Tag Archives: Ibls

Efesus 6:10-20 (4)

「Makna Peperangan Rohani (2)」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 6:10-20 [ITB])
10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, 17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, 19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, 20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.

Merujuk kepada ajaran Alkitab tentang peperangan rohani, berita utama yang disampaikan ada tiga, yang pertama adalah jangan termakan trik tipu muslihat Setan yang disampaikan kemarin. Hari ini akan melanjutkan dua yang lain.

Berita kedua, kita harus merebut kembali orang yang terhilang dari kamp Iblis.
Selain waspada mempertahankan diri tidak ditipu oleh Iblis; Alkitab menuntut lebih lanjut, bahwa sekarang kita telah melihat dengan jelas trik Iblis, maka kita dapat membantu orang lain untuk melepaskan diri dari belenggu setan, meninggalkan gelap dan datang kepada Terang, kepada Yesus Kristus.

Paulus dalam 2 Kor. 10:4-5 berkata 「4 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng …」Inilah sikap dan tujuan pelayanan Paulus, dia adalah seorang yang berani, tetapi ia tidak bergerak tanpa persiapan, tidak bertindak mengandalkan darah dan daging; tugasnya adalah untuk membawa orang-orang ke hadapan Kristus, memecahkan hambatan yang menghalangi orang memiliki pemahaman iman. Apa yang ia maksudkan dengan benteng-benteng? Adalah kesombongan diri manusia, meninggikan diri, membandingkan diri sebagai Tuhan, menolak Allah selain diri sendiri. Paulus mengatakan hendak 「… mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah」 (2 Kor. 10:5a), oleh sebab itu dalam ayat-ayat selanjutnya ia mengatakan bahwa ia tidak mau memuji diri, tetapi barangsiapa bermegah hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan. Paulus meminjam gambaran peperangan, mengatakan pekerjaannya adalah sedang menerobos benteng berkubu Iblis dan merebut hati orang untuk kembali kepada Kristus, 「menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus」 (2 Kor. 10:5b). Ini juga merupakan peperangan rohani yang kita harus terlibat di dalamnya. Memberitakan Injil, menyelamatkan jiwa-jiwa adalah peperangan rohani.

Berita ketiga, kita adalah prajurit Kristus Yesus, dan kita setia kepada Dia dan bertugas melayani-Nya. 「… agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, 20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara」 (Ef. 6:19-20). Di sini kita perhatikan bagaimana Paulus bertekad untuk hidup bagi pemenuhan rencana Kristus dan membayar harga termasuk mengorbankan nyawa.

Hampir semua gambaran peperangan di dalam Alkitab justru bukan menunjukkan kepada siapa kita harus mengadakan perlawanan, tetapi menunjukkan bahwa kita harus berusaha keras bagi Tuhan dan mendedikasikan diri untuk mencapai misi Injil yang diberikan-Nya.

Perikop ini menggunakan gambaran seorang prajurit. Ini adalah gambaran yang umum digunakan Paulus (atau juga 「teman seperjuangan」), seperti Filipi 2:25; Filemon 1; 2 Tim 2:3-4. Paulus pada tahun-tahun akhirnya juga menyebutkan kata 「perang」 dalam surat-surat penggembalaan, 1 Tim. 1:18; 6:12; 2 Tim. 4:7, seperti dalam ITB diterjemahkan sebagai kata 「perjuangan, pertandingan」 yang memiliki makna memenangkan perlombaan, dapat berarti kemenangan dalam perlombaan, atau kemenangan dalam pertandingan bela diri, bukan perang sesungguhnya secara harfiah.

Orang Kristen harus memiliki kesadaran atas perang spiritual, memiliki tekad untuk menjadi seorang prajurit rohani yang baik, tetapi tidak membawa permusuhan menghadapi dunia, apalagi menghadapi orang dengan membawa penyangkalan atas diri orang lain, konfrontasi, membuat kehancuran dan merusak. Kita adalah anak-anak perdamaian, pemberita Injil damai sejahtera, dan Injil yang mendorong orang untuk didamaikan dengan Allah. Ya, kita berada dalam lingkungan yang bermusuhan terhadap iman kita, tetapi kita hanya dapat membalas kebencian orang dengan cinta kasih, mengulurkan tangan persahabatan kepada orang yang memusuhi kita, dengan demikian barulah Injil dapat sampai kepada mereka. Kasih adalah esensi dari Allah, inti dari Injil, dan semangat utama penginjilan.

Ada peneliti yang berkata bahwa melihat bahasa perang yang digunakan dalam bagian ini, banyak orang keliru percaya bahwa Paulus memanggil orang percaya untuk 「menyatakan perang」(waging war), tetapi pada kenyataannya Paulus memanggil kita untuk 「menyatakan perdamaian」(wager peace). Memberitakan Injil adalah sarana utama peperangan rohani, dalam Surat Efesus pasal 2, Paulus menekankan bahwa tema Injil adalah perdamaian berbaikan dan apa yang kita beritakan adalah Injil damai sejahtera. Bagaimana bisa orang-orang yang memberitakan pesan kedamaian bisa menjadi pembunuh?

Renungkan:

1. Apakah Anda disebut anak perdamaian di mata orang? Apakah pernah ada orang yang pernah menggambarkan Anda sebagai agresif, konfrontatif dan tidak ramah?

2. Apakah Anda merasa sulit untuk memberitakan Injil kedamaian dalam lingkungan yang bermusuhan? Dapatkah Anda memikirkan tentang ruang di mana perdamaian memiliki pijakan dan pengembangan di dunia Anda hidup?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 6:10-20 (3)

「Makna Peperangan Rohani (1)」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 6:10-20 [ITB])
10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, 17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, 19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, 20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.

Alkitab menyebutkan peperangan rohani. Sebenarnya tidak ada perang yang sesungguhnya, perang memerlukan dua pihak, tetapi Allah tidak perlu memulai peperangan untuk melawan Setan. Setan hanya merupakan malaikat yang jatuh, hanyalah ciptaan, antara Tuhan Pencipta dan ciptaan terdapat celah yang sedemikian lebar, Setan tidak memiliki syarat dan kemampuan untuk bertempur melawan Allah. Yesus Kristus hanya perlu menyatakan kemenangan-Nya, itu saja sudah memukul kalah Iblis. (Kiranya kita mengandalkan kuasa Allah dan tidak perlu takut melawan Iblis)

Sedangkan manusia, tidak bisa dengan darah daging pergi berperang dengan Iblis, dan Alkitab meminta kita untuk tidak dikalahkannya. 「Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu」 (Ef. 6:13) 「Perlawanan」dan「 tetap berdiri teguh」adalah yang dua permintaan yang paling penting.

Dengan demikian ini, konsep peperangan rohani tidak bisa dipahami secara harfiah. Di dalam Alkitab terdapat gambaran tentang peperangan rohani, yang terutama menyampaikan tiga pesan:

Pertama, kita harus hati-hati waspada atas tipu muslihat atau trik Iblis, dan jangan sampai ditawan olehnya. 「Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis」(Ef. 6:10-11)

Iblis adalah penipu, dan Alkitab di beberapa tempat menyebut 「tipu muslihat」 dari Iblis. Tapi kita tidak bisa oleh karena demikian itu lalu berasumsi bahwa dia banyak akal, licik berkemampuan hebat, membuat orang tidak bisa bertahan atas dia. Alkitab tidak mengatakan begitu. Kita harus berjaga terhadap penipuan Setan, penipuannya adalah sesuatu yang kita sepenuhnya dapat kita kenali, dan sepenuhnya punya kepastian bisa mencegah tertipu, tanpa perlu IQ kecerdasan tinggi, hanya perlu iman dan kesabaran. Ayat ini merujuk perlengkapan senjata yang harus dipakai dan tidak ada satupun syarat tentang kecerdasan.

Paulus menekankan: supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya (2 Kor. 2:10-11). Trik tipu muslihat Iblis memiliki pola yang tetap: segala sesuatu yang dapat menyebabkan perselisihan di antara orang percaya, perpecahan gereja, semuanya menjadi kesempatan bagi Iblis, yang ia pakai untuk merusak Gereja dan pelayanan Injil, karena itu semua ini mungkin adalah trik Iblis. Paulus menasihati orang percaya agar tidak marah kepada orang untuk waktu yang lama, dan tidak melakukan dosa ketika mereka marah, itulah yang dikatakan dalam Ef. 4:27 「janganlah beri kesempatan kepada Iblis.」 Kita tidak mengatakan bahwa jika ada perselisihan di antara orang percaya, atau jika ada individu yang marah, maka itu adalah hal dari Iblis; tetapi dikatakan bahwa semua perselisihan dapat dimanfaatkan oleh Setan untuk menghancurkan kehidupan rohani kita dan menghancurkan hubungan antar anggota tubuh Kristus.

Dalam bahasa penulisan Paulus, Iblis dan Setan adalah simbol yang sering dipakai, menyamakan semua pelaku kejahatan, seperti para rasul palsu, guru palsu, menyimpang dari kebenaran, merusak kehidupan, dan kehilangan keselamatan. Paulus memperhitungkan semua krisis rohani yang mungkin terjadi atas diri Iblis (1 Tes. 2:6-7 aalah contoh yang baik).

Kita tidak perlu bertanya apa saja tindakan yang datang dari Setan, karena Iblis mewakili semua kejahatan dan korup, segala hal atau orang yang menghasilkan yang jahat dan merusak, walaupun tidak langsung disebabkannya tetapi adalah yang disambut olehnya dengan senang. Setan memiliki berbagai macam serangan terhadap orang-orang percaya, selama dapat membuat efek merusak iman, maka itulah serangannya. Dalam pengalaman pribadinya, Paulus menyebutkan salah satunya adalah kelemahan tubuh (2 Kor 12:7-10).

Jika trik tipu muslihat Iblis memiliki pola yang tetap, perlawanan kita memiliki cara yang tetap. Prinsip dasarnya adalah bahwa kita harus menentang apa pun yang didukung oleh musuh. Kita jangan pernah melakukan apa pun yang Setan senang lihat. Cara yang dipakai Iblis adalah kebencian, maka kita menolak untuk membalas kebencian dengan kebencian, tetapi dengan cinta kasih membalas kebencian; cara yang dipakai Iblis adalah dusta, maka kita harus mampu mengatasinya dengan kejujuran. Jika kita tidak melakukan apa yang dilakukan Iblis, kita tidak akan jatuh dalam trik tipu muslihat Iblis. Membalas kebencian dengan kebencian adalah tipuan Iblis, dan dengan cinta kasih membalas kebencian adalah keberhasilan menghadapi Iblis.

Otoritas dan kemampuan Iblis adalah terbatas, dan dia tidak bisa menang melawan Allah; maka, selama kita mematuhi Allah, Setan tidak mampu melakukan apapun untuk membahayakan kita (1 Yoh. 5:18).

Ini adalah makna yang Paulus katakan dalam surat Efesus pasal enam tentang mengenakan perlengkapan senjata Allah. Kebenaran, keadilan, damai sejahtera, iman, keselamatan, Firman Tuhan, semua ini adalah senjata pertahankan yang menjaga kita dari musuh dan dari bahaya. Kehidupan orang Kristen adalah kehidupan berkonfrontasi dengan Iblis namun tidak akan dicelakainya.

Renungkan:

1. Dalam materi renungan ini tidak dijelaskan tentang kebenaran, keadilan, damai sejahtera, iman, keselamatan, Firman Tuhan, arti dari enam perlengkapan senjata Allah, tapi ini dapat kita dimengerti tidak akan salah. Berpikir tentang satu atau dua dari antaranya dan pikirkan bagaimana Anda dapat dilengkapi dalam hidup?

2. Makna yang paling penting dari perlengkapan senjata Allah adalah penekanan pada kekuatan spiritual dalam menghadapi peperangan rohani, bukan pada darah daging dan kuasa manusia. Renungkan bagaimana bisa Anda lebih mengandalkan kekuatan rohani dalam hidup dan pelayanan?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 6:10-20 (2)

「Menolak Satanisasi」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 6:10-20 [ITB])
10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, 17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, 19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, 20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.

Paulus berseru kepada kita untuk memperhatikan hal-hal rohani. 「Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara」 (Ef. 6:12)

Dunia fisik bukanlah satu-satunya, selain yang terlihat dengan mata telanjang ada dunia roh. Dua dunia ini bukan saling tidak relevan, dan di belakang semua yang dialami manusia dan relasi, terdapat unsur-unsur dalam alam roh. Perkelahian (perebutan) di antara manusia, tidak peduli dalam politik, ekonomi, sosial atau budaya, di balik itu terdapat peperangan bersifat roh. Politik merupakan medan perang dari peperangan roh, pendidikan adalah medan peperangan roh, dan media adalah platform perang dari dunia roh. Kita tidak dapat melihat dengan mata telanjang, pikiran yang dibelenggu oleh naturalisme (paham yang menolak supranatural) gagal untuk memahaminya, tapi kita yang memiliki mata rohani memahami kenyataan asli dari alam roh.

Pengakuan adanya peperangan rohani dan dunia roh memiliki setidaknya dua implikasi bagi kita:

Pertama, dalam menghadapi berbagai konflik manusia atau penganiayaan sosial, kita harus tahu bahwa ini sebenarnya adalah peperangan rohani. Kita bukan melawan manusia (darah dan daging), tetapi berperang dengan kekuatan roh jahat yang ada di belakang.

Sebagai contoh, ketika memberitakan Injil dan melaksanakan iman, kita sering menghadapi permusuhan atau serangan dengan niat jahat dari orang lain. Dalam dunia pasca Kristen (setelah kekristenan bukan menjadi acuan nilai, cara pandang dunia, budaya cara hidup yang dominan) orang berprasangka terhadap kekristenan, menghina kebenaran-kebenaran Alkitab, dan menghujat Allah dan menista kekudusan sebagai kegembiraan. Dalam menghadapi orang-orang seperti itu, kita sering percaya bahwa mereka adalah musuh iman, kadang-kadang tidak dapat menahan diri sehingga juga melakukan pembalasan mata ganti mata: mereka memandang kita sebagai ular jahat, kita juga menganggap mereka sebagai ular beludak; saling membenci.

Paulus menunjukkan bahwa kita harus dapat melihat bahwa di balik permukaan konflik antar manusia adalah peperangan rohani sebagai sifat asalinya. Mereka yang menyerang orang yang beriman kepada Kristus hanya merupakan alat yang dipergunakan iblis untuk menghancurkan misi Injil. Setanlah yang merupakan musuh kebenaran, sumber dari semua tindakan permusuhan yang diderita orang Kristen di dunia.

Orang sering salah memahami ajaran Paulus di sini, berpikir bahwa karena pertempuran dalam dunia ini adalah peperangan rohani, maka musuh di bumi disamakan dengan iblis, dan itu menjadi kebiasaan untuk memandang orang sebagai iblis, menghakimi pihak lawan, termasuk pikiran dan tindakannya semua sebagai penjelmaan setan. Dalam dunia politik, hal ini biasa bagi negara-negara yang berlawanan memandang pihak musuh sebagai perwujudan setan dan memandang operasi militer mereka sendiri sebagai 「perang suci」 yang dilakukan bagi langit. Dalam kehidupan sehari-hari, permusuhan dua kutub seperti ini tidak jarang; terutama dalam masyarakat yang terpecah secara serius atau yang kurang toleransi, berbagai wacana penuh kebencian yang memandang orang dan berbagai hal sebagai perwujudan iblis membanjiri media dan jaringan sosial.

Ajaran Paulus justru adalah berlawanan dengan pemahaman yang salah di atas. Kita tahu bahwa ada dunia roh dan peperangan rohani, maka terlebih lagi kita tidak boleh tertuju khusus kepada siapa pun di dunia, jangan menganggap mereka sebagai musuh, apalagi memandang mereka adalah iblis. Musuh kita yang sebenarnya adalah setan, bukan siapa pun.

Ya, siapa pun dapat digunakan oleh iblis untuk menjadi alatnya, tetapi mereka tidak menjadi inkarnasi setan. Ketika saya masih kecil, ibu saya sering mencegah saya pergi ke gereja, dan tindakan yang menghancurkan iman saya mungkin menjadi kesempatan bagi iblis untuk mengambil keuntungan. Tapi apakah ibu saya menjadi setan? Tentu saja tidak. Jika dia menjadi iblis, apakah saya masih mencintainya dan mengabarkan Injil kepada dia? Saya tidak suka setan, tapi aku cinta ibu, dia tidak pernah objek kebencian saya.

Ketika Petrus mencegah Yesus agar tidak disalibkan, Yesus menegur dia sebagai setan; Tetapi Petrus tidak karena demikian lalu menjadi Iblis, tetapi ia tetap adalah murid yang dikasihi Yesus.

Pemahaman atas peperangan rohani, membuat kita tahu musuh yang sebenarnya, sehingga kita tidak memandang orang sebagai iblis, tetapi juga memahami dan empati atas kebodohan mereka, mereka tidak tahu bahwa mereka telah menjadi alat-alat Iblis, mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan. Yunus memandang orang Niniwe sebagai iblis, tetapi Tuhan melihat mereka sebagai orang-orang bodoh yang tidak tahu membedakan tangan kanan kiri mereka, dan Allah mengasihi mereka.

Kedua, harus memakai cara-cara rohani dalam menghadapi peperangan rohani, tidak ada gunanya memakai cara darah dan daging, harus menggunakan hikmat rohani, untuk mengenali tipu muslihat iblis, dan dengan bantuan Roh Kudus melawan musuh, yang akan diuraikan dalam renungan besok.

Renungkan:

1. Apakah kita pernah salah memahami Alkitab? Apakah Anda pernah memandang orang-orang dan hal-hal tertentu sebagai iblis? Jika ada, datanglah di hadapan Allah untuk introspeksi diri, dan bertekad untuk tidak memandang orang dengan cara yang demikian lagi.

2. Dapatkah kita memakai visi dan pikiran Paulus, walau berada di dunia fisik, namun mampu melihat dari perspektif rohani, dapat melihat kekekalan dalam dunia sementara ini, dapat melihat kenyataan rohani dalam dunia kasat mata manusia ini? (Untuk memperhatikan hal-hal rohani dalam kehidupan ini, tidak hanya peduli urusan dunia kasat mata saja.)


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 6:10-20

「Siapakah Setan?」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 6:10-20 [ITB])
10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, 17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, 19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, 20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.

Tema perikop Alkitab ini adalah peperangan rohani dan perlengkapan senjata. Karena dalam gereja terdapat pandangan yang bias, maka kita akan berfokus menjelaskan konsep dan merujuk ayat lain Alkitab.

Terlebih dahulu kita mendiskusikan nama sebutan setan. 「Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara」 (Ef. 6:12).

Paulus menjelaskan Setan adalah kekuatan yang jahat, yang memusuhi orang Kristen, menyebabkan berbagai jenis kehancuran. Ia meminjam kata-kata yang sering dipakai masyarakat Qumran, menyebutkan Setan sebagai 「porne」 (πόρνη diterjemahkan sebagai percabulan) (1 Kor. 6:15); juga menyebutnya sebagai 「ilah zaman ini」 (2 Kor. 4:4), 「penguasa kerajaan angkasa」 (Ef. 2:2), 「penghulu-penghulu dunia yang gelap ini」 (Ef. 6:12). Beberapa sebutan ini bukan mengatakan bahwa setan memiliki kuasa otonom yang berdiri merdeka dari Tuhan, menjadi saingan Tuhan, bukan mengatakan setan benar-benar menguasai bidang meluas di langit (udara), bumi (dunia) dan dunia bawah (dunia yang gelap), tetapi hanya menekankan setan adalah kekuatan gelap yang melawan cahaya.

Semua hal yang merusak kehidupan pribadi orang percaya dan menghancurkan hubungan dalam komunitas dan misi Injil (1 Tes. 3:5), semuanya menurut Paulus adalah perbuatan setan. Ia menasihati suami dan istri untuk tidak sering berpisah kamar, agar jangan tidak tahan bertarak dan setan mengambil kesempatan menggodai mereka (1 Kor. 7:5); ia menasihati agar penilik jemaat mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis (1 Tim. 3:7); gagalnya rencana dia mengunjungi jemaat Tesalonika juga adalah halangan dari setan (1 Tes. 2:18). Oleh karena itu, sebutan 「setan」 dalam pikiran Paulus adalah sangat luas, belum tentu sebuah objek yang tetap, tetapi umumnya merujuk kepada semua penghalang, tidak ideal, situasi buruk. Hal-hal yang baik adalah terkait dengan Tuhan, tapi hal-hal buruk berhubungan dengan setan. Bagi Paulus, siapa pun dan apapun di dunia yang menyebabkan efek yang menghancurkan Injil, merupakan alat Iblis (2 Kor. 11:14-15; 2 Tes. 2:9), atau yang terjerat Iblis terikat pada kehendaknya (2 Tim 2:26).

Jika hal-hal baik terkait Tuhan, dan hal-hal buruk terkait setan, apakah Paulus berpegang pada teori dualisme, atau dua kekuatan yang saling bertentangan? Setan memang tidak diragukan adalah simbol dari segala kejahatan, tetapi tidak berarti bahwa ia adalah sumber bebas segala kejahatan, tidak berarti bahwa ia dapat bertindak secara merdeka bebas dari Tuhan. Sesuai dengan pandangan orang Yahudi, Paulus percaya bahwa setan dalam kuasa penuh Tuhan, harus terikat perintah-perintah Allah. Setan di bawah izin dan bahkan dalam perintah Allah, barulah dapat memainkan peran menggodai orang percaya, meningkatkan kesulitan dalam memenuhi misi dan ketika mereka jatuh tetap harus menanggung konsekuensi dari dosa.

Dunia adalah milik Tuhan, manusia juga milik Allah, tetapi karena kejahatan manusia, dosa karena manusia sehingga masuk ke dalam dunia, dunia tampak sepertinya tidak lagi berada di bawah yurisdiksi kekuasaan Allah dan menjadi wilayah kuasa yurisdiksi setan, manusia menjadi seperti tawanan setan, dikontrol iblis mendengarkan perintahnya. 「Seluruh dunia berada di tangan orang jahat」 (1 Yoh. 5:19). Yesus menyebutkan iblis 「penguasa dunia」 (Yoh. 12:31; 14:30). Namun, hal ini tidak berarti bahwa dunia diduduki oleh iblis dan tidak ada hubungannya dengan Tuhan. Kedaulatan atas dunia ini masih di dalam tangan Tuhan, sama seperti manusia masih di bawah pemeliharaan Allah. Yesus menyatakan: 「Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar; dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.」(Yoh. 12:31-32).

Ketika orang-orang kembali kepada Yesus Kristus, itu adalah saat iblis dilemparkan ke luar. Ketika murid-murid kembali dengan sukacita dan mengatakan kepada-Nya bahwa mereka telah menyelesaikan misi Injil yang Ia telah serahkan kepada mereka, Yesus mengatakan Dia melihat Iblis jatuh dari langit (Luk. 10:18), dan keberhasilan pemberitaan Injil itu adalah kegagalan Iblis. Maka semua perbuatan memberitakan Injil adalah tindakan mengusir iblis.

Renungkan:

1. Apakah Anda peka akan keberadaan hal-hal di dunia roh? Atau pikiran kita telah dikuasai paham bahwa semuanya hanyalah alam natural, hal-hal roh hanyalah omong kosong?

2. Apakah Anda memiliki pengalaman langsung dari kekuatan jahat di dunia? Sebagai contoh, kamuflase dan tindakan Iblis di bidang politik, sosial, ekonomi, dan budaya hari ini, bagaimana pandangan pribadi Anda?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.