan pemahaman Kitab Yesaya (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 24 – 39 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Yeremia 6:1-21

「Yerusalem Diserang, Israel Menolak Jalan Tuhan」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 6:1-21 [ITB])
1 Larilah mengungsi, hai orang-orang Benyamin, dari tengah-tengah Yerusalem! Tiuplah sangkakala di Tekoa, dan naikkanlah asap sebagai tanda di atas Bet-Kerem! Sebab malapetaka telah mengintai dari utara, yakni suatu kehancuran besar. 2 Adakah puteri Sion sama seperti padang yang paling disukai, 3 sehingga gembala-gembala mendatanginya beserta kawanan ternak mereka? Mereka telah memasang kemah-kemahnya sekelilingnya, masing-masing memakan habis apa yang didapatnya. 4 Persiapkanlah perang melawan dia; ayo, marilah kita maju menyerang pada tengah hari! Celakalah kita, sebab matahari sudah lingsir, bayang-bayang senja hari sudah memanjang! 5 Ayo, marilah kita maju menyerang pada waktu malam dan merusakkan puri-purinya! 6 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Tebanglah pohon-pohonnya dan timbunlah tanah menjadi tembok terhadap Yerusalem! Itulah kota yang harus dihukum! Hanya penindasan saja di dalamnya! 7 Seperti mata air meluapkan airnya, demikianlah kota itu meluapkan kejahatannya. Kekerasan dan aniaya terdengar di dalamnya, luka dan pukulan selalu ada Kulihat. 8 Terimalah penghajaran, hai Yerusalem, supaya Aku jangan menarik diri dari padamu, supaya Aku jangan membuat engkau sunyi sepi, menjadi negeri yang tidak berpenduduk!
9 Beginilah firman TUHAN semesta alam: Petiklah habis-habisan sisa-sisa orang Israel seperti pokok anggur dipetik habis-habisan. Kembalilah seperti pemetik buah anggur dengan tanganmu mencari-cari buah pada ranting-rantingnya. 10 Kepada siapakah aku harus berbicara dan bersaksi, supaya mereka mau memperhatikan? Sungguh, telinga mereka tidak bersunat, mereka tidak dapat mendengar! Sungguh, firman TUHAN menjadi cemoohan bagi mereka, mereka tidak menyukainya! 11 Tetapi aku penuh dengan kehangatan murka TUHAN, aku telah payah menahannya, harus menumpahkannya kepada bayi di jalan, dan kepada kumpulan teruna bersama-sama. Sesungguhnya, baik laki-laki maupun perempuan akan ditangkap, baik orang yang tua maupun orang yang sudah lanjut usianya. 12 Rumah-rumah mereka akan beralih kepada orang lain, bersama ladang-ladang dan isteri-isteri mereka. — Sesungguhnya, Aku mengacungkan tangan-Ku melawan penduduk negeri ini, demikianlah firman TUHAN. 13 Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar di antara mereka, semuanya mengejar untung, baik nabi maupun imam semuanya melakukan tipu. 14 Mereka mengobati luka umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: 『Damai sejahtera! Damai sejahtera!』, tetapi tidak ada damai sejahtera. 15 Seharusnya mereka merasa malu, sebab mereka melakukan kejijikan; tetapi mereka sama sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka. Sebab itu mereka akan rebah di antara orang-orang yang rebah; mereka akan tersandung jatuh pada waktu Aku menghukum mereka, firman TUHAN.
16 Beginilah firman TUHAN: Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat ketenangan. Tetapi mereka berkata: 『Kami tidak mau menempuhnya!』 17 Juga aku mengangkat atas mereka penjaga-penjaga, firman-Ku: Perhatikanlah bunyi sangkakala! Tetapi mereka berkata: 『Kami tidak mau memperhatikannya!』 18 Sebab itu dengarlah, hai bangsa-bangsa, dan ketahuilah, hai jemaat, apa yang akan terjadi atas mereka! 19 Dengarlah, hai bumi! Sungguh, ke atas bangsa ini Aku akan mendatangkan malapetaka, akibat dari rancangan-rancangan mereka, sebab mereka tidak memperhatikan perkataan-perkataan-Ku dan menolak pengajaran-Ku. 20 Apakah gunanya bagi-Ku kamu bawa kemenyan dari Syeba dan tebu yang baik dari negeri yang jauh? Aku tidak berkenan kepada korban-korban bakaranmu dan korban-korban sembelihanmu tidak menyenangkan hati-Ku. 21 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sungguh, Aku akan menaruh batu sandungan di depan bangsa ini, supaya mereka jatuh tersandung oleh karenanya; bapa-bapa serta dengan anak-anak, tetangga dan temannya, semuanya akan binasa.

Kitab Yeremia pasal 6 sangat jelas mengatakan bahwa tentara Utara telah datang di luar tembok kota, sudah mau menyerang kota. Nabi Yeremia mulai di Yer. 4:6 sudah memperingatkan bahwa kemusnahan besar dari Utara sudah segera datang, dan dalam Yer. 6:1 dikatakan: 「… malapetaka telah mengintai dari utara, yakni suatu kehancuran besar.」 Meskipun nabi Yeremia sekali lagi mengulangi peringatannya, tampaknya orang-orang tidak merasakan datangnya bencana.

Yer. 6:1 「Hai orang-orang Benyamin, sepatutnya lari meninggalkan Yerusalem, tiuplah sangkakala di Tekoa, dan naikkanlah asap sebagai tanda di atas Bet-Kerem! Sebab ada malapetaka dan kehancuran besar datang mendekat dari utara.」 (Terjemahan CUVT) . 「Benjamin 」adalah suku yang paling lemah dari Israel, nabi Yeremia juga datang dari keturunan imam yang ada di Anatot di tanah Benyamin. Kata「Tekoa」dan「sangkakala」memiliki akar kata yang sama, 「Tekoa」 terletak sekitar 20 kilometer di Selatan Yerusalem, berarti bahwa musuh datang dari Utara, maka hendaklah melarikan diri ke Selatan. 「Bet-Kerem」 adalah sekitar tiga kilometer selatan Yerusalem, yakni hendaklah mendirikan menara penjagaan di sana.

Di ayat 1-8, nabi Yeremia dengan suara keras memanggil rakyat untuk segera melarikan diri, karena musuh sudah mendekat! Yerusalem sudah bukan lagi tempat berlindung, tetapi adalah perangkap, yang tinggal di sana hanya akan diserang dan dibunuh. Ayat 6 menunjukkan bahwa ini adalah hukuman dari Tuhan, dan ayat 7 menjelaskan bahwa dosa kota ini begitu besar, yakni seperti air mancur yang tiada henti meluap keluar dari tanah. Tuhan Yesus dalam Injil Lukas 6:45 menunjukkan bahwa perkara kejahatan lahir dari hati yang jahat, dan dosa Yerusalem juga meluap dari sumbernya.

Ayat 9-15 menggambarkan nabi Yeremia segenap tenaga berusaha membuat usaha terakhir, berharap menemukan satu orang benar yang setia kepada Tuhan. Apa masalah mendasar dari orang Israel? Yakni 「tidak dapat mendengarkan,」 mereka menolak untuk mendengarkan perkataan Tuhan. Ayat 10 「… Sungguh, telinga mereka tidak bersunat, mereka tidak dapat mendengar, Sungguh, firman TUHAN menjadi cemoohan bagi mereka, mereka tidak menyukainya!」 Mereka tidak mau mendengarkan, juga tidak dapat mendengarkan Firman Tuhan. 「Tidak dapat mendengarkan」 Firman Tuhan akan membawa pikiran yang tertutup, kehidupan rohani tidak dapat diperbarui dan diubahkan, hasilnya adalah otak yang penuh iman palsu, terakhir yang memancar keluar dari dalam hati adalah kejahatan.

Akar penyebab penolakan rakyat Israel untuk taat mendengarkan para hamba Tuhan — adalah disebabkan para pemimpin politik dan agama Israel bermasalah. Para imam dan nabi-nabi mereka tidak setia berkhotbah menyampaikan Firman Tuhan dan tidak bertindak sesuai dengan ajaran Kitab Suci. Mereka hanya menyampaikan apa yang suka didengar orang dan melakukan hal-hal yang menyenangkan orang, ketidaksetiaan dan kejahatan dalam pelayanan mereka menjadi contoh buruk bagi publik, dan seluruh bangsa mengikuti mereka sehingga menyimpang dari jalan kebenaran.

Selain tidak mendengarkan peringatan Tuhan, masalah kedua dari orang-orang Israel adalah 「tidak mengikuti jalan yang lurus.」 Ayat 16 「Beginilah firman TUHAN: … di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat ketenangan. Tetapi mereka berkata: 『Kami tidak mau menempuhnya!』」 Sangat jelas bahwa orang-orang Israel bersikeras untuk melalui jalan menyimpang mereka sendiri. Tuhan sudah mengadakan orang seperti Yeremia sebagai penjaga, meniupkan tanduk sangkakala kepada mereka, mengeluarkan peringatan; Tapi mereka bersikeras tidak mendengarnya, dan hasilnya adalah bahwa Tuhan harus menjalankan penghakiman dan hukuman.

Renungkan:

1. Hari ini perkataan siapa yang Anda paling dengarkan? Orang-orang Israel memilih untuk tidak mendengarkan firman Tuhan, apa yang menjadi pilihan Anda?

2. Apakah Anda menyukai untuk membaca Alkitab dan mendengarkan Firman Tuhan?

3. Jika Anda memiliki peran pemimpin dalam gereja, persekutuan, grup, atau di rumah, apakah Anda bersedia menjadi teladan dalam perkataan dan perbuatan bagi orang percaya?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Yeremia 5:20-31

「Allah Memberikan Peringatan kepada Umat-Nya」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 5:20-31 [ITB])
20 Beritahukanlah ini di antara kaum keturunan Yakub, kabarkanlah itu di Yehuda dengan mengatakan:
21 Dengarkanlah ini, hai bangsa yang tolol dan yang tidak mempunyai pikiran, yang mempunyai mata, tetapi tidak melihat, yang mempunyai telinga, tetapi tidak mendengar! 22 Masakan kamu tidak takut kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN, kamu tidak gemetar terhadap Aku?
Bukankah Aku yang membuat pantai pasir sebagai perbatasan bagi laut, sebagai perhinggaan tetap yang tidak dapat dilampauinya? Biarpun ia bergelora, ia tidak sanggup, biarpun gelombang-gelombangnya ribut, mereka tidak dapat melampauinya!
23 Tetapi bangsa ini mempunyai hati yang selalu melawan dan memberontak; mereka telah menyimpang dan menghilang. 24 Mereka tidak berkata dalam hatinya: 『Baiklah kita takut akan TUHAN, Allah kita, yang memberi hujan pada waktunya, hujan pada awal musim maupun hujan pada akhir musim, dan yang menjamin bagi kita minggu-minggu yang tetap untuk panen.』
25 Kesalahanmu menghalangi semuanya ini, dan dosamu menghambat yang baik dari padamu.
26 Sesungguhnya, di antara umat-Ku terdapat orang-orang fasik yang memasang jaringnya; seperti penangkap burung mereka memasang perangkapnya, mereka menangkap manusia. 27 Seperti sangkar menjadi penuh dengan burung-burung, demikianlah rumah mereka menjadi penuh dengan tipu; itulah sebabnya mereka menjadi orang besar dan kaya, 28 orang gemuk dan gendut. Di samping itu mereka membiarkan berlalu kejahatan-kejahatan, tidak mengindahkan hukum, tidak memenangkan perkara anak yatim, dan tidak membela hak orang miskin.
29 Masakan Aku tidak menghukum mereka karena semuanya ini?, demikianlah firman TUHAN. Masakan Aku tidak membalas dendam-Ku kepada bangsa yang seperti ini? 30Kedahsyatan dan kengerian terjadi di negeri ini: 31 Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dengan sewenang-wenang, dan umat-Ku menyukai yang demikian! Tetapi apakah yang akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya?

Perikop hari ini Yer. 5:20-31 semuanya adalah Tuhan yang berkata-kata, Ia menunjukkan bahwa kebodohan umat Israel adalah bahkan tidak bisa membedakan siapakah Allah yang sejati. Meskipun diri mereka sudah dalam bahaya, mereka masih tidak tahu bagaimana untuk kembali kepada Tuhan.

Ayat 20 「Beritahukanlah ini di antara kaum keturunan Yakub, kabarkanlah itu di Yehuda …」 Di sini 「kaum keturunan Yakub」 mencakup semua 12 suku Israel, maka pihak yang diberi pengumuman adalah termasuk rakyat Israel Utara yang dihancurkan yang ditawan ke luar negeri; di sini disebutkan 「kabarkanlah itu di Yehuda,」 merujuk kepada orang-orang kerajaan Yehuda di Israel Selatan yang menghadapi krisis kehancuran negara.

Tuhan dalam ayat 21 menunjukkan bahwa mereka adalah 「Dengarkanlah ini, hai bangsa yang tolol dan yang tidak mempunyai pikiran, yang mempunyai mata, tetapi tidak melihat, yang mempunyai telinga, tetapi tidak mendengar.」 「Tolol dan tidak punya pikiran」bukan tidak mengenal Tuhan, orang-orang Israel tolol dan tidak punya pikiran adalah karena「punya mata tetapi tidak melihat, punya telinga tetapi tidak mendengarkan」 firman Tuhan.

Ayat 25 「Kesalahanmu menghalangi semuanya ini, dan dosamu menghambat yang baik dari padamu」 Tuhan terus menunjukkan penyebab mereka mengabaikan Dia, bukan tidak memiliki pengetahuan atau daya paham, tapi 「dosa」 dan 「kesalahan」 mereka.

Ayat 26-29 menunjukkan banyak kejahatan masyarakat Yehuda: terdapat orang fasik dalam masyarakat, orang serakah harta yang mencelakai orang lain, orang-orang berkuasa tidak melakukan keadilan untuk membantu yang tak berdaya, juga tidak membela anak yatim dan orang miskin. Dalam perikop ini, Tuhan selain menunjukkan dosa mereka menyembah berhala dan melakukan percabulan, ditambah dengan kejahatan dalam aspek-aspek sosial dan etis; secara khusus menunjukkan bahwa membela anak yatim dan orang miskin, adalah tugas tanggung jawab umat Tuhan, karena Tuhan adalah Allah yang adil dan benar.

Dalam ayat 29 Tuhan mengangkat dua pertanyaan: 「Masakan Aku tidak menghukum mereka karena semuanya ini? … Masakan Aku tidak membalas dendam-Ku kepada bangsa yang seperti ini?」 Jawabannya sangat jelas, Tuhan harus bertindak!

Ayat 30-31 terus menunjukkan permasalahan Yehuda: 「Kedahsyatan dan kengerian terjadi di negeri ini: Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dengan sewenang-wenang, dan umat-Ku menyukai yang demikian! Tetapi apakah yang akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya?」 Masalahnya adalah bahwa di Yehuda telah muncul nabi-nabi palsu dan para imam yang menyimpang dari jalan kebenaran, tetapi bahkan lebih mengejutkan adalah bahwa rakyat bukan saja tidak menentang, tetapi juga 「menyukai yang demikian!」 Tuhan hanya bertanya kepada diri-Nya sendiri 「… apakah yang akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya?」 Kesimpulan adalah bahwa tidak ada alternatif pilihan lain selain penghakiman dan hukuman. Penghancuran negara dan penawanan Israel adalah hukuman yang mereka datangkan sendiri, dan penderitaan mereka adalah yang sepatutnya mereka terima.

Kerusakan orang Israel adalah dimulai dari mengkhianati Tuhan, yaitu munculnya masalah dalam iman, dan kemudian memunculkan kehidupan dan masyarakat yang berdosa, dan akhirnya membawa hukuman dari Tuhan dan bencana. Inilah yang harus kita ambil sebagai peringatan.

Renungkan:

1. Orang Israel 「tolol dan tidak mempunyai pikiran」 sehingga bersalah kepada Tuhan, adalah karena 「punyai mata, tetapi tidak melihat, yang mempunyai telinga, tetapi tidak mendengar.」 Adakah Anda memiliki sikap yang sama terhadap Alkitab? Apakah Anda bersedia untuk membaca Alkitab dan mendorong orang lain untuk belajar?

2. Tuhan penuh cinta kasih, tetapi Ia juga adalah Tuhan yang adil benar, tidak akan memandang dosa sebagai tidak bersalah! Adakah hari ini kita mengabaikan dosa pribadi kita sendiri, mengabaikan ketidakadilan yang ada di masyarakat dan negara di mana kita hidup? Jika demikian, apakah Anda bersedia untuk bertobat, berdoa untuk diri sendiri, untuk komunitas milik Anda, dan memohon Tuhan mengampuni dan melakukan apa menjadi tanggung jawab diri kita?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.