Tag Archives: Tanda perjanjian

Yehezkiel 20:10-26

Pemberontak melawan Allah di padang gurun

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 20:10-26 [ITB])
10 Aku membawa mereka keluar dari tanah Mesir dan menuntun mereka ke padang gurun.
11 Di sana Aku memberikan kepada mereka ketetapan-ketetapan-Ku dan memberitahukan peraturan-peraturan-Ku, dan manusia yang melakukannya, akan hidup. 12 Hari-hari Sabat-Ku juga Kuberikan kepada mereka menjadi peringatan di antara Aku dan mereka, supaya mereka mengetahui bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka.
13 Tetapi kaum Israel memberontak terhadap Aku di padang gurun; mereka tidak hidup menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan mereka menolak peraturan-peraturan-Ku, yang, kalau manusia melakukannya, ia akan hidup. Mereka juga melanggar kekudusan hari-hari Sabat-Ku dengan sangat. Maka Aku bermaksud hendak mencurahkan amarah-Ku ke atas mereka di padang gurun hendak membinasakan mereka. 14 Tetapi Aku bertindak karena nama-Ku, supaya itu jangan dinajiskan di hadapan bangsa-bangsa, yang melihat sendiri waktu Aku membawa mereka ke luar.
15 Walaupun begitu Aku bersumpah kepadanya di padang gurun, bahwa Aku tidak akan membawa mereka masuk ke tanah yang telah Kuberikan kepada mereka, yang berlimpah-limpah susu dan madunya, tanah yang permai di antara semua negeri, 16 oleh karena mereka menolak peraturan-peraturan-Ku dan tidak hidup menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan melanggar kekudusan hari-hari Sabat-Ku; sebab hati mereka mengikuti berhala-berhala mereka. 17 Tetapi Aku merasa sayang melihat mereka, sehingga Aku tidak membinasakannya dan tidak menghabisinya di padang gurun.
18 Maka Aku berkata kepada anak-anak mereka di padang gurun: :Janganlah kamu hidup menurut ketetapan-ketetapan ayahmu dan janganlah berpegang pada peraturan-peraturan mereka dan janganlah menajiskan dirimu dengan berhala-berhala mereka. 19 Akulah TUHAN, Allahmu: Hiduplah menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan lakukanlah peraturan-peraturan-Ku dengan setia, 20 kuduskanlah hari-hari Sabat-Ku, sehingga itu menjadi peringatan di antara Aku dan kamu, supaya orang mengetahui bahwa Akulah TUHAN, Allahmu.
21 Tetapi anak-anak mereka memberontak terhadap Aku, mereka tidak hidup menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan tidak melakukan peraturan-peraturan-Ku dengan setia, sedang manusia yang melakukannya, akan hidup; mereka juga melanggar kekudusan hari-hari Sabat-Ku. Maka Aku bermaksud mencurahkan amarah-Ku ke atas mereka untuk melampiaskan murka-Ku kepadanya di padang gurun. 22 Tetapi Aku menarik tangan-Ku kembali dan bertindak karena nama-Ku, supaya itu jangan dinajiskan di hadapan bangsa-bangsa yang melihat sendiri waktu Aku membawa mereka ke luar.
23 Walaupun begitu Aku bersumpah kepadanya di padang gurun untuk menyerakkan mereka di antara bangsa-bangsa dan menghamburkan mereka ke semua negeri, 24 oleh karena mereka tidak melakukan peraturan-peraturan-Ku dan menolak ketetapan-ketetapan-Ku dan melanggar kekudusan hari-hari Sabat-Ku dan matanya selalu tertuju kepada berhala-berhala ayah-ayah mereka. 25 Begitulah Aku juga memberi kepada mereka ketetapan-ketetapan yang tidak baik dan peraturan-peraturan, yang karenanya mereka tidak dapat hidup. 26 Aku membiarkan mereka menjadi najis dengan persembahan-persembahan mereka, dalam hal mereka mempersembahkan sebagai korban dalam api semua yang terdahulu lahir dari kandungan, supaya Kubuat mereka tertegun, agar mereka mengetahui bahwa Akulah TUHAN.

Yehezkiel 20 menjabarkan ulang sejarah Israel, dan perikop hari ini (Yeh. 20:10-26) mencatat sejarah bangsa Israel di padang gurun memberontak melawan Allah, tujuannya adalah agar orang Israel yang satu generasi dengan Yehezkiel mengenali sifat asali mereka adalah pemberontak, dan pemberontakan mereka tidak hanya terjadi di Mesir (Yeh. 20:5-9), tetapi juga terjadi ketika mereka berjalan di padang gurun.

Pertama-tama, kitab suci berkali-kali menunjukkan bahwa dahulu TUHAN memberikan perintah, ketetapan, dan tata cara di padang gurun di masa lalu, dan menjelaskan jika umat itu mematuhinya, mereka dapat hidup (ayat 11, 19), tetapi orang Israel tidak menaati hukum Allah, dan mereka membenci perintah Allah (ayat 13, 16, 21), tidak memelihara hari Sabat sebagai tanda perjanjian (ayat 12, 13, 16, 20, 24), ini menunjukkan bahwa pemberontakan orang Israel adalah sifat asali mereka, dari awal sampai akhir mereka adalah pemberontak. Oleh karena itu, Allah hendak mencurahkan murka-Nya kepada orang-orang ini (ayat 13, 21), tetapi Allah menyayangkan mereka dan tidak menghancurkan mereka (ayat 17). Di sini, kita melihat kemurahan Allah dan pemberontakan umat, Israel memandang rahmat Allah sudah sepatutnya, sebagai keharusan Allah memberikan anugerah, dan mereka tidak merindukan anugerah Allah dan tidak mengingat wajah asli mereka sebagai budak.

Di perikop ini beberapa kali disebutkan Sabat tanda perjanjian (ayat 12, 13, 16, 20, 24), ini mengikuti penjelasan Kej. 31:13 hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu, memelihara Sabat bukan untuk tujuan legalisme, tetapi agar Israel memiliki tata cara penggunaan waktu dalam setiap minggunya, menjalani gaya hidup seperti Allah dalam enam hari bekerja menciptakan dan beristirahat di hari ketujuh, dengan demikian menempatkan orang-orang Israel ke dalam ketertiban harmonis penciptaan. Pada saat yang sama, perjanjian Sinai menggunakan Sabat sebagai tanda perjanjian, memelihara Sabat adalah simbol perwakilan identitas Israel, pengaturan efektif agar orang Israel secara langsung ingat perjanjian. Sampai di Perjanjian baru, orang percaya beribadah di Hari Tuhan (hari Minggu), berpusat pada Kristus untuk memperingati hari kebangkitan Kristus maka dengan demikian menggantikan pemeliharaan hari Sabat dalam Perjanjian Lama. Perikop Kitab Suci berulang kali menyebutkan bahwa orang Israel tidak memelihara hari Sabat, itu menunjukkan bahwa mereka tidak lagi mengingat identitas dasar mereka dalam perjanjian dengan Allah, sama sekali tidak mengakui identitas penting mereka sebagai umat perjanjian, seolah-olah mereka tidak memiliki perjanjian dengan Allah. Oleh karena itu, Perikop Kitab Suci berkali-kali mengatakan bahwa orang-orang tidak memelihara hari Sabat, apakah ini hanya berarti bahwa mereka tidak patuh hukum Allah? Bukan sekadar demikian, itu juga menunjukkan bahwa mereka telah sepenuhnya meninggalkan status mereka sebagai umat perjanjian dan telah melupakan keselamatan serta kebaikan TUHAN kepada mereka!

Renungkan:
Mengapa umat Allah memberontak terhadap Allah? Karena mereka tidak menyadari identitas perjanjian mereka sendiri, tetapi juga tidak memandang kepada Allah yang dahulu mengadakan perjanjian dengan sumpah kesetiaan, mereka tidak berupaya mempertahankan identitasnya sendiri. Sebenarnya, kita adalah jenis orang yang bagaimana maka akan memiliki jenis perilaku yang bagaimana, jika kita melupakan identitas kita maka kita akan bertindak melawan Allah. Oleh karena itu, pada saat itu Yehezkiel mengingatkan orang Israel tentang identitas diri mereka adalah umat perjanjian, dan pada saat yang sama mereka juga harus mengenali bahwa mereka dahulu adalah pemberontak. Pengenalan atas siapa diri mereka dahulu dan identitas yang kemudian, itu membuat orang-orang Israel memiliki titik mula kehidupan yang berawal pada diri Allah. Apakah ini juga titik awal Anda?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 12-20 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) dipublikasi pada bulan Oktober 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Kejadian 9:8-17

「Tanda Perjanjian」

Oleh Dr. S.W. Patrick Tsang
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 9:8-17 [ITB])
8 Berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anaknya yang bersama-sama dengan dia: 9 Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu, 10 dan dengan segala makhluk hidup yang bersama-sama dengan kamu: burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi yang bersama-sama dengan kamu, segala yang keluar dari bahtera itu, segala binatang di bumi. 11 Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi.
12 Dan Allah berfirman: Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya: 13 Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi. 14 Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan, 15 maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup. 16 Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjian-Ku yang kekal antara Allah dan segala makhluk yang hidup, segala makhluk yang ada di bumi. 17 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan segala makhluk yang ada di bumi.

Perikop yang kita baca hari ini Kejadian 9:8-17 mencatat perjanjian antara Allah dan Nuh. Kata perjanjian muncul tujuh kali dalam paragraf ini (ayat 8-17), yang juga merupakan subjek paragraf ini. Arti dasar dari kata perjanjian adalah memberikan janji, dan jaminan, inilah yang dimaksud perikop ini. Allah tidak meminta apapun dari manusia dan semua makhluk hidup, tapi Dia berjanji dan memberikan jaminan tidak akan menggunakan lagi air bah untuk menghancurkan dunia dan makhluk hidup, ini juga bisa dikatakan sebagai perjanjian yang tidak setara!

Perjanjian Allah ditujukan selain kepada Nuh, anak-anak Nuh, dan keturunannya (ayat 9), juga mencakup semua makhluk hidup, yaitu, segala makhluk hidup yang keluar dari bahtera itu, termasuk burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi(ayat 10), jadi ini adalahperjanjian universal. Di sini kita melihat sekali lagi bahwa Allah Pencipta tidak hanya peduli dan menghargai manusia, tetapi juga makhluk hidup lain yang Dia ciptakan. Isi dari perjanjian antara Allah dan Nuh adalah: Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi. (9:11)

Kejadian 9:12-17 adalah tanda perjanjian Nuh, yaitu pelangi di langit. Itu juga merupakan tanda perjanjian pertama dalam Alkitab (9:13); dua perjanjian lainnya adalah tanda sunat (Kejadian 17:11) danSabat(Keluaran 31:16-17). Ketiga tanda ini telah membuka lembaran baru dalam sejarah manusia.Sabat adalah tanda penciptaan langit dan bumi oleh Allah, pelangiadalah tanda Allah menciptakan lagi bumi dan tidak akan memusnahkan, sunat adalah tanda Allah memilih Abraham, dan membangun umat Ibrani.

Di seluruh Alkitab kita melihat dua jenis tanda (sign), yang pertama adalah tanda supernatural, yang juga sering disebut sebagai tanda dari tanda dan mukjizat (signs and wonders). Misal mukjizat yang dilakukan Musa di hadapan Firaun, misalnya: Sepuluh Tulah dalam kitab Keluaran, tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa TUHAN adalah satu-satunya Allah yang benar. Dalam kitab Injil, banyak mukjizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus adalah tanda (sign) jenis ini, yang tujuannya adalah untuk menunjukkan identitas Yesus.

Jenis tanda yang kedua bukanlah tanda supernatural, melainkan tanda kebenaran rohani, tentunya akan terjadi tumpang tindih antara kedua tanda tersebut. Pelangi, sebagai tanda perjanjian Allah dengan Nuh, termasuk dalam kategori tanda jenis kedua. Mengapa Allah menggunakan pelangi sebagai tanda bahwa Dia tidak akan lagi menggunakan air bah untuk memusnahkan dunia? Apa fungsi dari lambang pelangi? Sebuah tanda (sign) menunjuk pada beberapa kebenaran dan fakta rohani, membantu kita lebih memahami kebenaran atau bergerak menuju kebenaran.

Pertama-tama, pelangi adalah fenomena alam indah yang enak dipandang. Fenomena indah tersebut merupakan terapi bagi orang-orang yang baru saja mengalami kehancuran seluruh bumi melalui air bah. Bagi Nuh yang pernah mengalami terkejut oleh musibah dan bencana, ini pasti penghiburan terbaik! Karya seni yang indah dapat memberikan penghiburan dan penyembuhan bagi jiwa yang terluka.

Dalam pasal 9, Allah berulang kali menggunakan sudut pandang dan kata-kata yang berbeda untuk mengulangi perjanjian-Nya dengan Nuh, Dia berjanji untuk tidak menggunakan air bah untuk memusnahkan dunia dan memberi pelangi sebagai tanda perjanjian. Allah sendiri tidak perlu mengulang-ulang janji-Nya, karena Allah yang kekal tidak perlu diingatkan. Tanda ini dipasang untuk manusia, karena hati keluarga Nuh telah mengalami hal yang mengejutkan, dan mereka perlu mendengar kata-kata penegasan dan dorongan berulang kali. Ini adalah alasan Allah menetapkan pelangi sebagai tanda perjanjian. Ketika keluarga Nuh melihat pelangi, mereka mendapatkan pengingatan dan dikuatkan!

Renungkan:
• Allah itu Allah yang indah dan Tuhan Penyembuh, Dia akan memberi orang tanda kesembuhan dan pertolongan. Dia pernah memberi tanda duri yang tidak bisa terbakar kepada Musa yang telah menyerahkan atas dirinya sendiri; Allah juga menggunakan bintang-bintang di langit dan pasir di tepi laut sebagai tanda untuk menghibur Abraham yang kesepian tanpa anak; Allah juga menggunakan tangga sebagai tanda untuk datang mendorong Yakub, yang dikejar oleh kakak laki-lakinya, meninggalkan kampung halamannya dan mengungsi di padang gurun.
• Saat ini banyak nyawa dan hati orang terluka. Hari ini Allah masih menyembuhkan. Apakah Anda bersedia mengandalkan-Nya untuk disembuhkan?


Renungan pemahaman Kitab Kejadian

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 1-11 ditulis oleh Dr. S.W. Patrick Tsang (曾錫華) dipublikasi pada bulan Maret 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Kejadian 17:10-12

「Sunat dan tanda」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 17:10-12 [ITB])
10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; 11 haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. 12 Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.

TUHAN (Yahweh) memperbaharui perjanjian dengan Abraham, yang paling istimewa adalah memerintahkan dia untuk disunat, belum pernah terjadi sebelumnya.

(1) Ketetapan hukum yang baru. Kitab Kejadian pasal 16 mencatat bahwa Abram mengikuti nasihat istrinya dan menggunakan metodenya sendiri untuk memenuhi kehendak Allah, tetapi dia tidak menunggu waktu Allah atau mengikuti cara Allah. Kini Allah bukan saja mengganti nama Abram menjadi Abraham, tetapi juga memerintahkan Abraham untuk menyunat laki-laki dalam keluarganya, yaitu membuang kulit di bagian depan aurat laki-laki. Ini awalnya adalah ritus kedewasaan bagi laki-laki di beberapa masyarakat di Timur Dekat Kuno (seperti Siria dan Mesir), tetapi sekarang telah menjadi tanda perjanjian antara Israel dan Allah (Kejadian 17:11). Makna spiritualnya adalah memotong sebagian dari daging, yang berarti membuang diri lama dari daging, dan tidak lagi merencanakan diri sendiri, mengandalkan diri sendiri untuk menjadi benar.

(2) Sunat hati. Kemudian Musa berbicara tentang tidak hanya sunat tubuh, tetapi juga sunat hati (Ulangan 30:6 Dan TUHAN, Allahmu, akan menyunat hatimu dan hati keturunanmu, sehingga engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, supaya engkau hidup) yang membuat umat Allah mengubah pikiran dan hati mereka (Perjanjian Baru Yunani hati yang bertobat metanoia, Matius 3:8; Roma 2:4; 2 Petrus 3:9), menjelaskan bahwa arti sebenarnya tidak terletak pada sunat fisik, tetapi dalam ketaatan dari dalam hati. Kelak, tidak hanya nabi besar Perjanjian Lama Yeremia dan Yehezkiel yang memperjelas tema ini (Yeremia 4:4, 9:26; Yehezkiel 44: 7, 9), tetapi bahkan rasul Perjanjian Baru Paulus berkata: sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah(Roma 2:29; lihat Kol. 2:11)

(3) Tanda perjanjian. Di dalam Alkitab, semua perjanjian antara Allah dengan manusia memiliki tanda-tanda, sebagai memori, pengingat, dan kesaksian bahwa perjanjian Allah selalu berlaku kekal. Allah membuat perjanjian dengan Nuh, ditandai dengan pelangi di langit (Kejadian 9:13). Allah membuat perjanjian dengan Abraham, ditandai dengan sunat fisik (Kejadian 17:11). Allah membuat perjanjian Sinai dengan orang Israel, yang ditandai dengan hari Sabat (Keluaran 32:12-18). Allah membuat perjanjian dengan Daud. Alkitab tidak menjelaskannya secara spesifik, tetapi banyak ahli percaya bahwa Bait Suci di Yerusalem adalah tanda perjanjian Daud. Perjanjian Baru menggunakan salib sebagai tanda. Saat ini, di mana pun ada agama Kristen, ada salib di mana-mana di ruang atap, gambar dan ukiran, dekorasi pakaian.

(4) Ketetapan hukum yang baru. Allah membuat perjanjian dengan manusia, awalnya hanya ada hukum umum (seperti Sepuluh Perintah Allah), tetapi sering kali karena kelemahan dan kegagalan manusia, perjanjian ini dilanggar. Oleh karena itu, setelah Allah memperbaharui perjanjian dengan manusia, hukum baru ditambahkan. Misalnya, setelah Insiden Anak Lembu Emas, Allah memperbaharui perjanjian-Nya dengan orang Israel, tetapi memberikan hukum baru (Keluaran 34:11-26). Galatia Perjanjian Baru juga mengatakan, … apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran … (Galatia 3:19)

Renungkan:
Sebelum percaya kepada Tuhan, Tuhan paling membenci dosa kita. Setelah percaya kepada Tuhan, Tuhan sangat membenci aku kita. Kiranya kita semua memikul salib Kristus: bukan aku lagi, tetapi Kristus. Dia mencintaiku dan menyerahkan diri-Nya untukku.


Renungan pemahaman Kitab Kejadian 12-26

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 12-26 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) dipublikasi pada bulan Maret 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Kejadian 15:8-10

「Perjanjian dan janji」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 15:8-10 [ITB])
8 Kata Abram: Ya Tuhan ALLAH, dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya? 9 Firman TUHAN kepadanya: Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati. 10 Diambilnyalah semuanya itu bagi TUHAN, dipotong dua, lalu diletakkannya bagian-bagian itu yang satu di samping yang lain, tetapi burung-burung itu tidak dipotong dua.

Tahap kedua dari perjanjian Abram adalah ritual Allah membuat perjanjian dengannya (Kejadian 15) untuk memperkuat perjanjian dengannya. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan di sini:

(1) Sebutan intim (ayat 8). Abram menyebut Allah Ya Tuhan ALLAH! (‘ădōnāy YHWH, diucapkan ădōnāy ’ĕlōhîm) adalah nama yang paling intim kepada Allah dalam Perjanjian Lama, sebutan bersifat pribadi, hanya digunakan dalam doa, mengungkapkan hubungan dengan TUHAN (Yahweh), persahabatan yang mendalam. Dalam kitab Kejadian, sebutan ini hanya muncul dalam pasal ini (ayat 2, 8). Dalam kitab Ulangan, Musa menggunakan sebutan intim ini untuk memohon kepada TUHAN (Yahweh) (Ulangan 3:24, 9:26), dan Daud bahkan menggunakan sebutan ini untuk berterima kasih kepada TUHAN (Yahweh) yang membuat perjanjian dengannya dan menjanjikan pembentukan dinasti Daud (2 Sam. 7:18-29).

(2) Ritual membuat perjanjian (ayat 9-11, 17). TUHAN (Yahweh) menginstruksikan Abram untuk mempersiapkan lembu dan kambing. Setelah disembelih, semuanya itu dipotong dua, lalu diletakkannya bagian-bagian itu yang satu di samping yang lain, tetapi burung-burung itu tidak dipotong dua (Ayat 10) . Arti asli dari perjanjian adalah dipotong dua (dibelah dua) (kārat) sebuah perjanjian (bǝrît), di mana pembuat perjanjian berjalan melalui hewan korban yang terbelah dua itu. Nabi Yeremia juga menyebutkan ritual perjanjian semacam ini (Yeremia 34:18), yang berarti bahwa jika pihak yang membuat perjanjian melanggar perjanjian, dia akan terbelah menjadi dua seperti lembu dan kambing, yang maknanya serupa aliansi dengan zaman kuno China. Hanya burung-burung itu tidak dibelah, mungkin karena terlalu kecil.

Dalam ayat 17 disebutkan bahwa Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu. Perapian yang berasap beserta suluh yang berapi melambangkan TUHAN (Yahweh) sendiri, menerima pengorbanan yang disiapkan Abram untuk perjanjian, dan menjamin bahwa perjanjian itu akan digenapi. Oleh karena itu, perjanjian Abraham sering dianggap sebagai perjanjian yang dijanjikan. Ini mirip dengan ketika perjanjian di Sinai ada asap dan api dalam gelap, mewakili kehadiran Allah (Keluaran 19). Itu juga tipologi menandakan penyaliban Yesus, dan ketika Perjanjian Baru dibuat, akan ada kegelapan dan gempa bumi yang hebat (Matius 27:45, 51; Markus 15:33; Lukas 23:44).

(3) Janji keturunan (ayat 13-16 Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya. Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka, akan Kuhukum, dan sesudah itu mereka akan keluar dengan membawa harta benda yang banyak … Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini). Adapun masalah keturunan adalah hal yang paling dikhawatirkan Abram, sekali lagi TUHAN dengan tegas menyatakan bahwa keturunannya akan tinggal di antara bangsa asing dan dianiaya oleh penduduk setempat. Empat ratus tahun kemudian, mereka akan keluar dengan membawa harta benda yang banyak, dan kembali ke tanah yang dijanjikan. Ketika orang Israel meninggalkan Mesir, itu benar-benar terjadi (Keluaran 12:40; Kisah Para Rasul 7:6; Galatia 3:17).

Renungkan:
Iman tumbuh dalam keraguan, ritual membuat perjanjian memperkuat kepercayaan, dan janji menuntunnya untuk melompat maju.


Renungan pemahaman Kitab Kejadian 12-26

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 12-26 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) dipublikasi pada bulan Maret 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 31:12-18

Tanda peringatan dan memperingati

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 31:12-18 [ITB])
12 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 13 Katakanlah kepada orang Israel, demikian:
『Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu.
14 Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya. 15 Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, hari kudus bagi TUHAN: setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari Sabat, pastilah ia dihukum mati.』
16 Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal. 17 Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat.
18 Dan TUHAN memberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah.

Instruksi mengenai pembangunan Kemah Suci yang dimulai pasal 25 telah selesai. Paragraf ini secara khusus menekankan bahwa orang Israel harus memelihara hari Sabat sebagai tanda perjanjian yang TUHAN buat dengan mereka, Dia bahkan memberi Musa dua loh batu dengan Sepuluh Perintah yang ditulis oleh Allah sendiri.

Sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, kata peringatan (‘ôt, KJV sign, tanda) juga diterjemahkan sebagai bukti, memiliki makna sertifikat tanda bukti. Dalam Alkitab, setiap mengadakan perjanjian ada tanda sebagai peringatan, seperti pelangi adalah tanda bagi perjanjian Nuh (Kej. 9:12), sunat adalah tanda perjanjian Abraham (Kej. 17:11), tumpukan batu sebagai bukti perjanjian Yakub dan Laban (Kej. 31:48). Perjanjian Baru mencatat bahwa Yesus dalam Perjamuan Terakhir, memakai roti dan anggur sebagai tanda perjanjian, orang percaya melakukan ini menjadi peringatan akan Tuhan Yesus (Lukas 22:19, 1 Kor. 11:23-26).

Tanda perjanjian sekurang-kurangnya memiliki tiga fungsi: (1) Bukti: perjanjian itu adalah hal yang khidmat. Walaupun sebuah perjanjian merupakan peristiwa yang terjadi sekali saja, namun tanda perjanjian membuktikan bahwa perjanjian itu selalu sah. (2) Peringatan: Membuat perjanjian adalah peringatan kenangan yang baik. Tanda perjanjian menunjukkan bahwa kedua belah pihak dengan tulus berjanji, tekad selamanya tidak melupakan. (3) Pengingat: perjanjian adalah awal dari hubungan baru antara kedua belah pihak. Tanda perjanjian mengingatkan pihak-pihak yang mengadakan perjanjian untuk membuat komitmen yang tulus, selalu menepati sumpah, dan terus mempererat hubungan perjanjian.

Di masa lalu orang berpikir bahwa Sepuluh Perintah Allah ditulis pada dua loh batu, adalah karena Sepuluh Perintah Allah harus dibagi menjadi dua bagian. Tetapi studi tentang perjanjian Timur Dekat kuno dari perjanjian raja, apa yang disebut loh batu adalah teks perjanjian, rangkap dua, masing-masing diserahkan kepada kedua pihak yang mengadakan perjanjian untuk disimpan. Di sini dibawa kembali oleh Musa dan disimpan dalam tabut perjanjian.

TUHAN secara pribadi dengan jari-jari-Nya untuk menulis Sepuluh Perintah Allah pada loh batu, seperti membubuhkan meterai tanda tangan, menyelesaikan perjanjian yang permanen kekal tidak pernah berubah. Dalam insiden anak lembu emas, dengan kemarahan Musa memecahkan loh batu, dan kemudian Allah sekali lagi oleh diri-Nya sendiri menulis ulang Sepuluh Perintah pada dua loh batu yang baru, mewakili tentang pemulihan dan pembaruan (Kel. 34:28).

Renungkan:
(1) Tabernakel adalah tempat kudus dalam dimensi ruang, hari Sabat adalah tempat kudus dalam dimensi waktu, keduanya bersama-sama membentuk pusat ibadah dan menyediakan tempat kudus bagi jiwa. Sejak itu, di mana pun orang Kristen, setiap hari minggu adalah waktu istirahat satu hari.

(2) Allah sendiri yang menulis Sepuluh Perintah di loh batu, menunjukkan bahwa perjanjian ini berlaku selamanya. Nabi Yeremia menubuatkan bahwa Allah akan membuat perjanjian baru dan menulis hukum Taurat-Nya di dalam hati kita sehingga kita dapat menaatinya dari dalam hati.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.