Tag Archives: Kitab Keluaran

Renungan Natal 2023-09

「Penciptaan dan pemeliharaan」

Oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu (郭鴻標)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Keluaran 3:12 [ITB])
12 Lalu firman-Nya: Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.

Pemahaman sebagian orang Kristen tentang Allah adalah bahwa Dia memberikan penghiburan bagi kenyamanan jiwa saya, tetapi mereka tidak memiliki pemahaman bahwa Allah menciptakan dan menyediakan pemeliharaan bagi alam semesta. Mari kita pikirkan, kalau bukan Allah yang menciptakan alam semesta, bagaimana Dia bisa disebut Allah Yang Maha Esa? Selain itu, Allah yang kita percaya bukan hanya Allah yang sekadar menciptakan alam semesta, tetapi juga Allah yang mengelola alam semesta dan memimpin sejarah umat manusia. Dalam iman Kristen, Allah adalah Allah pencipta dan adalah Allah pemelihara, ini merupakan kepercayaan dasar.

Dalam sejarah ada semacam aliran kepercayaan yang berpendapat bahwa setelah Allah menciptakan alam semesta, Dia membiarkan alam semesta beroperasi sesuai dengan hukum alam (deisme). Akibat dari pandangan ini adalah setelah Allah menciptakan alam semesta, Dia meninggalkan alam semesta dan sejarah manusia. Alasan mengapa aliran kepercayaan seperti ini tidak layak diterima sangatlah sederhana: Apakah Allah yang lepas tangan serta tidak peduli terhadap alam semesta dan sejarah manusia adalah Allah yang layak untuk kita percayai? Ketika kita menyadari pentingnya iman yang benar, kita mulai memahami nilai teologi, mari kita pikirkan, beberapa orang yang menyebut dirinya Kristen menentukan isi keyakinannya berdasarkan kesukaannya sendiri. Di satu sisi hal ini dapat dikatakan sebagai ekspresi kebebasan beragama dan kebebasan berkeyakinan; namun di sisi lain merupakan sikap berkeyakinan yang tidak memiliki landasan objektif (objektif adalah dasar yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi) dan tidak mengabaikan warisan iman gereja sepanjang zaman, artinya merasa dirinya benar sendiri.

Jika Anda bertanya Apakah saya seorang Kristen sejati?, artinya Anda mulai memperhatikan apakah pemahaman Anda tentang iman adalah kebenaran. Anda mulai memahami bahwa iman tidak hanya sekadar mengejar kedamaian dan kenyamanan batin, tetapi juga menuntut mengenal Allah yang sebenarnya dan kebenaran-Nya, dan penjelasan tentang iman juga harus benar. Pemeliharaan dari Allah atau yang disebut providensia (providence, bahasa Latin adalah providenta), memiliki arti mengetahui terlebih dahulu, berasal dari akar kata providere yang artinya mempersiapkan terlebih dahulu.

Keluaran 3:12, Allah berfirman: Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini. Ada banyak bagian dalam Perjanjian Lama yang mengungkapkan Allah mempersiapkan, yang merupakan dasar alkitabiah bagi pemahaman kita terhadap pemeliharaan Allah (providensia Allah). Namun, beberapa pendeta mengharuskan semua doktrin dan konsep teologis harus memiliki dasar leterlek huruf per huruf di dalam Alkitab (letterlijk adalah memahami suatu teks hanya terpaku pada apa yang tertulis harafiah dalam teks tersebut), misalnya menuntut kata pemeliharaan (providensia) harus muncul dalam teks Alkitab barulah bisa dianggap memiliki dasar alkitabiah, dan kata pengetahuan Allah sebelum peristiwa terjadi yang ditunjukkan oleh doktrin pemeliharaan Allah (providensia Allah) tidak muncul secara leterlek huruf per huruf (letterlijk) dalam teks Alkitab. Tuntutan kaku seperti ini seperti menuntut Allah Tritunggal tidak muncul dalam teks Alkitab, tetapi Alkitab menggunakan istilah Bapa, Anak, dan Roh Kudus untuk menggambarkan Allah Trintunggal, dan juga menggunakan pengetahuan Allah sebelum terjadinya peristiwa untuk mengungkapkan pemeliharaan Allah.

Doktrin adalah konsep-konsep penting yang ditemukan dari Alkitab dan kemudian merangkumnya untuk membentuk suatu kerangka isi iman Kristen, atau sistem iman Kristen. Ada fenomena di gereja yang meremehkan doktrin yang sifatnya dibangun di atas dasar bersama (objektif) yakni Alkitab, merendahkan Alkitab sebagai dasar objektif yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi dengan mengagungkan pengalaman spiritual pribadi masing-masing orang yang sifatnya subjektif, dan percaya bahwa hidup lebih penting daripada pengetahuan. Sebenarnya tidak ada pertentangan antara kesalehan dan pengetahuan doktrin, orang yang memiliki pengetahuan doktrin bisa jadi sangat saleh, dan orang yang saleh bisa memiliki pengetahuan doktrin.

Pemeliharaan Allah (providensia Allah) jelas di seluruh Alkitab, termasuk kisah para leluhur, keluaran bangsa Israel dari Mesir, pengembaraan di padang gurun, masuk ke Kanaan, pendirian kerajaan, pengasingan, kembali ke Yerusalem untuk membangun kembali Bait Suci, invasi bangsa asing, kelahiran Yesus Kristus, kematian Yesus Kristus dan kebangkitan-Nya, kenaikan-Nya ke surga, murid-murid menyebarkan Injil ke seluruh dunia, dll. semuanya menggambarkan pemeliharaan Allah (providensia Allah). Ia adalah Allah yang peduli.

Providensia pemeliharaan Allah merupakan sejarah interaksi antara wahyu Allah dalam Alkitab dengan bangsa Israel dan gereja pada era Perjanjian Baru. Ini menjelaskan Allah mempersiapkan terlebih dahulu, kehendak Allah, dan kedaulatan Allah.

Renungkan:
1. Allah menciptakan alam semesta dan manusia, serta memelihara alam semesta beserta umat manusia. Allah mempunyai tujuan bagi dunia dan manusia. Apakah saya memiliki pengetahuan iman dalam hal ini?
2. Allah menciptakan dan memelihara hidup saya, apa rencana Allah untuk hidup saya?
3. Ketika saya menyebut Yesus Kristus sebagai Tuhanku, apakah saya bersedia menyerahkan kedaulatan atas hidup saya ke dalam tangan-Nya?


Renungan Natal

Renungan Natal 2023

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, Renungan Natal 2023 yang dipublikasikan pada bulan Desember 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


26 Maret – KAMIS MINGGU KEEMPAT PRA-PASKAH. Berbaliklah dari Murka-Mu yang Bernyala-nyala itu

Oleh
Dr Calvin Chong
Associate Professor (Practical Theology)
Singapore Bible College
Penerjemah: Team WMC

Keluaran 32:7-14

7 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya. 8 Segera juga mereka menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka telah membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah dan mempersembahkan korban, sambil berkata: Hai Israel, inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.” 9 Lagi firman TUHAN kepada Musa: “Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk. 10 Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar.”
11 Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: “Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat? 12 Mengapakah orang Mesir akan berkata: Dia membawa mereka keluar dengan maksud menimpakan malapetaka kepada mereka dan membunuh mereka di gunung dan membinasakannya dari muka bumi? Berbaliklah dari murka-Mu yang bernyala-nyala itu dan menyesallah karena malapetaka yang hendak Kaudatangkan kepada umat-Mu. 13 Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimilikinya untuk selama-lamanya.”
14 Dan menyesallah TUHAN karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.

Renungan
Siapa pun yang membaca kitab Keluaran akan menemukan dua puncak tematik di sana. Yang pertama adalah saat mereka menyeberangi Laut Merah ketika Tuhan membebaskan umat-Nya dari penindasan di Mesi. Yang kedua adalah ketika Tuhan memberikan perintah-perintah-Nya di Gunung Sinai untuk membimbing umat-Nya untuk bagaimana mereka hendaknya mengatur hidup mereka sebagai umat perjanjian.

Meskipun drama tinggi mengiringi peristiwa dua tema puncak, namun saya ingin memerikan perhatian pada drama di Gunung Sinai. Sebelum pemberian hukum, ada guntur, kilat, awan tebal, asap, dan goncangan gunung (Kel 19). Drama di atas gunung itu hanyalah pembukaan bagi berbicaranya Allah dan menyatakan kata-kata-Nya untuk diketahui oleh umat-Nya (Kel 20ff). Sebagai tanggapan, umat-Nya berjanji setia kepada Allah dan taat kepada Firman-Nya (Kel 19: 8).

Bergerak maju ke pasal 32, di sana kita membaca tentang drama menakjubkan lainnya yang terjadi di kaki gunung. Umat yang berjanji menaati perintah Allah meninggalkan Dia untuk menyembah anak lembu emas. Kemuliaan TUHAN (Yahweh), pembebasan dan perlindungan yang Dia berikan kepada mereka semua diarahkan dan dikaitkan dengan dewa Mesir yang dibentuk oleh tangan manusia. Berpaling dan mengikuti allah-allah palsu ini secara alami memancing kemarahan yang mendalam dari Allah dan menyebabkan kematian mereka.

Dalam konteks inilah kita mendengar drama lain – bahwa Musa memohon belas kasihan kepada Allah dan Allah menanggapinya dengan tidak menghancurkan umat-Nya sendiri. Dari drama ketiga inilah kita menarik pelajaran hari ini: Keagungan Tuhan tidak hanya terletak pada penerimaan Allah atas ibadat dari umat beriman, tetapi di dalam Dia memperluas rahmat dan kasih karunia kepada yang tidak beriman, pelupa, dan jatuh!

Namun rahmat ini, tidak boleh dianggap untuk mengambil keuntungan darinya tetapi diterima sebagai hadiah dengan rasa terima kasih. Semoga pengetahuan ini mendesak kita untuk takut dan mengikuti Dia saat kita mengerjakannya dalam drama hidup kita.

Doa
Tuhan, buka mataku hari ini untuk menghargai kemuliaan dan rahmat-Mu. Buka telingaku agar aku bisa mendengarkan kata-kata-Mu dengan benar. Buka hatiku agar aku bisa mencintai-Mu di atas segalanya dan mengikuti-Mu sepenuhnya.

Tindakan
Temukan nyanyian pujian atau nyanyian pujian kontemporer yang menangkap semangat menyembah Tuhan demi kemuliaan-Nya yang menyilaukan mata serta kebaikan dan rahmat-Nya yang tak terbatas. Biarkan lagu itu mengingatkan Anda tentang siapa Dia dan bagaimana kita harus menanggapi Dia dengan tepat

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

24 Maret – SELASA MINGGU KEEMPAT PRA-PASKAH. Aku Memperhatikan, Mengutus, Beribadahlah kepada TUHAN

Oleh
Dr Ernest Chew
Advisory Elder, Bethesda (Frankel Estate) Church
Vice-President, The Bible Society of Singapore
Penerjemah: Team WMC

Keluaran 2:23-3:20

23 Lama sesudah itu matilah raja Mesir. Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah. 24 Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. 25 Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka.
1 Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb. 2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.
3 Musa berkata: “Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?”
4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah.” 5 Lalu Ia berfirman: “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.” 6 Lagi Ia berfirman: “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.
7 Dan TUHAN berfirman: “Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka. 8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus. 9 Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka. 10 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.”
11 Tetapi Musa berkata kepada Allah: “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?”
12 Lalu firman-Nya: “Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.”
13 Lalu Musa berkata kepada Allah: “Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? –apakah yang harus kujawab kepada mereka?”
14 Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”
15 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun. 16 Pergilah, kumpulkanlah para tua-tua Israel dan katakanlah kepada mereka: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakub, telah menampakkan diri kepadaku, serta berfirman: Aku sudah mengindahkan kamu, juga apa yang dilakukan kepadamu di Mesir. 17 Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. 18 Dan bilamana mereka mendengarkan perkataanmu, maka engkau harus beserta para tua-tua Israel pergi kepada raja Mesir, dan kamu harus berkata kepadanya: TUHAN, Allah orang Ibrani, telah menemui kami; oleh sebab itu, izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami. 19 Tetapi Aku tahu, bahwa raja Mesir tidak akan membiarkan kamu pergi, kecuali dipaksa oleh tangan yang kuat. 20 Tetapi Aku akan mengacungkan tangan-Ku dan memukul Mesir dengan segala perbuatan yang ajaib, yang akan Kulakukan di tengah-tengahnya; sesudah itu ia akan membiarkan kamu pergi.

Renungan
1. Pertemuan: “Aku telah Memperhatikan”
Kehidupan Musa dibagi menjadi tiga periode 40 tahun:
(a) di Mesir, diangkat sebagai pangeran di rumah Firaun;
(B) di Pengasingan, sebagai pengungsi dan gembala di padang pasir; dan
(c) dalam Keluaran, sebagai pembebas dan pembawa-hukum Taurat kepada bangsa Israel.

Titik baliknya, ketika dia berusia 80 tahun, pertemuannya dengan TUHAN di Sinai, Gunung Horeb, di samping semak yang terbakar. Seperti biasa, TUHANlah yang mengambil inisiatif dan memanggil Musa dengan nama. Tanah itu kudus karena Allah itu kudus, namun juga bersifat pribadi dan relasional: “Aku adalah Allah bapakmu, Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub.”
Ini adalah Allah yang memperhatikan segala sesuatu, dan menunjukkan belas kasihan-Nya yang mendalam kepada umat-Nya: “Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku … Aku telah mendengar seruan …, Aku mengetahui penderitaan mereka. … Aku telah turun untuk melepaskan mereka … untuk membawa mereka ke … negeri yang penuh susu dan madu … ” Dia juga telah melihat akar dari kesengsaraan mereka: “Aku juga telah melihat penindasan … “
TUHAN ini masih memperhatikan penderitaan umat-Nya yang mengalami penganiayaan di seluruh dunia, dan kejahatan radikal menindas mereka. Dia masih membebaskan tawanan, dan menjanjikan kehidupan yang berlimpah.

2. Misi: “Aku mengutus”
Instrumen pembebasan TUHAN adalah Musa: ” pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.” Namun, Musa pertama-tama merespons dengan serangkaian alasan. Dia berkata, “Aku di sini.” Sekarang dia bertanya, “Siapakah aku sehingga aku harus pergi ke Firaun …?”
TUHAN masih memanggil dan berupaya mengutus orang-orang ke misi-Nya. Semoga kita merespons, seperti Yesaya, “Ini aku! Utuslah aku” (Yesaya 6: 8).

3. Pesan: “Kamu harus beribadah kepada Allah”
Allah meyakinkan Musa bahwa Ia akan menyertai-Nya, dan bahwa setelah ia membawa orang Israel keluar dari Mesir, mereka akan beribadah kepada Allah di Gunung Sinai. Tetapi Musa mengajukan masalah lain – yakni tentang identitas Allah yang mengutus dia kepada orang-orang yang menderita itu. Apa yang harus dia katakan kepada mereka?
Tanggapan ilahi agung dan mengesankan: ” AKU ADALAH AKU … AKU telah mengutus Aku kepadamu … TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub, telah mengutus Aku kepadamu. Ini adalah nama-Ku untuk selama-lamanya, dan dengan demikian Aku harus diingat sepanjang generasi. “
Nama Allah, kehadiran kekal-Nya, adalah penjamin pemenuhan semua janji-Nya akan pembebasan dari kejahatan – dulu, sekarang, dan selamanya. Dia ADALAH Dia, dan Dia akan ADALAH Dia nantinya. “Besar kesetiaan-Mu … Seperti yang telah Engkau lakukan, Engkau selamanya akan!”

4. Penuh Kuasa jauh melampaui Musa: ” TUHAN telah berfirman”
Penulis Surat Ibrani menyatakan: ” Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, 2 maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. 3 Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi” (Ibrani 1:1-3).
Dia menambahkan bahwa ” Sebab Ia dipandang layak mendapat kemuliaan lebih besar dari pada Musa, sama seperti ahli bangunan lebih dihormati dari pada rumah yang dibangunnya” (Ibrani 3:3).

Di titik balik sejarah, Allah mengutus Anak-Nya, Yesus sang Mesias, untuk melaksanakan misi penebusan-Nya, dan Yesus melalui Keluaran penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan, telah menyelesaikan misi itu. Dia mengutus para utusan-Nya dengan kabar baik tentang pembebasan dari dosa, Setan, dan maut. Tuhan Yesus meyakinkan kita, ” Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:20).

Doa
Tuhan Bapa Surgawi kami, Engkau pasti telah melihat penderitaan umat-Mu, dan penindasan yang mereka hadapi dalam banyak bentuk hari ini. Terima kasih atas keselamatan luar biasa yang telah Engkau capai melalui kematian dan kebangkitan Anak-Mu. Utuslah kami dalam Nama-Nya yang berharga dengan berita yang membebaskan ini. Amin.

Tindakan
Mintalah kepada Tuhan untuk poin-poin pertemuan di mana Anda dapat menunjukkan rahmat dan kemurahan-Nya kepada orang lain, dan dengan rendah hati melayani Dia di mana dan kapan Dia memanggilmu.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

2 April 2019 ● Selasa, Minggu Keempat Pra Paskah

Aku akan mengutusmu … membawa umat-Ku … keluar dari Mesir

Keluaran 2:23—3:20
23 Lama sesudah itu matilah raja Mesir. Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah. 24 Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. 25 Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka.
1 Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb. 2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api. 3 Musa berkata: “Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?” 4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah.” 5 Lalu Ia berfirman: “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.” 6 Lagi Ia berfirman: “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.
7 Dan TUHAN berfirman: “Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka. 8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus. 9 Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka. 10 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.” 11 Tetapi Musa berkata kepada Allah: “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?” 12 Lalu firman-Nya: “Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.”
13 Lalu Musa berkata kepada Allah: “Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? –apakah yang harus kujawab kepada mereka?” 14 Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.” 15 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun. 16 Pergilah, kumpulkanlah para tua-tua Israel dan katakanlah kepada mereka: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakub, telah menampakkan diri kepadaku, serta berfirman: Aku sudah mengindahkan kamu, juga apa yang dilakukan kepadamu di Mesir. 17 Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. 18 Dan bilamana mereka mendengarkan perkataanmu, maka engkau harus beserta para tua-tua Israel pergi kepada raja Mesir, dan kamu harus berkata kepadanya: TUHAN, Allah orang Ibrani, telah menemui kami; oleh sebab itu, izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami. 19 Tetapi Aku tahu, bahwa raja Mesir tidak akan membiarkan kamu pergi, kecuali dipaksa oleh tangan yang kuat. 20 Tetapi Aku akan mengacungkan tangan-Ku dan memukul Mesir dengan segala perbuatan yang ajaib, yang akan Kulakukan di tengah-tengahnya; sesudah itu ia akan membiarkan kamu pergi.

Renungan

Anak-anak Israel diperbudak selama 400 tahun. Mereka mengerang dan berteriak. Tuhan mendengar mereka. Ketika telah penuh waktunya, Allah turun untuk membebaskan umat-Nya dari tangan orang-orang Mesir. Tuhan adalah penggerak utama tetapi Dia memilih untuk menggunakan Musa untuk menjalankan rencana-Nya. Sebuah bangsa dibentuk dalam semalam dan orang-orang memperoleh kebebasan yang segera. Tuhan berkata kepada Musa, “Aku telah turun. Aku akan mengutusmu. ”

Ada keheningan selama 400 tahun antara Perjanjian Lama dan Baru. Tidak ada cahaya dan dunia berada dalam kegelapan spiritual. Ada orang yang mengerang dan menangis. Dalam kegenapan waktu, Yesus turun untuk membebaskan orang-orang di dunia dari tangan Iblis. Yesus adalah penggerak utama tetapi Dia memilih untuk memakai para murid-Nya untuk menjalankan rencana-Nya. Kerajaan Allah sudah dekat dan ada kebebasan untuk memperoleh orang-orang di dunia yang masuk ke dalam Kerajaan. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Aku turun. Aku mengutus mu. ”

Adalah waktunya bagi kita untuk menyadari bahwa sekaranglah saatnya kita pergi dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta membawa orang-orang dari kegelapan menuju terang. Merupakan hak istimewa untuk menjadi bagian dari rencana penebusan Allah yang luar biasa. Banyak dari kita merasa tidak cukup mampu untuk tugas itu. Tetapi panggilan Tuhan kepada kita sangat meyakinkan. Ingatlah bahwa Dia adalah penggerak utama dan kita hanya perlu bergerak bersama-Nya untuk menyelesaikan tugas-Nya bagi kita.

Tuhan berkata kepada Musa, “Pergilah, Aku pasti akan bersamamu.” Yesus berkata kepada kita, “Pergilah, Aku akan selalu bersamamu.”

Saatnya untuk pergi.

Doa
Terima kasih, Tuhan Yesus atas panggilan-Mu terhadap hidupku. Terima kasih atas janji penyertaan abadi Mu. Bantu saya untuk membawa kehadiran-Mu ke mana pun saya pergi, sehingga Kerajaan-Mu dapat dibangun dalam kehidupan siapa pun yang saya jumpai.

Tindakan
Ketika saya bergerak setiap hari, saya akan ingat bahwa Allah adalah penggerak utama rencana-Nya bagi umat-Nya dan bahwa saya memiliki bagian dalam rencana-Nya untuk bergerak bersama-Nya.

Oleh
Pastor Lawrence T Y Chua
Senior Pastor
Living Sanctuary Brethren Church

Keluaran 40:17-38

Tabernakel dan awan

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 40:17-38 [ITB])
17 Dan terjadilah dalam bulan yang pertama tahun yang kedua, pada tanggal satu bulan itu, maka didirikanlah Kemah Suci.
18 Musa mendirikan Kemah Suci itu, dipasangnyalah alas-alasnya, ditaruhnya papan-papannya, dipasangnya kayu-kayu lintangnya dan didirikannya tiang-tiangnya. 19 Dikembangkannyalah atap kemah yang menudungi Kemah Suci dan diletakkannyalah tudung kemah di atasnya, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
20 Diambilnyalah loh hukum Allah dan ditaruhnya ke dalam tabut, dikenakannyalah kayu pengusung pada tabut itu dan diletakkannya tutup pendamaian di atas tabut itu. 21 Dibawanyalah tabut itu ke dalam Kemah Suci, digantungkannyalah tabir penudung dan dipasangnya sebagai penudung di depan tabut hukum Allah, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
22 Ditaruhnyalah meja di dalam Kemah Pertemuan pada sisi Kemah Suci sebelah utara, di depan tabir itu. 23 Diletakkannyalah di atasnya roti sajian menurut susunannya, di hadapan TUHAN, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
24 Ditempatkannyalah kandil di dalam Kemah Pertemuan berhadapan dengan meja itu, pada sisi Kemah Suci sebelah selatan. 25 Dipasangnyalah lampu-lampu di atasnya di hadapan TUHAN, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
26 Ditempatkannyalah mezbah emas di dalam Kemah Pertemuan di depan tabir itu. 27 Dibakarnyalah di atasnya ukupan dari wangi-wangian seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
28 Digantungkannyalah tirai pintu Kemah Suci.
29 Mezbah korban bakaran ditempatkannyalah di depan pintu Kemah Suci, yakni Kemah Pertemuan itu, dan dipersembahkannyalah di atasnya korban bakaran dan korban sajian, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
30 Ditempatkannyalah bejana pembasuhan di antara Kemah Pertemuan dan mezbah itu, lalu ditaruhnyalah air ke dalamnya untuk pembasuhan. 31 Musa dan Harun serta anak-anaknya membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya. 32 Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan dan apabila mereka datang mendekat kepada mezbah itu, maka mereka membasuh kaki dan tangan–seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
33 Didirikannyalah tiang-tiang pelataran sekeliling Kemah Suci dan mezbah itu, dan digantungkannyalah tirai pintu gerbang pelataran itu. Demikianlah diselesaikan Musa pekerjaan itu.
34 Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci,
35 sehingga Musa tidak dapat memasuki Kemah Pertemuan, sebab awan itu hinggap di atas kemah itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci.
36 Apabila awan itu naik dari atas Kemah Suci, berangkatlah orang Israel dari setiap tempat mereka berkemah.
37 Tetapi jika awan itu tidak naik, maka merekapun tidak berangkat sampai hari awan itu naik.
38 Sebab awan TUHAN itu ada di atas Kemah Suci pada siang hari, dan pada malam hari ada api di dalamnya, di depan mata seluruh umat Israel pada setiap tempat mereka berkemah.

Bagian terakhir kitab Keluaran mencatat bahwa Musa menaati perintah TUHAN untuk mendirikan Kemah Pertemuan dan mengadakan upacara penahbisan. Kalimat kunci dalam paragraf ini adalah seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa yang muncul tujuh kali (40: 19, 21, 23, 25, 27, 29, 32).

Dalam ayat 17, terjadilah dalam bulan yang pertama tahun yang kedua, pada tanggal satu bulan itu, maka didirikanlah Kemah Suci, penanggalan ini berdasarkan bahwa Kitab Keluaran sepenuhnya menggunakan karya Allah menyelamatkan umat Israel keluar dari Mesir sebagai dimulainya era baru (Keluaran 12:2). Pada hari pertama bulan ketiga di tahun pertama keluaran dari Mesir, sampailah orang Israel di gunung Sinai (19:1), dan segera menerima Sepuluh Perintah serta Allah membuat perjanjian dengan mereka. Musa naik ke gunung untuk menerima loh perjanjian, lalu empat puluh hari kemudian, di puncak gunung Sinai dia menerima wahyu untuk membangun Tabernakel (pasal 24 sampai 31). Berikutnya peristiwa anak lembu emas (pasal 31-34), Musa sekali lagi naik ke atas gunung selama empat puluh hari dan berdoa untuk umat itu (Ul. 9:18). Saat mereka secara resmi mulai membangun Tabernakel, setidaknya sudah bulan ketujuh, dan seluruh waktu pengerjaan sebenarnya kurang dari enam bulan.

Ayat 34-38, upacara peresmian dilakukan pada saat selesainya pembangunan Tabernakel. Bagian terakhir dan klimaksnya adalah awan yang menutupi Tabernakel serta kemuliaan Allah memenuhi Tabernakel, melambangkan penerimaan Allah dan membuktikan kehadiran penyertaan-Nya. Awan itu berada di luar Kemah Pertemuan, sebagai tanda meterai yang terlihat bagi umat Israel; di dalam Kemah Pertemuan itu, kemuliaan adalah memberikan kepastian kepada para imam untuk mendekati Allah.

Demikian pula, ketika Salomo mempersembahkan Bait Suci, awan memenuhi Bait Allah, bahkan para imam tidak dapat berdiri dan melayani (1 Raja-raja 8:10-11). Rasul Yohanes melihat sebuah penglihatan di pulau Patmos, tempat kudus surgawi tempat tabut perjanjian itu disimpan dibuka, karena kemuliaan dan kuasa Allah maka Bait Suci dipenuhi asap, dan tidak ada seorang pun yang dapat memasuki tempat kudus (Wahyu 15:5-8).

Ayat 36-38, selama perjalanan orang Israel, awan Allah ada di Kemah Suci pada siang hari, dan pada malam hari ada api di dalam awan, seperti tiang awan dan tiang api dalam pasal 13 ayat 21-22. Awan dan tenda pertemuan adalah hadirat dan pimpinan Allah, yang akan menyertai bangsa Israel melewati perjalanan padang gurun hingga memasuki tanah perjanjian.

Renungkan:
Awal kitab Keluaran mencatat bahwa orang Israel diperbudak di Mesir, dan ada kabut suram yang membuat orang meragukan kehadiran penyertaan TUHAN. Pada akhirnya, bangsa Israel tidak hanya mendapatkan kembali kebebasannya, tetapi juga melihat hadirat penyertaan TUHAN, yang dimanifestasikan secara konkret dengan kemuliaan, penuh dengan sukacita. Kemuliaan Allah memenuhi Tabernakel, akhir dari seluruh perjalanan kemuliaan seluruh kitab ini, tetapi juga memberikan sebuah tanda akhir yang sempurna bagi seluruh Kitab Keluaran.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 34:29-35

Selubung muka dan kemuliaan

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 34:29-35 [ITB])
29 Ketika Musa turun dari gunung Sinai, kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa ketika ia turun dari gunung itu, tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN.
30 Ketika Harun dan segala orang Israel melihat Musa, tampak kulit mukanya bercahaya, maka takutlah mereka mendekati dia.
31 Tetapi Musa memanggil mereka, maka Harun dan segala pemimpin jemaah itu berbalik kepadanya dan Musa berbicara kepada mereka.
32 Sesudah itu mendekatlah segala orang Israel, lalu disampaikannyalah kepada mereka segala perintah yang diucapkan TUHAN kepadanya di atas gunung Sinai.
33 Setelah Musa selesai berbicara dengan mereka, diselubunginyalah mukanya.
34 Tetapi apabila Musa masuk menghadap TUHAN untuk berbicara dengan Dia, ditanggalkannyalah selubung itu sampai ia keluar; dan apabila ia keluar dikatakannyalah kepada orang Israel apa yang diperintahkan kepadanya.
35 Apabila orang Israel melihat muka Musa, bahwa kulit muka Musa bercahaya, maka Musa menyelubungi mukanya kembali sampai ia masuk menghadap untuk berbicara dengan TUHAN.

Paragraf ini dapat dibagi menjadi dua bagian: (1) wajah Musa bercahaya mencerminkan kemuliaan Allah (ayat 29-33). (2) Musa menutupi wajahnya yang bercahaya dengan selubung kerudung (ayat 34-35).

kulit mukanya bercahaya (qaran), Jerome dari abad keempat menerjemahkan bertanduk, kesalahan terjemahan Jerome ini membuat banyak karya seni generasi mendatang keliru menggambarkan Musa memiliki tanduk di kepalanya. Meskipun dalam bahasa Ibrani kata qeren umumnya diterjemahkan sebagai tanduk, tetapi dalam bahasa Arab kata qeren juga digunakan untuk menggambarkan cahaya pertama yang bersinar di puncak gunung saat matahari terbit. Dalam Perjanjian Lama juga ada Ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya dari sisi-Nya dan di situlah terselubung kekuatan-Nya (Habakuk 3:4).

Respons tanggapan dari Harun dan semua orang Israel adalah seperti ketika mereka melihat Allah menyatakan diri di gunung Sinai, mereka takut mendekati Musa. Penyataan kemuliaan TUHAN, bahkan kemuliaan-Nya yang dipantulkan melalui hamba-hamba-Nya sungguh membuat orang takjub dan hormat takut, tidak ada yang berani berlaku tidak aturan.

Kerudung (masweh), juga diterjemahkan sebagai selubung, mirip dengan kerudung yang banyak dipakai wanita menutupi wajah atau kepalanya di daerah Timur Tengah. Orang yang bersangkutan yang memakai selubung wajah masih dapat melihat dunia luar dengan jelas, tetapi orang lain tidak dapat melihat wajahnya.

Ayat 34-35, Musa membuka selubung wajah setiap kali dia pergi menghadap Allah untuk berbicara, lalu ia menyampaikan pesan Allah kepada orang-orang Israel. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari, untuk menghindari orang-orang Israel melihat wajahnya yang bercahaya itu, maka Musa menyelubungi mukanya kembali. Kerudung hanya diselubungkan ketika Musa tidak berbicara dengan Allah atau menyampaikan perkataan Allah kepada orang-orang Israel dan saat itu mereka melihat wajahnya yang bercahaya.

Kerudung dalam peran ini, sama dengan awan di puncak gunung Sinai, menutupi kemuliaan Allah, sehingga Israel tidak dapat melihat langsung kepada Allah. Kerudung juga menunjuk ke depan kepada Tabernakel; wajah Musa bercahaya menunjuk ke depan kepada kemuliaan Allah memenuhi tabernakel dan menggunakan tabir untuk menutupi (Kel. 40:34-38 Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci, …). Sejak itu selubung / Kemah Pertemuan di satu sisi menjadi lambang penyertaan kemuliaan Allah, di sisi lain juga demi melindungi umat Israel, agar tidak sembrono menerobos tempat kudus, melanggar kemuliaan Allah.

Renungkan:
(1) Mendekatlah kepada Allah dan lihatlah cahaya sejati, yang memantulkan keindahan mulia Allah.
(2) Selubung menutupi kemuliaan Allah, menunjukkan ketidakpercayaan orang dan penghakiman Allah.
(3) Singkirkan selubung itu dengan iman dan lihatlah kemuliaan Allah.
(4) Sangat disayangkan bahwa selama berabad-abad tabir selubung masih ada dan belum ditanggalkan oleh hati orang Israel.
(5) Tetapi ketika hati dengan iman datang kepada Allah, selubung penghalang itu disingkirkan.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 34:1-9

Perjanjian kudus dan pembaruan

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 34:1-9 [ITB])
1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Pahatlah dua loh batu sama dengan yang mula-mula, maka Aku akan menulis pada loh itu segala firman yang ada pada loh yang mula-mula, yang telah kaupecahkan. 2 Bersiaplah menjelang pagi dan naiklah pada waktu pagi ke atas gunung Sinai; berdirilah di sana menghadap Aku di puncak gunung itu. 3 Tetapi janganlah ada seorangpun yang naik bersama-sama dengan engkau dan juga seorangpun tidak boleh kelihatan di seluruh gunung itu, bahkan kambing domba dan lembu sapipun tidak boleh makan rumput di sekitar gunung itu.
4 Lalu Musa memahat dua loh batu sama dengan yang mula-mula; bangunlah ia pagi-pagi dan naiklah ia ke atas gunung Sinai, seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, dan membawa kedua loh batu itu di tangannya.
5 Turunlah TUHAN dalam awan, lalu berdiri di sana dekat Musa serta menyerukan nama TUHAN.
6 Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, 7 yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.
8 Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah 9 serta berkata: Jika aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami; sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami; ambillah kami menjadi milik-Mu.

Paragraf ini dapat dibagi menjadi tiga bagian: (1) memahat dua loh batu sama dengan yang mula-mula (ayat 1-4), (2) menyerukan memproklamirkan nama TUHAN (ayat 5-7), dan (3) berdoa kepada Allah (ayat 8-9).

Dalam ayat 1-4, Allah meminta Musa untuk memahat lagi dua loh batu, karena loh batu sebelumnya telah dipecahkan oleh Musa yang melambangkan kehancuran perjanjian Sinai. Sekarang loh batu harus dibikin ulang untuk mengembalikan perjanjian sebelumnya. Tulisan pada loh batu yang baru adalah sama dengan seperti isi pada loh batu sebelumnya, Sepuluh Perintah, dan Allah secara pribadi menulis (Kel. 31:18 dan 34:28), itu mewakili bahwa Allah benar-benar mengampuni dosa orang Israel, memulihkan perjanjian dengan mereka.

Ayat 6-7, adalah ayat-ayat terpenting dalam Perjanjian Lama terkait penyingkapan esensi sifat moral Allah (penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya), terutama pemimpin Israel setelah mengalami krisis iman, krisis eksistensi mati hidupnya umat itu? Paling sering mengutip ayat-ayat ini dan memohon pengampunan dosa kepada Allah untuk menyelamatkan (seperti Mazmur 103:8). Dapat dikatakan sebagai salah satu kredo terpenting dalam Perjanjian Lama.

Penyayang (raḥûm) mengacu pada kasih sayang dari yang atas kepada yang bawah. panjang sabar memberi Musa kesempatan untuk berdoa syafaat bagi orang Israel. Berlimpah kasih (ḥesed) mengungkapkan semangat perjanjian antara TUHAN dengan umat, serta jaminan untuk menjaga perjanjian itu dapat diterjemahkan sebagai kasih perjanjian (Covenantal Love).

Ayat 7 yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa, arti asli kata kesalahan (‘āwôn) adalah bengkok belat-belit dan menipu, kata pelanggaran (peša’) berarti melanggar standar, pemberontakan dan pengkhianatan, dan kata dosa (aṭṭā’â) berarti kehilangan arah, anak panah yang tidak mengenai sasaran juga merupakan kata yang paling sering digunakan untuk menyebut dosa. Meskipun ketiga kata ini memiliki arti uniknya masing-masing, mereka sering digunakan secara umum dalam Perjanjian Lama. Ketika tiga karakter digunakan bersama-sama, mereka mewakili berbagai bentuk dosa. Tetapi tidak peduli melakukan jenis dosa pelanggaran jenis yang mana, selama pertobatan dan pengakuan dosa yang tulus kepada Allah maka bisa mendapatkan pengampunan.

Dalam ayat 8-9, Musa meminta tiga hal kepada Allah: (1) meminta Allah untuk berjalan menyertai mereka, (2) meminta Allah untuk mengampuni dosa, (3) meminta Allah untuk menerima mereka sebagai milik pusaka. Meskipun Allah telah berjanji untuk berjalan menyertai Musa (Kel. 33:14), tetapi belum menjelaskan hendak berjalan menyertai umat Israel. Sekarang Musa berdoa untuk memastikan bahwa TUHAN akan kembali kepada orang-orang Israel. Ia memohon kepada Allah untuk mengampuni segala dosanya, karena tidak adanya pengampunan dosa dari Allah, maka tidak akan menikmati penyertaan hadirat Allah.

Renungkan:
(1) TUHAN secara aktif berjanji untuk memperbarui perjanjian-Nya dengan semua orang Israel. Dari tingkat Musa pribadi hingga tingkat nasional.
(2) Dia bahkan memproklamirkan nama-Nya, karena hanya dengan mengenal nama Allah barulah dapat benar-benar menyembah Allah dan mengabdi kepada-Nya sesuai dengan esensi sifat Allah.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 33:7-23

Kemah Pertemuan dan Gunung batu

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 33:7-23 [ITB])
7 Sesudah itu Musa mengambil kemah dan membentangkannya di luar perkemahan, jauh dari perkemahan, dan menamainya Kemah Pertemuan. Setiap orang yang mencari TUHAN, keluarlah ia pergi ke Kemah Pertemuan yang di luar perkemahan.
8 Apabila Musa keluar pergi ke kemah itu, bangunlah seluruh bangsa itu dan berdirilah mereka, masing-masing di pintu kemahnya, dan mereka mengikuti Musa dengan matanya, sampai ia masuk ke dalam kemah.
9 Apabila Musa masuk ke dalam kemah itu, turunlah tiang awan dan berhenti di pintu kemah dan berbicaralah TUHAN dengan Musa di sana.
10 Setelah seluruh bangsa itu melihat, bahwa tiang awan berhenti di pintu kemah, maka mereka bangun dan sujud menyembah, masing-masing di pintu kemahnya.
11 Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu.
12 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: Memang Engkau berfirman kepadaku: Suruhlah bangsa ini berangkat, tetapi Engkau tidak memberitahukan kepadaku, siapa yang akan Kauutus bersama-sama dengan aku. Namun demikian Engkau berfirman: Aku mengenal namamu dan juga engkau mendapat kasih karunia di hadapan-Ku. 13 Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu.
14 Lalu Ia berfirman: Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu.
15 Berkatalah Musa kepada-Nya: Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. 16 Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?
17 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Juga hal yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal engkau.
18 Tetapi jawabnya: Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku.
19 Tetapi firman-Nya: Aku akan melewatkan segenap kegemilangan-Ku dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu: Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani.
20 Lagi firman-Nya: Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.
21 Berfirmanlah TUHAN: Ada suatu tempat dekat-Ku, di mana engkau dapat berdiri di atas gunung batu; 22 apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu dan Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku, sampai Aku berjalan lewat. 23 Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan.

Paragraf sebelumnya Allah berkata, Dia mengutus seorang malaikat untuk membimbing orang-orang Israel pergi menuju ke Tanah Perjanjian, namun Dia sendiri tidak berjalan bersama dengan mereka. Tanpa kehadiran penyertaan Allah, apa arti Israel ada di dunia ini?

Bagian ini dapat dibagi menjadi tiga bagian: (1) Kemah Pertemuan Musa (ayat 7-11), (2) Doa tulus Musa (ayat 12-17), (3) Gunung batu Musa (ayat 18- 23).

Paragraf ini pertama-tama terlebih dahulu secara khusus menyebutkan bahwa Musa meletakkan tenda di luar perkemahan, sehingga dia bisa masuk dan bertemu Allah kapan saja. Musa menyebut kemah ini Kemah Pertemuan, perwakilan yang menunjuk ke depan kepada Tabernakel yang sebenarnya yang akan dibangun kelak.

Kemah Pertemuan (‘ōhel mô’ēd) artinya adalah kemah di mana TUHAN telah berjanji untuk bertemu dengan-Nya. Meskipun namanya sama, ini adalah tenda pribadi Musa, bukan Tabernakel yang dibangun kemudian. Di sini, TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya. TUHAN berbicara dengan Musa tanpa rahasia, seperti teman dekat. Atas dasar ini, Musa dapat menjadi perantara syafaat bagi umat Israel.

Allah dan Musa berbicara menggunakan sebutan pribadi aku dan kamu. Di antaranya, yang menekankan kamu (’attâ, 3 kali), yang menekankan aku (’ănî, 2 kali), dan sering menggunakan wajahmu / wajah-Ku, kasih karunia di hadapan-Ku / kasih karunia di hadapan-Mu, namamu , jalan-Mu , umat-Mu, mengenal engkau. Dan yang paling penting adalah bahwa TUHAN berkata kepadanya: 「Aku sendiri (bahasa Ibrani paniym wajah-Ku) hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu」 (ayat 14), karena jika Allah tidak berjalan bersama menyertai, bagaimana hati Musa bisa tenang? Musa juga berkata apakah yang membuat mereka dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini? Bukankah itu karena Allah menyertai mereka?

Tetapi Musa lebih lanjut meminta untuk melihat kemuliaan Allah, namun tidak mendapatkan izin Allah, karena itu telah melewati garis batas yang membedakan antara Allah dengan manusia. Namun Allah tetap berjanji akan menyembunyikan Musa di celah batu, pada saat Dia lewat, agar Musa bisa melihat belakang Allah, tetapi tidak bisa melihat wajah Allah (diri Allah sendiri).

Renungkan:
(1) Kehadiran penyertaan Allah adalah kunci berkat para leluhur iman, dan tujuan keselamatan orang percaya, juga merupakan perbedaan antara umat Allah dengan dunia. Jika ada sesuatu yang dapat memperdalam hubungan kita dalam penyertaan Allah, kita harus melakukan yang terbaik untuk mengejarnya. Jika ada sesuatu yang menghalangi kita untuk bersama Allah, itu harus disingkirkan dengan kasih karunia Allah.

(2) Mengejar kesatuan persekutuan dengan Allah adalah kesatuan kehendak pikiran dan emosi, bukan menjadi satu secara hakikat (kesatuan ontologi). Karena Allah berbeda dari manusia, maka manusia tidak boleh melewati celah perbedaan ini.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 32:30-35, 33:1-6

Doa syafaat dan pengganti penghapus dosa

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 32:30-35, 33:1-6 [ITB])
30 Keesokan harinya berkatalah Musa kepada bangsa itu: Kamu ini telah berbuat dosa besar, tetapi sekarang aku akan naik menghadap TUHAN, mungkin aku akan dapat mengadakan pendamaian karena dosamu itu.
31 Lalu kembalilah Musa menghadap TUHAN dan berkata: Ah, bangsa ini telah berbuat dosa besar, sebab mereka telah membuat allah emas bagi mereka. 32 Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu, dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis.
33 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku. 34 Tetapi pergilah sekarang, tuntunlah bangsa itu ke tempat yang telah Kusebutkan kepadamu; akan berjalan malaikat-Ku di depanmu, tetapi pada hari pembalasan-Ku itu Aku akan membalaskan dosa mereka kepada mereka.
35 Demikianlah TUHAN menulahi bangsa itu, karena mereka telah menyuruh membuat anak lembu buatan Harun itu.
33:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Pergilah, berjalanlah dari sini, engkau dan bangsa itu yang telah kaupimpin keluar dari tanah Mesir, ke negeri yang telah Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub, demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu.
2 Aku akan mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu dan akan menghalau orang Kanaan, orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus,
3 yakni ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madu. Sebab Aku tidak akan berjalan di tengah-tengahmu, karena engkau ini bangsa yang tegar tengkuk, supaya Aku jangan membinasakan engkau di jalan.
4 Ketika bangsa itu mendengar ancaman yang mengerikan ini, berkabunglah mereka dan seorangpun tidak ada yang memakai perhiasannya.
5 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Katakanlah kepada orang Israel: Kamu ini bangsa yang tegar tengkuk. Jika Aku berjalan di tengah-tengahmu sesaatpun, tentulah Aku akan membinasakan kamu. Oleh sebab itu, tanggalkanlah perhiasanmu, maka Aku akan melihat, apa yang akan Kulakukan kepadamu.』」
6 Demikianlah orang Israel tidak memakai perhiasan-perhiasan lagi sejak dari gunung Horeb.

Musa dalam kemarahan dilemparkannyalah kedua loh batu sehingga pecah, melambangkan bahwa perjanjian telah dihancurkan. Dia menghardik mereka atas dosa itu, dan orang Lewi berdiri di sisi dia untuk menghadapi dosa yang terjadi. Tetapi ini belum selesai, dan sekarang dia harus naik gunung untuk meminta Allah mengampuni dosa orang Israel dan menyelesaikan masalah secara mendasar.

Kata Musa kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu —-, ini adalah kalimat berasumsi (klausa hipotetis), dan hasilnya apa belum dituliskan, sehingga diekspresikan dengan diakhiri —-, beberapa orang mengatakan bahwa ini adalah air mata Musa, mungkin Musa menangis dan tidak dapat berbicara. Karena dia tidak yakin bagaimana Allah akan menjawab permintaan ini, Allah tidak langsung menanggapi permintaan ini. Di sini kita melihat batas-batas syafaat hamba-hamba Allah, syafaat tidak dapat menggantikan pengakuan dan pertobatan pribadi seseorang.

Kemudian Musa mengajukan permohonan lain: jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis. Musa ingin menggunakan dirinya sebagai korban penghapus dosa untuk menebus umat Israel. Dalam Perjanjian Baru, Paulus memiliki keinginan yang sama (Roma 9:3 aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani). Walau niat pikiran mereka berdua adalah baik, tetapi tidak sejalan dengan hukum ketetapan Allah, dan oleh karena itu tidak dijawab oleh Allah, keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan, hanya Yesus Kristus saja (Kis. 4:12). Bahkan sehebat Musa dan Paulus, mereka tidak bisa menjadi pengganti penghapus dosa yang menebus orang lain.

Namun Allah tetap mendengarkan syafaat Musa, bersedia mengampuni dosa bangsa Israel dan tidak memusnahkan mereka. Hanya saja Dia tidak ingin berada di antara orang Israel, karena mereka adalah orang-orang yang keras kepala, jangan sampai Dia harus memusnahkan mereka di jalan. Dia akan mengirim malaikat untuk membimbing mereka ke tanah perjanjian yang penuh susu dan madu, serta memerintahkan orang Israel untuk melepas semua perhiasan mereka.

Renungkan:
(1) Ketika Anda jatuh, berdirilah lagi di tempat itu juga. Orang Israel melakukan kejahatan membuat anak lembu emas, setidaknya melanggar perintah pertama dan kedua dari Sepuluh Perintah. Mereka melepas perhiasan emas dari tubuh mereka sesuai dengan petunjuk Allah, yang merupakan tanda pertobatan.

(2) Awalnya Bait Suci surgawi tidak ada hubungannya dengan dosa, sesuai cetak biru Bait Suci surgawi maka hanya ada korban bakaran dan korban sembelihan yang diperlukan untuk Kemah Suci. Tetapi dosa memisahkan manusia dari Allah, oleh karena itu, TUHAN menyiapkan korban penghapus dosa untuk memungkinkan orang berdosa dibersihkan dari dosa dan memulihkan hubungan mereka dengan Allah melalui kematian hewan penebusan. Korban penghapus dosa adalah pintu anugerah yang dibukakan oleh Allah bagi umat Allah yang berbuat dosa. Sehingga bukan saja tidak harus mati karena jatuh dalam dosa, tetapi juga memulihkan hak untuk menyembah Allah.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 32:15-29

Jatuh tenggelam dan diangkat

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 32:15-29 [ITB])
15 Setelah itu berpalinglah Musa, lalu turun dari gunung dengan kedua loh hukum Allah dalam tangannya, loh-loh yang bertulis pada kedua sisinya; bertulis sebelah-menyebelah. 16 Kedua loh itu ialah pekerjaan Allah dan tulisan itu ialah tulisan Allah, ditukik pada loh-loh itu.
17 Ketika Yosua mendengar suara bangsa itu bersorak, berkatalah ia kepada Musa: Ada bunyi sorak peperangan kedengaran di perkemahan. 18 Tetapi jawab Musa: Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan, bunyi orang menyanyi berbalas-balasan, itulah yang kudengar.
19 Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu.
20 Sesudah itu diambilnyalah anak lembu yang dibuat mereka itu, dibakarnya dengan api dan digilingnya sampai halus, kemudian ditaburkannya ke atas air dan disuruhnya diminum oleh orang Israel.
21 Lalu berkatalah Musa kepada Harun: Apakah yang dilakukan bangsa ini kepadamu, sehingga engkau mendatangkan dosa yang sebesar itu kepada mereka?
22 Tetapi jawab Harun: Janganlah bangkit amarah tuanku; engkau sendiri tahu, bahwa bangsa ini jahat semata-mata. 23 Mereka berkata kepadaku: Buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir, kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.
24 Lalu aku berkata kepada mereka: Siapa yang empunya emas haruslah menanggalkannya. Mereka memberikannya kepadaku dan aku melemparkannya ke dalam api, dan keluarlah anak lembu ini.
25 Ketika Musa melihat, bahwa bangsa itu seperti kuda terlepas dari kandang — sebab Harun telah melepaskannya, sampai menjadi buah cemooh bagi lawan mereka, 26 maka berdirilah Musa di pintu gerbang perkemahan itu serta berkata: Siapa yang memihak kepada TUHAN datanglah kepadaku! Lalu berkumpullah kepadanya seluruh bani Lewi.
27 Berkatalah ia kepada mereka: Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Baiklah kamu masing-masing mengikatkan pedangnya pada pinggangnya dan berjalanlah kian ke mari melalui perkemahan itu dari pintu gerbang ke pintu gerbang, dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya.』」
28 Bani Lewi melakukan seperti yang dikatakan Musa dan pada hari itu tewaslah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu.
29 Kemudian berkatalah Musa: Baktikanlah dirimu mulai hari ini kepada TUHAN, masing-masing dengan membayarkan jiwa anaknya laki-laki dan saudaranya, yakni supaya kamu diberi berkat pada hari ini.

Musa bertemu dengan Allah di gunung selama empat puluh hari empat puluh malam, menerima wahyu untuk membangun kemah pertemuan. Tetapi sekarang dia dengan matanya sendiri melihat dua kuasa kekuatan yang bertolak belakang saling menentang, satu adalah kekuatan menyeret ke bawah yang membuat tenggelam, dan yang lainnya adalah kuasa kekuatan yang mengangkat naik ke atas. Suatu hal yang membuatnya sangat terluka adalah bahwa kekuatan yang menyeret tenggelam ke bawah ini menyebabkan Harun yang adalah rekan kerja terdekat Musa, kakak laki-lakinya, menjadi pemimpin peristiwa tersebut.

Musa berpaling dan turun gunung, memegang dua loh batu di tangannya. Pada dua loh itu terdapat Sepuluh Perintah yang tertulis di jari-jari Allah, yang melambangkan teks perjanjian, rangkap dua. Perjanjian dituliskan di kedua sisi loh batu, artinya tidak dapat dilakukan penambahan dan penghapusan, tidak dapat diubah. Tetapi ketika Musa melihat keadaan orang Israel menyembah anak lembu emas, dia marah, dilemparkannya dua loh yang ada di tangannya itu dan pecah, karena mereka telah menghancurkan perjanjian mereka dengan Allah.

Ayat 21, dosa besar (ā’â gǝdōlâ) di Mesir dan Kolom Ugarit Asyur mengacu pada percabulan, merupakan syarat mengajukan cerai. Musa memerintahkan orang untuk membakar anak lembu emas itu dengan api, menggilingnya sampai menghancurkan, dan melemparkannya ke air untuk diminum orang Israel, mirip dengan ujian istri yang tidak setia (Bil. 5:11-31). Orang Israel membuat anak lembu emas dan melanggar setidaknya tiga dari Sepuluh Perintah, terutama perintah kedua, mereka membuat patung berhala dan menyembahnya. Kelak para nabi sering memakai istilah perzinaan untuk menunjuk pada kelakuan menyeleweng menyembah dewa-dewa asing (misalnya, Yehezkiel 16, Kitab Hosea), tidak setia kepada TUHAN, adalah perselingkuhan, dosa besar.

Tapi Musa memberikan kesempatan kepada orang Israel untuk bertobat dari kejahatan, mereka harus segera menunjukkan sikap, tidak bisa ditunda. Dia berkata kepada mereka: Siapa yang memihak kepada TUHAN datanglah kepadaku! (ayat 26), di antaranya tanggapan orang Lewi yang menjawab paling jelas, mereka memilih untuk berdiri di sisi Musa dan Allah bersama menghadapi dosa, mereka sendiri juga menerima upah Allah. Tiga ribu orang terbunuh pada hari itu, seharusnya mengacu pada orang-orang yang paling keras kepala yang menolak untuk bertobat dan mengakui dosa-dosa mereka.

Renungkan:
(1) Peristiwa anak lembu emas adalah anti klimaks dalam Keluaran, kegagalan umat Israel melewati pencobaan yang mereka lakukan ini, akan mencelakai diri mereka sendiri dimusnahkan. Tetapi karena doa syafaat Musa, orang Israel memiliki kesempatan untuk bertobat dan mengakui dosa-dosa mereka, sehingga dosa-dosa mereka diampuni.

(2) Tidak dapat dihindari bahwa orang melakukan kesalahan, jika mereka bersalah, mengaku, dan bertobat, mereka akan diampuni.

(3) Orang Lewi bekerja bersama Allah untuk menghadapi dosa, dan kemudian menerima kasih karunia tugas untuk melayani Allah.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.