Titus 3:3-8

「Dasar dari Hidup yang Berkesaksian」

Apakah yang rasul Paulus ingin kita realisasikan dengan menuliskan 3 fasal surat Titus?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Titus ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Titus 3:3-8 [ITB])
3Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci.
4Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, 5pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, 6yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, 7supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.
8Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia.

Di dalam Titus 3:1-2 Paulus mengingatkan orang percaya agar hidup sebagai kesaksian, selanjutnya ia memberikan penjelasan tentang apa yang menjadi dasarnya. Titus 3:3-8 mencerminkan salah satu ciri khas surat Paulus, yakni memakai kalimat yang mempunyai format 「dahulu… sekarang / tetapi」. Titus 3:3-8 dan Efesus 3:1-10 sangat mirip, memakai kata 「dahulu… 」 yakni keadaan rohani dan kehidupan sebelum percaya Tuhan, dibandingkan yang「sekarang」 / 「tetapi」di dalam Kristus menikmati anugerah keselamatan dan berkat rohani. Saat Paulus memakai kata 「kita」(lihat ayat 3 「Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat… 」), tidak hanya mengekspresikan persetujuan pribadinya, terlebih menyatakan keadaan dari tindakan umat manusia sebelum mengenal Allah di dalam Kristus. Sebelum mendapatkan anugerah keselamatan, masih belum ditebus atau belum disucikan, dipenuhi dengan serangkaian kebiasaan buruk. Paulus kira-kira memberikan 9 macam contoh (di dalam bahasa aslinya karena ada kata sambung 「dan」, maka hanya terhitung ada 6 macam), yakni 「tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci」 (ayat 3).

Empat ayat Titus 3: 4-7 dalam bahasa aslinya merupakan satu kalimat, hendak mengatakan dengan jelas tindakan penebusan Allah yang memberikan keselamatan, dan bagaimana kasih karunia tersebut datang sampai pada diri orang percaya. Proklamasi pengakuan iman ini singkat pendek merupakan sebuah Mazmur atau rangkuman dari apa yang diimani, secara ringkas menjelaskan makna karya keselamatan dari Tuhan dan kelahiranbaru bagi orang percaya. Saat Paulus dalam ayat 8 berkata 「Perkataan ini benar」, artinya proklamasi pengakuan iman ini pada waktu itu telah beredar dan dipakai gereja mula-mula. Paulus melalui ayat 4-7, ia ingin orang Kristen mengingat ulang serta memahami kasih karunia dan isi dari anugerah keselamatan: dasar fondasi dari anugerah keselamatan (rahmat belas kasihan dari Allah), datangnya kasih karunia (lahir baru, diperbaharui, dibenarkan), cara (melalui Roh Kudus) dan tujuan (pengharapan hidup kekal). Keempat ayat ini memaparkan dengan jelas dasar fondasi dari hidup berkesaksian orang percaya, yang kini telah memiliki kehidupan baru di dalam Kristus, yang dahulu berkehidupan dalam kebiasaan buruk (ayat 3), kini telah dilahirbarukan, diperbaharui dan dibenarkan. Oleh karena itu, orang Kristen yang mendapatkan keselamatan dan disucikan memiliki kekuatan rohani untuk taat, melakukan kebajikan, tidak berkata fitnah, juga mendirikan relasi indah dengan orang lain. Ini semuanya adalah kasih karunia yang dianugerahkan Tuhan.

Paulus sekali lagi (yang keempat kalinya) secara langsung memberitahukan Titus hal yang hendak ia lakukan: 「aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya」 (mengatakannya / menekankan) (8 ayat). Hal-hal yang Paulus harapkan orang-orang yang telah percaya kepada Allah adalah dapat memberikan perhatian juga melakukannya dengan antusias, yakni kehidupan yang berkesaksian. Orang Kristen sepatutnya memiliki tingkah laku yang baik, bertujuan setiap hal yang dilakukan adalah kebajikan, selain bisa memuliakan Allah juga mendatangkan manfaat bagi orang lain berguna bagi manusia. (Lihat tujuan rasul Paulus menuliskan surat ini 「untuk memelihara iman orang-orang pilihan Allah dan pengetahuan akan kebenaran yang nampak dalam ibadah kita (kesalehan kita)Titus 1:1b).

Renungkan: (1) introspeksi diri apakah saya sudah memakukan di atas salib kebiasaan buruk / saya yang lama, yang dahulu sebelum percaya Tuhan? (2) pilihlah dan renungkan satu atau dua hal dari ayat 4-7 yang melimpah dengan pengajaran anugerah keselamatan; (3) ambil keputusan di hadapan Allah untuk melakukan hal yang baik.


Tambahan Penerjemah:
Secara cepat bacalah ulang untuk mendapatkan inti-intinya dan kaitkan dengan inti dari renungan Titus 3:3-8 ini yakni: anugerah keselamatan (rahmat belas kasihan dari Allah), datangnya kasih karunia (lahir baru, diperbaharui, dibenarkan), cara (melalui Roh Kudus) dan tujuan (pengharapan hidup kekal). Apa kaitan Titus 1:1-3:2 dengan dasar fondasi dari hidup berkesaksian orang percaya, yang kini telah memiliki kehidupan baru di dalam Kristus, yang telah dilahirbarukan, diperbaharui dan dibenarkan?