Tag Archives: Baal-Peor

Bilangan 31:1-2, 7-8

Pembalasan dan kemenangan

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 31:1-2, 7-8 [ITB])
1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 Lakukanlah pembalasan orang Israel kepada orang Midian; kemudian engkau akan dikumpulkan kepada kaum leluhurmu.
7 Kemudian berperanglah mereka melawan Midian, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, lalu membunuh semua laki-laki mereka. 8 Selain dari orang-orang yang mati terbunuh itu, merekapun membunuh juga raja-raja Midian, yakni Ewi, Rekem, Zur, Hur dan Reba, kelima raja Midian, juga Bileam bin Beor dibunuh mereka dengan pedang.

Membaca catatan tentang Bileam di pasal 22-24 dan insiden Baal-Peor di pasal 25, pembaca tidak bisa tidak bertanya: Apakah Bileam baik-baik saja, dia begitu saja kembali ke kampung halamannya? Apakah orang Moab berlalu begitu saja tanpa ada apa-apa? Bilangan 31 hendak menjawab dua pertanyaan ini. Ini adalah masalah penting sebelum kematian Musa, yang juga merupakan perang utama yang terakhir. Di sini kita memperhatikan beberapa poin:

• Perintah kepada orang Israel untuk melakukan pembalasan: di Timur Dekat kuno perang kebanyakan dilancarkan oleh raja-raja, tetapi kali ini dimulai oleh TUHAN (Yahweh), sehingga banyak orang melihat perang ini sebagai perang suci. TUHAN tidak akan membiarkan kejahatan berada dan menyebar, Ia akan menghadapinya, dan itu akan menjadi lebih cepat dan lebih hebat dari yang manusia pikirkan. Dia berpesan kepada Musa untuk lakukanlah pembalasan orang Israel kepada orang Midian (ayat 2), dan terlebih itu adalah menjalankan pembalasan TUHAN terhadap Midian sesuai makna teks bahasa aslinya (ayat 3).

• Panji-panji kemenangan Israel: setiap suku Israel harus mengirim seribu tentara untuk bersama-sama melakukan pembalasan kepada orang Midian, mengungkapkan kesatuan melawan musuh, ini adalah pertempuran seluruh umat Allah. Mengutus imam Pinehas pergi menyertai, di tangannya membawa serta perkakas tempat kudus dan nafiri-nafiri pemberi tanda semboyan, menunjukkan bahwa perang ini bukan hanya perang seluruh umat itu, ada dua belas suku dan suku Lewi, dan TUHAN (Yahweh) sendiri juga turun tangan. Benar saja, Israel mendapatkan kemenangan total, membunuh semua orang laki-laki Midian dan lima raja Midian, serta Bileam bin Beor. Mereka juga menawan perempuan Midian dan sejumlah besar ternak, domba, dan kekayaannya.

• Pemusnahan perempuan Midian yang pernah bersetubuh dengan laki-laki: tanpa diduga, ketika tentara Israel kembali dengan kemenangan, Musa sangat marah karena banyak dari wanita Midian yang pernah menikah ini tidak sedikit yang pernah menggoda orang Israel untuk melakukan kejahatan, sehingga TUHAN (Yahweh) menurunkan tulah dan menyebabkan dua puluh empat ribu orang Israel tewas (Bil. 25). Bagaimana kejahatan itu bisa dibiarkan sekarang? Hanya perawan yang bisa tinggal karena mereka tidak memiliki pengalaman seksual dan tentu saja tidak ikut serta dalam kejahatan Baal-Peor.

Renungkan:
Banyak orang mengira bahwa permintaan Allah kepada Israel untuk memusnahkan orang Moab / Midian terlalu kejam dan terasa sangat salah. Tetapi dari perspektif lain, ini bukan hanya tertuju terhadap orang asing non Yahudi, tetapi merupakan sikap konsisten TUHAN (Yahweh) terhadap dosa. Hukuman yang berat itu karena dosa adalah begitu mengerikan, seperti halnya TUHAN menurunkan api dari langit membakar Sodoma; umat Israel berulang kali memberontak dan dihukum di padang gurun (termasuk tulah, ular api, insiden anak lembu emas, dll.); bahkan generasi pertama keluaran dari Mesir hanya Kaleb dan Yosua yang dapat memasuki tanah perjanjian, yang lainnya termasuk Musa, Harun dan Miryam semuanya jatuh di padang gurun karena ketidakpercayaan, tidak beriman dan pemberontakan. Kelak penghakiman Allah akan dimulai dari rumah Allah, jadi bukankah sepatutnya kita sangat waspada?


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 25:6-9

「Dosa zina dan cemburu terhadap dosa」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 25:6-9 [ITB])
6 Kebetulan datanglah salah seorang Israel membawa seorang perempuan Midian kepada sanak saudaranya dengan dilihat Musa dan segenap umat Israel yang sedang bertangis-tangisan di depan pintu Kemah Pertemuan.
7 Ketika hal itu dilihat oleh Pinehas, anak Eleazar, anak imam Harun, bangunlah ia dari tengah-tengah umat itu dan mengambil sebuah tombak di tangannya, 8 mengejar orang Israel itu sampai ke ruang tengah, dan menikam mereka berdua, yakni orang Israel dan perempuan itu, pada perutnya. Maka berhentilah tulah itu menimpa orang Israel.9 Orang yang mati karena tulah itu ada dua puluh empat ribu orang banyaknya.

Insiden Baal-Peor mencapai klimaksnya karena kemunculan dua orang, tetapi juga tiba-tiba berhenti. Kedua orang ini adalah Zimri dari suku Simeon dan dan Pinehas dari suku Lewi. Mereka juga meletakkan nada fondasi bagi masa depan kedua suku ini.

• Umat itu berzina. Karena strategi licik Bileam, orang Israel digoda oleh wanita Moab dan berzina dengan mereka. Bil. 25:1 mulailah bangsa itu berzinah dengan perempuan-perempuan Moab, memakai kata zōnâ, tepat seperti yang dipakai dalam larangan Allah di Keluaran 34:15 Janganlah engkau sampai mengadakan perjanjian dengan penduduk negeri itu; apabila mereka berzinah (zōnâ) dengan mengikuti allah mereka dan mempersembahkan korban kepada allah mereka, maka mereka akan mengundang engkau dan engkau akan ikut makan korban sembelihan mereka Jelas bahwa orang Israel melakukan perzinaan dengan wanita Moab, bersama mereka menyembelih hewan kurban, menikmati kurban bersama-sama, bahkan sujud menyembah allah mereka, walau mungkin tidak mengadakan akad perjanjian secara resmi, tetapi secara kenyataan akadnya sudah dibuat.

• Pemimpin menanggung kesalahan. TUHAN (Yahweh) memerintahkan Musa untuk menghukum para pemimpin umat itu karena tidak menggunakan kekuasaan mereka untuk menghentikan kejahatan ini. Terlebih menuntut agar hakim Israel menghukum mati semua orang yang berpasangan dengan Baal-Peor. Berpasangan (menyatukan diri) (nāṣad, ayat 3, 5) juga dapat diterjemahkan sebagai memberikan diri menjadi milik, arti asli dari kata kerja tersebut memiliki arti memikul kuk beban, membatasi (yoke, ESV), yang dapat menunjuk kepada arti menjadikan diri sebagai milik seseorang untuk menaatinya, setia kepada (aligned, HCSB).

• Masih ada orang yang melakukan provokasi. Bahkan ada seorang Israel di depan mata Musa dan segenap umat Israel, secara terbuka membawa seorang wanita Midian kepada kepada sanak saudaranya (ayat 6). Dia tidak menghiraukan bahwa murka Allah telah bangkit, tidak menghiraukan Musa dan orang-orang sedang menangis atas kejahatan ini, dan bahkan tidak peduli pada saat itu 24.000 orang telah meninggal karena tulah. Ayat suci Alkitab tiga kali menyebutnya seorang Israel, yang juga dapat diterjemahkan sebagai seorang pria Israel (ayat 6, 8, 14), inilah satu perusak yang mencelakai seluruh komunitas umat.

• Imam berperang melawan dosa. Pada saat ini, Pinehas yang pemberani mengambil tombak dan mengikuti kedua orang, kedua orang itu masuk ke dalam tenda, ia menusuk mereka bersama-sama, barulah tulah itu berhenti. Kitab suci berbicara tentang Pinehas (lihat ayat 11 Pinehas, anak Eleazar, anak imam Harun, telah menyurutkan murka-Ku dari pada orang Israel, oleh karena ia begitu giat membela kehormatan-Ku (qānā’) di tengah-tengah mereka, sehingga tidaklah Kuhabisi orang Israel dalam cemburu-Ku (qin’ah)) , empat kali berturut-turut mengatakan bahwa ia giat membela kehormatan (qānā’) (mandarin sebagai cemburu atas kejahatan, KJV sebagai zealous), atau lebih baik diterjemahkan sebagai membenci perselingkuhan ketidaksetiaan, sama seperti TUHAN (Yahweh) membenci perselingkuhan ketidaksetiaan (cemburu). Demi Allahnya, Pinehas membenci perselingkuhan ketidaksetiaan (cemburu), ia telah mengadakan pendamaian bagi orang Israel (ayat 13).

(Tambahan penerjemah: bandingkan dengan ITB. Makna yang disampaikan tambah jelas dan kaya.
he was zealous among them with My zeal HCSB,
ia cemburu dengan kecemburuan-Ku di tengah-tengah mereka IMB,
he was jealous with My jealousy among them ESV;
he was zealous for my sake among them, … in my jealousy KJV)

Renungkan:
Mendiang Presiden AS JF Kennedy berkata: Menilai karakter suatu negara, tidak hanya melihat seperti apa rakyat yang dihasilkan dari pembinaan, tetapi juga harus melihat orang seperti apa yang dipilih rakyatnya untuk diberi penghormatan, dan orang seperti apa yang yang mereka kenang.
Pinehas sama seperti TUHAN (Yahweh) membenci ketidaksetiaan (cemburu), TUHAN membuat perjanjian dengan dirinya, bahwa keturunannya akan selalu melayani sebagai imam. Sebaliknya, suku Simeon yang diwakili oleh Zimri di kemudian hari menghilang dari panggung sejarah, sangat membuat orang menghela napas.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.