「Makna Peperangan Rohani (2)」
Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)
(Ef. 6:10-20 [ITB])
10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, 17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, 19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, 20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.
Merujuk kepada ajaran Alkitab tentang peperangan rohani, berita utama yang disampaikan ada tiga, yang pertama adalah jangan termakan trik tipu muslihat Setan yang disampaikan kemarin. Hari ini akan melanjutkan dua yang lain.
Berita kedua, kita harus merebut kembali orang yang terhilang dari kamp Iblis.
Selain waspada mempertahankan diri tidak ditipu oleh Iblis; Alkitab menuntut lebih lanjut, bahwa sekarang kita telah melihat dengan jelas trik Iblis, maka kita dapat membantu orang lain untuk melepaskan diri dari belenggu setan, meninggalkan gelap dan datang kepada Terang, kepada Yesus Kristus.
Paulus dalam 2 Kor. 10:4-5 berkata 「4 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng …」Inilah sikap dan tujuan pelayanan Paulus, dia adalah seorang yang berani, tetapi ia tidak bergerak tanpa persiapan, tidak bertindak mengandalkan darah dan daging; tugasnya adalah untuk membawa orang-orang ke hadapan Kristus, memecahkan hambatan yang menghalangi orang memiliki pemahaman iman. Apa yang ia maksudkan dengan benteng-benteng? Adalah kesombongan diri manusia, meninggikan diri, membandingkan diri sebagai Tuhan, menolak Allah selain diri sendiri. Paulus mengatakan hendak 「… mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah」 (2 Kor. 10:5a), oleh sebab itu dalam ayat-ayat selanjutnya ia mengatakan bahwa ia tidak mau memuji diri, tetapi barangsiapa bermegah hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan. Paulus meminjam gambaran peperangan, mengatakan pekerjaannya adalah sedang menerobos benteng berkubu Iblis dan merebut hati orang untuk kembali kepada Kristus, 「menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus」 (2 Kor. 10:5b). Ini juga merupakan peperangan rohani yang kita harus terlibat di dalamnya. Memberitakan Injil, menyelamatkan jiwa-jiwa adalah peperangan rohani.
Berita ketiga, kita adalah prajurit Kristus Yesus, dan kita setia kepada Dia dan bertugas melayani-Nya. 「… agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, 20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara」 (Ef. 6:19-20). Di sini kita perhatikan bagaimana Paulus bertekad untuk hidup bagi pemenuhan rencana Kristus dan membayar harga termasuk mengorbankan nyawa.
Hampir semua gambaran peperangan di dalam Alkitab justru bukan menunjukkan kepada siapa kita harus mengadakan perlawanan, tetapi menunjukkan bahwa kita harus berusaha keras bagi Tuhan dan mendedikasikan diri untuk mencapai misi Injil yang diberikan-Nya.
Perikop ini menggunakan gambaran seorang prajurit. Ini adalah gambaran yang umum digunakan Paulus (atau juga 「teman seperjuangan」), seperti Filipi 2:25; Filemon 1; 2 Tim 2:3-4. Paulus pada tahun-tahun akhirnya juga menyebutkan kata 「perang」 dalam surat-surat penggembalaan, 1 Tim. 1:18; 6:12; 2 Tim. 4:7, seperti dalam ITB diterjemahkan sebagai kata 「perjuangan, pertandingan」 yang memiliki makna memenangkan perlombaan, dapat berarti kemenangan dalam perlombaan, atau kemenangan dalam pertandingan bela diri, bukan perang sesungguhnya secara harfiah.
Orang Kristen harus memiliki kesadaran atas perang spiritual, memiliki tekad untuk menjadi seorang prajurit rohani yang baik, tetapi tidak membawa permusuhan menghadapi dunia, apalagi menghadapi orang dengan membawa penyangkalan atas diri orang lain, konfrontasi, membuat kehancuran dan merusak. Kita adalah anak-anak perdamaian, pemberita Injil damai sejahtera, dan Injil yang mendorong orang untuk didamaikan dengan Allah. Ya, kita berada dalam lingkungan yang bermusuhan terhadap iman kita, tetapi kita hanya dapat membalas kebencian orang dengan cinta kasih, mengulurkan tangan persahabatan kepada orang yang memusuhi kita, dengan demikian barulah Injil dapat sampai kepada mereka. Kasih adalah esensi dari Allah, inti dari Injil, dan semangat utama penginjilan.
Ada peneliti yang berkata bahwa melihat bahasa perang yang digunakan dalam bagian ini, banyak orang keliru percaya bahwa Paulus memanggil orang percaya untuk 「menyatakan perang」(waging war), tetapi pada kenyataannya Paulus memanggil kita untuk 「menyatakan perdamaian」(wager peace). Memberitakan Injil adalah sarana utama peperangan rohani, dalam Surat Efesus pasal 2, Paulus menekankan bahwa tema Injil adalah perdamaian berbaikan dan apa yang kita beritakan adalah Injil damai sejahtera. Bagaimana bisa orang-orang yang memberitakan pesan kedamaian bisa menjadi pembunuh?
Renungkan:
1. Apakah Anda disebut anak perdamaian di mata orang? Apakah pernah ada orang yang pernah menggambarkan Anda sebagai agresif, konfrontatif dan tidak ramah?
2. Apakah Anda merasa sulit untuk memberitakan Injil kedamaian dalam lingkungan yang bermusuhan? Dapatkah Anda memikirkan tentang ruang di mana perdamaian memiliki pijakan dan pengembangan di dunia Anda hidup?
Daftar renungan pemahaman Surat Efesus (silahkan klik untuk membuka)
Daftar renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (silahkan klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Untuk Kalangan Sendiri.