Tag Archives: Misionaris

2 Timotius 4:6-8 (3)

「Akhir dari hidup」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Tim. 4:6-8 [ITB])
6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. 7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. 8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Ayat 4:7-8 dalam tata bahasa terlebih dahulu menggunakan bentuk sudah terjadi perfect tense untuk menyatakan bahwa Paulus telah menyelesaikan pertandingan kehidupan; kemudian menggunakan bentuk sekarang present tense untuk mengatakan bahwa mahkota kebenaran sekarang disediakan untuknya; terakhir gunakan bentuk futuristik untuk mengatakan bahwa Kristus akan mengaruniakan mahkota kepadanya saat penghakiman hari itu. Karena yang digunakan adalah metafora pertandingan olah raga, maka mahkota seperti medali hari ini, penegasan dan pengakuan atas kehidupan masa lalunya, Paulus tidak menyebutkan dengan jelas apa mahkota itu, apalagi menjelaskan secara spesifik hadiah apa yang akan dia terima ketika Tuhan kembali.

Ada orang yang berpendapat bahwa ketika Paulus sedang menghadapi kematian, dalam ayat yang hampir menjadi kata-kata terakhir ini, dia menggunakan cara yang sangat tinggi untuk menyombongkan diri bahwa Allah akan memberinya mahkota, yang tampaknya terlalu sombong! Tetapi kita harus memperhatikannya tujuan utamanya, bukan membanggakan pencapaiannya, tetapi mendorong Timotius, dia menekankan bahwa mahkota bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. Di bawah masalah yang terus-menerus dari bidat Efesus dan penindasan yang berat dari kerajaan Romawi, asal Timotius tetap bertahan atas panggilan kepadanya, setia pada janji sumpah di ayat 4:1, dan sekuat tenaga memberitakan Injil, kelak di hadapan Kristus, Tuhan yang menghakimi semua yang hidup dan yang mati, juga bisa mendapatkan mahkota. Paulus tidak hanya berbicara tentang akhir hidupnya, tetapi juga meminta kita setiap orang memikirkan tentang akhir hidup diri kita, dan menjalaninya dengan serius.

Ada seorang pemuda yang lahir dari keluarga Kristen yang taat, memiliki nilai yang sangat baik, diterima di universitas paling terkenal di daerah setempat, dan termasuk yang terbaik ketika dia lulus. Dia berbicara atas nama para murid pada upacara wisuda. Di perguruan tinggi, dia bertemu dengan seorang kakak kelas, berpengetahuan luas, membaca banyak buku, membuatnya kagum, dan keduanya juga menjadi teman baik. Di bawah pengaruh kakak kelas ini, dia melepaskan iman Injilnya dan menjadi skeptis. Keduanya bersama-sama dari waktu ke waktu membuat olok-olok mengejek pemikiran konservatif gereja tradisional. Setelah lulus, di kampung halamannya dia tiada henti berdebat dengan orang tuanya, dia memutuskan untuk meninggalkan rumah dan pergi ke kota besar untuk mengejar idealismenya. Sayangnya dia kesulitan untuk memulai, tidak ada pilihan selain meninggalkan kota besar. Dalam perjalanan pulang kampung halaman, pada suatu malam dia menginap di sebuah hotel kecil dan terbangun sendirian sepanjang malam mendengar kamar sebelah sepertinya ada orang yang sakit parah, mengerang keras, suaranya tidak hanya menyakitkan, tetapi juga penuh ketakutan. Pemuda ini tidak bisa tidur, mengingat bahwa dia sudah tidak lagi mengikuti Kristus, jika dia meninggal karena penyakit yang serius, bertanya-tanya apakah dia dapat mencapai rumah surga, merasa ketakutan. Tetapi dia tiba-tiba teringat teman lamanya ─ kakak kelas yang skeptis itu. Dia merasa bahwa jika saudara ini hadir malam itu, dia akan memiliki nada yang tinggi, mengejeknya karena masih memiliki Pikiran kuno masa lalu surga dan neraka. Jadi dia berhenti memikirkan hal-hal kelak, dan tertidur perlahan.

Pagi harinya dia sedang makan pagi, berbincang dengan pemilik hotel kecil itu, dan ketika dia menanyakan kepada tamu yang sakit parah tadi malam, dan mengetahui bahwa orang itu meninggal pada tengah malam. Pemilik hotel mengatakan Sayang sekali! Benar-benar pemuda yang luar biasa, kelihatannya dia seumur dengan Anda di tahun yang akan datang, dan dia juga merupakan kepala mahasiswa Universitas Brown di Ivy League! Kemudian dia menyebut nama dari almarhum, dan pemuda itu menyadari bahwa itu adalah teman lamanya, saudara laki-laki yang skeptis. Dia tertegun di tempat, tidak dapat berbicara untuk waktu yang lama, pikiran yang tak terhitung jumlahnya silih berganti di benaknya. Dia terlebih dahulu teringat saudara itu sangat gampang dan tegas berkata bahwa dia tidak percaya surga neraka, ternyata ketika menghadapi kematian, suaranya sangat putus asa dan menakutkan. Dia memutuskan dirinya tidak akan percaya lagi pada skeptisisme yang menipu. Selain itu, dia sangat menyesal, mengapa dahulu dia tidak mencoba memperkenalkan Tuhan Yesus kepada saudara ini, dan sekarang sudah terlambat! Akhirnya, dia berlutut di hadapan Tuhan dan bertobat. Bertekad sekuat tenaga dalam hidup untuk memberitakan kabar bahagia Injil Kristus.

Dia adalah misionaris pertama di Burma, Judson, yang mengabdikan hidupnya untuk Burma. Dalam 37 tahun di Burma, ketika dia meninggalkan Burma sudah memiliki 100 gereja Baptis dengan total 8.000 orang percaya. Ketika dia pergi ke Penghakiman Surga, Tuhan yang Maha Kebenaran pasti mengaruniakan mahkota yang tersedia baginya.

Renungkan:
Pejamkan mata, pikirkan erang putus asa teman dari Judson, pikirkan kata-kata Paulus yang penuh harapan di dalam penjara, dan pikirkan situasi Anda di hadapan Kristus, yang menghakimi yang hidup dan yang mati. Bagaimana rencana Anda menjalani jalan kehidupan ini?


Renungan pemahaman Surat 2 Timotius

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Timotius ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Timotius 4:2, 5-7

「Baik atau tidak baik waktunya, harus memberitakan Injil」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Tim. 4:2, 5-7 [ITB])
2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. 7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman kalimat ini sangat akrab terdengar, tetapi sering dikutip di luar konteks, menggambarkan diri sendiri menyelesaikan berbagai jalan dalam kehidupan, seni, politik, bisnis, dll. Maksud sebenarnya dari Paulus adalah mengacu pada jalan yang ia selesaikan sepanjang hidupnya untuk memberitakan Injil dan menuntun orang kepada Tuhan. Ayat 4:6 teks aslinya memiliki kata karena: karena pertandingan hidup penginjilan Paulus sudah selesai ia jalankan, maka dia harus menyerahkan tongkat estafet kepada Timotius untuk terus bekerja keras memberitakan Injil kabar bahagia (4:2, 5). Perjanjian Baru sebenarnya sangat jelas bahwa hal terpenting dalam hidup adalah memberitakan Injil dan memimpin orang kepada Tuhan.

Tidak peduli baik atau tidak baik waktunya, harus memberitakan kabar bahagia Injil, selalu konsentrasi segenap hati. Pendeta Andrew Leung, hidupnya adalah gambaran terbaik dari kalimat ini. Setelah lulus dari Alliance Bible Seminary, dia awalnya ingin pergi ke barat laut Cina memberitakan Injil, tetapi pada saat itu dia tidak dapat lagi melakukan pelayanan misi ini. Kemudian, karena masalah teknis, dia tidak dapat pergi ke Indonesia, akhirnya, dia pergi ke Vietnam.

Pada tahun 1960-an, dia membawa seluruh keluarga pergi ke Vietnam untuk misi. Dalam waktu kurang dari dua tahun, perang meletus di Vietnam. Saat itu, anak-anaknya tidak bisa bersekolah di Vietnam, sehingga mereka hanya bisa tinggal di Hong Kong dan diurus oleh sanak saudara. Pendeta Leung dan Istri memilih tinggal di Vietnam untuk mengabdi, dan mereka juga membuka panti asuhan untuk mengurus jumlah besar anak yatim piatu akibat perang.

Dia berada di Vietnam selama sekitar sepuluh tahun dan mengalami semua jenis kesulitan yang tak terbayangkan. Tidak peduli baik atau tidak baik waktunya, harus memberitakan Injil. Putranya kemudian bersaksi: Saya dengan mata sendiri melihat ayah saya tidak pernah mengeluh di dalam semua perubahan yang terjadi dan penderitaan ini; Tidak peduli bagaimana Tuhan memimpin, dia mengikuti dan patuh dengan rela. Selama perang, sebuah panti asuhan tiga lantai tiba-tiba runtuh dalam satu malam, selusin anak yatim dan seorang guru dari Hong Kong kehilangan nyawa, pendeta Leung dan istrinya terhimpit oleh reruntuhan. Setelah itu, dia tetap terus tinggal di Vietnam untuk menggembalakan gereja.

Hidupnya tidak pernah berhenti, ia telah memberitakan Injil kabar bahagia di mana-mana dan mendirikan gereja-gereja. Dia pernah melayani di Hong Kong, Vietnam, New York, Suriname dan Panama di Amerika Tengah dan Selatan. Dia berusia 90-an masih memberitakan Injil kabar bahagia di Panama, setiap kali dia memilih untuk pergi ke situasi yang paling sulit, merintis belantara atau menanggung kesulitan demi membangun gereja. Begitu situasi gereja stabil, dia meminta untuk dikirim keluar untuk merintis belantara dan membangun gereja lain.

Renungkan:
Dalam kehidupan Pendeta Andrew Leung, mengikuti teladan rasul Paulus, ia memastikan untuk memberitakan Injil tidak peduli baik atau tidak baik waktunya. Apakah Anda bersedia untuk meniru Paulus? Tidak peduli seberapa sibuk Anda di setiap tahap kehidupan Anda, pekerjaan, keluarga , atau belajar, walau menghadapi seberapa banyak kesulitan diri Anda sendiri dan yang ada dalam masyarakat, apakah Anda bersedia untuk mengutamakan memberitakan Injil?


Renungan pemahaman Surat 2 Timotius

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Timotius ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Roma 11:15-16

「Allah Pasti Menggenapkan Tuaian Besar Injil! Rencana Keselamatan Allah Pasti Digenapi!」

Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 11:15-16 [ITB])
15 Sebab jika penolakan mereka berarti perdamaian bagi dunia, dapatkah penerimaan mereka mempunyai arti lain dari pada hidup dari antara orang mati?
16 Jikalau roti sulung adalah kudus, maka seluruh adonan juga kudus, dan jikalau akar adalah kudus, maka cabang-cabang juga kudus.

Terjemahan literal Roma 11:15-16 adalah 「15 karena jika ditinggalkannya mereka membawakan rekonsiliasi pendamaian bagi dunia, bukankah penerimaan mereka akan membawakan kebangkitan orang mati? 16 Jika sesuatu yang sulung adalah kudus, maka demikian juga seluruh adonan; Jika akar pohon adalah kudus, demikian juga cabang-cabang.」 Analogi 「yang matang pertama」 (dalam ITB sebagai 「yang sulung」) dikutip dari Bil. 15:17-21, Musa menghendaki bangsa Israel 「membuat roti dari tepung yang digiling dari jelai yang mula-mula (jelai yang matang pertama, hasil panen pertama) sebagai persembahan khusus」, dan dipersembahkan kepada Allah. Di Im. 23:14, Alkitab mengatakan 「Sampai pada hari itu juga janganlah kamu makan roti, atau bertih gandum atau gandum baru, sampai kamu telah membawa persembahan Allahmu」 Ketika kita mempersembahkan yang matang pertama kita kepada Allah, maka yang ada sisanya juga akan diberkati, maka kita dapat menikmati tuaian besar bersama-sama. Oleh karena itu, kita harus penuh iman dalam pelayanan Injil kita, Allah dapat menggunakan 「jelai yang matang pertama」 yang tampaknya kecil, untuk langkah demi langkah menggenapkan cetak biru rencana-Nya bagi keselamatan dunia!

Tidak sedikit sarjana peneliti Alkitab berpendapat bahwa Paulus menggunakan contoh 「yang matang pertama」 untuk menggambarkan cetak-biru panen besar yang Allah pasti genapkan. Yang pertama adalah sejumlah kecil orang Kristen Yahudi diselamatkan dan orang bukan Yahudi diselamatkan, dan mereka adalah seperti 「yang matang pertama (panen pertama)」 dipersembahkan kepada Tuhan. Berkat dari Allah tidak hanya datang kepada buah pertama, tetapi juga akan membawakan panen besar di masa depan. Menafsirkan perikop ini sesuai model cetak biru seperti itu, perikop ini membawakan beberapa taraf dalam rencana keselamatan:

  1. Pertama, kedatangan Kristus dan kebangkitan dari antara orang mati;
  2. Kedua, di dalam Gereja mula-mula ada sebagian orang-orang Yahudi percaya Tuhan Yesus;
  3. Ketiga, karena tidak sedikit orang Yahudi menolak Injil, mereka menyebabkan diri mereka 「ditinggalkannya,」 tetapi Injil justru disebarkan luaskan kepada bangsa-bangsa asing;
  4. Keempat, orang percaya gereja mula-mula adalah seperti 「yang matang pertama」 sebagai kesukaan yang berkenan kepada Allah;
  5. Kelima, kehendak Allah adalah membawa berkat kepada seluruh adonan dan seluruh cabang-cabang dari pohon besar, menunjuk bahwa akan ada lebih banyak orang percaya kepada Tuhan Yesus.
  6. Keenam, pada akhirnya, Israel akan memiliki hari 「diterima,」, dan akan ada sejumlah besar orang orang Israel menjadi percaya kepada Tuhan Yesus;
  7. Ketujuh, kembalinya seluruh keluarga mereka kepada Tuhan mengakibatkan tuaian panen besar Injil di masa akhir, dan akhirnya kebangkitan orang mati.

Ada orang membuat sebuah metafora: 「rencana Allah adalah seperti satu set film yang baik; Ada segala macam hal-hal baik dan hal-hal buruk, tetapi pada akhirnya akan menggenapkan akhir bahagia berkumpul bersama.」 Kitab Yehezkiel ada sebuah contoh yang sangat terkenal. Yehezkiel melihat dataran penuh dengan tulang belulang, dan sangat kering; Tetapi ketika waktu Allah tiba, Allah akan memberikan tulang belulang itu napas: 「tulang belulang itu hidup dan berdiri, dan menjadi tentara yang besar.」 (Yeh. 37:10)

Pada tahun 90 an ketika saya berada di Amerika untuk pendidikan S3 teologi, saya bertemu seorang misionaris yang sangat tua, ia berbagi kepada saya sebuah pelajaran berharga yang diberikan Allah kepada dia. Ketika revolusi kebudayaan Cina, seluruh gereja di negeri itu ditutup, ia pernah menangis begitu mendalam, mengeluh dalam waktu yang lama untuk dan berkecil hati. Dia saat itu berpendapat bahwa kerja keras pengabaran Injil oleh banyak misionaris di Cina di masa lalu telah sia-sia, dan banyak pengkhotbah dan anggota keluarga telah dikuburkan sia-sia di Cina, dan gerakan politik yang penuh kekuatan menghancurkan telah mencabut gereja Tuhan sampai akar-akarnya. Dia bersama banyak misionaris merasa sangat tertekan dan tidak mengerti. Tapi setelah reformasi Cina membuka pintu, dia punya kesempatan untuk mengunjungi tempat yang dahulu, ia melihat orang Kristen ada di mana-mana, dan jumlahnya berlipat kali lebih banyak daripada sebelumnya, barulah ia melihat ketidakpercayaan dirinya, dan kuasa besar Tuhan yang indah. Setelah itu, ia bertekad untuk tidak bertanya tentang tuaian, tapi ia lakukan seberapa banyak yang bisa ia lakukan, karena Allah pasti akan menggenapkan rencana besar-Nya menyelamatkan dunia.

Tuhan kita adalah Allah yang 「membuka pintu yang tidak bisa ditutup orang, menutup yang tidak bisa dibuka orang,」 dan Dia memberikan hamba-Nya 「pintu terbuka yang tidak ada seorangpun dapat menutupnya.」 Saat gereja mengalami ujian tempaan kesulitan, tugas kita adalah untuk bertahan dalam penderitaan dan setia sampai mati, kita harus yakin bahwa Tuhan akan menang dan Tuhan-Nya akan duduk bersama dengan hamba-Nya yang setia di atas takhta-Nya (Wahyu 2-3). Dalam menghadapi kesulitan besar dan tantangan di hari esok, mata orang cenderung tinggal dalam kegelapan, kesulitan dan aniaya, tetapi Paulus mengajarkan kita untuk belajar memakai cara pandang kekekalan untuk memahami kehendak Tuhan, percaya bahwa Allah akan terus-menerus 「mengangkat orang miskin dari debu, mengangkat orang miskin dari tumpukan kotoran, dan membangkitkan tentara yang besar dari tulang belulang.」 Kiranya kita bersedia untuk menjadi roda gigi kecil yang setia, aksesori kecil, pensil gambar kecil dan hamba yang kecil! Kiranya kita seumur hidup bersandar percaya kepada Bapa, Bapa paling penuh kasih, Juru mudi yang Maha Agung, Pembuat cetak biru yang Maha Hikmat, Panglima Maha Kuasa, Raja yang Maha Ajaib!

Renungkan: Apakah Anda percaya bahwa Tuhan akan terus-menerus 「mengangkat orang miskin dari debu, mengangkat orang miskin dari tumpukan kotoran, dan membangkitkan tentara yang besar dari tulang belulang?」
Apa peringatan dan penghiburan yang diberikan Firman Tuhan hari ini kepada Anda?
Apakah Anda bersedia untuk menjadi hamba Tuhan yang setia ikut menggenapkan cetak biru keselamatan Allah?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Roma 11:13-14

「Harus Menyelamatkan Beberapa Orang! Harus Menyelamatkan Beberapa Orang Sebangsa!」

Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 11:13-14 [ITB])
13 Aku berkata kepada kamu, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi. Justru karena aku adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi, aku menganggap hal itu kemuliaan pelayananku, 14 yaitu kalau-kalau aku dapat membangkitkan cemburu di dalam hati kaum sebangsaku menurut daging dan dapat menyelamatkan beberapa orang dari mereka.

Seorang hamba yang benar-benar menghargai tugas penginjilan akan membayar harga dengan hidupnya untuk memberitakan Injil. Demikian juga Paulus, dan juga semua para hamba yang setia dari segala zaman! Robert Morrison seorang misionaris Kristen pertama yang datang ke Tiongkok, tiba di Makau pada 4 September 1807. Pada tahun 1810, istrinya melahirkan anaknya yang pertama, John, tapi anak ini meninggal setelah dilahirkan. Pada awalnya orang Tionghoa di Makau tidak mengizinkan dia menguburkan anaknya, akhirnya anaknya dapat dikuburkan di sebuah bukit kecil di sebelah Utara. Setelah lewat beberapa tahun, istri membawa dua anak yang lain kembali ke Inggris untuk pemulihan, dan kembali ke Makau pada tahun 1820. Tidak lama kemudian, ia mengandung anak yang keempat, tetapi pada tanggal 10 Juni 1821, karena penyakit menyebabkan kematian beserta janin. William Milne, misionaris kedua yang datang ke Tiongkok, mengatakan pepatah terkenal: 「seorang yang ingin belajar bahasa Mandarin, ia harus memiliki tubuh terbuat tembaga tubuh, jantung dari besi, kepala dari pohon Oak, tangan dari pegas, mata rajawali, hati rasul keberatan, daya ingat malaikat dan umur seperti Meusalah!」 Liáng Fā adalah pendeta pertama gereja Tiongkok, dibaptis oleh Milne pada tanggal 3 November 1816. Sampai tahun 1854, Liáng Fā sudah berusia tua kesehatannya tidak baik, Liáng Jìn Dé anaknya menyarankan sang ayah jangan bekerja terlalu keras, Liáng Fā berkata: 「saya telah 40 tahun percaya kepada Yesus Tuhan, saudara-saudara dari luar telah melakukan perjalanan puluhan ribu mil datang untuk mengabarkan Injil kepada orang-orang Tiongkok, saya adalah orang Tionghoa, bagaimana bisa menyerah untuk tidak berbuat apa-apa? Pada menit terakhir pun, aku harus memberitakan Injil kepada orang lain.」

Terjemahan literal dari dua ayat Rom. 10:13-14 adalah 「kepada kalian orang non Yahudi, aku berkata: karena aku seorang rasul bagi bangsa-bangsa asing, itu tugas pelayanan mulia saya; adalah demi membuat darah daging (daging tubuh) saya menjadi cemburu, adalah untuk menyelamatkan beberapa orang dari antara mereka.」 Orang yang benar-benar menghargai dirinya sebagai orang Kristen mereka dan tugas dirinya sebagai hamba (setiap orang adalah hamba dari Yesus Tuhan) akan membayar harga yakni memakai hidupnya untuk segenap tenaga memberitakan Injil dan sekuat tenaga menyelamatkan seberapa orang semampunya. Paulus menekankan: saya menghargai tugas saya, saya sekuat tenaga untuk menyelamatkan sebangsa saya, haruslah semampunya menyelamatkan seberapa orang. Paulus punya hati yang sangat kuat mencintai sebangsanya dan mencintai jiwa-jiwa mendapatkan keselamatan.

Frasa 「kaum sebangsaku menurut daging」 dalam bahasa aslinya jika diterjemahkan langsung adalah 「daging tubuhku」 (my flesh) . Paulus menggunakan kata 「daging」 di sini adalah gema penutup dari Rom. 9:3 ia berkata bahwa kaum sebangsaku orang Israel secara jasmani adalah saudara-saudaraku famili dekat keluargaku. Ungkapan 「daging tubuhku」 ini menunjukkan betapa Paulus sangat mencintai bangsanya! Rasa sakit sebangsanya, adalah rasa sakit dirinya! Paulus ingin membangkitkan 「kecemburuan sebangsanya」 agar kaum sebangsanya timbul rasa ingin ingin tahu tentang Injil! Maka Paulus lebih aktif lagi memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa lain, merangsang kaum sebangsanya, digerakkan hati mereka oleh Allah, terinspirasi oleh rasa ingin tahu dan mencari tahu, dan akhirnya bisa percaya kepada Yesus Tuhan dan mendapatkan keselamatan.

Saya sering sangat tersentuh oleh kasih tanpa pamrih dari banyak misionaris yang sangat mencintai orang-orang Tionghoa. Beberapa puluh tahun yang lalu, di Changhua Taiwan ada seorang anak miskin bernama Zhōu Jīn Yào, menderita cedera kaki yang parah karena kecelakaan, karena putus asa sehingga ingin bunuh diri. Marjorie Learner istri dari Dr. David Landsborough III, sangat tidak tega terhadap anak ini, walau tidak diharapkan oleh suaminya, ia memotong empat helai 1 x 3 inci dari kulit pahanya untuk menyelamatkan anak ini. Tindakan 「kasih memotong kulit sendiri」 ini sering mengilhami saya. Ia memiliki pepatah terkenal: 「jika memotong kulit saya demi Jīn Yào, dapat menyembuhkan penyakitnya, mengapa tidak boleh dilakukan? Yesus Kristus demi mencintai manusia di dunia, bersedia untuk disalibkan dan mencurahkan darah-Nya. Dan kami adalah dokter misi, dan tidak dapat dipandang apa-apa jika kami harus memotong beberapa bagian kulit diri kami untuk untuk menyembuhkan Jīn Yào.」 Di Changhua, pasangan suami istri ini meninggalkan dua keyakinan besar: 「Tuhan mengasihi manusia」 dan 「hendaknya merawat orang miskin yang sakit! 」Anak mereka, David Landsborough IV lahir di Taiwan, untuk melayani rakyat Taiwan, membangun sebuah rumah sakit di Changhua, dan memberikan empat arahan besar: 「Perawatan medis, mengabarkan Injil, membantu orang miskin, mengajar.」 Dia menderita demensia di masa tua, saat berbincang dengan orang hanya bisa mengucapkan kata 「Taiwan,」 sebelum meninggal mengatakan: 「Jangan melupakan orang miskin! 」 Kesaksian mereka menyentuh banyak orang, membangkitkan banyak teolog dan dokter! Apakah kita bisa demikian mencintai orang-orang sebangsa kita seperti ini?

Tidak sedikit orang Israel menganiaya Paulus, tetapi Paulus menanggapinya dengan cinta seumur hidup. Seumur hidupnya mengingat keselamatan orang-orang sebangsanya! Bagaimana dengan kami? Apakah kita benar-benar menghargai tanggung jawab kita sebagai orang Kristen? Berapa banyak harga yang sudah kita bayar demi keselamatan orang-orang sebangsa kita dan bangsa-bangsa lain?

Renungkan: Anda ingin memotong 「empat helai kulit ukuran 1 x 3 inci」 demi seorang sakit yang miskin?

Hari ini apakah Anda bersedia lebih banyak berdoa untuk para misionaris yang berada di tempat yang berbeda-beda? Dan ikut ambil bagian mendukung pekerjaan kudus mereka?

Saat bergaul dengan orang-orang sebangsa yang berbeda-beda, kadang ada waktu yang menyenangkan, tapi ada saat-saat ketika ada pendapat yang berbeda dan kontradiksi.

Apakah Anda juga memiliki hati dan upaya untuk memakai cinta seumur hidup dan keinginan untuk menyelamatkan orang sebangsa?

Apakah Anda terlibat dalam pekerjaan Kudus memberitakan Injil kepada orang-orang sebangsa Anda? (Jika belum, maukah Anda ikut terlibat?)


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Titus 3:12-15

「Petunjuk Terakhir dan Salam」

Apa konsep dasar dari nasehat Paulus kepada orang percaya di Kreta agar belajar melakukan pekerjaan yang baik, yang terkait dengan kita?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Titus ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Titus 3:12-15 [ITB])
12Segera sesudah kukirim Artemas atau Tikhikus kepadamu, berusahalah datang kepadaku di Nikopolis, karena sudah kuputuskan untuk tinggal di tempat itu selama musim dingin ini.
13Tolonglah sebaik-baiknya Zenas, ahli Taurat itu, dan Apolos, dalam perjalanan mereka, agar mereka jangan kekurangan sesuatu apa.
14Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.
15Salam dari semua orang yang bersama aku di sini dan sampaikanlah salamku kepada mereka yang mengasihi kami di dalam iman. Kasih karunia menyertai kamu sekalian!

Kebiasaan Paulus di bagian akhir suratnya mengutus dan mengatur orang yang terlibat dalam pelayanan, berpesan tentang agenda dan perjalanan mereka, mengulang inti pesan surat, menghantarkan salam dan berkat. Seringkali terdapat tidak sedikit nama-nama orang muncul di bagian akhir surat yang ditulis Paulus. Di penutupan surat Titus, Paulus juga melakukan pengaturan tenaga pelayanan yang baru, Artemas atau Tikhikus akan menggantikan pelayanan Titus di Kreta, dan Titus akan berangkat ke Nikopolis, bertemu dengan Paulus. Nama Artemas ini pertama kali muncul dalam Perjanjian Baru, pemahaman kita terhadap dia tidak banyak; Tikhikus adalah seorang rekan pelayanan yang penting dari Paulus, Paulus memandang ia sangat penting. Mengenai tempat bernama Nikopolis ini, para peneliti Perjanjian Baru paling sedikit menemukan tujuh kota dengan nama yang sama, tidak mudah untuk menentukan Titus pergi ke yang mana.

Demikian juga, nama ahli Taurat Zenas juga pertama kali muncul dalam Perjanjian Baru, dan nama Apolos telah banyak kali dijumpai dalam surat Paulus (lihat 1 Kor. 1:12, 3:4-6, 46, 16:12 dsb). Ada peneliti yang memperkirakan bahwa surat Titus dititipkan oleh Paulus kepada Zenas dan Apolos. Searah dengan perjalanan, mereka mampir menyampaikan surat kepada Titus, setelah itu melanjutkan perjalanan mereka. Sedangkan tentang keramahtamahan menerima tamu (hospitality), ini merupakan satu macam kebajikan saat itu, juga merupakan salah satu kualifikasi penilik (Tit. 1:8). Para pekabaran Injil dan misionaris yang datang atas nama Tuhan, setiap sampai di satu tempat, perlu keramahtamahan dari orang percaya untuk menerima mereka. Paulus juga khusus berpesan kepada Titus, agar jangan sampai Zenas dan Apolos kekurangan sesuatu apa dalam kebutuhan mereka, juga khusus menekankan hendaknya「Tolonglah sebaik-baiknya」 sekuat tenaga memberi pertolongan kepada mereka (ayat 13), mungkin Titus perlu banyak melakukan tindakan untuk mengumpulkan ongkos yang diperlukan mereka, untuk menopang biaya yang dibutuhkan dalam perjalanan mereka.

Paulus memberikan perhatian untuk mendorong Titus dan gereja agar dengan keramahtamahan menerima tamu dan sekuat tenaga menolong Zenas dan Apolos, karena Paulus mengharapkan orang percaya di Kreta 「belajar melakukan pekerjaan yang baik」 (ayat 14), jika bisa memberikan pertolongan atas kebutuhan orang lain, maka mereka juga bisa memiliki buah kebaikan. Paulus khusus mengajukan perbuatan baik, adalah hendak merespon maksud utama dari surat ini. Setiap saat orang Kristen memberi perhatian atas kebutuhan orang lain, maka mereka adalah orang Kristen yang berbuah.

Seperti kebiasaan Paulus, di akhir surat ia akan menghantarkan salam kepada penerima surat dan gereja, namun kali ini Paulus tidak ada menyebutkan salam bagi satu nama orangpun, namun secara khusus menghantarkan salam kepada 「mereka yang mengasihi kami di dalam iman」. Kita bisa melihat dari perkataan Paulus 「mereka yang mengasihi kami」bahwa ia sangat memandang penting semangat dan tenaga dari kerjasama tim (teamwork). Paulus bersama dengan gereja Kreta adalah sebuah kerjasama tim, kasih yang mengalir dari mereka terhadap Paulus dan rekan pelayanannya, membuat hati melayani dari kedua pihak menjadi tersambung, kasih mereka terhadap Paulus adalah respon iman. Tentang apakah yang dimaksudkan dengan kata 「iman」 (in the faith) oleh Paulus di sini? Kata 「iman」 bisa menunjuk (1) iman kepercayaan yang benar, (2) bersandar dan percaya kepada Yesus, atau (3) iman Kristen. Tidak peduli mana yang dimaksudkan, orang percaya di Kreta telah mampu membuat iman nyata sebagai tindakan, karena iman terhadap Yesus menghasilkan tindakan kasih!

Kiranya berkat Paulus bagi Titus dan gereja Kreta, juga datang sampai kepada kita semua: 「Kasih karunia menyertai kamu sekalian!」 (ayat 15).

Renungkan: (1) pikirkan bagaimana kita melatih diri atas kebajikan ramah menerima tamu (hospitality); (2) apa pandangan anda terhadap perkataan ini: 「Apa yang disebut adalah kasih? Yakni melihat tanggung jawab diri sendiri dari dalam kebutuhan orang lain」; (3) periksa diri sendiri atas relasi iman dan kasih: 「Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih」 (Gal. 5:6)