Tag Archives: Kitab Bilangan

Bilangan 6:13-16

「Persembahkan dan Mempertahankan」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 6:13-16 [ITB])
13 Dan inilah hukum tentang seorang nazir. Apabila waktu kenazirannya genap, ia harus dibawa ke pintu Kemah Pertemuan, 14 dan ia harus mempersembahkan sebagai persembahannya kepada TUHAN seekor domba jantan berumur setahun yang tidak bercela untuk korban bakaran dan seekor domba betina berumur setahun yang tidak bercela untuk korban penghapus dosa dan seekor domba jantan yang tidak bercela untuk korban keselamatan, 15 juga sebakul roti yang tidak beragi, yakni roti bundar dari tepung yang terbaik, yang diolah dengan minyak, dan roti tipis yang tidak beragi diolesi dengan minyak, serta dengan korban sajian dan korban-korban curahannya. 16 Lalu haruslah imam membawa semuanya itu ke hadapan TUHAN dan mengolah korban penghapus dosa dan korban bakarannya

Alkitab mencatat sejumlah orang nazir. Beberapa dari mereka adalah karena panggilan Allah (seperti Yohanes Pembaptis, Lukas 1:15, 7:33), atau dipersembahkan oleh orang tua mereka (seperti Simson dan Samuel, Hakim-hakim 13:5; 1 Sam. 1:11, 28). Tetapi yang paling penting adalah bahwa ia dengan sukarela mempersembahkan dirinya, seperti Yusuf putra Yakub, yang disebut orang yang teristimewa (nǝzîr) di antara saudara-saudaranya (Kej. 49:26) memiliki akar kata yang sama dengan orang nazir (nezer). Nabi Yeremia mengundang orang-orang Rekhab untuk datang dan menyiapkan anggur untuk mereka, tetapi mereka menolak untuk minum, dan berkata, Kami tidak minum anggur, sebab Yonadab bin Rekhab, bapa leluhur kami, telah memberi perintah kepada kami, katanya: Janganlah kamu atau anak-anakmupun minum anggur sampai selama-lamanya(Yer. 35:6).

Namun, tidak semua orang nazir bisa mempertahankan nazar ini. Seperti Samson, ia melanggar setiap persyaratan orang nazir. Bahkan ada orang dengan sengaja memaksa orang-orang nazir untuk minum, meminta mereka untuk melanggar janji mereka (Amos 2:12).

Tidak ada catatan dalam Alkitab bahwa wanita menjadi orang nazir. Tetapi jika mereka membuat nazar ini, mereka harus sama dengan orang nazir laki-laki. Malaikat TUHAN memberi tahu ibu Simson dilarang minum, menyiratkan bahwa ia telah membuat nazar orang nazir untuk sementara waktu (Hakim-hakim 13:4-5).

Nazar menjadi orang nazir mungkin untuk satu batas waktu atau menjadi orang nazir seumur hidup (seperti Simson dan Samuel). Setelah masa nazar orang nazir berakhir, dapat kembali ke kehidupan normal melalui prosedur tertentu, termasuk minum, bercukur, dll. Seperti Rasul Paulus dari Perjanjian Baru, ia bernazar kepada Allah, dan kemudian mencukur rambutnya di Kengkrea, dekat Korintus. Ketika dia tiba di Yerusalem, dia memimpin empat saudara yang sedang memiliki nazar untuk bersama mereka mentahirkan diri, sehingga mereka dapat mencukur rambut (Kis. 18:18, 21:24, 26). Mereka dengan bantuan para imam akan mempersembahkan korban bakaran, korban sajian, dan korban keselamatan. Juga mempersembahkan korban penghapus dosa, namun bukan karena dosa, tetapi lebih baik diartikan sebagai korban pentahiran, yang mewakili perubahan status. Dalam perikop ini, para imam disebutkan tujuh kali (Bil. 6:10, 11, 16, 17, 19, 20 [ayat 20 ada 2 kali]), sekali lagi menyatakan bahwa perubahan identitas semacam itu harus disahkan oleh para imam, dan juga diperkenalkan berkat serta doa dari imam.

Renungkan:

Orang-orang nazir adalah cara alternatif Allah memilih imam, yang memungkinkan orang secara sukarela mempersembahkan dan menjalani kehidupan dengan standar moral yang tinggi setara dengan kehidupan seorang imam besar. Seperti para nabi dan imam, mereka adalah kelompok berintegritas dalam masyarakat dan sangat dihormati oleh orang banyak. Kehidupan memengaruhi kehidupan, dan membawa pemurnian serta peningkatan spiritual kepada seluruh komunitas.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 6:1-2

「Tinggalkan Hal-hal Dunia, Menjadi Milik Tuhan」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 6:1-2 [ITB])
1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila seseorang, laki-laki atau perempuan, mengucapkan nazar khusus, yakni nazar orang nazir, untuk mengkhususkan dirinya bagi TUHAN

Bilangan pasal 6 (klik untuk membaca). Ada orang yang bersedia menjalani kehidupan yang mengkhususkan dirinya bagi TUHAN di dalam masyarakat sekuler, dan mereka berbeda dari orang banyak pada umumnya. Mereka dikenang oleh Allah dan manusia, bukan karena pencapaian dan perbuatan mereka yang hebat, tetapi karena sikap mereka terhadap kehidupan dan kesaksian hidup mereka. Sebenarnya, karakter spiritual mereka yang luar biasa dan kaya berkelimpahan adalah pelayanan yang paling kuat. Orang-orang semacam itu dalam Perjanjian Lama secara khusus disebut orang nazir.

Kata orang nazir (nezer) berasal dari kata dipisahkan (nāzar) adalah sebuah nazar yang terdapat dalam Alkitab yang disediakan untuk orang secara sukarela menjalani kehidupan suci yang setara dengan kehidupan seorang imam. Bilangan pasal 6 mencatat tentang orang-orang nazir : (1) Boleh pria maupun wanita: mungkin termasuk para pelayan perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan (Kel. 38:8). Kontras dibandingkan dengan imam-imam yang dibatasi hanya untuk keturunan laki-laki Harun. (2) Boleh hanya untuk suatu tenggat waktu atau seumur hidup untuk Tuhan: namun, untuk menghindari ketidakseriusan, tradisi Yahudi mensyaratkan bahwa nazar kaum nazir setidaknya satu bulan. (3) Meninggalkan hal-hal dunia: dalam kehidupan dan penampilan, mereka berbeda dari orang pada umum. (4) Menjadi milik Tuhan: yang terlebih penting adalah menjalani kehidupan yang mengikuti kehendak Tuhan, dan hidup hanya untuk Tuhan. Ini adalah nazar hidup, bukan nazar pekerjaan. Tidak peduli apa yang dilakukan, tetapi peduli apa yang tidak dilakukan.

Ada tiga tidak dari nazar kaum nazir:

1) Larangan anggur: merupakan kesediaan untuk menjalani kehidupan sederhana. Anggur melambangkan sukacita yang diberikan Tuhan kepada manusia. Tetapi orang-orang nazir tidak menginginkan sukacita di dalam dosa atau kesenangan dunia, tetapi hanya senang akan Allah.

2) Larangan cukur rambut: artinya kepatuhan mutlak kepada Tuhan. Orang-orang nazir harus seperti imam besar, dengan tanda yang mudah terlihat di kepala mereka. Imam besar memiliki patam suatu lempengan emas semacam mahkota di dahi dan tertulis kata-kata Kudus (dikhususkan) bagi TUHAN. Orang nazir harus membiarkan rambut mereka tumbuh sepanjang-panjangnya, tidak peduli sebulan atau tiga atau tiga puluh tahun, tidak peduli nyaman atau tidak, apalagi layak atau tidak secara sopan santun. Kepala mewakili pendapat pribadi, dan seseorang yang bahkan tidak memiliki pendapat tentang rambutnya sendiri, mewakili taat sepenuhnya kepada kehendak Allah. Mencintai apa yang Tuhan cintai, membenci apa yang Tuhan benci, dan patuh absolut pada Tuhan. Ini adalah tanda paling menarik mata dari orang-orang nazir, berjalan sampai di mana, bersaksi sampai di sana.

3) Larangan menyentuh mayat: melambangkan kehidupan kudus, karena kematian berasal dari dosa. Dia harus mengikuti standar imam besar, dan dia tidak boleh menyentuh orang mati kapan saja, bahkan ketika kerabat dekatnya sendiri mati (Bil. 6:7; Im. 21:11). Dosa tidak diperbolehkan mencemari kehidupannya

Renungkan:

Terlebih dahulu ada keberadaan (being) lalu melakukan (doing), apakah Anda ingin menjalani kehidupan yang dikhususkan untuk Tuhan?


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 5:11-15

「Curiga dan Menghilangkan Keraguan」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 5:11-15 [ITB])
11 TUHAN berfirman kepada Musa: 12 Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila isteri seseorang berbuat serong dan tidak setia terhadap suaminya, 13 dan laki-laki lain tidur dan bersetubuh dengan perempuan itu, dengan tidak diketahui suaminya, karena tinggal rahasia bahwa perempuan itu mencemarkan dirinya, tidak ada saksi terhadap dia, dia tidak kedapatan, 14 dan apabila kemudian roh cemburu menguasai suami itu, sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya, dan perempuan itu memang telah mencemarkan dirinya, atau apabila roh cemburu menguasai suami itu, sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya, walaupun perempuan itu tidak mencemarkan dirinya, 15 maka haruslah orang itu membawa isterinya kepada imam. Dan orang itu harus membawa persembahan karena perempuan itu sebanyak sepersepuluh efa tepung jelai, yang ke atasnya tidak dituangkannya minyak dan yang tidak dibubuhinya kemenyan, karena korban itu ialah korban sajian cemburuan, suatu korban peringatan yang mengingatkan kepada kedurjanaan.

Bilangan pasal 5 berbicara tentang kekudusan kemah Israel, pertama-tama berbicara tentang tiga kenajisan secara ritual (Bil. 5:2), yang tidak ada hubungannya dengan perbuatan dosa. Kedua, tentang kerugian dan kompensasi, telah terkait dosa kejahatan. Dan yang ketiga adalah menghilangkan ketidaksetiaan dalam pernikahan, yang merupakan dosa yang sangat serius, yang harus diselesaikan secara ritual dan pengadilan.

Alkitab berbicara tentang dua kemungkinan: pertama adalah bahwa perempuan telah melakukan perzinahan dan suaminya tidak memiliki bukti (Bil. 5:12-14a, 27, 29), yang kedua adalah bahwa wanita tersebut tidak bersalah, tetapi suaminya curiga tetapi tanpa dasar (Bil. 5:14b, 28, 30). Kedua kasus ditangani dengan menggunakan prosedur yang sama, dan prosedur ini dijelaskan hanya satu kali (Bil. 5:15-26), dan untuk membuktikan bahwa dia bersalah atau tidak bersalah (ayat 19-22). Prosedur ini memiliki tiga poin utama:

1) Memberikan persembahan sajian atas kecemburuan: suaminya membawa istrinya ke imam dan memberikan persembahan sajian cemburuan tidak dituangkan minyak ke atasnya dan tidak dibubuhi kemenyan, karena korban itu ialah korban sajian cemburuan, suatu korban peringatan yang mengingatkan kepada kedurjanaan (ayat 15)

2) Meminum air kudus yang dibubuhi debu yang ada di lantai Kemah Suci: imam akan memberi wanita itu minum air pahit yang mendatangkan kutuk dan bersumpah di hadapan Tuhan. Jika wanita benar-benar melakukan perzinaan tidak setia kepada suaminya dan air pahit memasuki tubuhnya, dia akan mengembungkan perut dan mengempiskan pahanya (ini adalah eufemisme untuk rahim dan organ seksual) dan mandul tidak dapat melahirkan anak. Sebaliknya, jika dia tidak bersalah, dia dapat terhindar dari bencana dan dapat memiliki anak, membuktikan bahwa dia suci.

3) Keikutsertaan imam dalam memverifikasi: Kitab Bilangan tidak mendiskriminasi perempuan, tetapi melindungi hak-hak mereka. Sebagian besar masyarakat kuno adalah laki-laki lebih dihormati dan perempuan lebih rendah, pada zaman itu, laki-laki dapat menceraikan istri mereka secara sewenang-wenang asalkan merasa istri mereka melakukan perzinaan. Paragraf ini, bagaimanapun, mengharuskan imam untuk turun tangan dan memverifikasi apakah wanita itu benar-benar tidak setia telah melakukan perzinaan, alih-alih hanya mengandalkan perkataan satu pihak, hendak melalui pembuktian verifikasi barulah bisa diputuskan, dan di antaranya menggunakan air kudus juga menunjukkan bahwa TUHAN (Yahweh) adalah pihak yang sejatinya yang memutuskan.

Renungkan:

Keluarga adalah unit dasar masyarakat, dan hubungan pernikahan yang baik adalah kekuatan untuk stabilitas sosial. Ini adalah kemalangan terburuk yang timbul dari kecurigaan atas kesucian pasangan. Sekalipun buktinya tidak memadai dan sulit diputuskan kesalahannya, kecurigaan sudah cukup untuk menyebabkan bencana yang menghancurkan. Dalam masyarakat, tingkat perceraian terus meningkat dan merupakan masalah sosial serius. Jika ada masalah dalam pernikahan, jangan bertindak impulsif (bersifat cepat bertindak secara tiba-tiba menurut gerak hati), menyebabkan tragedi yang tidak dapat diperbaiki. Dianjurkan untuk mencari bantuan dari para ahli atau gembala, dan bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip Alkitab. Lebih baik mengambil tindakan pencegahan sebelum terjadi. Sehari-harinya tingkatkan hubungan antara suami dan istri dan cegah setiap serigala kecil yang mengganggu pernikahan.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 5:5-10

「Tahir dan tebusan salah」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 5:5-10 [ITB])
5 TUHAN berfirman kepada Musa: 6 Berbicaralah kepada orang Israel: Apabila seseorang, laki-laki atau perempuan, melakukan sesuatu dosa terhadap sesamanya manusia, dan oleh karena itu berubah setia terhadap TUHAN, sehingga orang itu menjadi bersalah, 7 maka haruslah ia mengakui dosa yang telah dilakukannya itu; kemudian membayar tebusan sepenuhnya dengan menambah seperlima, lalu menyerahkannya kepada orang terhadap siapa ia bersalah. 8 Tetapi apabila orang itu tidak ada kaumnya, kepada siapa dapat dibayar tebusan salah itu, maka tebusan salah yang harus dibayar itu menjadi kepunyaan TUHAN, dan adalah bagian imam, belum terhitung domba jantan pendamaian yang dipakai untuk mengadakan pendamaian bagi orang itu.
9 Dari persembahan-persembahan kudus yang disampaikan orang Israel kepada imam, persembahan khususnya adalah bagian imam. 10 Sedang persembahan-persembahan kudus yang dibawa oleh seseorang adalah bagian orang itu sendiri; hanya apa yang diserahkannya kepada seorang imam adalah bagian imam itu.

Bilangan pasal 5 (klik untuk membaca). Sebelum Israel pergi ke Tanah Perjanjian, ada beberapa hal yang harus diatur, sebelum mereka melakukan kesalahan yang dapat menyebabkan kerusakan serius. Bilangan pasal lima membahas masalah-masalah ini, dan secara khusus menggambarkan tiga hal: 1) menyingkirkan kenajisan tubuh, 2) penghapusan dosa terhadap sesama, dan 3) menghilangkan perlakuan tidak setia terhadap pernikahan.

1) Menyingkirkan kecemaran tubuh (ayat 1-4): pertama-tama, ada tiga jenis orang yang tidak diperbolehkan tinggal di perkemahan Israel: (1) kusta, (2) orang yang berpenyakit mengeluarkan lelehan, dan (3) orang yang najis oleh mayat.

Alkitab berbicara tentang kusta (ṣāra‘at), bukan penyakit Hansen leprosy seperti yang disebut secara kedokteran masa kini, tetapi penyakit kulit serius yang dapat menyebabkan infeksi. Tetapi makna simbolis sangat jelas, selama kulit tubuh tidak lengkap, maka secara ritual dianggap tidak bersih, harus diisolasi di luar perkemahan, ​​seperti Miryam.

Hal yang sama berlaku untuk yang berpenyakit mengeluarkan lelehan, jika organ seksual seseorang mengeluarkan lelehan dalam waktu jangka panjang (seperti menstruasi yang tidak henti), lelehan tubuh semacam itu membuatnya najis secara ritual. Dan kenajisan terbesar adalah menyentuh mayat, karena kematian berasal dari dosa, dan menyentuh mayat mewakili dicemari oleh dosa. Inilah sebabnya mengapa para imam maupun kaum Nazar tidak diizinkan menyentuh mayat.

Alasan utama untuk kenajisan yang disebutkan di atas adalah bahwa TUHAN (Yahweh) hidup di antara umat Israel. Ia adalah Tuhan yang kudus dan tidak akan membiarkan kecemaran ada di perkemahan Israel.

2) Penghapusan dosa terhadap sesama (ayat 5-10): siapa pun, baik laki-laki atau perempuan, yang menimbulkan kerugian terhadap orang lain (termasuk pencurian), menyebabkan kerugian finansial kepada orang lain, tidak hanya harus membayarkan kompensasi secara penuh, tetapi juga harus ditambahkan 20%. Ini adalah kutipan dari Im. 5:14-19 tentang aturan penebusan kesalahan (lihat renungan Imamat 5:14-19), yang menjelaskan bagaimana membayarkan kompensasi secara lebih rinci. Jika orang yang dirugikan telah meninggal, maka kompensasi harus dibayarkan kepada kerabatnya. Jika dia tidak lagi memiliki kerabat, maka diterima oleh imam mewakili nama TUHAN. Selain itu, korban penghapus dosa harus ditawarkan sebagai pendamaian bagi orang tersebut, untuk menunjukkan bahwa ia harus terlebih dahulu menghilangkan hutang terhadap orang tersebut dan memperbaiki hubungan yang hancur dengan orang itu sebelum ia dapat menyembah Allah yang sejati dan benar. Ini sebenarnya adalah gerbang rahmat yang telah Allah buka bagi orang berdosa.

Renungkan:

Yesus membawa orde baru. Dia menyembuhkan penderita kusta, menyembuhkan wanita yang bocor darah, dan membangkitkan orang dari kematian. Dia juga mengatakan bahwa jika seseorang membawa persembahan kepada Allah dan teringat akan kesalahan terhadap orang lain, maka selagi di tengah jalan (mewakili masih ada kesempatan) segeralah berdamai dengan dia, barulah mempersembahkan persembahan di atas mezbah (Mat. 5:25). Yesus datang untuk membangun kehidupan baru yang bersih dan masyarakat baru yang harmonis.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 3:14-15, 32

「Tanggung Jawab dan Mengawasi」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 3:14-15, 32 [ITB])
14 TUHAN berfirman kepada Musa di padang gurun Sinai: 15 Catatlah bani Lewi menurut puak-puak dan kaum-kaum mereka; semua laki-laki yang berumur satu bulan ke atas harus kaucatat.32 Adapun pemimpin tertinggi orang Lewi ialah Eleazar, anak imam Harun, yang mengawasi mereka yang memelihara barang-barang kudus.

Bilangan pasal 3 dan pasal 4 berbicara tentang pelayanan bani Lewi. Ada beberapa hal yang berharga untuk diperhatikan:

1) Dua kali menghitung jumlah bani Lewi: para pekerja pelayanan suci hendaknya dihitung. Pertama adalah semua laki-laki yang berumur satu bulan ke atas harus dicatat (Bil. 3:15), semuanya berjumlah 22.000 (ayat 43). Juga dihitung anak sulung orang Israel 22.273 orang, dan terdapat 273 orang lebih banyak dari jumlah orang Lewi, dan hendaknya diambil uang tebusan untuk orang-orang yang kelebihan itu (ayat Bil. 3:43-51). Penghitungan yang kedua adalah yang dari usia 30 hingga 50 tahun, setiap orang yang wajib melakukan pekerjaan jabatan di Kemah Pertemuan dan pekerjaan pengangkatan barang, total 8.580 orang (Bil. 4:47-48). Yang pertama menunjukkan bahwa mereka melayani seumur hidup dan tidak berubah status karena usia. Yang kedua, karena mereka melakukan sebagian besar kerja yang memerlukan tenaga, maka hanya menghitung orang dewasa yang kuat, dan ada batasan usia mereka.

2) Pembagian kerja orang-orang Lewi: para pekerja pelayanan suci harus bersatu bekerja bersama. Tiga puak utama suku Lewi: Gerson, Kehat dan Merari. Kehat bertanggung jawab atas tugas pekerjaan di Kemah Pertemuan ialah mengurus barang-barang yang maha kudus (Bil. 4:4). Ketika orang Israel berangkat bergerak maju, Harun dan putranya menutupi tempat kudus dan semua perkakas tempat kudus, lalu keturunan Kehat yang bertugas memikul dan membawanya di atas bahu mereka. Termasuk Tabut Perjanjian, kandil lampu, meja roti sajian, mezbah dari emas, perbaraan-perbaraan tembaga (Bil. 4:5-14). Orang Gerson mengangkat tenda-tenda Kemah Suci, tudung Kemah Pertemuan, tirai pintu Kemah Suci, layar-layar pelataran dan tirai pintu gerbang pelataran dari Kemah Suci (Bil. 4:24-26). Orang Merari akan membawa papan-papan Kemah Suci, kayu-kayu lintangnya, tiang-tiangnya, alas-alasnya, tiang-tiang pelataran sekelilingnya, alas-alasnya, patok-patok dan tali-talinya, serta segala perkakas terkait (Bil. 4:29, 31-32). Karena kerja orang Gerson dan Merari membutuhkan tenaga, sesuai dengan sifat pelayanan mereka, disediakan alat yang diperlukan, termasuk gerobak sapi untuk pengangkutan (Bil. 7:4-9).

3) Pengawasan orang Lewi: para pekerja pelayanan kudus harus memiliki sifat dapat bertanggung jawab (accountability). Putra Harun, Eleazar adalah kepala pengurus, bertanggung jawab atas segenap Kemah Suci dan segala isinya, yakni barang-barang kudus dan perabotannya (Bil. 4:16). Itamar, putra Harun yang lain, bertugas mengawasi semua pekerjaan bani Gerson dan Merari (Bil. 4:28, 33). Sama seperti Bezaleel dan Aholiab, membawa segala macam perlengkapan untuk mendirikan tempat kudus diserahkan untuk diperiksa Musa (Kel. 39:32-40).

Renungkan:

  1. Ilmu Manajemen mengatakan bahwa melakukan sesuatu dengan benar, melakukannya dengan baik, mengambil tanggung jawab penuh atas hasil akhirnya, itu adalah dapat memberikan pertanggungjawaban.
  2. Setiap pelayanan, yang besar sampai urusan kenegaraan atau yang kecil urusan individu, menuntut sikap kerja yang profesional, karakter, bekerja sama, dan disiplin, satupun tidak bisa kurang. Terutama berlaku untuk pekerjaan rohani.
  3. Menurut 1 Korintus 14:40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.

Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 3:11-13

「Melayani dan Menggantikan」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 3:11-13 [ITB])
11 TUHAN berfirman kepada Musa: 12 Sesungguhnya, Aku mengambil orang Lewi dari antara orang Israel ganti semua anak sulung mereka, yang terdahulu lahir dari kandungan, supaya orang Lewi menjadi kepunyaan-Ku, 13 sebab Akulah yang punya semua anak sulung. Pada waktu Aku membunuh semua anak sulung di tanah Mesir, maka Aku menguduskan bagi-Ku semua anak sulung yang ada pada orang Israel, baik dari manusia maupun dari hewan; semuanya itu kepunyaan-Ku; Akulah TUHAN.

Bilangan pasal 3 (klik untuk membaca) berbicara tentang orang Lewi, terdapat tiga poin utama: 1) Anak laki-laki Harun, 2) Tugas-tugas orang Lewi, dan 3) Ganti anak sulung.

1) Anak laki-laki Harun: Harun memiliki empat putra, semuanya diurapi sebagai imam. Di antara mereka, Nadab dan Abihu di minggu menerima tugas, mereka di hukum mati oleh Tuhan karena mempersembahkan api asing. Api asing adalah segala api yang melanggar peraturan. Kata zār dalam bahasa asli pada dasarnya berarti dari luar, asing, jenis lain. Perluasannya mengacu pada hal-hal yang tidak sesuai aturan, ilegal, tidak ada ijin atau sesuatu yang terlarang, dan mengacu pada api yang tidak diambil dari mezbah (ayat 4; Im. 10:1; 16:12). Kata ini juga sesuai dengan kata zār orang asing di paragraf berikutnya, yang jika ia melanggar menyusup masuk ke Kemah Suci, ia juga akan dihukum mati (ayat 10 dan 38). Jadi dua putra Harun yang tersisa (Eleazar dan Itamar) bertanggung jawab untuk mengawasi pekerjaan semua orang Lewi.

2) Tugas orang-orang Lewi: Orang-orang Lewi membantu imam Harun dengan dua cara: Yang pertama adalah seperti yang diperintahkan TUHAN (šāmar ’et mišmeret) di depan Kemah Suci, termasuk menjaga Kemah Suci, untuk mencegah orang awam menyusup masuk (ayat 7). Yang kedua adalah melakukan pekerjaan jabatannya pada Kemah Suci (la‘ăbōd ’et ‘ăbōdat hammiškān) yang khusus merujuk pada pemasangan, pembongkaran, dan pemindahan Kemah Suci dan perabotan perlengkapannya (ayat 8). Yakni saat berhenti dan berkemah, dan saat Israel berangkat bergerak maju.

Ayat 7 dan 8, tugas (‘ăbōdâ), dalam bahasa aslinya pada dasarnya berarti pelayanan, pekerjaan, dan biasanya mencakup tenaga kerja. Dalam perikop terkait tentang pelayanan Kemah Suci, kata ini digunakan hampir secara eksklusif oleh orang Lewi, dan tidak dipakai untuk para imam, bukan oleh para imam (Bil. 18:7 adalah satu-satunya pengecualian).

3) Ganti anak sulung: di sini adalah yang pertama kali dalam Alkitab, yang berbicara tentang pemilihan orang Lewi untuk menggantikan anak sulung di antara orang Israel. Awalnya Allah memilih putra sulung dari setiap keluarga Israel sebagai seorang imam dan mempersembahkan korban kepada Tuhan (Kel. 13:2, 24:5). Tetapi terutama setelah insiden Lembu Emas, Allah memilih orang-orang Lewi untuk gantikan putra sulung dari setiap keluarga Israel untuk melayani Allah di Kemah Suci (Bil. 3:12, 41, 45 [2 kali]; 8:16, 18).

Renungkan:

Sekali Tuhan memberkati, maka tidak akan diambil kembali. Tetapi jika seseorang tidak layak menerimanya, maka diubah diberikan kepada orang lain. Selain orang-orang Lewi menggantikan putra sulung dari setiap rumah di Israel, dapat direnungkan tentang generasi baru di padang belantara yang menggantikan generasi pertama keluaran dari Mesir dan menikmati tanah yang dijanjikan. Zadok menggantikan para imam dari keluarga Eli, Daud menggantikan Saul sebagai raja Israel, dan Matias menggantikan Yudas Iskariot.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 2:1-2, 17

「Berkemah dan Bergerak Maju」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 2:1-2, 17 [ITB])
1 TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: 2 Orang Israel harus berkemah masing-masing dekat panji-panjinya, menurut lambang suku-sukunya. Mereka harus berkemah di sekeliling Kemah Pertemuan, agak jauh dari padanya.17 Sesudah itu berangkatlah Kemah Pertemuan dengan laskar orang Lewi, di tengah-tengah laskar yang lain itu. Sama seperti mereka berkemah, demikianlah juga mereka berangkat, masing-masing di tempatnya menurut panji-panji mereka.

Pasal sebelumnya menghitung jumlah umat Allah, dan pasal 2 melanjutkan untuk mencatat kedua belas suku Israel, yang secara urutan berkemah di keempat keliling Kemah Suci. Pada saat yang sama, juga memberikan urutan mereka bergerak maju sehingga mereka bisa menjadi pasukan yang sangat baik dan bersiap untuk bertempur di medan perang. Pasal ini menunjukkan pentingnya ruang tempat, termasuk kemah yang statis dan perjalanan pasukan yang dinamis. Tiga poin berikut ini berharga untuk diperhatikan:

1) Urutan penghitungan: di pasal sebelumnya ketika menghitung jumlah rakyat (Bil. 1:5), terlebih dahulu berbicara tentang tiga suku Ruben, Simeon, dan Gad, dalam urutan kelahiran. Namun, dalam pasal ini terlebih dahulu menyebutkan Yehuda, Isakhar, dan suku Zebulon (Bil. 2:3-9), ini adalah urutan pemilihan. Mereka akan berkemah di sisi timur Kemah Suci, menunjukkan bahwa sisi timur sebagai yang besar. Mereka juga akan maju sebagai tim pertama (Bil. 2:9), dan kemudian di Kitab Hakim-hakim mencatat bahwa yang pertama-tama menyerang tanah Kanaan adalah suku Yehuda (Hakim-hakim 1). Kemudian barulah kemah Ruben di selatan, kemah Efraim di barat, dan kemah Dan di utara.

Setiap batalion harus mendirikan kemah masing-masing dekat panji-panjinya, menurut lambang suku-sukunya, yakni berkemah menghadap (minneged) yang dapat berarti di sekeliling Kemah Pertemuan, agak jauh dari padanya. Karena terdapat kemah-kemah suku Lewi yang memisahkan Kemah Suci dari kemah-kemah suku-suku tersebut. Ayat 17 berbicara tentang suku Lewi berkemah dan berbaris di antara suku-suku. Saat berkemah atau bergerak maju, Kemah Suci berada di pusat seluruh Israel.

2) Formasi bergerak maju: Ini adalah formasi yang dipakai Firaun Mesir dalam ekspedisi pergerakan maju. Kemah Firaun berada di tengah, dan tentara mendirikan kemah di keempat kelilingnya untuk membentuk formasi yang kokoh. Kemah Suci mewakili TUHAN (Yahweh) di tengah orang Israel, dan kedua belas suku ada di empat kelilingnya, mirip dengan formasi empat keliling dalam ekspedisi Firaun. Ini menunjukkan bahwa TUHAN sendiri memimpin pasukan, bersiap menghadapi penaklukan Kanaan dan membagikan tanah pusaka.

Renungkan:

Kemah Suci berada di tengah, dapat kita renungkan:

  1. Formasi sekeliling: Yohanes 1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, kata diam (Eskēnōsen) dalam bahasa asli berarti membangun Kemah Suci. Berdasarkan formasi empat keliling yang berpusat pada Kemah Suci dalam pasal ini, Kitab Wahyu menggambarkan kota suci Yerusalem Baru sebagai kota berbentuk empat persegi. Kedua belas gerbang kota dinamai menurut dua belas suku Israel, dan Allah, Tuhan Yang Mahakuasa adalah Bait Sucinya (Why. 21:10).
  2. Pertempuran di hari akhir: Wahyu 19:14-21 berbicara tentang pertempuran di hari akhir dunia, pasukan surgawi surga akan memenangkan raja-raja bumi.

Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 1:1-3, 47

「Pasukan dan Kelompok」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 1:1-3, 47 [ITB])
1 TUHAN berfirman kepada Musa di padang gurun Sinai, dalam Kemah Pertemuan, pada tanggal satu bulan yang kedua dalam tahun yang kedua sesudah mereka keluar dari tanah Mesir: 2 Hitunglah jumlah segenap umat Israel menurut kaum-kaum yang ada dalam setiap suku mereka, dan catatlah nama semua laki-laki di Israel 3 yang berumur dua puluh tahun ke atas dan yang sanggup berperang, orang demi orang. Engkau ini beserta Harun harus mencatat mereka menurut pasukannya masing-masing.47 Tetapi mereka yang menurut suku bapa leluhurnya termasuk orang Lewi, tidak turut dicatat bersama-sama dengan mereka itu.

Kitab Bilangan dimulai dengan penghitungan jumlah umat Allah di padang belantara yang dilakukan pada hari pertama bulan kedua tahun kedua setelah keluaran dari Mesir (Bil. 1), menunjukkan bahwa kitab ini memperhatikan waktu dan tempat. Kitab Bilangan memperhatikan tentang waktu, dan banyak mencatat tanggal kejadiannya berbagai peristiwa, tetapi pasal satu hingga sembilan tidak dituliskan persis dalam urutan waktu kejadian. Secara terbalik terlebih dahulu mencatat peristiwa penghitungan jumlah orang di pasal satu. sedangkan hal yang terjadi jauh lebih awal yakni upacara penahbisan Kemah Suci dan suku-suku mempersembahkan korban mezbah, malah dicatat secara terperinci di pasal 7 yaitu di belakang sensus dan pembagian tugas. Dapat dilihat bahwa peristiwa penghitungan jumlah orang dipandang sangat penting.

Penghitungan jumlah orang dibagi menjadi dua bagian:

1) Kedua belas suku dihitung untuk membentuk pasukan perang, bersiap menaklukkan Kanaan dan pembagian tanah pewarisan. Menurut perintah TUHAN, Musa dan Harun menghitung jumlah segenap umat Israel menurut kaum-kaum yang ada dalam setiap suku mereka, laki-laki yang berumur dua puluh tahun ke atas dan yang sanggup berperang, mencatat mereka menurut pasukannya (ṣābā’) masing-masing. Jumlah kedua belas suku yang dihitung adalah memandang dua putra Yusuf (Efraim dan Manasye) masing-masing sebagai satu suku (tidak melibatkan suku Lewi dalam pasukan perang). Kitab Bilangan pasal 1 mencatat jumlah orang di setiap suku secara rinci, yang dapat digunakan sebagai perencanaan penempatan kemah dan urutan perjalanan yang dicatat di pasal berikutnya. Di masa depan juga akan digunakan sebagai dasar untuk pembagian tanah.

2) Menghitung jumlah orang suku Lewi, untuk ditugaskan dalam kelompok tim pelayanan, bukan untuk perang. Suku Lewi bertanggung jawab untuk memelihara Kemah Suci, tempat hukum Allah. Mereka tidak hanya akan bertanggung jawab atas pembongkaran dan pemasangan ketika merelokasi Kemah Suci tempat hukum Allah, tetapi mereka harus menempatkan kemah mereka dekat di sekitar Kemah Suci saat mereka berhenti untuk berkemah, memisahkan Kemah Suci tempat hukum Allah yang Maha Kudus dari kemah kedua belas suku. Mereka harus menjaga dan memelihara, agar selain mereka jangan ada orang luar yang tidak memiliki otoritas melanggar masuk dan dihukum mati oleh TUHAN.

Berharga diperhatikan bahwa kata ṣābā ‘ dalam bahasa Ibrani tidak hanya digunakan untuk merujuk pada pasukan dari dua belas suku Israel (Kej 21:22; Bil 1:3), tetapi lebih sering dalam kitab Bilangan merujuk pada pengaturan kelompok atau tim orang Lewi yang melayani Kemah Suci (Bil. 4:3; 8:24). Dalam Perjanjian Lama, istilah ini juga digunakan untuk merujuk pada tentara di langit (Ul. 4:19) dan para malaikat (1 Raja-raja 22:19). Karena itu, tidak masalah di langit atau di bumi, terdapat tim atau pasukan yang dihitung untuk berperang dan melayani TUHAN.

Renungkan:

  1. Di gereja hari ini, setiap orang harus dihitung dan bergabung dengan pasukan pertempuran rohani, tim pelayanan. Anda termasuk dari tim yang mana?
  2. Semua pelayanan rohani adalah 100% kekuatan Roh Kudus, dan juga membutuhkan 100% komitmen manusia untuk mewujudkannya.

Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 1:1

「Padang Gurun dan Perjalanan」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 1:1 [ITB])
1 TUHAN berfirman kepada Musa di padang gurun Sinai, dalam Kemah Pertemuan, pada tanggal satu bulan yang kedua dalam tahun yang kedua sesudah mereka keluar dari tanah Mesir:

Kitab Bilangan adalah kitab keempat dari Pentateukh, menyambung kitab Keluaran dan Imamat sebelumnya, dilanjutkan oleh kitab Ulangan. Judul kitab ini dalam bahasa Ibrani adalah bammidbār di padang belantara, menunjukkan bahwa ini adalah perjalanan dari Mesir menuju ke Tanah Perjanjian. Di dalam bahasa Yunani diberi judul Arithmoi dan Liber Numerorum dalam bahasa Latin, keduanya berarti menghitung bilangan, diikuti oleh terjemahan Indonesia dan Inggris, karena dua kali dalam kitab ini dicatat penghitungan jumlah umat Allah, telah menjadi ciri khas dari seluruh kitab.

Buku ini dapat dibagi menjadi tiga bagian utama:

  1. Bersiap untuk berangkat menuju Tanah Perjanjian (Bil. 1 – 10)
  2. Mematuhi perintah untuk bergerak menuju Tanah Perjanjian (Bil. 11 hingga 25)
  3. Sekali lagi, pergi memperoleh Tanah Perjanjian (Bil. 26-36).

1) Bersiap untuk berangkat menuju Tanah Perjanjian: dimulai dengan menghitung jumlah orang, membangun tim kelompok orang untuk berperang dan yang melakukan pelayanan. Membuang kenajisan dari perkemahan, dan penetapan nazar orang Nazir. Para pemimpin suku mempersembahkan persembahan untuk dipakai dalam ibadah dan relokasi Kemah Suci. Orang-orang Lewi berfokus pada pelayanan Kemah Suci. Ketentuan dalam memelihara Paskah, menjadi model untuk memahami dan menerapkan hukum Taurat. Terakhir, paragraf ditutup dengan pembuatan nafiri perak, dan suku-suku akan berangkat saat mendengarkan tanda semboyan dari bunyi nafiri.

2) Mematuhi perintah untuk bergerak menuju Tanah Perjanjian: di antaranya pasal 11 hingga 19 terjadi pada tahun kedua Israel keluar dari Mesir, dengan fokus pada pemberontakan melawan otoritas Musa dan Harun. Termasuk Miryam yang cemburu memfitnah Musa, sepuluh mata-mata memberikan laporan yang kurang beriman, mencapai puncaknya dengan pemberontakan kelompok Korah. Empat puluh tahun bangsa Israel keluar dari Mesir dicatat dalam pasal 20 hingga 25, termasuk berita kematian Miryam dan Harun, Musa dihukum tidak diizinkan memasuki Kanaan. Dengan puisi tentang Bileam dan insiden Baal-Peor, mengakhiri perjalanan yang penuh dengan masalah internal dan eksternal ini.

3) Sekali lagi, pergi untuk memperoleh Tanah Perjanjian: paragraf ini berfokus pada umat yang beriman sejati hendak pergi memperoleh Tanah Perjanjian. Termasuk kedua kalinya menghitung jumlah umat Israel, mereka semua adalah generasi baru di hutan belantara. Anak perempuan Zelafehad meminta tanah, dan Yosua pemimpin baru Israel. Mereka mengalahkan Sihon raja orang Amori, yang diam di Timur sungai Yordan dan Og raja Basan, menjadi tanda kemenangan pertama menuju Tanah Perjanjian.

Renungkan:

  1. Hutan belantara bukanlah tempat di mana iblis menari, tetapi di mana jiwa rohani dimurnikan.
  2. Kehidupan adalah sebuah perjalanan, dengan pemandangan yang tak terbatas dan ada pemandangan yang menyenangkan hati. Tujuan ke mana harus pergi itu penting, tetapi dengan siapa Anda pergi itu lebih penting.
  3. Kehidupan tidak bisa diulang kembali, kesempatan harus dipegang, yakni dalam setiap saat, hanya Firman Allah yang merupakan penuntun, dan menaati perintah-perintah-Nya.

Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 21:4-9

20 Maret 2018 – Hari Selasa Minggu kelima, Pra Paskah

Memandang kepada ular tembaga

(Bilangan 21:4-9)
4Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, fberjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.
5 Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak.”

6 Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.
7Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: “Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami.” Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu.

8 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.”
9 Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.

Renungan
Saya berjumpa dengan seorang pendatang baru di gereja kami. Sebagai seorang pendeta, saya penasaran untuk bertanya siapa yang mengundangnya dan mengapa dia datang. Dia berkata salah satu dari jemaat kami adalah rekan kerjanya. Dia datang karena dia sangat terkesan dengan rekan kerjanya yang tidak pernah menggerutu dan mengeluh di tempat kerja!

Menggerutu adalah penyakit yang umum di dunia kita yang jatuh dalam dosa. Hampir tidak mungkin menemukan dua orang bercakap-cakap tanpa mengeluh. Anak-anak selalu mengeluh pada orang tua mereka. Murid-murid menjelekkan guru mereka. Para karyawan mengerutu tentang bos mereka. Kita mengoceh mengenai makanan, teman-teman dan keluarga. Kalau kita tidak tahu apa yang kita keluhkan, selalu ada cuaca dan pemerintahan yang menjadi bahan ocehan kita.

Menggerutu adalah gejala penyakit rohani kronis – ketidakbersyukuran kita kepada Tuhan. Ini mengalir dari pemberontakan kita pada Tuhan. Berakar dari otonomi kita yang menyombongkan diri mengetahui lebih baik daripada Tuhan. Ini persis seperti dilema generasi Musa. Mereka sudah secara ajaib dan oleh belas kasihan diselamatkan oleh Yahweh. Namun, mereka berani mempertanyakan atau bertindak bodoh dengan memberitahukan bagaimana seharusnya Allah yang perkasa ini membawa sekelompok budak Ibrani ini masuk ke Tanah Perjanjian untuk menyembah-Nya!

Bilangan 12:5-6 adalah catatan terakhir dari bangsa Israel yang selalu menggerutu akan makanan mereka (cf. 11:44ff; Kel. 16) dan merindukan makanan di Mesir. Mereka bilang manna “tidak ada artinya“. Ini jelas sebuah penghinaan terhadap pemberian Tuhan yang sangat bermurah hati telah memberi roti surgawi (Mazmur 78:24-25). Kesombongan dan gerutuan yang tidak berterima kasih ini menyulut amarah Tuhan (Bil. 11:33).

Kali ini, kemarahan Tuhan datang dalam bentuk gigitan ular beracun. Sebagai penawar racun dari gigitan ular tersebut, Musa diperintahkan untuk membuat seekor ular! Seorang komentator Alkitab mengatakan bahwa ini sebuah simbol “pembalikan.“ Di dalam konteks ritual, sebuah tindakan atau substanti yang tercemar mungkin mempunyai efek yang terbalik dan menyediakan penyucian. Di sini, korban yang mengalami peradangan dan sekarat dipulihkan menjadi hidup melalui ular tedung yang mematikan itu.

Yang paling penting adalah perintah Tuhan meletakkan ular itu di atas tongkat (ayat 8-9) dan komentar yang diulang dua kali “Semua orang yang melihatnya akan hidup“.

Ditinggikannya Kristus dibandingkan dengan insiden di padang gurun ini. Siapa yang melihat Anak Allah akan hidup (Yoh 3:14-15). Pelajarannya jelas pada kedua kasus ini. Cara Tuhan menyelamatkan seringkali tak terduga oleh pikiran manusia. Ini untuk memastikan kita menghentikan kesombongan kita dan kebodohan akan sikap hidup “Aku lebih tahu“ yang melahirkan sebuah siklus tanpa akhir menggerutu sebagai cara untuk mengatasi kehidupan – mulai dari makanan yang kita makan sampai ke cara kita hidup dari waktu ke waktu.

Seperti halnya ular tembaga bagi generasi Musa, demikian juga sekarang penggenapan rencana penyelamatan Tuhan bagi semua generasi. Percaya pada seorang pria yang mati tak berdaya di kayu salib nampaknya sangat tak masuk akal, bijak atau meyakinkan. Tapi ini cara keselamatan yang dipastikan Tuhan yaitu “dengan percaya pada Anak Manusia” (Yoh 3:15).

Doa
O, Tuhan, selamatkan kami dari kehidupan menggerutu yang tanpa akhir. Tolong kami untuk dapat melihat betapa salahnya sikap yang tidak bersyukur dan tidak bersukacita akan kehidupan ini. Ini mengungkapkan kebodohan yang sombong dalam berpikir bahwa kami lebih tahu, padahal tidak. Anugerahkan kami untuk menerima dengan kerendahan hati cara-Mu yang tak terselami dalam menyelamatkan kami di dalam Kristus Yesus Tuhan kami. Beri kami kekuatan untuk melakukannya dengan kuasa Roh Kudus-Mu saja.

Tindakan
Bertobatlah dari menggerutu dan tetap percaya pada Tuhan sebagai pola hidup kita yang baru.

Rev. Christopher Chia
Senior Pastor
Adam Road Presbyterian Church

Copyright The Bible Society of Singapore

(Diterjemahkan oleh WMC)