Oleh
Dr Philip Satterthwaite
Lecturer in OT and Biblical Interpretation
Biblical Graduate School of Theology
Penerjemah: Team WMC
Yunus 3:1-10
1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian: 2 “Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu.”
3 Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. 4 Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.”
5 Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung. 6 Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.
7 Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: “Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. 8 Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya. 9 Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa.”
10 Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya.
Renungan
Yunus adalah nabi paling sukses yang pernah ada! Dia menyatakan satu pesan singkat “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan” dan rakyat Niniwe percaya apa yang ia katakan. Terlebih lagi, sang raja menyatakan sebuah puasa massal, mendesak seluruh warga untuk mencari Allah dengan penuh penyesalan. Bahkan hewan sekalipun mengenakan pakaian kabung! Bangsa Niniwe berpaling dari perilaku mereka yang jahat. Allah memperhatikan pertobatan mereka dan penghakiman yang diancamkan tidak terjadi. Jika saja bangsa Israel mendengarkan nabi Allah dengan cara yang sama, dan bukannya malah mengacuhkan atau tidak mempercayai kata-kata mereka! Yunus adalah seorang nabi yang sukses secara spektakuler.
Tetapi anda harus membaca keseluruhan sisa kitab Yunus untuk mengerti teks hari ini. Yunus membenci fakta akan keberhasilannya. Warga Niniwe adalah bangsa Asyur, musuh Israel yang paling mematikan. Yunus tidak pernah menginginkan Niniwe untuk mengalami anugerah Allah (4:2). Dia melarikan diri ketika panggilan Allah pertama kali menghampirinya (1:1-3), dan Allah harus mengirimkan sebuah badai lalu seekor ikan untuk membawanya kembali (1:4, 17; 2:10). Dia hanya melaksanakan panggilan Allah ketika ia melihat bahwa tidak tersedia lagi alternatif (3:1-3). Yunus adalah seorang nabi yang sukses, tetapi pada saat yang sama juga adalah seorang yang paling enggan dan penuh kemarahan!
Bahkan ketika bangsa Niniwe telah bertobat, Yunus berkemah dekat kota (4:5), sepertinya berharap bahwa Allah masih akan menjalankan ancaman penghakiman. Catatannya berakhir dengan Allah mengonfrontasi Yunus (4:9-11): siapa engkau, Yunus, yang memutuskan siapa yang harus Aku ampuni? Jika Aku memilih untuk menunjukkan belas kasihan bahkan kepada musuh-musuh Israel, pantaskah engkau menghalangi? Di akhir kitab, seluruh rakyat Niniwe bertobat, tetapi masih tersisa satu pria yang harus meninggalkan sikap kekerasan hatinya dan berpaling dari jalannya yang jahat. Ironisnya, orang itu adalah nabi Yunus sendiri.
Doa
Tuhan, ampuni kami ketika kami melayani-Mu dengan enggan, hanya karena sebuah perasaan keterpaksaan, dan bukan karena kami merindukan apa yang Engkau rindukan. Di mana kami menolak kehendak-Mu dan menggerutu di dalam sikap-sikap kami terhadap mereka yang Engkau panggil untuk kami layani, di dalam belas kasih-Mu mohon sembuhkan dan transformasikan hati-hati kami. Kami memohonkannya di dalam nama Yesus. Amen.
Tindakan
Apakah ada orang atau kelompok masyarakat yang engkau sisihkan secara mental di dalam pemikiranmu tentang kerajaan Allah? Mereka yang secara pribadi anda anggap sebagai orang-orang yang tidak dapat dijangkau oleh injil, mungkin bahkan tidak pantas untuk menerima Kristus? Apa yang dapat anda ubah dari sikap anda ini? Apakah Allah memanggil anda untuk menjangkau orang-orang ini?
Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen
(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)