「Aku menghormati mereka yang menghormati Aku」
Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.
(2 Tim. 2:11-13 [ITB])
11 Benarlah perkataan ini:
「Jika kita mati dengan Dia,
. . . . . kitapun akan hidup dengan Dia;
12 jika kita bertekun,
. . . . . . kitapun akan ikut memerintah dengan Dia;
jika kita menyangkal Dia,
. . . . Diapun akan menyangkal kita;
13 jika kita tidak setia,
. . . . . . Dia tetap setia,
karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.」
Hari ini kita akan merenungkan tentang struktur puisi empat baris ini, kemarin kita telah menyebutkan bahwa dalam tiga kalimat pertama, paruh pertama dari setiap kalimat adalah tindakan atau sikap orang percaya, dan paruh kedua adalah respons yang menggemakan relasi dengan Kristus.
Bagian pertama dari kalimat pertama 「Jika kita mati dengan Dia (bersama Kristus)」 adalah bentuk lampau, dan paruh kedua 「kitapun akan hidup dengan Dia」 adalah kalimat masa depan. Kalimat ini berarti bahwa orang percaya mati bersama Kristus ketika mereka bertobat dan dibaptis, yakni pengalaman rohani mati bersama Kristus dan bangkit bersama Kristus. Ini adalah deskripsi yang mirip dengan Roma 6:8 「Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia」.
Paruh pertama dari kalimat kedua 「jika kita bertekun (tabah bertahan sampai akhir)」 adalah bentuk sekarang, dan paruh kedua kalimat 「kitapun akan ikut memerintah dengan Dia」 adalah kalimat masa depan. Kalimat inilah yang menjadi alasan Paulus memakai pujian ini untuk membawakan keseluruhan tema: Anda tabah dan bertekun dalam kesengsaraan sekarang, dan Anda akan memerintah bersama Tuhan di masa depan.
Keseluruhan kalimat pada kalimat ketiga adalah kalimat masa depan, yang memiliki arti yang sama dengan kalimat kedua namun memakai sudut pandang dari arah negatif. Jika seseorang murtad, maka ketika Kristus kembali untuk menghakimi, Dia tidak akan mengakui mengenal orang itu. 「Menyangkal」 adalah putus hubungan, menarik garis batas yang jelas. Jika engkau menarik garis yang jelas dengan Kristus, Kristus juga akan menarik garis yang jelas dengan engkau di masa depan.
Struktur interaksi positif, negatif, interaksi antara manusia dan Allah dalam puisi ini mengingatkan kita pada salah satu perkataan dalam 1 Sam. 2:30 「… Aku akan menghormati mereka yang menghormati Aku, tetapi mereka yang merendahkan Aku, akan dipandang hina」 Allah membawakan nubuat: Dia akan menghukum dua putra imam Eli yang tidak menghormati Allah. Kalimat ini muncul dalam film Oscar terbaik 「Chariots of Fire 」
Film ini menceritakan kisah nyata. Pria Skotlandia Eric Liddell awalnya diunggulkan untuk memenangkan Olimpiade 100 meter tahun itu. Namun, karena acara tersebut dijadwalkan diadakan pada hari Minggu, itu bertentangan dengan prinsip iman kepercayaannya, ia memutuskan untuk meninggalkan pertandingan, memicu respons masyarakat yang sangat besar, kritik di surat kabar ditempatkan di halaman paling depan. Pangeran raja juga mencoba melobi dia, tetapi gagal. Eric Liddell akhirnya berubah untuk ikut pertandingan 400 meter yang bukan keahlian dia. Di final, dia hampir tidak terpilih dan mendapatkan jalur paling luar. Sebelum perlombaan dimulai seseorang memberinya secarik kertas, yang berbunyi: 「Aku akan menghormati mereka yang menghormati Aku.」 Termotivasi, dia mengeluarkan segala usaha kemampuannya untuk berlari. Karena dia berada di jalur luar maka posisi mulainya di bagian terdepan, dia tidak bisa melihat satupun lawannya sehingga ia tidak bisa menyesuaikan kekuatannya relatif terhadap kecepatan lari orang lain, jadi dia memutuskan bahwa dia tidak akan menyimpan energinya dan menyelesaikan seluruh jarak 400 meter seperti berlari 100 meter. Dia berlari dengan kecepatan penuh sejak awal. Saat 200 meter, dia sudah jauh di depan, penonton mengira bahwa dengan kecepatan seperti ini dia pasti tidak memiliki kekuatan fisik untuk menyelesaikan pertandingan. Namun, dengan postur larinya yang unik, dia menatap ke langit dan terus berlari dengan sekuat-kuatnya, ia menang sebagai juara (memperoleh mahkota) dan memecahkan rekor dunia.
Film diakhiri dengan sorak-sorai, tetapi Eric Liddell tidak menempatkan tepuk tangan dunia sebagai tujuan hidupnya. Pada tahun kedua setelah memenangkan medali emas, dia melepaskan karirnya sebagai atlet dan pergi ke China sebagai misionaris. Ketika Jepang menyerbu Tiongkok, situasinya kritis, dia mengirim pergi istri dan anak-anaknya, tinggal sendirian di Tiongkok untuk mengajar, dan akhirnya dikurung di kamp konsentrasi Jepang. Selama dua tahun di kamp konsentrasi, dia masih berusaha keras untuk membuat nyata iman, membuka kelas ilmu pengetahuan dan kelas pembelajaran Alkitab untuk anak-anak di kamp, juga mengajari mereka bermain sepak bola. Pada akhirnya, Eric Liddell meninggal karena sakit di kamp konsentrasi, tidak ada tepuk tangan dunia, dan tidak ada kemuliaan medali emas Olimpiade.
Tetapi ketika dia bertemu Tuhan, pasti akan mendapatkan mahkota yang sebenarnya, yang di atasnya tertulis: 「Aku akan menghormati mereka yang menghormati Aku」.
Renungkan:
Apakah Anda menghormati Allah dalam segala hal? Apakah Anda mengejar medali emas Olimpiade, atau mahkota Allah?
Renungan pemahaman Surat 2 Timotius
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Timotius ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.