Tag Archives: Meninggalkan Allah

Hosea 13:1-3

「Pemulihan Tujuan Awal Penciptaan」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 13:1-3 [ITB])
1 Apabila Efraim berbicara, gemetarlah orang; ia diangkat-angkat di Israel, tetapi ia bersalah dengan menyembah Baal, sehingga matilah ia. 2 Sekarang pun mereka terus berdosa, dan membuat baginya patung tuangan dari perak dan berhala-berhala sesuai dengan kecakapan mereka; semuanya itu buatan tukang-tukang. Persembahkanlah korban kepadanya!, kata mereka. Baiklah manusia mencium anak-anak lembu! 3 Sebab itu mereka akan seperti kabut pagi atau seperti embun yang hilang pagi-pagi benar, seperti debu jerami yang diterbangkan badai dari tempat pengirikan atau seperti asap dari tingkap.

「g」

Pasal tiga belas dapat dikatakan merupakan ringkasan dari pasal 4 hingga 12, karena terdapat pengulangan tema dan istilah (terminologi) secara menonjol. Singkatnya, tema dari pasal 13 adalah: dosa penyembahan berhala atas patung anak lembu tuangan (ayat 2), melupakan rahmat anugerah yang dialami keluaran dari Mesir (ayat 4-6), secara membuta percaya pada para pemimpin politik (ayat 10-11), masih berbangga diri dengan angkuh saat menghadapi penghakiman (ayat 13). Yang dicatat di pasal ini sangat mungkin adalah gelombang baru kejahatan yang dipicu oleh ilusi ketentraman yang dinikmati secara sementara sebelum Israel dihancurkan pada tahun 722 S.M (ayat 2, 12). Ketika nabi Hosea berbicara tentang Efraim, ia tampak seperti tidak ada di antaranya, saat ini ia mungkin telah mengungsi ke Yehuda kerajaan Selatan atau kota perbatasan di bagian selatan Israel. Nabi Hosea menggunakan gaya sastra bertanggapan antara bagian pembukaan dan bagian akhir, yaitu di bagian pembukaan menuliskan dosa Efraim (ayat 1), dan bagian akhir mencatat bahwa Samaria harus menanggung dosa kejahatannya sendiri (ayat 16), menubuatkan bahwa kebinasaan akan datang kepada Israel. Selain itu, Hosea menggunakan cara siklus: peninjauan kembali masa lalu, tuduhan masa kini, dan penghakiman di masa depan.

Di mana masalah Efraim? Efraim telah jatuh sejauh ini, alasan utama kebinasaan negara ini bukanlah terpengaruh pergantian kekuatan asing, atau perebutan kekuasaan antar partai domestik, tetapi kenyataan bahwa ia tanpa sadar perlahan menempatkan berhala Baal menggantikan posisi yang seharusnya dimiliki oleh Allah. Mereka memelintir dan menyimpangkan tujuan awal dari penciptaan Allah bagi mereka, berdasarkan kepintaran mereka sendiri, mereka menggunakan perak yang pada zaman itu mungkin lebih mahal daripada emas untuk membuat patung berhala, dan kemudian membungkuk mencium mulut patung berhala bikinan mereka sendiri. Beberapa sarjana berpikir bahwa mereka mengikuti angin jahat agama Kanaan saat itu, dan mungkin juga memiliki perilaku korup mempersembahkan bayi sebagai korban kepada patung berhala. Untuk kejahatan serius seperti itu, nabi Hosea menggunakan empat metafora tentang kemusnahan yang cepat dan fenomena singkat: kabut pagi, embun pagi, debu jerami yang diterbangkan badai dan asap dari tingkap, untuk menunjukkan bahwa Efraim tidak memiliki hari esok dan tidak punya harapan. Hari ini seperti kemarin berdosa, dan besok sudah tidak akan ada lagi.

Nasib tragis Efraim telah menjadi peringatan kita. Manusia diciptakan untuk percaya bersandar pada Allah, menyembah Allah, menikmati kasih Allah, mengasihi manusia dan menikmati semua yang telah Allah berikan. Sangat disayangkan bahwa manusia justru telah meninggalkan Allah dan menggunakan kecerdikan dan kebijaksanaan mereka untuk menggunakan naluri kreatif mereka, bukan untuk menyatakan kemuliaan Allah, tetapi untuk menciptakan dan menyembah berhala-berhala bikinan tangan sendiri. Akibatnya, manusia perlahan menjadi serakah dan suka memperalat orang lain. Awal itu seharusnya kasih kepada Allah, kasih sesama dan pemakaian alam dengan pantas, tetapi karena meninggalkan Allah, maka memelintir tujuan asli penciptaan, jatuh pada hanya mencintai materi, bahkan didominasi dikontrol oleh materi, tidak peduli apapun untuk memperalat orang lain untuk memenuhi keinginan individu.

Renungkan:

Kita diciptakan menurut gambar Allah untuk menyatakan keindahan kemuliaan Allah, dan semua kreatifitas diberikan oleh Allah. Apakah kita ada menyimpangkan tujuan awal Allah menciptakan kita, alih-alih menyembah benda-benda ciptaan, diperintah olehnya dan mengendalikan kehidupan kita sehari-hari?


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.