Tag Archives: loh batu

Keluaran 31:12-18

Tanda peringatan dan memperingati

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 31:12-18 [ITB])
12 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 13 Katakanlah kepada orang Israel, demikian:
『Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu.
14 Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya. 15 Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, hari kudus bagi TUHAN: setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari Sabat, pastilah ia dihukum mati.』
16 Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal. 17 Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat.
18 Dan TUHAN memberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah.

Instruksi mengenai pembangunan Kemah Suci yang dimulai pasal 25 telah selesai. Paragraf ini secara khusus menekankan bahwa orang Israel harus memelihara hari Sabat sebagai tanda perjanjian yang TUHAN buat dengan mereka, Dia bahkan memberi Musa dua loh batu dengan Sepuluh Perintah yang ditulis oleh Allah sendiri.

Sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, kata peringatan (‘ôt, KJV sign, tanda) juga diterjemahkan sebagai bukti, memiliki makna sertifikat tanda bukti. Dalam Alkitab, setiap mengadakan perjanjian ada tanda sebagai peringatan, seperti pelangi adalah tanda bagi perjanjian Nuh (Kej. 9:12), sunat adalah tanda perjanjian Abraham (Kej. 17:11), tumpukan batu sebagai bukti perjanjian Yakub dan Laban (Kej. 31:48). Perjanjian Baru mencatat bahwa Yesus dalam Perjamuan Terakhir, memakai roti dan anggur sebagai tanda perjanjian, orang percaya melakukan ini menjadi peringatan akan Tuhan Yesus (Lukas 22:19, 1 Kor. 11:23-26).

Tanda perjanjian sekurang-kurangnya memiliki tiga fungsi: (1) Bukti: perjanjian itu adalah hal yang khidmat. Walaupun sebuah perjanjian merupakan peristiwa yang terjadi sekali saja, namun tanda perjanjian membuktikan bahwa perjanjian itu selalu sah. (2) Peringatan: Membuat perjanjian adalah peringatan kenangan yang baik. Tanda perjanjian menunjukkan bahwa kedua belah pihak dengan tulus berjanji, tekad selamanya tidak melupakan. (3) Pengingat: perjanjian adalah awal dari hubungan baru antara kedua belah pihak. Tanda perjanjian mengingatkan pihak-pihak yang mengadakan perjanjian untuk membuat komitmen yang tulus, selalu menepati sumpah, dan terus mempererat hubungan perjanjian.

Di masa lalu orang berpikir bahwa Sepuluh Perintah Allah ditulis pada dua loh batu, adalah karena Sepuluh Perintah Allah harus dibagi menjadi dua bagian. Tetapi studi tentang perjanjian Timur Dekat kuno dari perjanjian raja, apa yang disebut loh batu adalah teks perjanjian, rangkap dua, masing-masing diserahkan kepada kedua pihak yang mengadakan perjanjian untuk disimpan. Di sini dibawa kembali oleh Musa dan disimpan dalam tabut perjanjian.

TUHAN secara pribadi dengan jari-jari-Nya untuk menulis Sepuluh Perintah Allah pada loh batu, seperti membubuhkan meterai tanda tangan, menyelesaikan perjanjian yang permanen kekal tidak pernah berubah. Dalam insiden anak lembu emas, dengan kemarahan Musa memecahkan loh batu, dan kemudian Allah sekali lagi oleh diri-Nya sendiri menulis ulang Sepuluh Perintah pada dua loh batu yang baru, mewakili tentang pemulihan dan pembaruan (Kel. 34:28).

Renungkan:
(1) Tabernakel adalah tempat kudus dalam dimensi ruang, hari Sabat adalah tempat kudus dalam dimensi waktu, keduanya bersama-sama membentuk pusat ibadah dan menyediakan tempat kudus bagi jiwa. Sejak itu, di mana pun orang Kristen, setiap hari minggu adalah waktu istirahat satu hari.

(2) Allah sendiri yang menulis Sepuluh Perintah di loh batu, menunjukkan bahwa perjanjian ini berlaku selamanya. Nabi Yeremia menubuatkan bahwa Allah akan membuat perjanjian baru dan menulis hukum Taurat-Nya di dalam hati kita sehingga kita dapat menaatinya dari dalam hati.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.