Kolose 3:1-4

「Pikirkanlah Pekara-Pekara yang di Atas 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kolose 3:1-4 [ITB])
1Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
2Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
3Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.
4Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

Kol. 3:1 mulai membahas dari sudut pandang positif tentang makna secara konkrit dari 「berjalan di dalam Kristus 」 (walk in Him) (Kol. 2:6). Teks sebelumnya dengan sudut negatif (larangan) membicarakan 「mati bersama Kristus 」 tentang apa yang tidak sepatutnya dilakukan orang Kristen (Kol. 2:12, 20) — jangan ditawan ajaran kosong  yang menipu orang (Kol. 2:8), jangan mengikuti tradisi, ibadah dan aturan yang menggoda menipu orang menjauhi Kristus (Kol. 2:16, 18, 20-21). Kol. 3:1 mulai dengan sudut pandang 「bangkit bersama Kristus」 untuk menjelaskan apa yang harus dilakukan orang Kristen. Paulus terlebih dahulu membahas aspek pikiran dan tujuan kehidupan orang Kristen.

Kol. 3:1-4 mencakup dua frasa perintah — 「harus mengejar perkara yang di atas 」 (you ought to seek the things above) dan 「harus memikirkan perkara yang di atas 」 (set your mind on the things above). Kedua kalimat perintah ini membentuk arah dan dasar dari cara pandang nilai (values) orang Kristen. Pertama-tama, orang Kristen sepatutnya mencari perkara yang di atas, di sana ada Kristus, yang duduk di sebelah kanan Allah. Jelas bahwa perintah ini ditujukan kepada orang Kristen yang hidup seperti masih di dunia (Kol. 2:20-21). Paulus mengingatkan mereka jika sudah bangkit bersama Kristus maka sepatutnya mengejar perkara yang selaras dengan Kristus yang bangkit, tidak perlu terbelit dengan filsafat kepandaian, tradisi dan aturan yang duniawi. Bagaimanakah orang Kristen mengejar perkara di atas? Kol. 3:2 menunjukkan 「harus memikirkan perkara di atas」. Apa yang seseorang sedang kejar tercermin dalam apa yang terus menerus ia renungkan / pikirkan. Saat seseorang tiada henti berpikir bagaimana menumpuk kekayaan, seluruh kehidupannya sebenarnya mengejar kepuasan yang didapatkan dari harta kekayaan (Mat. 6:19-21). Oleh karena itu, Tuhan Yesus mengingatkan para murid, seseorang tidak dapat taat mengikuti Allah dan juga melayani mamon (Mat. 6:24). Orang Kristen sudah bangkit bersama Kristus, seharusnya mengikatkan pikiran kepada perkara yang di atas, dengan demikian tidak akan hidup seperti dalam dunia. Apa sebenarnya 「perkara di atas 」? Membaca dari Kolose fasal 1 sampai sekarang ini, kita dapat menyimpulkan bahwa 「perkara di atas 」 mencakup: pengharapan yang tersimpan di Surga (Kol. 1:5), relasi segala ciptaan dengan Kristus (Kol. 1:15-17),  rahasia akan pendamaian yang digenapkan melalui salib (Kol. 1:20-22), segenap kepenuhan ada di dalam Kristus (Kol. 2:9), Kristus telah melucuti kuasa semua pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa (Kol. 2:15), akan bersama Kristus di dalam kemuliaan saat Ia menyatakan diri (Kol. 3:4).

Menyimpulkannya dengan sebuah kalimat sederhana, 「perkara di atas 」 adalah kehendak Allah yang digenapi di dalam Kristus (Kol. 1:9). Sebenarnya Paulus sejak awal di Kol. 1:9-12 sudah berdoa bagi penerima surat, memohon agar mereka dipenuhi segala hikmat dan pengenalan sehingga bisa mengetahui kehendak Allah. Di sini ia berpesan agar mereka tiada henti mengejar, memikirkan perkara di atas. Tidak sedikit orang percaya mengira bahwa 「perkara di atas 」 adalah mencari pesan khusus atau pimpinan Allah kepada saya pribadi. Mungkin saja Paulus punya maksud ini; namun jika dipandang dari keseluruhan surat, Paulus berpesan kepada orang percaya bahwa apa yang seharusnya dikejar dan tiada henti dipikirkan adalah segala yang digenapkan Allah di dalam Kristus, rahasia ini menyangkut yang di Sorga, yang di bumi, yang kelihatan mata, yang tidak kelihatan mata, yang memegang kuasa, dan yang tidak memegang kuasa. Inilah rahasia Kristus yang Paulus sedang usahakan dengan keras untuk dikhabarkan dengan sepenuhnya (Kol. 1:25-29).

Renungkan: sebagai pengikut Kristus, apakah saya benar-benar mengejar perkara di atas, berulang-ulang merenungkan segala yang digenapkan Allah di dalam Kristus? Seberapa dalam saya mengenal rahasia Kristus? Apakah saya mengejar pengenalan saya terhadap Yesus Kristus sebagai permata berharga? Apa yang sebenarnya sedang saya kejar saat ini?

0 thoughts on “Kolose 3:1-4

  1. Pingback: Kolose 3:5-6 | Lukas Leo's Blog