「Menyatakan Rahasia Kristus (2)」
Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Ef. 3:1-13 [ITB])
1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah 2 memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, 3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. 4 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, 5 yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, 6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus. 7 Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya. 8 Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, 9 dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu, 10 supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, 11 sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. 12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. 13 Sebab itu aku minta kepadamu, supaya kamu jangan tawar hati melihat kesesakanku karena kamu, karena kesesakanku itu adalah kemuliaanmu.
Paulus yang dalam penjara telah menjadi utusan Injil yang membawa rantai, tapi ia tidak mengasihani diri sendiri atas apa yang ia alami, tetapi hanya percaya bahwa ini ada dalam pengaturan Tuhan, adalah harga yang perlu dibayar demi mewujudkan pelaksanaan rencana Kristus.
Paulus menegaskan kembali identitasnya sebagai 「hamba / pelayan Injil」, ini bukan posisi yang ia akui sendiri, yang ia dapatkan dari perebutan, tetapi yang Allah dalam kebebasan-Nya berikan kepada dia: 「Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.」 (Ef. 3:7) Kita akan melihat di belakang nanti di Ef. 4:7 bahwa karunia yang Allah anugerahkan kepada setiap individu merupakan modal untuk pelayanan.
Allah bebas menetapkan untuk memberikan anugerah-Nya, bukan pilihan diri kita, lalu apakah kita bisa merasa enggan dan terpaksa? Tidak. Paulus penuh rasa terhormat dan merasa tidak layak. 「Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, 9 dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu」 (Ef. 3:8-9) Kasih Karunia tidak pernah merupakan hal kelayakan manusia. Paulus sadar diri tidak layak, tidak merasa dirinya memenuhi syarat untuk menjadi seorang Rasul, namun Allah telah menempatkan dirinya dalam posisi ini.
「Hamba / pelayan Injil」 adalah sebuah misi, untuk mengekspos makna asli dari seluruh rencana penciptaan dan keselamatan Allah, yakni 「rahasia」 ini. Seperti disebutkan sebelumnya, 「rahasia」 ini adalah rencana Kristus, yakni 「sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita」(Ef. 3:11). Rahasia ini dahulu tersembunyi, tidak hanya dunia tidak tahu, bahkan semua kekuatan rohani di langit juga tidak tahu (Ef. 3:10), tetapi sekarang sudah disingkapkan oleh Yesus Kristus di atas salib.
Tepat karena identitas ini adalah tidak layak bagi Paulus, maka ia dengan kesalehan dan sukacita besar berusaha menggenapi misi-Nya, termasuk membayar semua harga, dengan sukarela, dan tidak memandangnya sebagai penderitaan. Ia menasehati jemaat Efesus untuk tidak berduka atas penderitaan yang ia alami, yang merupakan kemuliaan mereka (Ef. 3:13). Paulus juga memutuskan untuk melakukan yang terbaik untuk mewujudkan misi ini, tidak sayang apapun; tidak akan mundur karena kesulitan. 「Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya」 (Ef. 3:12) Saudara dan saudari, mungkin misi yang kita terima berbeda dari Paulus, tapi berharap kita semua dapat belajar dari rasa tanggung jawab dan semangat diri Paulus.
Dalam renungan sebelumnya telah ditunjukkan bahwa bahkan jika kita memiliki beban kehidupan yang sedemikian berat, sampai kehabisan semua energi demi perhatian kehidupan sehari-hari, kita tetap tidak dapat membatasi Tuhan hanya untuk dunia kehidupan kita sendiri saja. Allah adalah Tuhan yang besar, keselamatan Yesus Kristus adalah penebusan yang besar, kita harus memiliki visi dan pikiran yang lebih luas, harus menerobos kerangka pribadi untuk memahami Tuhan yang besar dan misi-Nya yang besar.
Dapat digambarkan dengan sebuah analogi walau tidak tepat persis. Anda adalah presiden sebuah perusahaan multinasional, satu hari kantor pusat mengadakan rapat tertinggi, tiba-tiba menerima panggilan telepon, istri Anda meminta harus segera pulang rumah, sehingga Anda terburu-buru menghentikan pertemuan, melaju pulang rumah. Istri Anda mengatakan bahwa ritsleting roknya tersangkut, dan dia tidak ingin meminta tolong dari para pembantu atau orang lain, maka memanggil Anda pulang rumah. Bagaimana Anda akan bereaksi terhadap situasi seperti ini?
Tuhan yang besar, Ia akan mendengarkan doa seorang anak, ini adalah lirik lagu yang kita senang nyanyikan. Kita tidak harus menambahkan rasa rendah diri dan malu dalam doa, atau bahkan tidak berani untuk membuka mulut; Jangan ragu untuk datang ke takhta kasih karunia Tuhan, mencari rahmat, belas kasihan, dan Penolong kita setiap saat. Tapi meskipun demikian, kita tidak dapat membuat kemampuan Allah hanya terbatas doa kita saja, Allah bukanlah Allah yang hanya membantu menarik ritsleting, yang hanya membantu kita untuk mengejar bus, atau yang hanya kita mintai bantuan memasukkan anak-anak kita ke sekolah bergengsi.
Apakah Kita tahu betapa besar kekuatan TUHAN? Itu kuasa besar yang mampu membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati, itu kuasa yang mampu mengatasi semua kuasa dunia dan dunia roh.
Kita bukan tidak berdoa untuk hal-hal kecil, tapi Kristus juga mengingatkan kita untuk tidak terlalu sering bertele-tele kepada Tuhan tentang hal-hal kecil, tapi apa yang Dia katakan? 「Carilah dahulu Kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya, maka semua ini akan ditambahkan kepadamu.」 Seorang ayah berkata liburan musim panas akan membawa anaknya ke Disneyland US di California, anak penuh khawatir bertanya: apakah di sana ada es krim untuk dimakan?
Dengan kita menekankan kebesaran Tuhan dan rahasia Injil, maka kita bisa selalu memiliki rasa takut hormat akan Allah, bukan dengan kelalaian hati. Kitab Yosua mencatat bahwa ketika bangsa Israel selesai berkelana di padang gurun selama 40 tahun dan di bawah pimpinan Yosua menyeberangi Yordan, memasuki Kanaan, Yosua memerintahkan imam-imam mengangkat Tabut Perjanjian dan berjalan di depan orang, yang berarti bahwa itu adalah di bawah pimpinan Allah barulah mereka bisa masuk Kanaan. Yosua memerintahkan umat Allah dengan berkata 「hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah mendekatinya –maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu.」 (Yosua 3:4) Para pengikut Allah, memiliki hati yang senantiasa takut hormat, tidak merasa diri benar, jangan berpikir bahwa jalan di depan sudah kita kenal baik lalu ambil keputusan semau diri, melintasi jalan diri sendiri; Jangan datang mendekati Allah dengan hati yang menyepelekan, apalagi mendahului langkah kaki Tuhan. Senantiasa ikuti Dia (karena misi masing-masing kita dalam hidup ini adalah dari Allah)
Renungkan:
1. Apakah Anda dapat memahami dan merasakan tekad dan perasaan Paulus dalam keyakinan dirinya sebagai seorang pelayan Injil? Anda akan memiliki suasana hati dan tekad yang sama jika Anda yakin atas tempat Anda dalam rencana Kristus?
2. Apakah Anda punya hidup yang memiliki misi? Atau apakah Anda hidup sama persis seperti manusia dunia? Apakah Anda menemukan panggilan Allah dalam hidup Anda, juga memiliki rasa kekudusan dalam diri Anda dan kehidupan Anda?
Daftar renungan pemahaman Surat Efesus (silahkan klik untuk membuka)
Daftar renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (silahkan klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Untuk Kalangan Sendiri.