Tag Archives: Rencana Kristus

Efesus 1:15-23 (3)

「Kuasa Besar Kristus」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 1:15-23 [ITB])
15 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, 16 akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu.
Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, 17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. 18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, 19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, 20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, 21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.
22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Paulus berdoa kepada Tuhan untuk membuka mata orang percaya dan agar mereka melihat apa yang bisa mereka harapkan setelah mereka dipanggil oleh Allah. Mereka akan dapat memuliakan Tuhan ketika mereka tahu dengan pasti bahwa mereka adalah bagian dari rencana Kristus. (Harapan dan kemuliaan adalah dua bagian pertama dari doa Paulus, yang dibicarakan kemarin)

Ada hal ketiga yang dimohonkan dalam doa: kemampuan. 「agar kamu mengerti … dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya」 (Ef. 1:18-19) Kehidupan orang Kristen adalah pancaran keluarnya kuasa Allah. Kuasa besar Tuhan dinyatakan menjadi jelas oleh partisipasi dan pelayanan mereka, juga melalui kesaksian hidup mereka.

Paulus khusus menekankan di sini bukan bagaimana kuasa besar Allah dinyatakan, tapi seberapa besar sebenarnya kuasa Allah. Dia melanjutkan dengan mengatakan 「20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, 21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang」 (Ef. 1:20-21)

Seberapa besar kuasa-Nya? Yakni kuasa yang sedemikian besar yang membuat Yesus Kristus menang atas kuasa dosa dan maut kematian, bangkit dari antara kematian, dapat duduk di takhta kemuliaan di Surga. Yakni kuasa Yesus Kristus menang menaklukkan langit dan bumi, dunia roh, semua kuasa dari dahulu kala sampai yang sekarang, kuasa besar yang tanpa ada yang mampu menyaingi; Kuasa ini, sekarang hendak dinyatakan pada diri orang percaya.

Kuasa besar Allah tidak hanya membangkitkan Kristus, tetapi juga membawa Dia kembali ke surga sebagai Raja. Yesus Kristus bukanlah hanya Yesus dari Nazaret yang telah hidup di bumi, tetapi juga Kristus alam semesta, yang memiliki peran kosmik (cosmic role). Rencana Kristus tidak hanya menyangkut manusia, tetapi terlebih juga menyangkut seluruh ciptaan; dan apa yang telah Allah ciptakan mencakup seluruh dunia yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, dan dengan demikian terkait erat dengan semua hal-hal rohani. Seperti telah disebutkan sebelumnya, Tuhan telah menetapkan segala yang ada pada akhirnya kembali kepada Dia menjadi milik-Nya. Jadi, ketika Kristus menjadi Raja lagi, semua hal-hal rohani, apakah malaikat atau iblis, harus menyerah dan menyembah di hadapan-Nya.

「Jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut」 (Ef. 1:21a) adalah menunjuk segala macam kekuatan dalam dunia roh (lihat Ef. 3:10). Mereka adalah bukan malaikat, karena Paulus ketika ia menyebut malaikat, akan disebutkan secara khusus (Rom. 8:38); Tetapi juga tidak berarti menunjuk iblis, karena Paulus juga nampaknya juga memakai sebutan lain untuk iblis (Ef 6:12); Kita bisa berasumsi bahwa kecuali malaikat dan iblis (pada kenyataan awal keduanya adalah ciptaan yang sama, setan adalah malaikat yang jatuh dan Allah tidak menciptakan setan) tidak ada jenis makhluk-makhluk rohani lain di dunia roh .

「Bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang」 (Ef. 1:21b) Secara ruang, Yesus Kristus melampaui segala sesuatu yang ada dalam alam manusia dan alam rohani; Secara waktu, Dia juga melampaui segala sesuatu dalam kehidupan saat ini dan yang kelak. Dia adalah di atas semua, dan Dia adalah Tuhan atas semuanya.
Ef. 1:22 「Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada」 Maknanya adalah bahwa Tuhan sebagai kepala atas segala yang ada, dan Ia juga adalah kepala Gereja. Kata 「Segala sesuatu」 tidak hanya merujuk kepada segala sesuatu yang ada, tapi juga merujuk kepada semua kekuatan dunia yang lain, termasuk dunia rohani dan dunia yang akan datang.

「Jemaat yang adalah tubuh-Nya … 」(Ef. 1:23) Yesus Kristus adalah kepala Gereja. Gereja adalah tubuh Kristus, kebenaran ini dibicarakan di 1 Kor. 12 secara lebih terperinci. Tapi Paulus melanjutkan berkata 「yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.」 Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, setiap orang percaya telah dipilih menerima bagian (warisan), berbagi identitas dan misi Yesus Kristus; Gereja dibangun terdiri dari orang-orang percaya, sehingga setiap orang percaya merupakan manifestasi dari pekerjaan dan kuasa Yesus. Yesus adalah kepala Gereja, Dia adalah yang kepala, tubuh adalah organ tubuh lain dari-nya, seperti Paulus katakan bahwa kepala bukanlah kaki (1 Kor 12:21), maka tubuh juga bukanlah kepala. Yesus Kristus bukan hanya kepala, tetapi juga penyebab keberadaan setiap bagian tubuh (material cause), semua anggota badan memainkan peranan fungsi bagian dari-Nya, dan mereka tidak memiliki fungsi di luar Yesus. Yesus Kristus bukanlah bagian dari Gereja, namun memenuhi semua bagian dari Gereja.

Dalam perikop ini, Paulus tidak menyerukan orang-orang percaya untuk memberikan lebih banyak kekuatan pribadi, tetapi untuk melihat kekuatan Allah. Kekuatan manusia terbatas, orang percaya tidak bisa memiliki pengetahuan dari diri sendiri. Mereka sering karena sadar kemampuan diri sendiri sehingga tidak berani untuk melakukan hal-hal besar! Apa yang Paulus tekankan adalah kuasa besar Allah dan menunjukkan bahwa itu adalah kuasa yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati, yang membuat semua yang ada tunduk bertekuk lutut pada kaki Kristus. Kuasa yang demikian besar tanpa tanding dahulu, sekarang dan kelak, hendak dinyatakan di atas diri mereka sekarang. Kuasa Allah tak terbatas, dan jika dipenuhi kuasa Allah maka tidak ada yang tidak bisa digenapkan oleh orang percaya. Kuncinya adalah hanya pada kehendak Tuhan.

Paulus tidak dengan kosong berseru agar orang-orang percaya pergi ke mana-mana untuk mencari kuasa besar dari Allah, tetapi untuk berkonsentrasi pada diri sendiri untuk melihat kuasa besar Tuhan. Allah hendak menggunakan mereka, menyatakan kuasa-Nya yang tak terduga di atas diri mereka. Mereka adalah pintu keluarnya pancaran kuasa Allah. Kuasa Allah dimanifestasikan di atas diri individu.

Renungkan:

1. Apakah Anda sering merasa tidak berdaya dalam menghadapi berbagai permasalahan manusia, dalam menghadapi tanggung jawab iman yang harus direalisasikan? Kelemahan dan ketidakberdayaan adalah hal umum, apakah perikop ini membantu Anda memiliki perspektif yang baru?

2. Apa yang Anda harapkan dari manifestasi kuasa besar Tuhan dalam hidup Anda? Apakah Anda berharap memiliki kehidupan yang berbeda, yang bagaimana?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 1:15-23 (2)

「Harapan dan Kemuliaan」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 1:15-23 [ITB])
15 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, 16 akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu.
Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, 17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. 18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, 19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, 20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, 21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.
22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Paulus meminta Tuhan membuka mata hati orang-orang percaya di Efesus agar mereka melihat tiga hal: harapan, kemuliaan dan kuasa.

Pertama adalah harapan. 「Agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya」 (Ef. 1:18). Paulus percaya bahwa panggilan Allah untuk manusia akan membukakan sebuah masa depan yang indah, dan kita bisa memiliki pengharapan untuk masa depan ini.

Perlu ditunjukkan bahwa iman kepercayaan banyak orang adalah melihat ke belakang (backward looking), dan agama diminta menyediakan penjelasan atas serangkaian peristiwa yang telah terjadi, menjelaskan penyebab dari berbagai kenyataan yang ada di dunia. Jika ada yang bertanya 「mengapa ada bencana dan tragedi seperti ini?」 Maka agama tradisional Cina akan mengatakan: 「Oh, ini terjadi adalah karena takdir.」「Oh, ini adalah karena karma dosa di kehidupan sebelumnya.」 Kita juga memiliki penjelasan menghibur diri versi Kristen, seperti: hasil yang baik adalah ujian, tanpa hasil yang baik adalah pencobaan; Hal baik berasal dari Allah, hal-hal buruk yang datang dari Iblis.

Ada seorang saudara suka bersaksi di gereja. Satu saat ia berdiri dan berkata 「Terima kasih Tuhan, biarkan aku menjalin kasih dengan adik A.」 Tiga bulan kemudian dia berkata 「Terima kasih Tuhan membiarkan kita melihat tidak cocok satu sama lain, maka bubar.」 Satu bulan kemudian berkata「Terima kasih Tuhan, biarkan aku menjalin kasih dengan adik B.」Sama tiga bulan kemudian berkata: 「Terima kasih Tuhan membiarkan kita melihat tidak cocok satu sama lain, maka bubar.」 Dan tidak ada akhir dari siklus ini. Suatu waktu saya tidak bisa menahan diri untuk berkata kepadanya 「Saudara, harap tidak bersyukur kepada Tuhan, tanyakan pada diri sendiri apa yang telah Anda pelajari dari kegagalan menjalin kasih ini. Apakah ada yang dapat Anda perbaiki dalam karakter Anda dan memperlakukan orang lain. Jika Anda tidak tahu belajar dari pengalaman, Anda pasti berulang dalam siklus yang sama hanya bersyukur kepada Tuhan.」

Iman yang memiliki daya hidup bukanlah untuk terus membantu kita melihat ke belakang, tetapi memandang ke depan. Iman bukan untuk mencari penjelasan untuk pelarian diri, tapi mencari perubahan. Iman memberikan kita kekuatan untuk mengubah realitas, tidak hanya mencari suatu alasan ilahi untuk merasionalkan realitas yang dirasa tidak masuk akal.

Iman Kristen adalah membukakan jalan masa depan bagi kita, dan semua dapat dirubahkan: kepribadian kita, hubungan dengan sesama, keluarga, pekerjaan, karena iman maka semuanya itu memiliki ruang untuk bertumbuh. Allah bukan memanggil kita untuk berpegang kepada status quo, Allah memanggil kita untuk meninggalkan Ur-Kasdim, untuk meninggalkan Mesir dan memasuki tanah perjanjian. Saudara saudari, apakah Anda melihat masa depan Anda? Apa yang Anda harapkan dari masa depan?

Kedua adalah kemuliaan. Ini tentu saja tentang kemuliaan Allah. 「Betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus」 (Ef. 1:18). Di sini Paulus melanjutkan topik 「bagian (warisan)」 menyambung Ef. 1:14. 「Orang-orang kudus」 merujuk kepada semua orang yang percaya kepada Yesus Kristus, termasuk orang-orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain, dan jemaat Efesus. Orang-orang kuduslah yang mendapatkan bagian (warisan), tetapi Allah dimuliakan karena orang-orang kudus mendapatkan bagian (warisan). Seperti yang dikatakan sebelumnya, 「bagian (warisan)」 adalah berbagi identitas dan misi Kristus. Jika bukan demikian maka bagaimana orang-orang kudus mendapatkan bagian warisan ini bisa memuliakan Allah? Kita bukanlah mendapat pembagian harta warisan, tetapi menjadi bagian dalam Kristus.

Kemuliaan Allah adalah target tertinggi dari kehidupan orang Kristen. Oleh kata-kata dan perbuatan, oleh hal-hal kecil, hidup dengan meninggikan nama Allah, dan Allah dimuliakan paling besar.

Masalahnya kita tinggal dalam realitas, ikut berkompetisi bertarung dalam hidup sama seperti manusia dunia, kita tidak merasa ada yang patut ditiru, apalagi memuliakan Allah. Kadang-kadang lebih baik tidak dikenal sebagai orang Kristen, agar jangan mempermalukan Allah 「Bagaimana bisa orang Kristen melakukan ini?」 Paulus meminta Tuhan membuka mata kita agar dapat melihat kemungkinan yang ada dalam hidup; Terutama ketika sadar bahwa kita adalah perpanjangan dari Kristus, hidup di dunia adalah demi misi Kristus, dan berjuang untuk menunjukkan kasih dan kebenaran-Nya, melihat bagaimana kita dapat berkemenangan bagi kemuliaan Allah.

Renungkan:

1. Tidak peduli berapa umurmu, Anda harus bertanya: apa harapan yang Anda miliki di depan Anda? Apa Allah akan lakukan dalam hidup Anda? Perubahan apa yang Anda harapkan?

2. Menurut Anda, sepatutnya memiliki kehidupan yang bagaimana yang dapat memuliakan Tuhan? Dalam situasi kehidupan Anda kini, bagaimana Anda bisa membuat orang melihat kebenaran, cinta kasih dan kuasa Allah?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 1:3-14 (3)

「Rencana Kristus」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 1:3-14 [ITB])
3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, 6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, 8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.
9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus 10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi. 11 Aku katakan di dalam Kristus, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya 12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.
13 Di dalam Dia kamu juga karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. 14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Mari kita meringkas isi dari paragraf pertama, Paulus sedang membicarakan topik mengenai Gereja.

Bagaimana mulainya iman dan Gereja? Dimulai dari rencana penebusan dan rahasia besar Allah.

Dalam Surat Efesus, Paulus pertama-tama menaikkan pujian atas semua kasih karunia Allah yang telah diberikan kepada orang percaya, tapi dia tidak berhenti pada aspek pengalaman orang percaya mendapatkan kasih karunia, ia segera melanjutkan pada rencana penebusan Allah dalam Kristus Yesus. Rencana penebusan ini sudah ditetapkan oleh Allah sebelum penciptaan dunia, dan direalisasikan hanya di hari akhir sesuai urutan rencana. Inilah yang Paulus sebut rahasia kehendak Tuhan (lihat 1 Kor. 2:1, 7).

Paulus tidak sedang menjelaskan tentang misteri Allah TriTunggal, Firman berinkarnasi menjadi manusia, penciptaan atau hari akhir, tapi rahasia Kristus dan penebusan. Dia berbicara tentang rencana Allah atas keselamatan bagi manusia dan dunia (kebenaran tentang keselamatan), dan rencana ini digenapkan di dalam Yesus Kristus (kebenaran tentang Kristus).

Rahasia ini adalah bahwa penciptaan dan karya penebusan Allah tercakup dalam satu rencana. Penciptaan dan penebusan tidak terpisah sebagai dua rencana; keselamatan bukanlah perbaikan atas rencana penciptaan yang dilaksanakan setelah dirusakkan oleh kejahatan manusia barulah kemudian dilakukan sebagai rencana B, dan Allah tidak pernah salah, sehingga tidak perlu untuk rencana kedua. Penciptaan dan penebusan adalah semua bagian dari rencana Kristus, dan Kristus adalah pusat dari semua tindakan Allah. Ia menciptakan segala sesuatu melalui Yesus Kristus, dan akhirnya Ia membawa semua yang ada kembali kepada Yesus Kristus menjadi milik-Nya, artinya 「untuk dipersatukan」 (lihat Ef. 1:10).

Rencana Kristus memiliki kaitan dengan kita. Sebelum penciptaan dunia, Allah telah memilih sekelompok orang untuk dipisahkan dari dunia untuk memperoleh identitas sebagai anak-anak Allah, mendapatkan keselamatan, dan untuk menerima semua berkat rohani. Allah telah memberikan segala anugerah ini adalah untuk menyatukan mereka dengan Kristus, menjadi perpanjangan Kristus di dunia, agar mereka melanjutkan rencana Kristus.

Selain rencana Kristus, Allah tidak melakukan rencana lain di dunia, di luar itu Ia tidak memberikan satu orang apa pun misi yang unik; semua ada di dalam rencana Kristus, semua adalah bagian dari rencana Kristus, dan posisi yang unik hanya dapat ditemukan hanya di dalam Kristus rencana.

「Di dalam Dialah (Yesus Kristus) kami mendapat bagian yang dijanjikan kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya」(Ef. 1:11) Posisi kita bukan ditentukan sesuai kesukaan kita sendiri, tetapi adalah bagaimana Tuhan hendak mengutus kita maka demikianlah kita diutus, kita tidak berhak untuk protes. Ada yang dilahirkan kaya, beberapa dilahirkan dalam kemiskinan, beberapa yang dilahirkan dalam kemakmuran, beberapa yang dilahirkan dalam keadaan penuh kesulitan, tidak ada yang bisa dikeluhkan. Allah adalah penulis dan sutradara kehidupan kita, Ia memiliki kedaulatan mutlak atas hidup kita.

Tapi titik persamaan umum adalah: misi kita adalah bersatu dengan Kristus, menghidupi Kristus dan memberitakan Kristus di dunia. Kita semua adalah perpanjangan eksistensi Kristus di dunia, tujuannya adalah agar orang-orang mengenal Kristus, mengikuti Kristus, memuliakan Kristus, tidak untuk mengenal dan mengikuti kita. (Apakah yang kita lakukan bertujuan agar orang mengenal diri kita atau Kristus?)

Rencana Kristus adalah milik Kristus dan milik tubuh Kristus dan oleh karena itu harus yang bersifat komunitas, gerejawi. Gereja adalah tubuh Kristus, setiap orang Kristen adalah bagian (anggota tubuh) dari Gereja (ditulis dalam huruf kapital, artinya Gereja secara Am, bukan gereja lokal), dan kita harus menemukan identitas dan peran kita sendiri dalam tubuh Kristus (bukan di dunia). Oleh karena itu, tidak ada orang Kristen dapat meninggalkan gereja atau melakukan merealisasikan tugas Injil di luar Gereja.
Ini adalah benang merah, pusat berita dari seluruh Surat Efesus, yang akan dibicarakan secara rinci di bawah ini.

Kita tidak dapat sepenuhnya memahami isi dari rahasia- rahasia Allah, terutama sulit untuk memahami bagaimana Allah menciptakan alam semesta dalam Kristus, atau juga tidak tahu bagaimana kelak semua yang ada dipersatukan dengan Kristus. Tetapi kita tahu bahwa keselamatan kita bukanlah suatu peristiwa terpisah, tetapi bagian dari seluruh ciptaan Allah dan rencana penebusan. Inilah kabar baik: kita dipilih dan diselamatkan tidak pernah merupakan kebetulan, tapi sudah diatur sebelum penciptaan dunia; Tapi ada satu berita buruk: kita bukan pemeran utama dalam rencana keselamatan Tuhan, hanyalah merupakan bagian saja, Yesus Kristus berinkarnasi datang ke dunia bukan didedikasikan untuk kita, dan keselamatan-Nya tidak hanya semata-mata untuk membawa kita pulang rumah di Sorga untuk menikmati kebahagiaan. Itu mungkin tidak akan sangat menarik bagi rakyat postmodern kita yang berpusat pada diri, tahu bahwa diri sendiri hanyalah bagian kecil dari rencana besar Tuhan.

Apa manfaatnya bagi kita bahwa kita tahu ada berbagai rahasia yang kita tidak dapat sepenuhnya mengerti? Manfaat terbesar adalah bahwa kita tidak melakukan privatisasi iman Kristen, mengubah Allah menjadi malaikat pelindung atau dewa rumah kita, juga kita tidak akan menganggap keberhasilan atau kegagalan individu sebagai indikator untuk mengukur benar dan palsunya iman. Paulus mengingatkan kita bahwa jikalaupun kita memiliki beban berat kehidupan bahkan saat semua energi kita sudah dihabiskan untuk kehidupan sehari-hari, jangan memandang Tuhan hanya terbatas dalam lingkaran kehidupan dunia pribadi kita sendiri saja (hanya berpusat pada individu diri kita saja). Allah adalah Tuhan yang besar, keselamatan Yesus Kristus adalah keselamatan yang besar, kita harus memiliki visi dan pikiran yang lebih luas, harus menerobos kerangka pikir yang terbatas dan terpusat hanya pada diri sendiri untuk memahami Tuhan yang besar dan misi-Nya yang besar. Ini akan tersambung dengan berita dalam ayat berikutnya besok.

Renungkan:

1. Isi dari perikop ini lebih sulit untuk dimengerti. Coba tutup renungan ini, gunakan kata-kata Anda sendiri untuk mengulang penjelasan. Tentunya ini tidak terlalu sulit bagi Anda.

2. Cobalah untuk pikirkan peran apa atau seberapa besar atau kecil Anda dapat ambil bagian dalam rencana Kristus? Apa jenis pelayanan yang Anda ikut berpartisipasi di dalam gereja sekarang? Apa rencana Anda ikut ambil bagian di masa depan?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.