Tag Archives: Yakub

Roma 9:10-13

「Allah Memilih Kita dari Antara Orang Berdosa! Tujuan Pemilihan Allah Adalah Anugerah Cuma-Cuma」

Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 9:10-13 [ITB])
10Tetapi bukan hanya itu saja. Lebih terang lagi ialah Ribka yang mengandung dari satu orang, yaitu dari Ishak, bapa leluhur kita.
11Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, –supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya–
12dikatakan kepada Ribka: “Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda,”
13seperti ada tertulis: “Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau.”

Di pasal 9 sampai 11, Paulus mengajarkan kepada kita kebenaran tentang pemilihan Allah: semua manusia berdosa! Allah memilih orang dari antara orang-orang berdosa! Pemilihan Allah adalah anugerah cuma-cuma diberikan kepada manusia! Menarik benang merah dari seluruh pasal 9 sampai 11, Paulus memiliki tiga ajaran besar: Pertama. Tuhan memiliki kebebasan untuk memilih orang-orang! Tuhan memilih bukan karena seseorang 「baik!」 Kedua, PL mengajarkan pemilihan Allah adalah sebelum manusia dilahirkan! Ketiga, mereka adalah semua keturunan Adam! Allah memilih dari antara orang-orang berdosa!

Paulus menggunakan contoh yang sudah ada 「TUHAN memilih Yakub, tidak memilih Esau」 untuk membuktikan bahwa tidak setiap orang yang lahir dari Israel adalah umat Allah sejati. Paulus mengutip Kej. 25:23: 「di masa depan, yang besar akan melayani yang kecil」 ini adalah nubuatan yang diberikan Tuhan sebelum Ribka melahirkan. Sejak 「kembar belum lahir, baik dan jahat belum belum dilakukan,」 ini menunjukkan bahwa yang dipilih atau tidak, bukanlah peduli 「menurut daging」, tapi peduli tentang 「menurut pemilihan」. Di Rom. 9:8-9; 9:11, Paulus menggunakan kata 「janji」 dan 「pemilihan」 untuk menyatakan Allah yang berdaulat berhak untuk bermurah hati. 「Pemilihan」 「bukanlah oleh sebab tindakan manusia, tetapi oleh Allah Yang memanggil.」

Terdapat banyak kontroversi tentang ajaran-ajaran pemilihan Allah dan penentuan mula-mula (Predestination), dan beberapa teolog suka pemikiran yang rumit, tapi banyak dari mereka adalah pemikiran logika logis namun tanpa dukungan Alkitab yang jelas. Orang Kristen harus menghindari spekulasi pemikiran yang jelas tidak alkitabiah. Teolog arus utama umumnya menggunakan kerangka pemikiran 「setelah kejatuhan」 untuk memahami pemilihan Allah, bahwa semua adalah anugerah cuma-cuma ketika Allah memilih orang dari antara orang-orang berdosa. Esau dan Yakub belum lahir, mereka adalah keturunan Adam sesudah jatuh dalam dosa, maka mereka semuanya berdosa. Pemilihan Allah adalah sebelum mereka melakukan yang baik atau jahat, maka Allah tidak memilih karena 「kebaikan seseorang」 atau 「kebaikan suatu bangsa」— Allah memilih bukan karena perilaku manusia. Martin Luther mengatakan: 「Karena dosa asal, maka kedua orang adalah tidak baik.」 Jadi dalam kesimpulannya di Rom. 11:32 Paulus mengatakan: 「Sebab Allah telah mengurung semua orang 『dalam ketidaktaatan』, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua.」 Di Rom. 5:8 Paulus juga mengatakan, 「Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita 『masih berdosa』.」 Paulus menggambarkan 「pemilihan」 ini dengan kata 「Allah akan mengasihi siapa yang Ia hendak kasihi.」 Luther mengatakan: 「selain kehendak-Nya, tidak ada alasan lain.」

「Namun Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau」 dikutip dari Mal. 1:2-3. Beberapa teolog berteori bahwa perkataan 「membenci Esau」 menunjukkan Paulus mengajarkan 「penentuan berdosa」 (doctrine of reprobation) yakni bahwa 「Allah telah menentukan beberapa orang tidak pernah diselamatkan」. Ini adalah spekulasi 「fatalisme」 yang tidak didukung oleh Alkitab secara jelas, tapi juga membuat banyak orang merasa tidak nyaman dan bukan merupakan apa yang Paulus ingin mengajar. Apa yang Paulus ingin ajarkan adalah bahwa Tuhan yang berdaulat berhak untuk memilih seorang berdosa dan tidak memilih seorang berdosa. Saya suka dengan sebuah prinsip yang terkenal: Alkitab katakan, kita katakan, Alkitab berhenti, kita berhenti! Apa yang Alkitab tidak jelas ajarkan, jangan terlalu banyak berspekulasi! John Stott mengatakan: 「terdapat segudang misteri mengelilingi doktrin pemilihan. Adalah yang sangat tidak bijaksana untuk seorang teolog jika terlalu berusaha mensistematisasikan hal ini dan tidak untuk sementara membiarkan keberadaan kesulitan, misteri, atau masalah yang tidak bisa diatasi.」

John Stott memiliki nasihat yang baik tentang bagaimana memahami kalimat 「Aku membenci Esau.」 Yesus berkata, 「Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.」 (Luk. 14:26) Menurut ungkapan Ibrani, 「benci」 berarti 「kurang cinta」. 「Benci」 yang bersifat perbandingan, Yesus mengajarkan kita untuk cinta 「Tuhan」 lebih banyak daripada 「keluarga」. Paulus mengajarkan kita bahwa Allah 「lebih mencintai」 Yakub, dan 「kurang mencintai」 Esau. Manusia diciptakan oleh Allah, dan Allah memerintahkan matahari untuk menyinari orang yang baik, dan juga menyinari orang jahat, cinta kepada semua yang diciptakan-Nya. Tetapi ketika Allah memilih, Ia murah hati kepada siapa Ia hendak bermurah hati, Paulus berbicara dalam bahasa manusia, mengatakan, 「Ia lebih mencintai」 orang pilihan-Nya. 「Tuhan sangat mengasihi kita」 adalah kebenaran yang diajarkan Paulus berulang kali dalam surat Roma! Tidak ada kekuatan musuh yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah dalam Kristus Yesus Tuhan kita. (Rom. 8:39)

Renungkan: Apakah Anda pernah merasa terganggu oleh diskusi tentang tema pemilihan? Apakah Anda pernah merasa terganggu oleh pemikiran yang lain? Ketika Alkitab mengajarkan dengan jelas, kita harus belajar keras! Ketika Alkitab jelas tidak mengajarkan, mari kita tidak terlalu berspekulasi! Kita harus ingat bahwa Allah mengasihi kita! Kita harus percaya bersandar kepada-Nya! dan Tuhan akan menjaga kita sampai pada akhirnya!


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Maleakhi 1:1-5

「TUHAN mengasihi kita 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Maleakhi ditulis oleh 呂焯安 (Lǚ Zhuō Ān)  yang dipublikasi pada bulan Juli 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Maleakhi 1:1-5 [ITB])
1 Ucapan ilahi. Firman TUHAN kepada Israel dengan perantaraan Maleakhi.
2 “Aku mengasihi kamu,” firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?” “Bukankah Esau itu kakak Yakub?” demikianlah firman TUHAN. “Namun Aku mengasihi Yakub,
3 tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat pegunungannya menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya Kujadikan padang gurun.”
4 Apabila Edom berkata: “Kami telah hancur, tetapi kami akan membangun kembali reruntuhan itu,” maka beginilah firman TUHAN semesta alam: “Mereka boleh membangun, tetapi Aku akan merobohkannya; dan orang akan menyebutkannya daerah kefasikan dan bangsa yang kepadanya TUHAN murka sampai selama-lamanya.”
5 Matamu akan melihat dan kamu sendiri akan berkata: “TUHAN maha besar sampai di luar daerah Israel.”

Ayat Kunci:「 … TUHAN maha besar sampai di luar daerah Israel」 (Maleakhi 1:5)

Umat Israel kembali dari penawanan Babilon sampai zaman Maleakhi sudah lewat 100 tahun lebih. Walaupun Bait Suci sudah selesai dibangun ulang, tembok kota Yerusalem sudah selesai diperbaiki; tetapi semangat dan penyerahan diri pada masa awal sudah menipis. Kebangkitan di bawah pimpinan Ezra dan Nehemia hanya sebentar, imam dan umat kembali mundur ke kondisi dahulu. Di sisi lain, umat yang kembali berada di bawah jajahan kerajaan Persia, walaupun bisa kembali ke Yerusalem dan dibantu oleh raja Persia, namun umat curiga apakah TUHAN akan menggenapi perjanjian-Nya dengan Israel, bangsa ini apakah masih punya harapan nyata akan masa depan?

Ada tiga aspek yang sama-sama menjadi keprihatinan Nehemia dan Maleakhi: (1) imam telah melupakan pelayanan di Bait Suci (Neh. 13:1-9; Mal. 1:6-2:9); (2) sikap umat terhadap persembahan perpuluhan dan persembahan khusus telah longgar (Neh. 13:10-13; Mal. 3:8-12); (3) perkawinan dengan perempuan asing (Neh. 13:23-28; Mal. 2:10-16).

Nabi Maleakhi mencatat ucapan ilahi dari Allah bagi Israel melalui satu seri tanya jawab, untuk mendorong umat sisa yang kembali itu berbalik dan bertobat dari kondisi rohani yang lemah. Dan memberikan janji tentang kedatangan Utusan (Messiah) dari Sang Pendiri Penjanjian, Ia akan menjalankan penghakiman dan berkat. Keseluruhan kitab mencakup tujuh tanya jawab, perencanaan yang demikian bertujuan agar Israel mengerti keadaan rohani mereka, dan membimbing mereka berbalik mengarah kepada Allah (Mal. 1:1-4:3). Tanya jawab pertama dan penjelasannya tentang Allah memilih Yakob bukan Esau untuk sekali lagi membuktikan kasih Allah dalam menjaga perjanjian-Nya (Mal. 1:1-5). Tuhan berkata「Aku mengasihi kamu 」(Ul. 4:32-40; 7:7-11; Yes. 43:1-4; Hos. 11:8-9) Tetapi kamu berkata: 「Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami? 」

Ayat 2b (Mal. 1:2) adalah tentang Allah yang pro-aktif mengasihi Israel (Yakub). Permasalahan umat timbul dari pengaruh pengalaman ditawan dan segala pembangunan setelah kembali jauh lebih kecil dibandingkan masa lalu. Untuk memberikan bukti kasih-Nya, Allah membandingkan apa yang mereka alami dengan apa dialami Edom.

Ayat 3 (Mal. 1:3) berbicara tentang Allah membenci Edom (Esau)「Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau. 」adalah cara penyampaian sastra Ibrani untuk mengatakan maksud「paling utama mengasihi Yakob secara primer 」, 「mengasihi Esau secara sekunder kedua 」. Walaupun Yakub dan Esau adalah anak Ishak, adalah saudara kandung, namun Allah justru hanya memilih Yakub dan keturunannya sebagai umat yang dengannya Ia dirikan perjanjian. Perjanjian ini didirikan di atas dasar perjanjian tanpa syarat dari Allah kepada Abraham, menjamin keturunan Yakub sebagai pemilik kekal tanah perjanjian (lihat Kej. 28:3-4, 13-15). Atas dasar janji ini juga maka Allah memimpin mereka pulang dari penawanan sekali lagi menuju tanah perjanjian. Sebaliknya, Edom setelah mengalami penghakiman Allah, tidak boleh mengalami pemulihan. Terkait penghakiman atas Edom, dapat melihat 《kitab Obaja》.

Ayat 4 (Mal. 1:4) adalah tentang Edom mengambil tekad (kehilangan tekad membangun ulang) beserta akhirnya (pasti dihancurkan Allah), penyebab utamanya di sana adalah「daerah kefasikan 」(wicked land, tanah kejahatan dosa); penghuni tanah itu disebut sebagai「bangsa yang kepadanya TUHAN murka sampai selama-lamanya 」; kebalikan relasi Israel dengan Allah. Umat pilihan yang kembali dapat melihat akhir Edom, akan tahu bahwa Allah setia pada janji-Nya, dan mengakui bahwa Allah sugguh nyata mengasihi mereka.

Renungkan: sebenarnya, kita sering lupa, meragukan kasih Allah. Mengamati ulang pengalaman masa lalu yang dapat membantu mengangkat iman kita kepada Allah?

Rencanakan: tuliskan satu pengalaman masa lalu yang mengangkat iman kita kepada Allah. Bagikan dalam kelompok kecil anda di minggu ini, atau dalam majalah gereja.

Doa: Tuhan, tolonglah saya senantiasa ingat untuk hitung betkat-Mu, agar saya dalam keadaan apapun tidak meragukan kasih-Mu pada saya. Amin.

Kejadian 25:29-34

「Nilai dan pilihan」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 25:29-34 [ITB])
29 Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.
30 Kata Esau kepada Yakub: Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah. Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.
31 Tetapi kata Yakub: Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu.
32 Sahut Esau: Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?
33 Kata Yakub: Bersumpahlah dahulu kepadaku. Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.
34 Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi.
Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.

Esau menjual hak kesulungannya kepada Yakub untuk mendapatkan semangkuk sup merah. Ini merupakan kunci yang sangat penting terhadap perkembangan di masa depan, juga sepenuhnya menunjukkan kepribadian, cara pandang terhadap nilai, dan pilihan kedua orang.

(1) Nama kelahiran. Si kembar lahir, yang lahir terlebih dahulu dengan tubuh merah dan berbulu, mirip jaket kulit. Orang tuanya menamainya 「Esau」 (‘ēśāw, yang berarti 「berbulu」). Belakangan, adik laki-laki Esau juga lahir, tangannya meraih tumit Esau, sehingga orang tuanya menamainya 「Yakub」 (ya’ăqōb, yang dalam bahasa Ibrani artinya mirip dengan kata benda 「tumit」 ‘āqēb, kata kerja ‘āqab berarti 「mengikut dengan erat dan tidak mau melepaskan」, yang diperluas menjadi「menipu, mencelakai, berusaha untuk mencapai tujuan, dan menghalalkan cara apa pun」). Penulis kitab menggunakan ini sebagai bayangan untuk perkembangan kisah selanjutnya.

(2) Profesi dan kepribadian. Orientasi kepribadian menentukan karier, dan karier juga membentuk kepribadian. Esau pandai berburu, sering melakukan aktivitas di luar, dan memiliki kepribadian yang lepas. Yakub suka diam, sering tinggal di tenda, dan memiliki kepribadian yang tertutup dan suram. Dan kepribadian mereka juga mempengaruhi interaksi antara anggota keluarga inti. 「Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub」, mungkin karena Yakub selalu di rumah (ayat 27-28).

(3) Nilai dan pilihan. Suatu kali, Esau kembali dari berburu, lelah dan haus, dan meminta sup merah Yakub. Yakub mengambil kesempatan untuk menukarnya dengan hak kesulungan, dan terlebih lagi meminta Esau bersumpah dahulu, satu kali untuk selamanya. 「Hak kesulungan」 (bǝkōrâ), mirip pengucapannya dengan 「berkat」 (bǝrākâ), dua kata yang sering digunakan bersamaan di dalam kisah Yakub, dan merupakan permainan kata yang terkenal (wordplay). Memperoleh hak kesulungan tidak hanya memungkinkan untuk mendapatkan bagian ganda dalam pembagian warisan keluarga (seperti putra Yusuf, Efraim dan Manasye masing-masing menjadi satu suku), tetapi juga mewakili berkat rohani dan pemilihan keselamatan. Yakub memegang tumit Esau kakaknya ketika ia lahir, dan kemudian mendambakan hak kesulungan kakaknya, sampai pada saat ini, ia akhirnya memanfaatkan kesempatan dan dengan cara licik ia berhasil. Ini tentu saja kesepakatan yang tidak adil, karena Yakub menukar sup merah yang sepele untuk hak kesulungan, menukar materi dengan rohani, dengan yang sementara untuk mendapatkan yang kekal, yang duniawi untuk yang surgawi. Namun, Alkitab memberikan penilaian atas Esau, mengatakan bahwa dia menyetujui kesepakatan pertukaran itu dengan mudah karena dia 「memandang ringan hak kesulungan itu」, sehingga kemudia sangat menyesalinya (ayat 34). Sebaliknya, meskipun cara Yakub tercela, dia merindukan berkat rohani tersebut dan membuatnya mengerahkan segenap kekuatannya untuk mengejar dan mendapatkannya.

Renungkan:
Orang bisa mengatakan hal-hal yang salah dan melakukan hal-hal yang salah: 「Ini bukan karena tidak punya waktu untuk berpikir, tetapi tidak berpikir ketika punya waktu.」 Rasul Paulus juga menasihati orang-orang percaya, 「Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi」(Kol. 3:2). Sepatutnya mempergunakan hidup untuk hal-hal yang kekal.


Renungan pemahaman Kitab Kejadian 12-26

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 12-26 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) dipublikasi pada bulan Maret 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.