Tag Archives: Bertobat

04 Maret – RABU MINGGU PERTAMA PRA-PASKAH. Berpaling dari Jalan Mereka yang Jahat

Oleh
Dr Philip Satterthwaite
Lecturer in OT and Biblical Interpretation
Biblical Graduate School of Theology
Penerjemah: Team WMC

Yunus 3:1-10

1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian: 2 “Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu.”
3 Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. 4 Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.”
5 Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung. 6 Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.
7 Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: “Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. 8 Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya. 9 Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa.”
10 Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya.

Renungan

Yunus adalah nabi paling sukses yang pernah ada! Dia menyatakan satu pesan singkat “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan” dan rakyat Niniwe percaya apa yang ia katakan. Terlebih lagi, sang raja menyatakan sebuah puasa massal, mendesak seluruh warga untuk mencari Allah dengan penuh penyesalan. Bahkan hewan sekalipun mengenakan pakaian kabung! Bangsa Niniwe berpaling dari perilaku mereka yang jahat. Allah memperhatikan pertobatan mereka dan penghakiman yang diancamkan tidak terjadi. Jika saja bangsa Israel mendengarkan nabi Allah dengan cara yang sama, dan bukannya malah mengacuhkan atau tidak mempercayai kata-kata mereka! Yunus adalah seorang nabi yang sukses secara spektakuler.

Tetapi anda harus membaca keseluruhan sisa kitab Yunus untuk mengerti teks hari ini. Yunus membenci fakta akan keberhasilannya. Warga Niniwe adalah bangsa Asyur, musuh Israel yang paling mematikan. Yunus tidak pernah menginginkan Niniwe untuk mengalami anugerah Allah (4:2). Dia melarikan diri ketika panggilan Allah pertama kali menghampirinya (1:1-3), dan Allah harus mengirimkan sebuah badai lalu seekor ikan untuk membawanya kembali (1:4, 17; 2:10). Dia hanya melaksanakan panggilan Allah ketika ia melihat bahwa tidak tersedia lagi alternatif (3:1-3). Yunus adalah seorang nabi yang sukses, tetapi pada saat yang sama juga adalah seorang yang paling enggan dan penuh kemarahan!
Bahkan ketika bangsa Niniwe telah bertobat, Yunus berkemah dekat kota (4:5), sepertinya berharap bahwa Allah masih akan menjalankan ancaman penghakiman. Catatannya berakhir dengan Allah mengonfrontasi Yunus (4:9-11): siapa engkau, Yunus, yang memutuskan siapa yang harus Aku ampuni? Jika Aku memilih untuk menunjukkan belas kasihan bahkan kepada musuh-musuh Israel, pantaskah engkau menghalangi? Di akhir kitab, seluruh rakyat Niniwe bertobat, tetapi masih tersisa satu pria yang harus meninggalkan sikap kekerasan hatinya dan berpaling dari jalannya yang jahat. Ironisnya, orang itu adalah nabi Yunus sendiri.

Doa
Tuhan, ampuni kami ketika kami melayani-Mu dengan enggan, hanya karena sebuah perasaan keterpaksaan, dan bukan karena kami merindukan apa yang Engkau rindukan. Di mana kami menolak kehendak-Mu dan menggerutu di dalam sikap-sikap kami terhadap mereka yang Engkau panggil untuk kami layani, di dalam belas kasih-Mu mohon sembuhkan dan transformasikan hati-hati kami. Kami memohonkannya di dalam nama Yesus. Amen.

Tindakan

Apakah ada orang atau kelompok masyarakat yang engkau sisihkan secara mental di dalam pemikiranmu tentang kerajaan Allah? Mereka yang secara pribadi anda anggap sebagai orang-orang yang tidak dapat dijangkau oleh injil, mungkin bahkan tidak pantas untuk menerima Kristus? Apa yang dapat anda ubah dari sikap anda ini? Apakah Allah memanggil anda untuk menjangkau orang-orang ini?

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

03 Maret – SELASA MINGGU PERTAMA PRA-PASKAH. Kembali kepada TUHAN

Oleh
Rev Malcolm T H Tan O.S.L
Pastor-in-Charge Covenant Community Methodist Church
Chaplain-in-Charge Methodist Girl’s School
Penerjemah: Team WMC

Yesaya 55:6-11

6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!
7 Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.
8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. 9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
10 Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, 11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Renungan
Nabi Yesaya telah mengumumkan, bahwa adalah mungkin untuk mencari Allah dan menemukan Allah. Berlawanan dengan apa yang dikatakan oleh beberapa orang: “Bahwa tidak ada Allah, dan Allah tidak dapat ditemukan!” Sebaliknya, Allah adalah jauh karena kita mencari Dia pada saat kita tidak lagi dapat melakukannya. Menurut Yesaya, terdapat suatu kesempatan waktu untuk mencari Allah. Waktu ketika kita dapat sungguh-sungguh mencari-Nya, memanggil-Nya dan tetap menemukan bahwa Ia dekat dengan kita. Waktu ketika kita dapat tetap mengalami Allah di dalam jiwa kita. Ada yang dikatakan sebagai kesempatan yang terlewatkan di dalam hidup. Seringkali, kesempatan-kesempatan dapat datang dan membuka pintu-pintu bagi kita di dalam kehidupan kita sehari-hari. Karenanya, kesempatan itu sekarang untuk mencari Allah janganlah disia-siakan dan dilewatkan. Jika tidak, kita mungkin akan hidup di dalam penyesalan di masa depan.

Mencari dan menemukan Allah dapat menjadi sulit! Terdapat ekspektasi: “Biarlah yang berdosa meninggalkan jalannya”, tetapi terdapat harga yang mahal yang harus kita bayar. Seringkali, melepaskan kebiasaan-kebiasaan moral kita yang berbahaya dapat menjadi terlalu sulit untuk kita lakukan. Kita lebih baik menyimpan “kejahatan” daripada meninggalkan mereka demi mencari Allah. Tetapi mana di antara ke dua pilihan yang sesungguhnya pantas untuk dicari dan disimpan? Allah atau gaya hidup kita yang secara moral berbahaya? Jawaban kita di sini akan menunjukkan kondisi spiritual kita.
Nabi Yesaya melanjutkan. Ia menekankan adanya jurang yang besar antara Allah yang Kudus dan kita, makhluk yang tidak sempurna, yang secara terus menerus mempraktekkan pikiran-pikiran yang tidak suci dan tindakan-tindakan yang jahat. Terlebih lagi, juga terdapat jurang yang nyata antara Allah yang Mutlak Tidak Terbatas dan kita, makhluk hidup yang terbatas. Sebagaimana dikatakan oleh seorang teolog Karl Barth: “Biarlah Allah menjadi Allah dan biarlah manusia menjadi manusia!” Nabi Yesaya juga menekankan jurang antara Pikiran Allah dan pikiran manusia. Kita, dengan pikiran kita yang lemah tidak akan mengerti secara penuh Pikiran Allah. Namun, kita seringkali memberanikan diri “menghakimi” Allah dan mencoba menunjukkan betapa Allah “tidak adil!” Oleh karena itu, kebutuhan besar kita akan penyingkapan wahyu Allah melalui Firman-Nya. Adalah Firman Allah yang tertulis yang mengklarifikasikan Pikiran Allah kepada kita. Firman Allah penuh kuasa. Ia efisien dan dapat mencapai tujuan-tujuan Allah. Oleh sebab itu, untuk bertobat kembali kepada Allah berarti adalah berputar kembali kepada Allah dan Firman-Nya, di dalam kerendahan hati dan kemampuan untuk diajar.

Juga terdapat alasan yang lebih positif untuk kembali kepada Allah dan mencari-Nya: “Allah kita akan memberi pengampunan.” Satu alasan yang baik untuk mencari Allah adalah kepastian janji dari pengampunan Allah, penuh dan gratis. Betapa indah bagi kita untuk mengenal Allah dan mengalami Allah, sebagai Allah yang mengampuni dengan murah hati. Tentu saja, kita kembali kepada Allah karena kita tidak ingin kehilangan kesempatan kita untuk mencarinya, karena semakin banyak kita mengatakan “Tidak” kepada Allah, hati kita akan menjadi semakin keras, dan kita tidak merasakan keyakinan dari Roh Kudus yang seperti sebelumnya. Kita kembali kepada Allah, oleh karena anugerah, sehingga kita telah menentukan untuk meninggalkan dosa, lebih memilih Allah daripada kejahatan. Kita mencari Allah karena kita telah memiliki kepastian dari pengampunan besar-Nya yang penuh kasih. Tentu, kita sebaiknya “kembali kepada Allah” sekarang. Jalan-jalan Allah adalah lebih baik daripada jalan-jalan kita.

Doa
Ya Allah, bantulah aku mencari-Mu secara cepat dan segera. Bantulah aku untuk tidak menunda di dalam mencari-Mu karena hal-hal lain yang lebih kecil yang menggangu aku sekarang. Bantulah aku berlari kepada Yesus dengan cepat sebelum dosa mengeraskan hatiku dan Engkau menjadi sulit untuk ditemukan. Jagalah hatiku selalu lembut di hadapan-Mu, oh Allah Penyelamatku. Di dalam Nama Kristus, aku dengan rendah hati memohon.

Tindakan

Mempraktikkan disiplin-disiplin spiritual, khususnya doa dan pembacaan Kitab Suci di hadapan Allah. Ingat mencari Allah dan Firman-Nya akan membantu kita untuk menyelesaikan rencana-rencana-Nya.
Mempraktikkan hati yang mencari dan bertobat secara reguler; ‘biarlah orang fasik meninggalkan jalan-jalannya’ bukan merupakan janji yang hanya satu kali saja kepada Allah. Kita perlu melakukan ini, sesering kita mengijinkan diri kita menjadi praktisi kebiasaan-kebiasaan yang tidak kudus.
Selalu merendahkan diri kita di hadapan Allah. Ingatlah bahwa jalan-jalan Allah selalu lebih tinggi daripada kita.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

29 Februari – SABTU SETELAH RABU ABU. Tinggalkan dan Bertobat

Oleh
Rev Dr Alex Thomas
Vicar Mar Thoma Church in Singapore
Penerjemah: Team WMC

Lukas 5:27-32

27 Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!”
28 Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.
29 Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia. 30 Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa ?”
31 Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; 32 Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”

Renungan
Ketika Yesus Kristus memulai pelayanan publik-Nya, Ia mengajak orang-orang untuk mengikut Dia (Matius 4:19; 9:9). Dia juga mengajak orang-orang untuk mengikut Dia dengan bertobat (Markus 1:14). Murid-murid-Nya mengikut Dia, meninggalkan keluarga dan pekerjaan mereka (Matius 4:22). Perikop ini berbicara tentang panggilan terhadap Lewi yang dipercaya sebagai Rasul Matius (Matius 9:9-13). Di Palestina pemungut cukai adalah orang yang paling dibenci dan dilarang masuk ke dalam rumah-rumah ibadah. Suatu pekerjaan yang menguntungkan karena mereka menyalahgunakan sistem perpajakan bangsa Romawi untuk memeras uang dari orang-orang. Sehingga orang-orang membenci kelompok tersebut. Yesus melihat orang ini dan memanggilnya untuk mengikut-Nya. Tetapi orang-orang Farisi yang menyatakan diri mereka benar, tidak senang melihat teman Yesus yang mereka sebut sebagai pendosa.

Panggilan Yesus untuk menjadi murid mematahkan struktur si jahat dan berbalik kepada kerajaan Allah melalui pertobatan. Di dalam kitab Perjanjian Baru, kata metanoia sering diterjemahkan sebagai “pertobatan”. Tetapi pertobatan jenis ini bukanlah tentang penyesalan, rasa bersalah atau rasa malu; itu menyiratkan membuat keputusan untuk berbalik, untuk menghadapi tujuan yang baru. Lewi, si pemungut pajak menjalani kehidupan yang sangat berlawanan dengan nilai-nilai Kerajaan. Menjadi pemungut cukai dan mengikuti Yesus tidak cocok dengan pemuridan Kerajaan Allah. Kerajaan Allah menjamin keadilan, perdamaian dan rekonsiliasi dengan Allah dan manusia. Jadi, Yesus meminta Lewi untuk meninggalkan profesinya yang telah memutuskan hubungan yang benar dengan Allah dan sesama manusia. Levi dengan sepenuh hati menerima panggilan itu.

Di masa Pra-paskah ini, Yesus sekali lagi mengundang kita untuk berbalik dari semua yang akan membuat kita tidak menikmati persekutuan kerajaan Allah, dan untuk mengikutinya dengan perubahan sikap dan tindakan kita secara total.

Doa
Tuhan terkasih, beri kami anugerah-Mu untuk mengikut Engkau dengan pertobatan. Berilah anugerah-Mu untuk membedakan semua yang menghalangi kami untuk memiliki hubungan yang benar dengan Engkau, dan dengan sesama.

Tindakan
Ambil langkah-langkah yang disengaja untuk memperbaiki sikap dan perilaku yang salah terhadap anggota keluargamu, anggota gereja dan semua orang yang berhubungan denganmu.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)