「Percaya Tindakan Ajaib Tuhan」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
(Luk. 23:26-31 [ITB])
26 Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus. 27 Sejumlah besar orang mengikuti Dia; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia.
28 Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: 「Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu! 29 Sebab lihat, akan tiba masanya orang berkata: 『Berbahagialah perempuan mandul dan yang rahimnya tidak pernah melahirkan, dan yang susunya tidak pernah menyusui.』 30 Maka orang akan mulai berkata kepada gunung-gunung: 『Runtuhlah menimpa kami! dan kepada bukit-bukit: Timbunilah kami!』 31 Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?」
Dalam ayat hari ini, Lukas secara khusus menyebutkan tindakan mengikuti dari banyak perempuan, terutama di jalan Yesus menuju salib. Kecuali Simon orang Kirene, yang dipaksa memikul salib bagi Yesus, tidak tersisa berapa murid Yesus yang bersedia mengikuti bersama-Nya. Meskipun Kitab Suci menggambarkan bahwa banyak orang mengikuti Yesus, menurut Luk. 23:35, orang-orang ini hanya 「berdiri di situ dan melihat semuanya (menonton)」. Mereka mungkin memiliki maksud lain menunggu adakah mukjizat datang dari Yesus, dapat dilihat bahwa hanya ratap tangisan para wanita ini adalah penghiburan terbesar bagi Yesus di jalan penderitaan.
Dalam Luk. 8:3, Lukas telah menyebutkan bahwa para wanita ini menggunakan harta milik mereka sendiri untuk menyokong kebutuhan Yesus dan para murid. Sampai pada tahap akhir, mungkin kelompok wanita inilah yang masih setia di samping Yesus.
Tetapi yang mengejutkan, Yesus tidak mengatakan sesuatu yang menyedihkan tentang bencana yang Ia hadapi ini. Sebaliknya, Dia menghibur para wanita ini, jangan menangis untuk-Nya, tetapi menangislah untuk para wanita Yerusalem dan anak-anak mereka. Bagi Yesus, kematian-Nya akan membawakan penghakiman hari akhir zaman, dijatuhkannya keputusan dosa kedua belas suku Yakub (Lukas 22:30 「kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel」), dan Bait Suci Yerusalem ke tangan orang-orang non Israel lagi. Jika merujuk pada Yer. 9:17-19 beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: 「Perhatikanlah! Panggillah perempuan-perempuan peratap, supaya mereka datang, dan suruhlah orang kepada perempuan-perempuan yang bijaksana, supaya mereka datang! Biarlah mereka bersegera dan meratap karena kita, supaya mata kita mencucurkan air mata, dan kelopak mata kita melelehkan air! Sebab terdengar ratapan dari Sion: 『Wahai binasalah kami! Kami sangat dipermalukan! Sebab kami harus meninggalkan negeri ini, karena rumah-rumah kediaman kami dirobohkan orang.』」 Tidak sulit untuk menemukan bahwa kehancuran Bait Suci di zaman Yeremia merupakan prafigur (typos / pra penggambaran atas pengulangan sesuatu yang ada atau terjadi kelak) akan segera terjadi lagi sesuai perkataan Yesus.
Karena pada hari-hari Yerusalem dihancurkan, jiwa-jiwa dilumuri kekelaman, dan mereka yang tidak pernah melahirkan serta mengandung tidak perlu mengalami momen perpisahan dengan anak-anak mereka, sama seperti rasa sakit yang dirasakan Maria dipisahkan dari Yesus. Dapat dilihat bahwa pengorbanan Yesus dan keras kepala Yudaisme membawa penghakiman Allah kepada umat-Nya.
Penghakiman ini tidak hanya terjadi pada zaman Yeremia, tetapi juga terjadi di zaman Hosea. Ketika Lukas mengutip ayat-ayat Hosea 10:8 「… mereka akan berkata kepada gunung-gunung: 『Timbunilah kami!』 dan kepada bukit-bukit: 『Runtuhlah menimpa kami!』 」 Pada saat yang sama juga menyatakan bahwa orang-orang Yahudi menyembah berhala dan meninggalkan keselamatan TUHAN (Yahweh), mereka akan menerima penghakiman yang sangat menakutkan.
Ketika penyaliban datang kepada Yesus (kayu hidup, lih. Luk. 23:31), dapat dipercaya bahwa penghakiman yang lebih mengerikan pada akhirnya akan datang kepada orang-orang Yahudi (kayu kering). Karena itu, Yesus tidak menaruh kesedihan pada diri-Nya sendiri, karena yang lebih mengerikan akan mendatangi diri orang-orang durhaka.
Renungkan:
Ketika para wanita berduka atas eksekusi pada diri Yesus, malapetaka dan penghakiman yang besar telah datang kepada mereka yang menganiaya Yesus.
Sejarah mengulang diri. Ketika kita melihat bahwa orang-orang benar ini dianiaya, jangan lupa bahwa Tuhan yang melakukan keadilan akan membawa penghukuman kepada mereka yang tidak benar, sehingga orang benar tidak akan menderita sia-sia.
Dengan tenang menunggu Tuhan yang menghakimi yang hidup dan yang mati, karena Dia hidup di antara kita.
Renungan pemahaman Injil Lukas (klik untuk membuka)
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 19-24 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juli 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.