「Padang Gurun dan Perjalanan」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)
(Bil. 1:1 [ITB])
1 TUHAN berfirman kepada Musa di padang gurun Sinai, dalam Kemah Pertemuan, pada tanggal satu bulan yang kedua dalam tahun yang kedua sesudah mereka keluar dari tanah Mesir:
Kitab Bilangan adalah kitab keempat dari Pentateukh, menyambung kitab Keluaran dan Imamat sebelumnya, dilanjutkan oleh kitab Ulangan. Judul kitab ini dalam bahasa Ibrani adalah bammidbār 「di padang belantara」, menunjukkan bahwa ini adalah perjalanan dari Mesir menuju ke Tanah Perjanjian. Di dalam bahasa Yunani diberi judul Arithmoi dan Liber Numerorum dalam bahasa Latin, keduanya berarti 「menghitung bilangan」, diikuti oleh terjemahan Indonesia dan Inggris, karena dua kali dalam kitab ini dicatat penghitungan jumlah umat Allah, telah menjadi ciri khas dari seluruh kitab.
Buku ini dapat dibagi menjadi tiga bagian utama:
- Bersiap untuk berangkat menuju Tanah Perjanjian (Bil. 1 – 10)
- Mematuhi perintah untuk bergerak menuju Tanah Perjanjian (Bil. 11 hingga 25)
- Sekali lagi, pergi memperoleh Tanah Perjanjian (Bil. 26-36).
1) Bersiap untuk berangkat menuju Tanah Perjanjian: dimulai dengan menghitung jumlah orang, membangun tim kelompok orang untuk berperang dan yang melakukan pelayanan. Membuang kenajisan dari perkemahan, dan penetapan nazar orang Nazir. Para pemimpin suku mempersembahkan persembahan untuk dipakai dalam ibadah dan relokasi Kemah Suci. Orang-orang Lewi berfokus pada pelayanan Kemah Suci. Ketentuan dalam memelihara Paskah, menjadi model untuk memahami dan menerapkan hukum Taurat. Terakhir, paragraf ditutup dengan pembuatan nafiri perak, dan suku-suku akan berangkat saat mendengarkan tanda semboyan dari bunyi nafiri.
2) Mematuhi perintah untuk bergerak menuju Tanah Perjanjian: di antaranya pasal 11 hingga 19 terjadi pada tahun kedua Israel keluar dari Mesir, dengan fokus pada pemberontakan melawan otoritas Musa dan Harun. Termasuk Miryam yang cemburu memfitnah Musa, sepuluh mata-mata memberikan laporan yang kurang beriman, mencapai puncaknya dengan pemberontakan kelompok Korah. Empat puluh tahun bangsa Israel keluar dari Mesir dicatat dalam pasal 20 hingga 25, termasuk berita kematian Miryam dan Harun, Musa dihukum tidak diizinkan memasuki Kanaan. Dengan puisi tentang Bileam dan insiden Baal-Peor, mengakhiri perjalanan yang penuh dengan masalah internal dan eksternal ini.
3) Sekali lagi, pergi untuk memperoleh Tanah Perjanjian: paragraf ini berfokus pada umat yang beriman sejati hendak pergi memperoleh Tanah Perjanjian. Termasuk kedua kalinya menghitung jumlah umat Israel, mereka semua adalah generasi baru di hutan belantara. Anak perempuan Zelafehad meminta tanah, dan Yosua pemimpin baru Israel. Mereka mengalahkan Sihon raja orang Amori, yang diam di Timur sungai Yordan dan Og raja Basan, menjadi tanda kemenangan pertama menuju Tanah Perjanjian.
Renungkan:
- Hutan belantara bukanlah tempat di mana iblis menari, tetapi di mana jiwa rohani dimurnikan.
- Kehidupan adalah sebuah perjalanan, dengan pemandangan yang tak terbatas dan ada pemandangan yang menyenangkan hati. Tujuan ke mana harus pergi itu penting, tetapi dengan siapa Anda pergi itu lebih penting.
- Kehidupan tidak bisa diulang kembali, kesempatan harus dipegang, yakni dalam setiap saat, hanya Firman Allah yang merupakan penuntun, dan menaati perintah-perintah-Nya.
Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.