Tag Archives: Dative Apposition

1 Petrus 1:1-2 (1)

「Kepastian Identitas – Dipilih adalah Terserak」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Petrus 1:1-2 [ITB])
1 Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, 2 yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

Diaspora di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia

Surat 1 Petrus ditulis kepada murid-murid yang telah tersebar di mana-mana, di dalamnya terdapat pesan yang teliti dan harapan penuh semangat: orang-orang percaya dapat terus memelihara kebenaran untuk Tuhan dalam zaman / generasi yang sulit, dan tidak akan karena penolakan serta intimidasi dari orang luar mengacaukan hati mereka, sebaliknya tetap bersaksi bagi Tuhan, membuat orang-orang malu dan gentar.

Oleh karena itu, renungan bulan Juni adalah untuk mendorong pembaca agar terus memiliki pengharapan dalam iman Kristen dan tidak mau jatuh ke dalam kebiasaan pola pikir rohani yang hanya berpusat pada hal-hal yang di dunia, di masa yang tidak biasa ini, dapat melakukan hal-hal baru untuk Tuhan dan mencari jalan keluar terobosan sehingga Kristus dapat ditinggikan di zaman / generasi ini.

Dalam 30 hari berbagi renungan rohani ini, penulis akan menggunakan tata bahasa Yunani sebagai interpretasi inti, berharap bahwa Alkitab akan disajikan kepada semua orang dari sudut yang dapat dipahami oleh publik (tentu saja jika Anda pernah mengikuti beberapa pelajaran bahasa asli, Anda sudah memahami), berharap bahwa orang percaya dapat melepaskan penolakan atas bahasa asli dan berusaha untuk memasuki dunia teks asli, dan menerima kata-kata berharga yang dianugerahkan Tuhan.

Hari ini akan melihat lebih dekat pentingnya dua ayat pertama dari 1 Petrus. Dua ayat pertama diterjemahkan sesuai dengan makna kata bahasa aslinya (parafrase) sebagai berikut: Petrus, rasul Yesus Kristus, tujukan kepada yang terpilih, yaitu yang hidup sebagai tamu pelancong (penumpang) yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil, Bitinia, yang terpilih, yaitu menurut pengaturan yang disengaja Allah Bapa, melalui Roh Kudus dikuduskan, sehingga yang terpilih itu tunduk kepada Yesus Kristus, yang terpilih itu adalah orang yang dipercik melalui darah-Nya.

Disebutkan dalam tulisan Kitab Suci bagaimana Petrus menyebutkan penerima suratnya: yang terpilih, yaitu yang hidup sebagai tamu pelancong (pendatang) (dative apposition). Kita mungkin bertanya mengapa menggunakan sebutan seperti itu, layak dibahas bagaimana konsep yang terpilih kaitan dengan identitas pelancong (pendatang)? Ketika kita membaca pengalaman Abraham dalam kitab Kejadian, kita akan menemukan bahwa bapa leluhur dipilih dan dipanggil oleh Tuhan, dengan identitas pendatang dan tamu berjalan memasuki tanah orang lain, di mana mereka menghadapi berbagai situasi yang sulit, Tuhan campur tangan dengan hal-hal baru, membawa keselamatan dan berkat. Atau dengan kata lain, ketika orang-orang Yahudi mengalami diaspora (masa tercerai-berainya suatu bangsa yang tersebar di berbagai penjuru dunia dan bangsa tsb tidak memiliki negara) yang dilakukan oleh orang Babelonia, bukankah mereka harus melihat diri mereka sebagai tamu dan menjaga kehidupan sebagai penumpang, agar diri mereka suatu hari dapat kembali ke Yerusalem dan kembali memiliki status sebagai tuan rumah di Yerusalem?

Petrus memahami kesulitan dan dilema yang dihadapi oleh orang-orang Kristen pada waktu itu, jadi dia menggunakan pengalaman umum orang Yahudi akan Allah untuk menasihati semua orang percaya: hidup menghadapi kesulitan dan penganiayaan terhadap iman bukanlah hal yang baru, tetapi sebaliknya, momen mendapat penganiayaan dan kesulitan adalah saat iman mendapat introspeksi dan pembaruan. Apa yang Anda alami saat ini, bukankah itu yang dihadapi Petrus dan murid-muridnya di abad pertama?

Renungkan:
Sebenarnya, konsep terpilih sering dikaitkan dengan konsep berkemenangan, tetapi ketika konsep terpilih harus dikombinasikan dengan diaspora, pendatang, tamu pelancong, penganiayaan, stigmatisasi / fitnah, bagaimana kita akan bereaksi? Petrus dengan jelas menyatakan bahwa ini adalah arti sebenarnya dari terpilih, dan dia juga seorang rasul untuk hal ini! Jika tidak memiliki konsep identitas diri kita sendiri ini, maka kita belum siap menghadapi apa yang kita hadapi di depan, bukankah demikian?


Renungan pemahaman Surat 1 Petrus 1-2

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema a ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juni 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.