「Berusaha sekuat tenaga mengabarkan rahasia Kristus 」
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Kolose 1:25-29 [ITB])
25 Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu,
26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. 27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan! 28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.
29 Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.
Paulus dalam Kol. 1:24-29 menjelaskan sikap dan misi yang seharusnya dimiliki pelayan Injil. Kemarin kita sudah melihat ayat 24, Paulus dalam satu ayat pendek ini menyampaikan tiga sikap orang yang menjadi pelayan: (1) membawa hati yang sukacita; (2) memiliki tekat hati siap menderita; (3) senantiasa berpikir untuk Gereja (「karena kamu 」). Mulai ayat 25, Paulus maju selangkah lagi menjelaskan apa misi dia.
Menjadi pelayan Injil, ia pada saat yang sama juga dipercaya menjadi pelayan Gereja. Memberitakan Injil dan mendirikan gereja tidak dapat saling dipisahkan. Tidak ada utusan Injil yang dapat mengatakan bahwa dirinya tidak ada urusan dengan pembangunan Gereja, juga tidak ada seorang penggembalaan yang boleh memandang rendah pengabaran Injil. Mengapa? Karena Injil menunjuk kepada pendamaian yang digenapkan di dalam Kristus (Kol. 1:19-20), dan relasi pendamaian (termasuk manusia dengan Allah, manusia dengan manusia) dinyatakan di bumi dengan melalui Gereja. Kuasa Kristus juga dinyatakan dengan jelas dalam komunitas Gereja. Komunitas Gereja memanifestasikan dilepaskannya orang dari kegelapan, masuk ke dalam Kerajaan Kristus (Kol. 1:13). Injil menunjuk kepada penebusan oleh Kristus, dan penebusan oleah Kristus melahirkan Gereja. Maka menjadi pelayan Injil adalah juga menjadi pelayan Gereja, keduanya tidak dapat dipisahkan. Paulus secara khusus menyebutkan 「tugas yang dipercayakan Allah kepadaku bagi kamu (stewardship)」.
Sebagi rasul, Paulus diutus untuk mengabarkan Injil Allah (Rom. 1:1), pada saat yang sama ia juga mendapatkan tugas menjadi penatalayan dari Allah, untuk menjaga Gereja dengan baik, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus (Kol. 1:28). Tidak hanya menjaga gereja yang ia dirikan saja, gereja yang lain juga harus dijaga. Sebagai pelayan Injil, kita tidak hanya memperhatikan urusan gereja kita sendiri, tetapi juga harus berikan perhatian kepada gereja lain. Tetapi, ada perbedaan besar antara ikut campur dan memberikan perhatian. Paulus dipanggil menjadi rasul Kristus, ia punya tanggung jawab dan kuasa ikut campur urusan gereja lain, namun hanya terbatas pada cakupan yang diberikan Allah yaitu pengabaran Injil. Kita adalah pelayan Injil, namun bukan rasul. Kita perlu memberikan perhatian atas keadaan gereja lain, tetapi tidak sampai interferensi ikut campur urusan internal mereka.
Sebagai pelayan Gereja, Paulus dipercayai mengabarkan Firman Allah dengan sepenuhnya, agar setiap orang disempurnakan di dalam Kristus. Firman Allah adalah rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi pada masa sekarang telah dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. Rahasia ini adalah 「Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan [ITB] / Kristus di dalam kamu sekalian, telah menjadi pengharapan untuk mendapatkan kemuliaan [Mandarin CUV] 」(Kol. 1:27). Paulus hendak menjelaskan rahasia ini kepada orang-orang kudus, selain karena melaksanakan tugasnya sebagai penatalayan, ia adalah demi menguatkan orang-orang percaya pengharapan di dalam Kristus. Kita telah melihat Kol. 1:3-5, tahu bahwa pengharapan dapat membuat orang mempertahankan iman, merealisasikan kasih. Paulus mengetahui pengharapan adalah ekstrim penting bagi pertumbuhan kehidupan seorang Kristen, juga melihat bahwa pengharapan berasal dari pengenalan seseorang akan rahasia 「Kristus di dalam kita 」. Oleh sebab itu, Paulus menguras tenaga demi hal ini, tiada henti dengan berbagai macam hikmat menasehati setiap orang, mengajar setiap orang. Sasudara saudari dapat memperhatikan, titik beratnya di sini bukan cara mengajar di dalam Kristus. Cara adalah hal yang penting (memakai berbagai hikmat), namun lebih penting adalah isinya. Menjadi pelayan Injil, kita harus berusaha sekuat tenaga untuk dengan sepenuhnya mengajarkan dengan jelas rahasia 「Kristus di dalam kita 」. Untuk menggenapi misi ini, kita perlu memiliki dasar pengetahuan Alkitab dan teologi yang kuat.
Renungkan: tugas apa yang telah dititipkan Allah kepada kita? Bagaimana cara kita dapat mengabarkan Injil dan cara agar dapat mengajarkan rahasia Kristus dengan sepenuhnya? Bagaimanakah kita membantu orang mengenal kelimpahan kemuliaan yang ada 「di dalam Kristus 」? Pertimbangkan bahwa kita sering menghadapi pencobaan memilih-milih Firman Tuhan yang kita senang dengarkan saja, apakah kita menyadari betapa tinggi, lebar, panjang, dan dalamnya 「rahasia Kristus 」?
Renungkan apa yang menjadi tolak ukur pertumbuhan gereja bagi anda? Apakah jumlah orang, atau kemajuan dalam pengenalan akan rahasia Kristus?