Keluaran 27:1-5

Mezbah dan persembahan korban

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 27:1-5 [ITB])
1 Haruslah engkau membuat mezbah dari kayu penaga, lima hasta panjangnya dan lima hasta lebarnya, sehingga mezbah itu empat persegi, tetapi tiga hasta tingginya.
2 Haruslah engkau membuat tanduk-tanduknya pada keempat sudutnya; tanduk-tanduknya itu haruslah seiras dengan mezbah itu dan haruslah engkau menyalutnya dengan tembaga.
3 Juga harus engkau membuat kuali-kualinya tempat menaruh abunya, dan sodok-sodoknya dan bokor-bokor penyiramannya, garpu-garpunya dan perbaraan-perbaraannya; semua perkakasnya itu harus kaubuat dari tembaga.
4 Haruslah engkau membuat untuk itu kisi-kisi, yakni jala-jala tembaga, dan pada jala-jala itu haruslah kaubuat empat gelang tembaga pada keempat ujungnya.
5 Haruslah engkau memasang jala-jala itu di bawah jalur mezbah itu; mulai dari sebelah bawah, sehingga jala-jala itu sampai setengah tinggi mezbah itu.

Allah memerintahkan Musa untuk membangun mezbah (mizbēaḥ), terbuat dari kayu akasia (kayu penaga), disalut tembaga di bagian luar, dan juga terdapat tongkat untuk mengangkat agar mudah dipindahkan. Altar berbentuk bujur sangkar, panjang dan lebarnya sekitar 230 cm (lima hasta), tinggi sekitar 135 cm (tiga hasta), perkakas ritual terbesar dalam tabernakel. Dan di letakkan di tempat yang paling mencolok, langsung terlihat saat memasuki halaman tabernakel.

Altar adalah tempat yang digunakan untuk membakar korban persembahan kepada Allah. Termasuk hal berikut:

(1) Persembahan korban harian: imam menyembelih seekor domba setiap pagi dan petang sebagai korban bakaran bagi TUHAN.

(2) Persembahan saat hari raya: selain persembahan harian, harus ditambahkan korban yang harus dipersembahkan saat hari raya, seperti Sabat, Paskah, hari raya Tujuh Minggu, hari raya Pondok Daun dan hari raya Pendamaian.

(3) Persembahan syukur: orang Israel dapat datang untuk mempersembahkan korban bakaran, korban perdamaian, dan korban sajian sebagai penyembahan mereka kepada TUHAN, membayar nazar, dan panen tahunan.

(4) Korban penghapus dosa: jika orang Israel berdosa menyakiti hati Allah, hendaknya mereka mempersembahkan korban penghapus dosa. Jika membuat kerugian terhadap orang lain, selain mengganti kerugian, juga harus mempersembahkan korban tebusan.

(5) Korban perjanjian: orang Israel dan Allah mengadakan perjanjian, mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, yang pertama membangun hubungan vertikal antara Allah dan manusia, dan yang kedua membangun persekutuan antara manusia.

(6) Pengorbanan penahbisan: Harun, anak-anaknya dan para imam berikutnya akan mempersembahkan korban kepada TUHAN pada upacara penahbisan, menunjukkan bahwa mereka telah dikhususkan kudus dan hanya akan melayani Allah sejak saat itu.

(7) Persembahan korban khusus: Jika seseorang bernazar untuk menjadi seorang Nazir, ia harus mempersembahkan korban kepada Allah setelah selesai masa waktunya. Jika seorang kusta sembuh, juga akan mempersembahkan korban kepada TUHAN setelah tahir, menunjukkan bahwa ia kembali ke komunitas umat iman.

Renungkan:
(1) Pusat peribadatan: para imam melakukan berbagai pengorbanan setiap pagi dan sore, dan semua kegiatan utama dilakukan di atas mezbah. Altar adalah pusat dari semua kegiatan ibadah.

(2) Penyembahan kepada Allah Yang Maha Esa: orang Israel tidak diperbolehkan mendirikan mezbah untuk beribadah secara pribadi, tetapi membangun mezbah untuk melakukan korban di tempat yang ditentukan oleh TUHAN untuk memastikan bahwa mereka hanya menyembah TUHAN.

(3) Meningkatkan ibadah: persembahan korban Perjanjian Lama, diulang setiap tahun, mengingatkan orang bahwa dosa masih tetap ada, dan segala macam pengorbanan pada akhirnya digenapi dalam Yesus Kristus, dipersembahkan sekali dan efektif selamanya. Orang percaya hari ini tidak perlu mempersembahkan lembu dan domba, tetapi harus mempersembahkan tubuh mereka sebagai persembahan yang hidup. Mereka kudus dan berkenan kepada Allah. Wajar bagi kita untuk melayani dengan cara ini (Roma 12:1)


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.