2 Timotius 4:2, 5-7

「Baik atau tidak baik waktunya, harus memberitakan Injil」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Tim. 4:2, 5-7 [ITB])
2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. 7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman kalimat ini sangat akrab terdengar, tetapi sering dikutip di luar konteks, menggambarkan diri sendiri menyelesaikan berbagai jalan dalam kehidupan, seni, politik, bisnis, dll. Maksud sebenarnya dari Paulus adalah mengacu pada jalan yang ia selesaikan sepanjang hidupnya untuk memberitakan Injil dan menuntun orang kepada Tuhan. Ayat 4:6 teks aslinya memiliki kata karena: karena pertandingan hidup penginjilan Paulus sudah selesai ia jalankan, maka dia harus menyerahkan tongkat estafet kepada Timotius untuk terus bekerja keras memberitakan Injil kabar bahagia (4:2, 5). Perjanjian Baru sebenarnya sangat jelas bahwa hal terpenting dalam hidup adalah memberitakan Injil dan memimpin orang kepada Tuhan.

Tidak peduli baik atau tidak baik waktunya, harus memberitakan kabar bahagia Injil, selalu konsentrasi segenap hati. Pendeta Andrew Leung, hidupnya adalah gambaran terbaik dari kalimat ini. Setelah lulus dari Alliance Bible Seminary, dia awalnya ingin pergi ke barat laut Cina memberitakan Injil, tetapi pada saat itu dia tidak dapat lagi melakukan pelayanan misi ini. Kemudian, karena masalah teknis, dia tidak dapat pergi ke Indonesia, akhirnya, dia pergi ke Vietnam.

Pada tahun 1960-an, dia membawa seluruh keluarga pergi ke Vietnam untuk misi. Dalam waktu kurang dari dua tahun, perang meletus di Vietnam. Saat itu, anak-anaknya tidak bisa bersekolah di Vietnam, sehingga mereka hanya bisa tinggal di Hong Kong dan diurus oleh sanak saudara. Pendeta Leung dan Istri memilih tinggal di Vietnam untuk mengabdi, dan mereka juga membuka panti asuhan untuk mengurus jumlah besar anak yatim piatu akibat perang.

Dia berada di Vietnam selama sekitar sepuluh tahun dan mengalami semua jenis kesulitan yang tak terbayangkan. Tidak peduli baik atau tidak baik waktunya, harus memberitakan Injil. Putranya kemudian bersaksi: Saya dengan mata sendiri melihat ayah saya tidak pernah mengeluh di dalam semua perubahan yang terjadi dan penderitaan ini; Tidak peduli bagaimana Tuhan memimpin, dia mengikuti dan patuh dengan rela. Selama perang, sebuah panti asuhan tiga lantai tiba-tiba runtuh dalam satu malam, selusin anak yatim dan seorang guru dari Hong Kong kehilangan nyawa, pendeta Leung dan istrinya terhimpit oleh reruntuhan. Setelah itu, dia tetap terus tinggal di Vietnam untuk menggembalakan gereja.

Hidupnya tidak pernah berhenti, ia telah memberitakan Injil kabar bahagia di mana-mana dan mendirikan gereja-gereja. Dia pernah melayani di Hong Kong, Vietnam, New York, Suriname dan Panama di Amerika Tengah dan Selatan. Dia berusia 90-an masih memberitakan Injil kabar bahagia di Panama, setiap kali dia memilih untuk pergi ke situasi yang paling sulit, merintis belantara atau menanggung kesulitan demi membangun gereja. Begitu situasi gereja stabil, dia meminta untuk dikirim keluar untuk merintis belantara dan membangun gereja lain.

Renungkan:
Dalam kehidupan Pendeta Andrew Leung, mengikuti teladan rasul Paulus, ia memastikan untuk memberitakan Injil tidak peduli baik atau tidak baik waktunya. Apakah Anda bersedia untuk meniru Paulus? Tidak peduli seberapa sibuk Anda di setiap tahap kehidupan Anda, pekerjaan, keluarga , atau belajar, walau menghadapi seberapa banyak kesulitan diri Anda sendiri dan yang ada dalam masyarakat, apakah Anda bersedia untuk mengutamakan memberitakan Injil?


Renungan pemahaman Surat 2 Timotius

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Timotius ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.