「Jumlah orang dan bertambah berkurang」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Bil. 26:1-4 [ITB])
1 Sesudah tulah itu berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan kepada Eleazar, anak imam Harun: 2 「Hitunglah jumlah segenap umat Israel, yang berumur dua puluh tahun ke atas menurut suku mereka, semua orang yang sanggup berperang di antara orang Israel.」 3 Lalu berkatalah Musa dan imam Eleazar kepada mereka di dataran Moab, di tepi sungai Yordan dekat Yerikho: 4 「Hitunglah jumlah semua orang yang berumur dua puluh tahun ke atas!」 – seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.

Bilangan 26 mencatat penghitungan jumlah orang Israel yang kedua kali, tiga puluh delapan setengah tahun telah berlalu sejak penghitungan pertama (pasal 1). Beberapa poin yang akan dijelaskan di sini:
• Perintah menghitung jumlah segenap umat Israel: dua penghitungan semua adalah atas perintah dari TUHAN (Yahweh), tetapi orang yang bertindak sebagai penanggung jawab utama berbeda, yang pertama adalah Musa dan Harun, dan dalam penghitungan kedua adalah Musa dan imam besar Eleazar, anak laki-laki Harun, karena Harun telah meninggal dunia pada bulan kelima tahun itu. Penghitungan yang pertama kali di padang gurun Sinai, dan yang kedua kali di dataran Moab, di tepi Sungai Yordan di seberang Yerikho, yang merupakan pintu gerbang Tanah Perjanjian.
• Bertambah dan berkurang jumlah orang dalam masing-masing suku: penghitungan yang kedua kali ini adalah menghitung laki-laki berusia di atas 20 tahun yang bisa pergi berperang. Meski jaraknya hampir 40 tahun, namun jumlahnya hampir sama, keduanya 600.000. Namun, ada pertambahan dan berkurangnya jumlah orang dalam masing-masing suku. Tujuh suku yang mengalami peningkatan jumlah orang, terutama suku Manasye yang bertambah jumlah orangnya paling banyak, yang juga memberikan petunjuk awal untuk catatan peristiwa berikutnya. Penurunan jumlah terbesar terjadi pada suku Simeon, yang mungkin terkait dengan insiden Baal-Peor di pasal sebelumnya.
• Dasar untuk pengalokasian tanah: tujuan utama penghitungan yang pertama adalah untuk berperang, dan penghitungan yang kedua tentu saja juga untuk persiapan perang yang akan dihadapi, tetapi juga terutama sebagai dasar pembagian tanah setelah menaklukkan Kanaan. Inilah sebabnya mengapa hanya jumlah laki-laki dari masing-masing suku yang dicantumkan dalam penghitungan pertama, tetapi dalam penghitungan kedua dicantumkan secara rinci nama para kepala kaum dalam masing-masing suku. Kemudian hari, di kitab Yosua benar-benar menggunakan ini sebagai dasar untuk mengalokasikan tanah warisan sesuai dengan jumlah suku dan kaum mereka (Yosua 13-18).
• Nama-nama yang disebutkan secara khusus: di dalam daftar panjang, nama-nama beberapa orang ditambahkan penjelasan secara khusus, (1) Datan dan Abiram dari suku Ruben (ayat 9), karena mereka ikut serta dalam pengkhianatan kelompok Korah, dihukum oleh Allah, ditelan tanah yang terbelah. (2) Er dan Onan, anak-anak Yehuda (ayat 19), keduanya dihukum mati oleh Allah karena kejahatan tidak bersedia memberikan keturunan bagi kakak laki-laki mereka (Kej. 38). (3) Nadab dan Abihu dari suku Lewi (ayat 61), mereka adalah anak-anak imam besar Harun, dihukum mati oleh Allah karena kejahatan mempersembahkan persembahan api asing ke hadapan TUHAN pada saat pelantikan imam (Im. 10). Orang-orang ini semua adalah perwakilan dari kehancuran karena tidak beriman.
Renungkan:
Dalam penghitungan kedua kali ini, selain dari Kaleb dan Yosua kedua mata-mata yang memiliki iman, tidak satupun dari mereka adalah orang Israel yang sebelumnya dihitung pertama kali oleh Musa dan imam Harun di padang gurun Sinai. sebab TUHAN telah berfirman tentang mereka: 「Pastilah mereka mati di padang gurun」 (ayat 64-65). Penghitungan jumlah orang yang kedua kali ini adalah demi peperangan menaklukkan tanah perjanjian, menunggu generasi yang tidak beriman itu berlalu dahulu, generasi berikutnya yang memiliki iman barulah bisa berperang memenangkan pertempuran dan mendapatkan tanah perjanjian. Empat puluh tahun pengalaman hutan belantara adalah untuk sepenuhnya menghapus semua 「orang yang hatinya jahat, tidak percaya」
Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16
Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.