「Penciptaan dan pemeliharaan」
Oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu (郭鴻標)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Keluaran 3:12 [ITB])
12 Lalu firman-Nya: 「Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.」
Pemahaman sebagian orang Kristen tentang Allah adalah bahwa Dia memberikan penghiburan bagi kenyamanan jiwa saya, tetapi mereka tidak memiliki pemahaman bahwa Allah menciptakan dan menyediakan pemeliharaan bagi alam semesta. Mari kita pikirkan, kalau bukan Allah yang menciptakan alam semesta, bagaimana Dia bisa disebut Allah Yang Maha Esa? Selain itu, Allah yang kita percaya bukan hanya Allah yang sekadar menciptakan alam semesta, tetapi juga Allah yang mengelola alam semesta dan memimpin sejarah umat manusia. Dalam iman Kristen, Allah adalah Allah pencipta dan adalah Allah pemelihara, ini merupakan kepercayaan dasar.
Dalam sejarah ada semacam aliran kepercayaan yang berpendapat bahwa setelah Allah menciptakan alam semesta, Dia membiarkan alam semesta beroperasi sesuai dengan hukum alam (deisme). Akibat dari pandangan ini adalah setelah Allah menciptakan alam semesta, Dia meninggalkan alam semesta dan sejarah manusia. Alasan mengapa aliran kepercayaan seperti ini tidak layak diterima sangatlah sederhana: Apakah Allah yang lepas tangan serta tidak peduli terhadap alam semesta dan sejarah manusia adalah Allah yang layak untuk kita percayai? Ketika kita menyadari pentingnya iman yang benar, kita mulai memahami nilai teologi, mari kita pikirkan, beberapa orang yang menyebut dirinya Kristen menentukan isi keyakinannya berdasarkan kesukaannya sendiri. Di satu sisi hal ini dapat dikatakan sebagai ekspresi kebebasan beragama dan kebebasan berkeyakinan; namun di sisi lain merupakan sikap berkeyakinan yang tidak memiliki landasan objektif (objektif adalah dasar yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi) dan tidak mengabaikan warisan iman gereja sepanjang zaman, artinya merasa dirinya benar sendiri.
Jika Anda bertanya 「Apakah saya seorang Kristen sejati?」, artinya Anda mulai memperhatikan apakah pemahaman Anda tentang iman adalah kebenaran. Anda mulai memahami bahwa iman tidak hanya sekadar mengejar kedamaian dan kenyamanan batin, tetapi juga menuntut mengenal Allah yang sebenarnya dan kebenaran-Nya, dan penjelasan tentang iman juga harus benar. Pemeliharaan dari Allah atau yang disebut providensia (providence, bahasa Latin adalah providenta), memiliki arti mengetahui terlebih dahulu, berasal dari akar kata providere yang artinya 「mempersiapkan terlebih dahulu.」
Keluaran 3:12, Allah berfirman: 「Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.」 Ada banyak bagian dalam Perjanjian Lama yang mengungkapkan Allah 「mempersiapkan」, yang merupakan dasar alkitabiah bagi pemahaman kita terhadap pemeliharaan Allah (providensia Allah). Namun, beberapa pendeta mengharuskan semua doktrin dan konsep teologis harus memiliki dasar leterlek huruf per huruf di dalam Alkitab (letterlijk adalah memahami suatu teks hanya terpaku pada apa yang tertulis harafiah dalam teks tersebut), misalnya menuntut kata 「pemeliharaan (providensia)」 harus muncul dalam teks Alkitab barulah bisa dianggap memiliki dasar alkitabiah, dan kata 「pengetahuan Allah sebelum peristiwa terjadi」 yang ditunjukkan oleh doktrin pemeliharaan Allah (providensia Allah) tidak muncul secara leterlek huruf per huruf (letterlijk) dalam teks Alkitab. Tuntutan kaku seperti ini seperti menuntut 「Allah Tritunggal」 tidak muncul dalam teks Alkitab, tetapi Alkitab menggunakan istilah Bapa, Anak, dan Roh Kudus untuk menggambarkan Allah Trintunggal, dan juga menggunakan pengetahuan Allah sebelum terjadinya peristiwa untuk mengungkapkan pemeliharaan Allah.
Doktrin adalah konsep-konsep penting yang ditemukan dari Alkitab dan kemudian merangkumnya untuk membentuk suatu kerangka isi iman Kristen, atau sistem iman Kristen. Ada fenomena di gereja yang meremehkan doktrin yang sifatnya dibangun di atas dasar bersama (objektif) yakni Alkitab, merendahkan Alkitab sebagai dasar objektif yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi dengan mengagungkan pengalaman spiritual pribadi masing-masing orang yang sifatnya subjektif, dan percaya bahwa hidup lebih penting daripada pengetahuan. Sebenarnya tidak ada pertentangan antara kesalehan dan pengetahuan doktrin, orang yang memiliki pengetahuan doktrin bisa jadi sangat saleh, dan orang yang saleh bisa memiliki pengetahuan doktrin.
Pemeliharaan Allah (providensia Allah) jelas di seluruh Alkitab, termasuk kisah para leluhur, keluaran bangsa Israel dari Mesir, pengembaraan di padang gurun, masuk ke Kanaan, pendirian kerajaan, pengasingan, kembali ke Yerusalem untuk membangun kembali Bait Suci, invasi bangsa asing, kelahiran Yesus Kristus, kematian Yesus Kristus dan kebangkitan-Nya, kenaikan-Nya ke surga, murid-murid menyebarkan Injil ke seluruh dunia, dll. semuanya menggambarkan pemeliharaan Allah (providensia Allah). Ia adalah Allah yang peduli.
Providensia pemeliharaan Allah merupakan sejarah interaksi antara wahyu Allah dalam Alkitab dengan bangsa Israel dan gereja pada era Perjanjian Baru. Ini menjelaskan Allah 「mempersiapkan terlebih dahulu」, kehendak Allah, dan kedaulatan Allah.
Renungkan:
1. Allah menciptakan alam semesta dan manusia, serta memelihara alam semesta beserta umat manusia. Allah mempunyai tujuan bagi dunia dan manusia. Apakah saya memiliki pengetahuan iman dalam hal ini?
2. Allah menciptakan dan memelihara hidup saya, apa rencana Allah untuk hidup saya?
3. Ketika saya menyebut Yesus Kristus sebagai Tuhanku, apakah saya bersedia menyerahkan kedaulatan atas hidup saya ke dalam tangan-Nya?
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, Renungan Natal 2023 yang dipublikasikan pada bulan Desember 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.