「Hormat takut akan TUHAN」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.
(Amsal 22:1-16 [ITB])
1 Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar,
………dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.
2 Orang kaya dan orang miskin bertemu;
………yang membuat mereka semua ialah TUHAN.
3 Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia,
………tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka.
4 Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.
5 Duri dan perangkap ada di jalan orang yang serong hatinya;
………siapa ingin memelihara diri menjauhi orang itu.
6 Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya,
………maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.
7 Orang kaya menguasai orang miskin,
………yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi.
8 Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana,
………dan tongkat amarahnya akan habis binasa.
9 Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin.
10 Usirlah si pencemooh, maka lenyaplah pertengkaran,
………dan akan berhentilah perbantahan dan cemooh.
11 Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja.
12 Mata TUHAN menjaga pengetahuan,
………tetapi Ia membatalkan perkataan si pengkhianat.
13 Si pemalas berkata: 『Ada singa di luar, aku akan dibunuh di tengah jalan.』
14 Mulut perempuan jalang adalah lobang yang dalam;
………orang yang dimurkai TUHAN akan terperosok ke dalamnya.
15 Kebodohan melekat pada hati orang muda,
………tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya.
16 Orang yang menindas orang lemah untuk menguntungkan diri atau memberi hadiah kepada orang kaya, hanya merugikan diri saja.
Perikop renungan hari ini adalah paragraf terakhir dari Amsal kumpulan bagian kedua, yakni dari pasal 10 ayat 1 sampai pasal 22 ayat 16, dengan total 375 ayat. Walau kita setiap hari membaca 15 ayat, namun kita hanya bisa merenungkan tiga tema setiap hari (karena kata-kata bijak dalam kumpulan bagian kedua ini kebanyakan merupakan satu ayat satu unit).
Hari ini kita merenungkan dahulu ayat 3 dan 5: 「Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka … Duri dan perangkap ada di jalan orang yang serong hatinya; siapa ingin memelihara diri menjauhi orang itu.」 Kedua ayat ini memberikan peringatan yang sama ── berjalanlah dengan berhati-hati. Saat menghadapi bahaya, seperti bencana, duri, dan jerat, menjauhlah atau hindarilah tempat kejadian. Seperti kata pepatah: jalan dunia ini jahat, dan orang bijak mengingatkan pembaca untuk tidak menapak di jalan orang yang serong hatinya, atau mereka akan melangkah ke dalam 「jaring dan perangkap」. Orang yang bijak dapat terlebih dahulu melihat ke depan dan berusaha memahami situasi, maka dapat tepat waktu menjauh dari bahaya, dan melindungi nyawa dan harta benda mereka.
Ayat 6: 「Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu..」 Ini adalah kalimat emas bagi banyak orang tua, mengharapkan anak-anak mereka menapak di jalan Allah sepanjang hidup mereka. Sebenarnya, ini merupakan tanggung jawab orang tua untuk mendidik anak agar 「menurut jalan yang patut baginya.」 Jalan yang bagaimana ini? Di sini yang dimaksudkan bukan jalan 「Allah」, atau jalan 「orang tua」, tetapi jalan yang dia seharusnya jalani. Orang bijak tampaknya menyiratkan bahwa orang tua harus menghormati kepribadian atau sifat anak-anak mereka dan membesarkan mereka sesuai dengan bakat mereka. Beberapa peneliti telah menunjukkan bahwa kata 「jalan」 muncul 18 kali dalam 《Kitab Amsal》, dan setiap kali itu mengacu pada arah hidup dan karakter moral. Oleh karena itu, orang tua harus memanfaatkan kesempatan, agar anak belajar dan melangkah menuju kehidupan, sehingga sepanjang hidup mereka akan berpegang mempertahankannya dan sampai tua tidak akan menyimpang. Orang bijak menggunakan kata 「didiklah」 memiliki makna yang lebih dalam. 「Didikan」 dalam ayat-ayat lain biasanya menunjuk kepada pelayanan kepada Allah (lih. Ul. 20:5; 1 Raj. 8:63; 2 Taw. 7:5), orang tua mereka dapat mengambil contoh dari Salomo: ketika Salomo mempersembahkan Bait Suci, orang tua dapat mempersembahkan anak-anak mereka dan berjalan di jalan kebijaksanaan, itu adalah membuat anak-anak berjalan di dalam pendidikan moral dan hormat takut akan Tuhan.
Di akhir renungan bulan ini, paling cocok untuk menyimpulkannya adalah 「hormat takut akan TUHAN」, kata ini muncul 9 kali dalam kumpulan bagian kedua. Di awal pasal 10 dan di akhir pasal 22 mengingatkan pembaca untuk rendah hati dan hormat takut akan TUHAN, 「ganjarannya adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan」 (ayat 4).
Renungkan:
(1) Terima kasih kepada Allah atas renungan bulan ini;
(2) Buatlah komitmen kepada Allah dan jadikan 「hormat takut akan Allah」 sebagai moto hidup Anda.
Renungan pemahaman Kitab Amsal
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.