Tag Archives: Duta Injil

Efesus 3:1-3 (2)

「Tugas yang dipercayakan」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 3:1-3 [ITB])
1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah, 2 memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, 3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat.

Efesus 3:2-3 memberikan penjelasan yang lebih rinci tentang identitas yang disebutkan di ayat 1. Paulus menunjukkan bahwa dia menjadi orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah bukan karena alasan internal dari dirinya sendiri, bukan karena keadaan eksternal atau faktor sejarah, tetapi karena tugas yang dianugerahkan Allah, tanggung jawab yang dipercayakan Allah kepadanya. Ia mengatakan bahwa fakta ini telah didengar oleh pembaca setidaknya melalui penyampaian oleh dirinya sendiri di masa lalu atau kesaksian orang lain.

Itu terdapat dalam catatan Kisah Para Rasul juga dalam perkenalan diri di surat-surat Paulus lainnya, kita dapat melihat bahwa Paulus sangat memandang penting tugas yang dia terima dari Yesus Kristus, yang mempengaruhi pemahamannya atas identitas dan misi tanggung jawab dirinya. Tentang misi dirinya, Paulus secara khusus menunjukkan bahwa dia telah menerima tugas untuk memperhatikan orang non-Yahudi. Jabatan rasul non-Yahudi ini memiliki makna teologis dan kontemporer di era Perjanjian Baru masa itu. Penunjukan diri Paulus mencerminkan sifat universalitas Injil Yesus Kristus, anugerah keselamatan bukan lagi hanya harapan eksklusif orang Yahudi, tetapi meluas ke semua bangsa-bangsa. Bukan hanya demikian, melalui kesetiaan rasul Paulus, Injil diberitakan kepada seluruh dunia non-Yahudi pada saat itu.

Paulus bahkan menunjukkan bahwa tugas yang dipercayakan kepadanya dinyatakan melalui wahyu sehingga dia mengetahui rahasia Injil kabar bahagia. Ini mungkin merujuk pada wahyu yang dia terima dalam perjalanan ke Damaskus, itu adalah pengalaman pribadinya tentang kuasa Injil, dan melalui banyak kesaksian dirinya, jabatannya bukan untuk diri sendiri, tetapi melalui banyak pemberitaan Injil ia berbagi kepada orang percaya lainnya, karena makna Injil itu sendiri bersifat melampaui batasan (transenden). Anugerah penebusan, dalam wahyu Yesus Kristus, nyata bersifat universal dan tidak memiliki batasan. Dalam surat-suratnya, khususnya di surat Efesus, jelas terlihat bahwa Paulus membagikan wahyu yang diterimanya kepada orang-orang beriman, yang juga pernah ia tuliskan secara singkat sebelum surat ini, dan sekarang perlu menjelaskan lebih lanjut, agar orang percaya dapat sepenuhnya dan dengan benar memahami esensi Injil, dan oleh karena itu ia dipercayakan pelayanan Injil yang bersifat universal (untuk semua bangsa-bangsa, bukan berorientasi pada satu bangsa saja).

Dalam banyak terjemahan tercermin bahwa paragraf setelah ayat 3:2 bersifat penjelasan, secara tata bahasa tidak memiliki hubungan dengan ayat di atasnya. Dengan cara pandang interpretasi ini, dapat dilihat bahwa secara tegas terlebih dahulu Paulus mengharapkan pembaca memahami tugas yang diterimanya. Dia berasumsi bahwa pembaca mungkin pernah mendengar pembicaraan tentang hal ini, juga menyatakan bahwa dia pernah menuliskan tentang hal ini kepada mereka, namun di sini ia sekali lagi mengingatkan mereka. Di satu sisi, ini menunjukkan bahwa Paulus sangat memandang penting tanggung jawabnya sebagai rasul, tetapi di sisi lain juga menuntut pembaca untuk secara serius menghadapi pengaruh dari misi ini pada mereka, agar mereka mengetahui bahwa mereka bukan hanya sekadar menikmati bagian di dalam anugerah Injil ini, tetapi juga harus ikut ambil peran dalam tugas Injil kabar bahagia untuk semua bangsa-bangsa ini.

Renungkan:
Apakah kita sudah mengenal kuasa besar Injil? Apakah Anda bersedia berkomitmen ambil bagian dalam misi anugerah ini?

(Marilah kita merenungkan lagi: Paulus, rasul yang dipercayakan Allah, meminta kita untuk secara serius menghadapi dampak misi Injil kabar bahagia ini pada kita, agar kita mengetahui bahwa kita bukan hanya sekadar menikmati bagian di dalam anugerah Injil ini, tetapi juga harus ikut ambil peran dalam tugas Injil kabar bahagia menyampaikannya kepada semua bangsa-bangsa.)


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Roma 11:23-24

「Allah Mampu! Allah Mampu Menyelamatkan Bangsa yang Keras Hati!」

Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 11:23-24 [ITB])
23 Tetapi merekapun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali. 24 Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.

Ada sebuah lagu pujian bahasa Inggris berjudul 「Dia bisa! Dia melampaui dari pada sekedar mampu!」 (He is able, more than able.) Tidak peduli secara pribadi kita menjumpai jenis masalah besar apapun, atau kita kesulitan membawa teman-teman dan kerabat yang keras hatinya untuk percaya Tuhan Yesus, bahkan jika kita memiliki beban untuk mengabarkan Injil kepada orang-orang suku terabaikan yang sulit untuk percaya Tuhan, kita harus ingat bahwa Allah mampu! Allah berkehendak! Allah hendak menyelamatkan orang-orang dan bangsa-bangsa yang hatinya keras!

Terjemahan literal dari Rom. 11:23-24 adalah 「dan, jika mereka tidak bertahan dalam ketidakpercayaan, mereka akan dicangkokkan, karena Allah mampu mencangkokkan mereka. Karena jika engkau adalah yang dipotong dari pohon yang berdasarkan sifat asalinya adalah pohon zaitun liar, juga bisa secara berlawanan sifat dicangkokkan ke pohon zaitun yang baik, terlebih lagi mereka, berdasarkan sifat asali mereka, bukankah terlebih dapat dicangkokkan pada pohon zaitun mereka yang asli?」

Melanjutkan teks sebelumnya, perbedaan antara kita dan Israel yang belum percaya adalah 「iman percaya!」 Maka Paulus mengingatkan kita hendaknya tinggal tetap di dalam 「iman」, dan mengajarkan kita bahwa jika bangsa Israel tidak tetap dalam 「ketidakpercayaan」, dan jika mereka bersedia untuk berbalik dan percaya, mereka akan pasti dicangkokkan oleh Allah. Bagi kita yang sejak kecil tidak diajarkan di dalam Perjanjian lama dan sebagai bangsa non Yahudi yang tidak memiliki konsep yang jelas akan Tuhan, dapat berdasarkan anugerah dicangkokkan, dan mereka juga pasti akan bisa, karena mereka hanyalah dicangkokkan kepada pohon zaitun yang asli. Paulus sangat tahu bahwa banyak saudara sebangsanya yang keras hati sangat menolak Injil, tetapi ia percaya kepada kedaulatan dan kuasa Tuhan, dan percaya bahwa bangsa-bangsa lain bisa percaya kepada Yesus, bangsanya pada akhirnya akan percaya kepada Yesus Tuhan. Sebagai Duta besar dari Injil, kita harus memiliki keyakinan kokoh: Allah mampu! Tuhan mampu menyelamatkan bangsa yang keras hati! Tuhan mampu menyelamatkan saudara sebangsa yang keras hati! Tuhan mampu menyelamatkan manusia yang keras hati!

Pasti ada jalan keluar bagi orang Kristen yang memiliki Yesus, yang memiliki Allah! Orang Kristen yang bekerja melayani bersama dengan Allah pasti akan dapat melihat orang dan bangsa yang paling keras di bumi akan percaya kepada Yesus! Gereja mula-mula melewati sepuluh aniaya besar juga ada jalan keluar. Dalam sejarah Gereja telah mengalami banyak penganiayaan, bidah, kegagalan, totalitarian dan kelemahan, dan masih ada jalan keluar. Valignano misionaris Jesusit (meninggal pada 1606) di periode awal di Makau, berkali-kali berseru sambil menghadap ke arah Cina: 「Batu ah, batu, kapankah engkau akan terbuka!」 Selama pemberontakan Boxer 1900, sekitar 241 misionaris dan lebih dari 20.000 orang percaya dibunuh tewas. Tetapi seorang pengkhotbah pada saat mati meninggalkan catatan mengatakan: 「meskipun peluang melarikan diri sangat kecil; Tapi kita sejak awal sudah memandang mati seperti kembali saja, jika Tuhan memerintahkan kepada kita bersedia meletakkan hidup kita. Semua misionaris berada dalam bahaya, dan jika tidak satupun dari kita bertahan, di masa depan akan ada lebih banyak misionaris yang datang menggantikan kami!」 Misionaris yang lain berkata: 「oleh karena itu, jangan biarkan hatimu sedih, dan jangan membiarkan tangan menggantung ke bawah, dan jangan kehilangan keberanian. Ketika saatnya tiba, dari antara benih yang kita tabur di sini pasti akan berbuah. Ketika kerusuhan mereda, kirimlah lebih banyak para saksi datang ke Cina.」

Sebuah kalimat terkenal dari Hudson Taylor: 「pekerjaan Tuhan biasanya memiliki tiga tahap: dari 『tidak mungkin,』 menjadi 『banyak kesulitan』 dan akhirnya 『berhasil』」 Di kantor pusat China Inland Mission di Singapura terdapat papan yang bertuliskan: 「Have Faith in God!」 「Miliki iman dalam Tuhan!」 Saya mengagumi Pendeta Shiming, dekan di periode awal dari Alliance Bible Seminary. Dia adalah salah satu pendiri Alliance Bible Seminary di Wuzhou, Guangxi, dan ia adalah salah seorang misionaris yang membuka pintu untuk penginjilan di Vietnam pada tahun 1911. Di masa tua, ia masih harus membayar darah bagi Injil dan mengabdikan sisa hidup 17 tahun untuk banyak kelompok etnis miskin di Indonesia. Ketika Jepang menginvasi Indonesia, ia tertangkap di kamp konsentrasi dan akhirnya meninggal di kamp konsentrasi di Indonesia. Hari ini gereja di Indonesia yang ia dirikan, memiliki jemaat sebanyak 300.000, terdapat 12 seminari, dan sekitar 3.000 gereja. Siswa dari berbagai suku, termasuk orang-orang dari suku kanibal.

Hudson Taylor berkata: 「Semua raksasa rohani yang dipakai Tuhan, adalah orang yang pernah menjadi lemah! Mereka dapat melakukan hal-hal besar bagi Allah adalah karena mereka percaya bahwa Tuhan beserta dengan mereka.」 Sebuah hak khusus bagi orang Kristen adalah untuk mengakui rasa takut diri sendiri, tidak berdaya, panik dan lemah. Salah satu hak istimewa besar dari seorang pengabar Injil adalah mengakui bahwa ia tidak memiliki jawaban, tidak ada jalan keluar, tidak ada kekuatan. Jalan keluar para pengabar Injil bukan pada dirinya sendiri, jalan keluar para pengabar Injil ada pada Allah. Allah mampu! Allah mampu menyelamatkan hati yang keras! Allah mampu menyelamatkan bangsa keras hati!

Renungkan: Karena Tuhan mampu, Tuhan mampu menyelamatkan hati yang keras, apakah hari ini Anda bisa membuat daftar nama-nama beberapa teman dan kerabat yang masih sulit untuk percaya? Apakah Anda bersedia untuk berdoa dengan sungguh-sungguh untuk mereka percaya dalam waktu-waktu mendatang?

Selain itu, apakah Allah menempatkan kebutuhan beberapa orang atau kelompok orang untuk percaya Tuhan di dalam hatimu?

Allah mampu! Allah mampu menyelamatkan hati yang keras! Allah mampu menyelamatkan bangsa keras hati! Apakah Anda bersedia ambil tekad untuk bekerja bersama dengan Tuhan?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).