Tag Archives: Samaria

Yehezkiel 23:5-10

Masih berzina walau sudah punya TUHAN
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yeh. 23:5-10 [ITB])
5 Dan Ohola berzinah, sedang ia Aku punya. Ia sangat berahi kepada kekasih-kekasihnya, kepada orang Asyur, pahlawan-pahlawan perang, 6 berpakaian kain ungu tua, bupati-bupati dan penguasa-penguasa, semuanya pemuda yang ganteng, pasukan kuda. 7 Ia melakukan persundalannya dengan mereka, semuanya orang Asyur pilihan; ia menajiskan dirinya dengan semua orang, kepada siapa ia berahi dan dengan berhala-berhalanya.
8 Ia tidak meninggalkan persundalannya yang dilakukannya sejak dari Mesir, sebab pada masa mudanya orang sudah menidurinya, dan mereka memegang-megang dada keperawanannya dan mencurahkan persundalan mereka kepadanya.
9 Oleh sebab itu Aku menyerahkan dia ke dalam tangan kekasih-kekasihnya, dalam tangan orang Asyur, kepada siapa ia berahi. 10 Mereka menyingkapkan auratnya, anak-anaknya lelaki dan perempuan ditangkap dan ia sendiri dibunuh dengan pedang. Dengan demikian namanya dipercakapkan di antara kaum perempuan sebab hukuman telah dijatuhkan atasnya.

Perikop ini terlebih dahulu menggambarkan perzinaan Ohola (Samaria), menggunakan kata zina / persundalan (znh) (Yeh. 23:5, 7, 8), yang biasanya digunakan untuk menggambarkan perzinaan atau pelacur, adalah perilaku lahiriah; selain itu juga digunakan kata berahi (‘gv) (Yeh. 23:5, 7, 9), kata yang relatif jarang digunakan, terutama menggambarkan seseorang telah didominasi oleh nafsu sek dan menjadi irasional, adalah nafsu batin. Oleh karena itu, Ohola melakukan perzinaan baik secara lahiriah maupun batiniah, sepenuhnya dikuasai oleh nafsu seksual, tanpa rasionalitas atau pengekangan sama sekali.

Target perzinaan Ohola adalah orang Asyur (ayat 5), dan ayat Alkitab menyatakan bahwa mereka pahlawan-pahlawan perang, berpakaian kain ungu tua, bupati-bupati dan penguasa-penguasa, semuanya pemuda yang ganteng, pasukan kuda (ayat 6). Para sarjana memiliki kajian dan usulan yang berbeda mengenai posisi dan jabatan yang dicantumkan, namun kesamaannya adalah bahwa deskripsi tersebut mengacu pada pejabat politik kelas atas dan pahlawan di Asyur. Ohola menginginkan perzinaan dengan orang-orang yang prestisius dan tinggi status sosialnya, dan hanya orang-orang ini yang dilihat oleh pandangan matanya. Selanjutnya, ayat 7 menggunakan tiga kata semua untuk menunjukkan bahwa zina Ohola bukan hanya satu atau dua, tetapi mencintai semua laki-laki yang ganteng. Oleh karena itu, baik dalam cakupan maupun kualitas, Ohola memiliki tuntutan dan keinginan.

Dalam ayat 8 ditunjukkan bahwa perzinaan Ohola ini melanjutkan perzinaan sebelumnya ketika dia masih bukan milik Allah, perzinaan ketika di Mesir, tetapi perzinaannya saat ini bahkan lebih besar daripada sebelumnya. Oleh karena itu, ayat 9-10 menjelaskan bahwa penghakiman TUHAN atas Ohola yakni menyerahkannya ke tangan pihak yang ia inginkan untuk berzina, menjadikan Asyur sebagai alat menghukum Ohola. Pada akhirnya, Kerajaan Utara dihancurkan oleh Asyur pada 722 SM.

Renungkan:
Jika nafsu masa lalu tidak kita tangani dengan baik, hingga menuruti seenaknya, tidak mungkin nafsu ini segera terkoreksi seperti sulap setelah berpaling kepada Allah (lihat juga renungan Hakim-hakim 6:1-11, klik untuk membaca). Jika Ohola ingin berubah, pertama-tama ia harus memikirkan kebaikan TUHAN kepadanya, yaitu anugerah Allah membawa dia keluar ketika dia masih dalam perbudakan di Mesir, dan anugerah membuat perjanjian dengan dia, barulah dia bisa mengatasi masalah masa lalu. Apa makna Ohola ini bagi Anda?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 21-28 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasikan pada bulan Januari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 16:44-52

Begitu ibu, begitu anak!

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 16:44-52 [ITB])
44 Lihat, setiap penyair akan mengatakan sindiran ini mengenai engkau: Begitu ibu, begitu anak!
45 Anak ibumu engkau,
………yang jijik melihat suaminya dan anak-anaknya lelaki,
dan adik kakak-kakakmu perempuan engkau,
………yang jijik melihat suami-suami mereka dan anak-anak mereka lelaki.
Ibumu adalah orang Heti
………dan ayahmu adalah orang Amori.
46 Kakakmu yang tertua ialah Samaria,
………yang beserta anak-anaknya perempuan diam di sebelah utaramu,
dan kakakmu yang termuda ialah Sodom,
………yang beserta anak-anaknya perempuan diam di sebelah selatanmu.
47 Bukankah engkau hidup menurut perbuatan mereka dan engkau lakukan seperti perbuatan-perbuatan mereka yang keji; sebentar lagi saja engkau berbuat lebih jahat dari mereka dalam seluruh hidupmu.
48 Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, sesungguh-sungguhnya Sodom, kakakmu yang termuda beserta anak-anaknya perempuan tidak berbuat seperti engkau lakukan beserta anak-anakmu perempuan. 49 Lihat, inilah kesalahan Sodom, kakakmu yang termuda itu: kecongkakan, makanan yang berlimpah-limpah dan kesenangan hidup ada padanya dan pada anak-anaknya perempuan, tetapi ia tidak menolong orang-orang sengsara dan miskin. 50 Mereka menjadi tinggi hati dan melakukan kekejian di hadapan-Ku; maka Aku menjauhkan mereka sesudah Aku melihat itu.
51 Dan Samaria tidak membuat setengahpun dari dosa-dosamu, bahkan engkau melakukan lebih banyak kekejian dari mereka berdua, sehingga dengan segala kekejian-kekejianmu yang engkau lakukan, engkau membuat kakak-kakakmu perempuan kelihatan benar.
52 Tanggunglah nodamu, hai engkau, yang mengakibatkan hukuman lebih ringan kepada kakak-kakakmu perempuan; dengan dosa-dosamu yang lebih keji dari mereka, mereka lebih benar dari padamu.
Biarlah engkau merasa malu dan tanggunglah nodamu, oleh karena engkau membuat kakak-kakakmu perempuan kelihatan benar.

Paragraf ini Yeh. 16:44-52 dalam teks aslinya dimulai dengan Lihat, dan memakai cara sindiran untuk berbicara (ayat 44), ada pepatah pada saat itu Begitu ibu, begitu anak!, Yehezkiel memakainya untuk menjelaskan kejahatan Yerusalem.

Pertama-tama, kitab suci menyatakan bahwa ibu Yerusalem adalah orang Heti (ayat 45), dan dia memiliki dua saudara perempuan, kakak perempuannya adalah Samaria, dan Sodom (ayat 46). Mengapa ada hubungan yang aneh ini? Dipercaya bahwa Yehezkiel berbicara tentang Yerusalem sebelum ditempati oleh orang Israel, pada saat itu, Yerusalem adalah Yebus, dan Sodom juga merupakan kota penting di Kanaan, maka keduanya disebutkan sebagai kakak adik; dan orang Heti dahulunya juga merupakan penduduk utama dari tanah Kanaan, maka Yehezkiel menggunakan metafora ini adalah agar orang Israel mendengar hubungan antara kota-kota Kanaan ini, disindir bahwa tingkat moral Yerusalem yang diduduki orang Israel saat ini sama seperti Yebus dahulu , bahkan lebih buruk daripada saudara perempuannya Samaria dan Sodom. Dengan cara ini, Yehezkiel menggunakan pepatah populer Begitu ibu, begitu anak! untuk menegur bahwa hakikat Yerusalem ini adalah noda kecemaran Kanaan.

Namun, ketika Yehezkiel memberitakan perkataan ilahi ini, Samaria telah dihancurkan, dan Sodom telah ditiadakan oleh Allah karena dosa-dosanya. Mereka semua menerima pembalasan yang sepatutnya. Yerusalem yang sekarang masih ada, mungkin berpikir bahwa dirinya diberkati, terutama memiliki cinta kasih dan pemeliharaan TUHAN, siapa tahu Yehezkiel justru mengejutkan orang dengan mengatakan: dosa Yerusalem lebih besar daripada dosa Samaria dan Sodom. Kitab Suci menunjukkan bahwa dosa Sodom belum sampai taraf seperti Yerusalem (ayat 48), Samaria tidak melakukan setengah dari dosa Yerusalem (ayat 51), pada saat itu orang Israel percaya bahwa Samaria dan Sodom adalah kota dosa, tetapi tidak berpikir kejahatan diri mereka lebih bahkan lebih buruk. Yehezkiel menggunakan metafora ini untuk menggambarkan tingkat kejahatan Yerusalem, agar orang-orang memahami bahwa Yerusalem akan hancur seperti Samaria dan Sodom.

Renungkan:
Yerusalem tidak tahu hakikat asalinya, dan masih menilai diri sendiri baik. Yehezkiel ingin menggunakan ungkapan Begitu ibu, begitu anak! untuk menjelaskan sifat berdosanya, dan juga menggunakan perbandingan Sodom dan Samaria untuk menunjukkan bahwa tingkat kejahatan di Yerusalem telah mencapai titik ekstrem. Berapa banyak yang kita ketahui tentang diri kita? Apakah saya sering berpikir bahwa saya lebih baik dari orang lain? Marilah kita melihat hakikat asali diri kita dan bertobat lebih awal.


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 12-20 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) dipublikasi pada bulan Oktober 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.