Ulangan 24:8-9

Berkata-kata jahat

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 24:8-9 [ITB])
8 Hati-hatilah dalam hal penyakit kusta dan lakukanlah dengan tepat segala yang diajarkan imam-imam orang Lewi kepadamu; apa yang kuperintahkan kepada mereka haruslah kamu lakukan dengan setia. 9 Ingatlah apa yang dilakukan TUHAN, Allahmu, kepada Miryam pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir.

Untuk memahami peringatan Musa kepada orang Israel: haruslah engkau menjaga diri terhadap segala yang jahat (Ul. 23:9), selain melalui latar belakang peristiwa, tetapi juga dapat mulai dari makna kata yang dipakai. Segala yang jahat adalah semua hal yang jahat (lihat KJV every wicked thing), teks aslinya adalah kol davar ra. Kata davar dapat diartikan sebagai hal atau kata. Nama Kitab Ulangan – Devarim – diambil dari 1:1 perkataan-perkataan yang diucapkan Musa. Oleh karena itu, menjaga diri terhadap segala yang jahat adalah menjauhi segala perkataan jahat, ajaran Yahudi Midrash Sifri mengatakan dengan lugas: davar ra (hal jahat) adalah lashon ra (lidah yang jahat).

Orang bijak Yahudi mengutip seruan dari Ulangan 24:8-9 sebagai dukungan: Saudara perempuan Musa, Miryam, pernah mencela Musa karena menikahi seorang wanita dari Kush (sekarang Etiopia), tetapi Allah memarahi Miryam dan menghukumnya menderita kusta selama 7 hari (Bil. 12:1-15) itulah yang disebut dengan bencana karena banyak mulut. Menurut aturan agama umat Israel, meskipun penderita kusta tidak terlibat dalam masalah moral, tetapi begitu ia terkena kusta, ia akan dianggap tidak tahir (Im. 13) Kata-kata jahat mengakibatkan pada hal jahat, davar ra lashon ra (hal jahat adalah lidah yang jahat), alasannya begitu sederhana.

Orang Yahudi memandang perkataan jahat (lashon ra) adalah kejahatan yang sangat besar, lalu apa itu perkataan jahat? Berikut ini adalah apa yang Alkitab ajarkan agar kita tidak mengatakan:

1. Fitnah. Jangan katakan atau dengarkan celaan negatif orang lain, itu sama saja dengan mempermaikan benar dan salah. Im 25:16 Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia (bhasa Ibrani: menumpahkan darahnya); Akulah TUHAN. Menyebarkan fitnah sering menyebabkan cedera dan kematian orang lain.

2. Kesaksian palsu. Gosip mungkin tidak disengaja, tetapi fitnah dengan sengaja menggunakan fakta palsu untuk merugikan orang lain. Itu adalah salah satu larangan dari Sepuluh Perintah. Demikian pula, jika Anda mengetahui kebenaran fakta dan menolak untuk bersaksi, itu adalah sama dengan memberikan kesaksian palsu.

3. Kata-kata kotor dan bahasa yang cemar. Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia (Ef. 4:29)

4. Mengutuk Allah (atau menyangkal nama Allah) Im 20:9 Apabila ada seseorang yang mengutuki ayahnya atau ibunya, pastilah ia dihukum mati … apalagi janganlah mengutuk Allah. Orang Yahudi memiliki tiga hal yang mereka lebih baik mati daripada melakukan: pemerkosaan, pembunuhan dan menyangkal nama Allah. Tentu saja tidak boleh bersumpah atas nama Allah (Matius 5:33-37).

5. Membocorkan rahasia.

Singkatnya, Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi (Amsal 10:19)

Renungkan:
Ini adalah zaman berbicara. Mohon Tuhan mengajar saya berhati-hati dengan kata-kata kita sendiri, jangan bicara omong kosong, dan belajar mengatakan hal-hal baik untuk mendorong orang lain.


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.