「Akibat tanpa pengajaran」
Oleh Dr. Wong Tin-yat
Alliance Bible Seminary H.K.
(Hak. 2:6-13 [ITB])
6 Setelah Yosua melepas bangsa itu pergi, maka pergilah orang Israel itu, masing-masing ke milik pusakanya, untuk memiliki negeri itu. 7 Dan bangsa itu beribadah kepada TUHAN sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua, dan yang telah melihat segenap perbuatan yang besar, yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel. 8 Dan Yosua bin Nun, hamba TUHAN itu, mati pada umur seratus sepuluh tahun; 9 ia dikuburkan di daerah milik pusakanya di Timnat-Heres, di pegunungan Efraim, di sebelah utara gunung Gaas.
10 Setelah seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel. 11 Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka beribadah kepada para Baal. 12 Mereka meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, lalu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa di sekeliling mereka, dan sujud menyembah kepadanya, sehingga mereka menyakiti hati TUHAN.
13 Demikianlah mereka meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada Baal dan para Asytoret.
Hal yang disebutkan dalam perikop sebelumnya di atas adalah kunci sukses tidaknya masyarakat Israel, sangat berharga untuk melanjutkan merenungkan ayat 6. Mengapa berkata demikian?
Yosua disebutkan lagi di awal ayat 2:6. Sebenarnya, di awal pasal 1 telah dicatat 「Sesudah Yosua mati」, tetapi di ayat 6 ini mengulang kembali ke keadaan ketika Yosua masih hidup. Apa gunanya? Apakah itu penting?
Penulis 《Kitab Hakim-hakim》 sengaja menggunakan frasa 「Setelah Yosua melepas …」 (yakni dahulu ketika Yosua melepas …) untuk memikirkan kembali situasi bangsa Israel ketika Yosua masih memimpin mereka, agar secara serius menghadapi dan merenungkan mengapa seluruh komunitas jatuh dalam keterpurukan seperti ini.
Seperti apa komunitas Israel ketika Yosua masih hidup? 「Pergilah orang Israel itu, masing-masing ke milik pusakanya, untuk memiliki negeri itu」 (ayat 6), 「bangsa itu beribadah kepada TUHAN」 (ayat 7), kedua ayat ini penting, mengulangi isi Yosua 24:28-31. Penulis 《Kitab Hakim-hakim》 di awal kitab telah mengulang isi dari 《Kitab Yosua》 tersebut, tujuannya adalah agar orang Israel melihat pada zaman Yosua, kalian semua mengabdi kepada Allah; lalu setelah era Yosua, awalnya bagus, tetapi kenapa sekarang begini keadaannya? Inilah tema yang sangat menarik:
Sebuah kelompok yang menurun, bukannya tanpa sebab!
Ayat 2:8-13 membuat kita melihat masalah orang Israel ── menyembah berhala, melayani Baal. Namun, jika dilihat lebih jelas, apakah hal yang paling salah bagi orang Israel?
Generasi sebelumnya tidak melakukan pekerjaan dengan baik dalam hal mengajar!
Mengapa bisa mengatakan demikian?
Ayat 10 mencatat, 「bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel.」
Pada zaman Yosua, orang-orang melayani Allah, dan para tua-tua juga mengalami hal-hal besar yang Allah lakukan – meninggalkan Mesir, menyeberangi Laut Merah, dan bahkan bagaimana orang Israel memasuki Kanaan. Semua ini dapat dikatakan sebagai sejarah yang dimiliki bersama oleh komunitas Israel. Namun, mengapa generasi berikutnya 「yang tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel」?
Ulangan 6 mengingatkan kita bahwa pendidikan agama orang Israel sebenarnya sangat baik; 「Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu …」 Ulangan 6:6 menetapkan tanggung jawab generasi yang sebelumnya agar mengajarkannya kepada generasi penerus, jika demikian, sebenarnya tidak ada alasan bagi generasi baru untuk 「tidak mengenal」, bukankah demikian? Tanggung jawab siapa ini? Tampaknya dapat dikatakan bahwa generasi Israel sebelumnya dan bahkan para penatua yang 「perbuatan yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel」 (ayat 7) tidak mengambil tanggung jawab untuk mengajar generasi berikutnya dengan setia.
「Teori pengetahuan」 seseorang sering kali dapat menentukan perilaku etis dan manifestasi dalam hidupnya. Penulis Alkitab dengan jelas menunjukkan kepada kita dalam ayat ini – mereka yang 「mengenal, melihat」 perbuatan Allah, mereka 「melayani TUHAN」 menjadi hamba Allah; lalu orang-orang yang 「tidak tahu」? Mereka terjebak dalam penyembahan berhala, dengan kata lain, warisan iman dari generasi ke generasi, 「pengajaran」 ke generasi berikutnya masih sangat penting!
Renungkan:
Bangsa Israel yang tercatat dalam 《Kitab Hakim-hakim》 pasal 2 telah menghancurkan warisan tradisi baik mereka karena kurangnya pengajaran. Masalah generasi baru Israel bukan tentang kesetiaan, tetapi mereka sama sekali tidak melayani Allah. 「Kehancuran」bukanlah peristiwa instan, tetapi saat kita mundur,「kehancuran」ini akan muncul kapan saja!
Apakah kita sudah melakukan pekerjaan dengan baik dalam mengajar generasi berikutnya? Ini bukan hanya masalah pendeta di gereja, bahkan lebih penting adalah pendidikan iman kita dalam keluarga.
Renungan pemahaman Kitab Hakim-hakim
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hakim-hakim ditulis oleh Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) dipublikasi pada bulan April 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
