Tag Archives: Anugerah

Efesus 3:7-9

「Kasih karunia Allah」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 3:7-9 [ITB])
1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah

7 Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.
8 Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, 9 dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu

Setelah 3:2-6 yang menjelaskan tentang isi dari rahasia ini, di ayat 7 Paulus barulah melanjutkan hal yang ingin dijelaskannya di ayat 3:1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah, setelah ayat 1 ia berhenti tidak melanjutkan menjelaskan tugas misinya. Di ayat 3:1, Paulus menyatakan bahwa ia dipenjarakan karena Kristus Yesus, di satu sisi ia mengungkapkan situasi bahwa ia berada dalam penjara, dan di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa ia terikat oleh Injil Yesus Kristus. Di sini, dia menunjukkan bahwa dia adalah seorang hamba Injil, yang juga mencerminkan ketundukan penyerahan dirinya pada tugas misi Injil Yesus Kristus. Perasaan ketundukan ini juga tercermin dalam 2 Korintus 5:14-15: Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka. Dapat dilihat bahwa dalam isi hati Paulus, dirinya tidak hanya seorang hamba Injil kabar bahagia, tetapi semua orang percaya sama-sama memiliki keterikatan untuk menjadi utusan Injil.

Paulus dengan kepastian percaya bahwa penyebab dia menjadi hamba Injil kabar bahagia, adalah anugerah menurut pemberian kasih karunia Allah dan pengerjaan kuasa Allah. Pengerjaan oleh Allah Maha Kuasa tidak perlu mengandalkan orang untuk menyelesaikan karya-Nya, tapi Allah dalam anugerah-Nya sehingga orang punya kesempatan untuk ikut serta dalam pekerjaan-Nya. Pelayanan bukanlah pekerjaan, tapi anugerah Allah, kesempatan yang Allah berikan kepada kita untuk mengenal kuasa besar-Nya.

Dalam ayat 8, Paulus mengatakan bahwa dirinya yang paling hina dari semua orang-orang kudus. Kata yang paling hina tampaknya dibuat oleh Paulus sendiri, kata sifat ini dalam bentuk asli di tempat lain di luar muncul 13 kali, sangat jelas menggambarkan sesuatu yang sangat kecil. Tapi di sini, Paulus menambahkan sufiks yang relatif lebih lagi di akhir dari kata sifat tingkat tertinggi ini, dan dapat diterjemahkan sebagai lebih kecil dari yang terkecil (RCUV); less than the least (KJV), yang dengan jelas mencerminkan rasa ketidaklayakan oleh diri Paulus sendiri (lihat kekayaan makna yang tersirat dalam ITB yang paling hina). Meskipun kita tidak serta merta mendeskripsikan diri kita dengan cara yang sama, tetapi kita perlu seperti Paulus. Untuk mengabdi kepada Allah dan diberi kesempatan berpartisipasi dalam pelayanan Injil kabar bahagia Yesus Kristus, kita memiliki sikap sebagai orang yang tidak layak, sehingga kita lebih menghargai kesempatan pelayanan.

Paulus menggunakan dua ekspresi paradoks di ayat 3:8-9. Di satu sisi, dia menunjukkan bahwa kekayaan Kristus tidak terduga, dan ini adalah rahasia yang tersembunyi selama berabad-abad di dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu; tetapi di sisi lain, dia ingin menunjukkan bahwa kelimpahan yang tak dapat diduga-duga ini dapat disampaikan kepada orang non-Yahudi, dan tepat karena demikian maka rahasia ini dapat dipahami, rahasia yang tersembunyi di masa lalu ini dapat dimengerti oleh semua orang. Ini menekankan bahwa dasar dari karya Injil ini adalah anugerah Allah, karena di luar wahyu-Nya tidak ada siapapun yang bisa mengetahui kekayaan Kristus yang tak terduga. Jika bukan karena campur tangan Allah melalui Roh Kudus, tidak ada yang bisa memahami rahasia yang tersembunyi ini.

Renungkan:
Karunia Allah adalah dasar dari penyembahan dan pengabdian kita, dan kita hanya dalam ketidaklayakan diri merespons pekerjaan-Nya yang luar biasa.


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 1:3

「Terpujilah Allah」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 1:3 [ITB])
3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.

Seluruh paragraf Efesus 1:3-14 terdiri dari serangkaian kata ganti dan kata sifat, merupakan kalimat dengan struktur yang kompleks, berisi beberapa klausa subordinat. Tidak mudah dianalisis dengan jelas yang membuat proses memahami bagian ini menjadi sulit, dan memiliki tantangan tertentu.

Namun di sisi lain, dapat kita pastikan bahwa Paulus ingin mengungkapkan inti sari penting yang terintegrasi dalam kalimat kompleks ini. Pertama-tama ia memakai metode himne pujian Ibrani, di klausa pertama ia mengungkapkan garis besar pujian ini, dan kemudian memasukkan detail dan alasan pujian dalam klausa subordinat berikutnya.

Di ayat 3 ini Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga, Paulus memakai beberapa kata yang saling berkaitan untuk mengungkapkan tema (garis besar) dari pujian ini, menunjukkan bahwa Allah adalah sumber dari segala kasih karunia. Bahasa asli kata pujian (Εὐλογητὸς eulogetos), mengaruniakan (εὐλογήσας eulogísas), dan berkat (εὐλογίᾳ eulogia) memiliki akar kata yang sama. Di satu sisi, mereka dapat memiliki efek paralel dalam pengucapan, dan di sisi lain, mereka juga menghubungkan terpujilah Allah saling berkait erat dengan telah mengaruniakan, ini juga mencerminkan format dasar himne dalam Perjanjian Lama.

Pujian (Εὐλογητὸς eulogetos) pada dasarnya merupakan kata sifat, dan pada frasa pertama ini tidak ada kata kerja, sehingga frasa pertama dapat diartikan sebagai sebuah deklarasi bahwa Allah memang layak terpuji. Namun di dalam himne ini, pembukaan yang berbentuk pengumuman deklarasi ini memiliki efek memanggil, mengajak para pembaca untuk menaikkan pujian sebagai respons atas seruan ini, maka banyak terjemahan menggunakan kata kiranya pujian untuk mengungkapkan makna ajakan ini (ITB sangat sesuai memakai bentuk ajakan terpujilah).

Pujian adalah ditujukan kepada Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang menunjukkan hubungan antara kita dan Allah. Allah adalah Bapa dari Yesus Kristus, dan Yesus Kristus adalah Tuhan kita, menyatakan bahwa melalui Yesus Kristus, kita dapat pergi kepada Allah dan menyembah Dia, ini adalah pesan penting dalam surat Efesus.

Di paruh kedua ayat ini, Paulus dengan sederhana dan kuat menunjukkan mengapa Allah layak dipuji. Pertama-tama ia memakai sebuah kata bentuk partisip untuk menunjukkan bahwa Allah adalah pemberi anugerah. Dengan kata lain, kita memuji Allah bukan karena kita mampu memberi Dia sesuatu, tetapi karena Dia sudah memberi anugerah kepada kita, kita hanya menanggapi kasih karunia Allah.

Ayat ini lebih jauh menggambarkan apa yang Allah telah berikan kepada kita yakni segala berkat rohani di dalam sorga. Dalam urutan teks bahasa aslinya, pertama-tama ditunjukkan bahwa yang diberikan Tuhan adalah beraneka ragam (πάσῃ pasē) berkat, ini memiliki makna komprehensif menyeluruh. Meskipun dalam ayat-ayat selanjutnya dicantumkan beberapa contoh penting, namun apa yang diungkapkan di sini sangat komprehensif dan kaya melimpah.

Kata sifat yang mengikuti selanjutnya dan juga frasa kata sifat yang mengikuti, memiliki efek saling menjelaskan secara timbal balik. Paulus menunjukkan bahwa karunia yang Allah berikan kepada kita adalah rohani dan surgawi. Ini bukan untuk menyangkal bahwa Allah memberi kita berkat jasmani, tetapi untuk menekankan karunia di dalam Kristus bersifat melampaui segalanya, dan itu tidak akan dibatasi oleh berkat jasmani dan berkat materi. Di antaranya, di dalam sorga diawali dengan preposisi, ditambah akar kata ini telah mengungkapkan sifat surgawi, yang jelas memiliki efek penekanan. Oleh karena itu, sebagian orang akan menafsirkannya sebagai di sorga yang tinggi, untuk mengungkapkan sifat transendensi (sifat melampaui segalanya) dari karunia-karunia ini .

Terakhir, ayat ini menunjukkan bahwa karunia Allah ini dianugerahkan kepada kita di dalam Kristus. Di satu sisi, ini mengungkapkan sifat perantara Yesus Kristus, dan di sisi lain, itu berarti bahwa kita menikmati karunia-karunia ini hanya dalam hubungan persatuan kita dengan Yesus Kristus. Pekerjaan Allah bagi kita diselesaikan melalui Yesus, sehingga kita dapat menikmati kelimpahan karunia ini di dalam Dia.

Renungkan:
Terpujilah Allah, dan kasih karunia-Nya berlimpah. Biarlah hidup kita bersaksi tentang Dia.

(Tambahan penerjemah: Kita menikmati karunia-karunia rohani sorgawi yang berkelimpahan, yang hanya dianugerahkan kepada kita di dalam hubungan persatuan kita dengan Yesus Kristus. Demikian juga pekerjaan Allah bagi kita yang diselesaikan-Nya melalui Yesus. Memnag sepatutnya kita hidup dengan penuh rasa syukur dan kesadaran bahwa tanpa Tuhan kita Yesus Kristus maka tidak ada segala kelimpahan tersebut. Ambillah satu atau dua komitmen bagaimana Anda hendak mengekspresikan bahwa Tuhan Yesus merupakan Peran utama dalam aktifitas kita, Ia bukan merupakan prioritas sampingan di antara kesibukan? Soli Deo Gloria.)

(Catatan terjemahan asli: Seluruh paragraf Efesus 1:3-14 terdiri dari serangkaian kata ganti relatif (relative pronouns, kata ganti yang digunakan untuk menghubungkan dua kalimat dan menerangkan kata benda, misal: who, whom, whose, which, that) dan partisip (participle, merupakan turunan dari kata kerja, yang biasanya digunakan sebagai kata sifat). Merupakan kalimat kompleks yang berisi beberapa klausa subordinat. Di antara banyak klausa subordinat, sintaksisnya tidak mudah dianalisis dengan jelas. Hubungan tersebut membuat penafsiran dari bagian ini menjadi sulit, dan analisis struktural juga menimbulkan tantangan tertentu.)


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 3:1-2

Penghakiman 1 atas Israel, (1) Konsekuensi dari Anugerah
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 3:1-2 [ITB])
1 Dengarlah firman ini, yang diucapkan TUHAN tentang kamu, hai orang Israel, tentang segenap kaum yang telah Kutuntun keluar dari tanah Mesir, bunyinya: 2 Hanya kamu yang Kukenal dari segala kaum di muka bumi, sebab itu Aku akan menghukum kamu karena segala kesalahanmu.

Perikop 3:1-15 adalah yang bagian pertama dari tiga pesan penghakiman, tujuan utama untuk memberi tahu umat Allah bahwa penghakiman pasti akan datang.

Di sini meskipun yang dipergunakan adalah kata Israel untuk merujuk kepada pendengar, tetapi karena ditekankan di bagian berikutnya bahwa Allah memimpin mereka segenap keluarga keluar dari Mesir, maka itu juga harus mencakup kerajaan Yehuda yang ada di selatan, jadi ini merujuk pada seluruh bangsa Israel, termasuk kerajaan utara dan selatan. Nabi Amos mengingatkan umat Israel tentang hubungan antara Allah dan mereka, Allah adalah Tuhan yang menyelamatkan mereka keluar dari perbudakan di Mesir. Hubungan ini melingkupi banyak pengalaman masa lalu dari seluruh bangsa itu, ada pengalaman penganiayaan, penindasan, dan penderitaan, termasuk tangisan mereka kepada Allah untuk meminta bantuan. Ketika keselamatan Allah datang, mereka tidak hanya keluar dari perbudakan, Allah sendiri yang memimpin mereka dengan tiang awan dan api untuk berjalan di padang pasir, kasut mereka tidak rusak di kaki mereka, ada penyediaan manna setiap hari, dan tidak ada kekurangan puyuh sebagai konsumsi daging, tidak ada kekurangan air meskipun berada di padang pasir meskipun empat puluh tahun lamanya berjalan di padang pasir tetapi harta yang didapatkan dari orang Mesir dapat digunakan untuk membangun sebuah Kemah Pertemuan yang indah luar biasa bagi orang Israel, sehingga mereka dapat beribadah dalam skala besar.

Kemah Pertemuan menjadi titik pusat orang Israel ketika dua belas suku berbaris di padang pasir mengikuti tiang api dan awan. Mereka memiliki hakim Musa sebagai pemimpin, dan pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang yang akan mengurus kebutuhan mereka; bahkan lebih lagi, Allah menggunakan sepuluh hukum yang disampaikan melalui Musa sebagai cetak biru tuntunan kehidupan mereka. Setelah keluar dari Mesir, orang-orang Israel sudah menjadi negara yang memiliki iman religius, memiliki badan kepemimpinan politik, dan administratif.

Allah tidak hanya membawa mereka keluar dari Mesir, juga membentuk mereka di padang belantara, memimpin mereka masuk tanah Kanaan dan membagi tanah Kanaan kepada dua belas suku, sehingga bangsa Israel tinggal menetap di Kanaan.

Nabi Amos menyebutkan bahwa dari antara segala kaum di muka bumi TUHAN (Yahweh) hanya mengenal umat Israel, mengenal adalah rahmat istimewa Allah bagi orang-orang Israel, yang mencakup makna pengakuan, perhatian, dan cinta kasih, meskipun kata pilihan tidak digunakan, tetapi terdapat makna tersebut. Mengenal adalah kata yang sering digunakan dalam pernikahan, yang berarti bahwa Allah memperlakukan orang-orang Israel sebagai istri, khusus mencintai mereka dan memilih mereka. Dari semua bangsa, Allah terlebih dahulu memilih Abraham, tetapi dari satu pemilihan tunggal ini dengan jelas Allah menunjukkan bahwa pilihan-Nya adalah untuk membuat Abraham menjadi berkat bagi semua bangsa (Kej. 12:1-3), dan kemudian anugerah yang memberkati semua bangsa-bangsa ini diwariskan kepada keturunan Abraham (Kej. 22:18).

Pilihan Allah membawa anugerah, tetapi pada saat yang sama juga membawakan tanggung jawab. Nabi Amon membangkitkan perhatian orang Israel dengan yang diucapkan TUHAN tentang kamu (lih. juga beberapa terjemahan Inggris dan CUV the LORD has spoken against you (ayat 1a), dan memperingatkan orang-orang Israel dengan Aku akan menghukum kamu karena segala kesalahanmu (ayat 2b).

Dalam dua ayat ini, nabi mengulangi kata segenap / segala sebanyak tiga kali. Frasa segenap kaum yang telah Kutuntun keluar dari tanah Mesir menekankan semua orang dalam keluarga Israel. Segala kaum di muka bumi mengacu pada semua bangsa-bangsa yakni semua umat manusia di dunia. Tuhan juga pasti akan mengejar kejahatan mereka, segala kesalahanmu, hukuman Allah akan datang kepada semua orang Israel.

Renungkan:
Ketika orang percaya mengingat kembali tentang anugerah keselamatan dari Tuhan, tentu saja kita mengingat kasih tanpa syarat dari Kristus, kita diselamatkan bukan karena kebaikan kita atau tindakan kita, tetapi karena kasih Kristus. Ketika kita adalah orang berdosa, kasih Allah dinyatakan kepada kita. Tetapi ketika kita sudah diselamatkan, kita harus menjadi kudus karena Allah adalah kudus, apakah kita ada berbuat dosa kehilangan kekudusan, identitas sebagai umat milik Allah? Kita akan diminta tanggung jawab oleh Allah. Penghakiman atas Israel, hal pertama: Konsekuensi dari Anugerah

Karena Tuhan memberkati Abraham dan menjadikannya sebagai berkat bagi semua bangsa, demikian juga keturunan Abraham agar menjadi berkat bagi semua bangsa di bumi. Kita orang percaya sebagai keturunan Abraham juga harus menjadi berkat semua bangsa di bumi dan memperluas jangkauan anugerah Allah kepada bangsa-bangsa. Apakah kita dalam hal Amanat Agung telah kehilangan kesaksian kita dan mengabaikan perintah Kristus kepada setiap orang percaya ini?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Roma 11:7-10

「Lancar Tanpa Halangan dalam Dosa adalah Pembalasan yang Paling Mengerikan!」

Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 11:7-10 [ITB])
7Jadi bagaimana? Israel tidak memperoleh apa yang dikejarnya, tetapi orang-orang yang terpilih telah memperolehnya. Dan orang-orang yang lain telah tegar hatinya,
8seperti ada tertulis: 「Allah membuat mereka tidur nyenyak, memberikan mata untuk tidak melihat dan telinga untuk tidak mendengar, sampai kepada hari sekarang ini.」
9Dan Daud berkata: 「Biarlah jamuan mereka menjadi jerat dan perangkap, penyesatan dan pembalasan bagi mereka. 10Dan biarlah mata mereka menjadi gelap, sehingga mereka tidak melihat, dan buatlah punggung mereka terus-menerus membungkuk.」

Pembalasan yang paling mengerikan adalah orang dibiarkan lancar tanpa halangan dalam dosa! Orang yang lancar tanpa hambatan dalam dosa dan berkeras kepala tidak mau berubah, adalah orang yang senantiasa tidak mencari kasih anugerah dan tidak mau bertobat percaya Yesus. Tetapi tanpa Yesus maka tidak akan ada anugerah, tidak akan ada pendamaian, tidak akan ada harapan, tidak ada kehidupan kekal! Paulus dibuat berdukacita oleh sesama warga bangsanya yang menolak Yesus, dan akhirnya yang datang menyambut adalah penghakiman saja. Ada pepatah barat: 「Hendak pergi ke surga, seseorang boleh tidak sehat, tidak kaya, tidak punya medali penghargaan, tidak berpendidikan, tidak memiliki teman; tetapi jika ia tidak memiliki Kristus, dia tidak bisa pergi ke surga.」Martin Luther mengatakan:「jika tidak memiliki Kristus, Tuhan yang kita temui hanyalah seorang Hakim yang penuh dengan murka.」

Ketika orang Israel terus menolak Kristus Juruselamat, mereka terus menerus menjadi orang yang keras kepala tidak mau berubah, menunggu Pengadilan akhir dari Allah bagi mereka. Paulus sangat tidak menyukai kekerasan hati mereka, ia mengutip kata-kata yang tajam dari Perjanjian Lama untuk memberikan peringatan kepada mereka. Dalam pengantar di ayat Rom. 11:8-10, Paulus menggabungkan Yes. 29:10, Ul.29:4 (lihat Yes. 6:9-10) dan Maz. 69:22-23 adalah menjawab apa yang ia katakan di pasal 9. Di Rom. 9:31 Paulus berkata 「tetapi orang Israel mengejar kebenaran dari hukum Taurat, malahan tidak mendapatkan kebenaran hukum Taurat.」 Di sini Paulus tidak hanya berkata bahwa mereka tidak mendapatkannya, dan lebih lanjut mengatakan 「tetapi umat pilihan mendapatkan!」 Ada Yesus, barulah ada berkat kebahagiaan!

Beberapa bagian Alkitab yang paling tajam, menggunakan bentuk aktif untuk menyatakan hukuman Tuhan: Tuhan membiarkan orang-orang terus berkeras kepala, tidak sadar, buta dan tuli adalah untuk memberikan hukuman yang terbesar. Ketika orang lancar tanpa hambatan dalam dosa, mereka seringkali dalam rohani menegarkan hati, tidak sadar, buta dan tuli. Semua nasihat yang baik dan peringatan, mereka abaikan! Mereka dari luar tampak sangat lancar dan bagus, tapi secara kenyataannya, orang berdosa yang berkeras tidak bertobat karena ketegaran hati rohani sehingga membiarkan hati rohaninya tidur terlelap, karena mata buta maka mengabaikan peringatan, karena telinga tersumbat dan tidak menerima nasihat, maka yang menyambut adalah hukuman untuk selama-lamanya tidak bisa berpaling kembali. Berkutat terus menerus lancar tanpa halangan dalam dosa adalah hukuman terbesar dari Tuhan kepada orang jahat, maka mereka tidak akan bisa bertobat dan kembali. Firaun pada zaman kuno terlebih dahulu memperbudak bangsa Israel, lalu kemudian memerintahkan para bidan untuk diam-diam membunuh anak yang lahir, dan kemudian dengan terbuka membunuh setiap anak Israel. Musa telah berkali-kali memperingatkan Firaun, meskipun Firaun telah berulang kali secara permukaan kulit bertobat, tetapi dalam tulangnya ia tetap tersesat tidak mau sadar, sehingga mendatangkan 10 tulah yang membinasakan. Firaun yang bersikeras membawa tentara di Laut Merah hendak membunuh orang Israel, tetapi yang didatangkannya adalah kehancuran.

Terjemahan literal dari Rom. 11:9 adalah: Daud berkata『kiranya meja mereka menjadi menjadi jaring jerat, perangkap, batu sandungan dan pembalasan bagi mereka.』 Orang fasik akan memiliki kemenangan jahat yang singkat, dan akan menyombongkannya. Tapi kelancaran jahat ini merupakan 「jerat, perangkap, tersandung dan pembalasan」 bagi diri mereka. Ketika orang-orang fasik mabuk dalam kegembiraan ini, apa yang menunggu mereka adalah penghukuman yang kekal dan terberat, ini adalah 「pembalasan.」 Banyak orang kecanduan nafsu jahat, setelah kegembiraan singkat, tidak hanya mencelakakan diri sendiri, tetapi juga menyebabkan keluarga rusak dan hancur. Kejahatan akan menjadi beban yang membuat mereka terbungkuk. 「Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan」 (Amsal 16:18). Dapat berbuat sekehendak hati, bukanlah berkat, tetapi adalah kutukan paling mengerikan. Sebaliknya, dalam dosa kejahatan mengalami hambatan dan frustrasi adalah peringatan yang diberikan Allah! Berbahagialah orang yang dapat mendengar tanda peringatan dan bersedia untuk berputar kembali. Dapat berubah kembali kepada kebenaran, percaya kepada Yesus adalah berkat paling indah dalam kehidupan.

Malam 4 Maret 2011, tiga tempat di bagian utara, tengah dan selatan Taiwan di pusat penahanan terdapat lima tahanan yang akan menghadapi hukuman mati. Salah seorang tahanan bernama Wang Zhi Huang yang memiliki julukan 「roh jahat lupa budi」 merenungkan kembali hidupnya, pada waktu muda pernah berkata sombong: 「lebih baik mati dengan heroik, tidak ingin hidup sebagai orang biasa-biasa!」 「Asal saya senang, apa yang tidak boleh?」 Tapi sebelum meninggal, ia ingin menasihati orang: 「Berpikirlah tentang diri Anda dan berpikirlah tentang keluarga Anda.」 Ia didorong oleh konselor penjara, menuliskan kata-kata peringatan untuk mengingatkan orang lain yang dalam dosa: 「『ketika Anda berbaring di tumpukan tanah di lapangan eksekusi, sebuah peluru menembus jantung, sekitar 30-40 detik, akan karena kekurangan oksigen dan mengalami koma, dan kemudian setelah sekitar dua setengah menit ~ empat menit, akan karena darah mengucur di dada lalu tenggelam dalam kolam genangan darah sendiri… 』 Permisi bertanya: apakah ini adalah hidup yang Anda inginkan? Saya pribadi setiap saat ketakutan oleh mimpi buruk ini. Saya berharap bahwa baik-baik merencanakan masa depan Anda, dan berpikir dengan hati-hati dan bertindak dengan hati-hati!」 Jika hukuman mati di dunia ini begitu menakutkan, bagaimanakah kengerian hukuman api neraka? Anak yang hilang, kembalilah! Kita harus takut kejahatan!

Renungkan: ketika Anda masih muda, apakah Anda pernah menuruti semaunya kehendakmu? Apakah perkataan atau perbuatan yang menuruti semaunya kehendakmu itu mendatangkan bayang-bayang hitam, kegelapan dan tragedi?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Roma 11:5-6

「Anugerah adalah Anugerah! Bukan Mengadalkan Perbuatan!」

Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 11:5-6 [ITB])
5Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia.
6Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.

Charles R. Swindoll berkata: 「Kebanggaan tidak meninggalkan ruang untuk anugerah.」 Tidak memohon anugerah Tuhan, tidak tahu bahwa diri sendiri tak berdaya untuk menyelamatkan, menghalangi banyak orang-orang percaya kepada Yesus!

Dalam kedua ayat ini, Paulus menempatkan empat konsep bersama: benih sisa, umat pilihan, anugerah, dan perbuatan. Kata leimma bahasa Yunani dari kata 「sisa」 yang terdapat dalam Rom.11:5, hanya muncul satu kali dalam Perjanjian Baru, tetapi 「sisa」 adalah sebuah konsep yang sangat penting dalam Perjanjian lama. Dalam Alkitab terjemahan Mandarin CUVT, istilah 「benih sisa」 hanya muncul tiga kali (Kej. 45:7 dalam ITB sebagai 「kelanjutan keturunan」; Yes. 1:9 dalam ITB sebagai 「meninggalkan sedikit」; Rom. 9:29 dalam ITB sebagai 「meninggalkan keturunan」) , tapi dalam Alkitab bahasa Inggris NIV, kata remnant (sisa) muncul 65 kali, tiga kali dalam Perjanjian Baru (Kis. 15:17; Rom. 9:27;11:5); dalam terjemahan Mandarin CUVT kebanyakan menerjemahkannya sebagai 「sisa.」 Di banyak tempat terdapat topik 「umat sisa.」 Dalam Yes. 37:32, Tuhan menubuatkan 「Sebab dari Yerusalem akan keluar orang-orang yang tertinggal dan dari gunung Sion orang-orang yang terluput; giat cemburu TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.」 Dalam Yer. 50:20, Tuhan menyatakan:「… Aku akan mengampuni orang-orang yang Kubiarkan tinggal hidup.」 Di Mikha 2:12, Tuhan berjanji: 「Dengan sungguh-sungguh Aku akan mengumpulkan engkau seluruhnya, hai Yakub, dengan sungguh-sungguh Aku akan menghimpunkan sisa orang Israel …」 Sesuai dengan kejahatan Israel, Allah dapat meninggalkan mereka sama sekali; tetapi Allah menyimpan 「suatu sisa」 bagi mereka.

Paulus menekankan bahwa jika seseorang dapat diselamatkan, itu bukan karena kebaikan atau perilaku mereka, tetapi hanya karena 「menurut pemilihan」 (according to election) , adalah karena 「anugerah」 pemilihan. Ini adalah menyambung Rom. 9:11 bahwa Allah memilih Yakub adalah sebelum ia lahir. Di Rom. 9:11 dan 11:5, Paulus menggunakan ungkapan 「sesuai dengan pemilihan」, tetapi di Rom. 11:5, Paulus lebih lanjut menekankan bahwa Allah adalah masih murah hati kepada bangsa Israel adalah 「sesuai kasih karunia pemilihan」 (according to the election of grace) ! Paulus menekankan bahwa pemilihan adalah pemilihan, bukan karena menurut perilaku, secara total seluruhnya adalah anugerah. Dengan penggunaan ekspresi 「sisa atau benih sisa,」 itu mengungkapkan jelas bahwa mereka tidak layak mendapatkan keselamatan. Moody mengatakan 「Anugerah adalah kasih karunia yang tidak pantas didapatkan.」 Anugerah menyiratkan bahwa kita aslinya tidak layak; kasih anugerah pemilihan menyatakan Allah dengan cuma-cuma memberikan anugerah di antara manusia berdosa yang tidak layak, yang sudah jatuh, dan tidak ada harapan. Jadi Paulus menekankan bahwa itu adalah anugerah, maka pasti bukan berdasarkan perbuatan.

Spurgeon berkata: 「Hanya kasih karunia yang telah membuat kita rendah hati, tapi itu pada saat yang sama juga telah membuat kita sukacita.」 Billy Graham memakai lagu hymn 「Just As I Am」 untuk melihat hidupnya. Pada saat ia melakukan panggilan altar, ia suka menggunakan lagu hymn ini untuk mendorong orang percaya kepada Yesus. Lagu pujian ini berkata 「Sama seperti aku, tiada yang dapat dipuji, tetapi darah Mu mengalir bagi ku menerima hukuman, dan Engkau memanggil aku datang kepada Mu menerima keselamatan, Yesus Juruselamat, aku datang! Aku datang!」 (berdasarkan terjemahan Mandarin.) Anugerah mengingatkan bahwa kita tidak memiliki apapun untuk dipuji, kasih karunia juga mendorong kita bisa 「sama seperti aku」 (Just As I Am) untuk datang ke takhta kasih anugerah Allah, memohon dan menerima anugerah cuma-cuma dari Allah.

「Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.」 (Ibrani 4:16) Tidak peduli kita jatuh ke dalam keadaan apapun, kita dapat berdoa memohon kasih anugerah Allah! Orang yang benar-benar mengenal diri mereka sendiri dan mengenal Allah akan memohon kepada anugerah Allah sepanjang hidup mereka dan sepanjang hidup mereka bersandar pada anugrah Tuhan.

John Newton dalam lagu pujian 「Sangat Besar Anug’rah-Mu (Amazing Grace) 」 mengatakan: 「Lewat bahaya dan jerat, Jiwaku t’lah datang, Oleh anug’rah ‘ku s’lamat, Dan jiwaku senang. Ya, Tuhan, bila hamba-Mu ajalnya tlah dekat. Anugrah-Mu itu memb’ri sentosa dan suka」 Philip Teng mengatakan: 「semboyan hidup saya adalah 『kedaulatan anugerah Allah』 (God’s Sovereign Grace) 」. Melihat balik seumur hidupnya, ia berkata 「melihat ke belakang semuanya penuh anugerah; melihat ke depan, semuanya penuh anugerah, terima kasih Tuhan telah memperlakukan seorang yang layak ini. 」 Seumur hidup bersandar dan mengandalkan anugerah bukanlah suatu tindakan pengecut, tetapi pengenalan yang sejati akan siapa diri sendiri dan mengenal Allah! Orang yang seumur hidup memohon anugerah adalah orang yang benar-benar mengenal Allah!

Renungkan: 「Kita harus memiliki 100% berusaha keras, tetapi kita juga harus secara total bergantung sepenuhnya pada kasih anugerah Tuhan」 tetapi orang yang benar-benar memahami kuasa besar Allah dan keterbatasan diri sendiri akan menambahkan sebuah kata: 「Kita dapat terus berjuang, semua adalah mengandalkan kasih karunia!」

Paulus mengatakan: 「Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.」 (1 Kor. 15:10).

Seumur hidup orang Kristen melalui hidupnya dengan bersandar mengandalkan kasih karunia! Kasih anugerah membuat kita hormat, kasih anugerah membuat kita bersyukur, kasih anugerah memungkinkan kita tidak perlu takut untuk menjalani hidup, untuk seumur hidup memohon anugerah Tuhan!
Apakah Anda mendapatkan kedamaian dan penghiburan dengan merenungkan 「kedaulatan anugerah Allah」?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Roma 9:14-16

「Allah Berdaulat! Bermurah Hati kepada Siapa Ia Mau!」

Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 9:14-16 [ITB])
14Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil!
15Sebab Ia berfirman kepada Musa: 「Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.」
16Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.

Dalam perikop ini, Paulus menjawab tuduhan kedua: 「Apakah ada ketidakadilan (tidak benar) pada Allah?」 「Ketidakbenaran」 (adikia) diterjemahkan sebagai 「tidak adil」 dalam CUVT (demikian juga ITB). 「Ketidakbenaran」 adalah terjemahan yang lebih sesuai. Seperti disebutkan di atas, Allah 「lebih mencintai」 Yakub, 「kurang mencintai」 Esau. Pemilihan adalah kehendak Allah, mungkin membuat orang ada yang merasa bahwa dengan demikian tidak ada 「kesamarataan」 dan 「keadilan」 yang mutlak. Tetapi Paulus menanyakan: Allah memiliki kedaulatan memilih, apakah terdapat 「ketidakadilan」 pada Allah? Sebagai contoh, kita memiliki pilihan untuk memberikan amal, kita dapat memberikan sedekah kepada seorang pengemis, tetapi tidak memberikan sedekah kepada pengemis yang lain, lalu apakah bisa dikatakan melakukan 「ketidakadilan」?

Ungkapan 「absolut tidak! (Mustahil)」 (me genoito) muncul 10 kali dalam Surat Roma, dan digunakan saat menyangkal ajaran sesat! Di ayat 15 Paulus mengutip Kel. 33:19, untuk menunjukkan bahwa Tuhan hak berdaulat memperlakukan dengan anugerah kepada siapa Ia mau. Ayat 15 diterjemahkan literal adalah 「Aku akan mengasihani mereka yang Aku sekarang berbelas kasihan, dan Aku akan bermurah hati orang-orang yang sekarang Aku bermurah hati.」 Pertama-tama ada hati 「belas kasih, kasih karunia」 dari Allah, maka kemudian ada tindakan 「belas kasih, kasih karunia」. Hanya karena ada kemurahan hati Tuhan sehingga kita bisa menerima anugerah Allah.

Terjemahan literal ayat 16 adalah 「dalam pandangan ini, itu tidak peduli tentang ia yang berkeinginan, atau ia yang berlari mengusahakan, tetapi peduli Allah yang berbelas kasihan.」 Paulus bukan membuat kontras perbandingan 「belas kasihan」 dengan 「berkeinginan, atau berlari mengusahakan」, tetapi membuat kontras perbandingan 「『dia』 orang yang mempunyai keinginan」 dengan 「『dia』 orang yang berlari mengusahakan」 dengan 「『Ia 』 Allah yang berbelas kasihan」, ini adalah kontras antara 「manusia」 dengan 「Allah」. Faktor yang benar-benar menentukan dalam pemilihan adalah 「Allah」 bukan 「manusia」.

Ketika Allah berkata kepada Musa bahwa Ia 「ingin berbelas kasihan pada siapa, maka berbelas kasihan kepada siapa,」 tolong tanya bukankah Israel ini penuh dengan 「keras kepala, jahat, berdosa」 (Ul. 9:27)? Sebagian orang Israel diselamatkan pasti bukan karena mereka 「keras kepala, jahat, berdosa」,tetapi hanya karena 「Allah」 dan anugerah cuma-cuma dari Dia. Dunia seharusnya diadili dan dihukum untuk dosa-dosanya, dan apakah adalah 「tidak benar」 ketika Tuhan tidak memilih orang berdosa? Berulang Paulus menekankan: Allah memiliki penghakiman yang 「benar」, Allah juga memiliki anugerah dan belas kasihan cuma-cuma yang 「benar」! Tuhan menghakimi orang, tidak ada 「tidak benar」! Tuhan tidak memilih orang berdosa, tidak ada 「tidak benar (tidak adil)」! Tetapi ketika Allah memilih dari antara orang berdosa, Tuhan memberikan 「anugerah」 kepada kita yang sama sekali tidak layak! Allah memberikan seseorang tambahan yakni 「anugerah」, dan membiarkan orang yang lain menanggung hukuman yang memang sepatutnya ditanggung manusia, tidak ada 「ketidakadilan (tidak benar)」 pada Allah!

Saya berpikir akan sebuah metafora (perumpamaan) dalam refleksi tentang hak kedaulatan 「mengasihani kepada siapa yang ingin dikasihani」. Jika suatu hari saya melihat seorang pengemis, karena belas kasihan lalu saya bersedia menolongnya, memberinya pakaian, makanan dan tempat tinggal; tapi kemudian pengemis di seluruh dunia datang dan menggugat dakwaan kepada saya: mengapa tidak memberi 「fasilitas」yang sama kepada mereka? Belas kasihan saya ternyata dirubah menjadi 「tidak adil」 dan 「tidak benar」! Apakah menurut anda masuk akal? Ketika 「anugerah」 dipandang sebagai 「hak keharusan」, 「fasilitas」 dan 「hak istimewa」, segalanya menjadi bengkok terdistorsi, 「kasih Allah」 dihakimi dan dicela oleh manusia! Kasih karunia adalah anugerah, dan kasih karunia tidak pernah merupakan hak keharusan atau hak istimewa. C. S. Lewis mengatakan 「Orang Kristen bukan beriman bahwa Tuhan mengasihi saya karena kita baik, tetapi karena Tuhan mengasihi kita, maka Tuhan ingin kita menjadi baik.」 Ada perkataan Luther yang populer:「Tuhan mengasihi kita bukan karena kita memiliki nilai, karena Allah mengasihi kita maka kita menjadi berharga. 」 Seumur hidup orang Kristen haruslah tidak lupa dan berbelas kasih kepada orang lain dalam hidup. (Pada saat kita mengatakan 「tidak adil jika Allah memilih sebagian orang untuk diselamatkan,」 maka kita telah memandang keselamatan bukanlah anugerah tetapi fasilitas yang harus diberikan Allah kepada semua orang, seakan-akan manusia yang berdosa semua patut menuntut hak fasilitasnya, maka Allah disangkal hak kedaulatan-Nya dalam memberikan anugerah kepada siapa Ia menghendaki.)

Renungkan: 「hak」, 「hak istimewa」 dan 「keadilan」 adalah apa yang dunia perjuangkan! Dunia memandang penting 「perebutan mendapatkan」, tetapi tidak memandang penting 「belas kasih, kebaikan dan anugerah cuma-cuma.」 Tuhan terus-menerus 「berbelas kasih, bermurah hati」 kepada orang, kita harus meniru Allah, apakah kita menjadi orang yang seumur hidup 「penuh anugerah, bersyukur dan berbelas kasih」?


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).