Kolose 3:5-6

「Matikanlah dalam Dirimu Segala Sesuatu yang di dunia 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kolose 3:5-6 [ITB])
5Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, 6semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).

Perikop kemarin menyebutkan bahwa kehidupan yang telah dibangkitkan harus membawakan perubahan dalam aspek arah kehidupan 「harus mencari …」 dan dalam aspek pikiran 「harus memikirkan …」, kedua aspek yang selalu saling berkaitan tidak bisa saling dipisahkan. Apa yang kita kejar dan cari dalam kehidupan, tercermin dalam apa yang tidak hentinya kita pikirkan. Paulus berpesan kepada orang percaya di Kolose harus tiada henti memikirkan perkara yang di atas, jangan memikirkan perkara dunia. Ini bukan mengatakan bahwa semua 「perkara di dunia 」 tidak berharga dipikirkan. Orang Kristen juga tidak bisa tidak memikirkan urusan di dunia, kecuali jika kita sudah meninggalkan dunia dan tinggal bersama Tuhan. Selama masih ada di dunia,orang Kristen harus mempertimbangkan berbagai aspek bagi kehidupan, termasuk masalah tempat tinggal, pendidikan, pekerjaan, jaminan pensiun dan lain-lain. Pemimpin gereja juga harus mengerjakan urusan perluasan gereja, perluasan bangunan, perbaikan dan berbagai urusan di dunia. Manusia karena hidup di dunia maka harus sering membuat pilihan either-or “salah satu … atau …” dari antara kemungkinan yang ada, tidak bisa menghindari berpikir untuk hal-hal di dunia. Paulus berpesan kepada orang percaya 「jangan memikirkan perkara di dunia 」, adalah menunjuk kepada berbagai ajaran, tradisi dan aturan yang memimpin orang meninggalkan Kristus (Kol. 2:6-21). Bagi Paulus, ajaran-ajaran ini, tradisi dan aturan jikalaupun dalam pandangan manusia mempunyai hikmat yang hebat dan rohani yang tinggi, namun hanyalah ajaran atau filsafat kecil dunia (sekolah dasar) jika dibandingkan dengan rahasia Kristus mengenai alam semesta dan segala ciptaan. Oleh karena itu, orang Kristen harus mengejar pengenalan akan rahasia Kristus, sepenuh hati mengerti kehendak Allah (Kol. 1:9). Orang hidup tidak bisa menghindari berpikir urusan di dunia, namun fondasi berpikir orang Kristen bukan ajaran atau filsafat dunia yang dangkal, tetapi harus mempunyai fondasi pada rahasia yang digenapkan Allah di dalam Kristus.

Kedua ayat renungan hari ini mempunyai fokus pada dunia. Makna apa tentang perkara dunia yang tercakup dalam memikirkan perkara di atas? Paulus berpesan kepada orang percaya di Kolose untuk mematikan anggota tubuh yang di dunia. Kata kerja 「matikanlah 」 dalam surat-surat Paulus hanya muncul dua kali (di sini Kol. 3:5 dan Rom. 4:19), merupakan kata yang diambil dari istilah kedokteran, yang mempunyai arti bagian tubuh karena penyakit sehingga fungsinya menyusut. Di sini, Paulus meminjam kata ini sebagai perumpamaan untuk mengingatkan orang percaya, bahwa hawa nafsu dan dorongan dari daging harus dipandang seperti sudah mati, fungsi yang sudah menyusut. Hawa nafsu dan dorongan dari daging mencakup percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan (serakah tanpa bosan, mengejar dengan tidak pernah merasa puas). Para peneliti menunjukkan, beberapa aspek ini berkaitan dengan pemanjaan menuruti keinginan sex:

  • Percabulan (immorality): menunjuk kepada perzinahan dan perbuatan mesum tidak sesuai aturan dan moral, di dalam Alkitab menunjuk kepada perbuatan sex yang melanggar hukum.
  • Kenajisan (impurity): karena tingkah laku cabul yang kacau melanggar aturan menyebabkan tubuh menjadi najis.
  • Hawa nafsu (lustful passion), nafsu jahat (evil desire): keinginan terhadap sex yang melanggar hukum.
  • Keserakahan (greed): mengejar sex tanpa batas.

Paulus mengingatkan orang percaya untuk mematikan anggota tubuh di dunia, hal yang pertama yang disebutkan adalah pemanjaan menuruti keinginan sex, mungkin karena sex mempunyai keterkaitan yang paling besar dengan tubuh. Paulus di 1Kor. 6:18 mengingatkan orang percaya hendaknya menjauhi percabulan (“… Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri”), karena mereka telah bersatu dengan Yesus Kristus, menjadi satu roh (one spirit with him). Dalam pandangan Paulus, apapun dosa yang dilakukan, semuanya di luar tubuh, hanya orang yang melakukan percabulan adalah melakukan dosa dengan tubuh diri sendiri. Bagaimana serius beratnya membuat dosa tubuh sendiri? Karena tubuh sudah bersatu dengan Kristus, maka jika membuat dosa tubuh sendiri adalah sama dengan membuat dosa pada Kristus. Paulus mengingatkan penerima surat: 「Kristus adalah hidup kita 」 (Kol. 3:4) (ζωή zō-ee’ “hidup” yang dimaksudkan lebih daripada sekedar fisik yang sekarang atau hidup alami).  Oleh karena itu, orang Kristen harus waspada, sudah tahu hidup kita bukan milik kita lagi, tidak dapat hidup semau kita, bertindak ceroboh, seperti halnya suami istri jika sudah bersatu bukan lagi hidup bagi diri sendiri lagi.

Dan lagi, murka Allah akan datang menimpah orang yang memberontak (atas orang-orang durhaka). Allah pasti akan melawan dosa kejahatan, menghancurkan yang kacau mengembalikan kebenaran. Terhadap anak-anak-Nya, Allah terutama akan bertindak demikian. Apakah ada orang tua yang tidak mendidik anaknya (Ibr. 12:7)? Orang Kristen jangan sekali-kali mencobai Allah, mencari batas kesabaran Allah. Allah tidak pernah meringankan tangan-Nya dalam menghadapi orang-orang durhaka, masalahnya hanya cepat atau lambat saja.

Renungkan: tidak sedikit orang percaya yang sangat mempunyai talenta karunia, sangat mengasihi Tuhan Yesus namun jatuh dalam masalah sex, menghacurkan pelayanan sendiri, keluarga dan pekerjaan, sangatlah disayangkan, bahkan Pendeta tidak terkecuali. Richard Foster pernah menunjukkan, uang, sex, dan kekuasaan adalah tiga hal yang mudah membuat orang Kristen jatuh. Mungkin, dari ketiga hal tersebut, sex paling menggiurkan dan memiliki daya menghancurkan yang paling besar. Renungkan, apakah saya sebenarnya mematikan anggota tubuh di dunia dalam aspek sex? Dalam hal apa saya hidup dalam pemanjaan menuruti keinginan diri?


Tambahan Blogger:

Karena perikop ini sangat terkait dengan teks sebelumnya Kolose 3:1-4, sebelum lupa isi renungan ini, secepatnya bacalah ulang renungan Kolose 3:1-4 「Pikirkanlah Pekara-Pekara yang di Atas 」 hanya memakai waktu anda sebanyak 2 menit.