「Janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah」
Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Efesus 4:28-32 [ITB])
28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan. 29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. 30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. 31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. 32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
Perikop 4:28-32 melanjutkan menunjukkan apa yang harus dilakukan oleh komunitas orang percaya. Penekanannya di sini adalah pada relasi di dalam komunitas, dan orang-orang percaya perlu saling membantu, membangun satu sama lain, dan menghindari serta menghilangkan perilaku apa pun yang akan merusak keharmonisan komunitas.
Pertama, dalam 4:28-29 terdapat dua ajaran yang dari arah negatif (larangan) dan positif. Artinya, kita tidak hanya berhenti melakukan hal-hal buruk, tetapi menggantinya dengan hal-hal yang baik. Bagian larangan dari dua ayat ini mungkin berasal dari perintah kedelapan dan kesembilan dari Sepuluh Perintah Perjanjian Lama. Tetapi setelah 4:28 「jangan mencuri」, ditambahkan bahwa setiap orang harus bekerja dengan rajin dengan tangannya sendiri untuk melakukan pekerjaan yang benar. Dan dalam 4:29, alih-alih secara langsung mengutip kata-kata dalam perintah kesembilan, yang melarang kesaksian palsu terhadap tetangga seseorang, di sini mengungkapkan maknanya, dan dengan cara yang lebih komprehensif, ditunjukkan bahwa 「Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu」, itu menunjuk kepada kata-kata yang merusak, kata-kata yang menyerang dan menyakiti orang lain. Sebaliknya, kita beralih dari menghancurkan menjadi membangun orang supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
Dalam 4:31-32, Paulus menyajikan dua set daftar. Kelompok pertama mencantumkan beberapa perilaku yang merusak relasi dalam komunitas, yang semuanya harus disingkirkan dari komunitas orang beriman, dan itu juga merupakan manifestasi kebencian antar manusia. Perhatikan bahwa kata kerja 「dibuang / dihapus」 yang digunakan di sini adalah dalam bentuk pasif, dan dari petunjuk teks sebelum dan sesudah, itu tidak menunjuk bahwa hal-hal ini akan dihapus oleh Allah, tetapi bahwa Allah akan menghapus mereka yang melakukannya dalam penghakiman, bukan dengan cara-cara manusia, artinya perilaku- perilaku tersebut harus dihilangkan. Ini mungkin termasuk disiplin diri individu untuk menghentikan perilaku tersebut, dan mungkin juga termasuk dalam kelompok orang percaya, melalui pelaksanaan disiplin, agar perilaku ini tidak lagi muncul di antara komunitas orang percaya.
Dalam daftar kedua, Paulus menjabarkan beberapa konsep yang kurang lebih sama, menunjuk pada kebutuhan orang percaya untuk saling mengampuni dengan kebaikan dan belas kasihan saling mengampuni. Keselamatan Allah dalam Yesus Kristus adalah kepercayaan penting dalam iman kita dan karena itu harus dinyatakan dalam hidup kita. Orang yang tidak bisa memaafkan orang lain adalah orang yang tidak benar-benar tahu dan percaya akan anugerah pengampunan Allah. Inilah persisnya apa yang Yesus Kristus ingatkan kepada kita dalam Doa Bapa Kami.
Di tengah bagian ini, 4:30 menyajikan prinsip-prinsip dasar di balik manifestasi kehidupan ini. Sebagaimana dinyatakan dalam 1:13-14, setiap orang percaya, setelah mendengar dan percaya Injil, menerima Roh Kudus sebagai meterai, sebagai bukti penebusan kita untuk menjadi umat Allah. Yesaya 63:10 mengungkapkan bahwa orang Israel 「mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka.」 Ini menekankan bahwa Israel adalah umat Allah, tetapi melanggar persyaratan perjanjian, sehingga mendukakan Roh Kudus, mengacu pada fakta bahwa ada orang-orang dalam komunitas orang percaya yang hidupnya tidak sesuai dengan rahmat anugerah Tuhan yang telah mereka terima, terutama ketika mereka melakukan hal-hal yang merusak persatuan. Kriteria penting untuk kehidupan baru yang kudus ditunjukkan di sini, yaitu, karena kelompok orang percaya memiliki Roh Kudus sebagai meterai di antara mereka, orang percaya harus menghormati fakta bahwa komunitas ini adalah umat Allah, dan harus berusaha untuk mempertahankan kesatuan, harmoni, dan jangan mendukakan Roh Kudus.
Renungkan:
Kita adalah komunitas yang ditebus, kiranya kita hidup dalam damai dengan rahmat anugerah dan belas kasihan Tuhan.
Renungan pemahaman Surat Efesus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 4-6 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan April 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.