Tag Archives: Kitab Yoel

Yoel 3:1-15

「Allah Pelaksana Penghakiman」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yoel 3:1-15 [ITB])
1 Sebab sesungguhnya pada hari-hari itu dan pada waktu itu, apabila Aku memulihkan keadaan Yehuda dan Yerusalem, 2 Aku akan mengumpulkan segala bangsa dan akan membawa mereka turun ke lembah Yosafat; Aku akan berperkara dengan mereka di sana mengenai umat-Ku dan milik-Ku sendiri, Israel, oleh karena mereka mencerai-beraikannya ke antara bangsa-bangsa dan membagi-bagi tanah-Ku, 3 oleh karena mereka membuang undi mengenai umat-Ku, menyerahkan seorang anak laki-laki karena seorang sundal, dan menjual seorang anak perempuan karena anggur untuk diminum.

4 Lagi apakah sangkut pautmu dengan Aku, hai Tirus dan Sidon dan seluruh wilayah Filistin? Apakah kamu ini hendak membalas perbuatan-Ku? Apabila kamu melakukan sesuatu terhadap Aku, maka dengan cepat, dengan segera Aku akan membalikkan perbuatanmu itu kepadamu sendiri. 5 Oleh karena kamu telah mengambil perak-Ku dan emas-Ku dan telah membawa barang-barang-Ku yang berharga yang indah-indah ke tempat-tempat ibadahmu, 6 dan telah menjual orang-orang Yehuda dan orang-orang Yerusalem kepada orang Yunani dengan maksud menjauhkan mereka dari daerah mereka. 7 Sesungguhnya Aku akan menggerakkan mereka dari tempat ke mana kamu menjual mereka, dan Aku akan membalikkan perbuatanmu itu ke atas kepalamu sendiri. 8 Aku akan menjual anak-anakmu laki-laki dan perempuan kepada orang-orang Yehuda dan mereka akan menjual anak-anakmu itu kepada orang-orang Syeba, kepada suatu bangsa yang jauh, sebab TUHAN telah mengatakannya.

9 Maklumkanlah hal ini di antara bangsa-bangsa: bersiaplah untuk peperangan, gerakkanlah para pahlawan; suruhlah semua prajurit tampil dan maju! 10 Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: Aku ini pahlawan! 11 Bergeraklah dan datanglah, hai segala bangsa dari segenap penjuru, dan berkumpullah ke sana! Bawalah turun, ya TUHAN, pahlawan-pahlawan-Mu 12 Baiklah bangsa-bangsa bergerak dan maju ke lembah Yosafat, sebab di sana Aku akan duduk untuk menghakimi segala bangsa dari segenap penjuru. 13 Ayunkanlah sabit, sebab sudah masak tuaian; marilah, iriklah, sebab sudah penuh tempat anggur; tempat-tempat pemerasan kelimpahan, sebab banyak kejahatan mereka. 14 Banyak orang, banyak orang di lembah penentuan! Ya, sudah dekat hari TUHAN di lembah penentuan! 15 Matahari dan bulan menjadi gelap, dan bintang-bintang menghilangkan cahayanya.

Dalam paragraf ini nabi Yoel menjelaskan secara lebih rinci nubuat di 2:30-31 ( 2:30 Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. 30 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu.), menunjukkan bahwa ini adalah penghakiman TUHAN terhadap bangsa-bangsa. Ayat 3:1 memakai tanda waktu ganda untuk menunjukkan bilamana TUHAN (Yahweh) akan melaksanakan penghakiman, yaitu ketika Dia hendak memulihkan Yehuda dan Yerusalem. Ini juga berarti bahwa umat Allah diselamatkan, dan mereka yang bermusuhan dengan umat milik-Nya pasti akan mendapatkan penghakiman. Tepat seperti pesan di dalam Injil Berita bahagia, jika tidak ada penghakiman atas dosa (keadilan tidak bisa ditegakkan) dan tidak ada pengorbanan penebusan Yesus Kristus yang menanggung penghakiman itu, maka tidak bisa ada rahmat untuk pengampunan dosa, dan kita juga perlu memahami pesan dari paragraf kitab Yoel ini melalui perspektif ini.

Perikop ini menggunakan nama dua tempat sebagai kerangka berita yang hendak disampaikan. Lembah Yosafat maupun Lembah Penentuan tampak seperti bukan tempat yang nyata, dan banyak sarjana peneliti Alkitab telah mengalami banyak kesulitan dalam menemukan di mana lokasi kedua tempat ini. Jadi kedua nama ini kemungkinan besar adalah simbolis. Kedua tempat itu disebut lembah yang secara umum digunakan mengacu pada dataran rendah tempat banyak orang bisa berkumpul, bahkan menjadi tempat bertempur. Dalam teks bahasa aslinya, Yosafat dapat diartikan sebagai penghakiman TUHAN (Yahweh), jadi Yosafat merujuk ke tempat di mana Allah akan mengumpulkan bangsa-bangsa dan melaksanakan penghakiman. Kata Lembah Penentuan sendiri sudah menjelasakan makna teks bahasa aslinya. Nabi Yoel menggunakan dua nama tempat simbolis ini untuk menunjukkan bahwa TUHAN akan mengeksekusi penghakiman, untuk melaksanakan keputusan atas tindakan jahat bangsa-bangsa.

Dari sudut pandang bangsa-bangsa, kita melihat keagungan wibawa dan kuasa TUHAN (Yahweh), mereka yang memusuhi Dia, yaitu mereka yang memusuhi umat-Nya, pada akhirnya akan binasa. Dalam Perjanjian Lama, umat pilihan TUHAN (Yahweh) adalah Israel, dan Tuhan menggunakan Israel sebagai ujian terhadap bangsa-bangsa. Dalam Perjanjian Baru, umat Allah tidak lagi terbatas pada bangsa Israel, bahkan ketika Yesus Kristus mengumumkan penghakiman yang kelak akan datang di masa depan, Ia menunjukkan bahwa apa yang dilakukan pada seorang yang terkecil itu adalah dilakukan pada Dia. Tuhan adalah Hakim yang adil dan benar, dan Dia pasti akan membuat keputusan penentuan akhir (yang ultimat tertinggi, paling adil dan benar).

Dari perspektif umat Allah, kita melihat bahwa kita berharga di mata Tuhan (lihat lagi renungan Surat 1 Petrus), Dia bangkit dan bertempur untuk kita. Di dunia, kita mungkin menghadapi banyak serangan dan berbagai penganiayaan yang berbeda, tetapi kita sendiri tidak memiliki kemampuan untuk mengatasinya, kita juga tidak mendapatkan penegakkan atas keluhan kita. Tetapi kita tahu bahwa Tuhan adalah pelindung kita dan Dia adalah TUHAN semesta alam, oleh karena itu kita dapat sepenuhnya mengandalkan dan bersandar kepada Dia dengan tenang tenteram di hati. Kita tidak perlu marah dan tidak stabil dalam hati atas apa yang telah kita alami, atau tidak perlu marah hendak menegakkan keadilan demi diri kita sendiri, karena kita adalah umat milik-Nya, Dia adalah jaminan kita atas keadilan dan kebenaran.

Terakhir, nabi Yoel menunjukkan bahwa ketika Hari TUHAN (Yahweh) tiba di Lembah Penentuan, matahari dan bulan akan redup, bintang-bintang akan menjadi gelap, dan itu akan menjadi hari yang gelap. Kita tahu bahwa Tuhan sedang bertempur untuk kita, menegakkan keadilan atas keluhan kita, dan membawa pembalasan yang harus dan setimpal kepada mereka yang menganiaya kita. Meskipun kita sangat berharap hari ini, mungkin kita berpikir apakah Tuhan menunda-nunda kedatangan hari ini. Ini seperti yang dikatakan 2 Petrus 3:9 Tuhan tidak lalai (menunda-nunda) menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Renungkan:
Tuhan adalah Tuan penguasa penghakiman yang benar dan adil, jatuh ke dalam penghakiman-Nya adalah gelap tiada terang. Mohon kepada Tuhan menjadikan kita utusan pembawa berita terang agar orang-orang bebas dari kegelapan yang memusuhi Tuhan.


Renungan pemahaman Kitab Yoel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yoel 2:28-32

「Kesaksian Hari Akhir」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yoel 2:28-32 [ITB])
28 Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. 29 Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. 30 Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. 31 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu. 32 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas.

darah, api, gumpalan-gumpalan asap, matahari akan menjadi gelap

Bagian ini dimulai dengan urutan kronologis yang ambigu tidak jelas, menggunakan frasa kemudian dari pada itu untuk memisahkan ayat 2:28-32 dari 2:18-27. Bagian depan yaitu 2:18-27 seharusnya merujuk pada pemulihan secara fisik pada saat itu, tetapi paragraf 2:28-32 ini merujuk pada kebangunan rohani di masa depan. Meskipun dalam paragraf sebelumnya, kita juga telah melihat bahwa pemulihan fisik harus memerlukan pemulihan rohani, karena saat orang-orang bertobat dan kembali ke TUHAN (Yahweh), maka kemurahan dan belas kasihan Tuhan datang kepada mereka. Tetapi apa yang dijelaskan dalam paragraf di sini adalah tahap baru, kebangkitan yang sifatnya berbeda.

Seperti pada paragraf sebelumnya, paragraf ini juga menunjuk ke hari TUHAN, hanya saja hari ini ditinjau dari sifat yang berbeda dari yang sebelumnya. Dalam Yoel 2:1-11, hari TUHAN (Yahweh) adalah penghakiman dari TUHAN yang akan dihadapi Israel, kemudian dalam Yoel 2:28-32 hari TUHAN adalah penghakiman universal, dan fokusnya bergeser dari kekurangan makanan ke kehancuran di seluruh bumi. Dalam Yoel 2:30-31, dituliskan bahwa TUHAN (Yahweh) akan menunjukkan keajaiban di langit atas dan bumi bawah, ada darah, ada api, dan gumpalan asap. Matahari akan menjadi gelap, dan bulan akan menjadi darah. Ini semuanya terjadi sebelum hari TUHAN yang membawakan hormat kegentaran. Dapat dilihat bahwa nabi Yoel memakai suatu peristiwa dalam sejarah sebagai titik berangkat memandang jauh ke depan penghakiman akhir ultimat Allah, dan menggunakan pengalaman pada waktu itu sebagai cetak biru untuk menunjukkan bagaimana dilepaskan dari penghakiman di masa depan ini.

Tetapi sebelum hari yang membawakan hormat kegentaran ini datang, Allah akan membangun tegak kesaksian-Nya di bumi. Dia akan mencurahkan Roh-Nya di antara umat-Nya. Pencurahan Roh menunjukkan bahwa apa yang dianugerahkan tidak terbatas, cukup dan melimpah, dan hasilnya adalah orang-orang ini harus menjadi juru bicara Tuhan, dan menyebarkan pesan Tuhan kepada generasi mendatang melalui perkataan dan apa yang bisa dilihat. Ayat 2:29 lebih lanjut menjelaskan bahwa mereka yang menerima Roh Kudus adalah hamba Allah laki-laki dan perempuan, adalah yang Dia utus.

Jika kita hanya sebatas melihat pesan nabi Yoel sendiri, kita hanya memiliki kesan samar tentang apa yang dia nubuatkan tentang hal-hal apa yang terjadi sebelum penghakiman tiba di hari akhir. Tetapi setelah Yesus Kristus menggenapkan karya keselamatan, setelah kebangkitan-Nya, dan sebelum kenaikan-Nya, dalam Kisah Para Rasul 1:8, Ia berkata kepada semua rasul: Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi, kemudian pada hari Pentakosta, kita melihat bahwa Allah mengutus Roh Kudus kepada para rasul, lalu mereka selangkah demi selangkah mulai menyebarkan Kabar anugerah dan sukacita Injil ke ujung bumi. Kita dapat melihat anugerah keselamatan Allah melalui nubuat Petrus dan Yoel yang menjelaskan pengalaman mereka di zaman mereka masing-masing saat itu. Meskipun dunia akan menerima penghakiman Tuhan, tetapi sebelum hari penghakiman itu (hari TUHAN) yang menggentarkan itu tiba, Ia tidak hanya menyediakan sarana keselamatan saja, tetapi juga melalui umat-Nya menyebarkan pesan peringatan agar orang-orang di muka bumi tahu bahwa orang yang bersedia memohon memanggil nama-Nya akan diselamatkan.

Renungkan:
Hari ini Kita telah menerima rahmat anugerah Tuhan dan telah ditebus oleh Yesus Kristus, jadi kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk memberikan kesaksian tentang Tuhan. Apakah kita melihat dunia berjalan menuju kebinasaan kekal? Apakah kita dengan setia memberikan kesaksian kepada dunia tentang Jalan keselamatan?


Renungan pemahaman Kitab Yoel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yoel 2:18-27

「Allah yang Mendengar」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yoel 2:18-27 [ITB])
18 TUHAN menjadi cemburu karena tanah-Nya, dan Ia belas kasihan kepada umat-Nya. 19 TUHAN menjawab, kata-Nya kepada umat-Nya: Sesungguhnya, Aku akan mengirim kepadamu gandum, anggur dan minyak, dan kamu akan kenyang memakannya; Aku tidak akan menyerahkan kamu lagi menjadi cela di antara bangsa-bangsa. 20 Yang datang dari utara itu akan Kujauhkan dari padamu, dan akan Kuusir ke suatu negeri kering dan tandus, barisan mukanya ke laut timur, dan barisan belakangnya ke laut barat, maka bau busuknya dan bau anyirnya akan naik, sebab ia telah melakukan perkara yang besar.

21 Jangan takut, hai tanah, bersorak-soraklah dan bersukacitalah, sebab juga TUHAN telah melakukan perkara yang besar! 22 Jangan takut, hai binatang-binatang di padang, sebab tanah gembalaan di padang gurun menghijau, pohon menghasilkan buahnya, pohon ara dan pohon anggur memberi kekayaannya. 23 Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.

24 Tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak. 25 Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu. 26 Maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama TUHAN, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya. 27 Kamu akan mengetahui bahwa Aku ini ada di antara orang Israel, dan bahwa Aku ini, TUHAN, adalah Allahmu dan tidak ada yang lain; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.

Yoel 1:1-2:17 dituliskan dalam bentuk nyanyian ratapan, melalui wabah belalang yang baru saja terjadi, ia menubuatkan krisis invasi serangan musuh asing di masa depan. Tetapi nabi Yoel juga memaklumatkan rahmat anugerah Tuhan, meskipun wabah belalang tidak dapat diubah, tetapi krisis di masa depan dapat diringankan atau bahkan dibatalkan dengan permohonan mereka. Jadi nabi Yoel terus memanggil orang untuk berpuasa dan dengan remuk hati memohon kepada Tuhan.

Dalam paragraf berikut, nabi Yoel mengungkapkan jawaban TUHAN (Yahweh) setelah orang-orang bertobat dan meminta penyelamatan dari Allah. Secara tata bahasa, kata kerja dalam perikop 2:2-18 dapat dipahami sebagai narasi sejarah, tetapi pada saat yang sama mungkin merupakan nubuat pemberitahuan tentang masa depan. Sebagian besar terjemahan Alkitab bahasa Mandarin cenderung sebagai narasi sejarah, menunjukkan tanggapan TUHAN (Yahweh) terhadap pertobatan orang pada saat itu, tetapi beberapa terjemahan bahasa Inggris menerjemahkan bagian ini sebagai masa depan. Meskipun Kitab Yoel secara keseluruhan menunjukkan nubuat masa depan, tetapi terdapat bentuk hubungan yang penting antara sejarah dan masa depan. Seperti dalam pasal 1, nabi Yoel mempergunakan wabah belalang yang baru saja terjadi untuk membawakan peringatan bahwa hari TUHAN (Yahweh) sudah datang mendekat. Di sini, ia mungkin menuliskan apa yang dialami di masa lalu atau juga yang dialami dalam keadaan pada saat itu, yakni telah mengalami rahmat anugerah TUHAN (Yahweh), mendapatkan keselamatan dari-Nya, untuk menunjukkan harapan pemulihan masa depan berdasarkan pengalaman historis ini.

Kunci dari keseluruhan perikop ini adalah maklumat di ayat 2:18, menunjukkan bahwa TUHAN hati-Nya semangat perhatian besar terhadap tanah-Nya sendiri dan berbelas kasihan kepada umat-Nya (ISV menerjemahkan sebagai great concern sama juga BIMK. Sedangkan ITB sebagai menjadi cemburu) . Tanah itu adalah tanah milik TUHAN (Yahweh) sendiri, dan umat itu adalah milik TUHAN. Di banyak tempat dalam Perjanjian Lama, kata semangat perhatian besar (great concern) diterjemahkan sebagai cemburu, dalam Zakharia 1:14, pesan malaikat kepada Zakharia menyatakan: Aku cemburu kepada Yerusalem dan kepada Sion, dengan kecemburuan yang besar (terjemahan IMB), kata itu bukan hanya mengungkapkan semangat perhatian besar, tetapi juga terdapat tindakan yang dilakukan karena adanya hubungan perjanjian yang unik (lihat Zakharia 1:14 terjemahan ITB Sangat besar usaha-Ku untuk Yerusalem dan Sion, tidak memakai kata cemburu tetapi usaha-Ku). Karena Israel adalah umat-Nya, TUHAN (Yahweh) akan memperlakukan mereka dengan rahmat dan belas kasihan, ketika mereka mencari-Nya amaka kan mendapatkan pertolongan.

Dalam perikop setelah 2:19, di satu sisi, menjelaskan situasi keselamatan, di sisi lain, berseru memanggil tanah dan umat-Nya agar bersukacita karena keselamatan yang dialami. Meskipun nabi Yoel tidak menjelaskan bagaimana secara konkret hal ini benar-benar terjadi, dan kita tidak dapat mengetahui situasi historis pada waktu itu, tetapi nabi Yoel dengan jelas menggambarkan arti dari semua hal ini. Ia berulang menunjukkan bahwa TUHAN (Yahweh) telah melakukan hal-hal besar, dan Dia telah melakukan hal-hal ajaib yang indah, menghendaki kita tahu mengenal bahwa perubahan keadaan ini adalah hasil pekerjaan TUHAN (Yahweh) dan hasil dari rahmat anugerah Tuhan.

Setelah menggambarkan pemulihan secara fisik (materi, jasmaniah) yang dialami pada waktu itu, nabi Yoel menunjukkan dalam 2:27 bahwa orang-orang harus belajar dari pengalaman ini, mereka perlu menyadari bahwa TUHAN (Yahweh) adalah Allah perjanjian dengan Israel, satu-satunya Tuhan, Allah yang tidak dapat digantikan. Mereka juga perlu mengenal bahwa mereka percaya dan bersandar bergantung kepada TUHAN (Yahweh) tidak akan sia-sia, dan harapan mereka tidak akan dipermalukan.

Renungkan:
Dalam pengalaman yang kita dapatkan sepanjang hidup kita, kita mungkin berkali-kali mendapatkan bantuan dalam kesulitan. Apakah kita melihat bahwa semua ini adalah rahmat anugerah Tuhan, mengenal bahwa itu adalah hal-hal besar dan ajaib yang Dia lakukan di antara kita? Apakah kita kokoh dengan pasti percaya bahwa Tuhan adalah satu-satunya Allah kita, yang membuat harapan kita tidak akan dipermalukan?


Renungan pemahaman Kitab Yoel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yoel 2:1-17

「Sepenuh Hati Kembali kepada TUHAN」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yoel 2:1-17 [ITB])
1 Tiuplah sangkakala di Sion dan berteriaklah di gunung-Ku yang kudus! Biarlah gemetar seluruh penduduk negeri, sebab hari TUHAN datang, sebab hari itu sudah dekat; 2 suatu hari gelap gulita dan kelam kabut, suatu hari berawan dan kelam pekat; seperti fajar di atas gunung-gunung terbentang suatu bangsa yang banyak dan kuat, yang serupa itu tidak pernah ada sejak purbakala, dan tidak akan ada lagi sesudah itu turun-temurun, pada masa yang akan datang. 3 Di depannya api memakan habis, di belakangnya nyala api berkobar. Tanah di depannya seperti Taman Eden, tetapi di belakangnya padang gurun tandus, dan sama sekali tidak ada yang dapat luput. 4 Rupanya seperti kuda, dan seperti kuda balapan mereka berlari. 5 Seperti gemertaknya kereta-kereta, mereka melompat-lompat di atas puncak gunung-gunung; seperti geletiknya nyala api yang memakan habis jerami; seperti suatu bangsa yang kuat, teratur barisannya untuk berperang. 6 Terhadapnya bangsa-bangsa gemetar, segala muka bertambah menjadi pucat pasi. 7 Seperti pahlawan mereka berlari, seperti prajurit mereka naik tembok; dan mereka masing-masing berjalan terus dengan tidak membelok dari jalannya; 8 mereka tidak berdesak-desakan, mereka berjalan terus masing-masing di jalannya; mereka menerobos pertahanan dengan tombak, mereka tidak membiarkan barisannya terputus. 9 Mereka menyerbu ke dalam kota, mereka berlari ke atas tembok, mereka memanjat ke dalam rumah-rumah, mereka masuk melalui jendela-jendela seperti pencuri. 10 Di depannya bumi gemetar, langit bergoncang; matahari dan bulan menjadi gelap, dan bintang-bintang menghilangkan cahayanya. 11 Dan TUHAN memperdengarkan suara-Nya di depan tentara-Nya. Pasukan-Nya sangat banyak dan pelaksana firman-Nya kuat. Betapa hebat dan sangat dahsyat hari TUHAN! Siapakah yang dapat menahannya?

12 Tetapi sekarang juga, demikianlah firman TUHAN, berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh. 13 Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. 14 Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, dan ditinggalkan-Nya berkat, menjadi korban sajian dan korban curahan bagi TUHAN, Allahmu. 15 Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; 16 kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah, himpunkanlah orang-orang yang tua, kumpulkanlah anak-anak, bahkan anak-anak yang menyusu; baiklah penganten laki-laki keluar dari kamarnya, dan penganten perempuan dari kamar tidurnya; 17 baiklah para imam, pelayan-pelayan TUHAN, menangis di antara balai depan dan mezbah, dan berkata: Sayangilah, ya TUHAN, umat-Mu, dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela, sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka. Mengapa orang berkata di antara bangsa: Di mana Allah mereka?

wabah belalang gambaran segera datang 「hari TUHAN」, 「berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu …」

Pasal pertama dari Kitab Yoel terutama retrospektif melihat ke belakang atau masa lampau, bahwa bencana yang baru saja lewat memanggil orang-orang untuk kembali ke hadapan TUHAN (Yahweh), dengan menangis dan berkabung mencari rahmat anugerah Tuhan. Dalam pasal 2 ayat 1-11, nabi Yoel sekali lagi menggunakan wabah belalang gambaran hari TUHAN yang segera datang. Jika hanya sebatas melihat dari ekspresi perikop ini saja, sulit untuk menentukan apakah bencana belalang yang dijelaskan di sini adalah metafora atas pasukan penjajah. Di satu sisi, kita tidak dapat berpendapat bahwa ini bukan belalang karena yang dijelaskan di sini lebih merusak daripada belalang yang sebenarnya. Di sisi lain, kita tidak dapat karena ekspresi dalam ayat 5 seperti suatu bangsa yang kuat, teratur barisannya untuk berperanglalu kita pikir ini pasti bukan tentara (kata seperti). Karena dalam Kitab Ulangan, dalam pernyataan tentang penghakiman yang akan dihadapi Israel jika mereka melanggar perjanjian dengan TUHAN (Yahweh) mengaitkan belalang dan musuh asing secara bersama, dan di sini juga secara bersamaan menyebutkan belalang dan musuh asing.

Namun bagaimanapun kita menjelaskan bencana yang digambarkan dalam paragraf ini, pesan dasarnya tetap sama. Nabi Yoel menggunakan cara retrospektif terhadap sejarah sebagai dasar untuk memberitakan bahwa penghakiman segera akan datang. Penghakiman ini akan membawa kehancuran besar, bahkan melampaui apa yang orang bayangkan (ingat sebelumnya kita mengatakan tidak dapat berpendapat bahwa ini bukan belalang karena yang dijelaskan di sini lebih merusak daripada belalang yang sebenarnya). Nabi Yoel menggambarkan ini sebagai sesuatu yang tidak pernah terjadi seperti yang demikian sejak zaman kuno, dan yang tidak pernah sampai semua generasi. Dengan keadaan penghakiman yang seperti itu, orang-orang hanya bisa gemetar dan bertambah menjadi pucat pasi, karena betapa hebat dan sangat dahsyat hari TUHAN! Siapakah yang dapat menahannya? (ayat 11)

Ayat 12-13 adalah kunci perikop ini. Nabi Yoel dengan nada serius, menunjukkan tanggapan yang sepatutnya dari orang. Dalam teks bahasa aslinya (ITB juga sesuai), setelah frasa Tetapi sekarang juga, segera diikuti dengan demikianlah firman TUHAN (Yahweh) menyatakan bahwa ini adalah penglihatan / pewahyuan yang penuh otoritas Allah, merupakan tuntutan-Nya kepada manusia. Dalam dua ayat ini, berulang kali dinyatakan bahwa orang-orang harus berbalik kepada TUHAN (Yahweh) dan kembali kepada-Nya dengan sepenuh hati. Bukan sekadar memanifestasikan pertobatan dari melalui ekspresi jubah luar berpuasa, menangis, meratap, dan merobek pakaian, tetapi dengan hati yang remuk kembali kepada Tuhan. Bagian kedua dari ayat 13 merupakan kutipan dari Keluaran 34:6-7, berdasarkan pernyataan wahyu dari TUHAN (Yahweh) tentang diri-Nya di sana, sehingga mereka dapat mengenal dan beriman bahwa TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah serta teguh kasih-Nya dan setia-Nya, yang mau mengubah untuk mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa sehingga tidak menurunkan bencana. Karena iman yang merasakan kepastian dan mengakui seperti itu, orang yang merupakan milik Allah bahkan dalam kesulitan yang ekstrem dapat datang kepada Allah dengan penuh harapan, memohon rahmat anugerah-Nya, meminta Ia mengingat dan merawat umat-Nya. (Sambungkan dengan renungan kemarin: bahwa di dalam kesulitan kita makin mengenal Allah)

Renungkan:
Apakah kita merasakan kepastian dan mengakui bahwa Tuhan adalah Allah kita, dan dengan kepastian kokoh percaya bahwa Dia adalah Tuhan yang berbelaskasihan dan rahmat anugerah? Dalam situasi sulit, kita harus kembali kepada hadirat Tuhan, memegang erat janji-Nya, memohon keselamatan dari Tuhan bagi kita, bagi bangsa kita, dan bagi seluruh umat manusia.


Renungan pemahaman Kitab Yoel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yoel 1:13-20

「Berseru Memohon kepada TUHAN」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yoel 1:13-20 [ITB])
13 Lilitkanlah kain kabung dan mengeluhlah, hai para imam; merataplah, hai para pelayan mezbah; masuklah, bermalamlah dengan memakai kain kabung, hai para pelayan Allahku, sebab sudah ditahan dari rumah Allahmu, korban sajian dan korban curahan.
14 Adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah para tua-tua dan seluruh penduduk negeri ke rumah TUHAN, Allahmu, dan berteriaklah kepada TUHAN.
15 Wahai, hari itu! Sungguh, hari TUHAN sudah dekat, datangnya sebagai pemusnahan dari Yang Mahakuasa. 16 Bukankah di depan mata kita sudah lenyap makanan, sukaria dan sorak-sorai dari rumah Allah kita? 17 Biji-bijian menjadi kering di dalam tanah, lumbung-lumbung sudah licin tandas, rengkiang-rengkiang sudah runtuh, sebab gandum sudah habis. 18 Betapa mengeluhnya hewan dan gempar kawanan-kawanan lembu, sebab tidak ada lagi padang rumput baginya; juga kawanan kambing domba terkejut. 19 Kepada-Mu, ya TUHAN, aku berseru, sebab api telah memakan habis tanah gembalaan di padang gurun, dan nyala api telah menghanguskan segala pohon di padang. 20 Juga binatang-binatang di padang menjerit karena rindu kepada-Mu, sebab wadi telah kering, dan apipun telah memakan habis tanah gembalaan di padang gurun.

Paragraf ini melanjutkan seruan dari paragraf sebelumnya, objek perhatiannya berpindah ke para pemimpin agama, di satu sisi hendak menunjukkan bahwa cara ibadah mereka juga terpengaruh dan tidak dapat berjalan lagi (akibat dari apa yang terjadi di teks sebelumnya). Dampaknya tidak hanya pada para pemimpin agama ini saja, karena mereka mewakili rakyat penduduk, juga membawa rakyat ke hadapan Tuhan. Mereka diminta berseru kepada orang-orang agar dalam dalam menghadapi bencana ini tidak hanya untuk berduka dan menangis, tetapi terlebih hendaknya memohon anugerah belas kasihan di hadapan Tuhan. Dalam Perjanjian Lama, produksi hasil bumi adalah elemen penting dalam hubungan perjanjian antara TUHAN (Yahweh) dan Israel, produksi hasil bumi yang berlimpah melambangkan berkat Allah, dan kegagalan panen hasil tanah adalah hukuman dari TUHAN (Yahweh) terhadap orang Israel karena tidak menaati hukum Taurat. Meskipun kita tidak hidup di bawah hubungan perjanjian yang sama hari ini (Perjanjian Lama), kita tidak dapat menggeneralisasi secara langsung bahwa semua bencana yang kita alami adalah akibat dari dosa manusia, tetapi karena kita percaya bahwa Allah adalah Tuhan penguasa penciptaan, dalam segala yang kita alami kita sama juga berseru memohon kepada Allah.

Dalam ayat 13, nabi Yoel pertama-tama memerintahkan para pemimpin agama untuk melilitkan kain kabung pada diri mereka (mengikatkan pinggang) dan meratap berkabung pagi dan malam tanpa henti di hadapan Allah. Dalam ayat 14, nabi Yoel menunjukkan bahwa mereka hendaknya Adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah para tua-tua dan seluruh penduduk negeri ke rumah TUHAN, Allahmu, dan berteriaklah kepada TUHAN Inilah saat para pemimpin mengefektifkan fungsi kepemimpinan, mereka harus membawa publik umum ke hadapan Allah, agar mereka tidak hanya sekadar melihat betapa parah bencana, tetapi meminta semua orang kembali kepada TUHAN (Yahweh) dan berseru meminta belas kasihan dan kasih anugerah-Nya. Jika kita dalam suatu bencana tidak tahu meminta belas kasihan Tuhan, kita kehilangan kesempatan untuk mengenal Dia lebih dalam, karena kita percaya bahwa mereka yang dalam kesulitan mencari Tuhan maka mereka juga tidak akan dengan mudah menyimpang dari pimpinan Allah ketika keadaan lancar.

Dalam ayat 15-20, nabi Yoel menunjukkan dengan seruan ratapan bahwa hari ini adalah hari TUHAN (Yahweh), hari TUHAN (Yahweh) memerintah, dan adalah waktu Allah menyatakan memanifestasikan karya tindakan-Nya dalam sejarah. Pernyataan ini mencerminkan konsep iman yang penting bahwa dalam semua bencana ini Allah memegang kendali kuasa dan memerintah sebagai Raja. Meskipun bencana-bencana ini mungkin datang, mungkin adalah akibat perbuatan manusia, atau manajemen lingkungan yang buruk, atau pencegahan atas bencana yang tidak memadai, tetapi tidak peduli apa penyebabnya, pada akhirnya tetap Allah yang berkuasa memegang kendali. Oleh karena itu, kita dapat melihat harapan di balik ratapan berkabung dan menemukan sandaran kepercayaan dalam lingkungan kesulitan ini.

Renungkan:
Dalam epidemi ini, kita bahkan mungkin tidak memiliki kesempatan untuk beribadah di gereja, bagaimana kita dapat menunjukkan ketergantungan bersandarnya umat Allah kepada-Nya?

Dalam doa permohonan kita kepada Tuhan, apakah kita hanya fokus pada diri kita sendiri dan hanya ingin kesulitan kita diselesaikan. Atau apakah fokus kita adalah bagaimana kita dapat memperdalam pemahaman kita terhadap Allah dalam pengalaman kesulitan ini?


Renungan pemahaman Kitab Yoel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yoel 1:1-12

「Bencana dan Hikmat Bijaksana」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yoel 1:1-12 [ITB])
1 Firman TUHAN yang datang kepada Yoel bin Petuel.

2 Dengarlah ini, hai para tua-tua, pasanglah telinga, hai seluruh penduduk negeri! Pernahkah terjadi seperti ini dalam zamanmu, atau dalam zaman nenek moyangmu? 3 Ceritakanlah tentang itu kepada anak-anakmu, dan biarlah anak-anakmu menceritakannya kepada anak-anak mereka, dan anak-anak mereka kepada angkatan yang kemudian. 4 Apa yang ditinggalkan belalang pengerip telah dimakan belalang pindahan, apa yang ditinggalkan belalang pindahan telah dimakan belalang pelompat, dan apa yang ditinggalkan belalang pelompat telah dimakan belalang pelahap. 5 Bangunlah, hai pemabuk, dan menangislah! Merataplah, hai semua peminum anggur karena anggur baru, sebab sudah dirampas dari mulutmu anggur itu! 6 Sebab maju menyerang negeriku suatu bangsa yang kuat dan tidak terbilang banyaknya; giginya bagaikan gigi singa, dan taringnya bagaikan taring singa betina. 7 Telah dibuatnya pohon anggurku menjadi musnah, dan pohon araku menjadi buntung; dikelupasnya kulitnya sama sekali dan dilemparkannya, sehingga carang-carangnya menjadi putih.

8 Merataplah seperti anak dara yang berlilitkan kain kabung karena mempelai, kekasih masa mudanya. 9 Korban sajian dan korban curahan sudah lenyap dari rumah TUHAN; dan berkabunglah para imam, yakni pelayan-pelayan TUHAN. 10 Ladang sudah musnah, tanah berkabung, sebab gandum sudah musnah, buah anggur sudah kering, minyak sudah menipis. 11 Para petani menjadi malu, tukang-tukang kebun anggur meratap karena gandum dan karena jelai, sebab sudah musnah panen ladang. 12 Pohon anggur sudah kering dan pohon ara sudah merana; pohon delima, juga pohon korma dan pohon apel, segala pohon di padang sudah mengering. Sungguh, kegirangan melayu dari antara anak-anak manusia.

Pada dasarnya tidak ada kepastian tahun penulisan kitab Yoel, baik dari tradisi rabi Yahudi hingga sarjana Alkitab modern, tidak ada konsensus bersama, perkiraan dari abad 19 SM hingga abad 2 SM. Meskipun kita tidak dapat memastikan latar belakang historis kitab ini, tetapi pesan yang dibawakannya mengingatkan kita dengan jelas dan kuat. Kita akan memakai tujuh hari untuk merenungkan pesan yang Allah firmankan kepada kita melalui Kitab Yoel.

Karena kita tidak dapat menentukan tanggal penulisan kitab Yoel, kita tidak tahu peristiwa spesifik apa yang digambarkannya. Karena itu, pembaca dapat mengaitkan berbagai peristiwa dengan perikop ini sebagai titik berangkat untuk refleksi dan membuat respons. Kitab Yoel memulai pesannya dengan nada yang kuat, menunjukkan bahwa ini adalah sesuatu yang belum pernah dialami sebelumnya, dan karena betapa seriusnya, maka pesan itu harus diturunkan dari generasi ke generasi, dan tidak boleh dilupakan. Kita tidak tahu apakah yang digambarkan nabi Yoel di sini adalah bencana alam, ataukah itu adalah metafora bencana alam yang digunakan untuk menunjukkan konflik politik atau militer dalam sejarah. Terlepas yang manakah itu, akibatnya adalah sama bahwa dalam situasi ini orang-orang menghadapi kesulitan besar.

Dalam paragraf pembukaan, nabi Yoel tidak hanya tidak menjelaskan situasi bencana yang konkret, atau alasan penyebab bencana itu, ia juga tidak menginstruksikan cara untuk menghadapi kesulitan-kesulitan ini. Dia hanya meminta para pembaca untuk memusatkan perhatian mereka pada kesulitan yang mereka alami, dan meminta kita untuk berhenti dan mengingat merenungkan kembali kesulitan yang kita alami dan merasakan kesakitan pada waktu itu. Tetapi tujuannya jelas bukan meminta kita menghentikan kaki untuk berkutat dalam rasa sakit, tetapi menghendaki agar menyimpan pelajaran yang didapat darinya. Di ayat 1:2-3, ia menggunakan gaya bahasa sastra hikmat tradisional, menunjukkan bahwa pesan ini harus diturunkan dari generasi ke generasi.

Nabi Yoel menggunakan bentuk dan cara yang berbeda untuk mengungkapkan kesulitan pada waktu itu. Di ayat 4, ia menggambarkan kesulitan yang ia alami melalui serangkaian hama, kita mungkin tidak tahu banyak tentang spesies serangga yang terdaftar, tetapi informasi yang dibawanya sangat jelas, karena penggambarannya adalah kehancuran total, gambaran bahwa tidak ada tanaman yang ditinggalkan.

Meskipun dalam paragraf ini, nabi Yoel tidak menunjukkan pelajaran yang Allah ingin kita pelajari, juga tidak mengungkapkan pelajaran dari bencana-bencana ini, tetapi kalimat demi kalimat menunjukkan tentang totalitas dan sifat menghancurkan dari bencana ini, membuat orang menangis dan membuat orang sedih, kehilangan sukacita. Ini bukan hanya respons alami dari manusia, tetapi juga respons yang Allah ingin orang lakukan, Dia ingin kita sadar dan terbangun menangis, dan berkabung menangis sedih.

Dalam satu tahun yang berlalu ini, kita semua mengalami kesulitan yang mungkin belum pernah kita alami sebelumnya. Kita perlu mengakui di hadapan Tuhan betapa kecilnya dan lemahnya kita, kita tidak punya apa-apa yang lain yang dapat diandalkan dan menjadi sandaran kita. Kita perlu memahami keadaan kita dan menengadahkan pandangan berharap kepada Dia yang menghibur duka, satu-satunya Juruselamat Allah kita. Kita perlu sadar dan tahu bahwa kita membutuhkan, sehingga kita bisa datang kepada Allah dan percaya kepada-Nya dengan tulus, menengadah berharap pada rahmat anugerah-Nya.

Renungkan:
Di antara kesulitan-kesulitan yang kita alami, berita apa yang dapat ditinggalkan untuk orang-orang kemudian?


Renungan pemahaman Kitab Yoel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Lukas 23:44-56

「Pasti ada yang Merespons Kebenaran」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Luk. 23:44-56 [ITB])
44 Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga, 45 sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua.
46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku. Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
47 Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya: Sungguh, orang ini adalah orang benar! 48 Dan sesudah seluruh orang banyak, yang datang berkerumun di situ untuk tontonan itu, melihat apa yang terjadi itu, pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri.
49 Semua orang yang mengenal Yesus dari dekat, termasuk perempuan-perempuan yang mengikuti Dia dari Galilea, berdiri jauh-jauh dan melihat semuanya itu.
50 Adalah seorang yang bernama Yusuf. Ia anggota Majelis Besar, dan seorang yang baik lagi benar. 51 Ia tidak setuju dengan putusan dan tindakan Majelis itu. Ia berasal dari Arimatea, sebuah kota Yahudi dan ia menanti-nantikan Kerajaan Allah.
52 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. 53 Dan sesudah ia menurunkan mayat itu, ia mengapaninya dengan kain lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, di mana belum pernah dibaringkan mayat.
54 Hari itu adalah hari persiapan dan sabat hampir mulai. 55 Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya dibaringkan. 56 Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat,

Narasi kesengsaraan Yesus sepatutnya dipahami dalam konteks kedatangan akhir zaman, yaitu bahwa keselamatan yang digenapi oleh penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan Yesus ke sorga itu adalah akhir zaman yang diharapkan oleh orang-orang Yahudi. Namun, ini hanya langkah pertama dalam dimulainya akhir zaman, di dalam konsep teologis sudah tapi belum (already but not yet), berada di era akhir zaman ini, kita masih harus menunggu kedatangan Yesus yang kedua.

Oleh karena itu, kita juga sudah membicarakan apakah Firdaus itu, saat Yesus di atas salib, Ia mengundang penjahat yang mau bertobat itu bersama-sama memasuki Firdaus akhir zaman.

Adapun perikop hari ini di awal sudah menggunakan bahasa akhir zaman untuk mengekspresikan kematian Yesus: Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga, sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua. Matahari menjadi hitam tidak bersinar, tepat di tengah hari, ternyata kegelapan meliputi seluruh daerah, seperti dalam ayat-ayat Perjanjian Lama, di hari akhir yang hebat dan dasyat itu datang mendekat (Amos 8:9; Yoel 2:10, 30-31 klik untuk baca), tepat menyatakan bahwa kematian Yesus juga merupakan datangnya hari akhir. Dalam hati orang-orang Yahudi, kehadiran hari akhir hanya mencakup datangnya Allah dan penghakiman Allah terhadap bangsa-bangsa asing. Tidak terduga apa yang menimpa Yesus seolah-olah adalah penghakiman Allah terhadap Mesias yang Ia utus sendiri? ! Bagaimana mungkin bisa seperti itu?

Faktanya, keselamatan-Nya yang Ia tetapkan itu adalah melalui Putra-Nya sendiri menanggung hukuman yang pantas diterima setiap orang. Tabir Bait Suci terbelah dua, menyatakan bahwa setelah kematian-Nya (dan bangkit), orang dapat secara langsung mendekati Bapa. Penyaliban Yesus memungkinkan bagi orang Yahudi dan orang non Yahudi untuk menerima anugerah ini dengan cuma-cuma ─ mulai saat itu tabir Bait Suci tidak akan dapat memisahkan kedua jenis orang ini, dan bersama-sama dapat menjadi tubuh Kristus.

Seperti ayat kemarin, tema penderitaan orang benar dalam Mazmur muncul kembali dan menjadi kalimat terakhir Yesus sebelum kematian-Nya: Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku (lih. Maz. 31:5 Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia). Dan kata-kata yang diucapkan di mulut Yesus ini menyatakan ketaatan-Nya, dan pada saat yang sama menunjukkan bahwa Ia memahami tema dari mazmur ini, agar orang-orang mendatang, seperti murid-murid-Nya dan gereja saat ini, mempelajari prafigur dalam mazmur ini (typos / pra penggambaran atas pengulangan sesuatu yang ada atau terjadi kelak). Teladan Yesus adalah rela di dalam kehendak Allah menderita bagi Allah, sekalipun itu disalahpahami dan dicampakkan oleh orang banyak. Ini juga persyaratan dasar untuk mengabarkan Injil.

Setelah kematian Yesus, Lukas secara unik mencatat tanggapan kepala pasukan, yang mengatakan bahwa Yesus adalah sungguh orang benar. Jika Orang Benar ini dipahami berdasarkan prafigur penderitaan orang benar dalam Mazmur, perwira itu benar-benar memahami mengapa orang benar akan menderita, maka ia memuliakan Allah.

Renungkan:

Sebenarnya, hal kebenaran bukanlah orang tidak tertarik untuk mengetahui dan memahami. Ayat-ayat hari ini dengan sarkastik merekam pemahaman kepala pasukan tentang kehendak keselamatan Allah bagi orang Yahudi. Dan kemudian seluruh orang banyak (termasuk orang-orang Yahudi) yang datang berkerumun di situ untuk tontonan itu, sesudah melihat apa yang terjadi itu pulang sambil memukul-mukul dada mereka, mungkin menunjukkan bahwa mereka menyesal atas apa yang mereka lakukan.

Manifestasi kebenaran dan pemberitaan tentang kebenaran mungkin tidak segera mendapat tanggapan, tetapi percayalah bahwa kebenaran ini akan bertunas di dalam hati orang, dan pada saat yang sesuai, akan menghasilkan buah. Hanya saja tunggu sedikit waktu lagi, itu saja. Tidakkah demikian?

Mari kita bersama jaga pengharapan ini!


Renungan pemahaman Injil Lukas (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 19-24 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juli 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Wahyu 8:13-9:11

「Racun dan Belenggu Dosa」
Oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Why. 8:13-9:11 [ITB])
13 Lalu aku melihat: aku mendengar seekor burung nasar terbang di tengah langit dan berkata dengan suara nyaring: 「Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di atas bumi oleh karena bunyi sangkakala ketiga malaikat lain, yang masih akan meniup sangkakalanya.」
9:1 Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut. 2 Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu. 3 Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi.
4 Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya. 5 Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.
6 Dan pada masa itu orang-orang akan mencari maut, tetapi mereka tidak akan menemukannya, dan mereka akan ingin mati, tetapi maut lari dari mereka.
7 Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia, 8 dan rambut mereka sama seperti rambut perempuan dan gigi mereka sama seperti gigi singa, 9 dan dada mereka sama seperti baju zirah, dan bunyi sayap mereka bagaikan bunyi kereta-kereta yang ditarik banyak kuda, yang sedang lari ke medan peperangan. 10 Dan ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya. 11 Dan raja yang memerintah mereka ialah malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion.

Ayat 8:13 adalah bagian terakhir dari pasal 8, sekilas ini terlihat seperti akhir dari sangkakala 1 hingga 4 di paragraf sebelumnya, tetapi sebenarnya adalah pengantar dari teks di bawahnya, karena berdasarkan ayat ini, burung nasar di udara mengumumkan dengan keras: 「Celaka, celaka, celakalah …」 Tiga kali seruan 「celaka」 tepat merupakan pengantar bagi tiga sangkakala berikutnya. Ayat ini secara terbuka menyatakan bahwa sangkakala yang tersisa ditujukan kepada 「mereka yang diam di atas bumi」 — 「yang diam di atas bumi」 adalah frasa yang sering dipakai dalam kitab Wahyu, merujuk pada mereka yang menjadi milik dunia, keras hati, tidak mau percaya, dan pemberontak (Why. 6:10, 15; 11:10; 13:8, 12, 14; 17:2, 8, 18; 18:3, 9, 11, 23; 19:19).

Setelah pengantar ayat 8:13, adalah pasal 9 yang menggambarkan malaikat kelima dan keenam meniupkan sangkakalanya (9:1-11, 9:12-21). Hari ini kita membaca sangkakala kelima. Batas bagian ini sangat jelas, karena awal dan akhir saling korespondensi, di ayat 9:1 dan 9:11, menyebutkan 「lobang jurang maut.」 Jurang maut ini adalah tempat di mana roh-roh jahat dipenjara dalam tradisi Yahudi (lih. Luk. 8:31), dan juga merupakan tempat kekuatan jahat (lih. sastra Yahudi kitab 1 Henokh 6-9). Adapun bintang yang muncul di awal, ia sama dengan bintang sebelumnya yang disebut Absintus (Why. 8:11). Ia adalah malaikat yang jatuh dari langit, di bawah kedaulatan Allah, ia diberikan kunci untuk membuka lobang jurang maut (9:1), maka 「malaikat jurang maut」 disebutkan di akhir (9:11), ia adalah raja kekuatan jahat, kepala malaikat yang jatuh, Setan!

Ketika jurang maut dibuka, keluar asap yang berasal dari jurang sumber kejahatan, seperti asap tungku besar, yang membuat matahari dan langit gelap (9:2). Tungku api ini, dan gelapnya hari ini adalah metafora penghakiman (lih. Yoel 2:10, 31; 3:15), metafora ini mengambarkan keadaan sangat nyata akhir zaman, yaitu: di bawah penghakiman Allah, Setan menyerang dunia, membutakan orang-orang keras kepala yang ada di bumi dengan kejahatan, seperti kalajengking meracuni mereka, sebagaimana namanya Abadon atau Apolion (9:11), artinya hendak membuat orang 「hancur binasa」 (destruction).

Di bagian tengah paragraf ini, ayat 3 – 10, adalah deskripsi terperinci dari situasi konkret akhir zaman ini. Di sini menggunakan wabah belalang untuk menggambarkan kerusakan yang disebabkan oleh kuasa jahat, ini perlu dipahami dari sudut pandang metaforis, karena ayat 4 menyatakan bahwa belalang tidak boleh merusak rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, tetapi hanya boleh merusakkan 「manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya,」 dapat dipahami itu bukan belalang yang sesungguhnya, tetapi bencana penghakiman yang ditujukan pada diri orang-orang murtad pemberontak. Bayangkan bahwa orang-orang di dunia dibelenggu oleh dosa, terjebak kepahitan dan penderitaan yang mereka alami, bukankah membuat orang merasa putus asa, atau bahkan lebih baik mati (ayat 6)? Belalang ini seperti kuda perang, memakai mahkota emas, dan baju besi (ayat 7-9), bukankah itu menggambarkan adegan kekejaman pertempuran dan kekerasan yang dipicu oleh kejahatan?

Wabah belalang juga merupakan salah satu dari sepuluh bencana di Keluaran dari Mesir. Ini membuat kita mengerti bahwa perang akhir zaman ini seperti keluaran dari Mesir, dan akhirnya adalah keselamatan. Tuhan berperang melawan Setan dan menyelamatkan umat-Nya keluar, maka kita tidak ingin tinggal di Mesir dan menjadi apa yang disebut 「mereka yang diam di atas bumi」(8:13) sehingga dibelenggu oleh Firaun, dibutakan dan diracuni oleh Setan. Belalang biasanya hanya hidup selama lima bulan (ayat 10), mewakili bahwa orang-orang di tanah terluka oleh kejahatan, mungkin tidak sampai mati maka hendaknya mereka harus cepat-cepat bertobat. Jangan biarkan yang jahat dan kepahitan menjerat Anda dan mendorong Anda sampai mencapai titik keputusasaan dan kepunahan.

Renungkan:

Orang-orang dibuat sengsara oleh yang jahat. Hal-hal semacam itu ada di mana-mana — penyalahgunaan obat-obatan, kesombongan, penyiksaan, perjudian, tidak tahu berterima kasih, tidak peduli tanggung jawab, dan sebagainya. Melihat sekeliling masyarakat ini atau orang yang saya kenal, apakah ada situasi seperti itu? Kerabat dan teman mana yang sudah terperangkap dalam serangan Setan dan perlu saya doakan?

Apakah saya sudah jatuh ke dalam yang jahat? Sudahkah bertobat dari dosa? Pernahkah saya terlibat dalam dosa orang lain, dan terkena penderitaan? Apakah oleh karena itu jadi mengenali wajah Setan dan belajar untuk hidup menjaga kekudusan diri sendiri dan waspada?


Renungan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Wahyu 1 – 10 ditulis oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) yang dipublikasi pada bulan Desember 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.