「Bersyukur bagi Filemon」
Ada hal bermakna sangat mendalam yang dilakukan Filemon sehingga Paulus bersyukur bagi Filemon.
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filemon ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Filemon 1:4-7 [ITB])
4Aku mengucap syukur kepada Allahku, setiap kali aku mengingat engkau dalam doaku,
5karena aku mendengar tentang kasihmu kepada semua orang kudus dan tentang imanmu kepada Tuhan Yesus.
6Dan aku berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus.
7Dari kasihmu sudah kuperoleh kegembiraan besar dan kekuatan, sebab hati orang-orang kudus telah kauhiburkan, saudaraku.
Surat dari Paulus memiliki satu macam ciri khas, yakni setelah mengucapkan salam kepada penerima surat, selalu akan berdoa bagi mereka, bersyukur bagi kehidupan rohani mereka. Paulus memiliki dua macam tujuan di bagian ucapan syukur dari surat ini: pertama adalah berdoa kepada Allah bagi penerima surat; kedua adalah membuka jalan bagi isi surat, pengantar yang memperkenalkan topik utama, yang mencakup 「hati」 dan 「dihiburkan」(Flm. 1:7, 20). Dalam doa ucapan syukur di keempat ayat ini (Flm. 1:4-7), Paulus secara khusus banyak memakai kata ganti orang pertama dan kata ganti orang kedua, yakni 「aku / ku」 (9 kali, 1 kali 「kita」), dan 「engkau / mu」 (6 kali). Saat Paulus berkata 「engkau」, jelas adalah menunjuk Filemon, juga khusus menyebutkan karakter dan kualitas tingkah laku dia, ini adalah alasan Paulus bersyukur bagi Filemon.
Paulus bersyukur kepada Allah tentang kebajikan apa dari Filemon? Yakni hati yang penuh kasih dan iman dari Filemon, yang Paulus sering 「dengar」 dari orang percaya (ayat 5). Kasih dan iman dalam ayat 5-7 masing-masing muncul dua kali, ini adalah apa yang Paulus khusus tekankan, terlebih lagi diekspresikan dengan cara penulisan bersilang (detil cara penulisan ini dapat dibaca di bagian: Struktur Engsel – Chiastic):
| A | kasih (ayat 5) | ||
| B | iman (ayat 5) | ||
| B’ | iman (ayat 6) | ||
| A’ | kasih (ayat 7) | ||
Namun siapakah pihak yang dikasihi dan diimani oleh Filemon? Dalam ayat 5 dikatakan demikian: 「kasihmu kepada semua orang kudus dan tentang imanmu kepada Tuhan Yesus」, dan dalam ayat 6 dikatakan 「persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus」 (yang dimaksudkan 「mengerjakan … yang baik」 adalah perbuatan kasih). Dengan kata lain, semua orang kudus dipersandingkan dengan Tuhan Yesus, artinya bahwa perbuatan baik yang dilakukan pada diri orang percaya, adalah dilakukan pada diri Tuhan Yesus, tepat seperti Tuhan Yesus pernah katakan: 「sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku」 (Mat. 25:40) .
Perbuatan baik Filemon sangat menggerakkan hati Paulus, sehingga Paulus khusus menyebut Filemon sebagai 「saudara」. Ini adalah muncul yang kedua kali, Paulus pernah menyebutkan Timotius sebagai saudara di ayat 1, 「saudara」 adalah sebutan terhadap orang yang ada dalam rumah. Paulus memakai sebutan keluarga adalah hendak mengekspresikan relasi intim yang sangat dekat di antara mereka (perhatikan Paulus tidak memakai identitas rasulnya, lihat ). Paulus dengan tulus melanjutkan mengutarakan isi hatinya yang gembira: 「Dari kasihmu sudah kuperoleh kegembiraan besar dan kekuatan, sebab hati orang-orang kudus telah kauhiburkan, saudaraku」 (ayat 7). Tindakan Kasih dan iman dari Filemon, tidak hanya membuat Paulus mendapatkan sukacita yang demikian besar serta kekuatan dorongan semangat, dan hati semua orang kudus juga mendapatkan dihiburkan atau diperbaharui (sesuai mayoritas terjemahan Inggris KJV, NIV, refreshed) (lihat juga 2 Tim. 1:16 「menyegarkan」; Luk. 2:19 「beristirahatlah」).
Ayat 7 adalah titik pertama dalam surat ini di mana Paulus memakai kata 「hati」, hati tentu saja bukan menunjuk organ hati (liver), tetapi menunjuk bagian terdalam dari hati rohani (deepest inner being). 「Hati」 dalam surat Paulus pernah muncul 8 kali, namun dalam surat Filemon telah dipakai tiga kali, ini menyatakan tujuan khususnya, ini akan kita lanjutkan untuk direnungkan di teks berikutnya.
Renungkan: (1) persembahkan syukur kepada Allah bagi seorang percaya; (2) introspeksi keadaan kasih dan iman dari diri kita sendiri; (3) Allah di sini telah menjamah hati Paulus, memohon Roh Kudus juga menjamah bagian terdalam dari hati saya.
Pingback: Filemon 8-11 | Lukas Leo's Blog