Tag Archives: Rahasia Kristus

Renungan Natal 30 Des. 2021

Rahasia telah dinyatakan
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.

(Roma 16:25-27 [ITB])
25 Bagi Dia, yang berkuasa menguatkan kamu, menurut Injil yang kumasyhurkan dan pemberitaan tentang Yesus Kristus, sesuai dengan pernyataan rahasia, yang didiamkan berabad-abad lamanya, 26 tetapi yang sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman 27 bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.

Paulus merangkum Surat Roma dengan tiga ayat ini, dan juga menggambarkan Injil sebagai rahasia.

Pertama-tama, Injil ini bukanlah konsep abstraksi atau teori metafisik. Ini adalah Injil dan Yesus Kristus yang telah Paulus beritakan sepanjang hidupnya. Sederhananya, Injil adalah hidupnya.

Kedua, perikop Alkitab mengatakan bahwa Injil adalah rahasia, yang didiamkan berabad-abad lamanya, rahasia tersembunyi berabad-abad lamanya, rahasia ini pada awalnya diam selamanya, artinya melalui upaya manusia kita tidak akan pernah tahu dan memahami isinya. Menurut Calvin, Allah itu tersembunyi. Jika Allah tidak secara aktif mengungkapkan diri-Nya, tidak ada cara bagi manusia untuk memahami Allah yang tersembunyi ini. Calvin bahkan mengatakan bahwa manusia itu buta. Jika Allah tidak secara aktif mengungkapkan diri-Nya, manusia tidak ada modal kemampuan untuk melihat dan mengenal Dia, kecuali Allah berinisiatif membuka mata hati manusia, barulah manusia memiliki kemungkinan untuk melihat dan mengenal Allah, inilah rahasia yang dimaksudkan dalam ayat Alkitab ini. Menggambarkan Injil sebagai rahasia bukanlah untuk menunjukkan betapa dalamnya Injil itu, tetapi untuk mengungkapkan bahwa semua adalah karena kasih karunia, jika bukan karena Allah aktif memberikan wahyu, atau inisiatif Allah untuk mencerahkan mata kita, kita sebenarnya tidak punya modal apa-apa untuk memahami rahasia Injil ini, ternyata bisa percaya Injil dan mengalami keselamatan itu semua adalah anugerah Allah.

Ketiga, rahasia ini bukan hanya untuk mendapatkan pengetahuan tentang hal-hal tertentu bagi orang percaya, tetapi untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman. Kita terpengaruh oleh sifat berdosa kita, hati kita benar-benar jatuh rusak, tidak mungkin ada kesucian secuil apa pun untuk mengenal Allah, apalagi ingin mengandalkan diri sendiri bagaimana menguatkan hati kita. Namun, rahasia itu adalah penjelmaan anugerah, kasih karunia keselamatan Yesus Kristus tidak hanya membuat kita memperoleh hidup yang kekal, tetapi juga menguatkan hati kita sehingga kita dapat masuk ke dalam pengharapan yang kekal.

Renungkan:
Rahasia dapat dinyatakan sebagai semua semata-mata karena anugerah Allah dan semua semata-mata perbuatan Allah. Ini menyangkal fakta keselamatan adalah hasil jasa kebajikan perbuatan amal manusia dan menyangkal pencapaian karena penyembahan manusia. Anugerah membuat kita semua menjadi penerima kasih karunia, dimelekkan mampu melihat bahwa kita hanyalah orang berdosa yang menerima anugerah, sehingga kita menjalani hidup kita dengan harapan dan rasa syukur. Apakah Anda juga berpikir bahwa Anda adalah penerima anugerah?


Daftar Renungan Natal 2021

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, Renungan Natal 2021 dipublikasikan pada bulan Desember 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Efesus 3:7-9

「Kasih karunia Allah」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 3:7-9 [ITB])
1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah

7 Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.
8 Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, 9 dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu

Setelah 3:2-6 yang menjelaskan tentang isi dari rahasia ini, di ayat 7 Paulus barulah melanjutkan hal yang ingin dijelaskannya di ayat 3:1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah, setelah ayat 1 ia berhenti tidak melanjutkan menjelaskan tugas misinya. Di ayat 3:1, Paulus menyatakan bahwa ia dipenjarakan karena Kristus Yesus, di satu sisi ia mengungkapkan situasi bahwa ia berada dalam penjara, dan di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa ia terikat oleh Injil Yesus Kristus. Di sini, dia menunjukkan bahwa dia adalah seorang hamba Injil, yang juga mencerminkan ketundukan penyerahan dirinya pada tugas misi Injil Yesus Kristus. Perasaan ketundukan ini juga tercermin dalam 2 Korintus 5:14-15: Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka. Dapat dilihat bahwa dalam isi hati Paulus, dirinya tidak hanya seorang hamba Injil kabar bahagia, tetapi semua orang percaya sama-sama memiliki keterikatan untuk menjadi utusan Injil.

Paulus dengan kepastian percaya bahwa penyebab dia menjadi hamba Injil kabar bahagia, adalah anugerah menurut pemberian kasih karunia Allah dan pengerjaan kuasa Allah. Pengerjaan oleh Allah Maha Kuasa tidak perlu mengandalkan orang untuk menyelesaikan karya-Nya, tapi Allah dalam anugerah-Nya sehingga orang punya kesempatan untuk ikut serta dalam pekerjaan-Nya. Pelayanan bukanlah pekerjaan, tapi anugerah Allah, kesempatan yang Allah berikan kepada kita untuk mengenal kuasa besar-Nya.

Dalam ayat 8, Paulus mengatakan bahwa dirinya yang paling hina dari semua orang-orang kudus. Kata yang paling hina tampaknya dibuat oleh Paulus sendiri, kata sifat ini dalam bentuk asli di tempat lain di luar muncul 13 kali, sangat jelas menggambarkan sesuatu yang sangat kecil. Tapi di sini, Paulus menambahkan sufiks yang relatif lebih lagi di akhir dari kata sifat tingkat tertinggi ini, dan dapat diterjemahkan sebagai lebih kecil dari yang terkecil (RCUV); less than the least (KJV), yang dengan jelas mencerminkan rasa ketidaklayakan oleh diri Paulus sendiri (lihat kekayaan makna yang tersirat dalam ITB yang paling hina). Meskipun kita tidak serta merta mendeskripsikan diri kita dengan cara yang sama, tetapi kita perlu seperti Paulus. Untuk mengabdi kepada Allah dan diberi kesempatan berpartisipasi dalam pelayanan Injil kabar bahagia Yesus Kristus, kita memiliki sikap sebagai orang yang tidak layak, sehingga kita lebih menghargai kesempatan pelayanan.

Paulus menggunakan dua ekspresi paradoks di ayat 3:8-9. Di satu sisi, dia menunjukkan bahwa kekayaan Kristus tidak terduga, dan ini adalah rahasia yang tersembunyi selama berabad-abad di dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu; tetapi di sisi lain, dia ingin menunjukkan bahwa kelimpahan yang tak dapat diduga-duga ini dapat disampaikan kepada orang non-Yahudi, dan tepat karena demikian maka rahasia ini dapat dipahami, rahasia yang tersembunyi di masa lalu ini dapat dimengerti oleh semua orang. Ini menekankan bahwa dasar dari karya Injil ini adalah anugerah Allah, karena di luar wahyu-Nya tidak ada siapapun yang bisa mengetahui kekayaan Kristus yang tak terduga. Jika bukan karena campur tangan Allah melalui Roh Kudus, tidak ada yang bisa memahami rahasia yang tersembunyi ini.

Renungkan:
Karunia Allah adalah dasar dari penyembahan dan pengabdian kita, dan kita hanya dalam ketidaklayakan diri merespons pekerjaan-Nya yang luar biasa.


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 3:1-13 (2)

「Menyatakan Rahasia Kristus (2)」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 3:1-13 [ITB])
1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah 2 memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, 3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. 4 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, 5 yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, 6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus. 7 Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya. 8 Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, 9 dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu, 10 supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, 11 sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. 12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. 13 Sebab itu aku minta kepadamu, supaya kamu jangan tawar hati melihat kesesakanku karena kamu, karena kesesakanku itu adalah kemuliaanmu.

Paulus yang dalam penjara telah menjadi utusan Injil yang membawa rantai, tapi ia tidak mengasihani diri sendiri atas apa yang ia alami, tetapi hanya percaya bahwa ini ada dalam pengaturan Tuhan, adalah harga yang perlu dibayar demi mewujudkan pelaksanaan rencana Kristus.

Paulus menegaskan kembali identitasnya sebagai 「hamba / pelayan Injil」, ini bukan posisi yang ia akui sendiri, yang ia dapatkan dari perebutan, tetapi yang Allah dalam kebebasan-Nya berikan kepada dia: 「Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.」 (Ef. 3:7) Kita akan melihat di belakang nanti di Ef. 4:7 bahwa  karunia yang Allah anugerahkan kepada setiap individu merupakan modal untuk pelayanan.

Allah bebas menetapkan untuk memberikan anugerah-Nya, bukan pilihan diri kita, lalu apakah kita bisa merasa enggan dan terpaksa? Tidak. Paulus penuh rasa terhormat dan merasa tidak layak. 「Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, 9 dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu」 (Ef. 3:8-9) Kasih Karunia tidak pernah merupakan hal kelayakan manusia. Paulus sadar diri tidak layak, tidak merasa dirinya memenuhi syarat untuk menjadi seorang Rasul, namun Allah telah menempatkan dirinya dalam posisi ini.

「Hamba / pelayan Injil」 adalah sebuah misi, untuk mengekspos makna asli dari seluruh rencana penciptaan dan keselamatan Allah, yakni 「rahasia」 ini. Seperti disebutkan sebelumnya, 「rahasia」 ini adalah rencana Kristus, yakni 「sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita」(Ef. 3:11). Rahasia ini dahulu tersembunyi, tidak hanya dunia tidak tahu, bahkan semua kekuatan rohani di langit juga tidak tahu (Ef. 3:10), tetapi sekarang sudah disingkapkan oleh Yesus Kristus di atas salib.

Tepat karena identitas ini adalah tidak layak bagi Paulus, maka ia dengan kesalehan dan sukacita besar berusaha menggenapi misi-Nya, termasuk membayar semua harga, dengan sukarela, dan tidak memandangnya sebagai penderitaan. Ia menasehati jemaat Efesus untuk tidak berduka atas penderitaan yang ia alami, yang merupakan kemuliaan mereka (Ef. 3:13). Paulus juga memutuskan untuk melakukan yang terbaik untuk mewujudkan misi ini, tidak sayang apapun; tidak akan mundur karena kesulitan. 「Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya」 (Ef. 3:12) Saudara dan saudari, mungkin misi yang kita terima berbeda dari Paulus, tapi berharap kita semua dapat belajar dari rasa tanggung jawab dan semangat diri Paulus.

Dalam renungan sebelumnya telah ditunjukkan bahwa bahkan jika kita memiliki beban kehidupan yang sedemikian berat, sampai kehabisan semua energi demi perhatian kehidupan sehari-hari, kita tetap tidak dapat membatasi Tuhan hanya untuk dunia kehidupan kita sendiri saja. Allah adalah Tuhan yang besar, keselamatan Yesus Kristus adalah penebusan yang besar, kita harus memiliki visi dan pikiran yang lebih luas, harus menerobos kerangka pribadi untuk memahami Tuhan yang besar dan misi-Nya yang besar.

Dapat digambarkan dengan sebuah analogi walau tidak tepat persis. Anda adalah presiden sebuah perusahaan multinasional, satu hari kantor pusat mengadakan rapat tertinggi, tiba-tiba menerima panggilan telepon, istri Anda meminta harus segera pulang rumah, sehingga Anda terburu-buru menghentikan pertemuan, melaju pulang rumah. Istri Anda mengatakan bahwa ritsleting roknya tersangkut, dan dia tidak ingin meminta tolong dari para pembantu atau orang lain, maka memanggil Anda pulang rumah. Bagaimana Anda akan bereaksi terhadap situasi seperti ini?

Tuhan yang besar, Ia akan mendengarkan doa seorang anak, ini adalah lirik lagu yang kita senang nyanyikan. Kita tidak harus menambahkan rasa rendah diri dan malu dalam doa, atau bahkan tidak berani untuk membuka mulut; Jangan ragu untuk datang ke takhta kasih karunia Tuhan, mencari rahmat, belas kasihan, dan Penolong kita setiap saat. Tapi meskipun demikian, kita tidak dapat membuat kemampuan Allah hanya terbatas doa kita saja, Allah bukanlah Allah yang hanya membantu menarik ritsleting, yang hanya membantu kita untuk mengejar bus, atau yang hanya kita mintai bantuan memasukkan anak-anak kita ke sekolah bergengsi.

Apakah Kita tahu betapa besar kekuatan TUHAN? Itu kuasa besar yang mampu membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati, itu kuasa yang mampu mengatasi semua kuasa dunia dan dunia roh.

Kita bukan tidak berdoa untuk hal-hal kecil, tapi Kristus juga mengingatkan kita untuk tidak terlalu sering bertele-tele kepada Tuhan tentang hal-hal kecil, tapi apa yang Dia katakan? 「Carilah dahulu Kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya, maka semua ini akan ditambahkan kepadamu.」 Seorang ayah berkata liburan musim panas akan membawa anaknya ke Disneyland US di California, anak penuh khawatir bertanya: apakah di sana ada es krim untuk dimakan?

Dengan kita menekankan kebesaran Tuhan dan rahasia Injil, maka kita bisa selalu memiliki rasa takut hormat akan Allah, bukan dengan kelalaian hati. Kitab Yosua mencatat bahwa ketika bangsa Israel selesai berkelana di padang gurun selama 40 tahun dan di bawah pimpinan Yosua menyeberangi Yordan, memasuki Kanaan, Yosua memerintahkan imam-imam mengangkat Tabut Perjanjian dan berjalan di depan orang, yang berarti bahwa itu adalah di bawah pimpinan Allah barulah mereka bisa masuk Kanaan. Yosua memerintahkan umat Allah dengan berkata 「hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah mendekatinya –maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu.」 (Yosua 3:4) Para pengikut Allah, memiliki hati yang senantiasa takut hormat, tidak merasa diri benar, jangan berpikir bahwa jalan di depan sudah kita kenal baik lalu ambil keputusan semau diri, melintasi jalan diri sendiri; Jangan datang mendekati Allah dengan hati yang menyepelekan, apalagi mendahului langkah kaki Tuhan. Senantiasa ikuti Dia (karena misi masing-masing kita dalam hidup ini adalah dari Allah)

Renungkan:

1. Apakah Anda dapat memahami dan merasakan tekad dan perasaan Paulus dalam keyakinan dirinya sebagai seorang pelayan Injil? Anda akan memiliki suasana hati dan tekad yang sama jika Anda yakin atas tempat Anda dalam rencana Kristus?

2. Apakah Anda punya hidup yang memiliki misi? Atau apakah Anda hidup sama persis seperti manusia dunia? Apakah Anda menemukan panggilan Allah dalam hidup Anda, juga memiliki rasa kekudusan dalam diri Anda dan kehidupan Anda?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 3:1-13 (1)

「Menyatakan Rahasia Kristus (1)」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 3:1-13 [ITB])
1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah 2 memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, 3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. 4 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, 5 yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, 6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus. 7 Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya. 8 Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, 9 dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu, 10 supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, 11 sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. 12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. 13 Sebab itu aku minta kepadamu, supaya kamu jangan tawar hati melihat kesesakanku karena kamu, karena kesesakanku itu adalah kemuliaanmu.

Dalam pasal pertama, setelah mengakui rencana penciptaan dan penebusan Tuhan dalam Yesus Kristus, lalu pertama kalinya Paulus di surat ini menyebutkan gereja bahwa 「segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu」 (Ef. 1:22-23)

Paulus pertama-tama mengumumkan rencana penebusan yang telah Allah genapkan dalam Kristus dan kemudian mendefinisikan Gereja sebagai tubuh Yesus Kristus. Di sini kita dapat memastikan satu fakta bahwa kita tidak bisa mendefinisikan Tuhan, iman, dan Gereja berdasarkan kebutuhan manusia. Allah tidak bisa menjadi Allah milik rumah kita, Ia bukan pemasok kebutuhan kita. Jika kita memiliki ide ini, kita pasti tidak dapat mengenal Allah, tidak mampu benar-benar percaya pada Allah, hanya dapat mengubah Allah menjadi dewa Wong, Kristus menjadi seorang boddhisattwa Kris. Gereja hanya dapat didefinisikan oleh Yesus Kristus, meninggalkan Yesus Kristus maka tidak ada Gereja.

Yesus Kristus tidak hanya merupakan pusat ibadah kita, Dia adalah Tuhan yang bertindak. Allah adalah dinamis bukan statis. Yesus Kristus adalah rencana penebusan Allah, dan Gereja adalah bagian dari rencana. Tuhan membangun gereja adalah untuk rencana ini, dan keberadaan Gereja adalah untuk menyelesaikan rencana ini. Gereja tidak bisa terpisahkan dari rencana penebusan Yesus Kristus.

Dalam pasal ketiga, Paulus berbicara lagi tentang rencana Kristus, tapi ia tidak pernah berbicara tentang bagian kosmologi dari rencana ini -bagaimana semua ciptaan yang ada pada akhirnya bersatu dengan Kristus. Sebaliknya, fokus berbicara pada bagian manusia dari rencana tersebut, terutama bagian Gereja (dalam huruf kapital, artinya Gereja yang am, bukan gereja lokal.) 「Bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus」 (Ef. 2:6) Kita tidak terlalu tahu bagaimana semua yang ada di alam semesta bersatu dengan Kristus; Tapi kita semua terlepas dari latar belakang apapun, dapat bersatu dalam Kristus dan menjadi bagian dari Gereja, adalah hal yang dapat kita pahami dan praktekkan.

Paulus meletakkan diri dalam rencana Kristus, menemukan nilai keberadaan dirinya. Pertama, Allah membuat dia mengerti rahasia Kristus; Kedua, Allah membiarkan dia menyatakan rencana Kristus dengan menyampaikan Injil kepada bangsa-bangsa lain. Di kemudian dia berkata 「Berdoalah … juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara」 (Ef. 6:19-20). Tujuan keberadaan Paulus, penyebab segala macam penderitaan yang ia hadapi, semuanya adalah untuk memberitakan rahasia ini.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, di dunia tidak ada misi Paulus atau misi saya Liáng Jiā Lín, hanya ada misi Kristus, kita hanya dapat dan harus menemukan posisi diri dalam misi Kristus, yang merupakan nilai dari keberadaan kita. Kita adalah bagian dari rencana Kristus dan memiliki peran kecil di dalamnya. Identitas dan misi Gereja juga didasarkan pada ini: keberadaan Gereja adalah mewujudkan misi ini, memberitakan Injil kepada segala bangsa.

Keberadaan kita dan gereja adalah untuk rencana Kristus. Apa pikiran yang kita miliki untuk dicapai, itu adalah sekunder; Yesus memiliki kehendak untuk kita genapi, dan itu adalah yang paling penting. Allah mungkin akan mendengarkan doa-doa kita dan memenuhi permohonan kita, tapi itu bukanlah tujuan utama dari keikutsertaan kita dalam gereja, datang ke gereja bukan untuk memenuhi keinginan hati kita, tapi untuk membiarkan kehendak Tuhan digenapi, termasuk dalam hidup kita.

Inilah sebabnya Paulus, di paragraf pertama pasal satu, tiada henti menyebutkan kehendak Tuhan: 「… Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, … sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, … untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi. … di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan … sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya」 (Ef. 1:5-6, 9-11)

Gereja hendaknya memenuhi kehendak Allah, kita hendaknya memenuhi kehendak Allah.

Renungkan:

1. Apa pandangan Anda atas bagian dari Doa Bapa Kami 「jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di Sorga」? Apa yang menjadi tekad Anda?

2. Apakah Anda sering menentukan hidup Anda dengan misi, juga mendefinisikan Gereja dalam misi? Apa yang merupakan misi Anda?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Kolose 2:8-10

「Kepenuhan di dalam Kristus 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kolose 2:8-10 [ITB])
8Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.
9Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,
10dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.

Melanjutkan teks sebelumnya, di sini Paulus berpesan kepada penerima surat harus berhati-hati, jangan sampai ada orang yang menjadikan mereka tawanan. Dengan apakah orang-orang ini menawan jemaat Kolose? Yaitu dengan 「filsafatnya yang kosong dan palsu 」. Dalam bahasa asli Yunani, 「filsafat 」, 「kosong 」 dan 「omong kosong / palsu bohong 」 ketiganya mempunyai bentuk kata feminim kepemilikan (feminine genitive), dan merupakan bagian dari sebuah frasa berkata depan, oleh karena itu dapat terlihat bahwa ketiganya secara bersamaan menunjuk kepada satu hal yang sama. Ditambah lagi bahwa seluruh frasa berkata depan hanya memiliki satu kata sandang tentu (definite article)  di depan kata 「filsafat 」, maka kita dapat menterjemahkannya sebagai 「dengan filsafat yang kosong dan menipu itu 」. Paulus mengingatkan penerima surat agar berhati-hati, karena ada orang yang sedang menggunakan filsafat yang kosong dan menipu (palsu) itu untuk membuat mereka menjadi tawanan.

Apa yang dimaksudkan 「filsafat 」 oleh Paulus? Dalam bahasa asli Yunani, digunakan lagi tiga frasa berkata depan: (1) menurut ajaran turun-temurun manusia (according to the tradition of men); (2) menurut prinsip dunia yang dangkal (according to the elementary principles of the world) (terjemahan ITB “ajaran … roh-roh dunia”); (3) tidak menurut Kristus (not according to Christ). Apakah sebenarnya yang ditunjuk oleh kedua frasa yang pertama pada zaman itu? Terdapat berbagai macam pendapat dari para peneliti, bagi kita di sini tidak perlu terlibat ulang dalam perdebatan rumit tersebut, kita cukup melihat bahwa semua itu 「tidak menurut Kristus 」. Berbagai macam tradisi ajaran turun-temurun, berbagai ajaran pemikiran, masing-masing memiliki nilai, logika, dan kebijaksanaan, namun jika tidak menurut rahasia Kristus maka semuanya adalah filsafat yang kosong, dan menipu (palsu). Dengan demikian, rahasia Kristus menjadi standar tolak ukur bagi segala ajaran. Mengapa? Karena Yesus Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, segala ciptaan bisa berada adalah 「di dalam Dia 」, 「melalui Dia 」 dan 「bagi Dia 」 (Kol. 1:15-20). Oleh sebab itu, jika sebuah tradisi, ajaran menjauhkan orang dari akar sumber segala ciptaan, maka merupakan perkataan sia-sia yang menipu orang dan tidak mempunyai arti.

Mengapa? Karena segala kepenuhan ilahi (all the fullness of Deity) berdiam secara jasmani di dalam Kristus (Kol. 2:9), dan orang Kristen menjadi berkepenuhan, menjadi sempurna / lengkap di dalam Dia (made complete in Him) (Kol. 2:10) (terjemahan ITB “kamu telah dipenuhi di dalam Dia”). Artinya, orang yang percaya Kristus sudah mendapatkan segala kepenuhan, mengapa masih mencari hikmat dan kebijaksanaan dari tempat lain, seakan-akan Kristus ada kekurangan yang masih perlu dilengkapi? Jika ada yang masih perlu dilengkapi maka itu hanya penderitaan Kristus yang perlu dilengkapi oleh pelayan Injil (Kol. 1:24. Lihat juga renungan Kol. 1:24). Di sini Paulus mengingatkan semua orang yang sudah menerima Yesus Kristus, karena sudah mengakui bahwa semua kepenuhan ilahi ada di dalam Kristus, maka tidak sepatutnya dengan bodoh mengejar ajaran palsu yang memimpin orang meninggalkan sumber kepenuhan. Harus berjaga-jaga atas filsafat yang kosong dan menipu orang, orang Kristen harus dibangun berakar, dikokohkan imannya di dalam Kristus (Kol. 2:6-7).

Renungkan: kehidupan kita hari ini ada di dalam masyarakat yang majemuk, kita sering diminta harus terbuka, menerima. Tidak salah bahwa kita perlu belajar bergaul dengan orang yang berbeda, mencoba memahami bagaimana perbedaan pikiran dan nilai mereka berbeda dengan kita. Di dalam masyarakat yang mejemuk, kita harus memiliki hati yang lapang, menghormati orang yang berbeda pikiran dengan kita. Komunikasi dapat membuat orang yang berbeda saling mendengarkan, saling belajar. Namun, menjadi orang yang sudah menerima Yesus Kristus, kita mempunyai batas garis terendah. Segala pemikiran yang tidak sesuai Kristus, yang memimpin orang meninggalkan Kristus adalah ajaran yang menipu orang, pembicaraan yang kosong tidak bermakna. Kita menggunakan rahasia Kristus sebagai standar paling tinggi untuk menimbang segala ajaran, filsafat pandangan dunia dan agama. Kita memproklamasikan Yesus Kristus adalah Tuhan, Ia adalah sumber segala kepenuhan. Orang Kristen tidak mempunyai ruang untuk berunding tentang hal ini. Dalam lingkup makna ini, iman Kristen menolak secara eksklusif yang lain.

Kolose 1:25-29

「Berusaha sekuat tenaga mengabarkan rahasia Kristus 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kolose 1:25-29 [ITB])
25 Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu,
26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. 27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan! 28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.
29 Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.

Paulus dalam Kol. 1:24-29 menjelaskan sikap dan misi yang seharusnya dimiliki pelayan Injil. Kemarin kita sudah melihat ayat 24, Paulus dalam satu ayat pendek ini menyampaikan tiga sikap orang yang menjadi pelayan: (1) membawa hati yang sukacita; (2) memiliki tekat hati siap menderita; (3) senantiasa berpikir untuk Gereja (「karena kamu 」). Mulai ayat 25, Paulus maju selangkah lagi menjelaskan apa misi dia.

Menjadi pelayan Injil, ia pada saat yang sama juga dipercaya menjadi pelayan Gereja. Memberitakan Injil dan mendirikan gereja tidak dapat saling dipisahkan. Tidak ada utusan Injil yang dapat mengatakan bahwa dirinya tidak ada urusan dengan pembangunan Gereja, juga tidak ada seorang penggembalaan yang boleh memandang rendah pengabaran Injil. Mengapa? Karena Injil menunjuk kepada pendamaian yang digenapkan di dalam Kristus (Kol. 1:19-20), dan relasi pendamaian (termasuk manusia dengan Allah, manusia dengan manusia) dinyatakan di bumi dengan melalui Gereja. Kuasa Kristus juga dinyatakan dengan jelas dalam komunitas Gereja. Komunitas Gereja memanifestasikan dilepaskannya orang dari kegelapan, masuk ke dalam Kerajaan Kristus (Kol. 1:13). Injil menunjuk kepada penebusan oleh Kristus, dan penebusan oleah Kristus melahirkan Gereja. Maka menjadi pelayan Injil adalah juga menjadi pelayan Gereja, keduanya tidak dapat dipisahkan. Paulus secara khusus menyebutkan 「tugas yang dipercayakan Allah kepadaku bagi kamu (stewardship)」.

Sebagi rasul, Paulus diutus untuk mengabarkan Injil Allah (Rom. 1:1), pada saat yang sama ia juga mendapatkan tugas menjadi penatalayan dari Allah, untuk menjaga Gereja dengan baik, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus (Kol. 1:28). Tidak hanya menjaga gereja yang ia dirikan saja, gereja yang lain juga harus dijaga. Sebagai pelayan Injil, kita tidak hanya memperhatikan urusan gereja kita sendiri, tetapi juga harus berikan perhatian kepada gereja lain. Tetapi, ada perbedaan besar antara ikut campur dan memberikan perhatian. Paulus dipanggil menjadi rasul Kristus, ia punya tanggung jawab dan kuasa ikut campur urusan gereja lain, namun hanya terbatas pada cakupan yang diberikan Allah yaitu pengabaran Injil. Kita adalah pelayan Injil, namun bukan rasul. Kita perlu memberikan perhatian atas keadaan gereja lain, tetapi tidak sampai interferensi ikut campur urusan internal mereka.

Sebagai pelayan Gereja, Paulus dipercayai mengabarkan Firman Allah dengan sepenuhnya, agar setiap orang disempurnakan di dalam Kristus. Firman Allah adalah rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi pada masa sekarang telah dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. Rahasia ini adalah 「Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan [ITB] / Kristus di dalam kamu sekalian, telah menjadi pengharapan untuk mendapatkan kemuliaan [Mandarin CUV] 」(Kol. 1:27). Paulus hendak menjelaskan rahasia ini kepada orang-orang kudus, selain karena melaksanakan tugasnya sebagai penatalayan, ia adalah demi menguatkan orang-orang percaya pengharapan di dalam Kristus. Kita telah melihat Kol. 1:3-5, tahu bahwa pengharapan dapat membuat orang mempertahankan iman, merealisasikan kasih. Paulus mengetahui pengharapan adalah ekstrim penting bagi pertumbuhan kehidupan seorang Kristen, juga melihat bahwa pengharapan berasal dari pengenalan seseorang akan rahasia 「Kristus di dalam kita 」. Oleh sebab itu, Paulus menguras tenaga demi hal ini, tiada henti dengan berbagai macam hikmat menasehati setiap orang, mengajar setiap orang. Sasudara saudari dapat memperhatikan, titik beratnya di sini bukan cara mengajar di dalam Kristus. Cara adalah hal yang penting (memakai berbagai hikmat), namun lebih penting adalah isinya. Menjadi pelayan Injil, kita harus berusaha sekuat tenaga untuk dengan sepenuhnya mengajarkan dengan jelas rahasia 「Kristus di dalam kita 」. Untuk menggenapi misi ini, kita perlu memiliki dasar pengetahuan Alkitab dan teologi yang kuat.

Renungkan: tugas apa yang telah dititipkan Allah kepada kita? Bagaimana cara kita dapat mengabarkan Injil dan cara agar dapat mengajarkan rahasia Kristus dengan sepenuhnya? Bagaimanakah kita membantu orang mengenal kelimpahan kemuliaan yang ada  「di dalam Kristus 」? Pertimbangkan bahwa kita sering menghadapi pencobaan memilih-milih Firman Tuhan yang kita senang dengarkan saja, apakah kita menyadari betapa tinggi, lebar, panjang, dan dalamnya 「rahasia Kristus 」?

Renungkan apa yang menjadi tolak ukur pertumbuhan gereja bagi anda? Apakah jumlah orang, atau kemajuan dalam pengenalan akan rahasia Kristus?