Tag Archives: Kitab Hosea

Hosea 11:1-11

「Tali Kesetiaan, Ikatan Kasih Allah」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 11:1-11 [ITB])
1 Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu. 2 Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku; mereka mempersembahkan korban kepada para Baal, dan membakar korban kepada patung-patung.
3 Padahal Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka. 4 Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.
5 Mereka harus kembali ke tanah Mesir, dan Asyur akan menjadi raja mereka, sebab mereka menolak untuk bertobat. 6 Pedang akan mengamuk di kota-kota mereka, akan memusnahkan palang-palang pintu mereka, dan akan memakan mereka di benteng-benteng mereka.
7 Umat-Ku betah dalam membelakangi Aku; mereka memanggil kepada Baal dan berhenti meninggikan nama-Ku. 8 Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak. 9 Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan. 10 Mereka akan mengikuti TUHAN, Ia akan mengaum seperti singa. Sungguh, Ia akan mengaum, maka anak-anak akan datang dengan gemetar dari barat, 11 seperti burung dengan gemetar datang dari Mesir, dan seperti merpati dari tanah Asyur, lalu Aku akan menempatkan mereka lagi di rumah-rumah mereka, demikianlah firman TUHAN.

Mulai hari ini, kita memasuki bagian baru dari Hosea 11:1 – 14:9, yang berfokus pada belas kasihan dan keselamatan Allah bagi Israel. Dia tidak pernah menyerah atas Israel, tidak peduli bagaimana memberontaknya mereka, kasih-Nya kepada umat-Nya selalu sama, tanpa ada sedikitpun perubahan. Ketika pembaca mempelajari kitab Hosea, akan menemukan bahwa seluruh kitab tidak menyebutkan isi hati nabi Hosea. Fokusnya hanya pada apa yang dilakukan nabi Hosea, karena kitab ini bukan tentang Hosea, tetapi tentang Allah sendiri. Fokus dari pesan kenabian adalah untuk menunjukkan kesedihan Allah, marah, dan penuh belas kasihan terhadap perilaku umat Allah yang jatuh memberontak berkhianat.

Nabi Hosea menggunakan gaya sastra antropomorfik (pengenaan istilah fisik, bentuk-bentuk atau perilaku manusiawi kepada Allah agar mudah dipahami akal manusia) untuk menghadirkan kehendak dan pikiran Allah, menggunakan hubungan antara ayah dan anak untuk menyatakan kasih tanpa batas dari Allah bagi umat-Nya: Dia mengasihi ketika Israel masih muda (11:a), terus memanggil mereka (11:2a), mengajar dan mengangkat di tangan (merangkul) mereka (11:3a), menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih (11:4a). Sang Nabi Hosea menunjukkan bahwa tanggapan Israel terhadap kasih Allah: mereka menolak untuk kembali (11:5b) dan lebih suka berkhianat membelakangi (11:7b). Namun, Allah tidak bersedia menyerah, tetap memberi mereka belas kasihan (11:8).

Bagaimana panjang, lebar dan dalam kasih Allah bagi umat-Nya? Nabi Hosea menggunakan metode antropomorfisme sebagaimana seorang ayah untuk mengungkapkan kasih sayang Allah, Allah telah mencintai Israel sejak ia masih kecil. 「Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku」 (ayat 2a), hal yang paling menyakitkan adalah bahwa sang Ayah makin lebih banyak memanggil, anak-Nya itu justru semakin menjauh. ITB sesuai terjemahan Septuaginta dan sesuai ayat 1, bahwa yang berseru memanggil adalah TUHAN (terjemahan CUV atau ASV: memanggil melalui para nabi). Dengan kata lain, TUHAN sendiri terus-menerus memanggil umat-Nya kembali. Meskipun umat Allah begitu menyakiti hati Allah, kasih-Nya tetap sama dan tidak berubah.

Di ayat 3 dan 4 nabi Hosea melukiskan dengan begitu hidup gambaran kasih sayang ayah kepada anak; ia menggunakan tiga gerakan, berjalan, memegang mengangkat di tangan, dan menyembuhkan untuk mengekspresikan perhatian pemeliharaan sang Ayah kepada anak itu. Allah pernah memimpin mereka untuk meninggalkan Mesir tanah perbudakan dan di padang belantara mengajar mereka untuk berjalan. Ketika mereka lelah, Allah dengan cepat memeluk mengangkat mereka, ketika mereka terpeleset kaki dan jatuh, Allah dengan cepat menyembuhkan mereka. Namun, walaupun TUHAN mencintai mereka dengan tindakan berturut-turut, tetapi mereka tidak tahu bahwa itu adalah pekerjaan TUHAN (Yahweh), bukan Baal, bukan orang Kanaan.

Allah tidak menggunakan pemaksaan, tidak seperti zaman dahulu pemenang peperangan mengikat yang kalah dengan tali dan menawan dengan kejam, tetapi menggunakan kelembutan kemanusiaan menarik tali kasih di leher Israel untuk membimbing jalan mereka. Para ahli Alkitab modern mengambil potret ayah dan anak serta merujuk pada terjemahan Septuaginta untuk memahami ayat 4b 「Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan」 dapat dimengerti sebagai 「Aku memperlakukan mereka seperti orang memeluk bayi di dada; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan」(terjemahan 《LieZhenzhong》dan 《ShiGao》). Ayah seperti ini membawa anak itu lebih dekat ke dirinya sendiri, memeluk wajahnya dengan wajahnya, dan kadang-kadang Dia membungkuk untuk memberi makan kepada mereka, gambaran ekspresi kasih Allah secara menyeluruh dan hidup.

Allah menggunakan tali kesetiaan ikatan kasih untuk menuntun Israel, tetapi sangat disayangkan bahwa mereka berayun seperti bandulan antara Asyur dan Mesir, bersikeras sengaja pergi meninggalkan TUHAN Allah yang memanggilnya, membimbingnya, mengajarnya, dan menyembuhkannya.

Renungkan:

Mari kita menikmati bagian refrain lagu 《tali kesetiaan, ikatan kasih》: 「tali kesetiaan ikatan kasih dengan ketat menuntun saya, berkorban diri memikul dosa saya, melindungi saya seumur hidup menggendong dengan sayap terentang terbang, di dalam Tuhan peroleh damai tenteram. Ku ingin menghabiskan hidup berjalan bersama Dia, hati memuji setiap hari, hidup penuh goncangan tidak khawatir karena Kau berjalan beserta, mengandalkan Mu dapat berjalan keluar dari kegelapan.」 Mohon Tuhan untuk membantu kita kembali ke pelukan kasih-Nya.


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Hosea 10:9-15

「Kini Waktunya Memohon Tuhan」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 10:9-15 [ITB])
(A) 9 Sejak hari Gibea engkau telah berdosa, hai Israel; di sana mereka bangkit melawan. Tidakkah perang melawan orang-orang curang akan mencapai mereka di Gibea? 10 Aku telah datang untuk menghajar mereka; bangsa-bangsa akan berkumpul melawan mereka, apabila mereka dihajar karena salahnya yang berganda.
(B) 11 Efraim dahulu seekor anak lembu yang terlatih, yang suka mengirik, dan Aku ini menyayangi tengkuknya yang elok, Aku memasang Efraim; Yehuda harus membajak, Yakub harus menyisir tanah baginya sendiri. 12 Menaburlah bagimu sesuai dengan keadilan, menuailah menurut kasih setia! Bukalah bagimu tanah baru, sebab sudah waktunya untuk mencari TUHAN, sampai Ia datang dan menghujani kamu dengan keadilan.
(A) 13 Kamu telah membajak kefasikan, telah menuai kecurangan, telah memakan buah kebohongan. Oleh karena engkau telah mengandalkan diri pada keretamu, pada banyaknya pahlawan-pahlawanmu, 14 maka keriuhan perang akan timbul di antara bangsamu, dan segala kubumu akan dihancurkan seperti Salman menghancurkan Bet-Arbel pada hari pertempuran: ibu beserta anak-anak diremukkan. 15 Demikianlah akan Kulakukan kepadamu, hai kaum Israel, oleh karena dahsyatnya kejahatanmu. Pada waktu fajar akan dilenyapkan sama sekali raja Israel.

Hosea beralih dari sekelompok pendengar kalangan dalam (Hos. 9:10-10:8) ganti berbicara kepada seluruh jemaat Israel. Pada saat ini, Israel mungkin baru saja lepas dari invasi raja Asyur Tiglat Pileser (tahun 733 S.M), krisis di mana Samaria menjadi tanah semi jajahan. Setelah sesaat itu mereka memperkuat kekuatan militernya lagi. Israel berada dalam keadaan yang relatif tenang ini, sepuluh tahun sebelum badai datang lagi, yaitu sebelum kejatuhan total Samaria, penyakit lama kambuh lagi terperangkap dalam jurang dosa.

Nabi Hosea meminta orang Israel untuk mengingat baik-baik pesan yang telah disampaikannya secara sengaja menggunakan sinonim berulang, termasuk: 「berdosa」 (10:9), 「salah」 (10:10), 「kefasikan」 (10:13), 「kejahatan」 (10:15), serta depan belakang yang bertanggapan, seperti Allah akan menghakimi 「perang」 (10, 14-15) dan 「kesalahan」 Israel akan dihakimi (10, 13), agar terkunci dalam ingatan pembaca. Di sini Hosea menggunakan gaya sastra bersilang, bentuk struktur ABA

  • A: ayat 9-10
  • B: ayat 11-12 (inti berita)
  • A: ayat 13-15

sehingga pembaca dapat dengan jelas melihat fokus pesan ini adalah menasihati anak lembu, yakni Israel, agar menabur keadilan kebenaran, membajak serta menyisir tanah belantara, dan mencari Allah (ayat 11-12).

Hosea menasihati dengan tiada lelah, semua itu karena jika Israel terus demikian maka akan berakhir binasa. Israel telah berdosa sejak hari Gibea, peristiwa-peristiwa di Gibea telah disebutkan dalam Hos. 5:8; 9:9, sejarah tragis itu (Hak. 19-21) menyingkapkan percabulan yang tak terbayangkan terjadi di antara umat Allah (lihat renungan Hosea 9:1-9) seperti homoseksualitas, kekejaman dan pembunuhan yang mengerikan. Nabi Hosea menunjukkan bahwa 「Sejak hari Gibea engkau telah berdosa, hai Israel; di sana mereka bangkit melawan …」 (ayat 9), BIMK lebih jelas 「… Sejak kejadian di Gibea, orang Israel belum juga berhenti berbuat dosa melawan Aku …」 atau CUV 「… di sana mereka berhenti …」, yang berarti bahwa mereka masih berdiri di sana dan belum berubah. 「… mereka dihajar karena salahnya yang berganda」, mereka terjerat dalam dosa ganda (ayat 10b); dosa ganda ini dapat dikatakan berdosa di masa lalu dan terus dilakukan sampai sekarang, tetapi lebih nyata dosa berganda adalah secara agama mereka menyembah Baal dan secara militer mengandalkan negara-negara lain.

Tepat karena alasan itu, kenyataan kejam akan datang kepada Israel, bahkan jika Israel memiliki banyak prajurit, kubu mereka pada akhirnya akan ditaklukkan oleh Salman raja Asyur (yang kemungkinan besar adalah singkatan nama Shalmaneser). Wanita dan anak-anak kecil di Israel juga menerima perlakuan kejam. Meskipun umat Allah sedang berjalan menuju kebinasaan, nabi Hosea masih berharap dan masih melihat secercah kesempatan hidup. Meskipun dia menunjukkan fakta-fakta mengerikan yang akan datang, dia ingin para pembaca mengingat hubungan awal dengan Allah, bergegas kembali, menanam keadilan kebenaran, membajak serta menyisir tanah belantara, dan mencari Allah (ayat 11-12, inti dari seluruh berita).

Nabi Hosea berkata, 「Efraim dahulu seekor anak lembu yang terlatih, yang suka mengirik, dan Aku ini menyayangi tengkuknya yang elok, Aku memasang Efraim; Yehuda harus membajak, Yakub harus menyisir tanah baginya sendiri」(ayat 11). Dia sering menggunakan nama Efraim untuk mewakili kerajaan Utara (Israel), Yehuda mewakili kerajaan Selatan, dan Yakub untuk mewakili bangsa Israel. Hosea ingin Israel mengingat bahwa ia dulunya adalah seekor lembu yang taat di bawah kuk, dan dengan bebas ia suka mengirik, karena hukum menyatakan bahwa 「Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik.」 (Ul. 25:4). Lembu itu dipasang kuk, mengikuti ke mana sang pemilik membawanya, dan menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh pemilik, pada saat yang sama ia dicukupkan makan. Dengan cara yang sama, kita dapat hidup lebih bebas dan riang di bawah kasih karunia Allah. Karena Tuhan Yesus juga mengingatkan: 「kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.」 (Mat. 11:30). Kiranya kita kembali kepada pelukan TUHAN (Yahweh), menyalakan kembali hati yang mencari Allah, kembali memikul kuk yang diberikan Tuhan kepada kita, menanam kebenaran keadilan, membuka tanah baru, membiarkan Firman-Nya berakar dan tumbuh dalam hidup kita.

Renungkan:
Sekarang, mari renungkan kembali saat Anda memiliki hubungan yang manis dengan Allah, sekali lagi menikmati ketaatan di bawah kuk-Nya dan menjalani hari yang kenyang dicukupkan rohani dan hari penuh makna. Seperti yang dikatakan Hosea: 「sebab sudah waktunya untuk mencari TUHAN」 (ayat 12b). Janganlah kita menunda, selagi masih ada nafas kehidupan kita sekali lagi kembali ke pelukan-Nya, dan biarkan Dia memperbarui hidup kita.


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Hosea 10:1-8

「Hati Bercabang Dua, Penuh Muslihat」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 10:1-8 [ITB])
1 Israel adalah pohon anggur yang riap tumbuhnya, yang menghasilkan buah. Makin banyak buahnya, makin banyak dibuatnya mezbah-mezbah. Makin baik tanahnya, makin baik dibuatnya tugu-tugu berhala.
2 Hati mereka licik, sekarang mereka harus menanggung akibat kesalahannya: Dia akan menghancurkan mezbah-mezbah mereka, akan meruntuhkan tugu-tugu berhala mereka.
3 Sungguh, sekarang mereka berkata: 「Kita tidak mempunyai raja lagi, sebab kita tidak takut kepada TUHAN. Apakah yang dapat dilakukan raja bagi kita?」 4 Mereka membual, mengangkat sumpah dusta, mengikat perjanjian, sehingga tumbuh hukum seperti pohon upas di alur-alur ladang.
5 Penduduk Samaria gentar mengenai anak lembu Bet-Awen. Sungguh, rakyatnya akan berkabung oleh karenanya, dan imam-imamnya akan meratap oleh karenanya, oleh sebab kemuliaannya telah beralih dari padanya. 6 Anak lembu itu sendiri akan dibawa ke Asyur sebagai persembahan kepada Raja ‘Agung’. Efraim akan menanggung malu, Israel akan mendapat malu karena rancangannya.
7 Samaria akan dihancurkan; rajanya seperti sepotong ranting yang terapung di air.
8 Bukit-bukit pengorbanan Awen, yakni dosa Israel, akan dimusnahkan. Semak duri dan rumput duri akan tumbuh di atas mezbah-mezbahnya. Dan mereka akan berkata kepada gunung-gunung: 「Timbunilah kami!」 dan kepada bukit-bukit: 「Runtuhlah menimpa kami!」

Para ahli percaya bahwa empat pasal terakhir dari kitab ini (10 hingga 14) merupakan karya Hosea di masa terakhir pelayanannya di Israel, penuh suasana hati yang berat ia menggambarkan situasi negara yang memburuk sebelum kehancuran negaranya. Ia secara spesifik menunjukkan waktu dan tempat yang nyata dalam sejarah dosa Israel (Efraim, kerajaan Utara), agar mereka memahami dosa mereka dan konsekuensi serius dari kejahatan pemberontakan, nabi Hosea menggunakan struktur paralel untuk menunjukkan bahwa kejahatan pasti mendatangkan hukuman yang patut diterima. Israel melakukan kejahatan agama (ayat 1-2a), mezbah dihancurkan (ayat 2b-3), Israel mengingkari kuasa raja (ayat 4-5a), hasilnya mereka dibuang ke penawanan (ayat 5b-6b), pembangkangan Israel (ayat 6b) akhirnya mendatangkan kehancuran (ayat 7-8). Nabi Hosea menggunakan cara penulisan sastra untuk mengungkapkan hukuman berat yang mereka terima yang disebabkan dosa kejahatan, juga menanggung malu menjadi bahan ejekan atas anak lembu Betel (ayat 5) dan dibawa ke penawanan (ayat 6).

Di mana inti masalah Israel? Nabi Hosea menunjukkan bahwa 「hati mereka licik」 (ayat 2a). Kalimat ini dapat memiliki dua arti, yang pertama adalah 「hati dan pikiran」 yang bercabang seperti yang dipahami oleh terjemahan 《LieZhenzhong》dan 《ShiGao》 yaitu tidak ada hati yang sepenuhnya kepada Allah, hati yang tidak memiliki kepastian tekat dalam mengikuti Tuhan. Di satu sisi, mereka menyembah TUHAN Yahweh, menerima berkat dan kedamaian dari sorga, di sisi lain mereka pergi menyembah Baal, percaya bahwa Baal memberi mereka kekayaan materi. Ini bisa dikatakan ingin berkat dari surga, dan pada saat yang sama ingin menikmati kekayaan dunia. Sebagai contoh, beberapa orang Kristen suka menjadi sang tuan kekayaan di bumi, dan menjadi Lazarus di surga, memperoleh manfaat dari kehidupan dunia ini dan sorga, keduanya! Tuhan menambahkan banyak buah kepada Israel, tetapi Israel menambah mezbah penyembahan Baal mereka, TUHAN membuat bumi baik subur, tetapi makin baik dibuat oleh mereka tugu-tugu berhala (ayat 1).

Mereka berombang-ambing di antara keduanya, bisa dilihat dari sikap mereka atas pengangkatan raja. Mereka pernah meminta memiliki raja untuk menggantungkan semua harapan pada raja, dan kemudian berebut takhta menghancurkannya. Akhirnya, tidak peduli dengan ada tidaknya raja, berpikir bahwa itu sama tidak berguna dengan yang lainnya. Karena itu, 「sekarang mereka berkata: :『Kita tidak mempunyai raja lagi, sebab kita tidak takut kepada TUHAN. Apakah yang dapat dilakukan raja bagi kita?』」 (ayat 3). 「Kita tidak mempunyai raja lagi」 (ayat 3a) berarti 「kita tidak mengakui raja」, yaitu tidak mengakui berbagai otoritas pemegang kekuasaan yang telah Allah tempatkan dalam kehidupan mereka, pemberontak yang tidak hormat takut akan Tuhan.

Arti lain dari 「hati mereka licik」 adalah hati yang mengandung keinginan menipu. 「Mereka membual, mengangkat sumpah dusta, mengikat perjanjian」 (ayat 4a). Perjanjian di sini mengacu pada perjanjian antara raja dan rakyat. Di masa lalu ketika negara dan negara membuat perjanjian, mereka harus bersumpah kepada dewa-dewa asing sebagai saksi mereka. Secara tidak langsung, ini menurunkan status kuasa TUHAN dalam pemerintahan. Kebijakan mereka menyambut kiri kanan dan bersandar ke kiri ke kanan, hasil akhirnya adalah dibinasakan oleh Asyur. Anak lembu emas yang disembah orang Israel akhirnya dibawa ke Asyur dan menjadi upeti raja Asyur. Israel pada akhirnya akan mengenal bahwa betapa berhala-berhala itu mempesona hanya di permukaan, tetapi di bawah serangan berulang-ulang dari Asyur, berhala-berhala itu selalu lemah dan mematung diam tidak bersuara, tidak bergerak, emas anak lembu dilucuti sepotong demi sepotong. Kemuliaan yang pernah dibanggakan Israel telah menjadi ejekan rasa malu mereka!

Renungkan:

Akar dari masalah di Israel adalah bahwa ia berhati cabang dua dan licik menipu. Mohon kepada Tuhan untuk membantu kita untuk tidak mengulangi kesalahan mereka, hendak berkonsentrasi kembali pada-Nya.


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Hosea 9:10-17

「Lebih Baik Jatuh Kedalam Tangan Allah」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 9:10-17 [ITB])
10 Seperti buah-buah anggur di padang gurun Aku mendapati Israel dahulu; seperti buah sulung sebagai hasil pertama pohon ara Aku melihat nenek moyangmu. Tetapi mereka itu telah pergi kepada Baal-Peor dan telah membaktikan diri kepada dewa keaiban, sehingga mereka menjadi kejijikan sama seperti apa yang mereka cintai itu.
11 Kemuliaan Efraim terbang seperti burung: tiada yang melahirkan, yang hamil dan yang mengandung! 12 Sekalipun mereka membesarkan anak-anaknya, Aku akan membuat mereka bulus, sehingga tidak ada manusia lagi. Sungguh, celakalah juga mereka pada waktu Aku menjauh dari pada mereka!
13 Efraim, seperti yang Aku lihat, telah membuat anak-anaknya menjadi binatang perburuan; Efraim terpaksa menyerahkan anak-anaknya kepada si pembunuh. 14 Berilah kepada mereka, ya TUHAN — apakah yang hendak Kauberi? Berilah kepada mereka kandungan yang mandul dan buah dada yang kering.
15 Segala kejahatan mereka terjadi di Gilgal, sungguh, di sana Aku mulai membenci mereka. Oleh karena jahatnya perbuatan-perbuatan mereka Aku akan menghalau mereka dari rumah-Ku. Aku tidak akan mengasihi mereka lagi, semua pemuka mereka adalah pemberontak.
16 Efraim telah dipukul, akarnya telah menjadi kering, mereka tidak akan menghasilkan buah. Bahkan sekalipun mereka melahirkan anak, Aku akan mematikan buah kandungannya yang berharga.
17 Allahku akan membuang mereka, sebab mereka tidak mendengarkan Dia, maka mereka akan mengembara di antara bangsa-bangsa.

Perikop sebelumnya (Hos. 9:1-9) menubuatkan bahwa Israel menghadapi bencana kelaparan, perikop hari ini (9:10-17) menyatakan bahwa Israel tidak hanya terputus bahan makanan, tetapi juga terputus benih — yaitu, tiada yang melahirkan, tiada yang hamil dan yang mengandung (ayat 11b). Pada saat ini, Hosea kemungkinan besar akan menerima serangan kejam, dan kemudian tidak lagi dapat berkhotbah secara terbuka, menjadi secara pribadi mengumumkan penghakiman Allah kepada sekelompok kecil pendengar (9:10-17 dan 10:8-8). Nabi Hosea dengan sengaja menggunakan tema pengembaraan padang gurun yang saling berkorespondensi di bagian pembukaan dan terakhir dari perikop ini: 「seperti buah-buah anggur di padang gurun Aku mendapati Israel dahulu」 (ayat 10a) dan 「mereka akan mengembara di antara bangsa-bangsa」 (ayat 17b). Selain itu, nada nabi Hosea lebih bersifat perenungan ulang, mengingat kembali pengalaman sukacita dan kebahagiaan antara Allah dan orang Israel. Israel 「seperti buah-buah anggur di padang gurun」 (ayat 10a) dan 「sebagai hasil pertama pohon ara」 (ayat 10b). Namun, saat ini tidak lagi sama, mereka telah mengkhianati dan meninggalkan TUHAN Allah.

Nabi Hosea menggunakan peristiwa di dua tempat di Baal-Peor (ayat 10c) dan Gilgal (ayat 15a) untuk menggambarkan kejahatan Israel. Di Baal-Peor bangsa Israel terlibat dalam perzinaan dengan para wanita Moab dan menyembah dewa-dewa mereka (lih. Bil. 25: 1-3). Tempat bernama Gilgal memiliki sejarah yang luar biasa, itu adalah tempat pertama di mana Yosua berkemah saat memasuki negeri perjanjian, itu adalah tempat kemenangan pertama saat Saul menjadi raja Israel, terlebih itu adalah tempat di mana orang-orang Yahudi menyambut Daud kembali. Semua kenangan indah ini disebabkan oleh kejahatan Israel menjadi terbang seperti burung. Mereka berpikir bahwa Baal akan bisa melahirkan banyak keturunan, namun yang didapatkan sebaliknya adalah 「tiada yang melahirkan, yang hamil dan yang mengandung」 (ayat 11b).

Allah memberi lokasi geografis yang unik dan lingkungan produksi kepada suku Efraim. 「Efraim ditanam di tanah yang indah seperti Tirus」 (ayat 13a, terjemahan ASV, ESV dan CUV yang berbeda dengan pandangan ITB sebagai 「Efraim, seperti yang Aku lihat」). Namun, dia sombong dan memuaskan diri seperti Tirus, dan dia percaya bahwa dia bisa melawan musuh asing, namun akhirnya mendapatkan akhir yang sama. Nabi Hosea mengetahui dari Allah bahwa Israel akan jatuh ke tangan musuh dan menuju ke jalan kehancuran. Dia dari lubuk hatinya berseru dengan kesedihan kepada Allah 「Berilah kepada mereka, ya TUHAN — apakah yang hendak Kauberi? Berilah kepada mereka kandungan yang mandul dan buah dada yang kering」 (ayat 14). Ayat ini adalah titik pusat dari arsitektur silang dalam gaya sastra Ibrani, yang secara khusus menunjukkan bahwa doa nabi adalah inti dari paragraf ini.

Nabi Hosea berdoa kepada TUHAN (Yahweh) dan memohon-Nya untuk membuat Israel seperti seorang wanita keguguran kandungan, bahkan jika bayinya lahir, juga tidak dapat tumbuh karena payudaranya kering tidak bisa memberi makan. Doa ini sepertinya agak keras, tetapi dipikirkan lebih mendalam sebenarnya adalah rasa sakit penuh kesedihan di hati saat orang tua menghajar anaknya. Sama seperti seorang pemuda yang melakukan kejahatan besar berdosa, ibunya tidak peduli ikatan darah dengan anaknya dan memohon hakim untuk menghukum anaknya dengan hukuman yang berat. Tujuannya adalah mengharapkan putranya dilahirkan kembali setelah hukuman berat. Ini lebih baik daripada membiarkannya terus jatuh ke dalam jurang dosa, tidak mampu melepaskan dirinya, dan akhirnya mendatangkan kebinasaan. Doa nabi Hosea seperti Daud yang berdosa kepada Allah karena menghitung jumlah kekuatan militernya, ia 「lebih suka jatuh ke tangan Tuhan」 dan menerima tulah tiga hari, alih-alih tiga tahun kelaparan atau tiga bulan dikejar musuh (1 Raj. 21:1-14). Doa Daud adalah mencari yang terbaik dari dua pilihan, yaitu jatuh ke dalam tangan Allah selalu lebih baik daripada jerat musuh.

Renungkan:
Kiranya Roh Kudus tiada henti mengingatkan kita untuk tidak mengulangi kesalahan Israel dahulu kala, menyakiti hati Allah, mendatangkan buah pahit; meminta Tuhan untuk membantu kita bertobat dan diselamatkan dan menerima disiplin hajaran kasih-Nya (lih. 12:5-6).


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Hosea 9:1-9

「Peringatan yang Setia Menyakitkan Telinga」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 9:1-9 [ITB])
1 Janganlah bersukacita, hai Israel! Janganlah bersorak-sorak seperti bangsa-bangsa! Sebab engkau telah berzinah dengan meninggalkan Allahmu, engkau telah mencintai upah sundal di segala tempat pengirikan gandum. 2 Tempat pengirikan gandum dan tempat pemerasan anggur tidak akan memberi mereka makan, dan anggur akan mengecewakan mereka.
3 Mereka tidak akan tetap diam di tanah TUHAN, tetapi Efraim harus kembali ke Mesir, dan di Asyur mereka akan memakan makanan najis. 4 Mereka tidak akan mempersembahkan korban curahan anggur kepada TUHAN dan korban-korban sembelihan mereka tidak akan menyenangkan hati-Nya. Roti mereka adalah seperti roti perkabungan, semua orang yang memakannya akan menjadi najis, sebab roti mereka adalah untuk dirinya sendiri, tidak boleh dibawa ke dalam rumah TUHAN. 5 Apakah yang hendak kamu perbuat pada waktu pertemuan raya dan pada waktu hari raya TUHAN?
6 Sebab walaupun mereka mengelakkan diri dari pemusnahan, Mesir akan mengumpulkan mereka, Memfis akan menguburkan mereka. Rumput akan menutupi barang-barang perak mereka yang berharga; onak akan tumbuh dalam kemah-kemah mereka. 7 Sudah datang hari-hari penghukuman, sudah datang hari-hari pembalasan, Israel akan mengalaminya, 「Nabi adalah seorang pandir, orang yang penuh roh adalah orang gila!」, oleh karena besarnya kesalahanmu dan besarnya permusuhan: 8 Efraim, umat Allahku, sedang mengintai nabi, jerat penangkap burung ada di sepanjang jalannya, permusuhan ada di rumah Allahnya. 9 Busuk sangat perbuatan mereka seperti pada hari-hari Gibea; Ia akan mengingat kesalahan mereka dan akan menghukum dosa mereka.

Narasi ini paragraf ini menggunakan hari perayaan Israel sebagai titik berangkat peringatan dari nabi Hosea. Kata-kata terkait dengan festival perayaan dan pengorbanan yang muncul dalam perikop: tempat pengirikan gandum dan tempat pemerasan anggur (ayat 2a), persembahan korban curahan anggur (ayat 4a), hari pertemuan raya (ayat 5a), hari raya TUHAN (ayat 5b), barang-barang perak yang berharga (ayat 6c) dan sebagainya. Perayaan ini mungkin merupakan festival panen dan hari raya Sukkot untuk merayakan panen musim gugur, saat itu diadakan sebelum kematian kerajaan Utara (Im. 23:33-43). Sangat disayangkan bahwa hari perayaan itu berubah menjadi hari yang sedih karena tercampur agama asing Kanaan penyembah Baal. Nabi Hosea menggunakan dua kalimat perintah negatif: 「Janganlah bersukacita, hai Israel! Janganlah bersorak-sorak」 (1a). Dalam terjemahan LieZhenzhong dengan tegas menunjukkan bahwa secara permukaan kelihatannya makmur, tetapi tersembunyi bencana kematian di baliknya. Peringatan nabi Hosea itu seperti hujan deras, yang melanda parade pawai gegap gempita perayaan Israel, meskipun mengurangi kegembiraan namun perkataan pahit nabi Hosea ini jujur setia. Jadi, sampai sejauh mana situasi Israel jatuh?

Tempat pengirikan dan penjemuran gandum adalah tempat di mana para petani sibuk panen di musim gugur, dan juga merupakan tempat di mana masyarakat pertanian bergaul mencari jodoh. Kisah cinta antara Rut dan Boas terjadi di tempat pengirikan gandum (lihat Rut 3). Namun, sekarang tempat pengirikan telah menjadi tempat bagi orang Israel untuk menarikan tarian kawin campur. 「Busuk sangat perbuatan mereka seperti pada hari-hari Gibea」 (ayat 9a). Orang Israel telah melakukan hal yang mengerikan dan tidak berperikemanusiaan di Gibea, yaitu bergantian memperkosa sampai mati istri seorang Lewi. Dan sang suami orang Lewi memotong mayatnya menjadi dua belas potong dan mengirimkannya kepada dua belas suku, sangat mengejutkan (Hak. 19:22-30). Hanya kebejatan Sodom Gomora yang sebanding dengan dosa yang tak tahu malu ini

Oleh karena itu, rumput akan menutupi barang-barang perak mereka yang berharga; onak akan tumbuh dalam kemah-kemah mereka (ayat 6c). Ironisnya adalah bahwa oleh aungerah Allah sehinga mereka telah dilepaskan dari perbudakan Mesir di masa lalu, dan kini dalam waktu dekat mereka akan mati di tangan orang Mesir. 「Mesir akan mengumpulkan mereka, Memfis akan menguburkan mereka」 (ayat 6b). Memfis adalah situs politik dan agama di Mesir utara, dengan piramida dan kuburan besar. Israel sangat tragis sehingga tidak diizinkan menentukan sendiri tempat penguburan diri. Pada akhirnya, mereka tidak memiliki apa pun untuk dipersembahkan kepada Allah, dan tidak ada tempat untuk mengadakan perayaan dan pertemuan favorit mereka.

Namun, orang Israel mencibir terhadap nabi dan menganggap nabi Hosea itu bodoh serta sombong (ayat 7). 「Nabi adalah seorang pandir, orang yang penuh roh adalah orang gila!」 (ayat 7b). Ketika Hosea mengatakan kepada rekan sebangsanya dengan kasih, berkata-kata jujur, memberikan peringatan yang keras, dia justru dianggap pandir dan sombong, dianggap sebagai orang yang tidak tahu apa-apa. Nabi Hosea memberikan peringatan yang jujur dan kata-kata tulus yang menusuk di telinga, tetapi Israel mencibir, terjerumus dalam situasi tragis yang tak tersembuhkan!

Renungkan:
Dahulu di zaman Daniel, raja Belsyazar dalam perjamuan yang ia adakan, dia melihat tangan tanpa tubuh yang menuliskan kata-kata yang tidak seorangpun mengerti, dia sangat antusias ingin tahu arti dari kata itu.

Sikap apa yang kita miliki ketika Allah berfirman kepada kita melalui hamba Tuhan dengan bahasa dan tulisan yang kita pahami untuk menyampaikan kata-kata yang setia namun menusuk telinga? Apakah ada kerendahan hati dan hati yang mau menerima didikan untuk mendengarkan?


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Hosea 8:1-14

「Melupakan Allah Pemberi Anugerah, Salah Menempatkan Kehidupan」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 8:1-14 [ITB])
1 Tiuplah sangkakala! Serangan laksana rajawali atas rumah TUHAN!
Oleh karena mereka telah melangkahi perjanjian-Ku dan telah mendurhaka terhadap pengajaran-Ku. 2 Kepada-Ku mereka berseru-seru: 「Ya Allahku, kami, Israel mengenal Engkau!」
3 Israel telah menolak yang baik — biarlah musuh mengejar dia!
4 Mereka telah mengangkat raja, tetapi tanpa persetujuan-Ku; mereka mengangkat pemuka, tetapi dengan tidak setahu-Ku. Dari emas dan peraknya mereka membuat berhala-berhala bagi dirinya sendiri, sehingga mereka dilenyapkan.
5 Aku menolak anak lembumu, hai Samaria; murka-Ku menyala terhadap mereka! Sampai berapa lama tidak dapat disucikan, 6 orang-orang Israel itu? Itu dibuat oleh tukang, dan itu bukan Allah! Sungguh, akan menjadi serpih anak lembu Samaria itu!
7 Sebab mereka menabur angin, maka mereka akan menuai puting beliung; gandum yang belum menguning tidak ada pada mereka; tumbuh-tumbuhan itu tidak menghasilkan tepung; dan jika memberi hasil, maka orang-orang lain menelannya.
8 Israel sudah ditelan; sekarang mereka itu ada di antara bangsa-bangsa seperti barang yang tidak disukai orang.
9 Sebab mereka telah pergi ke Asyur, bagaikan keledai hutan yang memencilkan diri; Efraim telah membagi-bagi hadiah cinta. 10 Sekalipun mereka membagi-bagi hadiah itu di antara bangsa-bangsa, sekarang ini Aku akan mengumpulkan mereka, dan sebentar lagi mereka akan berhenti mengurapi raja dan para pemuka.
11 Sungguh, Efraim telah memperbanyak mezbah; mezbah-mezbah itu menjadikan mereka berdosa.
12 Sekalipun Kutuliskan baginya banyak pengajaran-Ku, itu akan dianggap mereka sebagai sesuatu yang asing.
13 Mereka mencintai korban sembelihan; mereka mempersembahkan daging dan memakannya; tetapi TUHAN tidak berkenan kepada mereka. Sekarang Ia akan mengingat kesalahan mereka dan akan menghukum dosa mereka; mereka harus kembali ke Mesir!
14 Israel telah melupakan Pembuatnya dan telah mendirikan istana-istana; Yehuda telah memperbanyak kota-kota yang berkubu; tetapi Aku akan melepas api ke dalam kota-kota mereka, sehingga puri mereka dimakan habis.

Hosea menggunakan pernyataan sederhana untuk menyimpulkan inti permasalahan orang Israel 「telah melupakan Pembuatnya」 (ayat 14a). Memang benar secara rasional umat Allah tidak akan melupakan TUHAN (Yahweh), mereka hanya menempatkan Allah di pinggir dan mengabaikan-Nya. Ini seperti jika kita salah meletakkan suatu benda dan kehilangan tidak tahu ada di mana, benda itu bukan tidak ada, tetapi benda itu tidak ada di dalam pandangan mata kita. Singkatnya, Israel menempatkan Allah pada posisi yang salah, tidak lagi menganggap Dia sebagai pusat kehidupan, dan dalam semua kegiatan apapun mereka tidak mencari bimbingan Allah.

Mereka menghadapi 「serangan (dari musuh) laksana rajawali atas rumah TUHAN!」 (ayat 1b). Allah pernah seperti rajawali menggendong mereka di atas sayap-Nya keluar dari tanah Mesir, tetapi sekarang karena mereka telah mengkhianati perjanjian dan melupakan Allah, maka Allah akan memakai bangsa Asyur seperti burung nasar pemakan bangkai yang akan menelan mereka. Namun, mereka masih mati rasa belum sadar, bersikeras bahwa mereka 「Israel mengenal Engkau TUHAN Yahweh」 (ayat 2c). Di mana inti masalah Israel?

Pertama, mereka mengangkat raja oleh diri sendiri (ayat 4), ini jelas bertentangan dengan proses Allah sendiri melalui tangan Samuel yang memilih Daud untuk menjadi raja (lihat 1 Sam. 16:1-13). Mereka menuruti keinginan diri sendiri, mengabaikan Allah tanpa peduli. Mereka memilih pemimpin hanya didasarkan pada serangkaian syarat, namun sama sekali tidak meminta pimpinan Allah. Mereka terlalu percaya diri dan mengesampingkan Allah, sama seperti pada jaman Tuhan Yesus, mereka berseru 「Jangan (bebaskan) Dia, melainkan Barabas! 」 (Yoh. 18:40).

Kedua, mereka menciptakan anak lembuh emas bagi mereka sendiri dan mengejar antusiasme keagamaan yang sia-sia (ayat 5-6, 11-14). Nabi merujuk pada anak lembuh Samaria, mengingatkan orang pada kenyataan bahwa setelah kematian Salomo, Yerobeam I mengadakan penyembahan anak lembu emas di Betel dan di Dan, untuk menenangkan hati rakyat kerajaan Utara setelah perpecahan kerajaan, sehingga orang-orang tidak lagi tertarik pergi ke Bait Suci di Yerusalem, dan memilih untuk melakukan kejahatan ini. Nabi Hosea sekali lagi mencela Israel karena penyembahan berhala, tetapi kali ini fokusnya bukan pada anak lembu emas (ayat 4-6) atau upacara doa (lih. 7:14-16), tetapi atas altar dan korban yang dipersembahkan. Israel terus 「menambah」 banyak altar (ayat 11). Mereka secara aktif membangun altar, yang seharusnya digunakan untuk mengatasi masalah dosa, tetapi sekarang telah menjadi cara untuk menambah dosa. Lihat 《Terjemahan Lie Zhen Zhong》 「Ephraim menambahkan banyak altar untuk menyelesaikan dosa. Altar-altar ini baginya menjadi altar untuk berbuat dosa.」

Terakhir, mereka bertindak otonom baik secara politik maupun militer. 「Yehuda telah memperbanyak kota-kota yang berkubu」 (ayat 14b) dan 「mereka telah pergi ke Asyur, bagaikan keledai hutan yang memencilkan diri; Efraim telah membagi-bagi hadiah cinta」 (ayat 9). Nabi Hosea menyindir Israel sebagai keledai hutan yang liar yang sedang birahi, pergi ke pelukan Asyur untuk 「membagi-bagi hadiah cinta」 sebagai suap untuk membeli orang (ayat 9b). Israel jatuh seperti pelacur, tidak hanya tidak mendapatkan pembayaran dari pembeli hadiah cinta, bahkan kehilangan harta! Alih-alih dilindungi oleh Asyur, mereka ditelan oleh Asyur, seperti peralatan tidak berguna yang dibuang, mereka berakhir sedemikian rupa adalah karena Israel telah melupakan Allah dan salah menempatkan posisi Allah!

Renungkan:
Mohon Tuhan membantu kita memeriksa apakah Tuhan adalah pusat dari segala sesuatu dalam hidup kita, dan Tuhan sebagai pemimpin utama, dalam segala keputusan tidak melupakan Tuhan, dan tidak mengesampingkan-Nya.


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Hosea 7:8-16

「Dungu Tidak Sadar, Tanpa Kepastian」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 7:8-16 [ITB])
8 Efraim mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik. 9 Orang-orang luar memakan habis kekuatannya, tetapi ia sendiri tidak mengetahuinya; juga ia sudah banyak beruban, tetapi ia sendiri tidak mengetahuinya.
10 Kecongkakan Israel menjadi saksi terhadap dirinya, namun mereka tidak berbalik kepada TUHAN, Allah mereka, dan tidak mencari Dia kendati semuanya ini.
11 Efraim telah menjadi merpati tolol, tidak berakal, dengan memanggil kepada Mesir, dengan pergi kepada Asyur.
12 Apabila mereka pergi, Aku akan membentangkan jaring-Ku ke atas mereka; Aku akan menurunkan mereka seperti burung-burung di udara, Aku akan menghajar mereka karena kejahatan-kejahatan mereka. 13 Celakalah mereka, sebab mereka melarikan diri dari pada-Ku! Binasalah mereka, sebab mereka memberontak terhadap Aku! Aku ini mau menebus mereka, tetapi mereka berdusta terhadap Aku. 14 Seruan mereka kepada-Ku tidak keluar dari hatinya, tetapi mereka meratap di pembaringan mereka. Mereka menoreh-noreh diri karena gandum dan anggur, dan mereka berontak terhadap Aku.
15 Sekalipun Aku telah melatih dan menguatkan lengan-lengan mereka, namun mereka merancang kejahatan terhadap Aku. 16 Mereka berbalik kepada Baal, mereka adalah seperti busur tipu; pemuka-pemuka mereka akan tewas oleh pedang karena ucapan mereka yang kasar. Inilah yang akan menjadi olok-olok kepada mereka di tanah Mesir.

Nabi Hosea beralih dari kerusakan korup pemimpin dan kekacauan istana, beralih ke kebijakan luar negeri yang ambigu dan goyah tidak menentu dari Efraim. Deskripsi perikop ini semestinya dalam bayang-bayang perang antara Asyur dan Israel, yaitu sekitar tahun 733 S.M. Pada saat itu, sebagian besar wilayah Israel telah menjadi koloni kerajaan Asyur, hanya menyisakan gunung-gunung di dekat Samaria, dan secara nominal masih ada kebebasan politik. Karena itu, fokus dari berita ini ditujukan pada kebijakan luar negeri Efraim (ayat 8 dan 11) yang bergoyang antara Mesir dan Asyur (ayat 11b).

Nabi Hosea menggunakan empat gambar dalam pasal 7 untuk menggambarkan situasi di Israel: mereka seperti dapur perapian panas (ayat 4), roti bundar yang tidak dibalik (ayat 8), seekor merpati tolol (ayat 11) dan busur kendur (ayat 16). Di antaranya tiga gambaran sindiran berikut ini menyampaikan pesan yang sama: Efraim bersandar pada hubungan diplomatik, terbang dari beras Mesopotamia ke Sungai Nil, bergerak tanpa kepastian, dan melakukan perjalanan antara Asyur dan Mesir untuk mencari bantuan dari sekutu, namun tidak mencari dan mengandalkan Allah, betapa tindakan yang bodoh dan dungu.

「Efraim mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa … menjadi roti bundar yang tidak dibalik」 (ayat 8). 「Mencampurkan diri」 memiliki arti asimilasi, yang berarti bahwa Ephraim diasimilasi oleh dunia dalam hal agama, budaya dan politik. Roti tidak beragi dari masa lalu dicampur dengan minyak, tetapi Efraim justru bercampur dengan orang-orang bukan Yahudi, dan menjadi kue yang setengah terbakar hangus, setengah bagian sisi lain tidak matang, roti yang setengah matang. Sisi yang terbakar hangus mewakili terasimilasi dunia, dan sisi lain yang tidak matang adalah dingin ketidakpedulian kepada Allah. Yang paling menyedihkan adalah mereka 「ia sudah banyak beruban, tetapi ia sendiri tidak mengetahuinya」 (ayat 9b). 「Beruban」 cocok dengan metafora roti bundar yang belum dibalik, atau bisa diartikan sebagai roti yang sudah tumbuh bulu putih abu-abu yang menjijikkan, begitu bodoh tidak sadar bahwa sudah berjamur, seperti Samson tidak tahu bahwa TUHAN telah meninggalkannya dan tidak menyadarinya. (Hak. 16:20). Sungguh situasi tragis yang menyedihkan!

Lebih berat lagi, Efraim tidak menyadari bahwa TUHAN telah meninggalkan mereka karena Efraim 「telah menjadi merpati tolol, tidak berakal, dengan memanggil kepada Mesir, dengan pergi kepada Asyur」 (ayat 11). Mereka kehilangan kemampuan membuat pilihan dan penilaian yang tepat, dan dengan mudah menerima godaan untuk membentuk aliansi dengan orang asing. Di masa lalu, aliansi antara kedua negara meminta para dewa yang disembah oleh kedua belah pihak untuk melayani sebagai saksi dan pelindung perjanjian. Aliansi kerajaan Utara dengan Mesir dan Asyur jelas merupakan pengakuan terhadap para dewa dari bangsa-bangsa lain. Kebijakan luar negeri yang tidak konsisten ini seperti seekor merpati yang tertipu, seringkali mengabaikan jerat penyergapan yang tersembunyi.

Israel berbelah pikiran, bimbang, terombang-ambing tidak menentu, mereka sudah sakit parah tidak ada obat. Lihat! Mereka tidak mencari Allah (ayat 10), negara akan hancur, dan mereka tidak akan dengan tulus memohon kepada Allah (ayat 14). Malahan, mereka makin menghebat memberontak kepada Allah (ayat 13), terus melanggar perintah Tuhan (ayat 14), dan melawan Tuhan (ayat 15). Ada pepatah mengatakan: 「Tanam melon menuai melon, dan tanam kacang menuai kacang」. Israel akhirnya seperti senjata yang rusak, 「busur longgar」 (ayat 16) kehilangan fungsinya, tidak sekedar gagal mengenai sasaran dengan tepat, tetapi juga melukai dirinya sendiri.

Renungkan:
Nasehat bijak berkata, 「Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. 」 (Ams. 3:5-6). Mohon Tuhan untuk membantu kita tidak bergantung pada lingkungan, orang lain, atau bahkan diri kita sendiri, untuk berkonsentrasi pada-Nya hanya dengan satu hati dan satu pikiran.


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Hosea 7:3-7

「Batin yang Panas Seperti Dapur Perapian」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 7:3-7 [ITB])
3 Mereka menyukakan raja dengan kejahatan mereka, dan para pemuka dengan kebohongan mereka. 4 Sekaliannya mereka orang-orang berzinah, bagaikan dapur perapian yang menyala terus, ketika tukang bakar roti berhenti membesarkan apinya, sementara ia meremas adonan sampai menjadi muai oleh ragi.
5 Pada pesta raja kita mereka membuat sakit para pemuka dengan anggur yang menghangatkan; ia bersekutu dengan para pencemooh. 6 Batin mereka seperti dapur perapian; hati mereka menyala-nyala; semalam-malaman murka mereka surut, pada waktu pagi menyala kembali seperti api yang menjilat. 7 Mereka semua sudah panas seperti dapur perapian, dan memakan habis para hakim mereka. Semua raja mereka sudah tewas, tidak ada seorang di antara mereka yang berseru kepada-Ku.

Nabi Hosea mengalihkan fokus dari penurunan moral dan agama bangsa kepada diri raja, perwira, dan pemimpin di istana. Seperti kata pepatah, jika yang di atas baik, maka yang ada di bawah juga benar, jika balok di atas tidak benar, maka akan bengkok tiang yang berada di bawah. Masalah orang Israel berasal dari tindakan sewenang-wenang dari raja-raja yang adalah para pemimpin politik dan para imam sebagai pemimpin agama, mereka tidak memimpin bangsa Israel sesuai dengan kehendak Allah. Nabi Hosea menggunakan gaya penulisan sastra berbentuk struktur engsel (chiastik), menyoroti perikop ini (ayat 3-7) yang fokusnya adalah pada 「ia (raja) bersekutu dengan para pencemooh」 (ayat 5b) dan 「Batin mereka seperti dapur perapian; hati mereka menyala-nyala」 (ayat 6a), artinya raja, imam, dan pemimpin politik, perwira, semua saling bersekongkol.

Adegan yang digambarkan oleh nabi Hosea terjadi di istana dan adalah 「pada pesta raja」 (ayat 5a). Raja mabuk, dan para pencemooh yang memandang rendah raja bersekongkol, membuat seluruh kerajaan penuh kegelapan dan kebodohan. Adegan ini mungkin hari ketika seorang raja baru dimahkotai, atau hari peringatan. Namun, pemandangan bersemangat penuh kemeriahan hanyalah kemuliaan permukaan kulit luar, pada kenyataannya terdapat konspirasi pembunuhan tersembunyi. 「Semua raja mereka sudah tewas」 (ayat 7c) adalah gambaran Hosea sesungguhnya tentang keadaan masa akhir kerajaan Utara.

Para sarjana Alkitab sepakat bahwa adegan ini sangat cocok dengan sejarah kekacauan akhir Israel Utara. 30 tahun sebelum kehancuran Israel adalah periode kekacauan konspirasi dan gejolak politik yang tiada henti, terjadi banyak pembunuhan di dalam istana dan pergantian takhta yang sering terjadi. Sejak kematian Yerobeam II, total telah berganti enam raja hanya dalam 30 tahun, empat di antaranya dibunuh, hanya raja yang terakhir, raja Hosea yang meninggal di tempat tidurnya sendiri (lihat 2 Raj. 15:10, 14, 25, 30). Pembunuhan dan pergantian raja terutama terkait dengan dua kubu kekuatan yang berlawanan antara Asyur dan kekuatan anti-Asyur. Namun, dari berbagai masalah yang dihadapi, alasan utama jatuhnya kerajaan Utara adalah bahwa 「tidak ada seorang di antara mereka yang berseru kepada-Ku」 (ayat 7d), yaitu tidak ada yang berseru memohon kepada Allah yang membuat perjanjian dengan mereka.

Intrik politik di istana, saling bermain jahat karena raja telah meninggalkan TUHAN (Yahweh), tidak bergantung kepada-Nya dengan sepenuh hati, dan hanya mematuhi keinginan batin diri dan ditarik oleh keinginan nafsu atas kekuasaan. Nabi Hosea menggunakan 「roti bakar」 sebagai metafora untuk menunjukkan konspirasi jahat tersembunyi para pemimpin. Meskipun identitas 「tukang bakar roti」 sulit untuk ditentukan (ayat 4 dan 6), kemungkinan besar merujuk pada para pemimpin di lingkaran politik dan agama. Nabi Hosea terlebih lagi menggunakan nyala api berkobar dari 「dapur perapian」 (ayat 4, 6 dan 7) untuk menggambarkan nafsu kekuasaan para pemimpin seperti api menyala-nyala, dan akhirnya dengan membakar musnah diri sendiri. Mereka seperti tukang bakar roti:「berhenti membesarkan apinya, sementara ia meremas adonan sampai menjadi muai oleh ragi」 (ayat 4b) dan 「semalam-malaman murka mereka surut, pada waktu pagi menyala kembali seperti api yang menjilat」 (ayat 6b). Ini berarti bahwa di permukaan tampaknya berhenti mengipasi api tetapi sebenarnya api membakar perlahan-lahan di tungku sampai konspirasi pemberontakan membesar tanpa diwaspadai orang dan membakarnya habis. Ketika nafsu atas kekuasaan menyebar dan berkembang, itu akan seperti bunga api menjilat, sekali menyulut akan di luar kendali.

Renungkan:
Seperti kata pepatah: 「Kekuasaan mengarah pada korupsi, dan kekuasaan absolut mengarah pada korupsi absolut」. Nafsu atas kekuasaan yang bengkok, dan tidak ada keseimbangan adalah hal yang mengerikan. Orang yang sedang berada di posisi harus memikirkan secara mendalam tentang tanggung jawab yang dibawakan oleh kekuasaan, harus menetapkan batas bagi diri sendiri dan bertanggung jawab kepada Tuhan yang memberi kuasa.


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Hosea 6:4-7:2

「Pertobatan di Permukaan Kulit」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 6:4-7:2 [ITB])
4 Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda? Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar.
5 Sebab itu Aku telah meremukkan mereka dengan perantaraan nabi-nabi, Aku telah membunuh mereka dengan perkataan mulut-Ku, dan hukum-Ku keluar seperti terang.
6 Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.
7 Tetapi mereka itu telah melangkahi perjanjian di Adam, di sana mereka telah berkhianat terhadap Aku.
8 Gilead adalah kota para penjahat, penuh dengan jejak darah.
9 Seperti gerombolan menghadang demikianlah persekutuan para imam; mereka membunuh di jalan ke Sikhem, sungguh, mereka melakukan perbuatan mesum.
10 Di antara kaum Israel telah Kulihat hal-hal yang mengerikan; di sana ada Efraim bersundal dan Israel telah menajiskan diri.
11 Juga bagimu, hai Yehuda, telah ditentukan penuaian: Apabila Aku memulihkan keadaan umat-Ku, 7:1 apabila Aku menyembuhkan Israel, maka tersingkaplah kesalahan Efraim dan kejahatan-kejahatan Samaria: sebab mereka melakukan penipuan: pencuri mendobrak masuk, gerombolan merampas di luar.
2 Dan tidak terpikir mereka bahwa Aku mengingat segala kejahatan mereka. Sekarang pun perbuatan-perbuatan mereka mengepung mereka, semuanya ada di hadapan wajah-Ku.

Allah memanggil umat-Nya untuk berbalik kepada-Nya, jangan terus berkeliaran di luar, kembali ke pelukan-Nya. Umat Israel memang telah mulai mengubah arah dan memulai perjalanan pulang kembali mereka. Namun, perubahan berbalik arah dari mereka hanyalah sebentar saja. Karena itu, nabi Hosea mengeluh, 「Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda? Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar」 (ayat 4).

Kepulangan Israel bukan hanya panas-panas sebentar, tetapi terlebih juga pertobatan mereka dangkal dan secara permukaan kulit saja, serta tidak ada isi nyata sama sekali. Di sini nabi Hosea menunjukkan bahwa masalah Israel adalah bahwa mereka hanya memiliki ritual keagamaan yang dangkal tetapi kehilangan esensi sesungguhnya dari iman mereka. Hosea menegaskan sekali lagi bahwa Allah 「menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran」(ayat 6). Kalimat ini mengingatkan kita pada raja Saul, dia bukan tidak menaati kata-kata TUHAN, tetapi dia tidak sepenuhnya mengikuti dan tidak secara total mematuhi perintah Allah. Karena keserakahannya akan ternak dan domba orang Amalek, ia menyimpan barang jarahan untuk pribadi dirinya, sehingga nabi Samuel menghela nafas dan berkata 「Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.」 (1 Sam. 15:22). Mempersembahkan korban adalah manifestasi bentuk luar dari ritual keagamaan. Jika orang yang mempersembahkan korban tidak memiliki ketulusan, kesediaan untuk mendengarkan dan menaati perintah-perintah Allah, itu hanyalah melaksanakan ritual upacara saja.

Israel telah memulai perjalanannya pulang, tetapi sayang berbaliknya mereka tidak cukup menyeluruh, mereka masih berbuatan jahat secara merata di Israel. Nabi Hosea dalam ayat 7-9 seperti sedang mengambarkan sketsa geografis dosa Israel, dari satu tempat ke satu tempat, mereka melakukan kejahatan semua tempat dari kota Adam (ayat 7a) ke Gilead (ayat 8a), dan di jalan di Sikhem (ayat 9b). Ada masalah penerjemahan di ayat 7, apakah seharusnya sebagai 「melangkahi perjanjian seperti Adam」 atau 「melangkahi perjanjian di Adam」? Yang pertama mengacu pada pemberontakan perjanjian oleh leluhur Adam, yang kedua mengacu pada perbuatan jahat Israel di kota Adam. Terjemahan bisa berbeda karena kata depan bahasa Ibrani 「seperti」 dan 「di」 lebih membingungkan. ITB menerjemahkan 「di kota Adam」, sedangkan beberapa terjemahan mandarin dari awal hingga sekarang, termasuk CUV menerjemahkan sebagai 「seperti Adam」. Namun, setengah kalimat berikutnya 「di sana mereka telah berkhianat terhadap Aku」 (ayat 7b) dan ayat berikut merujuk pada dua tempat Gilead dan Sikhem, maka lebih tepat menerjemahkannya sebagai 「di kota Adam」 (seperti ITB). Artinya dengan kata lain, nabi Hosea ingin menunjukkan kekejaman Israel, pertama kali terkonsentrasi di kota Adam, dan kota Adam ini terletak di wilayah Gilead, dalam perjalanan mereka ke Sikhem.

Tiga lokasi ini saling berurutan secara geografis, dengan singkat menunjukkan bahwa kejahatan Israel meluas ke seluruh negeri. Tidak hanya cakupan geografis, tetapi juga seluruh populasi. Nabi Hosea berkata, 「Di antara kaum Israel telah Kulihat hal-hal yang mengerikan;」 (Aku melihat hal-hal yang keji di rumah Israel) (ayat 10a). Sebutan 「kaum Israel / rumah Israel (house of Israel)」 adalah istilah umum yang mencakup Efraim, Israel, dan Yehuda. Nabi Hosea merujuk pada kenyataan bahwa seluruh umat itu dan seluruh negeri telah melanggar perjanjian dengan Allah. Dan yang lebih mengerikan adalah umat Allah tidak tahu bahwa berbuat dosa kejahatan dapat terjerat dalam belitan dosa, dosa seperti tentakel cumi-cumi di laut, sulit untuk melepaskan diri darinya ketika disentuh.

Renungkan:
Pulang ke rumah adalah keputusan untuk berbalik, bukan tindakan satu kali, tetapi merupakan proses praktik yang berkelanjutan; ini bukan ketaatan dangkal di kulit luar atau kepatuhan yang setengah-setengah parsial, tetapi pertobatan yang total komprehensif dan mendalam. Apakah Anda terus berputar kembali setiap hari? Apakah putaran berbalik dari Anda menyeluruh dan komprehensif?


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Hosea 5:15-6:3

「Berbalik adalah Jalan yang Diberkati」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 5:15-6:3 [ITB])
5:15 Aku akan pergi pulang ke tempat-Ku, sampai mereka mengaku bersalah dan mencari wajah-Ku. Dalam kesesakannya mereka akan merindukan Aku: 6:1 「Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita. 2 Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya. 3 Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.」

Nabi Hosea berseru memanggil umat untuk bertobat dan kembali serta mencari pengenalan akan Allah. Ayat Hos. 5:15 secara struktur merupakan titik balik antara paragraf depan dan belakang, lalu dalam paragraf pendek ayat 1-3 muncul kata-kata kerja seperti 「mari」 (6:1a), 「menerkam」 (6:1b), 「menyembuhkan」 (6:1c) dan 「menghidupkan」 (6:2a) memiliki kemiripan dengan 5:12-15, yang mengingatkan kita pada lagu pertobatan, yang merupakan tangapan sepenuh hati atas ketetapan Allah yang diberitakan di depan.

Pertobatan (ayat 1) dan pengenalan akan TUHAN (Yahweh) (ayat 3) adalah klimaks yang tiba-tiba muncul dalam serangkaian atmosfer yang tertekan, dan orang Israel dapat melihat secercah cahaya dari lembah kegelapan yang dalam. Satu-satunya cara bagi orang Israel untuk disembuhkan, dan selamat adalah dengan bertobat dan kembali ke pelukan TUHAN (Yahweh). Apakah seruan agar pulang kembali ke rumah adalah monolog nabi Hosea kepada bangsa Israel, harapan pribadinya, atau merupakan kesedian umat yang mau menanggapi panggilan Hosea untuk pulang kembali? Entah apakah itu asumsi nabi Hosea sendiri atau orang-orang telah memberikan tanggapan atas inisiatif mereka sendiri, namun tampaknya tindakan 「pulang kembali」 ini belum sepenuhnya terrealisasi pada saat ini. Namun pulang ke rumah selalu merupakan satu-satunya cara, dan ini adalah awal dari berkat.

Nabi Hosea mengingatkan orang Israel bahwa hukuman TUHAN bukan hendak membuat mereka punah, dan tujuan akhir masih untuk menyembuhkan. Allah akan melakukan pembedahan pada orang Israel yang sakit parah, pembedahan ini akan merobek kulit dan daging, tetapi tidak untuk menyakiti, tetapi proses penyembuhan yang tak terhindarkan. Di zaman kuno jika penyakit dapat disembuhkan dalam tiga hari maka itu adalah proses yang singkat, tidak perlu ditakuti. Oleh karena itu, nabi Hosea mengatakan 「Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita」 (2a) untuk menggambarkan bahwa proses penderitaan itu sebagai yang berjangka sangat pendek. Jika Israel bertekad untuk meninggalkan jalan menyimpang dan kembali kepada TUHAN, mereka akan seperti tulang-tulang kering yang dibangkitkan seperti nubuat Yehezkiel, juga akan seperti Yunus dibangkitkan tiga hari setelah di dalam perut ikan.

Janji kepada yang mau melepaskan akan mendapatkan, yang mati akan dibangkitkan, dapat direalisasikan pada mereka yang bersedia untuk meninggalkan jalan mereka sendiri dan kembali ke pelukan Allah. Ini tentu saja termasuk orang-orang yang tidak percaya dan orang Kristen. Kembali kepada Allah dan pulang ke pelukan-Nya, akan lebih dalam mengalami pendewasaan kehidupan yang dibangkitkan dari mati. Rasul Paulus menyaksikan: 「Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,」 (Filipi 3:10). Ternyata semakin kita mati terhadap dosa dan terhadap diri kita sendiri, semakin kita menyadari kekuatan kebangkitan Yesus Kristus; semakin kita rela melepaskan diri, semakin banyak yang akan kita dapatkan, jika kita mau melepaskan beban berat, kita akan lebih sadar akan ringannya di dalam Kristus. Setiap kali meletakkan berserah, selaku akan mendapatkan yang penuh kejutan. Melangkah pulang semakin dekat ke gerbang rumah, maka akan lebih merasakan betapa hangatnya tangan kasih Allah. Ada pepatah: 「berada di rumah seribu hari penuh sukacita, berada di luar setengah hari penuh derita」. Semoga kita semua mendengarkan panggilan Tuhan dan kembali ke pelukan-Nya, karena berputar kembali adalah satu-satunya cara untuk diberkati.

Renungkan:
Mari kita gunakan pujian 「Lembut suara Yesus menanggil」 (Softly and Tenderly) sebagai meditasi dan tanggapan kita hari ini. 「Pulang, pulang, yang sedih dan tak punya rumah, … lembut dan tulus suara Yesus memanggilmu, pulang, dan memintamu untuk pulang!」


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.