Tag Archives: Surat Efesus

Efesus 4:28-32

Janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 4:28-32 [ITB])
28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan. 29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. 30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. 31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. 32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Perikop 4:28-32 melanjutkan menunjukkan apa yang harus dilakukan oleh komunitas orang percaya. Penekanannya di sini adalah pada relasi di dalam komunitas, dan orang-orang percaya perlu saling membantu, membangun satu sama lain, dan menghindari serta menghilangkan perilaku apa pun yang akan merusak keharmonisan komunitas.

Pertama, dalam 4:28-29 terdapat dua ajaran yang dari arah negatif (larangan) dan positif. Artinya, kita tidak hanya berhenti melakukan hal-hal buruk, tetapi menggantinya dengan hal-hal yang baik. Bagian larangan dari dua ayat ini mungkin berasal dari perintah kedelapan dan kesembilan dari Sepuluh Perintah Perjanjian Lama. Tetapi setelah 4:28 jangan mencuri, ditambahkan bahwa setiap orang harus bekerja dengan rajin dengan tangannya sendiri untuk melakukan pekerjaan yang benar. Dan dalam 4:29, alih-alih secara langsung mengutip kata-kata dalam perintah kesembilan, yang melarang kesaksian palsu terhadap tetangga seseorang, di sini mengungkapkan maknanya, dan dengan cara yang lebih komprehensif, ditunjukkan bahwa Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, itu menunjuk kepada kata-kata yang merusak, kata-kata yang menyerang dan menyakiti orang lain. Sebaliknya, kita beralih dari menghancurkan menjadi membangun orang supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

Dalam 4:31-32, Paulus menyajikan dua set daftar. Kelompok pertama mencantumkan beberapa perilaku yang merusak relasi dalam komunitas, yang semuanya harus disingkirkan dari komunitas orang beriman, dan itu juga merupakan manifestasi kebencian antar manusia. Perhatikan bahwa kata kerja dibuang / dihapus yang digunakan di sini adalah dalam bentuk pasif, dan dari petunjuk teks sebelum dan sesudah, itu tidak menunjuk bahwa hal-hal ini akan dihapus oleh Allah, tetapi bahwa Allah akan menghapus mereka yang melakukannya dalam penghakiman, bukan dengan cara-cara manusia, artinya perilaku- perilaku tersebut harus dihilangkan. Ini mungkin termasuk disiplin diri individu untuk menghentikan perilaku tersebut, dan mungkin juga termasuk dalam kelompok orang percaya, melalui pelaksanaan disiplin, agar perilaku ini tidak lagi muncul di antara komunitas orang percaya.

Dalam daftar kedua, Paulus menjabarkan beberapa konsep yang kurang lebih sama, menunjuk pada kebutuhan orang percaya untuk saling mengampuni dengan kebaikan dan belas kasihan saling mengampuni. Keselamatan Allah dalam Yesus Kristus adalah kepercayaan penting dalam iman kita dan karena itu harus dinyatakan dalam hidup kita. Orang yang tidak bisa memaafkan orang lain adalah orang yang tidak benar-benar tahu dan percaya akan anugerah pengampunan Allah. Inilah persisnya apa yang Yesus Kristus ingatkan kepada kita dalam Doa Bapa Kami.

Di tengah bagian ini, 4:30 menyajikan prinsip-prinsip dasar di balik manifestasi kehidupan ini. Sebagaimana dinyatakan dalam 1:13-14, setiap orang percaya, setelah mendengar dan percaya Injil, menerima Roh Kudus sebagai meterai, sebagai bukti penebusan kita untuk menjadi umat Allah. Yesaya 63:10 mengungkapkan bahwa orang Israel mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka. Ini menekankan bahwa Israel adalah umat Allah, tetapi melanggar persyaratan perjanjian, sehingga mendukakan Roh Kudus, mengacu pada fakta bahwa ada orang-orang dalam komunitas orang percaya yang hidupnya tidak sesuai dengan rahmat anugerah Tuhan yang telah mereka terima, terutama ketika mereka melakukan hal-hal yang merusak persatuan. Kriteria penting untuk kehidupan baru yang kudus ditunjukkan di sini, yaitu, karena kelompok orang percaya memiliki Roh Kudus sebagai meterai di antara mereka, orang percaya harus menghormati fakta bahwa komunitas ini adalah umat Allah, dan harus berusaha untuk mempertahankan kesatuan, harmoni, dan jangan mendukakan Roh Kudus.

Renungkan:
Kita adalah komunitas yang ditebus, kiranya kita hidup dalam damai dengan rahmat anugerah dan belas kasihan Tuhan.


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 4-6 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan April 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Efesus 4:25-27

Jangan beri kesempatan kepada Iblis

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 4:25-27 [ITB])
25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. 26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu 27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.

Mulai dari 4:25, isi pesan dari Surat Efesus mulai secara resmi masuk ke dalam perintah tindakan praktis. 4:25-32 adalah serangkaian perintah, dan banyak di antaranya mencerminkan ajaran yang sudah ada dalam Perjanjian Lama. Hari ini kita akan merenungkan dua poin bagian awal.

Kedua ayat tersebut merupakan kutipan langsung dari teks Perjanjian Lama, 4:25 mengutip Zakharia 8:16, dan 4:26 mengutip Mazmur 4:4. Ini mencerminkan bahwa Paulus tidak berbicara tentang persyaratan baru yang lebih tinggi daripada etika yang sudah ada dalam konteks budaya yang sudah ada, tetapi untuk menegaskan kembali standar-standar yang telah diterima. Sama seperti Yesus Kristus tidak datang untuk meniadakan hukum lama dan menambahkan yang baru, tetapi untuk menggenapinya. Oleh karena itu perlu kita tekankan bahwa alinea sebelumnya menunjukkan bahwa dalam keselamatan kita telah dapat menanggalkan diri kita yang lama dan mengenakan hidup yang baru, dan karena kita memiliki hidup yang baru ini, maka kita benar-benar dapat menerima ajaran kehidupan yang sudah ada.

Ayat 4:25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota hanya mengutip bagian pertama dari Zak. 8:16 (Inilah hal-hal yang harus kamu lakukan: Berkatalah benar seorang kepada yang lain dan laksanakanlah hukum yang benar, yang mendatangkan damai di pintu-pintu gerbangmu), sedangkan bagian kedua dari Zak 8:16 menunjukkan bahwa di pintu gerbang kota kita harus menghakimi berdasarkan keadilan yang benar untuk membuat orang berdamai. Ini bisa dikatakan situasi dari dekat ke jauh, pertama melakukan kejujuran kepada tetangga, dan kemudian diperluas ke keadilan di pintu gerbang kota. Paul hanya mengutip bagian pertama, dan kita percaya itu bukan untuk menyangkal bagian kedua, tetapi untuk memulai dengan tanggung jawab yang paling mendasar. Dia juga menambahkan penjelasan, menunjukkan bahwa kita adalah anggota satu sama lain, mencerminkan apa yang dia pikirkan sebagai relasi antar komunitas orang percaya.

Ayat 4:26-27 lebih sulit untuk dijelaskan, dan versi Mandarin RCUV menerjemahkannya dengan cara yang lunak: meskipun kamu marah, jangan berbuat dosa; tetapi dalam teks aslinya, marah adalah perintah dan tidak dapat diartikan sebagai mengalah secara bersyarat, sedangkan untuk menjelaskan mengapa Paulus meminta orang percaya untuk memiliki ekspresi marah seperti itu adalah dengan menyadari bahwa ini adalah kutipan dari Mazmur 4:4 (Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa …). Dalam Mazmur 4, pemazmur menghela napas atas ketidakadilan yang dihadapi. Dalam RCUV Maz. 4:4 diterjemahkan Patut takut, dan jangan berbuat dosa; tetapi dalam bahasa Ibrani kata takut secara harfiah adalah gemetar, dan dapat merujuk pada semua jenis emosi yang bergetar, termasuk kemarahan, ketakutan, gembira, dll., dan terjemahan Septuaginta memilih untuk menerjemahkan dengan kemarahan, dan Efesus 4:26 di sini langsung mengutip arti dari terjemahan Septuaginta.

Ketika kita melihat 4:25-27 bersama -sama, kita mungkin memahami maksud Paulus dengan lebih baik. Pertama-tama, dia menunjukkan bahwa kita harus berbicara kebenaran dalam komunitas orang percaya serta mengejar keadilan dan kebenaran. Tetapi ketidakadilan juga secara alami terjadi dalam komunitas, dan kita harus memiliki respons marah terhadap hal-hal ketidakadilan ini (bukan diam berpangku tangan), tetapi berhati-hatilah untuk tidak berbuat dosa dalam respons marah ini.

Terakhir, ia mengingatkan kita Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu. Paruh kedua 4:26 ini seolah-olah mengajari kita untuk tidak membiarkan diri kita berhenti dalam kemarahan, tetapi kata marah dalam teks aslinya seharusnya tidak menunjuk kepada kemarahan kita sendiri, tetapi mengacu pada hal-hal yang membuat kita marah, jadi ini menjadi pengingat bahwa kita perlu menangani hal-hal yang tidak benar ini sesegera mungkin, dan kita tidak bisa membiarkan hal-hal yang membuat kita marah tetap tidak kita urus sampai matahari terbenam. Ayat 4:27 janganlah beri kesempatan kepada Iblis adalah interpretasi dari nasihat ini, karena jika kita tidak segera menangani ketidakadilan di masyarakat, kita memberi kesempatan kepada iblis.

Renungkan:
Bagaimana kita menghadapi ketidakadilan di antara orang percaya di gereja? Apakah kita terus mengalami masalah di gereja karena kita tidak mau menghadapinya, dan menjadi batu sandungan bagi pertumbuhan rohani kita?


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 4-6 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan April 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Efesus 4:20-24

Menanggalkan dan mengenakan

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 4:20-24 [ITB])
20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. 21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, 22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, 23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, 24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Melanjutkan renungan di paruh pertama paragraf ini, bagian ini menjelaskan apa yang telah kita pelajari di dalam Kristus. Kunci untuk memahami bagian ini adalah bahwa tiga tindakan yang dijelaskan dalam ayat 22-24, yang dalam terjemahan Mandarin RCUV diekspresikan dalam tiga bentuk perintah, menunjukkan bahwa ini adalah tugas yang harus dilaksanakan oleh orang percaya. Penjelasan ini tampaknya mengasumsikan bahwa mulai Efesus pasal 4 ke belakang semuanya praktis: jadi kita perlu menanggalkan prilaku diri yang lama, dan juga memperbarui pikiran kita, dan mengenakan pakaian aku yang baru yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.

Tetapi seperti yang ditunjukkan dalam di paragraf sebelumnya, mungkin juga Paulus mengingatkan orang percaya untuk meninjau kembali perubahan setelah mereka mendapat keselamatan, sebagai dasar untuk perintah-perintah yang diterapkan kemudian. Dan ayat 4:20 mengemukakan poin ini, menunjukkan bahwa apa yang kita pelajari dari Kristus bukan seperti manusia lama. Setelah pengantar di ayat 20 ini, maka 4:21 menunjukkan fakta bahwa kita mempelajari Kristus dalam bentuk klausa bersyarat, kita telah menerima pengajaran Yesus Kristus sehingga 4:22-24 harus menunjukkan apa yang telah kita pelajari di dalam Yesus Kristus.

Tiga tindakan dalam 4:22-24 semuanya dalam bentuk infinitif (kata kerja yang berfungsi sebagai kata benda, kata sifat, atau kata keterangan. Fungsi infinitif adalah untuk menyatakan pendapat, tujuan suatu objek, tindakan, serta menjawab pertanyaan siapa, apa, atau mengapa), menyatakan bahwa setelah menerima ajaran-Nya, mereka harus mengungkapkan isi dari ajaran yang diterima dalam bentuk kutipan. Pertanyaannya adalah, bagaimana kita harus memahami kutipan tidak langsung ini ketika akan diterjemahkan ke dalam perkataan langsung? Terjemahan RCUV menafsirkan ajaran ini sebagai perintah, tetapi seiring berkembangnya pesan, tampaknya lebih tepat untuk menafsirkan isi ajaran ini sebagai sebuah deskripsi langsung yang menunjukkan perubahan yang kita terima di dalam Yesus Kristus. Intinya bukan apa yang akan kita lakukan sendiri, tetapi apa keadaan yang sudah terjadi pada kita. Tentu saja, seperti yang telah Paulus tunjukkan dalam 4:1, bagaimana keadaan kita, anugerah apa yang telah kita terima, dan apa pekerjaan Tuhan yang telah kita alami juga harus secara langsung mempengaruhi perilaku kita. Jadi pemahaman kita di sini bukan untuk mengatakan bahwa kita tidak perlu melakukan ini, tetapi untuk menunjukkan bahwa kita harus berdasarkan apa yang Yesus Kristus telah lakukan dalam hidup kita ini, kita melanjutkannya terus menerus membuat hal-hal ini menjadi nyata dan kenyataan dalam hidup kita, berdasarkan apa yang telah Yesus lakukan pada diri kita.

(Infinitif adalah kata kerja yang berfungsi sebagai kata benda, kata sifat, atau kata keterangan. Fungsi infinitif adalah untuk menyatakan pendapat, tujuan suatu objek, tindakan, serta menjawab pertanyaan siapa, apa, atau mengapa) Ketiga infinitif ini diekspresikan dalam dua bentuk waktu (tenses) yang berbeda, baik menanggalkan dan mengenakan adalah infinitif, berfokus pada terjadinya tindakan. Di dalam keselamatan Yesus Kristus, manusia lama kita telah ditanggalkan, dan kita telah mengenakan manusia baru, seperti yang dikatakan Paulus dalam 2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ketika kita percaya kepada Yesus, kita tidak lagi sama seperti kita yang lama. Ayat 4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, infinitif dibaharui di ayat ini diekspresikan dalam bentuk waktu sekarang (present tense), yang menekankan proses. Pembaharuan pikiran bukanlah perubahan instan, tetapi perlu waktu sedikit demi sedikit memasuki hati pikiran kita.

Kita telah mengenakan manusia baru, memiliki identitas baru sebagai umat Tuhan, dan Allah telah mulai bekerja di dalam hati kita, agar Roh Kudus berdiam di dalam kita dan membimbing kehidupan kita sehari-hari.

Renungkan:
Terima kasih Tuhan. Kita bukan lagi manusia lama, dan telah menjadi manusia baru di dalam Yesus Kristus, tetapi seberapa banyak perubahan identitas ini terwujud dalam kehidupan nyata kita? Apakah hati dan pikiran kita terus-menerus berubah di bawah bimbingan Tuhan setiap hari?


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 4-6 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan April 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Efesus 4:17-20

Kamu tidak demikian

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 4:17-20 [ITB])
17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia 18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. 19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. 20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus.

Pemahaman secara umum atas Surat Efesus akan menganggap pasal 1-3 sebagai ajaran doktrin dan pasal 4-6 sebagai aplikasi. Tetapi pembagian seperti itu mungkin terlalu sederhana. Karena sebenarnya dalam Surat Efesus, di bagian ajaran doktrin ada penerapan, dan di bagian penerapan ada pengingat doktrinnya. Tanpa persiapan mental ini, ketika membaca bagian ini mudah untuk salah memahami isinya, dan bahkan membuat penerapan yang tidak tepat.

Perikop 4:17-24 adalah paragraf yang berkesinambungan, tetapi kita akan merenungkannya dalam dua hari. Bagian ini dimulai dengan sebab itu, dan jelas melanjutkan apa yang telah dibahas di teks sebelumnya, dan memberikan cara penerapan terhadap ajaran yang telah dibahas di teks sebelumnya. Dari keseluruhan susunan Surat Efesus, kontinuitas ini tampaknya memiliki efek kumulatif, tidak hanya sebagai penerapan atas teks langsung di atas, tetapi terlebih sebagai dasar penerapan atas pesan yang disampaikan di seluruh surat ini sampai di perikop ini.

Di sini Paulus menekankan bahwa orang percaya tidak boleh lagi hidup dalam hati pikiran yang sia-sia seperti orang bukan Yahudi. Paulus menunjukkan bahwa kutegaskan ini kepadamu (μαρτύρομαι marturomai) ia berbicara dengan sungguh-sungguh, yang berarti mengungkapkan kesaksian yang serius, bahwa itu adalah pesan yang dia anggap sangat penting. Berikutnya yang ia sampaikan pada dasarnya adalah tinjauan ulang dari prinsip-prinsip kebenaran yang telah ia tunjukkan dalam 2:1-3, tetapi di sini lebih mendalam dan terperinci, serta lebih jelas menggambarkan keadaan dan situasi hidup seseorang yang belum menerima anugerah keselamatan dari Yesus Kristus. (Lihat 2:1-3 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.)

Sebelum kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita tidak tentu terkenal memiliki kehidupan yang buruk. Bahkan ada banyak orang yang tidak percaya yang hidup dengan kebaikan dan melakukan lebih banyak kebaikan daripada keburukan. Apa yang Paulus jabarkan di sini adalah membandingkan perilaku manusia dengan kesempurnaan Tuhan. Di atas segalanya, yang paling penting, kita terputus dan terisolasi dari kehidupan persekutuan dengan Tuhan, kita hidup dengan pikiran sendiri yang kita anggap benar sendiri. Berpikir berbuat baik, tetapi hatinya gelap, bodoh, dan keras hati.

Oleh karena itu, ketika kita menghadapi penerapan ajaran di perikop ini, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah menegaskan dalam keyakinan kita bahwa sifat manusia telah rusak dan tidak dapat menyelamatkan diri sendiri, kemudian kita berbalik dan melihat dengan jelas rahmat anugerah apa yang kita terima di dalam Kristus. Ayat 4:20 menunjukkan ke arah ini, Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus ini merupakan perbandingan, tampaknya menunjukkan konsekuensi dari belajar mengenal Kristus, sehingga 4:21-24 adalah apa yang harus kita lakukan setelah kita belajar mengenal Kristus. Kalimat ini dalam terjemahan RCUV Mandarin adalah: Tetapi kalian pelajari dari Kristus bukan seperti itu. Bukan seperti itu tidak merujuk pada konsekuensi belajar dari Kristus, tetapi pada isi pembelajaran. Oleh karena itu, kita dapat memahami bahwa kalimat ini adalah untuk memperkenalkan pesan di teks selanjutnya.

Paulus menggunakan belajar mengenal Kristus sebagai garis pemisah antara sebelum dan sesudah, menyiratkan bahwa perubahan ini bukan hanya percaya kepada Kristus yang relatif statis, tetapi belajar dari Kristus yang lebih dinamis, yang menunjukkan bahwa kita perlu menjadi murid Kristus, mengikuti dan belajar dari teladan-Nya.

Renungkan:
Apakah kita mengenali kerusakan sifat asali kita sendiri dan kebutuhan kita akan anugerah kasih karunia keselamatan Yesus Kristus, perlu percaya kepada-Nya dan menjadi murid-Nya?


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 4-6 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan April 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Efesus 4:15-16

Dibangun dalam kejujuran kebenaran

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 4:15-16 [ITB])
15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. 16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Kita sebutkan di teks sebelumnya atas bahwa kita perlu bertumbuh dalam iman, ayat 4:15-16 juga menunjukkan bahwa kita perlu bertumbuh dalam hidup. Paulus menunjukkan bahwa alih-alih seperti anak kecil terombang-ambing oleh angin bidat dunia, kita malah seharusnya dengan mengatakan kebenaran di dalam kasih (ἀληθεύοντες alētheuontes) (terjemahan IMB), demikian juga versi Mandarin CUV dan RCUV menerjemahkan partisip ini sebagai ekspresi ucapan, meskipun ini adalah arti yang lebih menonjol dan umum digunakan dari kata ini, penggunaan kata ini tidak terbatas pada ucapan. Dalam Amsal 21:3, partisip ini diterjemahkan kata kerja bahasa Yunani diterjemahkan sebagai keadilan, menunjukkan bahwa ini mengungkapkan kebenaran keadilan dalam tindakan. Oleh karena itu, ITB menerjemahkan kalimat ini sebagai teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih, sedangkan NET menerjemahkannya sebagai practicing the truth in love (mempraktikkan kebenaran dalam kasih). Oleh karena itu, di satu sisi, kita perlu berbicara dengan kebenaran, dengan kejujuran, dan mengaplikasikan ayat ini dengan kasih dan kejujuran menasihati mereka yang melakukan kesalahan, tetapi pada saat yang sama, kita perlu menunjukkan kebenaran dalam hidup kita dan mempraktikkan kebenaran dan keadilan.

Paulus juga mengingatkan kita bahwa berbicara dan melakukan kebenaran seperti itu harus didasarkan pada kasih. Kita tidak bisa hanya mempraktikkan atau berbicara kebenaran untuk diri kita sendiri dan mengabaikan kasih, toleransi, dan pendirian orang lain. Terutama ketika berbicara tentang kebenaran, kita perlu memperhatikan beberapa hal: pertama-tama, kita harus mendengarkan dengan saksama, di satu sisi, kita mungkin karena tidak mendengar dengan saksama sehingga secara tidak sengaja salah menilai apa yang sebenarnya, tetapi yang lebih penting, kita perlu mendengar dengan jelas apa masalah dan kebutuhan orang lain yang sebenarnya, jangan sampai kita menempatkan beban kebenaran pada orang lain; kedua, kita perlu konsisten dengan kata-kata dan perbuatan kita, dan berbicara kebenaran dengan sikap yang membangun orang lain, bukan untuk membuktikan diri kita benar dan orang lain salah; ketiga, kebenaran yang sama dapat memiliki cara ekspresi yang berbeda untuk mengungkapkan kebenaran dengan kata-kata yang lembut akan memiliki dampak yang lebih positif; terakhir, kita harus mengakui bahwa Tuhan adalah Sumber utama dan Penjaga kebenaran, dan kita perlu memiliki hati untuk bersandar pada Tuhan dan percaya pada kasih karunia dan belas kasihan-Nya.

Tujuan kita berbicara kebenaran dalam kasih adalah agar kita bertumbuh menuju Kristus dalam segala hal, dan melekat pada Kristus, Sang Kepala. Meneladani Yesus Kristus dan menghubungkan hidup kita dengan-Nya adalah arah pertumbuhan hidup bagi orang percaya. Ini bukan hanya tentang pertumbuhan pribadi, tetapi pertumbuhan seluruh komunitas gereja. Kesehatan dan stabilitas suatu komunitas tergantung pada kondisi anggota yang paling lemah. Tentu saja, kita tidak dapat benar-benar menumbuhkan diri kita sendiri, apalagi orang lain, seperti yang dikatakan Paulus dalam 1 Korintus 3:6 Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Jadi kita perlu dengan setia melakukan yang terbaik untuk tugas kita, berpengharapan, membuat kita tumbuh.

Terakhir, 4:16 menggambarkan pertumbuhan gereja sebagai pertumbuhan tubuh. Seluruh tubuh seolah-olah dihubungkan oleh otot dan urat, menjadikannya pribadi yang kuat dan perkasa, dan semua anggota tubuh di dalamnya dapat berfungsi secara normal dan saling bekerja sama menjadi satu tubuh yang bergerak bebas. Meskipun gereja terdiri dari banyak orang yang berbeda dengan karunia yang berbeda, kesatuan gereja harus seperti tubuh orang dewasa, menunjukkan kekayaan kasih karunia Allah.

Renungkan:
Bagaimana kita bisa menghadapi kesalahan zaman ini dengan kebenaran, dan pada saat yang sama membangun satu sama lain dengan kasih?


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 4-6 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan April 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Efesus 4:13-14

Kedewasaan penuh – menuju kesempurnaan

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 4:13-14 [ITB])
11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

Dalam perikop 4:13-16 Paulus membahas pentingnya dan kebutuhan orang percaya untuk membangun tubuh Kristus. Pertama, di 4:13-14, ia menggunakan metafora seorang anak yang tumbuh menjadi dewasa untuk menggambarkan pertumbuhan orang percaya, dia menjelaskan tujuan pertumbuhan dan krisis yang dihadapi ketika tidak tumbuh dewasa.

Ayat 13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, dimulai dengan sampai, ini seharusnya mengacu pada arah tujuan yang hendak dicapai Yesus Kristus dalam menganugerahkan karunia kepada gereja, dan arah ini adalah menyangkut kita semua orang percaya, jadi ini bukan tentang pertumbuhan pribadi, tetapi arah gereja secara keseluruhan. Di bawah arahan ini, Paulus mengungkapkan arah yang harus dicapai dalam tiga aspek dengan frasa yang diperkenalkan dengan tiga kata depan yang identik – εἰς (eis).

Frasa pertama mengandung dua kata benda, yakni kesatuan dan pengetahuan. Kesatuan lebih mendalam adalah kesatuan dalam iman, dan kata ini juga merupakan kesatuan Roh Kudus yang disebutkan dalam 4:3. Kesatuan iman juga tercantum dalam 4:5 sebagai salah satu dari tujuh dasar kesatuan. Ini berarti bahwa pertumbuhan kita bukanlah untuk menambahkan sesuatu pada iman, tetapi agar dasar dari iman itu digenapi di seluruh gereja. Aspek kedua dari frasa ini berarti bahwa kita perlu mengenal Anak Allah. Dalam doanya di ayat 1:17 Paulus juga menggunakan kata mengetahui dengan tujuan mengenal Allah. Dan pengetahuan di sini adalah tentang Anak Allah, terutama karena topik utama dari konteksnya di sini adalah tubuh Yesus Kristus, dan dengan demikian kita mengenal Dia. Frasa preposisi pertama ini menunjuk pada kesatuan iman, yaitu, satu-satunya objek pribadi yang harus dikenal dalam iman — Yesus Kristus.

Frasa kedua lebih sederhana, menunjuk ke tujuan yang harus dicapai adalah kedewasaan penuh, dua kata ini dapat diartikan sebagai orang yang dewasa atau orang yang sempurna (KJV perfect man). Sebagian besar terjemahan mengartikan frasa tersebut sebagai orang yang dewasa karena ayat berikutnya menunjukkan sisi yang berlawanan, bahwa kita akan keluar dari keadaan anak-anak. Jika kita merujuk pada frasa ketiga, tujuan ini mengacu pada tujuan akhir dari penciptaan manusia oleh Allah. Seperti yang Yesus Kristus katakan dalam Matius 5:48, Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna. Ini adalah tujuan akhir dari keselamatan.

Frasa ketiga tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus (berkepenuhan kemuliaan Kristus) tepat menjadi penjelasan atas frase kedua manusia sempurna / kedewasaan penuh. Kita sebenarnya dahulu bahkan tidak tahu apa itu kesempurnaan, hanya dalam pengenalan akan Yesus Kristus, terutama dalam kemuliaan-Nya, kita dapat memahami model pertumbuhan yang sempurna.

Berbeda dengan kesempurnaan yang dijabarkan dalam ayat 13, di ayat 14 kembali ke situasi kita sekarang. Paulus menunjukkan bahwa kita sekarang ini seperti anak-anak, mudah terombang-ambing oleh segala macam tipu muslihat oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tersesat dalam segala macam pikiran yang salah. Perjanjian Baru mengingatkan kita berkali-kali bahwa dalam generasi (zaman) ini akan ada banyak bidat, orang-orang, dan hal-hal yang memusuhi iman kepada Yesus Kristus. Kita harus berdiri teguh di jalan kebenaran Firman yang kita percayai dan seluruh gereja harus dibangun agar kita bisa menghadapi tantangan ini.

Renungkan:
Apakah kita nyaman diam dalam kondisi awal iman kita ketika baru percaya, atau apakah kita bersedia untuk terus bertumbuh dalam iman kita dan membantu orang percaya lainnya bertumbuh?


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 4-6 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan April 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Efesus 4:11-12

Tujuan dianugerahkan kasih karunia

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 4:11-12 [ITB])
11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus

Paragraf sebelumnya menunjukkan bahwa setiap orang percaya dianugerahkan kasih karunia dari Yesus Kristus, dan paragraf ini membahas beberapa dari karunia ini. Karunia atau jabatan yang tercantum dalam 4:11 semuanya adalah karunia atau jabatan kepemimpinan, dan semuanya berhubungan dengan Firman Tuhan. Rasul dalam arti sempit menunjuk kepada para rasul pada awal gereja mula-mula, yaitu para murid yang dipilih dan diutus oleh Yesus Kristus ketika Ia berada di bumi, ditambah Paulus yang kemudian di jalan menuju Damaskus bertemu dengan Tuhan Yesus yang telah bangkit; dan nabi dalam pengertian yang sempit ini seharusnya mengacu pada nabi-nabi Perjanjian Lama. Dalam ayat 2:20 Paulus menjelaskan bahwa Gereja dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dan Yesus Kristus adalah batu penjuru, menggabungkan wahyu yang disampaikan oleh para rasul dalam Perjanjian Baru dengan wahyu yang disampaikan oleh para nabi dalam Perjanjian Lama, tersambung menjadi satu, menjadi dasar landasan dari komunitas baru ini. Tetapi rasul dan nabi juga dapat dipahami dalam arti luas, rasul dapat merujuk pada utusan mana pun yang dikirim oleh gereja ke tempat-tempat di mana Injil belum diberitakan, yaitu semua misionaris yang membuka perbatasan Injil, sedangkan nabi melambangkan peran menyampaikan firman Allah di dalam gereja. Adapun penginjil dan gembala dan pengajar, mereka semua seharusnya mengacu pada peran kepemimpinan di gereja.

Di sini Paulus menjabarkan empat atau lima karunia ini, tujuan Paulus bukanlah untuk secara lengkap dan jelas mendefinisikan semua peran pelayanan di gereja, karena harus ada beberapa peran yang bersifat manajemen dan pelayanan di gereja, yang juga diperlukan untuk pertumbuhan. Paulus hanya memilih beberapa dari karunia kepemimpinan yang lebih jelas, dengan fokus untuk menunjukkan tujuan dianugerahkan karunia, yakni arah tujuan yang dijelaskan dalam 4:12-16.

Dalam 4:12 terdapat tiga frasa yang bersifat menjelaskan tujuan tersebut: untuk memperlengkapi orang-orang kudus, bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus. Beberapa orang memahami ketiga frasa ini sebagai 3 tujuan yang paralel, menunjukkan bahwa ketiganya adalah tanggung jawab mereka yang dianugerahkan karunia kepemimpinan di gereja, dengan demikian semua pekerjaan pelayanan di gereja merupakan tanggung jawab orang-orang yang dianugerahkan karunia kepemimpinan di gereja saja, orang-orang yang memiliki tanggung jawab pemberita Injil saja. Ada pemahaman lain yang memahami ketiga frasa ini sebagai rantai bersambung dari tiga tujuan, mengacu pada mereka yang memiliki karunia kepemimpinan tujuannya adalah untuk memperlengkapi orang-orang kudus, dan tujuan orang-orang kudus diperlengkapi adalah untuk melakukan pekerjaan melayani, dan tujuan pekerjaan melayani adalah untuk membangun tubuh Kristus. Kedua penjelasan di atas mengabaikan kata depan yang dipakai teks asli dalam ketiga frasa ini, yang dengan jelas membedakan frasa pertama dari frasa kedua dan ketiga. Frasa pertama menggunakan πρός / pros, sedangkan frasa kedua dan ketiga menggunakan εἰς / eis. Meskipun makna kedua kata depan pada dasarnya sama dalam penggunaan untuk menyatakan tujuan, Paulus mungkin melalui perubahan kata depan adalah untuk menyatakan tingkatan hierarki antara ketiga tujuan. Dengan kata lain, tanggung jawab peran kepemimpinan memiliki tujuan untuk memperlengkapi orang-orang kudus, dan tanggung jawab orang-orang kudus mencakup pekerjaan pelayanan dan pembangunan tubuh Kristus. Pekerjaan melayani tidaklah harus demi mendirikan gereja, tetapi keberadaan gereja mengharuskan adanya pekerjaan melayani.

Terakhir, berharga untuk dipelajari adalah kata-kata yang Paulus pilih untuk tujuan pertama. Kata ini dalam terjemahan bahasa Indonesia sebagai untuk melengkapi, atau menyempurnakan, dan penggunaannya di luar Alkitab juga mencakup pekerjaan memulihkan anggota tubuh, mungkin merujuk pada membantu orang yang terluka agar mampu kembali ke pekerjaan normal. Jadi memperlengkapi bukan hanya sekedar mengajar atau melatih, orang percaya juga perlu diperbaiki dari kelemahan masing-masing agar dapat berpartisipasi secara efektif dalam pelayanan dan membangun tubuh Kristus.

Renungkan:
Tidak peduli karunia apa yang kita miliki atau peran apa yang kita layani di gereja, kita perlu dibangun untuk melakukan pekerjaan pelayanan. Pelayanan gereja bukanlah tanggung jawab sekelompok kecil orang, tetapi tanggung jawab setiap orang percaya.


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 4-6 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan April 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Efesus 4:7-10

Sumber asal anugerah kasih karunia

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 4:7-10 [ITB])
7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. 8 Itulah sebabnya kata nas: Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia. 9 Bukankah Ia telah naik berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? 10 Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.

Tema bagian awal paragraf ini kontras dengan relasi kesatuan pada paragraf sebelumnya. Paragraf sebelumnya menekankan iman yang sama, dan paragraf ini merujuk pada kita masing-masing menerima anugerah kasih karunia. Dalam 4:6, dinyatakan bahwa Allah adalah Bapa dari semua, menekankan identitas kesatuan, tetapi 4:7 menunjukkan bahwa kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia. Kata masing-masing dalam RCUV Mandarin diterjemahkan sebagai setiap orang untuk lebih menekankan dengan jelas bahwa ini adalah pengalaman setiap orang percaya. Oleh karena itu, karunia tidak eksklusif untuk beberapa orang saja, tetapi dianugerahkan kepada semua anggota seluruh gereja.

Kasih karunia yang disebutkan di sini seharusnya bukan mengacu pada bakat dan kemampuan kita, tetapi semua posisi dan peran kita di gereja. Paulus juga akan membahas tanggung jawab dari beberapa peran ini di paragraf berikutnya, dan titik berat dari paragraf ini adalah bahwa kita masing-masing telah menerima kasih karunia. Setiap orang (masing-masing) diulang secara merata, sehingga pembaca merasa ini adalah ekspresi bahwa setiap orang menerimanya dalam ukuran yang berbeda. Dalam 1 Korintus 12, Paulus memang menekankan perbedaan yang diterima setiap orang, dan menunjukkan bahwa meskipun ada perbedaan ini, tetapi semuanya masih dalam tubuh yang sama, tetapi dalam teks bahasa asli ayat 4:7 hanya menggunakan kata setiap orang di awal kalimat yang mendeskripsikan siapa yang menerima kasih karunia, dan di paruh kedua kalimat menunjukkan bahwa kasih karunia itu dianugerahkan menurut ukuran pemberian Kristus, di sini kata setiap orang tidak diulang sebagai objek. Oleh karena itu, meskipun masing-masing dari kita dianugerahkan karunia yang berbeda, tetapi semua didasarkan pada kasih karunia yang dianugerahkan oleh Yesus Kristus, dan karunia yang kita terima berasal dari sumber yang sama dan menyiratkan tujuan yang sama.

Dalam ayat 4:8 Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia, Paulus memakai bagian dari Mazmur 68:18 untuk menjelaskan titik beratnya (bukan kutipan murni). Dalam Mazmur 68, pemazmur menggambarkan keselamatan dari TUHAN untuk Israel keluar dari Mesir, keagungan dan kemuliaan yang Ia tunjukkan di Sinai, dan setelah mengalahkan semua raja, kemudian Ia naik ke Gunung Sion, Ia menerima persembahan. Ini adalah mazmur yang mengingatkan kemenangan TUHAN.

Tetapi ada tujuh perubahan dalam kutipan Paulus, meskipun sebagian besar perubahan hanya perubahan tata bahasa kecil yang dibuat dalam kutipan, dan tidak mempengaruhi makna kutipan, sedangkan perubahan pada kata kerja terakhir jelas berbeda dari Mazmur 68:18, dari frasa menerima pemberian-pemberian (persembahan) dalam mazmur tersebut menjadi memberikan pemberian-pemberian. Di sini Paulus mungkin tidak mengutipnya secara harfiah (kata per kata), tetapi menerapkan tema mazmur ini pada situasi gereja, menunjuk pada kemenangan Yesus Kristus adalah dasar Ia menganugerahkan kasih karunia kepada manusia. Oleh karena itu, 4:9-10 menunjukkan bahwa Yesus Kristus telah turun ke bagian bumi yang paling bawah dan terlebih Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit. Ini juga yang digambarkan Paulus dalam Filipi 2:6-11, Yesus Kristus mengorbankan diri-Nya dan merendahkan diri-Nya, menjelma menjadi manusia, dan dalam ketaatan Ia mati di kayu salib, itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,.

Dengan cara ini, Paulus menunjukkan bahwa karunia yang masing-masing kita terima dianugerahkan kepada kita, adalah didasarkan pada kemenangan transenden Yesus Kristus. Karena itu, apa pun karunia yang kita terima dan peran apa yang kita layani di gereja, kita semua sama-sama berpartisipasi dalam kasih karunia keselamatan Yesus Kristus yang mulia.

Renungkan:
Sekarang setelah kita menerima karunia mulia Yesus Kristus, marilah kita, dengan rasa hormat, berkomitmen untuk melayani dengan setia di setiap posisi kita untuk membangun Gereja milik Yesus Kristus.


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 4-6 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan April 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Efesus 4:4-6

Landasan dari kesatuan

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 4:4-6 [ITB])
3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: 4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, 5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, 6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

Dalam 4:3, Paulus meminta orang percaya berusaha untuk melakukan segala upaya untuk memelihara kesatuan yang diberikan oleh Roh Kudus. Dalam 4:4-6 ia menunjukkan bahwa kesatuan ini bukanlah suatu gagasan yang abstrak, melainkan suatu kenyataan yang memiliki landasan yang sangat penting dalam iman Kristen. Paulus menggunakan tujuh satu untuk menggambarkan dasar kesatuan ini.

Perhatikan bahwa Paulus tidak menggunakan Allah Tritunggal sebagai titik fokus kesatuan ini, meskipun Bapa, Anak, dan Roh Kudus semuanya hadir dalam ketujuh yang satu itu, tetapi dijabarkan di poin- poin yang tidak tersambung langsung. Roh Kudus dijabarkan di poin kedua, Putra yang dinyatakan satu Tuhan dijabarkan di poin keempat, dan Bapa yang terakhir. Meskipun Tritunggal bukanlah fokus pembicaraan dari perikop ini, kita tidak dapat mengabaikan di perikop ini menunjukkan bahwa Bapa, Putra, dan Roh Kudus adalah elemen penting dari kesatuan iman kita.

Dari ketiganya, yang paling menonjol fokusnya adalah Allah Bapa, yang ada di urutan poin paling akhir. Karena setelah satu Allah, empat semua digunakan untuk mendeskripsikan (lihat ayat 6 Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.) Kata semua / segala sesuatu / all (πάντων, πᾶσιν / pantōn, pasin) dalam bahasa aslinya dapat menjadi bentuk maskulin atau netral, jika bentuk maskulin maka itu seharusnya merujuk pada orang, dan bagian ini tampaknya merujuk pada semua orang percaya, menunjukkan bahwa semua orang percaya dilahirkan dari Allah yang sama; tetapi jika kata itu bentuk netral maka itu seharusnya merujuk ke seluruh dunia, dan Paulus telah menunjukkan di banyak tempat bahwa Allah adalah sumber segala sesuatu dan Tuhan atas ciptaan. Dari pertimbangan kontekstual dan keseluruhan teologi Paulus, tidak dapat dengan jelas apakah ini mengacu pada orang atau dunia. Hal ini juga tercermin dalam terjemahan RCUV Mandarin, yang menerjemahkan semua yang pertama sebagai semua orang, sedangkan tiga sisanya dinyatakan sebagai segala sesuatu. Ini juga pesan yang kita percaya, Bapa yang menyelamatkan kita juga Allah pencipta langit dan bumi.

Selain itu, Paulus menggunakan tiga kata depan yang berbeda untuk mengungkapkan hubungan antara Allah dan segala sesuatu (… Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua). Dia di atas (ἐπὶ / epi) segala sesuatu, mengekspresikan transendensinya, berkuasa memerintah atas segala sesuatu; oleh (διὰ / dia) segala sesuatu, menunjukkan bahwa Dia melalui segala sesuatu melaksanakan kehendak-Nya; dan akhirnya, Dia juga di dalam (ἐν / en) segala sesuatu, menyatakan Hadirat penyertaan-Nya.

Dalam ketujuh ekspresi ini, Paulus memilih untuk memulai dengan satu tubuh karena itulah inti dari perikop ini. Dalam 1:23, 2:16, 3:6 Paulus telah berulang kali menunjukkan bahwa semua orang percaya, Yahudi dan bukan Yahudi, dibangun di dalam Kristus sebagai satu tubuh. Kesatuan di antara orang percaya bukanlah karena kita memiliki latar belakang yang sama, minat yang sama, atau status sosial yang sama, tetapi bahwa kita semua telah menerima keselamatan Yesus Kristus, dan dalam kasih karunia ini kita telah diciptakan menjadi komunitas yang baru. Meskipun mungkin ada banyak faktor latar belakang keanggotaan kita di gereja lokal, keanggotaan kita di gereja universal hanya didasarkan pada kepercayaan yang am bahwa kita adalah tubuh yang dibangun oleh Allah yang sama di dalam Yesus Kristus, dibimbing dan dijaga oleh Roh Kudus yang sama, memiliki harapan panggilan yang sama, Tuhan yang sama, iman yang sama, baptisan yang sama, dan dalam tangan kuasa Allah Bapa yang sama.

Renungkan:
Kita perlu yakin dengan teguh dasar-dasar kesatuan gereja agar tidak merusak kesatuan gereja karena unsur-unsur manusia.


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 4-6 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan April 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Efesus 4:1-3

Berusaha sekuat tenaga memelihara kesatuan Roh

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 4:1-3 [ITB])
1 Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.
2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. 3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera

Setelah ayat 1 memberikan pesan perintah yang bersifat garis besar, selanjutnya ayat 2 dan 3 masing-masing menggunakan dua kata partisip untuk lebih lanjut menjelaskan bagaimana seharusnya menjalankan hidup berpadanan dengan panggilan.

Ayat 2b saling menerimalah dengan kasih (ITL), partisip pertama adalah menerimalah (ἀνεχόμενοι / anechomenoi), yang berarti lapang dada bertahan menerima, yang tercermin dalam komunitas orang percaya karena terdapat perbedaan latar belakang, budaya, dan kepribadian orang yang mengarah pada banyak ketegangan dalam hubungan satu sama lain, sehingga orang percaya harus toleran dan menerima satu sama lain.

Sesudah partisip menerimalah ini, Paulus menambahkan tiga frasa preposisi untuk menunjukkan empat kualitas yang berhubungan dengan toleransi, menunjukkan bahwa kita membutuhkan kualitas ini untuk mencapai efek toleransi. Hal pertama yang harus dilakukan adalah rendah hati, sebuah kata yang jarang muncul dalam kesusastraan Yunani kuno, dan biasanya muncul dalam komentar yang lebih negatif yang menunjuk pada rendah dan lemah sehingga dipandang ringan oleh orang lain. Meskipun kata ini tidak banyak muncul dalam Alkitab, akar kata yang sama yang mengungkapkan sifat ini sering muncul. Dalam Perjanjian Lama sering ditunjukkan bahwa orang yang rendah hati mengalami keselamatan Allah, dan pemakaian serupa juga dalam Perjanjian Baru, seperti dalam Yakobus 4:10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu. Orang rendah hati tidak berpikir bahwa dirinya lebih penting dari orang lain, sehingga ia akan memperhatikan kebutuhan orang lain, ia akan melihat dari sudut pandang orang lain, maka akan lebih mudah untuk bersikap lapang dada menerima. Kualitas berikutnya yang mengikuti adalah lemah lembut yang pada dasarnya identik dengan rendah hati, dapat dikatakan rendah hati lebih berfokus pada sikap internal, sedangkan lemah lembut lebih berfokus pada manifestasi eksternal.

Berikutnya menunjukkan bahwa kita perlu memiliki kesabaran. Lapang dada dan menerima membutuhkan waktu untuk menunggu, dalam menghadapi perbedaan antara orang lain dengan diri kita, bahkan jika itu adalah kesalahan pihak lain, kita perlu memberi orang waktu untuk berubah. Sebenarnya, dalam banyak kasus, belum tentu kesalahan orang lain, tetapi kegagalan diri kita sendiri untuk melihat dengan jelas, jadi perlu sabar agar bisa melihat dengan jelas, tidak hanya toleran kepada orang lain, tetapi juga untuk toleran pada diri sendiri, agar tidak membiarkan diri sendiri salah menilai orang lain.

Terakhir, ungkapan yang melekat pada partisip menerimalah adalah dengan kasih, menunjukkan bahwa kita perlu melakukan ini dalam kasih. Bagi Paulus, kasih adalah ciri dasar identitas Kristen dan merupakan salah satu tujuan Allah memilih kita. Yesus Kristus juga menunjukkan bahwa kasih adalah tanda murid Kristus. Toleran menerima dengan lapang bukanlah menerima karena tidak berdaya, tetapi menerima karena kasih.

Ayat 3 berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera, partisip kedua adalah berusahalah, yang perlu dilengkapi, yaitu untuk memelihara kesatuan. Paulus menunjukkan bahwa kesatuan ini tidak dibangun oleh kita, bukan karena kita dapat saling toleran, sehingga meskipun ada banyak orang yang berbeda di gereja, melalui usaha dan kasih maka kita dapat dibentuk sebagai satu kesatuan komunitas, kesatuan ini diberikan oleh Roh Kudus dan telah digenapi oleh Allah dalam keselamatan Yesus Kristus. Adalah tugas kita untuk melakukan segala daya usaha kita untuk memelihara kesatuan yang telah digenapkan Kristus ini.

Paulus lebih lanjut menggambarkan kesatuan yang diberikan Roh Kudus ini sebagai ikatan damai sejahtera. Kata yang dipakai di sini memiliki akar kata yang sama dengan kata dalam pengenalan diri Paulus di ayat 1 yang dipenjarakan karena Tuhan. Kata ikatan (σύνδεσμος / sundesmos) bahkan dapat digunakan untuk menggambarkan memenjarakan seseorang, seperti pengekangan, belenggu, dll. Sama seperti Paulus sendiri adalah seorang yang dipenjarakan karena Tuhan, berkomitmen pada misi Injil Yesus Kristus, demikian pula kehidupan orang percaya terikat dalam tubuh Yesus Kristus oleh damai sejahtera yang diberikan Allah.

Renungkan:
Memelihara kesatuan adalah tujuan dasar orang percaya dipanggil oleh kasih karunia Tuhan. Bisakah kita memiliki toleran menerima dengan lapang yang cukup ketika menghadapi perselisihan antara saudara dan saudari? Apakah Anda melakukan yang terbaik untuk menjaga damai?


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 4-6 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan April 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.