Imamat 5:14-19

Solusi bagi yang tidak sengaja berbuat dosa terhadap TUHAN

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 5:14-19 [ITB])
14 TUHAN berfirman kepada Musa:
15 Apabila seseorang berubah setia dan tidak sengaja berbuat dosa dalam sesuatu hal kudus yang dipersembahkan kepada TUHAN, maka haruslah ia mempersembahkan kepada TUHAN sebagai tebusan salahnya seekor domba jantan yang tidak bercela dari kambing domba, dinilai menurut syikal perak, yakni menurut syikal kudus, menjadi korban penebus salah.
16 Hal kudus yang menyebabkan orang itu berdosa, haruslah dibayar gantinya dengan menambah seperlima, lalu menyerahkannya kepada imam. Imam harus mengadakan pendamaian bagi orang itu dengan domba jantan korban penebus salah itu, sehingga ia menerima pengampunan.
17 Jikalau seseorang berbuat dosa dengan melakukan salah satu hal yang dilarang TUHAN tanpa mengetahuinya, maka ia bersalah dan harus menanggung kesalahannya sendiri.
18 Haruslah ia membawa kepada imam seekor domba jantan yang tidak bercela dari kambing domba, yang sudah dinilai, sebagai korban penebus salah. Imam itu haruslah mengadakan pendamaian bagi orang itu karena perbuatan yang tidak disengajanya dan yang tidak diketahuinya itu, sehingga ia menerima pengampunan.
19 Itulah korban penebus salah; orang itu sungguh bersalah terhadap TUHAN.

Imamat 5:14-19 mencatat peraturan tentang korban penebus salah / tebusan salah. Ada peneliti berpendapat bahwa korban penebus salah adalah salah satu jenis persembahan korban perbaikan (reparation offering), namun terutama untuk memperbaiki apa?

Dari dalam perikop, kita melihat bahwa persembahan korban ini terutama untuk menangani masalah dosa berubah setia / tidak setia (mă’ăl), menurut beberapa peneliti, kata ini berarti ada pelanggaran / menyalahi (trespass), ini mencakup kesalahan melanggar / menerobos tempat kudus, hal-hal kudus dan orang-orang kudus, tetapi bahwa itu adalah dosa yang tidak sengaja dilakukan, orang ini tidak bermaksud menerobos batas-batas suci dan profan, adalah dosa pribadi dan tidak sengaja dilakukan. Pada dasarnya, pelanggaran melambangkan mengabaikan batas-batas, menerobos batas antara yang kudus dan najis, membawa krisis campur aduk kericuhan, dan kericuhan ini merupakan ancaman langsung terhadap tatanan, merusak pembagian kategori dan ketertiban tatanan sosial, mengakibatkan kerusuhan dan kenajisan, mengancam kehadiran penyertaan Allah. Oleh karena itu, berubah setia / tidak setia (mă’ăl) menghancurkan konsep batas, khususnya batas antara Allah dan manusia, dan membuat hal-hal yang termasuk dalam ranah ilahi Allah menjadi ranah dunia (profan), juga mewakili dosa merusak perjanjian antara Allah dan manusia.

Kata berubah setia / tidak setia (mă’ăl) juga sebuah kata yang biasa digunakan dalam Kitab 1,2 Tawarikh, tetapi penulis Tawarikh telah meninggalkan penggunaan konsep kejahatan yang dilakukan tidak sengaja oleh individu dalam Kitab Imamat menjadi kejahatan disengaja yang dilakukan komunitas. Contohnya, dua setengah suku di sebelah timur sungai Yordan melakukan dosa berubah setia / tidak setia (mă’ăl) Inilah para kepala puak-puak mereka: Hefer, Yisei, Eliel, Azriel, Yeremia, Hodawya dan Yahdiel, orang-orang pahlawan yang gagah perkasa, orang-orang yang kenamaan, para kepala puak-puak mereka. Tetapi ketika mereka berubah setia terhadap Allah nenek moyang mereka dan berzinah dengan mengikuti segala allah bangsa-bangsa negeri yang telah dimusnahkan Allah dari depan mereka (1 Taw. 5:24-25). Dengan demikian, kita melihat perubahan pemikiran, perubahan dari tradisi imam yang adalah dosa pribadi yang tidak disengaja, berkembang menjadi dosa kelompok yang sengaja. Bagaimana kita menangani dosa berubah setia / tidak setia (mă’ăl) semacam ini?

Persembahan korban perbaikan (reparation offering) tepat adalah memperbaiki garis batas yang ditetapkan, membangun kembali batasan yang dirusak oleh dosa berubah setia / tidak setia (mă’ăl), dan korban perbaikan (reparation offering) mempersembahkan tebusan salah / penebusan salah atas garis batas yang dirusak itu (5:16, 18 Haruslah ia membawa kepada imam seekor domba jantan … sebagai korban penebus salah. Imam itu haruslah mengadakan pendamaian bagi orang itu karena perbuatan yang tidak disengajanya dan yang tidak diketahuinya itu, sehingga ia menerima pengampunan), arti tebusan salah adalah bahwa akibat dari pelanggaran orang tersebut dapat dikompensasi dengan korban tebusan, sehingga tatanan masyarakat kembali pada keadaan yang normal dan tertib kembali.

Renungkan:
Sifat berdosa kita membuat kita suka melintasi batas dan berubah setia / tidak setia (mă’ăl), membawa kehancuran batas-batas yang berbeda. Apakah akhir-akhir ini Anda pernah melanggar garis batasan? Sering kali kita suka berdiri di tepi batas, berpikir bahwa jika kita memiliki keteguhan maka kita tidak akan melewati batas. Tetapi kita tidak menyadari bahwa keteguhan kita terbatas, dan kita terlalu percaya diri, sehingga kita dapat dengan mudah melewati batas dan berubah setia / tidak setiaterhadap Allah. Berdoa mohon Tuhan membantu kita menjauh dari batas-batas yang berbahaya dan mengandalkan Tuhan untuk tetap berada di ranah kudus Allah.


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 1-16 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Februari 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


0 thoughts on “Imamat 5:14-19

  1. Pingback: Bilangan 5:5-10 | walk with Jesus