Tag Archives: Kitab Keluaran

Keluaran 32:1-14

「Di atas gunung dan di bawah gunung」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 32:1-14 [ITB])
1 Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir, kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.
2 Lalu berkatalah Harun kepada mereka: Tanggalkanlah anting-anting emas yang ada pada telinga isterimu, anakmu laki-laki dan perempuan, dan bawalah semuanya kepadaku. 3 Lalu seluruh bangsa itu menanggalkan anting-anting emas yang ada pada telinga mereka dan membawanya kepada Harun.
4 Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!
5 Ketika Harun melihat itu, didirikannyalah mezbah di depan anak lembu itu. Berserulah Harun, katanya: Besok hari raya bagi TUHAN!
6 Dan keesokan harinya pagi-pagi maka mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, sesudah itu duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.
7 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya.
8 Segera juga mereka menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka telah membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah dan mempersembahkan korban, sambil berkata: Hai Israel, inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.』」
9 Lagi firman TUHAN kepada Musa: Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk. 10 Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar.
11 Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat? 12 Mengapakah orang Mesir akan berkata: Dia membawa mereka keluar dengan maksud menimpakan malapetaka kepada mereka dan membunuh mereka di gunung dan membinasakannya dari muka bumi?
Berbaliklah dari murka-Mu yang bernyala-nyala itu dan menyesallah karena malapetaka yang hendak Kaudatangkan kepada umat-Mu.
13 Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimilikinya untuk selama-lamanya.』」
14 Dan menyesallah TUHAN karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.

Paragraf ini adalah peristiwa anak lembu emas yang terkenal, dapat dibagi menjadi tiga bagian: (1) Harun membuat anak lembu emas (ayat 1-6), (2) TUHAN hendak membinasakan orang Israel (ayat 7-10), (3 ) Musa meminta agar Allah tidak memusnahkan orang Israel (ayat 11-14).

Musa menerima wahyu penyataan di gunung, tetapi orang-orang meminta Harun untuk membuat patung dewa bagi mereka. Harun menyarankan agar orang-orang menyumbangkan perhiasan emas dan kemudian menempa anak lembu emas dengan alat pahat. Orang-orang menyembah anak lembu emas, duduk untuk makan dan minum, dan kemudian bangun bersukaria.

Mengapa orang Israel membuat anak lembu emas? Mungkin saja mereka telah lama tinggal di Delta Nil, tempat bertemunya peradaban Mesir dan Kanaan. Oleh karena itu, mereka sangat dipengaruhi oleh dua peradaban ini dan memuja lembu terkait dengan kesuburan.

Duduk dan makan dan minum mengacu pada korban keselamatan, para penyembah berbagi daging dan minuman bersama untuk menikmati persekutuan antara Allah dan manusia, juga antar manusia. Bersukaria (lǝṣaḥēq, ITL atau KJV terjemahkan sebagai bermain), akar kata kerjanya adalah tertawa (ṣāḥaq), tetapi dalam ayat ini adalah jenis diperkuat (Piel), yang berarti provokasi seksual atau pencabulan, menyiratkan bahwa orang Israel menyembah anak lembu emas sebagai sebuah ritual persetubuhan. Tidak heran Musa mencela mereka karena begitu rusak tingkah lakunya tidak senonoh di hadapan Allah, menyembah berhala (ayat 25).

TUHAN tidak menunggu Musa turun gunung, segera memberi tahu Musa bahwa orang Israel telah berdosa dan bahwa Dia akan membinasakan mereka, sebagai ganti akan membuat keturunan Musa menjadi suatu bangsa yang besar. Oleh sebab itu biarkanlah Aku (hannîḥâ lî, ayat 10, BIMK terjemahan secara fungsional Jangan coba menghalangi Aku), ungkapan ini hanya muncul sekali dalam Alkitab, TUHAN berkata demikian, seolah-olah Dia harus meminta izin kepada Musa untuk melakukan sesuatu, tetapi Dia justru menunjukkan kebebasan Allah. Itu juga memberi Musa kesempatan untuk memohon kepada TUHAN untuk mengubah niat semula.

Musa memohon kepada Allah dari tiga aspek: (1) memohon agar Allah memperhatikan rasionalitas tindakan-Nya (ayat 11), (2) memohon agar Allah untuk memperhatikan reputasi-Nya sendiri (ayat 12), (3) memohon agar Allah untuk menghargai perjanjian-Nya, janji kepada para leluhur (ayat 13). Ini semua adalah doa yang berpusat pada Allah. Dan Musa tanpa pamrih berdoa untuk umat Allah, sama sekali tidak merencanakan keuntungan untuk dirinya sendiri.

Menyesallah TUHAN adalah kata kunci dalam paragraf ini. Namun, Allah tidak pernah menyesal akibat melakukan perbuatan yang salah (Allah tidak pernah berbuat salah maka Ia tidak pernah menyesal), Dia menyesal dalam arti Ia tidak jadi menurunkan bencana yang Ia katakan sebelumnya (karena umat itu bertobat). Musa di sini memahami sifat kebaikan kemurahan Allah yang tidak berubah, dan meminta Allah untuk mengubah cara Dia menindak orang-orang itu, bukan menurunkan bencana tersebut, tetapi untuk mengampuni dosa-dosa mereka.

Renungkan:
(1) Orang Israel berdosa, dan Musa mengambil kesempatan pertama-tama untuk berdoa syafaat bagi mereka.
(2) Doa yang berpusat pada Allah didengar oleh Allah, dan doa tanpa pamrih akan diingat selamanya.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 31:12-18

Tanda peringatan dan memperingati

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 31:12-18 [ITB])
12 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 13 Katakanlah kepada orang Israel, demikian:
『Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu.
14 Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya. 15 Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, hari kudus bagi TUHAN: setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari Sabat, pastilah ia dihukum mati.』
16 Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal. 17 Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat.
18 Dan TUHAN memberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah.

Instruksi mengenai pembangunan Kemah Suci yang dimulai pasal 25 telah selesai. Paragraf ini secara khusus menekankan bahwa orang Israel harus memelihara hari Sabat sebagai tanda perjanjian yang TUHAN buat dengan mereka, Dia bahkan memberi Musa dua loh batu dengan Sepuluh Perintah yang ditulis oleh Allah sendiri.

Sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, kata peringatan (‘ôt, KJV sign, tanda) juga diterjemahkan sebagai bukti, memiliki makna sertifikat tanda bukti. Dalam Alkitab, setiap mengadakan perjanjian ada tanda sebagai peringatan, seperti pelangi adalah tanda bagi perjanjian Nuh (Kej. 9:12), sunat adalah tanda perjanjian Abraham (Kej. 17:11), tumpukan batu sebagai bukti perjanjian Yakub dan Laban (Kej. 31:48). Perjanjian Baru mencatat bahwa Yesus dalam Perjamuan Terakhir, memakai roti dan anggur sebagai tanda perjanjian, orang percaya melakukan ini menjadi peringatan akan Tuhan Yesus (Lukas 22:19, 1 Kor. 11:23-26).

Tanda perjanjian sekurang-kurangnya memiliki tiga fungsi: (1) Bukti: perjanjian itu adalah hal yang khidmat. Walaupun sebuah perjanjian merupakan peristiwa yang terjadi sekali saja, namun tanda perjanjian membuktikan bahwa perjanjian itu selalu sah. (2) Peringatan: Membuat perjanjian adalah peringatan kenangan yang baik. Tanda perjanjian menunjukkan bahwa kedua belah pihak dengan tulus berjanji, tekad selamanya tidak melupakan. (3) Pengingat: perjanjian adalah awal dari hubungan baru antara kedua belah pihak. Tanda perjanjian mengingatkan pihak-pihak yang mengadakan perjanjian untuk membuat komitmen yang tulus, selalu menepati sumpah, dan terus mempererat hubungan perjanjian.

Di masa lalu orang berpikir bahwa Sepuluh Perintah Allah ditulis pada dua loh batu, adalah karena Sepuluh Perintah Allah harus dibagi menjadi dua bagian. Tetapi studi tentang perjanjian Timur Dekat kuno dari perjanjian raja, apa yang disebut loh batu adalah teks perjanjian, rangkap dua, masing-masing diserahkan kepada kedua pihak yang mengadakan perjanjian untuk disimpan. Di sini dibawa kembali oleh Musa dan disimpan dalam tabut perjanjian.

TUHAN secara pribadi dengan jari-jari-Nya untuk menulis Sepuluh Perintah Allah pada loh batu, seperti membubuhkan meterai tanda tangan, menyelesaikan perjanjian yang permanen kekal tidak pernah berubah. Dalam insiden anak lembu emas, dengan kemarahan Musa memecahkan loh batu, dan kemudian Allah sekali lagi oleh diri-Nya sendiri menulis ulang Sepuluh Perintah pada dua loh batu yang baru, mewakili tentang pemulihan dan pembaruan (Kel. 34:28).

Renungkan:
(1) Tabernakel adalah tempat kudus dalam dimensi ruang, hari Sabat adalah tempat kudus dalam dimensi waktu, keduanya bersama-sama membentuk pusat ibadah dan menyediakan tempat kudus bagi jiwa. Sejak itu, di mana pun orang Kristen, setiap hari minggu adalah waktu istirahat satu hari.

(2) Allah sendiri yang menulis Sepuluh Perintah di loh batu, menunjukkan bahwa perjanjian ini berlaku selamanya. Nabi Yeremia menubuatkan bahwa Allah akan membuat perjanjian baru dan menulis hukum Taurat-Nya di dalam hati kita sehingga kita dapat menaatinya dari dalam hati.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 31:1-11

Pekerjaan pembangunan dan para pekerja ahli

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 31:1-11 [ITB])
1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
2 Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, 3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan, 4 untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga; 5 untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan.
6 Juga Aku telah menetapkan di sampingnya Aholiab bin Ahisamakh, dari suku Dan; dalam hati setiap orang ahli telah Kuberikan keahlian.
Haruslah mereka membuat segala apa yang telah Kuperintahkan kepadamu:
7 Kemah Pertemuan, tabut untuk hukum, tutup pendamaian yang terletak di atasnya, dan segala perabotan kemah itu, 8 yakni meja dengan perkakasnya, kandil dari emas murni dengan segala perkakasnya, mezbah pembakaran ukupan,
9 mezbah korban bakaran dengan segala perkakasnya, bejana pembasuhan dengan alasnya,
10 pakaian jabatan, baik pakaian kudus kepunyaan imam Harun, maupun pakaian anak-anaknya, untuk memegang jabatan imam,
11 minyak urapan dan ukupan dari wangi-wangian untuk tempat kudus; tepat seperti yang telah Kuperintahkan kepadamu haruslah mereka membuat semuanya.

Setelah berbicara tentang petunjuk pembuatan berbagai perkakas Kemah Suci, yang terpenting adalah panggilan kepada para pekerja ahli yang akan membangun Kemah Suci. Paragraf ini secara khusus menyebutkan dua orang: Bezaleel dari suku Yehuda (dipenuhi dengan Roh Allah) juga Aholiab dari suku Dan (bapak tenda). Mereka dipanggil oleh Allah, dipenuhi Roh Kudus, memiliki hikmat dan keterampilan, dan dapat bekerja sama dengan orang lain.

(1) Roh Kudus dan pembangunan: Kitab Kejadian mencatat bahwa Roh Allah berpartisipasi dalam penciptaan, di sini juga berpartisipasi dalam pembangunan Kemah Suci. Pekerja ahli yang dipenuhi roh membuat tabernakel, sehingga mereka memiliki hikmat, berhasil menyelesaikan tugas yang dipercayakan Allah. Di dalam Lima kitab Musa (Pentateukh) juga disebutkan bahwa Yosua dipenuhi dengan Roh Kudus dan bertanggung jawab atas kepemimpinan.

(2) Bakat dan karunia: banyak bakat teknis dan karunia rohani sulit dibedakan, terutama musik, seni, patung, sastra, arsitektur, dekorasi, dll., dan mereka harus menerima pelatihan profesional jangka panjang sebelum benar-benar berguna. Para profesional ini memiliki profesi mereka sendiri di masyarakat, dan prestasi luar biasa mereka telah diakui. Jika mereka mengubah keterampilan mereka menjadi pekerjaan untuk rohani, mereka dapat lebih memuliakan Allah yang benar. Misalnya, Handel dan Haydn tidak membuat musik religi di tahun-tahun awal mereka, tetapi mereka berdua menciptakan musik religi yang bagus di tahun-tahun belakangan.

(3) Keahlian dan pencerahan ilahi: meskipun Bezaleel dan Aholiab adalah pengrajin terkemuka di Israel pada waktu itu, mereka sepenuhnya patuh kepada Musa ketika membangun Kemah Suci, karena Musa menerima Cetak biru Kemah Suci itu langsung dari Allah. Dan Musa benar-benar mendelegasikan wewenang kepada mereka, memberi mereka cukup tenaga manusia yang dibutuhkan dan dukungan keuangan, dan memberi mereka cukup ruang untuk memakai keahlian mereka, sehingga mereka dapat dengan cepat menyelesaikan proyek yang luar biasa itu. Ketika tabernakel selesai dibangun, ibadah mulai dijalankan, mereka bersedia untuk mundur ke belakang, tidak bersaing untuk mencari ketenaran nama, hanya berharap kemuliaan adalah milik Allah saja.

Renungkan:
(1) Allah memanggil orang-orang, semua diberikan tugas penting, dianugerahkan memiliki karunia dan kemampuan yang cukup, sehingga dapat menyelesaikan tugas tersebut.
(2) Bezaleel dan Aholiab menunjuk ke depan kelak kepada raja Salomo (suku Yehuda) dan Hiram (suku Dan), mereka dipenuhi dengan Roh dan kebijaksanaan untuk menyelesaikan pembangunan Bait Allah kelak.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 30:17-21, 38:8

Bejana tembaga dan pembasuhan

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 30:17-21, 38:8 [ITB])
17 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
18 Haruslah engkau membuat bejana dan juga alasnya dari tembaga, untuk pembasuhan, dan kautempatkanlah itu antara Kemah Pertemuan dan mezbah, dan kautaruhlah air ke dalamnya.
19 Maka Harun dan anak-anaknya haruslah membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya.
20 Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan, haruslah mereka membasuh tangan dan kaki dengan air, supaya mereka jangan mati. Demikian juga apabila mereka datang ke mezbah itu untuk menyelenggarakan kebaktian dan untuk membakar korban api-apian bagi TUHAN, 21 haruslah mereka membasuh tangan dan kaki mereka, supaya mereka jangan mati.
Itulah yang harus menjadi ketetapan bagi mereka untuk selama-lamanya, bagi dia dan bagi keturunannya turun-temurun.
38:8 Dibuatnyalah bejana pembasuhan dan juga alasnya dari tembaga, dari cermin-cermin para pelayan perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan.

TUHAN menyuruh Musa untuk membuat bejana dan alas dari tembaga untuk pembasuhan. Meskipun teks bahasa Ibrani menyebutnya bejana tembaga (hakkîyôr nǝḥōšet) berfokus pada materi, tetapi terjemahan Mandarin secara fungsional sebagai bejana pembasuhan.

Ada beberapa keistimewaan dalam bejana pembasuhan tembaga ini, berbeda dengan perkakas ritual ibadah lainnya di tabernakel:

Pertama, setiap benda di Tabernakel memiliki spesifikasi dan dimensi ukuran, tetapi bejana pembasuhan ini tidak disebutkan spesifikasinya. Alkitab tidak menjelaskan alasan mengapa tidak diberikan spesifikasi bejana pembasuhan ini.

Kedua, perkakas ritual ibadah lainnya di tabernakel telah dituliskan secara rinci proses pembuatannya, dan hanya bejana pembasuhan saja yang tidak disebutkan, hanya ada satu kalimat yang menyebutkan tentang dari mana sumber bahan tembaga untuk pembuatan bejana pembasuhan ini, Dibuatnyalah bejana pembasuhan dan juga alasnya dari tembaga, dari cermin-cermin para pelayan perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan (Kel. 38:8). Para wanita ini mungkin orang Nazir yang bersumpah kepada Allah, untuk sementara waktu melayani Allah di pintu Kemah Pertemuan. Sudah menjadi sifat manusia untuk mencintai kecantikan, dan para wanita ini juga memiliki cermin tembaga, yang awalnya untuk martabat penampilan mereka. Tetapi mereka mempersembahkan cermin tembaga itu untuk bahan pembuatan bejana pembasuhan, untuk kemuliaan Allah, agar orang yang melayani bisa berkenan kepada Allah. Dengan demikian, perubahan dari pemusatan pada kemuliaan diri beralih kepada pemusatan pada kemuliaan Allah.

Ketiga, bejana pembasuhan terletak di antara mezbah dan tabernakel. Para imam setiap hari datang ke Kemah Pertemuan, terutama untuk mempersembahkan korban di atas mezbah, atau untuk masuk ke tempat kudus untuk menyalakan pelita kandil, membakar ukupan, mengganti roti sajian, TUHAN mengingatkan bahwa mereka harus datang ke bejana pembasuhan untuk mencuci tangan dan kaki mereka sebelum melakukan tugas ini setiap hari, agar mereka jangan mati. Oleh karena itu, ketika mereka sampai di halaman, mereka tidak langsung mulai melayani, tetapi melewati mezbah lalu membasuh tangan serta kaki mereka sebelum mempersembahkan korban, menyalakan pelita, dan membakar ukupan.

Renungkan:
(1) Bejana pembasuhan melambangkan pelayanan yang bersih. Seperti Daud berdoa: Aku membasuh tanganku tanda tak bersalah, lalu berjalan mengelilingi mezbah-Mu, ya TUHAN (Maz. 26:6)

(2) 1 Taw. 15 catatan sebelum Daud berpesan kepada orang Lewi agar menguduskan diri sebelum membawa tabut perjanjian.

(3) Rasul Paulus berbicara tentang untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman Kristus melakukan itu untuk membersihkan jemaat itu dengan ajaran-Nya dan melalui air baptisan (Ef. 5:26; lih. Maz. 119:11).


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 30:1-10, 34-38

Mezbah pembakaran ukupan dan ukupan kudus

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 30:1-10, 34-38 [ITB])
1Haruslah kaubuat mezbah, tempat pembakaran ukupan; haruslah kaubuat itu dari kayu penaga;
2 sehasta panjangnya dan sehasta lebarnya, sehingga menjadi empat persegi, tetapi haruslah dua hasta tingginya; tanduk-tanduknya haruslah seiras dengan mezbah itu.
3 Haruslah kausalut itu dengan emas murni, bidang atasnya dan bidang-bidang sisinya sekelilingnya, serta tanduk-tanduknya. Haruslah kaubuat bingkai emas sekelilingnya.
4 Haruslah kaubuat dua gelang emas untuk mezbah itu di bawah bingkainya; pada kedua rusuknya haruslah kaubuat gelang itu, pada kedua bidang sisinya, dan haruslah gelang itu menjadi tempat memasukkan kayu pengusung, supaya dengan itu mezbah dapat diangkut.
5 Haruslah kaubuat kayu pengusung itu dari kayu penaga dan kausalutlah dengan emas.
6 Haruslah kautaruh tempat pembakaran itu di depan tabir penutup tabut hukum, di depan tutup pendamaian yang di atas loh hukum, di mana Aku akan bertemu dengan engkau.
7 Di atasnya haruslah Harun membakar ukupan dari wangi-wangian; tiap-tiap pagi, apabila ia membersihkan lampu-lampu, haruslah ia membakarnya.
8 Juga apabila Harun memasang lampu-lampu itu pada waktu senja, haruslah ia membakarnya sebagai ukupan yang tetap di hadapan TUHAN di antara kamu turun-temurun.
9 Di atas mezbah itu janganlah kamu persembahkan ukupan yang lain ataupun korban bakaran ataupun korban sajian, juga korban curahan janganlah kamu curahkan di atasnya.
10 Sekali setahun haruslah Harun mengadakan pendamaian di atas tanduk-tanduknya; dengan darah korban penghapus dosa pembawa pendamaian haruslah ia sekali setahun mengadakan pendamaian bagi mezbah itu di antara kamu turun-temurun; itulah barang maha kudus bagi TUHAN.
34 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Ambillah wangi-wangian, yakni getah damar, kulit lokan dan getah rasamala, wangi-wangian itu serta kemenyan yang tulen, masing-masing sama banyaknya. 35 Semuanya ini haruslah kaubuat menjadi ukupan, suatu campuran rempah-rempah, seperti buatan seorang tukang campur rempah-rempah, digarami, murni, kudus.
36 Sebagian dari ukupan itu haruslah kaugiling sampai halus, dan sedikit dari padanya kauletakkanlah di hadapan tabut hukum di dalam Kemah Pertemuan, di mana Aku akan bertemu dengan engkau; haruslah itu maha kudus bagimu.
37 Dan tentang ukupan yang harus kaubuat menurut campuran yang seperti itu juga janganlah kamu buat bagi kamu sendiri; itulah bagian untuk TUHAN, yang kudus bagimu.
38 Orang yang akan membuat minyak yang semacam itu dengan maksud untuk menghirup baunya, haruslah dilenyapkan dari antara bangsanya.

Indahnya saat yang teduh
menghadap takhta Bapaku:
kunaikkan doa padaNya,
sehingga hatiku lega.
Di waktu bimbang dan gentar,
jiwaku aman dan segar;
‘ku bebas dari seteru
di dalam saat yang teduh.

Dalam pasal sebelumnya, setelah berbicara tentang imam ditahbiskan untuk tugas imamat dan korban bakaran harian, pasal ini melanjutkan berbicara tentang tugas penting imamat lainnya: altar tempat pembakaran ukupan dan pembuatan ukupan. Dapat dilihat dari beberapa aspek berikut ini:

(1) Spesifikasi: mezbah pembakaran ukupan dibuat dari kayu akasia disalut dengan emas murni, juga dikenal sebagai mezbah emas, untuk mencerminkan kemuliaan Allah. Panjang dan lebarnya masing-masing sekitar 45 cm (satu hasta panjangnya dan lebarnya), dan bagian atasnya berbentuk bujur sangkar. Tingginya sekitar 90 cm (dua hasta), sama tingginya dengan pinggang seseorang, sehingga imam bisa membakar ukupan di atas mezbah.

(2) Lokasi: mezbah pembakaran ukupan diletakkan tepat di tengah-tengah tempat kudus, dekat dengan tabir yang memisahkan tempat kudus dan tempat maha kudus. Berada di satu garis sumbu dengan Tabut Perjanjian yang ada di tempat maha kudus, dengan mezbah tembaga yang ada di halaman tabernakel, dengan seluruh garis sumbu tabernakel. Adalah perkakas ibadah yang paling dekat dengan tempat maha kudus, ini menekankan pentingnya mezbah pembakaran ukupan.

(3) Fungsi: mezbah pembakaran ukupan hanya digunakan untuk satu tujuan: membakar ukupan. Imam setiap pagi dan petang harus membakar ukupan saat membersihkan dan menyalakan penerangan, menyatakan bahwa ini adalah pelayanan non-stop setiap hari, bahkan hari Sabat dan hari raya khusus tidak terkecuali. Ukupan yang dibakar dibuat dengan formula khusus, dan hanya dibakar dan dipersembahkan kepada Allah, tidak untuk tujuan lain apapun.

Ayat 34-38 berbicara tentang cara pembuatan ukupan, tidak hanya bahan, campuran perbandingan harus sesuai dengan ketentuan Allah. Harus mengambil sebagian ukupan, digiling sangat halus, diletakkan di hadapan tabut hukum di dalam Kemah Pertemuan (Kel. 36:36). Melambangkan bahwa orang harus berdoa sesuai dengan kehendak Allah, doa harus teliti (panjang, lama, halus, berat), murni (tidak ada tercampur sedikit pun bahan dari diri sendiri), dan berdoa hanya dibawa ke hadapan Allah saja (datang di depan takhta pendamaian, tempat di mana Allah dan manusia bertemu).

Renungkan:
(1) Membakar ukupan melambangkan doa. Perjanjian Baru mencatat bahwa ketika imam Zakharia dari rombongan Abia mendapat giliran untuk membakar ukupan di Bait Allah, orang-orang berdoa di luar Bait, menjelaskan kaitan hubungan antara membakar ukupan dan doa (Lukas 1:8-10).

(2) Dengan membakar ukupan, para penyembah mengungkapkan iman mereka yang paling tulus, pikiran terdalam, dan permohonan yang paling tak berdaya di hadapan Allah. Semua emosi, pengakuan penyesalan, keluhan kesusahan, pujian syukur, semuanya terungkap di sini. Itu seperti seorang imam yang membakar ukupan, asap ukupan bergulung naik, mencapai takhta pendamaian. Demikian juga doa, seperti memiliki dua sayap, naik kepada Allah, membawa dan mengutarakan isi hatiku. Itu tidak hanya memastikan kehadiran penyertaan Allah, tetapi juga meningkatkan spiritualitas rohani manusia.

Indahnya saat yang teduh
menghadap takhta Bapaku:
kunaikkan doa padaNya,
sehingga hatiku lega.
Di waktu bimbang dan gentar,
jiwaku aman dan segar;
‘ku bebas dari seteru
di dalam saat yang teduh.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 29:1-25

Jabatan kudus dan upacara kudus penahbisan

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 29:1-25 [ITB])
1Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,
2 roti yang tidak beragi dan roti bundar yang tidak beragi, yang diolah dengan minyak, dan roti tipis yang tidak beragi, yang diolesi dengan minyak; dari tepung gandum yang terbaik haruslah kaubuat semuanya itu.
3 Kautaruhlah semuanya dalam sebuah bakul dan kaupersembahkanlah semuanya dalam bakul itu, demikian juga lembu jantan dan kedua domba jantan itu.
4 Lalu kausuruhlah Harun dan anak-anaknya datang ke pintu Kemah Pertemuan dan haruslah engkau membasuh mereka dengan air.
5 Kemudian kauambillah pakaian itu, lalu kaukenakanlah kepada Harun kemeja, gamis baju efod, dan baju efod serta tutup dada; kaukebatkanlah sabuk baju efod kepadanya;
6 kautaruhlah serban di kepalanya dan jamang yang kudus kaububuh pada serban itu.
7 Sesudah itu kauambillah minyak urapan dan kautuang ke atas kepalanya, dan kauurapilah dia.
8 Kausuruhlah anak-anaknya mendekat dan kaukenakanlah kemeja-kemeja itu kepada mereka.
9 Kauikatkanlah ikat pinggang kepada mereka, kepada Harun dan anak-anaknya, dan kaulilitkanlah destar itu kepada kepala mereka, maka merekalah yang akan memegang jabatan imam; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya. Demikianlah engkau harus mentahbiskan Harun dan anak-anaknya.
10 Kemudian haruslah kaubawa lembu jantan itu ke depan Kemah Pertemuan, lalu haruslah Harun dan anak-anaknya meletakkan tangannya ke atas kepala lembu jantan itu.
11 Haruslah kausembelih lembu jantan itu di hadapan TUHAN di depan pintu Kemah Pertemuan.
12 Haruslah kauambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan kaububuh dengan jarimu pada tanduk-tanduk mezbah, dan segala darah selebihnya haruslah kaucurahkan pada bagian bawah mezbah.
13 Kemudian kauambillah segala lemak yang menutupi isi perut, umbai hati, kedua buah pinggang dan segala lemak yang melekat padanya, dan kaubakarlah di atas mezbah.
14 Tetapi daging lembu jantan itu, kulitnya dan kotorannya haruslah kaubakar habis dengan api di luar perkemahan, itulah korban penghapus dosa.
15 Kemudian haruslah kauambil domba jantan yang satu, lalu haruslah Harun dan anak-anaknya meletakkan tangannya ke atas kepala domba jantan itu.
16 Haruslah kausembelih domba jantan itu dan kauambillah darahnya dan kausiramkan pada mezbah sekelilingnya.
17 Haruslah kaupotong-potong domba jantan itu menurut bagian-bagian tertentu, kaubasuhlah isi perutnya dan betis-betisnya dan kautaruh itu di atas potongan-potongannya dan di atas kepalanya.
18 Kemudian haruslah kaubakar seluruh domba jantan itu di atas mezbah; itulah korban bakaran, suatu persembahan yang harum bagi TUHAN, yakni suatu korban api-apian bagi TUHAN.
19 Kemudian haruslah kauambil domba jantan yang lain, lalu haruslah Harun dan anak-anaknya meletakkan tangannya ke atas kepala domba jantan itu.
20 Haruslah kausembelih domba jantan itu, kauambillah sedikit dari darahnya dan kaububuh pada cuping telinga kanan Harun dan pada cuping telinga kanan anak-anaknya, pada ibu jari tangan kanan dan pada ibu jari kaki kanan mereka, dan darah selebihnya kausiramkanlah pada mezbah sekelilingnya.
21 Haruslah kauambil sedikit dari darah yang ada di atas mezbah dan dari minyak urapan itu dan kaupercikkanlah kepada Harun dan kepada pakaiannya, dan juga kepada anak-anaknya dan pada pakaian anak-anaknya; maka ia akan kudus, ia dan pakaiannya, dan juga anak-anaknya dan pakaian anak-anaknya.
22 Dari domba jantan itu haruslah kauambil lemaknya, ekornya yang berlemak, lemak yang menutupi isi perutnya, umbai hatinya, kedua buah pinggangnya, lemak yang melekat padanya, paha kanannya, sebab itulah domba jantan persembahan pentahbisan
23 kauambillah juga satu keping roti, satu roti bundar yang berminyak dan satu roti tipis dari dalam bakul berisi roti yang tidak beragi, yang ada di hadapan TUHAN.
24 Haruslah kautaruh seluruhnya ke atas telapak tangan Harun dan ke atas telapak tangan anak-anaknya dan haruslah kaupersembahkan semuanya sebagai persembahan unjukan di hadapan TUHAN.
25 Kemudian haruslah kauambil semuanya dari tangan mereka dan kaubakar di atas mezbah, yaitu di atas korban bakaran, sebagai persembahan yang harum di hadapan TUHAN; itulah suatu korban api-apian bagi TUHAN.

Pasal sebelumnya berbicara tentang jubah para imam, selanjutnya pasal 29 ini berbicara tentang upacara penahbisan pengurapan imam besar Harun dan anak-anak laki-lakinya, dilaksanakan oleh Musa mewakili Allah. Seluruh upacara dilaksanakan selama tujuh hari berturut-turut, semua diadakan di tabernakel, dan dilaksanakan secara resmi setelah pembangunan tabernakel selesai, dijelaskan dalam Imamat pasal 8-9. Dapat dibagi menjadi enam langkah:

(1) Membasuh dan menyucikan tubuh (ayat 4, Im. 8:6), mengingatkan imam adalah menghadap Allah yang kudus, jadi ia harus kudus. Ke depannya setiap kali para imam datang ke Kemah Pertemuan untuk melayani, harus membasuh tangan dan kakinya di bejana pembasuhan, melambangkan pelayanan yang suci.

(2) Mengenakan jubah kudus (ayat 5-6, 8-9; Im. 8:7-9), pertama-tama dikenakanlah kepada Harun kemeja, gamis baju efod, dan baju efod serta tutup dada; dikebatkan sabuk baju efod kepadanya; ditaruhlah serban di kepalanya dan dipasangkan patam lempengan emas yang diukir tulisan Kudus bagi TUHAN (qōdeš ladōnāy).

(3) Diurapi dengan minyak suci (ayat 7-9; Im. 8:10-13), mungkin dioleskan dengan tanda salib atau lingkaran di kepala, mewakili yang dipercayakan TUHAN kepadanya, karunia dan kuasa melingkupi dia, berkat dari TUHAN datang kepada dia, kehadiran penyertaan TUHAN bersama dengannya.

(4) Penyembelihan lembu jantan sebagai korban penyucian (ayat 10-14; Im. 8:14-17), yang dibagi menjadi beberapa tahapan: penumpangan tangan, penyembelihan, penuangan darah, dan pembakaran. Korban penyucian ini diterjemahkan sebagai korban penghapus dosa, tetapi di sini secara khusus merujuk pada perubahan status dan tidak ada hubungannya dengan dosa.

(5) Penyembelihan domba jantan sebagai korban bakaran (ayat 15-18; Im 8:18-21). Berbeda dengan korban penyucian, maka seluruh domba jantan dibakar di atas mezbah.

(6) Penyembelihan domba jantan yang lain, sebagai persembahan khusus dan persembahan unjukan bagian dari persembahan penahbisan pelayanan kudus (ayat 19-28; Im 8:22-29). Musa akan mengambil darah domba korban dan mengoleskannya pada cuping telinga kanan Harun dan anak-anak laki-lakinya, juga pada ibu jari kanan, dan ibu jari kaki kanan, sebagai tanda mendengarkan perkataan Allah, menyentuh pekerjaan Allah, dan berjalan di jalan Allah. Persembahan khusus dan persembahan unjukan adalah bagian dari korban yang dipersembahkan kepada Allah, sebagian diberikan kepada para imam.

Renungkan:
(1) Penerimaan jabatan tugas imamat yang kudus tidak hanya merupakan perubahan status, tetapi juga reposisi mentalitas rohani. Meskipun mereka telah dipanggil oleh Allah, mereka masih harus melaksanakan upacara formal untuk memberi tahu dunia.

(2) Harun dan anak-anak laki-lakinya bersama mengambil jabatan tugas imamat, yang juga berarti bahwa ini adalah pelayanan seluruh keluarga dan tidak akan pernah dihapuskan.

(3) Penyucian mezbah melambangkan pelayanan suci. Orang-orang yang melayani Allah dan tempat di mana mereka melayani harus dipisahkan khusus untuk dikuduskan.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 28:1-5

Imam dan jubah kudus

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 28:1-5 [ITB])
1 Engkau harus menyuruh abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya datang kepadamu, dari tengah-tengah orang Israel, untuk memegang jabatan imam bagi-Ku, Harun dan anak-anak Harun, yakni Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar.
2 Haruslah engkau membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, sebagai perhiasan kemuliaan. 3 Haruslah engkau mengatakan kepada semua orang yang ahli, yang telah Kupenuhi dengan roh keahlian, membuat pakaian Harun, untuk menguduskan dia, supaya dipegangnya jabatan imam bagi-Ku.
4 Inilah pakaian yang harus dibuat mereka: tutup dada, baju efod, gamis, kemeja yang ada raginya, serban dan ikat pinggang. Demikianlah mereka harus membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, dan bagi anak-anaknya, supaya ia memegang jabatan imam bagi-Ku. 5 Untuk itu haruslah mereka mengambil emas, kain ungu tua dan kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus.

Pasal 28 berbicara tentang membuat jubah kudus untuk imam besar Harun dan anak-anak laki-lakinya untuk dipakai selama pelayanan. Jubah imam besar dibagi menjadi beberapa bagian berikut:

(1) Baju efod dan tutup dada: baju efod itu seperti rompi yang dipakai di bagian luar, ditenun dengan kain ungu tua dan kain ungu muda, kain kirmizi dan benang emas, dibuat dari bahan yang sama dengan tirai yang digunakan untuk membangun Kemah Suci, mencerminkan keagungan kemuliaan Allah yang indah. Tutup dada kira-kira 20 cm persegi, yang di permukaan bertatahkan permata empat baris, tiga di setiap baris, total dua belas. Setiap permata diukir dengan nama suku Israel untuk mengingatkan imam besar untuk mengingat umat Allah di hadapan Allah. Tutup dada itu ada kantong dengan Urim dan Tumim di dalamnya, sehingga bisa mewakili umat untuk bertanya keputusan kepada Allah, sehingga disebut juga tutup dada keputusan.

(2) Jubah luar (gamis baju efod) dan ujung sekeliling: jubah luar imam besar berwarna biru, melambangkan pelayanan surgawi. Ujung sekeliling gamis (jubah luar) dibuatkan buah delima dari kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi, di antara dua delima dipasang kelintingan emas. Saat imam yang melayani bergerak, maka kelintingan akan berbunyi (indra pendengaran), bersama pembakaran urapan (indra penciuman) dalam tempat kudu, dan tempat kudus yang bercahaya gemerlap keemasan (indra penglihatan), telah menekankan persekutuan umat dengan Allah, yang merupakan inti dari pelayanan imam, juga merupakan sumber hadirat penyertaan dan berkat Allah.

(3) Kemeja (jubah bagian dalam) dan celana panjang: di bagian dalam jubah luar terdapat jubah bagian dalam yang terbuat dari kain warna-warni, Kitab Suci menekankan bahwa para imam harus mengenakan celana panjang saat bertugas untuk menutupi bagian bawah tubuhnya. Di Timur Dekat kuno, para imam agama asing sering mempersembahkan korban dengan telanjang, tetapi ini tidak diperbolehkan dalam Alkitab.

(4) Serban dan patam lempengan emas: serban imam besar terpasang patam lempengan emas yang diukir tulisan Kudus bagi TUHAN, yang menunjukkan bahwa tugas jabatan imam besar adalah yang paling kudus. Dan imam besar dirinya juga harus kudus, karena ia telah dipisahkan untuk dikuduskan dikhususkan hanya melayani TUHAN.

Renungkan:
(1) Tabernakel (Kemah Suci) dan para imam: tempat kudus adalah tempat dipisahkan dan dikhususkan untuk dikuduskan, adalah untuk menyembah Allah, demikian juga para imam adalah orang-orang yang dipisahkan untuk dikuduskan dikhususkan sepenuhnya untuk ibadat penyembahan. Tempat kudus menggunakan emas dan batu permata berharga untuk menunjukkan kemuliaan TUHAN. Demikian pula, para imam juga memakai jubah indah sama seperti tempat kudus untuk mencerminkan dan menunjukkan kemuliaan Allah.

(2) Teologi dan Estetika: teologi adalah dalam bentuk pemikiran, berdasarkan wahyu ilahi, ditambah refleksi dan pemikiran dalam perenungan. Estetika adalah menikmati, berdasarkan pengamatan alam semesta, mencerminkan rasa seni, rasa estetika atas hidup. Kesamaan antara teologi dan estetika datang dari keterkejutan. Manusia penuh dengan tanda seru kagum melihat alam, kekaguman terhadap Allah!


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 27:1-5

Mezbah dan persembahan korban

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 27:1-5 [ITB])
1 Haruslah engkau membuat mezbah dari kayu penaga, lima hasta panjangnya dan lima hasta lebarnya, sehingga mezbah itu empat persegi, tetapi tiga hasta tingginya.
2 Haruslah engkau membuat tanduk-tanduknya pada keempat sudutnya; tanduk-tanduknya itu haruslah seiras dengan mezbah itu dan haruslah engkau menyalutnya dengan tembaga.
3 Juga harus engkau membuat kuali-kualinya tempat menaruh abunya, dan sodok-sodoknya dan bokor-bokor penyiramannya, garpu-garpunya dan perbaraan-perbaraannya; semua perkakasnya itu harus kaubuat dari tembaga.
4 Haruslah engkau membuat untuk itu kisi-kisi, yakni jala-jala tembaga, dan pada jala-jala itu haruslah kaubuat empat gelang tembaga pada keempat ujungnya.
5 Haruslah engkau memasang jala-jala itu di bawah jalur mezbah itu; mulai dari sebelah bawah, sehingga jala-jala itu sampai setengah tinggi mezbah itu.

Allah memerintahkan Musa untuk membangun mezbah (mizbēaḥ), terbuat dari kayu akasia (kayu penaga), disalut tembaga di bagian luar, dan juga terdapat tongkat untuk mengangkat agar mudah dipindahkan. Altar berbentuk bujur sangkar, panjang dan lebarnya sekitar 230 cm (lima hasta), tinggi sekitar 135 cm (tiga hasta), perkakas ritual terbesar dalam tabernakel. Dan di letakkan di tempat yang paling mencolok, langsung terlihat saat memasuki halaman tabernakel.

Altar adalah tempat yang digunakan untuk membakar korban persembahan kepada Allah. Termasuk hal berikut:

(1) Persembahan korban harian: imam menyembelih seekor domba setiap pagi dan petang sebagai korban bakaran bagi TUHAN.

(2) Persembahan saat hari raya: selain persembahan harian, harus ditambahkan korban yang harus dipersembahkan saat hari raya, seperti Sabat, Paskah, hari raya Tujuh Minggu, hari raya Pondok Daun dan hari raya Pendamaian.

(3) Persembahan syukur: orang Israel dapat datang untuk mempersembahkan korban bakaran, korban perdamaian, dan korban sajian sebagai penyembahan mereka kepada TUHAN, membayar nazar, dan panen tahunan.

(4) Korban penghapus dosa: jika orang Israel berdosa menyakiti hati Allah, hendaknya mereka mempersembahkan korban penghapus dosa. Jika membuat kerugian terhadap orang lain, selain mengganti kerugian, juga harus mempersembahkan korban tebusan.

(5) Korban perjanjian: orang Israel dan Allah mengadakan perjanjian, mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, yang pertama membangun hubungan vertikal antara Allah dan manusia, dan yang kedua membangun persekutuan antara manusia.

(6) Pengorbanan penahbisan: Harun, anak-anaknya dan para imam berikutnya akan mempersembahkan korban kepada TUHAN pada upacara penahbisan, menunjukkan bahwa mereka telah dikhususkan kudus dan hanya akan melayani Allah sejak saat itu.

(7) Persembahan korban khusus: Jika seseorang bernazar untuk menjadi seorang Nazir, ia harus mempersembahkan korban kepada Allah setelah selesai masa waktunya. Jika seorang kusta sembuh, juga akan mempersembahkan korban kepada TUHAN setelah tahir, menunjukkan bahwa ia kembali ke komunitas umat iman.

Renungkan:
(1) Pusat peribadatan: para imam melakukan berbagai pengorbanan setiap pagi dan sore, dan semua kegiatan utama dilakukan di atas mezbah. Altar adalah pusat dari semua kegiatan ibadah.

(2) Penyembahan kepada Allah Yang Maha Esa: orang Israel tidak diperbolehkan mendirikan mezbah untuk beribadah secara pribadi, tetapi membangun mezbah untuk melakukan korban di tempat yang ditentukan oleh TUHAN untuk memastikan bahwa mereka hanya menyembah TUHAN.

(3) Meningkatkan ibadah: persembahan korban Perjanjian Lama, diulang setiap tahun, mengingatkan orang bahwa dosa masih tetap ada, dan segala macam pengorbanan pada akhirnya digenapi dalam Yesus Kristus, dipersembahkan sekali dan efektif selamanya. Orang percaya hari ini tidak perlu mempersembahkan lembu dan domba, tetapi harus mempersembahkan tubuh mereka sebagai persembahan yang hidup. Mereka kudus dan berkenan kepada Allah. Wajar bagi kita untuk melayani dengan cara ini (Roma 12:1)


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 25:31-40

Kandil dan lampu penerang

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 25:31-40 [ITB])
31 Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya dengan tombolnya dan kembangnya haruslah seiras dengan kandil itu.
32 Enam cabang harus timbul dari sisinya: tiga cabang kandil itu dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain. 33 Tiga kelopak yang berupa bunga badam pada cabang yang satu dengan tombol dan kembangnya dan tiga kelopak yang serupa pada cabang yang lain dengan tombol dan kembangnya; demikianlah juga kaubuat keenam cabang yang timbul dari kandil itu.
34 Pada kandil itu sendiri harus ada empat kelopak berupa bunga badam dengan tombolnya dan kembangnya.
35 Juga harus ada satu tombol di bawah sepasang cabang yang pertama, yang timbul dari kandil itu, dan satu tombol di bawah yang kedua, dan satu tombol di bawah yang ketiga; demikianlah juga kaubuat keenam cabang yang timbul dari kandil itu. 36 Tombol dan cabang itu harus timbul dari kandil itu, dan semuanya itu haruslah dibuat dari sepotong emas tempaan yang murni.
37 Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu itu haruslah dipasang di atas kandil itu, sehingga diterangi yang di depannya. 38 Sepitnya dan penadahnya haruslah dari emas murni.
39 Dari satu talenta emas murni haruslah dibuat kandil itu dengan segala perkakasnya itu.
40 Dan ingatlah, bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu.

Paragraf ini menjelaskan tentang petunjuk membuat kandil emas, ini adalah yang paling detail di antara semua peralatan dalam kemah suci (tabernakel). Kandil (mǝnôrâ) adalah satu-satunya peralatan penerangan di dalam tabernakel, seluruh kandil dibuat dengan emas murni, beratnya satu talenta emas (sekitar 30 kilogram).

Dari kedua sisi batang pusat kandil emas, masing-masing terdapat tiga cabang, total enam cabang, setiap cabang memiliki tiga bunga badam dengan kuncup dan kelopaknya, seluruh kandil emas terlihat seperti sebuah pohon. Alkitab tidak menuliskan ukuran kandil emas, Rabi Yahudi memiliki tradisi yang mengatakan tingginya tiga hasta (sekitar 135 cm), jarak dua ujung kandil yang terjauh adalah dua hasta (sekitar 90 cm).

Di ujung atas 6 cabang dan batang kandil terdapat tujuh pelita berbentuk bunga, yang dituangi minyak zaitun halus, dengan ada sumbunya, itu akan menjadi satu-satunya penerangan dalam kemah suci. Ketika malam tiba, dinyalakan oleh imam, dan hanya dipadamkan di pagi hari, mungkin menyisakan satu pelita yang tidak dipadamkan. Para imam melayani di kemah suci, dalam cahaya yang bersinar, bukan dalam kegelapan.

Kandil emas diletakkan di sebelah selatan di bagian dalam kemah suci, hanya dipisahkan oleh satu lapisan tirai dengan tempat maha kudus di letakkan tabut perjanjian dan takhta pendamaian. Statusnya sama penting dengan meja persembahan dan mezbah pembakaran ukupan, jauh lebih tinggi daripada peralatan di halaman luar kemah.

Di zaman Musa dibuatlah sebuah kandil emas, lalu pada tahun 970 SM ketika Salomo membangun Bait Suci, ia membuat sepuluh kandil emas. Tahun 587 SM Yehuda kerajaan selatan dihancurkan oleh Babel, semua peralatan di Bait Suci telah dirampas ke pengasingan, termasuk kandil emas. Tahun 538 SM, Koresh raja Persia memerintahkan para tawanan untuk kembali ke kampung halaman mereka, termasuk peralatan Bait Suci yang dirampas ke penawanan, bersama-sama dibawa kembali oleh Zerubabel, untuk membangun kembali Bait Suci, di antaranya termasuk kandil emas. Di zaman antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, uang koin Maccabees terdapat gambar kandil emas, demikian juga di bagian atas Gerbang Titus (Arch of Titus, gerbang dengan pintu melengkung yang dibangun pada abad pertama Masehi, terletak di jalan bernama Via Sacra, Roma) juga terdapat pola kandil emas. Terlihat bahwa sampai periode Bait Suci kedua, masih terdapat menggunakan kandil emas ini.

Renungkan:
(1) Kandil emas berada di dalam kemah suci, sama suci dengan meja persembahan dan mezbah pembakaran ukupan, melambangkan bahwa Allah adalah terang hidup manusia, makanan bagi hidup dan mendengar doa orang.
(2) Nabi Zakharia mendapat penglihatan cahaya kandil emas, janji bahwa orang-orang tawanan pasti kembali ke Tanah Suci, proyek pembangunan Bait Suci pasti dapat diselesaikan (Zakharia 4:2, 4).
(3) Rasul Yohanes di Pulau Patmos melihat mendapat penglihatan, Kristus berjalan di antara tujuh kandil emas (Wahyu 1:4). Kandil emas mewakili Gereja, Kristus adalah Hakim yang memeriksa Gereja dan juga memberkati Gereja. Gereja akan bersinar di zaman kegelapan.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 25:23-30

Meja persembahan dan roti sajian persembahan

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 25:23-30 [ITB])
23 Lagi haruslah engkau membuat meja dari kayu penaga, dua hasta panjangnya, sehasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya.
24 Haruslah engkau menyalutnya dengan emas murni dan membuat bingkai emas sekelilingnya.
25 Haruslah engkau membuat sekelilingnya jalur pinggir yang setapak tangan lebarnya dan kaubuatlah bingkai emas sekeliling jalur pinggirnya itu.
26 Haruslah engkau membuat untuk meja itu empat gelang emas dan kaupasanglah gelang-gelang itu di keempat penjurunya, pada keempat kakinya. 27 Gelang itu haruslah dekat ke jalur pinggirnya sebagai tempat memasukkan kayu pengusung, supaya meja itu dapat diangkut.
28 Haruslah engkau membuat kayu pengusung itu dari kayu penaga dan menyalutnya dengan emas, dan dengan itulah meja harus diangkut.
29 Haruslah engkau membuat pinggannya, cawannya, kendinya dan pialanya, yang dipakai untuk persembahan curahan; haruslah engkau membuat semuanya itu dari emas murni.
30 Dan haruslah engkau tetap meletakkan roti sajian di atas meja itu di hadapan-Ku.

Setelah berbicara tentang tabut perjanjian, maka hal berikutnya yang disebutkan adalah meja persembahan, menyiratkan bahwa semua peralatan di dalam Tabernakel sifat pentingnya adalah nomor dua setelah tabut perjanjian. Keluaran 37:10-16 mencatat bahwa Bezaleel membuat meja persembahan, petunjuk tentang penempatan roti sajian dicatat lebih rinci dalam Im. 24:5-9.

Meja persembahan merupakan meja untuk meletakkan persembahan roti sajian, sedikit lebih kecil dari tabut perjanjian, panjangnya sekitar 100 cm (dua hasta), lebar 50 cm (satu hasta) dan tinggi 75 cm (satu setengah hasta). Caranya sama dengan tabut perjanjian, bagian atas meja dan kakinya terbuat dari kayu akasia (kayu penaga), dan bagian luarnya dilapisi emas murni. Keempat sudut meja dekat dengan kaki meja, dipasang empat cincin emas, dibuatlah pengusung dari kayu penaga yang disalut dengan emas, dan dengan itulah meja harus diangkut. Namun, tidak seperti tabut perjanjian, maka untuk meja persembahan ini kayu pengusungnya tidak perlu terpasang di gelangnya sepanjang waktu. Pinggan, cawan, kendi dan piala yang ditempatkan di atas meja semuanya terbuat dari emas murni.

Meja persembahan diletakkan di sisi utara tempat kudus, dan roti sajian dipajang di atas meja. Ada dua belas roti dalam dua baris, mewakili dua belas suku Israel. Roti sajian harus selalu disediakan di meja dan diganti oleh imam besar setiap hari Sabat, dan roti yang ditarik harus dimakan oleh para imam yang bertugas di tempat kudus (Imamat 24:9), menjelaskan bahwa ini adalah persembahan sajian yang khusus, yang menunjukkan pengakuan dan rasa syukur atas pemeliharaan TUHAN yang setia dan berlimpah. Dan TUHAN memberi korban persembahan kepada para imam yang melayani sebagai hadiah kepada mereka.

Meja persembahan harus ditempatkan di hadapan Allah, melambangkan kehadiran penyertaan Allah. Roti dan anggur yang dipersembahkan melambangkan kedekatan-Nya dengan orang Israel bahkan dalam kehidupan makan dan minum mereka sehari-hari. Imam besar mempersembahkan roti setiap minggu dan pada saat yang sama digunakan juga kemenyan murni sebagai persembahan korban api-apian (Imamat 24:7 engkau harus mengaturnya menjadi dua susun, enam buah sesusun, di atas meja dari emas murni itu, di hadapan TUHAN. Engkau harus membubuh kemenyan tulen di atas tiap-tiap susun; kemenyan itulah yang harus menjadi bagian ingat-ingatan roti itu, yakni suatu korban api-apian bagi TUHAN).

Renungkan:
(1) Catatan paling terkenal tentang persembahan meja dan roti sajian dituliskan dalam 1 Sam. 21 ketika Daud melarikan diri ke Nob dan meminta makanan kepada imam Ahimelekh. Meskipun Alkitab menetapkan bahwa hanya imam yang bisa makan roti ini, namun saat itu penting bagi Ahimelekh untuk menyelamatkan nyawa, jadi hanya mengharuskan Daud serta pengikutnya membersihkan diri dan menjaga diri terhadap perempuan.

(2) Hukum Allah dimaksudkan untuk menunjukkan kebaikan-Nya. Jadi jangan terpaku mati pada kata dan kalimat, tapi telusuri esensinya. Sama seperti Yesus mengambil kasus ini sebagai contoh, Dia menjelaskan bahwa Hari Sabat itu diadakan karena manusia, bukannya manusia diadakan karena hari Sabat (Markus 2:23-28 [ITL]).


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.