Tag Archives: Pengabaran Injil

2 Timotius 4:2, 5-7

「Baik atau tidak baik waktunya, harus memberitakan Injil」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Tim. 4:2, 5-7 [ITB])
2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. 7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman kalimat ini sangat akrab terdengar, tetapi sering dikutip di luar konteks, menggambarkan diri sendiri menyelesaikan berbagai jalan dalam kehidupan, seni, politik, bisnis, dll. Maksud sebenarnya dari Paulus adalah mengacu pada jalan yang ia selesaikan sepanjang hidupnya untuk memberitakan Injil dan menuntun orang kepada Tuhan. Ayat 4:6 teks aslinya memiliki kata karena: karena pertandingan hidup penginjilan Paulus sudah selesai ia jalankan, maka dia harus menyerahkan tongkat estafet kepada Timotius untuk terus bekerja keras memberitakan Injil kabar bahagia (4:2, 5). Perjanjian Baru sebenarnya sangat jelas bahwa hal terpenting dalam hidup adalah memberitakan Injil dan memimpin orang kepada Tuhan.

Tidak peduli baik atau tidak baik waktunya, harus memberitakan kabar bahagia Injil, selalu konsentrasi segenap hati. Pendeta Andrew Leung, hidupnya adalah gambaran terbaik dari kalimat ini. Setelah lulus dari Alliance Bible Seminary, dia awalnya ingin pergi ke barat laut Cina memberitakan Injil, tetapi pada saat itu dia tidak dapat lagi melakukan pelayanan misi ini. Kemudian, karena masalah teknis, dia tidak dapat pergi ke Indonesia, akhirnya, dia pergi ke Vietnam.

Pada tahun 1960-an, dia membawa seluruh keluarga pergi ke Vietnam untuk misi. Dalam waktu kurang dari dua tahun, perang meletus di Vietnam. Saat itu, anak-anaknya tidak bisa bersekolah di Vietnam, sehingga mereka hanya bisa tinggal di Hong Kong dan diurus oleh sanak saudara. Pendeta Leung dan Istri memilih tinggal di Vietnam untuk mengabdi, dan mereka juga membuka panti asuhan untuk mengurus jumlah besar anak yatim piatu akibat perang.

Dia berada di Vietnam selama sekitar sepuluh tahun dan mengalami semua jenis kesulitan yang tak terbayangkan. Tidak peduli baik atau tidak baik waktunya, harus memberitakan Injil. Putranya kemudian bersaksi: Saya dengan mata sendiri melihat ayah saya tidak pernah mengeluh di dalam semua perubahan yang terjadi dan penderitaan ini; Tidak peduli bagaimana Tuhan memimpin, dia mengikuti dan patuh dengan rela. Selama perang, sebuah panti asuhan tiga lantai tiba-tiba runtuh dalam satu malam, selusin anak yatim dan seorang guru dari Hong Kong kehilangan nyawa, pendeta Leung dan istrinya terhimpit oleh reruntuhan. Setelah itu, dia tetap terus tinggal di Vietnam untuk menggembalakan gereja.

Hidupnya tidak pernah berhenti, ia telah memberitakan Injil kabar bahagia di mana-mana dan mendirikan gereja-gereja. Dia pernah melayani di Hong Kong, Vietnam, New York, Suriname dan Panama di Amerika Tengah dan Selatan. Dia berusia 90-an masih memberitakan Injil kabar bahagia di Panama, setiap kali dia memilih untuk pergi ke situasi yang paling sulit, merintis belantara atau menanggung kesulitan demi membangun gereja. Begitu situasi gereja stabil, dia meminta untuk dikirim keluar untuk merintis belantara dan membangun gereja lain.

Renungkan:
Dalam kehidupan Pendeta Andrew Leung, mengikuti teladan rasul Paulus, ia memastikan untuk memberitakan Injil tidak peduli baik atau tidak baik waktunya. Apakah Anda bersedia untuk meniru Paulus? Tidak peduli seberapa sibuk Anda di setiap tahap kehidupan Anda, pekerjaan, keluarga , atau belajar, walau menghadapi seberapa banyak kesulitan diri Anda sendiri dan yang ada dalam masyarakat, apakah Anda bersedia untuk mengutamakan memberitakan Injil?


Renungan pemahaman Surat 2 Timotius

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Timotius ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


1 Tesalonika 2:13-16

「Firman Kebenaran Allah」
Oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Tes. 2:13-16 [ITB])
13 Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi–dan memang sungguh-sungguh demikian–sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya. 14 Sebab kamu, saudara-saudara, telah menjadi penurut jemaat-jemaat Allah di Yudea, jemaat-jemaat di dalam Kristus Yesus, karena kamu juga telah menderita dari teman-teman sebangsamu segala sesuatu yang mereka derita dari orang-orang Yahudi. 15 Bahkan orang-orang Yahudi itu telah membunuh Tuhan Yesus dan para nabi dan telah menganiaya kami. Apa yang berkenan kepada Allah tidak mereka pedulikan dan semua manusia mereka musuhi, 16 karena mereka mau menghalang-halangi kami memberitakan firman kepada bangsa-bangsa lain untuk keselamatan mereka. Demikianlah mereka terus-menerus menambah dosa mereka sampai genap jumlahnya dan sekarang murka telah menimpa mereka sepenuh-penuhnya.  

Sebelumnya Paulus berkata, Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh (1:5a), sehingga ada orang yang karena ayat ini salah paham maksud Paulus, berpikir bahwa ia mempertentangkan kata-kata dengan kekuatan Roh Kudus, penginjilan hanya butuh mengandalkan kekuatan Roh Kudus saja, tidak penting kata-kata (tidak peduli firman Allah atau kata-kata manusia). Paulus bukanlah menyuruh kita memilih satu dari antara kata-kata atau kekuatan. Apa yang dia katakan adalah bukan hanya dengan kata-kata saja, bukan tidak usah peduli kata-kata. Tanpa Firman Tuhan, dan tidak memakai mulut manusia menyampaikan Firman, Injil kabar gembira ini tidak dapat diberitakan meluas.
Paulus terus-menerus menekankan bahwa sebagai pemberita kabar gembira, yang ia beritakan di antara orang-orang percaya adalah Injil Allah, yang juga adalah firman kebenaran dari Allah.

Ayat 2:13, Paulus melanjutkan ayat 1:2 yakni pujian dan ucapan terima kasihnya kepada Allah atas orang Tesalonika karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi sebagai firman Allah, dan memang sungguh-sungguh demikian, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya
. Dia memberitakan Firman kebenaran Tuhan di antara mereka, dan mereka telah menerimanya dan membenarkan bahwa itu adalah Firman Tuhan, bukan firman manusia. Frasa sebagai firman Allah memiliki dua makna: 1) itu adalah sumber dari yang kudus ilahi, meskipun kata-kata ini disampaikan melalui mulut manusia, tetapi itu berasal dari Allah, bukan dibuat oleh manusia. 2) Isinya adalah yang kudus ilahi, kata-kata yang disampaikan adalah perkataan yang benar tentang Allah.
Karena Allah menyelamatkan manusia dengan cara yang bodoh di mata dunia, banyak orang menolak doktrin salib dan tidak mengenalinya sebagai Firman Allah. Orang Tesalonika tidak membuang doktrin salib, dan dengan tulus percaya bahwa itu berasal dari Firman Tuhan, itu sangat berharga. Keyakinan mereka sangat mengagumkan. Untuk hal ini maka Paulus berterima kasih kepada Tuhan.

Sebagai seorang guru, saya sering berterima kasih kepada teman-teman yang di kelas yang telah berkonsentrasi untuk mendengarkan, belajar dengan serius, sehingga bertumbuh dalam pengetahuan dan kehidupan, mereka telah menginformasikan bahwa misi saya sebagai seorang guru telah tercapai. Sebagai pemimpin eksekutif, saya sering berterima kasih kepada tim rekan kerja saya, tanpa mereka yang bersedia dipimpin, saya tidak akan bisa memimpin. Syarat dari kepemimpinan (leadership) adalah kesediaan dipimpin (followership). Hubungan antar personal selalu timbal balik dan jarang yang satu arah; guru membantu siswa itu sudah seharusnya, tetapi siswa juga perlu membantu guru memenuhi misi guru (dengan demikian siswa barulah dapat memenuhi misi murid). Untuk itu, kita harus saling berterima kasih atas bantuan pihak terkait.

Orang Tesalonika percaya bahwa Paulus memberitakan Firman Allah, tentu saja itu adalah demikian. Sebagai akibatnya, Firman ini memiliki efek yang sepatutnya ada dari Firman Allah, yakni menghasilkan kekuatan di dalam dan di antara mereka, mengubah hidup mereka, juga membangun komunitas yang memiliki kemampuan memberi kesaksian.
Namun, percaya kepada Yesus tidak selalu membawa berkah, terutama dalam suasana yang tidak bersahabat terhadap orang Kristen. Menjadi seorang Kristen harus siap untuk membayar harganya. Inilah yang terjadi pada orang Tesalonika. Seperti yang disebutkan sebelumnya, mereka dalam kesusahan besar (1:16) dan menghadapi tekanan kuat dari orang-orang Yahudi dan pemerintah Romawi. Paulus memberitahu mereka bahwa situasi seperti itu tidak mengejutkan, mereka tidak perlu mengeluh bahwa apa yang mereka alami itu sangat buruk, dan bersungut-sungut kepada Tuhan, mengapa Engkau memilih saya? Karena banyak orang-orang Kristen di tempat lain menghadapi keadaan yang sama. Sebab kamu, saudara-saudara, telah menjadi penurut jemaat-jemaat Allah di Yudea, jemaat-jemaat di dalam Kristus Yesus, karena kamu juga telah menderita dari teman-teman sebangsamu segala sesuatu yang mereka derita dari orang-orang Yahudi (2:14)
Paulus sering mengaitkan iman dengan penderitaan, Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia (Flp. 1:29). Menderita untuk Tuhan adalah salah satu konsekuensi alami dari kasih karunia. Perkataan Paulus adalah berdasarkan perkataan Yesus Kristus kepada para murid sebelum kematiannya (Yoh. 15:18-20), dan juga merupakan ringkasan dari pengalaman Paulus dalam melayani gereja di berbagai tempat yang berbeda.

Menerima firman Allah membuat orang menerima rahmat anugerah, dan orang yang menerima rahmat anugerah akan menderita bagi Kristus.

Renungkan:
Apa yang diberitakan oleh kekristenan adalah Firman kebenaran dari Allah. Firman Allah menekankan sumber asal dari Firman itu, yakni wahyu yang dinyatakan oleh Allah kepada manusia, jadi itu adalah 100% kebenaran. Sumber asal lebih merupakan kunci krusial daripada konten, siapa yang berbicara mendahului (lebih menentukan) daripada apa yang dibicarakan. Jika sumber asal dari pesan beritanya benar, tidak perlu khawatir apakah isi kontennya dapat dipercaya kebenaran atau kebohongan. Orang percaya di Tesalonika tegas mempercayai Paulus memberitakan Firman Allah, yaitu wahyu dari Allah, menerimanya tanpa keraguan.

Firman Allah tidak hanya merujuk pada seperangkat doktrin tertentu, tetapi Firman Allah juga kepada Yesus Kristus, karena Ia adalah Sabda Allah yang menjelma. Sabda Allah adalah Allah sendiri, yang memanifestasikan diri-Nya datang ke dunia dalam tubuh daging manusia. Karena itu, Yesus Kristus menyatakan bahwa Dia adalah jalan, kebenaran, dan kehidupan. Mengabarkan Firman Allah adalah memberitakan kabar bahagia tentang Yesus Kristus; dan yang menerima Firman Tuhan adalah percaya taat mengikuti Yesus Kristus, membangun hubungan dengan-Nya, sehingga kehidupan diubah. Karena itu, percaya kepada Firman Tuhan tidak hanya mendapatkan kebenaran, tetapi juga mengubah hidup, dan juga diubah jalan kehidupan.

Saya percaya pada Yesus, saya mengikuti Yesus, dan saya menghidupi Yesus, Dia adalah Sang Firman Allah.


Renungan pemahaman Surat 1 Tesalonika

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Tesalonika ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín)) yang dipublikasi pada bulan Maret 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

04 Maret – RABU MINGGU PERTAMA PRA-PASKAH. Berpaling dari Jalan Mereka yang Jahat

Oleh
Dr Philip Satterthwaite
Lecturer in OT and Biblical Interpretation
Biblical Graduate School of Theology
Penerjemah: Team WMC

Yunus 3:1-10

1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian: 2 “Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu.”
3 Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. 4 Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.”
5 Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung. 6 Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.
7 Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: “Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. 8 Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya. 9 Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa.”
10 Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya.

Renungan

Yunus adalah nabi paling sukses yang pernah ada! Dia menyatakan satu pesan singkat “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan” dan rakyat Niniwe percaya apa yang ia katakan. Terlebih lagi, sang raja menyatakan sebuah puasa massal, mendesak seluruh warga untuk mencari Allah dengan penuh penyesalan. Bahkan hewan sekalipun mengenakan pakaian kabung! Bangsa Niniwe berpaling dari perilaku mereka yang jahat. Allah memperhatikan pertobatan mereka dan penghakiman yang diancamkan tidak terjadi. Jika saja bangsa Israel mendengarkan nabi Allah dengan cara yang sama, dan bukannya malah mengacuhkan atau tidak mempercayai kata-kata mereka! Yunus adalah seorang nabi yang sukses secara spektakuler.

Tetapi anda harus membaca keseluruhan sisa kitab Yunus untuk mengerti teks hari ini. Yunus membenci fakta akan keberhasilannya. Warga Niniwe adalah bangsa Asyur, musuh Israel yang paling mematikan. Yunus tidak pernah menginginkan Niniwe untuk mengalami anugerah Allah (4:2). Dia melarikan diri ketika panggilan Allah pertama kali menghampirinya (1:1-3), dan Allah harus mengirimkan sebuah badai lalu seekor ikan untuk membawanya kembali (1:4, 17; 2:10). Dia hanya melaksanakan panggilan Allah ketika ia melihat bahwa tidak tersedia lagi alternatif (3:1-3). Yunus adalah seorang nabi yang sukses, tetapi pada saat yang sama juga adalah seorang yang paling enggan dan penuh kemarahan!
Bahkan ketika bangsa Niniwe telah bertobat, Yunus berkemah dekat kota (4:5), sepertinya berharap bahwa Allah masih akan menjalankan ancaman penghakiman. Catatannya berakhir dengan Allah mengonfrontasi Yunus (4:9-11): siapa engkau, Yunus, yang memutuskan siapa yang harus Aku ampuni? Jika Aku memilih untuk menunjukkan belas kasihan bahkan kepada musuh-musuh Israel, pantaskah engkau menghalangi? Di akhir kitab, seluruh rakyat Niniwe bertobat, tetapi masih tersisa satu pria yang harus meninggalkan sikap kekerasan hatinya dan berpaling dari jalannya yang jahat. Ironisnya, orang itu adalah nabi Yunus sendiri.

Doa
Tuhan, ampuni kami ketika kami melayani-Mu dengan enggan, hanya karena sebuah perasaan keterpaksaan, dan bukan karena kami merindukan apa yang Engkau rindukan. Di mana kami menolak kehendak-Mu dan menggerutu di dalam sikap-sikap kami terhadap mereka yang Engkau panggil untuk kami layani, di dalam belas kasih-Mu mohon sembuhkan dan transformasikan hati-hati kami. Kami memohonkannya di dalam nama Yesus. Amen.

Tindakan

Apakah ada orang atau kelompok masyarakat yang engkau sisihkan secara mental di dalam pemikiranmu tentang kerajaan Allah? Mereka yang secara pribadi anda anggap sebagai orang-orang yang tidak dapat dijangkau oleh injil, mungkin bahkan tidak pantas untuk menerima Kristus? Apa yang dapat anda ubah dari sikap anda ini? Apakah Allah memanggil anda untuk menjangkau orang-orang ini?

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

Filipi 1:6-8

「Bersama Mendapat Bagian Kasih Karunia」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Fil. 1:6-8 [ITB])
6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.
7 Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil.
8 Sebab Allah adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian.

Tiga ayat perikop ini melanjutkan paragraf sebelumnya, melengkapi rasa syukur Paulus di awal surat, dan khususnya penjelasan tambahan tentang rasa syukur yang dinyatakan dalam ayat 1-5.

Pertama-tama, ayat 6 menyatakan keyakinan di balik rasa syukur Paulus, tetapi ia tidak secara langsung menunjuk kepada pekerjaan Allah pada diri orang percaya, sebaliknya, ia menggunakan partisip (kata sifat yang berasal dari kata kerja) untuk menggambarkan Dia yang memulai pekerjaan di antara orang percaya. Fokusnya bukan pada pribadi Allah tetapi pada apa yang Dia lakukan di antara orang percaya. Dengan cara ini, Paulus menunjukkan bahwa kita dapat berperan serta dalam pelayanan Injil, bukan karena kemampuan kita sendiri, atau karena kita memiliki keinginan untuk melayani secara sukarela, tetapi bahwa Allah bekerja di antara kita terlebih dahulu. Keyakinan ini sangat penting dalam iman kita, karena jika bukan Tuhan yang bekerja, usaha kita sendiri mungkin tidak efektif, tetapi jika Tuhan bekerja, meskipun kadang-kadang kita belum melihat hasilnya untuk sementara waktu, kita tetap bisa percaya bahwa akan selesai di waktu Tuhan. Kita dapat bersyukur adalah karena Allah ada di antara kita, dan membuat kita dapat ambil bagian berpartisipasi dalam pekerjaan-Nya.

Frasa di antara kamu dengan akurat mencerminkan maksud asli perikop Kitab Suci ini agar pembaca mengingat bagaimana Allah memberitakan Injil kepada jemaat Filipi melalui Paulus, agar Injil berakar kuat di kota bangsa asing di Makedonia ini, bertumbuh di bawah penganiayaan, dan seluruh komunitas berpartisipasi dalam pekerjaan mengembangkan kemajuan Injil. Pelayanan Injil tidak bisa menjadi pekerjaan satu orang, tetapi merupakan saksi dari seluruh komunitas orang percaya. Poin penting ini akan diangkat berkali-kali dalam Surat Filipi.

Dalam 1:7-8, sekali lagi Paulus menunjukkan isi hatinya terkait jemaat Filipi, dan relasi yang intim ini adalah dua arah, karena kamu senantiasa ada di dalam hatiku juga dapat diterjemahkan sebagai aku senantiasa ada di dalam hatimu. Dalam pemahaman terjemahan yang pertama kamu senantiasa ada di dalam hatiku, Paulus mungkin hendak menyatakan bahwa di dalam hatinya ia tahu bahwa ia melakukan pelayanannya karena adanya dukungan dari gereja Filipi, jadi gereja Filipi juga merupakan bagian dari kasih karunia yang diterima Paulus dalam pelayanannya. Jika dalam pemahaman terjemahan yang kedua aku senantiasa ada di hatimu, Paulus sedang menunjukkan bahwa gereja Filipi ingat pelayanan Paulus, dan memberikan dukungan finansial serta doa kepada Paulus, mereka sungguh nyata telah berpartisipasi ambil bagian dalam kasih karunia pelayanan ini. Bagaimanapun, kedua kalimat terjemahan ini mengungkapkan hubungan yang erat antara Paulus dan orang-orang percaya, serta menggemakan pemikiran dan doa syafaat yang konstan tiada henti, yang dinyatakan dalam ayat sebelumnya 1:3-4.

Renungkan:

Bagaimana hubungan kita dengan orang percaya lainnya? Jika Allah ada di antara kita untuk menyelesaikan pekerjaan Injil-Nya, kita adalah sesama pekerja. Setiap orang mungkin memiliki posisi tugas yang berbeda: orang percaya Filipi tinggal di kota mereka untuk bersaksi, dan Paulus membawa doa dan bantuan keuangan mereka ke tempat yang berbeda untuk memperluas jangkauan Injil.

Marilah kita belajar dari isi hati rasul Paulus yang diungkapkan dalam ucapan rasa syukur ini, memandang ke atas berharap kepada Allah untuk penggenapan pekerjaan baik yang telah Dia lakukan.


Renungan pemahaman Surat Filipi (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan January 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Roma 10:18-21

「Allah Masih Mengasihi Pemberontak Pembantah!」

Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 10:18-21 [ITB])
18Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka telah mendengarnya: 「Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.」
19Tetapi aku bertanya: Adakah Israel menanggapnya? Pertama-tama Musa berkata: 「Aku menjadikan kamu cemburu terhadap orang-orang yang bukan umat dan membangkitkan amarahmu terhadap bangsa yang bebal.」
20Dan dengan berani Yesaya mengatakan: 「Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak mencari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku.」
21Tetapi tentang Israel ia berkata: 「Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah.」

Dalam Rom. 10:18 Paulus mengutip Mazmur 19:4, dengan cara simbolis menggunakan berbagai macam suara dari alam semesta diterapkan pada Injil yang diberitakan oleh para utusan Injil kepada bangsa-bangsa. Siapa yang dapat kita salahkan ketika orang mendengar Injil namun tidak percaya? Apakah orang yang tidak percaya melakukan introspeksi atas hidupnya sendiri?

Israel menolak Injil, kelak dihadapan penghakiman, apakah mereka memiliki alasan untuk berdebat membela diri? Tidak! Karena mereka sudah 「mendengar」 dan sudah 「tahu.」 Bahkan di zaman Paulus, Paulus dan para rasul telah hampir menyebarkan Injil atas sebagian besar daerah tempat tinggal orang Israel. Saat berada di Roma, Paulus berencana untuk pergi ke Spanyol di bagian ujung Eropa Barat untuk memberitakan Injil, yang berarti sebagian besar daerah tempat tinggal orang Yahudi sudah mendengar Injil. Permasalahan ketidakpercayaan Israel bukanlah belum mendengar Injil, tetapi masalahnya terletak pada ketidaktaatan mereka memberontak membantah.

Paulus berkesinambungan menggunakan Ul. 32:21 dan Yes. 65:1-2 untuk mengoreksi kesalahan Israel. Semakin Israel membual bahwa mereka adalah umat pilihan, mengatakan diri sendiri memiliki Firman Allah, adalah sama dengan semakin menyatakan keputusan penghakiman: karena mereka sudah tahu tetapi sengaja melakukan kesalahan, maka ketika mereka menolak keselamatan, tanggung jawab mereka tidak dapat terhindarkan. Israel yang memberontak, biasa memandang rendah bangsa-bangsa asing, bangsa-bangsa lain 「bukan umat Tuhan」 dan 「umat bodoh,」 tetapi mereka justru lupa bahwa Allah melalui Musa sejak dahulu sudah bernubuat bahwa di masa depan Tuhan menggunakan bangsa-bangsa lain yang mereka pandang rendah untuk membangkitkan kecemburuan dan amarah mereka (ayat 19). Ini telah digenapi pada zaman para rasul.

Israel mungkin masih memaksakan pembelaan: 「Jika Allah benar-benar menyatakan Diri kepada kami, maka kami akan percaya.」 Lalu mereka mungkin dengan licin membela diri: 「karena Paulus engkau gagal untuk memimpin kita percaya kepada Tuhan, engkau bukan utusan Allah! Dan Injil yang anda kabarkan bukanlah dari Allah.」 Paulus menggunakan nubuat Yesaya: 「Allah sejak awal sudah menubuatkan bahwa ketika Ia menyatakan Diri kepada mereka dan tiada henti melambaikan tangan memanggil mereka, mereka masih tetap memberontak membantah!」 Ketidakpercayaan mereka tidak berarti bahwa Allah tidak memberitakan Injil kepada mereka, juga tidak berarti para utusan Injil bukan datang dari Allah. Ketidakpercayaan mereka hanya menyaksikan ketidakbenaran mereka sendiri, memberikan kesaksian bahwa mereka adalah orang-orang pemberontak pembantah!

Dalam Rom. 10:19 terdapat kata 「tidak taat」(apeitheo) yang muncul 5 kali dalam Surat Roma, kebanyakan diterjemahkan sebagai「 ketidaktaatan 」(Rom. 2:8; 10:21; 11:30-31; 15:31), terdapat makna 「menolak untuk percaya.」 Kata ini dalam Roma 11:30-31 dipakai Paulus dalam penekanan bahwa bangsa-bangsa asing dan orang Israel semua aslinya adalah orang yang 「tidak taat.」 Di Roma 15:31 ia memakai kata ini dalam nubuatnya bahwa orang Yahudi yang 「tidak taat」 mungkin akan menganiaya dia di Yerusalem, dan itu benar menjadi kenyataan. Yohanes memperingatkan kita: 「Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa 『tidak taat (tidak percaya beriman)』 (apeitheo) kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya」 (Yoh. 3:36) Marilah kita tidak iri orang-orang yang 「memberontak,」 mereka akan menanggung murka Allah.

Hal paling menyentuh saya adalah bahwa Allah tidak berhenti 「melambaikan tangan」 ke para 「pemberontak pembantah」, yakni tangan yang diulurkan bersedia menyelamatkan mereka! Tidak peduli seberapa keras hati orang, Allah tidak pernah menyerah! Terdapat sebuah terobosan besar terjadi pada khotbah KKR peginjil besar Billy Graham di Los Angeles tahun 1949. Dalam KKR ini, ketika bintang aktor Stuart Hamberland yang terkenal karena sering mabuk dan menimbulkan kegaduhan, secara terbuka menerima Tuhan. Dunia melihat kuasa besar Injil yang mengubah orang, pada saat itu raja surat kabar Amerika William Hearst sangat terharu, ia memanggil semua surat kabarnya untuk 「dengan keras mempromosikan Graham」 (publikasi yang dinamakan Puff Graham). Sejak itu, kampanye penginjilan modern setelah perang dunia kedua telah diluncurkan dan Injil telah tersebar luas di seluruh dunia. Oleh karena itu, tidak peduli seberapa keras hati teman-teman dan kerabat kita tidak percaya, kita harus tidak menyerah. Di bawah kasih karunia Allah, akan tiba waktunya, orang yang paling keras hatinya akan ada hari percaya kepada Yesus! Karena Injil adalah kuasa besar Tuhan!

Renungkan: Anak sulung dalam perumpamaan Yesus tentang anak yang hilang, menanggapi kasih Allah Bapa yang besar dengan ketegaran, kebencian dan melipat tangan menjadi penonton!
Ketidaktaatan dan bantahan betapa membuat sakit hati Bapa!
Apakah ada akhir yang baik bagi pemberontak dan pembantah?
Marilah merenungkan hati Bapa: 「senantiasa melambaikan tangan memanggil pemberontak da pembantah!」 Apakah kita memiliki keteguhan yang demikian ini juga?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Roma 10:14-17

「Betapa Indahnya Orang yang Mengabarkan Injil!」

Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 10:14-17 [ITB])
14Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?
15Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: 「Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!」
16Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: 「Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?」
17Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Terjemahan langsung dari Rom. 10:14-15 adalah 「kemudian, mereka bagaimana bisa berseru memohon kepada-Nya, jika mereka belum percaya Dia? Dan lagi, bagaimana mereka bisa percaya Dia, jika tidak pernah mendengar Dia? Dan lagi, bagaimana mereka bisa pernah mendengar Dia, kecuali ada orang mengabarkan? Dan lagi, bagaimana mereka bisa mengabarkan, kecuali mereka diutus? Tepat seperti dicatat dalam kitab: 『betapa indahnya kaki orang yang mengabarkan berita baik yang indah! 』」 Pada zaman kuno, utusan akan mengumumkan berita baik di alun-alun atau tempat berkumpul di kota, terutama kabar baik kemenangan perang atau raja baru naik takhta. Kabar sukacita yang demikian besar ini, membuat rakyat yang penuh rasa takut dan rasa kuatir mendapatkan keselamatan pelepasan besar! Paulus juga menggunakan ekspresi yang sama untuk menggambarkan betapa berharganya pengabar Injil. Di sini telah menggunakan lima kata kerja, yang dinyatakan dengan menggunakan urutan yang terbalik: 「berseru memohon, percaya, mendengar, mengabarkan, diutus.」 John Stott berkata 「Kristus mengirim pembawa berita, orang mendengar, pendengar percaya, yang percaya berseru, yang berseru diselamatkan.」 Orang dunia yang tidak memiliki harapan di dunia, berada dalam dunia yang diikat oleh kematian dan dosa, ketika digerakkan hatinya oleh Injil dan Roh Kudus, menemukan diri mereka sendiri tidak berdaya untuk membebaskan diri dari belenggu-belenggu ini, setelah percaya kepada Yesus dan diselamatkan, seumur hidup akan berterima kasih kepada orang-orang yang memberitakan Injil. Jika kita mengasihi orang lain, kita akan memberitakan Injil, karena Injil adalah hadiah yang paling dibutuhkan dan berharga dalam kehidupan manusia di dunia!

Rom. 10:15 mengutip Yes. 52:7 (lihat juga Nahum 1:15; Yes 40:9; 41:27). Yesaya bernubuat bahwa Allah akan menebus orang dalam penawanan dan membawa mereka pulang, setelah bagian ini, menubuatkan Mesias, penebusan dari Yesus Juruselamat kita, yakni pujian terkenal tentang Hamba yang menderita (Yesaya 53). Pada zaman Yesus, Yesaya 52:7 dipandang sebagai satu nubuatan tentang Mesias. Rabi Yusuf Galilea (Jose the Galilean) mengatakan: 「nama Mesias adalah damai, sebagaimana dikatakan: Bapa yang kekal, Raja damai (Yesaya 9:6).」 「Perdamaian adalah agung, karena saat Raja Mesias mengungkapkan dirinya kepada Israel, Dia pertama-tama akan mulai dengan damai, sebagaimana dikatakan: 『betapa indahnya kaki manusia yang mendaki gunung memberitakan kabar damai!」』 Rom. 10:16 mengutip Yes. 53:1 dan berkata 「Tuhan, siapakah yang percaya apa yang kami beritakan?」 Kata 「percaya (mendengar mematuhi)」 dalam ayat ini berasal dari akar yang sama dengan 「percaya dan taat」 yang merupakan topik utama dari bagian pembukaan dan penutup Surat Roma 「menuntun semua bangsa, supaya mereka 『percaya dan taat』 kepada nama-Nya」 (Rom. 1:5; 16:26), mempunyai makna percaya lalu taat. Kehendak Tuhan adalah agar semua bangsa harus 「percaya dan taat」 Firman kebenaran. Sebagai utusan Injil, itu adalah tugas kita untuk mengabarkan 「Firman dari Kristus,」 dengan setia memberitakan Injil.

Billy Graham seorang penginjil terkenal, tahu dengan jelas tujuan hidupnya: 「Saya seumur hidup berfokus pada satu tujuan: untuk membantu orang membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, dan saya percaya bahwa hubungan ini dibangun berdasarkan pada pengenalan akan Kristus」 Ia berkata 「kebutuhan terbesar di dunia adalah untuk mengubah dirinya. Kita perlu hati yang baru, hati yang tidak memanjakan nafsu, keserakahan dan kebencian. Kita perlu hati yang penuh cinta, damai dan sukacita, oleh sebab itu, Kristus Sang Firman dalam penjelmaan datang dalam daging ke dunia.」 「Karena Anda mengabarkan Injil, jika seseorang yang aslinya akan masuk neraka, yang aslinya adalah hati yang remuk, lalu bisa menjadi anak kemuliaan Allah, dan mampu memiliki keselamatan kekal dan bukankah suatu berkat yang besar jika dapat menjadi pemberita Injil?」 Apakah Anda rindu memberitakan Injil?

Renungkan: John Stott berkata 「kita harus menjadi orang Kristen yang memiliki visi atas seluruh dunia, karena Tuhan kita adalah Tuhan atas seluruh dunia.」

Apakah kita berdoa untuk suku terabaikan?
Apakah kita ikut ambil bagian dalam pelayanan pengabaran Injil dunia?
Apakah kita ikut ambil bagian dalam pelayanan pendidikan para misionaris dan hamba Tuhan?
(Dengan berdoa, dengan bantuan materi, ataupun mengijinkan anak Anda menjadi hamba Tuhan atau ikut dalam pekerjaan misi.)

Memberitakan Injil dapat mengubah nasib kekal seseorang!
Apakah Anda berpendapat bahwa memberitakan Injil adalah hal penting?
Apakah Anda bersedia mengambil tekad menjadi utusan Injil?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Kolose 1:25-29

「Berusaha sekuat tenaga mengabarkan rahasia Kristus 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kolose 1:25-29 [ITB])
25 Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu,
26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. 27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan! 28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.
29 Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.

Paulus dalam Kol. 1:24-29 menjelaskan sikap dan misi yang seharusnya dimiliki pelayan Injil. Kemarin kita sudah melihat ayat 24, Paulus dalam satu ayat pendek ini menyampaikan tiga sikap orang yang menjadi pelayan: (1) membawa hati yang sukacita; (2) memiliki tekat hati siap menderita; (3) senantiasa berpikir untuk Gereja (「karena kamu 」). Mulai ayat 25, Paulus maju selangkah lagi menjelaskan apa misi dia.

Menjadi pelayan Injil, ia pada saat yang sama juga dipercaya menjadi pelayan Gereja. Memberitakan Injil dan mendirikan gereja tidak dapat saling dipisahkan. Tidak ada utusan Injil yang dapat mengatakan bahwa dirinya tidak ada urusan dengan pembangunan Gereja, juga tidak ada seorang penggembalaan yang boleh memandang rendah pengabaran Injil. Mengapa? Karena Injil menunjuk kepada pendamaian yang digenapkan di dalam Kristus (Kol. 1:19-20), dan relasi pendamaian (termasuk manusia dengan Allah, manusia dengan manusia) dinyatakan di bumi dengan melalui Gereja. Kuasa Kristus juga dinyatakan dengan jelas dalam komunitas Gereja. Komunitas Gereja memanifestasikan dilepaskannya orang dari kegelapan, masuk ke dalam Kerajaan Kristus (Kol. 1:13). Injil menunjuk kepada penebusan oleh Kristus, dan penebusan oleah Kristus melahirkan Gereja. Maka menjadi pelayan Injil adalah juga menjadi pelayan Gereja, keduanya tidak dapat dipisahkan. Paulus secara khusus menyebutkan 「tugas yang dipercayakan Allah kepadaku bagi kamu (stewardship)」.

Sebagi rasul, Paulus diutus untuk mengabarkan Injil Allah (Rom. 1:1), pada saat yang sama ia juga mendapatkan tugas menjadi penatalayan dari Allah, untuk menjaga Gereja dengan baik, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus (Kol. 1:28). Tidak hanya menjaga gereja yang ia dirikan saja, gereja yang lain juga harus dijaga. Sebagai pelayan Injil, kita tidak hanya memperhatikan urusan gereja kita sendiri, tetapi juga harus berikan perhatian kepada gereja lain. Tetapi, ada perbedaan besar antara ikut campur dan memberikan perhatian. Paulus dipanggil menjadi rasul Kristus, ia punya tanggung jawab dan kuasa ikut campur urusan gereja lain, namun hanya terbatas pada cakupan yang diberikan Allah yaitu pengabaran Injil. Kita adalah pelayan Injil, namun bukan rasul. Kita perlu memberikan perhatian atas keadaan gereja lain, tetapi tidak sampai interferensi ikut campur urusan internal mereka.

Sebagai pelayan Gereja, Paulus dipercayai mengabarkan Firman Allah dengan sepenuhnya, agar setiap orang disempurnakan di dalam Kristus. Firman Allah adalah rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi pada masa sekarang telah dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. Rahasia ini adalah 「Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan [ITB] / Kristus di dalam kamu sekalian, telah menjadi pengharapan untuk mendapatkan kemuliaan [Mandarin CUV] 」(Kol. 1:27). Paulus hendak menjelaskan rahasia ini kepada orang-orang kudus, selain karena melaksanakan tugasnya sebagai penatalayan, ia adalah demi menguatkan orang-orang percaya pengharapan di dalam Kristus. Kita telah melihat Kol. 1:3-5, tahu bahwa pengharapan dapat membuat orang mempertahankan iman, merealisasikan kasih. Paulus mengetahui pengharapan adalah ekstrim penting bagi pertumbuhan kehidupan seorang Kristen, juga melihat bahwa pengharapan berasal dari pengenalan seseorang akan rahasia 「Kristus di dalam kita 」. Oleh sebab itu, Paulus menguras tenaga demi hal ini, tiada henti dengan berbagai macam hikmat menasehati setiap orang, mengajar setiap orang. Sasudara saudari dapat memperhatikan, titik beratnya di sini bukan cara mengajar di dalam Kristus. Cara adalah hal yang penting (memakai berbagai hikmat), namun lebih penting adalah isinya. Menjadi pelayan Injil, kita harus berusaha sekuat tenaga untuk dengan sepenuhnya mengajarkan dengan jelas rahasia 「Kristus di dalam kita 」. Untuk menggenapi misi ini, kita perlu memiliki dasar pengetahuan Alkitab dan teologi yang kuat.

Renungkan: tugas apa yang telah dititipkan Allah kepada kita? Bagaimana cara kita dapat mengabarkan Injil dan cara agar dapat mengajarkan rahasia Kristus dengan sepenuhnya? Bagaimanakah kita membantu orang mengenal kelimpahan kemuliaan yang ada  「di dalam Kristus 」? Pertimbangkan bahwa kita sering menghadapi pencobaan memilih-milih Firman Tuhan yang kita senang dengarkan saja, apakah kita menyadari betapa tinggi, lebar, panjang, dan dalamnya 「rahasia Kristus 」?

Renungkan apa yang menjadi tolak ukur pertumbuhan gereja bagi anda? Apakah jumlah orang, atau kemajuan dalam pengenalan akan rahasia Kristus?