Tag Archives: Kitab Ulangan

Ratapan 1 (Ulangan 30:1-6)

「Pengharapan dalam Perjanjian」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ulangan 30:1-6 [ITB])
1 Maka apabila segala hal ini berlaku atasmu, yakni berkat dan kutuk yang telah kuperhadapkan kepadamu itu, dan engkau menjadi sadar dalam hatimu di tengah-tengah segala bangsa, ke mana TUHAN, Allahmu, menghalau engkau, 2 dan apabila engkau berbalik kepada TUHAN, Allahmu, dan mendengarkan suara-Nya sesuai dengan segala yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, baik engkau maupun anak-anakmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,
3 maka TUHAN, Allahmu, akan memulihkan keadaanmu dan akan menyayangi engkau.
Ia akan mengumpulkan engkau kembali dari segala bangsa, ke mana TUHAN, Allahmu, telah menyerakkan engkau. 4 Sekalipun orang-orang yang terhalau dari padamu ada di ujung langit, dari sanapun TUHAN, Allahmu, akan mengumpulkan engkau kembali dan dari sanapun Ia akan mengambil engkau.
5 TUHAN, Allahmu, akan membawa engkau masuk ke negeri yang sudah dimiliki nenek moyangmu, dan engkaupun akan memilikinya pula.
Ia akan berbuat baik kepadamu dan membuat engkau banyak melebihi nenek moyangmu.
6 Dan TUHAN, Allahmu, akan menyunat hatimu dan hati keturunanmu, sehingga engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, supaya engkau hidup

Kemarin, telah ditunjukkan bahwa Ratapan Yeremia mengidentifikasi penderitaan langsung sebagai kutukan seperti yang ditentukan dalam perjanjian, menunjukkan bahwa alasan mengapa orang Israel ditawan adalah karena mereka melanggar hukum dan ketetapan Allah, sehingga akhirnya TUHAN (Yahweh) menggunakan Babilon untuk menawan umat-Nya. Akan tetapi, teologi perjanjian tidak hanya berhenti sampai di situ, jika tidak maka orang Israel akan hidup dalam keputusasaan. Ketentuan-ketentuan dalam perjanjian bukan hanya penjelasan teologis atas penderitaan, atau hanya penjelasan atas sebuah peristiwa yang sudah terjadi. Ketentuan-ketentuan dalam perjanjian mengandung unsur-unsur pertobatan dan pengakuan dosa (Ul. 30:1-6), sehingga orang Israel yang masih ditawan dalam pengasingan dapat memiliki kemungkinan untuk bertobat, dan agar mereka memiliki harapan untuk mengubah kutukan menjadi berkat. Dan yang paling penting, ratapan Yeremia percaya pada harapan perjanjian ini (Ratapan 3:19-27, klik untuk membaca).

Ulangan 30:1-6 mengilustrasikan janji penting Allah dalam perjanjian, yakni bahwa ketika orang Israel ditawan ke pengasingan, dalam keadaan mengalami kutuk mereka akan mengingat keadaan masa lalu yang diberkati, mengingat janji berkat dalam klausa perjanjian (Ulangan 28:1-14, klik untuk membaca), dan mereka bersedia untuk kembali kepada TUHAN (Yahweh) Allah mereka dengan segenap hati dan jiwa, serta bersedia untuk bertobat dan mengakui dosa-dosa mereka. Allah berjanji kepada mereka bahwa bahkan jika mereka terserak sampai di ujung dunia, Allah pasti akan dapat mengumpulkan kembali mereka, dan kembali ke Yerusalem, sehingga mereka sekali lagi memperoleh tanah Kanaan sebagai warisan mereka. Dengan demikian, pengakuan dosa dan penyesalan menjadi syarat untuk mengubah kutuk menjadi berkat, syarat ini bukan untung-untungan, tetapi janji TUHAN kepada umat-Nya, yang mendefinisikan harapan dalam penderitaan (definisi: artinya ada kepastian). Ternyata harapan sejati bukanlah tentang kesombongan kepercayaan diri, mengubah kutukan dengan kekuatan sendiri, harapan sejati datang dari pengakuan dosa dalam kerendahan hati, mengakui bahwa hakikat diri kita telah berdosa terhadap Allah, dan dalam kenyataan ini melihat janji agung dari TUHAN (Yahweh). Sehingga berkat yang akan kita dapatkan di masa yang akan datang bukanlah karena kemampuan diri kita sendiri, melainkan anugerah dan pemberian dalam kedaulatan Allah. Dengan demikian, harapan yang didefinisikan dalam ketentuan perjanjian memungkinkan umat Allah untuk kembali ke kemanusiaan yang sesungguhnya, yakni kemanusiaan yang takut akan Allah dan yang menjauh dari kejahatan. Itu juga kemanusiaan yang tidak berani sombong dan memandang diri mampu di hadapan Allah, yaitu kemanusiaan yang bertobat mengaku dosa dengan rendah hati. Inilah yang menjadi inti iman orang Israel, itulah yang menjadi definisi dari integritas keutuhan diri mereka.

Yeremia percaya pada janji terkait pertobatan pengakuan dosa dalam Perjanjian yang didefinisikan dalam Ulangan, dan penyair Ratapan percaya pada kesetiaan Allah terhadap Perjanjian ini (Ratapan 3:22-23, Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!), jadi penyair Ratapan menengadahkan kepala berharap kepada Allah (Ratapan 3:24-25, TUHAN adalah bagianku, kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia), penyair Ratapan bersedia untuk mengakui dosa-dosanya dan bertobat (Ratapan 3:40 Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN), dan percaya bahwa sesuatu yang baru akan datang setiap pagi (Ratapan 3:23), yaitu hal-hal yang mengubah kutukan menjadi berkat pasti akan datang, ini bukan ilusi pengagum kehebatan diri, tetapi kebenaran dari janji TUHAN (Yahweh).

Renungkan:
Sifat manusia adalah menolak untuk mengaku dosa, tidak menganggap diri sendiri sebagai orang berdosa, atau untuk tidak memandang dosa seperti yang didefinisikan oleh Allah. Orang akan mengarang alasan untuk diri mereka sendiri dan menggambarkan dosa sebagai sesuatu lain yang bisa dimaklumi. Singkatnya, orang selalu menolak untuk mengakui hakikat diri. Janji dalam Ulangan 30:1-6 menyampaikan sesuatu yang menjungkirbalikkan apa yang diyakini manusia, ini memutarbalikkan pemahaman kita tentang berkat, manusia percaya bahwa berkat datang dari upaya dan kualifikasi kemampuan kita sendiri, dan kita harus meningkatkan nilai diri untuk mendapatkannya, namun ternyata berkat-berkat yang datang dari Allah membutuhkan kerendahan hati dan pertobatan penyesalan atas dosa. Ketika seseorang mengenali hakikat diri yang sebenarnya dari manusia yang berdosa, matanya dapat terbuka, memahami bahwa semua materi dan damai bukan datang karena sudah seharusnya, jika tidak ada perjanjian dan janji Allah, semua ini adalah tidak ada. Apakah Anda bersedia untuk bertobat dari dosa-dosa Anda, menganggap Allah sebagai Allah, menganggap manusia sebagai manusia, percaya bahwa janji Allah atas harapan ini tidak pernah berubah? Apakah Anda bersedia untuk bertobat di bawah disiplin didikan Tuhan?


Renungan pemahaman Kitab Ratapan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ratapan ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (Gāo Míng Qiān 高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

19 Maret – KAMIS MINGGU KETIGA PRA-PASKAH. Lakukanlah, supaya kamu hidup

Oleh
Rev Dr William Wan, JP., PHD.
General Secretary
Singapore Kindness Movement
Penerjemah: Team WMC

Ulangan 4:1, 5-9

1 Maka sekarang, hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu.
5 Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya. 6 Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi. 7 Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti TUHAN, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya? 8 Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?
9 Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu,

Renungan
Bangsa Israel beradai di saat yang menentukan. Ketika umat Allah bersiap untuk memasuki Tanah Perjanjian, sangat penting bagi mereka untuk mendengarkan “ketetapan dan peraturan” dan melakukannya jika mereka ingin tinggal dan memiliki tanah tersebut.

Hukum mengatur kehidupan agama dan sosial Israel sebagai umat perjanjian. Intensif dan extensif, mengaburkan pembagian antara ranah publik dan pribadi sehingga mengakar dalam kehidupan rakyat. Mengamati, merenungkan, dan meneruskan hukum ini kepada generasi berikutnya adalah penting bagi kelanjutan kehidupan Israel di Tanah Perjanjian.

Musa memberikan tiga alasan mengapa umat Allah harus hanya memiliki satu pikiran tunggal dalam mematuhi hukum.
Pertama, kepatuhan pada hukum akan membuat Israel dipuji dan dihormati oleh tetangganya karena kebijaksanaannya (ayat 6).
Kedua, ketaatan Israel terhadap hukum akan berfungsi sebagai demonstrasi dari kedekatan Allah kepada mereka, kedekatan yang jauh lebih besar daripada yang bisa ditawarkan oleh para dewa dan berhala bangsa-bangsa lain. Bahwa Allah tinggal di antara mereka mengintensifkan dampak hukum dalam setiap aspek kehidupan Israel sebagai umat (ayat 7).
Ketiga, hukum itu diberikan sebagai tanda pembebasan Tuhan dan berfungsi untuk membawa pembebasan itu ke dalam semua hubungan sosial Israel, dengan orang yang rentan – orang miskin, anak yatim dan janda, orang asing, pengutang, dan budak (ayat 8)
Ketaatan Israel adalah menjaga kehidupan secara internal dan eksternal.

Demikian juga, gereja haruslah “kota yang terletak di atas bukit” (Mat 5:14), menggambarkan kehidupan yang baik, bijaksana, dan adil dalam persekutuan dengan Allah yang menarik dan meyakinkan tetangga kita. Orang-orang Kristen dipanggil untuk diam-diam menjadi luar biasa dalam hal-hal yang paling biasa dalam kehidupan demi kemuliaan Allah.

Mengapa? Karena kita adalah Israel baru dan Allah menyertai kita di dalam Yesus Kristus, Imanuel kita.

Doa
Tuhan, kami mengaku bahwa kami menyembunyikan terang kami di bawah gantang dalam perpecahan dan pertikaian kami sebagai komunitas umat Allah, karena kami lupa untuk taat pada perintah-perintah-Mu untuk saling mengasihi dan menjadi terang dunia. Ampuni kami dan beri kami kekuatan untuk dikenal karena kebijaksanaan-Mu, kehadiran-Mu dan belas kasihan-Mu dalam semua yang kami katakan dan lakukan.

Tindakan
Patuhi hukum untuk “mengasihi sesamamu manusia” dan menjangkau tetangga dengan tindakan kebaikan. Aturlah jaringan tetangga di mana Anda dapat bertemu secara teratur sambil makan untuk menginspirasi “semangat kampung” di mana kebijaksanaan, kehadiran, dan belas kasihan Tuhan dapat dirasakan melalui kita.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

27 Februari – KAMIS SETELAH RABU ABU. Pilihlah Kehidupan

Oleh
Mr Michael Perreau
Director General United Bible Societies.
Penerjemah: Team WMC

Ulangan 30:15-20

15 “Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan, 16 karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya.
17 Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya, 18 maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya.
19 Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, 20 dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.”

Renungan
“Tatkala fajar memperbaharui wajah bumi yang membawa terang dan kehidupan bagi semua ciptaan, kiranya kita bersukacita di hari ini” dibacakan pada Doa Pagi. Setiap hari baru saat kita terjaga, disegarkan dari kepulasan tidur kita memiliki pilihan untuk dibuat. Allah mengundang kita untuk memasuki dunia-Nya, kerajaan-Nya dan memilih kehidupan.

Secara tradisional di masa Pra Paskah kita menghabiskan waktu untuk merenungkan Firman Allah. Sekarang di saat kita merenungkan perikop dalam kitab Ulangan, perkataan Musa tentang tantangan atas ketaatan. “Jika engkau memegang ketetapan-ketetapan itu Tuhan Allahmu akan memberkati engkau.”
Ketetapan yang terutama dan terbesar adalah “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.”
Taat dan kasih kelihatannya saling bertentangan, Allah memanggil kita untuk taat, tetapi panggilan-Nya yang pertama adalah untuk mengasihi. Inilah hukum yang terutama, untuk mengasihi. Sekali kita mengasihi, ketaatan akan mengikuti tanpa kesukaran. Allah tidak memaksakan kehendak-Nya pada seseorang. Dia mengijinkan kita untuk memutuskan apakah mau mengikut Dia dan memilih hidup di dalam kepenuhannya. Di awal setiap hari dalam setiap situasi baru, kita perlu berhenti, berpikir, berdoa dan sekali lagi memilih mengikuti Sang Pemberi kehidupan, Bapa, Anak dan Roh Kudus.
Berjalan Bersama melalui perjalanan Pra Paskah ini berkali-kali kita akan jatuh cinta dengan Allah sekali dan sekali lagi dan kasih kita kepada sesama akan mekar dan berkembang.

Hari ini ketika engkau bangun di sinar pagi, pilihlah hidup di dalam terang Firman Allah, saling mendorong satu dengan lainnya. Kiranya engkau boleh memberitahukan satu sama lainnya bagaimana engkau telah memilih untuk menghidupi kehidupanmu yang unik dan Indah. Engkau akan menjadi berkat!

Doa
Yesus, tatkala fajar memperbaharui wajah bumi membawa cahaya-Mu, tolonglah kami pada hari ini dengan sungguh-sungguh memilih kehidupan dalam kepenuhan. Di dalam setiap situasi baru yang kami hadapi hari ini, ingatkan kami untuk mengikuti sinar-Mu, Firman-Mu dan hidup-Mu. Amen

Tindakan
Luangkan waktu hari ini merenungkan dan mendoakan bagaimana engkau mau taat pada Firman Allah melalui pengertian yang lebih mendalam akan kasih-Nya yang dalam untuk-mu. Lihatlah bagaimana ketaatan akan mengalir saat engkau mengerti kasih-Nya yang kaya. Ceritakan pada seseorang tentang kasih Allah padanya.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

27 Maret 2019 ● Rabu Minggu Ketiga Pra Paskah

Jangan engkau melupakan hal-hal yang …

Ulangan 4:1, 5-9
1 “Maka sekarang, hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu.

5 Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya. 6 Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.
7 Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti TUHAN, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya? 8 Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?
9 Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu

Renungan

Kapanpun kata-kata seperti “Ketetapan” atau “aturan” muncul di halaman Perjanjian Lama, tanpa sadar mungkin perasaan canggung akan muncul dalam hati sebagian orang Kristen. Pertanyaannya, mungkin tentang keabsahan, adalah seberapa relevan istilah-istilah itu dengan kehidupan rohani kita karena kita diselamatkan oleh iman dan bukan oleh hukum. Sesungguhnya “kita dibenarkan oleh iman” (Roma 5: 1). Memang kita “dibenarkan oleh iman” tidak menganggap “Ketetapan dan aturan-aturan” tidak relevan karena mereka adalah ekspresi dari iman kita; yaitu, standar tentang bagaimana kita harus menjalani kehidupan Kristen dalam hubungannya dengan Allah dan satu sama lain. “Ketetapan dan peraturan” yang disebutkan dalam Ulangan 4: 1 mewakili seluruh hukum (Ulangan 1: 5) yang Allah berikan kepada Israel melalui Musa. Hal itu diulangi oleh Yesus ketika Dia merangkum seluruh hukum tersebut, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Luk 10:27).

Dengan demikian, kita dapat mengatakan bahwa “Ketetapan dan peraturan” adalah cara untuk membantu kita menunjukkan kasih Kristus ketika kita “menguasai bumi”. Itulah dasar dari iman kita dan kita perlu bertanya pada diri sendiri apakah kita secara tidak sadar melupakannya, terutama ketika kita sedang sibuk, mengubah iman kita menjadi sesuatu yang murni intelektual tanpa tindakan peduli? Firman dalam Kitab suci renungan hari ini yang dimulai dengan tantangan, “Dan sekarang”. Memang, kita perlu kembali ke dasar sekarang jika kita kita lupa akan pengajaran Musa (Ul 4: 5-9) dan, yang lebih penting, pengajaran Tuhan kita Yesus Kristus, khususnya dalam Yohanes 13:34-35, “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”

Doa
Tuhan, jadikan aku alat kasih-Mu dan pelaku Firman-Mu, sehingga dunia tahu bahwa Engkaulah Tuhan bagi semuanya.

Tindakan
Renungkan dengan berdoa sungguh-sungguh daerah mana, atau dengan siapa, saya belum menunjukkan kasih Allah yang cukup, dan berdoa untuk pertolongan Tuhan agar sekarang saya bersedia membuat perbedaan. Biarlah perubahan saya membawa kemuliaan bagi Tuhan.

Oleh
Rev Canon Dr Titus Chung
Pendeta yang Bertugas
St Andrew’s Cathedral Mandarin

16 Maret 2019 ● Sabtu Minggu Pertama Pra Paskah

Engkau Akan Menjadi Umat Yang Kudus Bagi Tuhan Allahmu

Ulangan 26:16-19
16 “Pada hari ini TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau melakukan ketetapan dan peraturan ini; lakukanlah semuanya itu dengan setia, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu. 17Engkau telah menerima janji dari pada TUHAN pada hari ini, bahwa Ia akan menjadi Allahmu, dan engkaupun akan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada ketetapan, perintah serta peraturan-Nya, dan mendengarkan suara-Nya.
18 Dan TUHAN telah menerima janji dari padamu pada hari ini, bahwa engkau akan menjadi umat kesayangan-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, dan bahwa engkau akan berpegang pada segala perintah-Nya, 19dan Iapun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa yang telah dijadikan-Nya, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau akan menjadi umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu, seperti yang dijanjikan-Nya.”

Renungan

Kekudusan adalah panggilan tertinggi bagi umat perjanjian-Nya. Tuhan Allah menghendaki pesan ini disampaikan sebelum Dia memberikan taurat-Nya kepada bangsa Israel. “Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus.” (Kel. 19:6)

Ini adalah panggilan kolektif bagi umat yang telah ditebus-Nya dan bersamaan dengan itu muncul identitas dan martabat baru. – “Bangsa yang kudus dan milik Allah yang berharga.” Mereka di masa lalu adalah bangsa tanpa identitas dan martabat. Allah yang memberikan hak istimewa kepada mereka yang dibawah perbudakan selama bergenerasi. Semata-mata karena anugerah-Nya! Sebagai umat Allah mereka dipanggil untuk memiliki dan menjaga identitas ini. Hal ini akan memberikan mereka motivasi yang cukup untuk maju menuju Tanah Perjanjian. Tetapi mereka akan melewati bangsa-bangsa kafir. Sebagai umat tebusan, adalah tantangan untuk melindungi perbedaan mereka selagi mereka berjalan di padang belantara. Walaupun terlantar mereka tidak dipermalukan.

Mereka menyadari bahwa kekudusan mereka berakar di dalam kekudusan Allah. Bukan semata-mata kemurnian eksternal yang dari luar, melainkan dari dalam. Kebenaran Allah sekali lagi mengingatkan mereka, ‘Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.” (Imamat 19:2, 1 Petrus 1:16)

Penebusan Israel memiliki tujuan yang lebih hebat untuk dipenuhi. Mereka dipisahkan untuk tujuan Allah. Gaya hidup mereka yang disucikan akan menggemakan “Tuhanlah Allah kami”. Dalam berbuat demikian, ketaatan umat Allah dan kesetiaan kepada YHWH akan jelas. Apakah yang dapat diperbuat umat pilihan-Nya lebih baik dari hal ini? Kesepuluh Hukum Allah bukan hanya untuk dihafalkan dan disimpan di dalam hati mereka. Mereka harus menaatinya. Camkan kata-kata – “serta melakukan semuanya itu dengan teliti”; Allah memberikan kebebasan yang memerlukan mereka untuk menaati-Nya. Benar, ketaatan pada Allah adalah kriteria yang sangat penting! Tetapi mereka perlu melakukan lebih dari sekedar secara ketat mengikuti ketetapan-ketetapan tersebut. Ketaatan mereka hendaklah spontan, memancarkan kasih dan kesetiaan pada Allah. Sekali lagi camkan kata-kata, “dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu “. Ini hanya mungkin jika ada keinginan untuk menyenangkan-Nya dengan kesetiaan yang tak terbagi-bagi.

Hadiah ketaatan datang dari Allah. Lihatlah janji Allah, “Dia akan memberimu pujian dan kemasyhuran dan penghormatan tinggi di atas segala bangsa yang telah Dia buat, dan bahwa kamu akan menjadi bangsa yang kudus bagi TUHAN, Allahmu, seperti yang Dia janjikan.” Umat Allah adalah imam kerajaan yang menyatakan pujian-Nya untuk Bangsa-Bangsa. Sungguh menakjubkan melihat bagaimana Allah menggenapi tujuan misi-Nya melalui umat-Nya yang telah ditebus. (1 Pet 2:9 -10)

Doa

Allah yang Kudus! Terima kasih telah memanggil kami menjadi umat-Mu yang kudus. Kami sangat berterima kasih karena Engkau telah menebus kami dengan darah-Mu yang berharga. Kami mengerti tantangan dan harapan-Mu. Dunia di sekeliling kami penuh dengan praktek tak memiliki Tuhan dan korupsi. Berikan kami tekad untuk menjaga kekudusan hidup selagi kami hidup di bumi.

Kami bersandar pada anugerah-Mu bukan kekuatan kami. Tolonglah kami untuk tidak kehilangan kehendak-Mu menjadi kudus. Ingatkan kami untuk panggilan tertinggi menjadi bangsa yang menghargai bahwa kami adalah umat kepunyaan-Mu di dalam perjalanan kami sehari-hari.

Tindakan

Ini adalah dunia pengejar kesuksesan. Filsafat “bagaimanapun” dan “seperti apapun” mengabaikan cara Allah. Di dalam proses mencapai kesuksesan kita mungkin saja korupsi.

Marilah kita bertekad hidup di dalam jalan dan cara Allah selagi kita melayani-Nya.
Marilah kita mencari persetujuan Allah bukan penghargaan manusia di dalam perjalanan hidup sehari-hari kita.

Oleh

Rev Ranganathan Prabhu
Pastor
The Methodist Church in Singapore

Ulangan 32:19-26

Trilogi kutukan

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 32:19-26 [ITB])
18 Gunung batu yang memperanakkan engkau, telah kaulalaikan, dan telah kaulupakan Allah yang melahirkan engkau. 19 Ketika TUHAN melihat hal itu, maka Ia menolak mereka, karena Ia sakit hati oleh anak-anaknya lelaki dan perempuan.
20 Ia berfirman: Aku hendak menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, dan melihat bagaimana kesudahan mereka, sebab mereka itu suatu angkatan yang bengkok, anak-anak yang tidak mempunyai kesetiaan. 21 Mereka membangkitkan cemburu-Ku dengan yang bukan Allah, mereka menimbulkan sakit hati-Ku dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan akan menyakiti hati mereka dengan bangsa yang bebal. 22 Sebab api telah dinyalakan oleh murka-Ku, dan bernyala-nyala sampai ke bagian dunia orang mati yang paling bawah; api itu memakan bumi dengan hasilnya, dan menghanguskan dasar gunung-gunung.
23 Aku akan menimbun malapetaka ke atas mereka, seluruh anak panah-Ku akan Kutembakkan kepada mereka. 24 Apabila mereka sudah lemas karena lapar dan merana oleh demam yang membara, dan oleh penyakit sampar, maka Aku akan melepaskan taring binatang buas kepada mereka, dengan racun binatang yang menjalar di dalam debu. 25 Pedang di luar rumah dan kengerian di dalam kamar akan melenyapkan teruna maupun dara, anak menyusu serta orang ubanan.
26 Seharusnya Aku berfirman: Aku meniupkan mereka, melenyapkan ingatan kepada mereka dari antara manusia,

TUHAN memang Allah yang mengasihi dan membenci, Dia tidak akan menoleransi kemurtadan umat-Nya. Kidung Musa adalah ratapan pemakaman, menubuatkan bahwa bangsa Israel pada akhirnya akan diusir dari tanah perjanjian karena kegagalan mereka untuk menjaga perjanjian. Namun, pembuangan besar tidak terjadi sekaligus, tetapi proses tiga langkah:

1. Bencana alam (letusan gunung berapi, kelaparan, berbagai bencana, serangan binatang buas);
2. Bencana perbuatan manusia (keresahan di masyarakat, gangguan dari negara tetangga);
3. Negara hancur dan keluarga diasingkan.

Di masa depan, setiap kali negara itu menghadapi bencana besar, orang Israel akan bertanya apakah hukuman dari Allah adalah penggenapan kutukan Nyanyian Musa? Allah juga membangkitkan para nabi dalam sejarah untuk mengajari mereka bagaimana menghindari kejahatan. Misalnya, ketika nabi Yoel mengalami bencana belalang besar terjadi, ia memperingatkan warga sebangsanya bahwa ini adalah tanda-tanda akan datangnya hari Allah.

Kutukan ini seperti proyeksi miniatur dari tiga ribu tahun lebih sejarah darah dan air mata Yahudi. Sepertinya lingkaran berlian di kepala orang Israel, setiap bagian dari sejarah mereka (termasuk bencana alam dan bencana perbuatan manusia) harus dijelaskan dari sudut pandang iman, benar-benar lelah memikirkannya. Apakah pandangan sejarah seperti itu merupakan berkat atau kutukan? Ya, Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup! (Ibr. 10:31)

Bagaimanapun, meskipun orang Yahudi sering mengeluh: apakah Allah dapat memilih bangsa lain untuk menjadi pilihan-Nya; tetapi berpikirlah dengan tenang, lebih baik memiliki tujuan daripada tidak memiliki tujuan. Lebih baik memiliki norma daripada tidak memiliki norma. Ada yang peduli memperhatikan lebih baik daripada sama sekali tidak ada yang peduli. Kata-kata Nyanyian Musa tentu sangat negatif; namun, peringatan telah sudah dikatakan jauh di depan sebelumnya, dan mereka harus menerima disiplin jika mereka tidak mendengarkan!

Allah mendisiplinkan bangsa Israel untuk membuat mereka menjadi bangsa yang suci yang dapat memuat keselamatan Allah; dan intensitas disiplin secara bertahap meningkat, dan itu bukan hukuman mati mendadak.

Gereja adalah umat pilihan Perjanjian Baru, dan penulis Ibrani juga mengingatkan kita:
sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.』」 (Ibr. 12:5-6, 10)

Renungkan:
Alkitab mencatat semua ini, termasuk Kidung Musa dan sejarah bangsa Israel, adalah untuk generasi mendatang (termasuk Anda dan saya) agar belajar darinya. Hari ini, tidak ada para nabi, tidak mudah bagi kita untuk mengetahui arti dari banyak bencana yang terjadi, tetapi tuntutan Allah atas pengudusan anak-anak-Nya sendiri tidak pernah berubah!


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 34:5

「Ciuman sebelum kematian

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 34:5 [ITB])
5 Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN.

Tentu saja, Musa tidak mati di dataran Moab. Dia meninggal di Gunung Nebo antara Moab dan Amon. Baik dia dan saudaranya Harun meninggal pada tahun keempat puluh setelah Keluaran dari Mesir, dan deskripsi kematian mereka sama: naik ke atas gunung, mati sesuai dengan firman TUHAN (Bandingkan dengan Bilangan 33:38 Ketika itu imam Harun naik ke gunung Hor sesuai dengan titah TUHAN, dan di situ ia mati pada tahun keempat puluh sesudah orang Israel keluar dari tanah Mesir, pada bulan yang kelima, pada tanggal satu bulan itu). Di sini hanya Musa yang menjadi objek pemikiran.

Pertama-tama, mengapa Allah menghendaki Musa sebelum kematiannya mendaki gunung yang begitu tinggi? Ini tidak sederhana. Gunung Nebo berada di ketinggian 817 meter, jika dari Yerikho yang berada 256 meter dari permukaan air laut maka Musa harus mendaki pegunungan lebih dari 1.000 meter. Bukankah hal yang ringan bagi orang seusia ini untuk mati walau memiliki penglihatan yang masih baik, tidakkah paling baik meninggal di tempat tidur? Jika Musa naik gunung agar dia melihat Kanaan yang tidak bisa dia masuki, lalu mengapa orang lain tidak boleh menemani dia ikut bersama dengannya? Lagi pula, bagaimana kematian Harun bisa dijelaskan? Tidak bisa melihat tanah Kanaan dari Gunung Seir!

Pemahaman saya adalah: kematian orang kudus adalah damai dan mulia, dan tidak ada hubungannya dengan orang lain. Tangga perjalanan ini, harus ia jalani sendiri. Harun tidak mengeluh, dan Musa tidak melawan, tetapi melangkah dengan gembira. Berkata kepada Allah: Allah, ya, Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.

Kedua, dalam terjemahan bahasa Mandarin, kalimat terakhir diterjemahkan sebagai: Seperti yang TUHAN katakan. Dalam Bilangan memang demikian: ‘al pi YHWH; tetapi dalam Kitab Ulangan, teks aslinya (bepi YHWH) diterjemahkan secara harfiah adalah: mati di mulut (= ciuman) TUHAN. Pendeta Charles Spurgeon mengikuti penjelasan rabbi dan menggambarkan keindahan kematian Musa: seperti seorang ibu mencium bayinya sebelum tidur dan kemudian menempatkan dia di nya tempat tidurnya sendiri, Allah mencium jiwa Musa, dan kemudian menjemputnya untuk bersama diri-Nya selamanya. Midrash Rabah dan Mishneh dari orang Yahudi dilebih-lebihkan: ada malaikat yang membunyikan gong, dan sekelompok malaikat yang mendukung roh, yang paling mulia adalah bahwa TUHAN memimpin jalan, penguburan yang begitu mulia, apa yang diinginkan lagi?

Renungkan:
Kematian Musa tidak seperti pelita padam. Kelak dalam Transfigurasi di Gunung, dia datang lagi untuk berdiskusi dengan Tuhan tentang penggenapan keselamatan. Kita dapat merindukan kedamaian kematian Musa dan Harun, dan bersama berseru: Allah, aku ingin Engkau datang!


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 34:5-12

Hamba setia yang terkasih

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 34:5-12 [ITB])
5 Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN.
6 Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini.
7 Musa berumur seratus dua puluh tahun, ketika ia mati; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang.
8 Orang Israel menangisi Musa di dataran Moab tiga puluh hari lamanya. Maka berakhirlah hari-hari tangis perkabungan karena Musa itu.
9 Dan Yosua bin Nun penuh dengan roh kebijaksanaan, sebab Musa telah meletakkan tangannya ke atasnya. Sebab itu orang Israel mendengarkan dia dan melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
10 Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel, 11 dalam hal segala tanda dan mujizat, yang dilakukannya atas perintah TUHAN di tanah Mesir terhadap Firaun dan terhadap semua pegawainya dan seluruh negerinya, 12 dan dalam hal segala perbuatan kekuasaan dan segala kedahsyatan yang besar yang dilakukan Musa di depan seluruh orang Israel.

Temuan Arkeolog batu jade berbentuk oval berasal dari abad 8 SM di Megido, diukir dengan singa yang sedang mengaum; teks di atas berbunyi: milik Shamar hamba Yerobeam (leshamar ‘efed-yeroboam) di. Secara umum, singa jantan adalah pola ukiran kaum anggota kerajaan, jadi hamba Shamar mungkin bukan pelayan biasa tetapi perdana menteri Yerobeam II Kerajaan Utara.

Dalam Perjanjian Lama ada tiga orang yang disebut hamba Allah yakni: Musa, Yosua (Yos. 24:9) dan Daud (1 Taw 17:4, 7). Jika kita mengecualikan catatan sebutan Daud, sebutan Yosua karena dia sebagai penerus Musa, Musa adalah satu-satunya yang dikenal sebagai gelar hamba TUHAN (‘efed-YHWH), (juga dapat dikatakan sebagai anumerta – penghargaan gelar yang diberikan kepada yang dianggap berjasa kepada negara, sesudah orangnya meninggal).

Sebagai penatalayan besar kerajaan Allah, Musa berada di posisi tertinggi di bawah Allah saja dan sebagai pemimpin berada di atas semua orang, tetapi bukanlah pekerjaan yang baik untuk mengelola sekelompok orang Israel yang tidak dapat diatur dan keras kepala, dia sendiri juga seorang yang bisa terpengaruh temperamen, tidak selalu tanpa emosi (misalnya: dalam amarah membanting pecah loh batu). Rabi Yahudi berpendapat bahwa meskipun demikian, ia masih merupakan pemimpin yang luar biasa, karena semuanya dilakukan untuk menyampaikan dan mengajar orang Israel tentang hukum Allah.

Penulis Surat Ibrani Perjanjian Baru selain menegaskan bahwa Musa adalah penatalayan kerajaan Allah yang setia: Musa memang setia dalam segenap rumah Allah sebagai pelayan (Ibrani 3:5), dan bahwa dia bisa demikian bertekun karena dia menunggu kedatangan Tuan, dia adalah bayangan awal dari Pelayan yang lebih setia, Musa memberi kesaksian tentang apa yang akan diberitakan kemudian (Ibrani 3:6 Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya …)

Renungkan:
Para rabi Yahudi dan sarjana Alkitab Kristen memiliki pendapat yang berbeda tentang siapa penulis paragraf terakhir Kitab Ulangan; bagaimanapun, selain memberikan penghormatan tertinggi kepada Musa, ia juga ingin generasi mendatang menggunakan Musa sebagai guru dan teladan, berusaha keras melakukan misi yang dipercayakan oleh Allah kepada kita, dan menjadi pelayan yang setia.


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 34:1-4

Keindahan yang luar biasa

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 34:1-4 [ITB])
1 Kemudian naiklah Musa dari dataran Moab ke atas gunung Nebo, yakni ke atas puncak Pisga, yang di tentangan Yerikho, lalu TUHAN memperlihatkan kepadanya seluruh negeri itu: daerah Gilead sampai ke kota Dan, 2 seluruh Naftali, tanah Efraim dan Manasye, seluruh tanah Yehuda sampai laut sebelah barat, 3 Tanah Negeb dan lembah Yordan, lembah Yerikho, kota pohon korma itu, sampai Zoar. 4 Dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: Inilah negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub; demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu. Aku mengizinkan engkau melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi engkau tidak akan menyeberang ke sana.

Ini adalah catatan yang sangat paradoks, diyakini orang di kemudian menambahkan perikop ini untuk meringkas prestasi seumur hidup Musa dan mencatat perintah Allah kepada Musa sebelum kematiannya agar naik ke atas gunung Nebo (Ulangan 3:23-28; 32:52). Alasan adalah sebagai berikut:

Pertama-tama, deskripsi geografis di sini jelas setelah pembagian tanah.
1. Pengalokasian tanah Kanaan kepada masing-masing suku adalah setelah Yosua memimpin umat Allah menyeberangi sungai dan memenangkan pertempuran;
2. Menurut catatan dalam Yosua 19:47-48 dan Hakim-hakim 18:1, 27-29, kota Dan diambil dari orang Kanaan oleh orang-orang suku Dan, diubah nama dari nama asli kota Kanaan adalah Lais (atau Lesem). Di saat Musa tidak ada nama kota Dan.
3. Meskipun gunung Nebo di punggung dataran tinggi Yordania (ketinggian 817 meter); tetapi Bukit Zaitun yang di hadapan Yerusalem lebih tinggi darinya (ketinggian 818 meter), seharusnya dari gunung Nebo tidak terlihat laut sebelah barat (Mediterania). Dan karena Musa tidak akan pernah kembali, bagaimana generasi selanjutnya tahu apa yang dilihatnya?

Oleh karena itu, kami dapat mengatakan bahwa editor kemudian menempatkan paragraf ini untuk melengkapi ringkasan kehidupan Musa. Adapun siapa penulisnya, kita tidak tahu. Dari di catatannya tentang Tanah Perjanjian dijelaskan per masing-masing suku, kemungkinan besar adalah sosok sebelum kerajaan didirikan. Dia menggunakan wilayah yang dilihat Musa (lebih tepatnya, wilayah yang Allah perlihatkan kepada Musa) sebagai dasar hukum untuk pendudukan Israel atas Kanaan. Dengan kata lain, dia menuliskan apa dilihat Musa sebagai dasar tanah yang dijanjikan. Dengan istilah zaman sekarang, Musa adalah juru bicara dari tanah yang dijanjikan.

Mungkin yang paling dikhawatirkan oleh Musa adalah orang Israel akhirnya mendapatkan tempat apa; tanah yang dijanjikan Allah kepada Israel. Kita sering mengatakan: melihat adalah percaya (Seeing is believing); tetapi masalahnya: kita sering menempatkan keyakinan kita bergantung pada persepsi kita sendiri.

Renungkan:
Jika Anda adalah editor, bagaimana Anda menggambarkan adegan terakhir kehidupan Musa? Jika Allah menuntun Anda ke gunung yang tinggi ketika waktu Anda telah tiba, apa yang Anda harapkan untuk Anda lihat?


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 33:26-29

「Keluar dari gurun masuk ke Tanah yang indah

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 33:26-29 [ITB])
26 Tidak ada yang seperti Allah, hai Yesyurun.
………Ia berkendaraan melintasi langit sebagai penolongmu
………dan dalam kejayaan-Nya melintasi awan-awan.
27 Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu,
………dan di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal.
………Ia mengusir musuh dari depanmu dan berfirman: Punahkanlah!
28 Maka Israel diam dengan tenteram
………dan sumber Yakub diam tidak terganggu
………di dalam suatu negeri yang ada gandum dan anggur;
………bahkan langitnya menitikkan embun.
29 Berbahagialah engkau, hai Israel;
………siapakah yang sama dengan engkau?
Suatu bangsa yang diselamatkan oleh TUHAN,
………perisai pertolongan dan pedang kejayaanmu.
Sebab itu musuhmu akan tunduk menjilat kepadamu,
………dan engkau akan berjejak di bukit-bukit mereka.

Kalimat pertama dari teks asli dapat diterjemahkan: Allahnya Yesyurun tidak ada bandingannya!

Apa arti Yesyurun? Kata ini total muncul empat kali dalam Perjanjian Lama, tiga kali dalam Kitab Ulangan, satu kali dalam Kitab Yesaya. Adapun maksud aslinya, hanya bisa mengatakan: tidak tahu, apakah tidak pasti, tidak jelas. Bagaimanapun, dari konteks penggunaan, sangat jelas bahwa Yesyurun adalah nama alias bagi Israel.

Baris ketiga (ayat 28) dalam teks asli harus dibagi menjadi empat kalimat pendek:
Maka Israel diam dengan tenteram
………dan sumber Yakub diam tidak terganggu
………di dalam suatu negeri yang ada gandum dan anggur;
………bahkan langitnya menitikkan embun.

Israel bukanlah tanah yang banyak air, tidak perlu dikatakan jika dibandingkan Delta sungai Nil dan Mesopotamia (dua sungai Euphrates dan Tigris). Namun, bagi orang-orang Israel yang telah berkeliaran di padang gurun Sinai selama 40 tahun, Kanaan tidak diragukan lagi merupakan Taman Eden, sangat tepat digambarkan dengan tanah mengalir susu dan madu.

Israel juga tidak memiliki wilayah yang luas. Dibutuhkan kurang dari sembilan jam mengemudi dari Safed di perbatasan antara Israel dan Lebanon sampai ke Eilat di Laut Merah di selatan; antara Lembah Yordan di timur sampai ke Laut Mediterania di barat memiliki jarak terpendek hanya sembilan puluh menit dengan mobil. Di negeri kecil ini, ada Gunung Hermon, yang ditutupi dengan salju sepanjang tahun, dan ada juga Southland dan daerah Laut Mati di mana setiap musim seperti musim panas; ada Galilea yang hijau, dan ada juga Bersyeba di mana rumputpun tidak tumbuh; Lembah Yizreel dan Dataran Saron adalah lumbung tradisional. Lembah Yordan menghasilkan berbagai melon dan buah-buahan subtropis dan tropis. Gunung Hermon hampir 10.000 kaki di atas permukaan laut, tetapi Laut Mati adalah tempat berpenghuni terendah: Seribu empat ratus kaki di bawah permukaan laut. Ini adalah burung pipit kecil, tetapi memiliki kelima organ dalam yang lengkap. Tidak heran semua orang yang berkunjung ke sini mengagumi segalanya dan memuji, tempat yang diberkati di bumi.

Di sini suku bangsa dan peradaban juga cukup kompleks dan kuno. Yerikho adalah kota pertama di mana umat manusia melangkah ke dunia beradab; orang Filistin adalah orang pertama di dunia yang menggunakan besi; tulisan dikembangkan di sini, bahasa Ibrani adalah yang bahasa tertua yang masih digunakan di dunia.

Renungkan:
Allah memberikan yang terindah kepada umat-Nya sendiri, bahwa mereka akan berjejak di bukit-bukit (בָּמָה bamah) mereka (musuhmu). Kalimat ini harus diterjemahkan sebagai: menginjak mezbah tempat tinggi musuh. Allah ingin Israel membangun hidup dengan kesalehan sebagai nilai intinya (bukan ikut menyembah berhala milik bangsa asing, berhala adalah musuh Israel).

Melihat ke sekeliling, negara kita juga diberkati dengan kemakmuran. Sudahkah kita melakukan upaya yang sesuai untuk mencintai Allah, memberitakan Injil, menjadi prajurit yang baik dari Kristus Yesus, menyelamatkan orang-orang yang ditawan iblis?


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.